31665 research outputs found
Sort by
Penyelesaian Optimisasi Tak Linear Dua Variabel Menggunakan Algoritme Genetika dengan Software Python
Algoritme genetika merupakan suatu teknik optimisasi yang cara
kerjanya meniru proses evolusi dan perubahan struktur genetik pada makhluk
hidup. Dalam seleksi alam, individu-individu yang lebih kuat akan mempunyai
peluang untuk bertahan hidup lebih besar dan individu yang lebih kuat akan
dilahirkan melalui proses penyilangan serta mutasi. Pada karya ilmiah ini akan
diterapkan metode algoritme genetika untuk menyelesaikan masalah optimisasi
pada fungsi objektif dua variabel. Algoritme genetika diaplikasikan meggunakan
software Python. Fungsi objektif yang digunakan terdiri atas fungsi kuadrat, fungsi
trigonometri dan fungsi Rastrigin yang mengandung bentuk kuadrat dan
trigonometri. Hasil penelitian menunjukkan penyelesaian masalah optimisasi
menggunakan metode algoritme genetika menghasilkan galat yang relatif kecil.
Pada kasus minimisasi terkait fungsi Rastrigin, algoritme genetika terbukti efektif
dalam menghindari minimum lokal. Namun, pada optimisasi dengan solusi tidak
tunggal, script Python yang dirancang penulis hanya mampu menemukan satu
solusi sehingga memerlukan pengembangan lebih lanjut
Kinerja Pertumbuhan Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) pada Sistem Bioflok dengan Penambahan Chlorella sp. dan Ankistrodesmus sp.
Mikroalga dapat berasosiasi dalam agregat bioflok dan meningkatkan kualitas nutrisi bioflok sehingga diduga dapat berpengaruh positif pada organisme yang dibudidayakan dalam sistem bioflok. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan mikroalga yang berbeda yaitu Chlorella sp. dan Ankistrodesmus sp. pada sistem bioflok untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan Dan tingkat kelangsungan hidup udang galah Macrobrachium rosenbergii. Pemeliharaan udang galah dilakukan selama 60 hari di ruang terbuka dengan menggunakan bak fiber berukuran 1 m3 yang diisi air sebanyak 500L. Udang galah yang digunakan memiliki bobot rata-rata awal 2.00 ± 0.09 g yang ditebar dengan kepadatan 40 ekor m-2. Udang galah diberi pakan komersil (kadar protein dan lemak 40.36% dan 6.48%) secara restricted dengan frekuensi dua kali sehari dan tingkat pemberian pakan sebanyak 5%. Perlakuan pada penelitian ini yaitu: 1) pemeliharaan udang galah pada sistem bioflok tanpa penambahan mikroalga (Bio), 2) pemeliharaan udang galah pada sistem bioflok dengan penambahan Chlorella sp (Bio/Chlo), dan 3) pemeliharaan udang galah pada sistem bioflok dengan penambahan Ankistrodesmus sp. (Bio/Anki). Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan Bio lebih baik (P<0,05) pada parameter bobot rata-rata akhir (Wt), laju pertumbuhan spesifik (LPS), efisiensi pakan (EP), dan rasio efisiensi protein (REP) dibandingkan perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan mikroalga berupa Chlorella sp. dan Ankistrodesmus sp. tidak dapat meningkatkan kinerja pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup udang galah dalam sistem bioflok
Silika Termodifikasi D-glisina sebagai Adsorben Logam Cd(II) dan Karakterisasinya
Logam berat kadmium (Cd) diketahui bersifat toksik dan dalam jumlah tertentu dapat menimbulkan dampak buruk pada kesehatan manusia. Kadar maksimum kandungan kadmium pada air minum menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 tahun 2010 adalah 0.003 mg/L. Terdapat kelemahan dalam menggunakan silika gel sebagai adsorben, yaitu rendahnya efektivitas dan selektivitas terhadap adsorpsi logam sehingga perlu ditambahkan suatu gugus aktif yang dapat meningkatkan efektivitas dan selektivitasnya. Oleh karena itu silika gel perlu dimodifikasi. Pada penelitian ini silika gel dimodifikasi dengan D-glisina (Si-Gli). Produk sintesis dibuktikan dengan spektrum inframerah. Adsorpsi Cd pada kondisi optimum oleh Si-Gli (97.89%) lebih besar daripada oleh SG (87.14%). Kapasitas adsorpsi tertinggi untuk ion Cd(II) adalah 5,38 mg/g untuk SG dan 9,67 mg/g untuk Si-Gly yang diperoleh pada konsentrasi 400 mg/L. Pola isoterm adsorpsi keduanya terhadap Cd(II) mengikuti persamaan isoterm Langmuir. Berdasarkan uji selektivitas, penjerapan Cd(II) dipengaruhi oleh ion logam Pb(II), Zn(II), dan Cr(III)
Persentase Karkas dan Potongan Komersial Ayam IPB D1
Ayam kampung lebih unggul dari segi ketahanan terhadap penyakit, kondisi
lingkungan yang kurang optimal, pemeliharaannya tidak membutuhkan
persyaratan yang berat, namun memliki kekurangan seperti pertumbuhan lambat,
produksi telur dan dagingnya rendah. Masalah ini dapat diselesaikan dengan
persilangan antara ayam lokal (ayam pelung, sentul, dan kampung) dengan ayam
ras pedaging yang menghasilkan ayam IPB-D1. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi persentase potongan komersial terhadap bobot potong ayam IPBD1
di Laboratorium Lapang Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor pada
umur 12 minggu. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 ekor
ayam IPB-D1 di Laboratorium Lapangan Fakultas Peternakan, Institut Pertanian
Bogor pada umur 12 minggu. Data penelitian ini dianalisis secara deskriptif
dengan menyajikan rata-rata (x̅) dan standar deviasi (sd). Persentase karkas D1-
IPB di Laboratorium Lapangan Fakultas Peternakan, umur 12 minggu, jantan dan
betina adalah 61.19% dan 60.86%. Ayam IPB-D1 memiliki nilai persentase dada
dan jeroan yang tinggi, ini merupakan keunggulan ayam IPB-D1
Peranan Kemitraan dalam Rantai Nilai Kangkung Organik dan Pengaruhnya terhadap Pendapatan Petani Mitra di Agribusiness Development Station (ADS)
Kangkung memiliki rata-rata konsumsi terbesar pada tahun 2017. Hal ini
mencerminkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga
kesehatan. Dewasa ini, masyarakat mulai beralih mengonsumsi sayuran organik,
sehingga berimplikasi terhadap peningkatan permintaannya. Sejalan dengan hal
tersebut, petani kangkung di Kabupaten Bogor mulai mengembangkan usahatani
sistem organik. Namun, petani tersebut masih didominasi oleh usahatani skala
kecil dan memiliki kendala terkait kualitas hasil pertanian. Petani membutuhkan
strategi untuk mengembangkan usahataninya yaitu dengan menjalin kemitraan.
Agribusiness Development Station (ADS) merupakan lembaga kemitraan di
Kabupaten Bogor yang membantu petani dalam membudidayakan sayuran
organik hingga menjamin pemasaran hasil pertanian. Tujuan penelitian ini yaitu:
(1) mengidentifikasi pola kemitraan petani mitra dan ADS, (2) menganalisis rantai
nilai kangkung organik di ADS, dan (3) menganalisis pengaruh kemitraan
terhadap rantai nilai dan pendapatan petani mitra kangkung organik di ADS.
Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif (kemitraan dan rantai nilai),
analisis pendapatan, marjin pemasaran dan analisis kinerja rantai nilai. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan bahwa kemitraan ADS berpola dagang umum dan
termasuk kemitraan Prima Madya. Hubungan dalam kemitraan ADS memiliki tipe
relational. Kemitraan yang dijalankan memberikan dampak positif terhadap
pendapatan, memperpendek saluran pemasaran, mempermudah penyaluran
informasi, menciptakan koordinasi yang baik antar pelaku dalam rantai nilai dan
menghasilkan marjin pemasaran yang kecil
Pengaruh Kekuatan Karakter Orang Tua dan Internalisasi Nilai Kebaikan terhadap Kesejahteraan Anak Pra-Sekolah
Hampir sepertiga dari kasus yang ditangani oleh KPAI pada 2016 yakni
anak bermasalah dengan hukum, dengan proporsi 40 persen adalah anak sebagai
pelaku kejahatan. Hal ini menunjukkan pentingnya pendidikan karakter dilakukan
pada anak sedini mungkin. Anak yang berkarakter baik juga merupakan gambaran
dari kesejahteraan anak. Kesejahteraan anak tidak hanya berfokus pada apa yang
anak terima sekarang tetapi juga kualitas anak mendatang. Dalam pendidikan
karakter, orang tua sebagai pengasuh utama anak berperan melakukan
internalisasi nilai kebaikan. Selain itu kekuatan karakter orang tua yang tampak
dalam perilaku sehari-sehari juga merupakan contoh yang baik bagi anak. Secara
umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kekuatan karakter
orang tua dan internalisasi nilai kebaikan terhadap kesejahteraan anak.
Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Lokasi penelitian
dilakukan di Kelurahan Lembur Sawah, Kec. Bogor Selatan (mewakili daerah
perdesaan) dan Kelurahan Babakan Pasar, Kec. Bogor Tengah (mewakili wilayah
perkotaan) yang dipilih secara purposive. Populasi penelitian adalah keluarga
utuh yang memiliki anak usia pra-sekolah (3-5 tahun). Pemilihan contoh
dilakukan secara disproportional stratified sampling berjumlah 120 contoh. Data
primer diambil menggunakan metode wawancara dengan kuesioner terstruktur
meliputi karakteritik keluarga, karakteristik anak, kekuatan karakter orang tua,
internalisasi nilai kebaikan dan kesejahteraan anak. Pengolahan dan analisis yang
dilakukan adalah analisis deskriptif, uji beda t-test, uji korelasi pearson dan uji
regresi linear berganda.
Usia Ibu dalam penelitian ini berada pada rentang 21-46 tahun, dengan
rataan 32.13 tahun. Lama pendidikan ibu berada pada rentang 0-16 tahun dengan
rataan 8.38 tahun. Hasil uji beda menunjukkan perbedaan signifikan antara lama
pendidikan ibu di wilayah perdesaan dan perkotaan. Ibu di wilayah perkotaan
menempuh pendidikan formal lebih lama dari pada ibu di daerah perdesaan.
Pendapatan perkapita keluarga sebesar Rp625.930 dengan 33.3 persen keluarga
berada dalam kategori miskin. Usai anak berada pada rentang 3-5 tahun yang
terdiri dari 55.8 persen anak laki-laki dan 44.2 persen anak perempuan.
Sebagian besar kekuatan karakter orang tua dalam penelitian ini berada pada
kategori sedang (85%) dengan nilai rataan 72.44. Berdasarkan enam dimensi
kekuatan karakter, kekuatan karakter (keadilan) memiliki nilai rataan tertinggi dan
kekuatan karakter (pengetahuan dan kearifan) memiliki nilai rataan terendah.
Hasil uji beda menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kekuatan karakter
ibu di wilayah perdesaan dan perkotaan. Rataan indeks kekuatan karakter di
wilayah perdesaan (71.1) lebih rendah dibandingkan rataan indeks kekuatan
karakter di wilayah perkotaan (73.78). Perbedaan signifikan juga terdapat pada
kekuatan karakter (keteguhan hati) dan kekuatan karakter (kearifan dan
pengetahuan). Rataan indeks kekuatan karakter (keteguhan hati) di wilayah
perdesaan (69.25) lebih rendah dari pada di wilayah perkotaan (74.75). Selain itu,
rataan indeks kekuatan karakter (kearifan dan pengetahuan) di wilayah perdesaan
(59.71) juga lebih rendah dari pada wilayah perkotaan (68.00).
Internalisasi nilai kebaikan (68.30%) berada pada kategori sedang, dengan
nilai rataan indeks sebesar 72.44. Hasil uji beda menunjukkan ibu di wilayah
perkotaan lebih sering melakukan internalisasi nilai kebaikan terhadap anak dari
pada ibu di wilayah perdesaan. Perbedaan signifikan khususnya juga terdapat pada
nilai: kedamaian, tanggung jawab, kebahagiaan, kerja sama, kejujuran,
kerendahan hati, dan toleransi. Hasil penelitian 44.20 persen keluarga sudah
memiliki kesejahteraan anak dalam kategori tinggi, 50.80 persen kategori sedang
dan sisanya lima persen dalam kategori rendah. Hasil uji beda menunjukkan tidak
terdapat perbedaan signifikan antara kesejahteraan anak di wilayah perdesaan dan
perkotaan secara keseluruhan. Perbedaan signifikan kesejahteraan anak
berdasarkan wilayah tempat tinggal terdapat pada dimensi kesejahteraan sosial,
kesejahteraan lingkungan dan kesejahteraan spiritual.
Berdasarkan hasil uji korelasi, lama sekolah ibu berhubungan positif dengan
kekuatan karakter (transenden serta kearifan dan pengetahuan). Selain itu lama
sekolah ibu juga berhubungan positif dengan internalisasi nilai kebaikan secara
keseluruhan dan internalisasi nilai: kedamaian, persatuan, kejujuran, kerendahan
hati, dan toleransi. Selain lama sekolah ibu, pendapatan per kapita juga
berhubungan positif dengan internalisasi nilai (toleransi). Lama sekolah ibu dan
pendapatan per kapita berhubungan positif dengan kesejahteraan anak dimensi
material, sedangkan lama sekolah ibu dan usia anak berhubungan positif dengan
kesejahteraan anak dimensi spiritual. Hasil uji korelasi juga menunjukkan bahwa
kekuatan karakter orang tua berhubungan positif dengan internalisasi nilai
kebaikan. Kekuatan karakter orang tua berhubungan positif dengan kesejahteraan
(material) dan internalisasi nilai kebaikan berhubungan positif dengan
kesejahteraan (spiritual) anak.
Analisis uji regresi pada penelitian ini menggunakan dua model. Model
pertama menunjukkan pengaruh kekuatan karakter orang tua (enam jenis karakter)
dan internalisasi nilai kebaikan (11 nilai kebaikan) terhadap kesejahteraan anak
dengan adjusted R Square sebesar 0.164. Sedangkan pada model kedua, wilayah
tempat tinggal, karakteristik keluarga dan karakteristik anak juga ikut dimasukan
dalam uji regresi (adjusted R Square 0.175). Berdasarkan kedua model tersebut,
secara konsisten kekuatan karakter (transenden) dan internalisasi nilai
(perdamaian dan kerjasama) berpengaruh signifikan positif terhadap kesejahteraan
anak. Kekuatan karakter (keteguhan hati) berpengaruh signifikan negatif terhadap
kesejahteraan anak.
Kekuatan karakter keteguhan hati identik dengan sifat tegas dan
berpendirian teguh. Orang tua perlu mengontrol sikap ini sehingga tidak mencapai
sifat otoriter. Selain itu aktivitas keagamaan, pengembangan diri dan aktivitas
kekuatan karakter transenden lainnya juga baik untuk kesejahteraan anak. Selain
itu orang tua juga diharapkan terus melakukan internalisasi nilai kepada anak
khususnya nilai kedamaian dan nilai kerja sama
Status Mikroba Pangan Asal Hewan di Kota Bogor Tahun 2016-2017 (Studi Kasus).
Pangan asal hewan adalah media yang sangat baik untuk pertumbuhan mikroba
yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia. BPOM-RI mencatat kasus
keracunan pangan pada tahun 2017 sebanyak 2041 orang sakit. Tujuan dari studi kasus
ini adalah untuk mengetahui status cemaran mikroba pada pangan asal hewan di Kota
Bogor. Data diperoleh dari Dinas Pertanian Kota Bogor dan diolah secara deskriptif.
Data yang digunakan adalah Total Plate Count (TPC), jumlah Escherichia coli, jumlah
Coliform, dan keberadaan Salmonella sp. pada pangan asal hewan di pasar tradisional
dan pasar modern. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa rata-rata jumlah mikroba
pada pangan asal hewan (daging ayam, daging sapi, telur ayam, telur itik, telur puyuh,
dan susu segar) tidak memenuhi standar batas cemaran yang diatur dalam SNI
7388:2009. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat cemaran mikroba pada produk
pangan asal hewan di Kota Bogor masih tinggi. Pengawasan dan pembinaan oleh Dinas
Pertanian khususnya Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan, dan
Pemasaran Hasil Peternakan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang pentingnya menjaga higiene dan sanitasi
Analisis Sustainable Value Stream Mapping (Sus. VSM) sebagai Upaya untuk Meningkatkan Produktivitas di PT X
Perkembangan industri dewasa ini sudah memperhatikan dampak lingkungan
dan aspek sosial. Penerapan sustainability pada perusahaan sangat penting karena
sustainability mencakup tiga aspek yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Sehingga perusahan harus melakukan upaya perbaikan yang mencakup ekonomi,
lingkungan, dan sosial untuk dapat bersaing dengan kompetitor lain. Mengurangi
pemborosan adalah tujuan utama perusahaan untuk mencapai keefektifitasan dan
efisiensi dalam proses produksi. Salah satu cara untuk mengurangi pemborosan
yaitu dengan menggunakan VSM untuk membantu mengidentifikasi adanya
pemborosan. VSM tradisional tidak mencakup aspek lingkungan dan sosial. Oleh
karena itu, pengembangan VSM telah banyak dilakukan untuk memenuhi aspek
sosial, lingkungan, dan sosial. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam
memenuhi ketiga aspek tersebut adalah sustainable value stream mapping (Sus-
VSM). Sustainable Value Stream Mapping (Sus-VSM) yaitu perkembangan teknik
value stream mapping dengan metric tambahan untuk mengevaluasi dampak
lingkungan dan aspek sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan
rekomendasi perbaikan untuk PT X dalam aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial
perusahaan. Berdasarkan hasil analisa terhadap sustainability metric pada PT. X
menunjukkan bahwa throughput time yaitu 40 085 detik, total defect product yang
dihasilkan adalah sebesar 23%, social sustainability aspect dengan skor PLI
tertinggi yaitu 30 dan resiko bahaya lingkungan kerja mendapat skor 4 pada
komponen bahan kimia, dan kecepatan tinggi. Rekomendasi perbaikan akan dibuat
untuk memperbaiki keempat hal tersebut, dan dilakukan dengan menggunakan
metode 5W1H (What, When, Where, Who, Why, dan How). Rekomendasi perbaikan
diantaranya adalah penggunaan pompa untuk memindahkan bahan dari ruang
penimbangan kedalam tangki pengaduk, menggunakan filling machine yang
memiliki tingkat presisi tinggi pada proses penuangan, penggunaan ruang tertutup
dengan menggunakan pendingin ruangan pada proses pendinginan, menggunakan
mesin stamping dengan sistem conveyor pada proses pelabelan, dan membuat tutup
pengaman pada mesin pemotong pada proses pemotongan. Selanjutnya akan
dilakukan perhitungan besar pemborosan dan potensi bahaya yang dapat
dihilangkan
Optimasi Satuan Panas sebagai Kriteria Panen Pisang Raja Bulu dengan Perbedaan Saat Antesis
Pisang biasanya dikonsumsi dalam keadaan segar, sehingga mutu kesegaran
serta umur simpan menjadi faktor penting agar kualitasnya tetap tinggi sampai pada
konsumen. Percobaan ini merupakan penelitian lanjutan yang bertujuan
memantapkan akumulasi satuan panas sebagai kriteria panen terbaik pisang Raja
Bulu. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juli hingga Desember 2018. Penandaan
bunga dilaksanakan pada bulan Juli di Kebun Parakansalak PT Perkebunan
Nusantara VIII Kabupaten Sukabumi (670 m dpl) dan pengujian pascapanen
dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2018 di Laboratorium
Pascapanen, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut
Pertanian Bogor. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Kelompok Lengkap
Teracak (RKLT) faktor tunggal dengan 3 waktu antesis sebagai perlakuan dan
masing-masing dengan 4 ulangan sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Hasil
percobaan menunjukkan bahwa akumulasi satuan panas 1,400±13.4 C hari dapat
dijadikan kriteria waktu panen buah pisang Raja Bulu. Akumulasi satuan panas
tersebut dicapai pada 88-91 hari setelah antesis dengan umur simpan berkisar antara
11-14 hari. Perbedaan waktu saat antesis secara umum tidak mempengaruhi kriteria
kematangan buah pisang Raja Bulu yang meliputi karakter umur simpan, laju
respirasi, kualitas fisik buah, kualitas kimia buah, serta ukuran buah pada tingkat
kematangan pascapanen yang sama
Ketahanan Bawang Merah (Allium cepa var Ascalonicum) terhadap Colletotrichum gloeosporioides Penz.
Antraknos merupakan salah satu penyakit utama pada bawang merah (Allium cepa var Ascalonicum) yang disebabkan oleh patogen Colletotrichum gloeosporioides Penz. Penggunaan varietas tahan terhadap penyakit akan mengurangi konsumsi penggunaan bahan kimia pada tanaman sehingga dapat menjaga kelestarian lingkungan. Informasi mengenai varietas bawang merah yang tahan terhadap penyakit antraknos masih terbatas sehingga dibutuhkan skrening keparahan penyakit. Kemampuan tanaman untuk merespon serangan patogen perlu diperhatikan. Respon ketahanan yang bersifat konstitutif akan membuat tanaman selalu melakukan mekanisme pertahanan diri walaupun disaat tanaman dalam kondisi sehat. Hal ini dapat mengurangi hasil produksi tanaman tersebut. Sedangkan respon ketahanan yang bersifat inducible akan sangat menguntungkan, karena respon tersebut hanya aktif saat muncul serangan patogen dan mengakibatkan hasil produksi tanaman tetap optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan nformasi tentang korelasi senyawa metabolit sekunder dan karakter anatomi daun yang terkait dengan ketahanan patogen Colletotrichum gloeosporioides pada tanaman bawang merah (Allium cepa var ascalonicum)
Penelitian ini terdiri dari tiga sub percobaan. Percobaan pertama adalah skrining ketahanan tanaman bawang merah terhadap Colletotrichum gloeosporioides yang dilakukan pada bulan Agustus 2017 sampai bulan Januari 2018 di Rumah kaca Cikabayan dan Laboratorium Klinik Tanaman, Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian, IPB. Percobaan ini menggunakan 14 aksesi bawang merah yang terdiri dari Bima Brebes, Biru Lancor, Manjung, Super Philip, Trisula, Tajuk, Kramat-2, Bauji, Bali Karet, Maja Cipanas, Mentes, Pikatan, Pancasona dan Rubaru. Perkembangan gejala ditaksir merujuk pada metode Galvan et al (1997). Data yang didapat akan dianalisis ANOVA menggunakan aplikasi SAS versi 9.1.3 dan uji lanjut menggunakan uji BNJ. Hasil penelitian menyatakan bahwa Rubaru merupakan varietas yang paling tahan terhadap C. gloeosporioides Penz dengan nilai keparahan penyakit sebesar 30% dan varietas Biru Lancor merupakan varietas yang paling rentan terhadap C. gloeosporioides Penz dengan nilai keparahan penyakit sebesar 95%.
Percobaan kedua adalah identifikasi karakter anatomi daun bawang merah terhadap C gloeosporioides. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan November 2017 di Laboratorium Mikroteknik, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB. Percobaan ini menggunakan 3 varietas bawang merah yakni Biru Lancor dan Super Philip (rentan), serta Rubaru (tahan). Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor, yakni faktor genotipe dan perlakuan infeksi patogen. Data yang didapat akan dianalisis sidik ragam ANOVA menggunakan aplikasi SAS versi 9.1.3 dan uji lanjut menggunakan uji Duncan, selanjutnya dilakukan analisis korelasi spearman menggunakan aplikasi SAS versi 9.1.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan palisade merupakan karakter yang terkait dengan ketahanan bawang
merah terhadap C. gloeosporioides. Karakter ketahanan tersebut mengalami peningkatan ketebalan tertinggi pada varietas Rubaru saat terserang patogen C. gloeosporioides.
Percobaan ketiga adalah identifikasi metabolit sekunder bawang merah terhadap C gloeosporioides. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan November 2017 di Laboratorium Kimia Terpadu Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Bogor dengan menggunakan dua varietas bawang merah yakni Biru Lancor dan Rubaru. Percobaan ini disusun menggunakan rancangan tersarang dengan dua faktor, yakni factor genotype dan perlakuan infeksi patogen. Data yang didapat akan dianalisis sidik ragam ANOVA menggunakan aplikasi SAS versi 9.1.3 dan data disajikan dalam bentuk bagan histogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa carbamic acid merupakan senyawa elicitor pada jalur transduksi jasmonic acid dan menginduksi respon ketahanan bawang merah terhadap C. gloeosporioides