31665 research outputs found
Sort by
Pengelolaan Resolusi Konflik Agraria Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango: Strategi Kolaborasi dan Keberlanjutannya
Perubahan rezim kawasan hutan dari Perhutani ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menyebabkan masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional tereksklusi dari kawasan hutan. Hal tersebut telah mendorong terjadinya konflik agraria. Konflik tersebut dapat diatasi dengan resolusi konflik. Resolusi konflik yang dilakukan berupa kolaborasi. Hal terakhir ini bertautan dengan mewujudnya keberlanjutan pada dimensi ekologi, sosial, dan ekonomi. Tujuan umum penelitian ini yaitu menganalisis pengelolaan resolusi konflik agraria kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, strategi kolaborasi, dan keberlanjutannya. Penelitian ini dilakukan di Blok Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur dengan melibatkan 46 eks penggarap hutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan didukung oleh data kualitatif. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan, adanya hubungan yang cukup dan signifikan antara tipe pengelolaan kolaborasi consultative dengan tingkat keberlanjutan masyarakat dan lingkungannya
Karakterisasi dan Aplikasi Pepton Jeroan Ikan Sidat (Anguilla bicolor) sebagai Nutrien Media Pertumbuhan Bakteri.
Limbah jeroan ikan sidat dari hasil proses produksi pada umumnya tidak
dimanfaatkan dengan baik, yaitu sebagai pakan ternak atau dibuang. Pemanfaatan
limbah jeroan ikan sidat perlu dilakukan karena kandungan proteinnya cukup
tinggi sehingga dapat dibuat menjadi salah satu produk yang memiliki nilai
ekonomis tinggi yaitu pepton ikan. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi
pepton dari jeroan ikan sidat serta membandingkan karakteristik pepton tersebut
dengan pepton komersial. Pepton dibuat dengan proses hidrolisis menggunakan
enzim papain selama 5 jam. Konsentrasi optimum didapat pada penggunaan
enzim papain sebesar 1 000 U. Kandungan protein pada pepton jeroan ikan sidat
yaitu 82.1 %, dengan kadar lemak sebesar 0.93%. Karakteristik pepton jeroan ikan
sidat terdiri dari kelarutan 99.9%; total nitrogen 13.12%; kadar garam 0.15%; dan
pH 6. Pepton jeroan ikan sidat dapat digunakan sebagai nutrien pada media
pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan nilai optical density (OD) yang
lebih tinggi jika dibandingkan dengan pepton komersial bactopeptone, namun
lebih rendah nilai pertumbuhannya jika digunakan pada media pertumbuhan untuk
bakteri Staphylococcus aureus
Keragaman Total Karbohidrat dan Karakteristik Pektin dari Ekstrak Air 13 Genotipe Buah Okra (Albesmoschus esculentus L.).
Okra merupakan tanaman yang mengandung gizi baik seperti protein, karbohidrat, vitamin dan mineral. Pektin yang terkandung pada okra memiliki banyak manfaat dan bernilai tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik polisakarida pada buah okra meliputi total karbohidrat dan karakteristik pektin yang diekstraksi dari tiga belas genotipe berbeda untuk mengevaluasi potensi sebagai bahan fungsional baru untuk industri makanan dan farmasi. Total karbohidrat ditentukan dengan menggunakn metode fenol-sulfat. Total karbohidrat yang diperoleh berkisar antara 23.98% - 53.58%. Pektin diekstraksi menggunakan metode refluks dan maserasi menggunakan pelarut buffer fosfat pH 6. Karakteristik pektin mengandung berat ekivalen yang berkisar antara 415.14 mgek – 846.95 mgek, derajat metoksil 1.54% – 3.99%, kadar galakturonat 57.33% - 77.74%, dan derajat esterifikasi 14.84% - 37.22%
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Energi Listrik Hibrid Terbarukan bagi Pembangunan Masyarakat Desa (Studi Kasus: Pantai Baru Yogyakarta)
Penyediaan akses listrik bagi desa merupakan suatu program yang strategis
untuk mengurangi kesenjangan antar desa dan kota, maupun kesenjangan antar
wilayah. Melalui penyediaan akses listrik desa, pembangunan ekonomi masyarakat
dapat ditingkatkan dan diharapkan dapat mengurangi kemiskinan, serta
meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Penyediaan akses listrik perdesaan
juga dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap hak rakyat atas
energi yang berkualitas dan terjangkau. Namun demikian, penyediaan listrik
perdesaan di Indonesia menghadapi berbagai kendala teknis, ekonomi dan sosial
akibat kondisi geografi, topografi dan penyebaran penduduk yang tidak merata.
Tantangan lainnya adalah keekonomian atas infrastruktur untuk menyediakan akses
listrik perdesaaan masih sangat tinggi. Hybrid System atau Pembangkit Listrik
Tenaga Hibrid (PLTH) merupakan salah satu alternatif sistem pembangkit yang
sangat tepat digunakan pada daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh sistem
pembangkit besar seperti jaringan PLN.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana dampak dari
keberadaan PLTH di Pantai Baru terhadap tingkat keberdayaan penerima manfaat
listrik dan pembangunan masyarakat desa setempat. Untuk menjawab tujuan utama
penelitian, maka dilakukan tahapan identifikasi dan analisis diantaranya yaitu: (1)
mengetahui sejauh mana keberdayaan penerima manfaat listrik PLTH pasca
pengembangan energi listrik PLTH di Pantai Baru, (2) menganalisis dan
mengidentifikasi faktor pendorong keberdayaan penerima manfaat listrik, (3)
menganalisis dan mengidentifikasi faktor pendorong pembangunan masyarakat
desa melalui pengembangan energi listrik PLTH, (4) menganalisis dampak
pengembangan energi listrik PLTH terhadap pendapatan rumah tangga penerima
manfaat listrik PLTH.
Metode penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling – Partial
Least Square (SEM - PLS), analisis pendapatan dan analisis statistik Uji Paired
Sample T-test. Pada SEM – PLS, variabel penelitian yang digunakan diantaranya
yaitu: karakteristik individu (X1), lingkungan (X2), dukungan kelompok (X3)
terhadap tingkat keberdayaan masyarakat desa (Y1) dan pembangunan masyarakat
desa (Y2). Dalam penelitian ini menggunakan analisis pendapatan usaha wisata dan
pendapatan rumah tangga. Analisis pendapatan dalam penelitian ini dibedakan
menjadi pendapatan usahatani dan pendapatan non usaha tani (usaha wisata,
PNS/swasta, dan buruh). Pada analisis usaha wisata, pendapatan yang diperoleh
merupakan pendapatan usaha wisata pada saat pengambilan data dilakukan. Pada
analisis pendapatan rumah tangga, penulis mengidentifikasinya menjadi
pendapatan yang berasal dari usaha tani dan di luar usaha tani (usaha wisata,
karyawan swasta/PNS, dan buruh). Pendapatan rumah tangga dianalisis dengan
membandingkan pendapatan penerima manfaat listrik PLTH sebelum (tahun 2007)
dan sesudah (tahun 2017) PLTH dikembangkan di Pantai Baru. Nilai pendapatan
rumah tangga penerima listrik PLTH sebelum PLTH dikembangkan di Pantai Baru
selanjutnya dikoreksi dengan nilai rerata laju perubahan tingkat inflasi Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2007 – 2017 yang diperoleh dari Laporan
Perkembangan Perekonomian DIY, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY mulai
dari Triwulan I sampai dengan Triwulan IV.
Hasil analisis menunjukkan bahwa, (1) keberdayaan masyarakat penerima
manfaat listrik PLTH di Pantai Baru tergolong tinggi, penilaian ini didasarkan pada
beberapa indikator, yaitu kemampuan melakukan adaptasi, kemampuan mengelola
usaha, kemampuan mengambil keputusan dan kemampuan melakukan kerjasama;
(2) dukungan kelompok berpengaruh nyata dan memiliki kontribusi yang sangat
penting terhadap keberdayaan penerima manfaat lisrik PLTH; (3) keberdayaan
penerima manfaat listrik berpengaruh secara nyata dan merupakan faktor
pendorong bagi pembangunan masyarakat desa; (4) berdasarkan analisis Paired
Sample T-test menunjukkan, terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan
rumah tangga sebelum dan sesudah PLTH dikembangkan di Pantai Baru yaitu
dengan rerata pendapatan rumah tangga penerima manfaat listrik PLTH (sebelum
PLTH dikembangkan) sebesar Rp 4.038.102/bulan dan nilai rerata pendapatan
rumah tangga penerima manfaat listrik (sesudah PLTH dikembangkan) yaitu
sebesar Rp 4.988.971/bulan dengan nilai signifikansi 2 tailed sebesar 0,000. Hal ini
mengindikasikan, ada perbedaan yang signifikan antara pendapatan usaha wisata
sebelum dan sesudah PLTH dikembangkan di Pantai Baru.
Secara umum hasil penelitian menyimpulkan, penyediaan listrik di desa
memerlukan perubahan paradigma dari yang awalnya hanya sekedar menyediakan
akses listrik menjadi pembangunan sosial ekonomi desa dan kesejahteraan
masyarakat melalui penyediaan akses listrik yang murah dan mudah dijangkau oleh
masyarakat desa sehingga upaya ini dapat mendorong pembangunan masyarakat
desa setempat yang lebih baik kedepan. Peranan dukungan kelompok terbukti
secara langsung berpengaruh terhadap karakteristik individu (X1), lingkungan (X2)
maupun terhadap tingkat keberdayaan penerima manfaat listrik PLTH (Y1) dengan
nilai signifikansi di atas nilai cuts off (α=5%), sehingga dengan demikian makin
berperannya dukungan kelompok maka penerima manfaat listrik PLTH akan
semakin berkarakter, peran lingkungan juga akan semakin meningkat dan tingkat
keberdayaan penerima manfaat listrik PLTH juga akan semakin meningkat. Dengan
meningkatnya keberdayaan, maka ini akan mendorong pembangunan masyarakat
desa setempat. Oleh karena itu diperlukan kebijakan yang dapat meningkatkan
dukungan kelompok, yaitu dengan cara: (a) meningkatkan kapasitas dan peran
kelembagaan masyarakat desa dan profesionalisme oleh pengelola Kelompok
Kegiatan maupun Kelompok Sadar Wisata, (b) meningkatkan intensitas koordinasi
lintas stakeholders pengembangan PLTH kedepan untuk menjaga keberlanjutan
PLTH bagi warga desa setempat, (c) memperkuat modal sosial warga untuk
keberlanjutan PLTH, dan (d) Mengembangkan usaha wisata sebagai badan usaha
milik desa (BUMDES)
Analisis Gender dalam Strategi Nafkah Rumah Tangga Petani Tebu
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gender dalam strategi nafkah
rumah tangga petani tebu di Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Penelitian ini membahas karakteristik rumah tangga petani tebu, tingkat
kesetaraan gender, jumlah strategi nafkah yang dilakukan, sumber pendapatan
yang diperoleh, serta tingkat kesejahteraan rumah tangganya. Penelitian ini juga
membahas hubungan antar variabel serta membahas kontribusi perempuan dalam
perekonomian rumah tangga. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode
survei dengan instrumen berupa kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil
penelitian menunjukkan terdapat kontribusi perempuan dalam menambah
pendapatan suatu rumah tangga dengan melakukan strategi nafkah di luar bertani.
Perolehan pendapatan tambahan berimplikasi pada tingkat kesejahteraan rumah
tangga
Manajemen Panen dan Pascapanen Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di Kebun Blawan, PT Perkebunan Nusantara XII, Bondowoso, Jawa Timur
Kegiatan magang secara umum bertujuan mempelajari teknis budidaya tanaman kopi dan pengelolaan perkebunan kopi pada keadaan lapangan yang sesungguhnya. Selain itu, kegiatan magang juga bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan, melatih keterampilan kerja dan mempelajari secara mendalam pengelolaan panen dan pascapanen kopi Arabika serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam pemanenan dan pascapanen berikut solusinya. Kegiatan magang telah dilaksanakan di Kebun Blawan PT Perkebunan Nusantara XII, Bondowoso, Jawa Timur pada bulan Januari sampai Mei 2019. Pengamatan dilakukan terhadap manajemen panen dan pascapanen meliputi persiapan panen, pelaksanaan panen, dan pascapanen. Pengamatan persiapan panen meliputi persiapan areal panen, persiapan alat dan bahan, dan persiapan tenaga kerja. Pengamatan pelaksanaan panen meliputi pembagian rotasi panen, tenaga pemetik, dan serangan bubuk buah kopi. Pengamatan pascapanen yaitu uji petik buah kopi. Rotasi petik dalam satu putaran panen adalah 8-12 hari. Luas areal panen ditentukan oleh kondisi areal panen dan kondisi tanaman. Luas areal panen di Kebun Blawan pada tahun 2019 adalah 1,716.56 ha dengan luas areal panen terkecil 5.19 ha dan luas areal panen terbesar 13.2 ha. Tenaga kerja pemetik berasal dari dalam dan luar kebun yang jumlahnya disesuaikan dengan rencana produksi dan kemampuan rata-rata tenaga pemetik. Kriteria buah yang dipanen adalah buah yang sudah masak sempurna dengan karakteristik warna buah merah sempurna. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata prestasi tenaga pemetik pada awal panen 14.6 kg buah orang-1 hari-1. Usia tenaga pemetik tidak berpengaruh terhadap prestasi petik. Pada awal panen rata-rata kualitas petik dengan persentase buah superior 94.54%. Kehilangan hasil di tajuk sebesar 74%, nyata lebih tinggi dibandingkan dengan kehilangan hasil di piringan disebabkan buah yang terlewat petik. Usia tenaga pemetik tidak berpengaruh terhadap tingkat kehilangan hasil di tajuk. Serangan bubuk buah berada di bawah ambang ekonomi. Pengolahan kopi terdiri atas dua cara, yaitu pengolahan secara basah (wet process/WP) dan pengolahan secara kering (dry process/DP)
Induksi Karsinogen dan Pemberian Ekstrak Daun Kari (Murraya koenigii): Tumor Necrosis Factor (TNF)α pada Uterus
Karsinogen merupakan zat yang dapat menyebabkan tumor atau kanker,
dengan mengubah asam-deoksiribonukleat (DNA) dalam sel-sel tubuh. Salah satu
bahan karsinogenik adalah 7,12-dimetilbenz(α)antrasen (DMBA), yang dapat
digunakan sebagai pemicu stress oksidatif untuk pertumbuhan tumor mammae.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis profil tumor necrosis factor (TNF)α
pada uterus tikus model tumor mammae yang diinduksi DMBA dan diberikan
ekstrak etanol daun kari (Murraya koenigii). Dua-belas ekor tikus putih (Sprague
Dawley/SD) betina dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Methotrexate diberikan
sebagai obat yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan tumor. Ekstrak
etanol daun kari dan methotrexate diberikan selama 28 hari secara per oral. Hasil
pengamatan uterus dengan metode imunohistokimia menunjukkan bahwa TNFα
ditemukan dalam jumlah minimal pada epitel lumen uterus tikus yang diinduksi
DMBA. TNFα ditemukan pada epitel lumen dan epitel kelenjar uterus kelompok
tikus normal. Pemberian ekstrak etanol daun kari dosis 300 mg/kg BB yang
induksi DMBA menyebabkan hiperplasia epitel lumen uterus disertai produksi
TNFα, dan TNFα juga ditemukan pada epitel lumen kelenjar. TNFα yang
berperan dalam mekanisme pertahanan lokal diproduksi oleh sel-sel pada uterus
sebagai bentuk kesiapan sitokin. Ekstrak etanol daun kari mampu mengaktivasi
produksi TNFα pada kelenjar uterus
Kajian Pemanfaatan FMA dan Pengurangan Pupuk N, P untuk Meningkatkan Pertumbuhan, Produksi, dan Kadar Metabolit Jintan Hitam (Nigella sativa L.)
Jintan hitam (Nigella sativa L.) merupakan tanaman obat yang berasal dari
daerah Asia Barat dan Mediterania yang beriklim sub-tropis. Berbagai penelitian
menunjukkan jintan hitam yang ditanam di Indonesia mampu bereproduksi dan
menyelesaikan siklusnya secara lengkap. Penggunaan pupuk anorganik yang
masih tinggi menjadi kendala pengembangan jintan hitam di Indonesia. Inokulasi
Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) adalah salah satu solusi alternatif untuk
mengembangkan jintan hitam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk
mempelajari dan mendapatkan genus FMA dari berbagai aksesi jintan hitam yang
ditanam di Indonesia dan juga mendapatkan kombinasi terbaik antara berbagai
sumber FMA dan pupuk N, P terhadap pertumbuhan, produksi, dan kadar
timokuinon serta timol jintan hitam.
Percobaan lapang telah dilakukan pada bulan September 2017 dan
dilanjutkan kembali pada bulan April – September 2018 di Kebun Pecobaan Pasir
Sarongge, Cianjur dan Percobaan laboratorium dilakukan pada bulan Oktober-
Desember 2017 dan dilanjutkan kembali pada bulan September – Desember 2018.
Analisis Aspek biokimia dilakukan di Laboratorium Departemen Ilmu dan
Teknologi Pangan IPB. Analisis jumlah spora dan kolonisasi FMA dilakukan di
Laboratorium Teknologi Mikoriza dan Kualitas Bibit Departemen Silvikultur IPB.
Percobaan pertama ada 72 sampel tanah dan akar dari enam aksesi jintan hitam.
Percobaan kedua, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor.
Faktor 1 yaitu, berbagai inokulum mikoriza arbuskula, yang terdiri kontrol,
inokulum dari rizosfer jintan hitam, Inokulum FMA koleksi SEAMEO
BIOTROP, inokulum FMA koleksi Pusat Pengembangan Sumberdaya Hayati dan
Bioteknologi (PPSHB). Faktor kedua yaitu pemupukan N dan P yang terdiri dari:
kontrol, dosis anjuran, ¾ dosis anjuran, ½ dosis anjuran, ¼ dosis anjuran. Peubah
yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bakal
bunga, jumlah bunga, jumlah kapsul, bobot biji pertanaman, bobot 100 biji,
jumlah kapsul hampa, estimasi produksi, berat akar segar, berat tajuk segar, berat
akar kering, berat tajuk kering, volume akar, jumlah spora FMA, kolonisasi FMA,
kadar timokuinon dan kadar timol.
Hasil percobaan pertama menunjukkan FMA dapat berasosiasi denga jintan
hitam, yang ditandai dengan ditemukan kolonisasi dan ditemukan enam genus
FMA di rizosfer jintan hitam (Glomus, Gigaspora, Acaulospora, Scutellospora,
Dentiscutata, dan Entrophospora). Hasil percobaan kedua menunjukkan inokulasi
FMA asal Biotrop menghasilkan pertumbuhan dan produksi jintan hitam paling
baik. Pengurungan pupuk N, P 75 % tidak menurunkan pertumbuhan dan
produksi jintan hitam. Kombinasi inokulum FMA koleksi Biotrop dan
Pengurangan dosisi pupuk N, P 75 % mampu meningkatkan pertumbuhan,
produksi, dan kadar timokuinon serta timol jintan hita
Hubungan Unsur-Unsur Penyuluhan dengan Perubahan Perilaku Ramah Lingkungan Pada Pengelolaan Sampah.
Penyuluhan pada dasarnya diberikan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Penyuluhan dilakukan untuk menyampaikan suatu inovasi baru. Sehingga dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Salah satu aspek penting dalam penyuluhan yaitu komunikasi penyuluh. Adapun faktor-faktor komunikasi penyuluh yang digunakan dapat berhubungan dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hubungan unsur-unsur penyuluhan dengan perubahan perilaku ramah lingkungan meliputi aspek kognitif, afektif, dan konatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif dengan panduan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan unsur-unsur penyuluhan meliputi metode penyuluhan, materi penyuluhan, dan sarana pra sarana dengan perilaku individu mengenai ramah lingkungan. Terdapat perubahan perilaku anggota ecovillage setelah mendapatkan penyuluhan, terutama pemanfaatan limbah sampah organik atau anorganik untuk meningkatkan pendapatan dan memotivasi anggota ecovillage untuk berperilaku ramah lingkungan
Produksi Xilitol dari Hidrolisat Limbah Tandan Kosong Sawit oleh Candida tropicalis.
Limbah padat terbesar yang dihasilkan dari perkebunan kelapa sawit salah
satunya adalah tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Limbah tersebut hingga saat
ini dimanfaatkan sebagai pupuk organik namun pemanfaatan tersebut belum
maksimal. Limbah TKKS dengan komponen utama hemiselulosa, selulosa, dan
lignin dapat dihidrolisis menjadi xilosa dan dikonversi menjadi produk xilitol
yang memiliki nilai jual tinggi. Xilitol merupakan gula alkohol yang memiliki
manfaat untuk mencegah kerusakan gigi, memiliki nilai kalori dan nilai glikemik
yang rendah sehingga aman bagi penderita diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk
memproduksi xilitol dari limbah TKKS dengan pemberian arabinosa sebagai kosubstrat
pada sel Candida tropicalis. Xilosa dihidrolisis secara kimiawi
menggunakan asam dan rendemen yang dihasilkan diukur dengan metode DNS,
nilai rendemen xilosa tertinggi yaitu 4.93%. Xilitol yang dihasilkan diukur dengan
ELISA Reader menggunakan kit D-sorbitol Colorimetric Assay pada panjang
gelombang 540 nm dan waktu inkubasi selama 30 menit. Kadar xilitol tertinggi
yang dihasilkan pada sampel TKKS sebesar 13.559%. Penambahan ko-substrat
arabinosa tertinggi diperoleh pada arabinosa 5% di waktu fermentasi 8 jam