Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Perancangan User Experience Modul Wisatawan Aplikasi Setapak Menggunakan Metode The Whee

    No full text
    Pariwisata merupakan sektor penting dalam pendapatan devisa negara Indonesia dan diproyeksikan akan menjadi penyumbang terbesar pada tahun 2020. Untuk lebih mengenalkan destinasi wisata Indonesia, dibutuhkan sebuah teknologi yang merangkum informasi destinasi wisata di Indonesia dan menyediakan kebutuhan yang diperlukan wisatawan. Pada penelitian sebelumnya, aplikasi Setapak telah berfungsi dengan baik, namun belum cukup memperhatikan sisi user experience. Penelitian ini berfokus pada perancangan user experience aplikasi Setapak modul wisatawan menggunakan metode The Wheel. Metode ini merupakan sebuah siklus yang dimulai pada tahap analisis, yaitu observasi dan wawancara target pegguna untuk mengumpulkan data yang selanjutnya dianalisis. Tahap selanjutnya yaitu analisis, yaitu pembuatan user persona, sketsa, storyboard, dan wireframe dengan tujuan merancang interaksi dan konsep aplikasi Setapak. Hasil yang didapat pada tahap desain diimplementasikan ke dalam bentuk prototipe medium fidelity di tahap prototipe. Hasil prototipe yang dirancang selanjutnya diujikan kepada responden menggunakan metode Think Aloud dan menghasilkan success rate sebesar 87.69% serta kuesioner USE dan menghasilkan nilai 6.025 usefulness, 4.91 satisfaction, 5.35 ease of use, dan 5.25 ease of learning dari skala 7 Likert

    Hubungan Dukungan Suami dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskemas Tanjung Kabupaten Lombok Utara

    No full text
    Menyusui secara eksklusif merupakan cara pemberian makan bayi yang alamiah. Namun, seringkali ibu kurang mendapatkan informasi bahkan seringkali mendapat informasi yang salah tentang manfaat ASI eksklusif, tentang bagaimana cara menyusui yang benar, dan apa yang harus dilakukan bila timbul kesukaran dalam menyusui bayinya. Selain pengaruh pengetahuan gizi ibu, suami diyakini memegang peranan penting dalam keberhasilan menyusui yang akan dilakukan oleh seorang ibu, sehingga penting bagi suami memiliki pengetahuan mengenai dukungan emosional, fisik, informasi dan penilaian untuk mendukung istri dalam proses menyusui bayinya terutama dalam pemberian ASI secara eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari hubungan dukungan suami dengan keberhasilan ASI eksklusif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan jumlah responden sebanyak 80 orang ibu balita yang mempunyai anak usia 6 – 24 tahun, lokasi penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Kabupaten Lombok Utara dengan kriteria inklusi dan eksklusi dalam penentuan responden. Variabel yang diteliti adalah karakteristik keluarga, pendapatan keluarga, pengeluaran pangan dan non pangan, food habit, status pengetahuan gizi ibu balita dan dukungan suami. Hasil penelitian yang diperoleh dari 80 responden diketahui bahwa 36.25% ibu balita yang mendapat dukungan suami dengan baik berhasil memberikan ASI secara eksklusif dengan nilai p-value 0.786. Penelitian ini menjelaskan bahwa tidak ada hubungan dukungan suami dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif

    Gender Dan Alokasi Pemanfaatan Remitan Dalam Rumah Tangga Migran TKI Laki-Laki (Kasus: Desa Lemahayu, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu).

    No full text
    Migrasi merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh kepala keluarga yaitu suami untuk memenuhi kebutuhan hidup serta meningkatkan taraf kesejahteraan rumah tangganya. Remitan merupakan bentuk pemenuhan bagi rumah tangga TKI berupa uang, ide-ide, dan gagasan. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi pengaruh karakteristik rumah tangga dan karakteristik TKI terhadap alokasi pemanfaatan remitan dalam rumah tangga dan mengidentifikasi pengaruh karakteristik rumah tangga dan TKI terhadap tingkat kesetaraan akses dan kontrol. Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif. Unit analisis penelitian adalah rumah tangga. Hasil penelitian ini menunjukkan rumah tangga TKI paling banyak mengalokasikan remitan untuk kebutuhan konsumi dan investasi sosial. Tingkat kesetaraan akses dan kontrol dalam pemanfaatan remitan berada pada kondisi tidak setara. Pada penelitian ini status bekerja istri, pendapatan rumah tangga, dan besarnya remitan mempengaruhi tingkat kesetaraan akses. Besarnya remitan adalah indikator karakteristik TKI yang mempengaruhi tingkat kesetaraan kontrol

    Manfaat Telepon Genggam bagi Petani Sayuran dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Pertanian.

    No full text
    Petani di Indonesia umumnya memiliki permasalahan yang sama seperti iklim dan cuaca, penanganan hama terpadu, pemodalan, cara budidaya, dan pemasaran. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut pemerintah telah mendirikan berbagai pusat penelitian yang bertujuan untuk membantu petani dalam menyelesaikan permasalah tersebut. Proses penyebaran informasi ini biasanya melalui media komunikasi konvensional seperti majalah, koran, brosur dan leaflet. Penyebaran informasi melalui media konvensional ini memiliki kelebihan dapat disimpan dan tahan lama, namun media ini dianggap mahal dan penyebarannya tidak merata. Keberadaan telepon genggam saat ini dapat membantu penyebaran informasi dengan harga yang terjangkau, mudah digunakan serta dapat dibawa kemana saja. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan didukung oleh data kuantitatif berupa kuisioner dan kualitatif berupa wawancara dengan petani sayuran sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telepon genggam efektif digunakan oleh petani untuk memenuhi kebutuhan infomasi pertanian

    Implementasi Transformasi Wavelet dan Klasifikasi LVQ pada Citra Termal untuk Deteksi Korban Longsor

    No full text
    Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana alam, terutama bencana longsor. Bencana longsor menyebabkan runtuhnya bangunan yang dapat menelan banyak korban jiwa karena tertimpa reruntuhan. Reruntuhan – reruntuhan ini sangat beresiko bagi keselamatan tim SAR (Search and Rescue) dalam menyisir lokasi. Penggunaan robot yang dilengkapi dengan kamera termal untuk mengidentifikasi korban longsor dapat mempermudah proses evakuasi korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi citra termal dari manusia menggunakan metode klasifikasi Learning Vector Quantization (LVQ) dan ekstraksi ciri transformasi Wavelet. Citra yang digunakan berupa citra termal sebanyak 240 citra manusia dan non manusia yang diambil menggunakan kamera FLIR. K-fold cross validation dengan fold 10 digunakan untuk membagi data latih dengan data uji. Hasil identifikasi citra termal pada penelitian ini menghasilkan Penelitian ini menghasilkan dua nilai akurasi tertinggi yaitu 82.92% dan 82.51%. Hal ini menunjukkan bahwa metode transformasi Wavelet dan LVQ dapat diterapkan untuk identifikasi citra termal manusia

    Aplikasi Pupuk Kandang dan NPK pada Respons Pertumbuhan Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) di Media Bekas Tambang Kapur.

    No full text
    Kegiatan pertambangan kapur merupakan eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan, sehingga dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Penanaman jenis sengon (Paraserianthes falcataria) dalam kegiatan revegetasi diharapkan dapat memperbaiki ekosistem yang rusak akibat aktivitas penambangan. Penambahan pupuk kandang dan NPK dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pemberian pupuk kandang dan NPK terhadap pertumbuhan sengon (Paraserianthes falcataria) pada media bekas tambang kapur Ciampea serta memperoleh informasi mengenai dosis pemberian pupuk kandang dan NPK yang terbaik dalam pertumbuhan semai sengon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang tunggal dan NPK tunggal tidak berpengaruh nyata pada semua parameter seperti tinggi, diameter, berat basah total, berat kering total, nisbah pucuk akar dan jumlah bintil akar. Pengaruh pada interaksi antara pupuk kandang dan NPK hanya berpengaruh nyata pada parameter jumlah bintil akar, untuk parameter lainnya tidak berpengaruh nyata. Perlakuan P1N10, P1N15 dan P2N0 merupakan perlakuan terbaik pada parameter jumlah bintil akar

    Analisis pendapatan dan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani mengikuti Corporate Farming^bStudi Kasus: Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo

    No full text
    Pemerintah Kabupaten Sukoharjo membentuk program corporate farming di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo sejak tahun 2017 sebagai contoh pengembangan pertanian modern di pedesaan. Namun demikian, program corporate farming tersebut belum berjalan terus menerus karena terkendala modal dan memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap keputusan para stakeholder. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi persepsi petani terhadap program corporate farming; (2) mengidentifikasi dan menganalisis tingkat kepentingan dan pengaruh stakeholder corporate farming di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo; (3) menganalisis dampak penerapan corporate farming terhadap pendapatan petani anggota dan bukan anggota corporate farming; dan (4) menganalisis tingkat pengaruh faktor-faktor karakteristik petani terhadap keputusan mengikuti corporate farming. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis stakeholder, analisis pendapatan R/C ratio dan B/C ratio, dan analisis regresi binomial logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden petani setuju bahwa pelaksanaan corporate farming di Desa Dalangan dapat meningkatkan kinerja usahatani, namun corporate farming belum mempermudah akses petani terhadap permodalan gapoktan. Berdasarkan analisis stakeholder, Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo dan Gapoktan Tani Mandiri memiliki tingkat kepentingan dan pengaruh tertinggi dalam pelaksanaan corporate farming. Berdasarkan analisis pendapatan, nilai R/C ratio atas biaya tunai dan biaya total lebih dari 1 dan nilai B/C ratio atas biaya tunai dan biaya total lebih besar dari 0 pada petani anggota dan bukan anggota corporate farming, sehingga usahatani pada kelompok tersebut menguntungkan dan layak diusahakan. Faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani mengikuti corporate farming yaitu jumlah tanggungan keluarga dan pendapatan usahatani

    Analisis implementasi standar pada UKM pengolahan hasil perikanan peraih SNI Award tahun 2016

    No full text
    Badan Standardisasi Nasional (BSN) menganugerahkan penghargaan Standar Nasional Indonesia (SNI) Award kepada usaha kecil menengah (UKM) Cindy (Bogor), UKM Bening (Bogor) dan UKM Sakana (Depok) di tahun 2016. Penghargaan tersebut merupakan stimulus dari Pemerintah bagi perusahaan yang memiliki komitmen, konsistensi dan kinerja yang baik. Sepanjang dua tahun terakhir belum pernah dilakukan evaluasi untuk mengetahui kondisi aktual UKM dan pengaruh implementasi SNI Produk Perikanan. Pengaruh implementasi standar lebih bersifat makro dan intangible, maka perlu dilakukan analisis implementasi standar yang lebih spesifik. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis kondisi aktual UKM peraih SNI Award tahun 2016; (2) menganalisis norma dan pengaruh spesifik penerapan SNI Produk Perikanan serta peran value driver; (3) menganalisis aktivitas fungsi bisnis, (4) menganalisis pengaruh SNI Produk Perikanan terhadap efektivitas kerja, (5) menganalisis pengaruh SNI Produk Perikanan terhadap mutu dan keamanan produk, (6) menganalisis pengaruh SNI Produk Perikanan terhadap nilai tambah ekonomi, (7) menganalisis strategi penerapan SNI Produk Perikanan, dan (8) menganalisis preferensi UKM terhadap implementasi SNI Produk Perikanan dengan standar lain. Metode yang digunakan adalah (1) preferensi tim pembina UKM dari instansi pemerintah dan diagram sebab akibat Ishikawa untuk analisis kondisi aktual UKM, (2) ISO Methodology 2.0 dan brainstorming untuk analisis irisan norma dan pengaruh implementasi SNI Produk Perikanan, (3) Statistical Process Control (SPC) untuk analisis efektivitas kerja, uji sensori, komposisi kimia dan cemaran mikroba untuk mutu dan keamanan produk, nilai tambah ekonomi melalui Earning Before Interest and Taxes (EBIT), favorable variance dan Hayami, (4) Strength Weakness Opportunity Threat (SWOT) untuk analisis strategi penerapan SNI Produk Perikanan dan (5) Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk memperoleh preferensi UKM pengguna standar terhadap penerapan SNI dan standar lainnya. Teknik pengambilan contoh uji mutu dan keamanan produk menggunakan targeted sampling, sedangkan untuk metode SWOT, AHP dan Hayami menggunakan purposive sampling. Responden yang terlibat pada uji sensori adalah responden tidak terlatih. Responden yang terlibat pada metode SWOT, AHP dan Hayami adalah responden sebagai key persons yang memiliki kompetensi tertentu. Menurut preferensi dan penilaian oleh tim pembina UKM dari berbagai instansi pemerintah berdasarkan perspektif kriteria SNI Award diperoleh bahwa Sakana memiliki preferensi tertinggi (0.38), kemudian diikuti Cindy (0.34) dan Bening (0.28). Sertifikat produk pengguna tanda (SPPT) UKM Sakana masih berlaku, sedangkan UKM Cindy tidak beroperasi karena unit pengolahan mengalami renovasi dan UKM Bening memiliki ketidaksesuaian terhadap pemenuhan kadar protein. Tidak ada upaya perbaikan oleh UKM Bening sehingga SPPT SNI dicabut, oleh karena itu penelitian dilakukan pada UKM v Sakana yang memiliki produk SPPT SNI berupa bakso, siomay, naget dan otakotak. Norma SNI Produk Perikanan yang spesifik terletak pada aktivitas kontrol suhu bahan baku, pemenuhan proporsi ikan dalam adonan, kontrol suhu adonan dan proses perebusan bakso. Bussines function yang terpengaruh oleh norma SNI Produk Perikanan adalah inbound logistic dan productions serta pada aktivitas kunci pencampuran adonan. Value driver perusahaan diketahui berupa “Produk dengan karakter cita rasa yang kuat”. Kapabilitas proses kontrol suhu bahan baku scombroidae dari perspektif SNI sangat rendah, yaitu 0.15 sigma. Kapabilitas proses pemenuhan proporsi ikan pada pencampuran adonan berturut–turut otak–otak (2.72) < bakso (2.99) < siomay (3.52) < naget (3.56), jika dari perspektif SNI maka kapabilitas proses sangat baik yaitu > 6 sigma. Variabilitas rendah, artinya mempunyai konsistensi tinggi. Kapabilitas proses perebusan bakso tidak dapat diukur karena sama sekali tidak sesuai dengan persyaratan SNI Produk Perikanan. Nilai sensori bakso terendah pada atribut rasa (5.73 ± 0.76) dan tekstur (6.33 ± 0.47), sedangkan pada siomay, naget dan otak-otak sesuai dengan persyaratan SNI Produk Perikanan. Komposisi kimia produk terjadi ketidaksesuaian pada kadar air bakso (69.76%), kadar abu siomay (2.57%), kadar protein otak-otak (4.90%) dan kadar histamin bahan baku (307.54 g/kg). Nilai ekonomi diperoleh EBIT Rp10 959 428 000 pada tahun 2017, favorable variance 0.02 sampai 0.43% dan rasio nilai tambah tertinggi sampai terendah berturut-turut otak-otak (65.12%), naget (58.41%), siomay (54.30%) dan bakso (52.13%). Norma SNI Produk Perikanan dan value driver memiliki hubungan dalam implementasinya. Norma SNI dilaksanakan dengan efektivitas kerja yang baik, apabila dapat menyokong value driver, demikian sebaliknya. Implementasi SNI mempunyai pengaruh berganda. Efektivitas kontrol suhu bahan baku bakso dari Scombroidae dan teknik perebusan bakso yang rendah menyebabkan kadar histamin dan kadar air tidak sesuai. Hal ini menyebabkan nilai sensori rasa dan tekstur bakso rendah. Efektivitas yang tinggi pada pemenuhan proporsi ikan dalam adonan menyebabkan kesesuaian dengan persyaratan mutu dan keamanan produk. Selanjutnya berimplikasi terhadap nilai ekonomi berupa efisiensi bahan baku (favorable variance), peningkatan nilai EBIT dan nilai tambah produk. Analisis melalui SWOT diperoleh aggressive strategies yaitu mengubah lini produksi yang memiliki kapabilitas yang rendah, diversification strategies melalui sertifikasi produk inovatif dan turunan produk, turn-arround strategies melalui memperkuat penjualan dan promosi untuk memperoleh EBIT yang lebih besar sedangkan defensive strategies melalui efisiensi biaya – biaya baik yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan produksi. Analisis preferensi UKM pengguna standar menggunakan AHP diperoleh hasil bahwa penerapan SNI Produk Perikanan dinilai paling rendah (0.08), sementara pengaruh yang lebih besar adalah dari penerapan standar sistem manajemen keamanan pangan (0.39)

    Keragaman Bakteri Asam Laktat dalam Fermentasi Ikan-Inasua dengan dan Tanpa Nira kelapa

    No full text
    Inasua ialah produk fermentasi ikan secara tradisional yang merupakan kearifan lokal masyarakat Teon, Nila, dan Serua (TNS) di Maluku. Tujuan pembuatan ikan fermentasi ialah sebagai cadangan lauk mengantisipasi masa paceklik, yaitu masa ketika nelayan tidak dapat melaut. Bahan dasar dalam pengolahan inasua ialah ikan yang hidup di sekitar terumbu karang, garam dan nira kelapa sebagai sumber karbohidrat. Pengolahan inasua dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan garam saja dan garam ditambah nira kelapa. Kedua jenis ikan fermentasi ini diduga memiliki karakteritik sensorik yang berbeda. Hal ini sangat dipengaruhi oleh keragaman mikrob di dalamnya, terutama bakteri asam laktat. Mikrob-mikrob tersebut mengalami suksesi dan mempengaruhi karakteristik fisikokimia selama fermentasi inasua. Analisis komposisi mikrob pada inasua yang hanya menggunakan garam telah dilakukan, tetapi analisis suksesi mikrob, khususnya bakteri asam laktat selama fermentasi kedua jenis inasua belum pernah dilakukan. Hal ini dianggap sebagai kebaruan dari penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman bakteri asam laktat terkultur selama fermentasi dan bakteri yang tidak terkultur pada produk inasua tanpa nira (hanya menggunakan garam) dan inasua yang menggunakan garam dan nira kelapa (selanjutnya disebut inasua nira) serta melakukan karakterisasi fisikokimia pada kedua produk tersebut. Ikan yang digunakan sebagai bahan dasar pengolahan inasua ialah gurara (Lutjanus vitta). Isolasi bakteri asam laktat dari kedua jenis inasua menggunakan media de Man, Rogosa and Sharp agar (MRSA) yang ditambahkan garam dan CaCO3 berhasil diperoleh 50 isolat. Identifikasi isolat bakteri asam laktat terpilih secara molekuler menggunakan gen penyandi 16S rRNA menunjukkan bahwa semua isolat merupakan bakteri asam laktat yang memiliki kedekatan dengan kelompok Lactobacillus dan Leuconostoc. Persentase kesamaan sekuen hasil identifikasi isolat bakteri asam laktat dengan target gen 16S rRNA pada database GenBank ialah 96-99%. Bakteri-bakteri ini mengalami suksesi sejalan dengan bertambahnya waktu fermentasi inasua. Lactobacillus plantarum dan L. rhamnosus merupakan bakteri asam laktat yang ditemukan pada awal fermentasi inasua tanpa nira. L. mesenteroides ditemukan pada fermentasi 8 minggu dan berperan hingga akhir fermentasi. Bakteri asam laktat yang dominan pada akhir fermentasi inasua tanpa nira ialah L. mesenteroides. L. plantarum dan L. rhamnosus juga ditemukan pada awal fermentasi inasua nira. L. paracasei ditemukan setelah mengalami fermentasi selama 4 minggu dan Leuconostoc mesenteroides pada akhir fermentasi. Bakteri asam laktat dominan dalam fermentasi inasua nira ialah L. plantarum. Hasil separasi produk PCR menggunakan DGGE menunjukkan pola komunitas bakteri berdasarkan gen 16S rRNA bervariasi pada kedua jenis inasua. Pola distribusi komunitas bakteri pada sampel inasua tanpa nira (4 pita) kurang beragam dibandingkan inasua nira (8 pita). Hasil Blast 4 pita pada inasua tanpa nira teridentifikasi sebagai Lactobacillus curiae, Staphylococcus pasteuri, dan dua pita yang lain ialah S. epidermidis, sedangkan 8 pita pada inasua nira teridentifikasi sebagai L. sucicola, L. apinorum, Escherichia fergusonii, L. nagelii, L. paracasei, L. curiae, dan dua pita lainnya ialah L. hilgardii. Persentase kesamaan sekuen hasil DGGE dengan gen target pada data GenBank ialah 90-99%. Analisis keragaman Shanon-Winner (H’) menunjukkan bahwa indeks keragaman komunitas bakteri berdasarkan gen 16S rRNA pada inasua tanpa nira ialah 0,90 (kategori rendah), sedangkan inasua nira ialah 1,42 (kategori sedang). Indeks kemerataan (e’) kedua jenis inasua berbeda. Indeks kemerataan inasua tanpa nira lebih tinggi yaitu 0,68 (kategori tinggi), sedangkan inasua nira ialah 0,52 (kategori sedang). Keragaman bakteri asam laktat sangat dipengaruhi oleh karakteristik fisikokimia pada inasua. Selama fermentasi, suhu kedua jenis inasua mengalami peningkatan hingga akhir fermentasi, sedangkan nilai pH mengalami penurunan yang mencolok hingga fermentasi minggu ke-3 kemudian meningkat hingga akhir fermentasi. Analisis proksimat kedua jenis inasua memperlihatkan bahwa kadar lemak dan abu mengalami peningkatan, sebaliknya kadar protein dan air mengalami penurunan hingga akhir fermentasi. Kadar karbohidrat inasua tanpa nira ialah 16,32% lebih rendah dibandingkan inasua nira yang mencapai 25,64% pada awal fermentasi, tetapi kadar karbohidrat inasua nira mengalami penurunan hingga 7,14% pada akhir fermentasi, sebaliknya kadar karbohidrat inasua tanpa nira mengalami peningkatan hingga 19,69%. Kadar air, protein dan lemak inasua nira lebih tinggi dibandingkan inasua tanpa nira pada akhir fermentasi. Aktivitas air kedua jenis inasua mengalami penurunan selama fermentasi. Kadar garam inasua tanpa nira lebih tinggi dibandingkan inasua nira, sedangkan kadar alkohol inasua tanpa nira hampir tidak terdeteksi

    Morfometrik Hasil Persilangan Interse Ayam Merawangarab dan Arabmerawang Generasi Kedua Umur 2 Sampai 12 Minggu

    No full text
    Ayam merawang dan ayam arab merupakan jenis ayam lokal Indonesia. Ayam merawang memiliki kelebihan tipe dwiguna. Kelebihan ayam arab yaitu produksi telur yang tinggi. Persilangan kedua ayam diharapkan menghasilkan keturunan yang memiliki kualitas genetik yang lebih baik. Peubah yang diamati dari hasil persilangan interse ayam merawangarab (MA) dan arabmerawang (AM) generasi kedua yaitu panjang shank, lingkar shank, panjang femur, panjang tibia, lingkar dada, panjang dada, dalam dada, lebar dada, panjang punggung, panjang sayap, dan rentang sayap. Rataan panjang shank ayam jantan AM 76.82±9.16 mm dan MA 88.01±9.76 mm berbeda nyata pada minggu ke-12. Panjang tulang femur dan tibia tidak berbeda nyata dari umur 2-12 minggu. Lingkar dada betina berbeda nyata pada minggu ke-6 yaitu ayam AM 15.18±1.56 cm dan MA 16.46±1.14 cm. Panjang dan dalam dada tidak berbeda nyata dari umur 2-12 minggu, sedangkan pada lebar dada berbeda pada minggu ke-6, yaitu ayam MA 36.13±3.96 mm dan M-AM 30.84±2.61 mm. Panjang punggung ayam jantan AM 13.19±1.08 cm dan M-AM 15.06±1.82 cm umur 12 minggu berbeda nyata. Rataan panjang dan rentang sayap umur 2-12 minggu tidak berbeda nyata. Panjang dan rentanag sayap jantan dan betina berkorelasi sangat baik yaitu (r=0.99). Laju pertumbuhan peubah lingkar dada, dalam dada, dan panjang dada masih berpotensi untuk mengalami peningkatan setelah umur 12 minggu. Ayam yang berpotensi sebagai pedaging yaitu pada jantan M-MA dan betina M-AM dan yang berpotensi sebagai petelur yaitu ayam M-MA

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇