Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Seleksi Kelompok Gugus Senyawa Untuk Identifikasi Keaslian Salah Satu Produk Jamu Menggunakan Regresi Logistik Group Lasso

    No full text
    Pemalsuan produk jamu di Indonesia merupakan kasus yang cukup banyak ditemui dewasa ini, salah satunya pada kasus pemalsuan salah satu produk jamu (jamu X). Pemalsuan produk jamu X yang terjadi memiliki bentuk fisik yang sama sehingga sangat sukar untuk dapat diidentifikasi keasliannya, identifikasi tersebut secara kimiawi dapat dilakukan dengan analisis kemometrik yaitu menggunakan spektrofotometri Fourier Transform Infrared Spectrometer (FTIR) pada spektrum inframerah menengah, sehingga menghasilkan panjang gelombang untuk diidentifikasi. Hasil kemometrik sangat sulit diintrepetasi sehingga untuk memudahkannya menggunakan metode analisis statistika, salah satunya menggunakan Group Lasso. Group Lasso merupakan metode yang mampu menyeleksi variabel untuk mengindentifikasi keaslian produk jamu X. Karena data yang digunakan merupakan data kategorik sehingga metode yang digunakan adalah Regresi Logistik Group Lasso. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gugus senyawa yang berpengaruh untuk mengidentifikasi keaslian produk jamu X. sehingga didapatkan hasil dari regresi group lasso bahwa gugus senyawa yang berpengaruh terhadap keaslian produk jamu X yaitu C-H kuat alifatik (methyl, methylene, methylene group), H-C-H bending (methyl, methylene), dan no erthosubtitued aromatic dengan banyaknya pengamatan 20 menghasilkan akurasi 100%

    Strategi Pengembangan Bisnis PT Ternaknesia Farm Innovation (Studi Kasus Divisi Ternakinvest).

    No full text
    157 perusahaan fintech dalam proses pendaftaran perusahaan oleh OJK dan lebih dari 600 perusahaan fintech belum terdaftar (OJK 2017). Melihat semakin ketatnya persaingan dalam industry fintech, maka diperlukan strategi pengembangan bisnis yang tepat untuk dapat terus tumbuh dan bersaing di dalam industri fintech. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan bisnis, merumuskan alternatif strategi dan menentukan prioritas. Metode yang digunakan yaitu matriks IFE, EFE, I-E, SWOT, QSPM. Matriks IFE dan EFE menunjukkan faktor internal dan eksternal perusahaan berada pada kondisi rata-rata. Matriks I-E menunjukkan posisi perusahaan di kuadran lima. Formulasi strategi menggunakan matriks SWOT menghasilkan 6 alternatif strategi. Strategi prioritas yang dihasilkan oleh matriks QSP ialah merekrut tim inti yang expert dengan track record sangat bagus di bidang IT sekaligus menjabat sebagai ketua komunitas dari pekerjaan tersebut

    Nilai Harapan Waktu Tunggu dan Banyaknya Pelanggan pada Model Antrean M/M/1 dengan Pelayanan Terganggu

    No full text
    Karya ilmiah ini membahas model antrean tipe �������/�������/1 dengan pelayanan terganggu. Pelayanan terganggu terjadi ketika lingkungan sistem dalam keadaan sibuk sehingga pesan dari server tidak tersampaikan dengan jelas ke pelanggan. Proses kedatangan pelanggan mengikuti proses Poisson dengan laju sebesar �������. Disiplin antrean yang digunakan dalam model ini adalah First Come First Serve. Ukuran kinerja yang dibahas adalah nilai harapan banyaknya pelanggan dan waktu tunggu pelanggan, yang diperoleh menggunakan diferensial pertama dari fungsi pembangkit peluang banyaknya pelanggan. Langkah awal adalah mendefinisikan matriks infinitesimal ������� melalui diagram transisi. Selanjutnya mencari fungsi pembangkit peluang menggunakan sebaran stasioner

    Analisis Penerapan Teknologi Informasi dalam Mendukung Pengembangan Local E-Government

    No full text
    Pengembangan e-government di Indonesia dimulai dari terbitnya Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 3 Tahun 2003 Tentang Kebijakan Dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government. Salah satu lembaga pemerintahan yang telah menerapkan e-government adalah Kota Bogor. Pada Pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGI) tingkat Kabupaten/ Kota, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meraih peringkat ke-2 setelah Kota Cimahi. Kota Bogor juga telah memiliki master plan e-government Pemkot Bogor yang di dalamnya lebih fokus menjelaskan pengembangan TI di lingkungan Pemkot Bogor, namun perencanaan pengembangan TI level lokal seperti di dinas-dinas, kecamatan dan kelurahan perlu dijelaskan lebih rinci. Tujuan penelitian ini bermaksud untuk membuat analisis penerapan TI local e-government pada aplikasi PATEN di Kota Bogor. Penelitian menggunakan framework (The Open Group Architecture Framewrok) TOGAF ADM untuk menggambarkan penerapan TI yang baik dan rinci sehingga bisa digunakan oleh organisasi kecamatan dalam mencapai visi, misi, dan tujuan strategisnya. Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dan observasi ke kecamatan Bogor Utara, Bogor Selatan, Bogor Barat, Bogor Timur, Bogor Tengah dan Tanah Sareal. Wawancara dan observasi dilakukan pada bulan Juni 2017 – Juli 2017. Kondisi architecture vision menunjukkan bahwa hanya ada visi dan misi kecamatan, namun belum ada rumusan visi dan misi TI yang untuk kecamatan. Visi dan misi TI kecamatan yang diusulkan dianggap penting dan harus berdasarkan visi dan misi e-government Kota Bogor tahun 2014-2018 yaitu “Mewujudkan Bogor menjadi Smart Government menuju pemerintah yang efisien, efeketif, akuntabel dan transparan, agar pengembangan TI kecamatan sejalan dengan visi dan misi egovernment Kota Bogor. Kondisi business architecture saat ini digambarkan dengan value chain diagram yaitu terdapat kegiatan utama dan pendukung, persyaratan mendapatkan pelayanan perizinan dan pelayan non-perizinan, dan analisis beberapa permasalahan kegiatan bisnis kecamatan. Beberapa permasalahan yang terjadi seperti pada pelayanan perizinan dan non-perizinan persyaratannya masih melampirkan salinan identitas dikarenakan aplikasi paten kecamatan yang ada belum diitegrasikan dengan data kependudukan online yang dimiliki oleh Kota Bogor. Kondisi information system architecture dapat dilihat dengan modul aplikasi kecamatan yang saat ini dipakai yaitu SIM PATEN, SIM Wilayah, SIMDA, SIMRAL, dan SIPEG yang diberikan oleh Diskominfostandi dan beberapa OPD lainnya. Sedangkan pada kondisi technology architecture kecamatan-kecamatan di Kota Bogor memiliki infrastruktur perangkat keras yang memadai, kondisi infrastruktur jaringan juga sudah memadai karena memilik anggaran untuk memenuhi pengadaan perangkat keras dan jaringan. Hasil analisis penerapan TI pada level local e-government tingkat kecamatan di Kota Bogor untuk jangka waktu lima tahun yang akan datang menghasilkan beberapa strategi. Strategi pertama yaitu menghasilkan rekomendasi solusi kebutuhan aplikasi yang diperlukan sebagai pendukung telaksananya seluruh proses bisnis kecamatan yang dijalankan. Aplikasi yang dibutuhkan terdapat enam aplikasi untuk internal kecamatan yaitu SIM PATEN online, SIM Wilayah online, SI keuangan, SI inventaris, SI kepegawaian, dan SI Audit. Strategi kedua menghasilkan rekomendasi solusi kebutuhan data yang dibutuhkan untuk membangun solusi SI yaitu data kependudukan, data keuangan, data pengelolaan aset, data kepegawaian, dan data kinerja kecamatan. Strategi ketiga menghasilkan rekomendasi usulan technology architecture seperti meningkatkan kecepatan koneksi internet dan membuat topologi jaringan untuk kecamatan di Kota Bogor. Strategi keempat menghasilkan rekomendasi roadmap dan prioritas tahapan program kerja pengembangan TI selama lima tahun mendatang yaitu pembuatan master plan TI, pengembangan SDM TI, pengembangan aplikasi dan mengintegrasikan aplikasi kecamatan, pemanfaatan aplikasi, pemeliharaan aplikasi, serta pengembagan dan pemeliharaan infrasttruktur TI kecamtan. Strategi terkahir yaitu untuk menambahkan unit kerja TI yang dianggap perlu dalam melakukan tugas pengelolaan TI, penyajian informasi, pemeliharaan TI, dan laporan secara rutin. Dengan adanya unit kerja TI diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan dan koordinasi pengembangan TI dengan tujuan bisnis kecamatan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rekomendasi untuk Diskominfostandi Kota Bogor sebagai fasilitator pengembangan penerapan TI level local egovernment di kecamatan

    Evaluasi Pemanfaatan Ekstrak Gracilaria verrucosa Terhadap Sistem Imun dan Pertumbuhan Udang Vaname Litopenaeus vannamei.

    No full text
    Indonesia merupakan salah satu pengekspor terbanyak udang di dunia yang terus melakukan peningkatan produksi udangnya. Namun upaya ini sering terkendala karena adanya serangan penyakit pada budidaya udang. Peningkatan imunitas nonspesifik dapat mengurangi kerentanan udang terhadap penyakit. Imunostimulan yang berasal dari rumput laut merupakan salah satu bahan yang dapat menimbulkan respons imunitas alami udang sehingga tahan terhadap penyakit. Rumput laut jenis Gracilaria verrucosa merupakan salah satu alga merah yang banyak terdapat di perairan Indonesia dan saat ini sudah dibudidayakan di tambak. Bahan aktif rumput laut dari jenis Gracilaria spp. adalah sulfat polisakarida yang dapat menstimulasi sistem imun udang. Pemberian imunostimulan melalui pakan merupakan metode yang umum digunakan untuk meningkatkan sistem imun maupun mendukung pertumbuhan udang. Selain itu stimulasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain dosis dan durasi pemberian pakan imunostimulan serta keamanannya bila diaplikasikan di lapangan. Tujuan umum penelitian ini untuk mengevaluasi pemanfaatan ekstrak G. verrucossa terhadap sistem imun dan pertumbuhan udang vaname Litopenaeus vannamei. Penelitian pertama bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia ekstrak rumput laut G. verrucosa. Rumput laut diekstrak menggunakan pelarut etil asetat tiga bagian untuk selanjutnya dianalisis. Hasil analisis komposisi kimia ekstrak etil asetat rumput laut G. verrucosa menunjukkan bahwa ekstrak mengandung sulfat (24,21 %), karbohidrat (13,41 %), dan galaktosa 0,46 mg L-1. Komposisi kimia lain dari bahan ekstrak etil asetat adalah kandungan protein sebanyak 3,64%. Hasil analisis pirolisis GC-MS menunjukkan bahwa ekstrak G verrucosa mengandung senyawa monosakarida dalam bentuk α-L-galactopyranoside dengan bobot molekul 178 kDa, methil 3,6-anhydro-α-L-galactopyranoside dengan bobot molekul 176 kDa, dan 4-O-β-D-galactopyranosyl 342 kDa. Penelitian tahap kedua bertujuan untuk mendapatkan dosis optimum ekstrak yang dapat meningkatkan sistem imun, sintasan dan mendukung pertumbuhan udang vaname. Penelitian ini menggunakan tiga dosis ekstrak G. verrucosa yaitu 1, 2, dan 3 g kg-1 yang diformulasikan dalam pakan. Sebagai kontrol, udang diberi pakan tanpa ekstrak G. verrucosa. Udang diberi pakan perlakuan selama enam minggu. Selama periode pemeliharaan dilakukan pengamatan parameter imun pada jam ke- 6, 24, 72, 336, dan 1008. Khusus untuk pengamatan parameter imun secara molekular pada gen lgbp (lipopolysaccharide and -1,3-glucan binding protein) dan alf1 (anti-lipopolisaccharide faktor 1) dilakukan pada hari kesatu, 14 dan 42. Setelah pemeliharaan selama enam minggu dilakukan penimbangan bobot akhir udang. Uji tantang dilakukan menggunakan bakteri patogen Vibrio harveyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak G. verrucosa yang diformulasikan dalam pakan udang dengan dosis 1, 2, dan 3 g kg-1 dapat memberikan respons parameter imun (THC, DHC, aktivitas fagositosis, aktivitas fenoloksidase serta aktivitas bakterisidal) lebih tinggi dibandingkan dengan udang yang diberi pakan kontrol tanpa ekstrak G. verrucosa. Analisis molekular menunjukkan bahwa peningkatan induksi kedua gen yang terkait imun mulai terlihat pada hari kesatu setelah pemberian pakan ekstrak namun terjadi penurunan pada akhir pemeliharaan. Udang vaname yang diberi pakan mengandung ekstrak G. verrucosa sebanyak 2 g kg-1 mengalami stimulasi sistem imun yang optimum. Pemberian pakan mengandung ekstrak G. verrucosa pada dosis 1-3 g kg-1 menimbulkan resistan terhadap infeksi bakteri V. harveyi. Penelitian tahap ketiga bertujuan untuk mendapatkan durasi pemberian pakan ekstrak G. verrucosa yang baik. Eksperimen ini menggunakan tiga perlakuan durasi, yaitu pemberian pakan ekstrak berselang-seling satu minggu, berselang-seling dua minggu dan hanya sekali pemberian yaitu satu minggu pada awal pemeliharaan. Kontrol merupakan udang yang diberi pakan tanpa penambahan ekstrak G. verrucosa. Pengamatan parameter imun berupa THC, DHC, PO, dan aktivitas fagositik dilakukan pada minggu kesatu, 3, 4 dan 6. Penimbangan bobot udang dilakukan pada awal dan akhir pemeliharaan. Uji tantang dengan V. harveyi dilakukan untuk mengevaluasi sintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang yang diberi pakan ekstrak pada durasi tertentu memiliki respons imun yang lebih tinggi dibandingkan udang yang diberi pakan kontrol. Udang yang diberi pakan ekstrak dengan durasi tertentu mempunyai sintasan yang lebih tinggi dibandingkan udang yang diberi pakan tanpa durasi pakan ekstrak. Pemberian pakan ekstrak berselang-seling satu minggu dan satu minggu pemberian dapat mendukung pertumbuhan udang. Penelitian tahap keempat dilakukan untuk menguji pakan ekstrak dengan dosis 2 g kg-1 pada udang dengan perlakuan durasi setiap satu minggu dan satu minggu pemberian terhadap sintasan dan pertumbuhan udang. Penelitian tahap IV dilakukan di lapangan, pada wadah hapa (2 m2) yang diletakkan dalam satu petakan tambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintasan udang yang diberi pakan ekstrak satu minggu pada awal pemeliharaan udang lebih tinggi dibandingkan sintasan udang pada perlakuan lainnya. Pakan mengandung ekstrak G. verrucosa yang diberikan dengan durasi tertentu belum dapat mendukung pertumbuhan udang. Walaupun demikian biomassa akhir udang vaname yang diberi pakan ekstrak pada durasi satu minggu lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya, dengan konversi pakan sebesar 1.01. Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa ekstrak rumput laut G. verrucosa potensial sebagai imunostimulan. Pemanfaatan ekstrak G. verrucosa pada dosis 2 g kg-1 adalah optimum dalam meningkatkan respons imun udang vaname sehingga tahan terhadap terhadap infeksi V. harveyi. Pemberian pakan ekstrak dengan durasi satu minggu sudah dapat meningkatkan respons imun, sintasan dan pertumbuhan udang vaname. Aplikasi pakan yang mengandung ekstrak G. verrucosa di lapangan menunjukkan bahwa imunostimulan ini dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan sintasan udang vaname guna mendukung produktivitas budidaya L. vannamei

    Pertumbuhan Generasi Kedua Ayam Merawangarab Arabmerawang Merawangmerawangarab dan Merawangarabmerawang Umur 1 sampai 12 Minggu

    No full text
    Ayam merawang dan ayam arab merupakan ayam lokal Indonesia yang memiliki kelebihan masing-masing. Ayam merawang (M) sangat potensial untuk dikembangkan sebagai ayam lokal petelur maupun pedaging. Ayam arab (A) memiliki kelebihan produksi telurnya relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan generasi kedua ayam silangan ayam merawang dengan arab yang memiliki produktivitas lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Peubah yang diamati diantaranya konsumsi pakan, bobot badan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, dan mortalitas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis peragam (ANCOVA) dalam rancangan acak kelompok (RAK). Total DOC ayam MA 45 ekor, AM 33 ekor, M-AM 28 ekor, dan ayam M-MA 20 ekor. Bobot badan DOC ayam MA dan AM berbeda nyata (P<0.05). Bobot badan ayam jantan MA pada umur 12 minggu sebesar 925.9, AM sebesar 886.5, M-AM sebesar 965.4, dan M-MA sebesar 943.2 g. Bobot badan ayam betina MA pada umur 12 minggu sebesar 823.4, AM sebesar 776.5, M-AM sebesar 871.2, dan M-MA sebesar 772 g. Konsumsi pakan keempat ayam persilangan interse tersebut tidak berbeda nyata baik jantan maupun betina (P>0.05). Pada umur 5-12 minggu ayam M-MA jantan dan ayam M-AM betina efisien mengkonversi pakan untuk pertumbuhan. Kematian di awal fase pemeliharaan pada ayam MA sebesar 0%, AM sebesar 6.06%, M-AM sebesar 3.7%, dan M-MA sebesar 15%. Ayam M-MA jantan dan M-AM betina dapat dikembangkan lebih lanjut dengan performa lebih baik dibandingkan jenis persilangan ayam lainnya

    Pengelolaan Pemangkasan Tanaman Teh (Camellia sinensis L. (O) Kuntze) di Perkebunan Purbasari, PT. Perkebunan Nusantara VIII, Pangalengan, Jawa Barat.

    No full text
    Tanaman teh adalah salah satu komoditas yang berkontribusi dalam devisa Indonesia. Kestabilan produksi dapat dicapai dengan pengelolaan kegiatan pemangkasan oleh perkebunan. Kegiatan magang dilaksanakan bulan Februari hingga Juni 2017 di Perkebunan Purbasari PTPN VIII Jawa Barat. Kegiatan magang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dalam aspek budidaya teh secara umum dan khusus mempelajari pengelolaan pemangkasan tanaman teh di Perkebunan Purbasari PTPN VIII Jawa Barat. Kegiatan magang yang dilakukan meliputi aspek teknis sebagai karyawan harian lepas (KHL) dan aspek manajerial sebagai pendamping mandor, serta pendamping mandor besar. Hasil pengamatan yang diperoleh dibandingkan dengan standar kebun, dianalisis kualitatif, kuantitatif dengan metode analisis deskriptif dan menggunakan uji t-student. Kegiatan pemangkasan di Perkebunan Purbasari sudah mengikuti standar operasional dengan ketinggian rata-rata sebelum kegiatan pemangkasan mencapai 163.81 cm. Kegiatan pemangkasan menghasilkan ketinggian 49.61 cm dengan persentase kerusakan cabang 12.66% yang dipengaruhi oleh usia tenaga kerja dan pengalaman kerja pemangkasan. Tipe pemangkasan produksi yang diterapkan adalah pemangkasan kepris karena keputusan manajemen terkait keterbatasan tenaga kerja dan pengguanaan alat pangkas berupa sabit pangkas. Pertumbuhan pucuk setelah kegiatan pemangkasan terjadi pada minggu ke-3 dan pemetikan setelah kegiatan pemangkasan dapat menghasilkan 9,761 kg pucuk setelah 3 bulan kegiatan pemangkasan

    Good Dairy Farming Practice dan Good Milking Practice Induk Sapi Perah Rakyat Peri-Urban Kecamatan Pangalengan

    No full text
    Good Dairy Farming Practice (GDFP) dan Good Milking Practice (GMiP) merupakan pedoman budidaya ternak perah yang berfungsi meningkatkan produksi dan kualitas susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan GDFP dan GMiP pada peternakan sapi perah rakyat kawasan peri-urban Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Peternak rakyat yang diamati pada penelitian ini adalah peternakan rakyat dengan sapi perah kurang dari 10 ekor. Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage stratified random sampling, teknik ini diterapkan dengan memilih peternak secara acak pada tingkat koperasi dan kelompok peternak untuk mewakili kelompok tersebut. Pengumpulan data diperoleh dengan cara melakukan pengamatan langsung dan wawancara dengan peternak sapi perah yang dikunjungi. Penerapan GDFP pada peternakan rakyat daerah peri-urban dikategorikan baik dengan penerapan terbaik pada aspek kesehatan hewan. Penerapan GMiP pada peternakan rakyat daerah peri-urban dikategorikan cukup baik dengan penerapan terbaik pada aspek setelah pemerahan. Tingginya nilai GDFP dan beberapa aspek GMiP tidak terlepas dari peran KPBS Pangalengan dalam melakukan pelatihan, pendampingan, dan penyuluhan kepada peternak di daerah peri-urban secara berkala

    Efektivitas Promosi melalui Instagram Pada Ekowisata Dusun Bambu Family Leisure Park

    No full text
    Para pelaku bisnis memanfaatkan kemajuan teknologi dengan memasarkan produknya melalui internet khususnya media sosial Instagram sebagai salah satu media untuk promosi. Tujuan penelitian adalah menghasilkan analisis efektivitas promosi melalui instagram, menganalisis hubungan karakteristik followers dengan efektivitas promosi menggunakan EPIC Model serta menganalisis hubungan tingkat keterdedahan media sosial instagram dengan efektivitas promosi menggunakan EPIC Model. Penelitian menggunakan metode survei dengan data kuantitatif berupa kuesioner yang didukung oleh data kualitatif berupa wawancara mendalam dengan admin Instagram dan pengelola ekowisata sebagai informan. Jumlah responden dalam penelitian adalah 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara karakteristik pengunjung dengan efektivitas promosi menggunakan EPIC Model dan tidak terdapat hubungan antara tingkat keterdedahan media sosial Instagram dengan efektivitas promosi menggunakan EPIC Model. Penelitian ini menunjukan bahwa Instagram merupakan media yang efektif dalam mempromosikan kepada followers sehingga followers melakukan kunjungan ke ekowisata Dusun Bambu Family Leisure Park

    Desain Pengembangan Ekowisata mangrove Istambul Demak, Jawa Tengah

    No full text
    Kabupaten Demak merupakan daerah pesisir di pantai utara Jawa Tengah yang memiliki potensi ekosistem mangrove yang masih alami. Ekosistem mangrove di Kabupaten Demak dapat dikembangkan untuk kegiatan ekowisata adalah ekosistem mangrove Istambul Demak, terletak di desa Tambakbulusan, Kecamatan Karang Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan ekowisata mangrove melalui analisis kesesuaian ekowisata mangrove sebagai destinasi ekowisata, menghitung daya dukung kegiatan ekowisata, serta membuat strategi dan desain kegiatan ekowisata mangrove Istambul Demak. Hasil menunjukkan bahwa ekosistem mangrove Istambul sesuai untuk dijadikan sebagai kawasan ekowisata. Aktifitas ekowisata yang dapat dikembangkan di ekosistem tersebut yaitu tracking mangrove dengan daya dukung sebesar 122 orang perhari, berperahu dengan daya dukung sebesar 182 orang perhari, dan rekreasi pantai dengan daya dukung sebesar 40 orang perhari. Terdapat setidaknya 7 strategi yang dilakukan dalam pengembangan ekowisata mangrove Istambul

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇