Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Harga Produk terhadap Kepuasan Konsumen

    No full text
    Kepuasan konsumen diduga dipengaruhi oleh kualitas pelayanan dan harga produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kualitas pelayanan dan harga produk terhadap kepuasan konsumen AGRIMART. Responden dalam penelitian ini yaitu mahasiswa Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU) IPB sebanyak 250 orang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54.8 persen responden mengategorikan kualitas pelayanan AGRIMART pada kategori rendah. Selain itu, terdapat pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh harga produk terhadap kepuasan konsumen. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap harga produk AGRIMART berada pada kategori rendah. Hasil uji hubungan menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara uang saku dengan kepuasan secara keseluruhan

    Pendeteksian Korban Bencana Menggunakan Thermal Imaging dengan Fitur HOG untuk Robot Search and Rescue

    No full text
    Pendeteksian dan pengenalan manusia adalah hal penting bagi robot search and rescue untuk menemukan korban. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model klasifikasi korban bencana longsor menggunakan fitur Histogram of Oriented Gradients (HOG) citra suhu untuk robot search and rescue berbasis EPUCK2, yang ditambahkan kekuatan komputasinya menggunakan Raspberry Pi, dan menggunakan kamera thermal imaging untuk menangkap citra suhu. Fitur HOG dari citra diklasifikasikan dengan 3 metode klasifikasi yang berbeda untuk dibandingkan, yaitu Support Vector Machine (SVM), K-Nearest Neighbor (KNN), dan random forest. Selain itu, hasil dari penggunaan ukuran sel fitur HOG 4×4 dan 5×5 piksfel juga dibandingkan. Penelitian menunjukkan, bahwa secara simulasi, metode SVM kernel linear dengan menggunakan ukuran sel fitur HOG 5×5 piksel, memiliki nilai akurasi yang cukup baik (81.818%) dan rata-rata waktu komputasi yang paling rendah (0.526 detik per identifikasi gambar). Pengujian model ini pada robot secara langsung menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan identifikasi yang cukup baik dengan rata-rata akurasi 72.433% dari total 12 percobaan

    Perhutanan Sosial dan Langgengnya Ketimpangan Penguasaan Lahan Hutan

    No full text
    Hutan merupakan kesatuan ekosistem yang vital perannya bagi masyarakat sekitar hutan. Dalam upaya mengurangi ketimpangan penguasaan, pemerintah melegalisasi penguasaan yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah kerja Perhutani dengan Perhutanan Sosial skema IPHPS. Peraturan tersebut merubah sistem tenurial yang telah ada dan menciptakan kapital-kapital dalam lapisan sosial pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sistem tenurial pasca Perhutanan Sosial IPHPS dengan stratifikasi sosial baru dalam masyarakat serta implementasi Perhutanan Sosial dengan skema IPHPS mengubah sistem tenurial yang mengarah pada pemerataan dan keadilan agraria. Lokasi penelitian ini yaitu Dusun Patrol, Desa Dano, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Metode yang digunakan ialah metode survei dengan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner dan didukung data kualitatif dengan teknik wawancara mendalam. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dan snowball. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan uji Paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang lemah diantara sistem tenurial pasca Perhutanan Sosial dengan stratifikasi sosial yaitu dengan P-value dari korelasi 0,048 dan nilai koefiesien Rank Spearman sebesar 0.261. Adapun perubahan sistem tenurial pasca Perhutanan Sosial meliputi penguasan lahan yang lebih luas oleh elit petani, durasi penguasaan yang diperpanjang, penguasaan moda produksi lebih dimiliki oleh elit, dan menurunnya intensitas relasi dengan Perhutani

    Tingkat Kepadatan Tanah pada Areal Penelitian Tebang Pilih Tanam Rumpang di PT. Intracawood Manufacturing

    No full text
    Sistem TPTR (Tebang Pilih Tanam Rumpang) memiliki fungsi untuk meningkatkan produktivitas hutan alam yang memiliki potensi rendah akibat keterbukaan areal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepadatan tanah pada rumpang dan perbedaannya pada tahun 2017, 2018, 2019 untuk areal penelitian TPTR 1 ha dan areal penelitian TPTR 10 ha pada tahun 2018 dan 2019. Hasil penelitian menunjukan tingkat kepadatan tanah dari tahun 2017 hingga 2019 pada areal penelitian TPTR 1 ha mengalami penurunan sedangkan tingkat kepadatan tanah pada areal penelitian TPTR 10 ha mengalami peningkatan pada tahun 2018 hingga 2019 walaupun masih dalam kategori sangat lepas

    Model rehabilitasi lahan kritis untuk penyediaan bahan baku energi biomassa berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur. Dibimbing oleh

    No full text
    Makin terbatasnya sumber daya lahan telah mendorong pemikiran untuk memanfaatan lahan kritis sebagai media produksi biomassa kayu. Berdasarkan ketersediaan lahan, tingkat kesesuaiannya, dan faktor yang mempengaruhi keberlanjutan akan dapat disimulasikan beberapa skenario dalam rehabilitasi lahan kritis, dalam menghasilkan bahan baku energi terbarukan melalui pemodelan sistem dinamik. Penelitian ini bertujuan merancang model rehabilitasi lahan kritis untuk pengembangan hutan tanaman energi yang mampu menyediakan bahan baku energi biomassa berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur. Tujuan utama ini dicapai melalui tujuan antara yaitu menganalisis kondisi eksisting lahan kritis, menganalisis status keberlanjutan pengelolaan hutan tanaman energi yang sudah ada, dan menganalisis potensi lahan kritis untuk pengembangan hutan tanaman energi di Kabupaten Lombok Timur. Dalam analisis kondisi lahan kritis dilakukan pembobotan terhadap parameter yang digunakan melalui perbandingan berpasangan oleh para pakar, sebagai bagian dari metode analytical hierarchy process (AHP). Peta penggunaan/tutupan lahan diinterpretasikan dari citra satelit SPOT-7 tahun liputan 2017. Peta parameter lainnya dibangun berdasarkan peta referensi, pengumpulan data sekunder dan data lapangan, serta analisis sampel tanah. Analisis keberlanjutan hutan tanaman energi dilakukan dengan metode multi-dimensional scaling (MDS) guna memberikan indeks keberlanjutan pada dimensi ekologis, ekonomi dan sosial. Atribut dominan (faktor pengungkit) yang mempengaruhi keberlanjutan dinilai dengan analisis sensitivitas. Ketersediaan lahan kritis dianalisis secara spasial berdasarkan keberadaan constrain areas, dilanjutkan dengan analisis kesesuaian lahan menggunakan metode Fuzzy Linguistic Ordered Weighted Averaging (FLOWA). Empat spesies pohon kayu energi yaitu Leucaena leucocephala (lamtoro), Calliandra calothyrsus (kaliandra), Gliricidia sepium (gamal), dan Acacia auriculiformis (akasia) merupakan jenis yang dievaluasi kesesuaiannya. Pemodelan sistem dinamik dilakukan melalui penentuan kebutuhan sistem, membuat diagram input dan output, pembuatan diagram hubungan sebab akibat (causal loop diagram), pembuatan diagram struktur (stock flow diagram) untuk dapat melakukan simulasi. Simulasi dijalankan pada software Powersim Studio 10. Selanjutnya ditentukan skenario kebijakan yang menghasilkan solusi terbaik, serta analisis model secara keseluruhan. Berdasarkan hasil simulasi pada berbagai skenario, dapat digambarkan secara kuantitatif tujuan yang akan dicapai melalui pengembangan hutan tanaman energi. Berdasarkan skenario terpilih, dapat ditentukan arahan prioritas lokasi rehabilitasi lahan kritis, dan upaya-upaya untuk mencapai tujuan dalam model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52.623 ha (32,7%) wilayah Kabupaten Lombok Timur dikategorikan sebagai lahan kritis. Berdasarkan status lahannya, 42% lahan kritis tersebut berada di dalam kawasan hutan negara dan 58% di areal penggunaan lain. Analisis keberlanjutan menunjukkan aspek ekologis memberikan kontribusi keberlanjutan yang relatif lebih tinggi dengan kisaran nilai 82,06% pada lokasi Pengadangan hingga 61,33% pada lokasi Sambelia. Pada dimensi sosial, lokasi Sadana memiliki nilai tertinggi (80,13%), sedangkan Jerowaru masuk dalam kategori kurang berkelanjutan karena memiliki nilai dimensi sosial terendah (45,78%). Untuk dimensi ekonomi, lokasi Sadana juga memperoleh nilai tertinggi (70,43%) sedangkan lokasi Ketangga memiliki skor terendah (49,33%) sehingga masuk dalam kategori kurang berkelanjutan. Faktor pengungkit utama yang harus diperhatikan para pemangku kepentingan adalah peningkatan keragaman spesies (dimensi ekologi), meningkatkan luasan area hutan yang dikelola (dimensi ekonomi), dan meningkatkan intensitas penyuluhan atau kegiatan pelatihan (dimensi sosial). Dari keseluruhan luasan lahan kritis, hanya 8,442,7 ha (16%) yang tersedia untuk pengembangan hutan tanaman energi. Dalam skenario yang amat sangat optimistis, seluruh lahan kritis yang tersedia sangat cocok untuk dikembangkan. Sebaliknya, skenario yang amat sangat pesimistis menghasilkan 70% area lahan kritis agak sesuai dan sisanya tidak sesuai. Dalam skenario netral, 6.416,9 ha atau 76% dari lahan kritis yang tersedia sangat sesuai untuk dikembangkan, sedangkan sisanya agak sesuai. Simulasi model dinamik menunjukkan pengembangan hutan tanaman energi akan menekan luasan lahan kritis sebesar 16% dari 110.955 ha pada tahun 2040 menjadi 93.678 ha. Penurunan tersebut seiring dengan terbangunnya hutan tanaman energi seluas 17.277 ha di tahun 2040. Berdasarkan pertimbangan risiko kesalahan pengambilan keputusan, penetapan skenario optimis dipandang lebih rasional meskipun pada variabel produksi kayu dan keuntungan finansialnya sedikit lebih rendah dibandingkan skenario sangat optimis. Pada skenario optimis, produksi kayu energi akan mencapai 848.291 m3. Dalam pemanfaatannya sebagai bahan bakar pembangkit listrik, akan dihasilkan energi listrik yang mampu menyuplai kebutuhan hampir seluruh rumah tangga di Kabupaten Lombok Timur. Rehabilitasi lahan kritis menjadi hutan tanaman energi juga akan mengurangi jumlah pengangguran dari 10.197 orang pada prediksi tahun 2040 menjadi 5.014 orang. Dengan penerapan skenario optimis, jumlah pengangguran hanya akan tersisa 2.422 orang di tahun 2040. Arahan rehabilitasi lahan kritis diprioritaskan pada lahan kritis dengan tingkat sangat sesuai yang sebagian besar tersebar di Kecamatan Sambelia, Pringgabaya, dan Sembalun, diikuti dengan tingkat cukup sesuai yang berada di Kecamatan Jerowaru. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan dalam model, harus diupayakan penggunaan bibit unggul dan peningkatan efektifitas penyuluhan kehutanan

    Strategi Pemasaran Kopi Spectrum di Kota Bogor

    No full text
    Animo masyarakat akan kopi yang meningkat dapat dilihat dari adanya peningkatan angka konsumsi kopi di Indonesia. Hal tersebut merupakan sebuah peluang bagi seorang pengusaha untuk membuka coffee shop. Jumlah coffee shop selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun terutama di Kota Bogor sebagai salah satu kota wisata. Seiring dengan peningkatan tersebut, tingkat persaingan pun semakin bertambah. Oleh sebab itu, alternatif strategi yang efektif sangat diperlukan agar dapat berhasil dalam persaingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan sehingga diperoleh rumusan prioritas alternatif strategi pemasaran yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, matriks SWOT, dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Hasil analisis menunjukkan bahwa Kopi Spectrum berada pada posisi tumbuh dan membangun. Analisis Matriks SWOT menghasilkan lima alternatif strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh Kopi Spectrum yaitu mempertahankan kualitas produk dengan harga yang sesuai (SO1), meningkatkan kegiatan promosi sesuai dengan target sasaran (WO1), memperluas jaringan pemasok (ST1), mempertahankan konsumen yang sudah ada dengan pelayanan dan kelengkapan fasilitas (ST2), dan memperoleh sertifikat halal (WT1). Berdasarkan perhitungan QSPM, prioritas strategi dari Kopi Spectrum adalah mempertahankan konsumen yang sudah ada

    Kajian Pendugaan Area Kecil Melalui Pemodelan Regresi M-kuantil pada Data yang Mengandung Pencilan (Studi Kasus: Kemiskinan di Kabupaten Bogor)

    No full text
    Penanggulangan masalah kemiskinan seharusnya didukung dengan penggunaan data yang akurat, efektif, dan efisien. Permasalahan muncul ketika kemiskinan akan diidentifikasi pada level daerah yang lebih kecil, misal pada tingkat kecamatan atau kelurahan/desa, sedangkan data yang dimiliki berskala kabupaten atau provinsi. Perolehan statistik pada tingkat tersebut akan menghasilkan ragam yang besar karena ukuran contoh sasaran yang kecil atau bahkan tidak tersedia. Pendugaan langsung menjadi sangat berisiko untuk dilakukan pada level subdomain. Sebagai alternatif, pendugaan area kecil dilakukan melalui pendekatan pendugaan secara tidak langsung melalui pemodelan. Metode ini dapat digunakan untuk mengukur kemiskinan suatu wilayah kecamatan atau kelurahan/desa dengan memanfaatkan data hasil kegiatan survei nasional berskala kabupaten maupun provinsi. Pemodelan regresi M-kuantil merupakan salah satu metode pendugaan tidak langsung yang bersifat kekar terhadap adanya pencilan. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan evaluasi simulasi statistik sebagai salah satu bentuk evaluasi empiris terhadap pengaplikasian metode pemodelan regresi M-Kuantil pada pendugaan area kecil untuk data ekonomi di Indonesia. Simulasi Monte Carlo dilakukan sebagai pengukur kualitas penduga bias dan RMSE dengan metode nonparametrik bootstrap ketika digunakan untuk mengestimasi pendugaan indikator kemiskinan proporsi kemiskinan (P0) dan kedalaman kemiskinan (P1) dengan pemodelan M-kuantil. Pemodelan regresi M-kuantil digunakan karena metode tersebut bersifat semiparametrik yang berbasis kuantil yang menjamin pendugaan bersifat kekar dan tidak memerlukan asumsi sebaran teoritis yang kuat. Simulasi dilakukan dengan merancang empat skenario pencilan yang mengontaminasi efek acak area dan efek acak individu, yaitu kondisi ketika (1) tidak terdapat pencilan, baik pada level area maupun level individu, (2) terdapat pencilan pada level area, (3) terdapat pencilan pada level individu, dan (4) terdapat pencilan pada level area dan level individu. Penerapan pendugaan langsung dan pemodelan M-kuantil dilakukan pada setiap skenario, lalu hasil pendugaan indikator kemiskinan P0 dan P1 pada setiap skenarionya diperbandingkan. Ukuran kebaikan model diduga dengan menggunakan nilai bias dan RMSE pada setiap indikator dan setiap skenario. Hasil menunjukkan bahwa pemodelan regresi M-kuantil cukup efektif digunakan untuk menduga indikator kemiskinan ketika terdapat pencilan pada efek acak individu, tetapi tidak efektif digunakan ketika terdapat pencilan pada efek acak area. Kajian data aktual menunjukkan bahwa pemodelan M-kuantil mampu menduga indikator kemiskinan yang diduga 0% oleh pendugaan langsung

    Studi Karakteristik Lanskap dan PreferensiHabitat Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) pada Hutan Dataran Rendah di Taman Nasional Ujung Kulon.

    No full text
    Elang jawa (Nisaetus bartelsi) merupakan spesies raptor endemik di Pulau Jawa, spesies indikator untuk ekosistem alami, dan spesies prioritas untuk dikonservasi. Elang jawa dapat ditemukan di seluruh pulau Jawa pada hutan dataran tinggi dan rendah. Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) merupakan salah satu habitat hutan dataran rendah elang jawa yang perlu diobservasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik lanskapdan karakteristik preferensi habitat elang jawa di TNUK dan untuk menyusun rekomendasi manajemen habitat elang jawa di TNUK. Penelitian ini dilakukan dengan mengobservasi lanskap yang menjadi lokasi perjumpaan elang jawa dan sarangnya lalu dianalisis menggunakan analisis vegetasi dan analisis pohon sarang untuk mendapatkan karakteristik habitat dan karakteristik pohon sarang. Hasil menunjukkan bahwa di TNUK elang jawa menggunakan hutan dataran rendah dengan elevasi 0-100mdpl dan kelerengan 3-8% di sekitar Sungai Cigenter dan anak sungainya untuk berburu dan bersarang. Vegetasi dengan tutupan pohon tinggi di TNUK digunakan elang jawa untuk habitat berburu dan bersarang. Di habitat berburu dan bersarang didomiasi pohon salam (Syzigium polyanthum) dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar 88,97%dan 69,49%. Elang jawa menggunakan pohon menjulang berjenis kiara (Ficus gibbosa) dengan model arsitektur Rauh untuk bersarang. Di habitat bersarang, didominasi oleh spesies nonpohon berjenis langkap (Arenga obtusifolia) yang merupakan spesies invasif di TNUK. Untuk mengoptimalkan konservasi elang jawa di TNUKmaka perlumembuat program konservasi elang jawa di TNUK,memfokuskan pemonitoran elang jawa di preferensi habitatnya, menambah fasilitas untuk memudahkan kegitan monitor elang jawa, melakukanmanajemen tumbuhan invasif di preferensi habitat elang jawa, dan melakukan pemetaan preferensi habitat elang jawa lebih lanjut di luar zona inti

    Penapisan Virtual Senyawa Aktif Tumbuhan Manggis, Meniran dan Klabet sebagai Obat Kanker Ovarium.

    No full text
    Menurut American Cancer Society, kanker menjadi penyebab kematian terbesar kedua didunia setelah penyakit jantung, serta menduduki peringkat kelima dari 24 jenis kanker yang menyerang wanita di Indonesia. Aldehyde dehydrogenase 1A3 (ALDH1A3) merupakan biomarker pada sel punca kanker ovarium. Asam retinoat merupakan produk alami bagi ALDH1A3. Manggis, meniran dan klabet merupakan tumbuhan yang memiliki potensi terhadap pengobatan kanker. Penelitian ini bertujuan menyeleksi dan memprediksi daya inhibisi senyawa aktif terhadap ALDH1A3. Tahap awal penelitian dilakukan penapisan virtual 215 ligan dengan program aplikasi PyRx, dilanjutkan dengan uji farmakokinetik dengan mengakses www.swissadme.ch dan tox.charite.de, dilanjutkan dengan penambatan molekuler menggunakan autodock4 serta visualisasi 2D dengan LigPlot+ dan visualisasi 3D dengan PyMOL. Terdapat 5 ligan yang memiliki energi pengikatan lebih rendah dari pada asam retinoat dengan besar energi pengikatan secara berturut-turut -10.01 kkal/mol, -9.43 kkal/mol, -8.76 kkal/mol, -8.76 kkal/mol dan -8.72 kkal/mol, dengan energi pengikatan asam retinoat sebesar -8.49 kkal/mol, terdapat dua residu asam amino yang berperan penting pada pengikatan ligan, yaitu Gly136 dan Leu471. Hal ini menunjukkan adanya potensi kelima ligan sebagai inhibitor ALDH1A3

    Simulasi Debit DAS Ciujung Hulu Tahun 1950-2014 Berdasarkan Model IHACRES

    No full text
    Terletak di Provinsi Banten, DAS Ciujung memiliki permasalahan banjir yang terjadi setiap tahun. Pemahaman mengenai ekstrem hidrologi (banjir) di Ciujung diperlukan untuk mengurangi dampak bencana banjir yang parah. Data hidrologi jangka panjang dapat digunakan untuk membantu memahami perilaku banjir. Namun, ketersediaan data debit observasi dalam jangka waktu yang panjang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan data debit jangka panjang (1950-2014) di DAS Ciujung Hulu berdasarkan model IHACRES. Model IHACRES dikalibrasi menggunakan data observasi tahun 2012-2016 dan validasi pada tahun 2017-2018. Hasil kalibrasi menunjukkan bahwa kinerja model baik yang ditunjukkan oleh nilai NSE (0.62) dan KGE (0.79) yang tinggi. Kemudian model digunakan untuk mensimulasikan data debit jangka panjang di Ciujung dari tahun 1950 berdasarkan data iklim model. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rataan debit DAS Ciujung Hulu sebesar 91 mm/bulan dengan debit maksimum dan minimum sebesar 275 mm/bulan dan 21 mm/bulan, secara berurutan. Hasil penelitian dapat memberikan data debit jangka panjang untuk pengelolaan daerah aliran sungai terpadu di Ciujung Hulu

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇