31665 research outputs found
Sort by
Pengaruh Irigasi Kapiler terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.).
Irigasi kapiler merupakan pemberian irigasi ke tanaman secara efisien guna
menghindari kehilangan air maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan
jumlah sumbu kapiler yang memberikan produksi cabai rawit (Capsicum frutescens
L.) maksimum dan mempelajari pengaruh irigasi kapiler terhadap pertumbuhan dan
hasil tanaman cabai rawit. Percobaan ini disusun dengan menggunakan Rancangan
Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) . Perlakuan dalam penelitian yaitu jumlah sumbu
kapiler pada pipa PVC dengan 4 taraf yaitu terdapat 1 sumbu, 2 sumbu, 3 sumbu dan
4 sumbu dengan jarak antar sumbu 3 cm. Hasil penelitian menunjukkan jumlah daun
tanaman diumur 1 MST (Minggu Setelah Transplanting) pada perlakuan jumlah
sumbu 2 dan 3 nyata lebih banyak dibandingkan jumlah daun pada perlakuan jumlah
sumbu 1 dan 4. Data jumlah daun pada pertengahan 6 MST menunjukkan bahwa
perlakuan jumlah sumbu 3 nyata lebih banyak menghasilkan daun dibandingkan
dengan jumlah sumbu 1, 2 dan 4. Selanjutnya, data jumlah daun pada akhir
pertumbuhan vegetatif tanaman menunjukkan tidak berbeda nyata antara semua
keempat sumbu. Perlakuan 2 sumbu kapiler nyata lebih berat menghasilkan buah
dibandingkan dengan perlakuan 3 sumbu kapiler namun tidak berbeda nyata dengan
perlakuan 1 dan 4 sumbu kapiler. Sehingga 1 sumbu kapiler dapat dipilih untuk
menghasilkan bobot buah panen lebih berat dibandingkan jumlah sumbu 3. Perlakuan
jumlah sumbu menghasilkan bobot buah terberat adalah jumlah sumbu 2 dengan
efisiensi pemakaian air sebesar 3.7453 g.L-1
Uji Stabilitas Fisik dan Praklinis Face Toner Berbasis Kolagen dari Kulit Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.) dan Kitosan
Ikan kakap merupakan salah satu jenis ikan komersil yang banyak
diekspor dalam bentuk fillet. Perusahaan fillet ikan kakap merah banyak
menghasilkan limbah padat seperti kulit, sisik, jeroan dan tulang yang dapat
dimanfaatkan sebagai bahan baku kolagen. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menentukan karakteristik kolagen dari kulit ikan kakap merah (Lutjanus sp.),
menentukan stabilitas fisik face toner kolagen dan kitosan, dan menentukan efek
iritasi face toner berbasis kolagen dan kitosan. Penelitian ini dilakukan dengan
tiga tahap yaitu produksi dan karakterisasi kolagen dari kulit ikan kakap merah
(Lutjanus sp.), tahap pembuatan sediaan face toner, dan tahap uji stabilitas fisik
serta uji praklinis (iritasi) face toner terhadap tikus putih jantan galur Sprague-
Dawley. Hasil penelitian diperoleh rendemen kolagen yaitu 7.9% (bk) dengan pH
6.93. Komposisi asam amino yang paling dominan adalah glisina 11.33 g/100g.
Toner memiliki pH dan viskositas yang stabil. Penyimpanan suhu rendah lebih
baik daripada penyimpanan suhu ruang. Sediaan toner tidak menyebabkan iritasi.
Sediaan toner stabil pada perubahan suhu ekstrim (±4 oC dan ±40 oC) dan tidak
terjadi pemisahan fase
Pengembangan Aplikasi Kalender Kegiatan Berbasis Web Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor (IPB).
Departemen Ilmu Komputer IPB banyak melakukan kegiatan untuk
meningkatkan kualitas departemen. Tujuan penelitian ini adalah mempermudah
kegiatan di Departemen Ilmu Komputer dengan cara membangun sebuah aplikasi
berbasis web dengan menggunakan framework Laravel yang menjadi pusat
informasi kegiatan departemen. Selama ini untuk melihat kegiatan dosen dan staf
di Departemen Ilmu Komputer IPB harus datang secara langsung ke Departemen
Ilmu Komputer IPB. Aplikasi mampu mengelola kegiatan dengan cara
menambahkan kegiatan, menambahkan peserta kegiatan dan melihat kegiatan,
sehingga memungkinkan aplikasi ini untuk memuat semua informasi Departemen
Ilmu Komputer IPB. Aplikasi ini dapat diakses secara mudah dan efektif oleh
semua staf pengajar, mahasiswa dan pegawai Departemen Ilmu Komputer IPB
karena terintegrasi dalam satu database. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah waterfall. Black box testing diujikan kepada responden yang memenuhi
kriteria. Penelitian menghasilkan aplikasi berbasis web yang dapat mengelola
kegiatan sehingga dapat menjadi pusat informasi kegiatan di Departemen Ilmu
Komputer IPB
Analisis Transmisi Harga Cabai Merah Besar di Provinsi Jawa Barat.
Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu sentra produksi cabai merah besar terbesar di Indonesia. Cabai merah merupakan salah satu tanaman sayuran yang sering mengalami permasalahan fluktuasi harga yang tinggi. Fluktuasi harga yang tinggi pada cabai merah menyebabkan besar marjin pemasaran dan semakin rendah harga yang diterima petani. Fluktuasi membuka peluang bagi pedagang untuk mempermainkan harga di tingkat petani dengan alasan adanya perubahan harga di tingkat konsumen. Oleh karena itu tujuan penelitian ini yaitu menganalisis transmisi harga cabai merah besar dari tingkat produsen, harga tingkat grosir, hingga ke tingkat konsumen. Penelitian juga menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan harga cabai merah besar tingkat produsen di Provinsi Jawa Barat, serta mengestimasi potret volatilitas pergerakan harga cabai merah besar tingkat grosir. Data yang digunakan untuk menganalisis transmisi harga cabai merah besar yaitu data time series bulanan dari Januari 2011 sampai Desember 2017 (84 bulan). Analisis transmisi harga antar pelaku pasar menggunakan pendekatan Asymmetric Error Correction Model (AECM). Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan harga cabai merah besar tingkat produsen di Provinsi Jawa Barat diestimasi dengan menggunakan pendekatan Ordinary Least Square (OLS). Estimasi potret volatilitas harga cabai merah besar tingkat grosir menggunakan pendekatan ARCH/GARCH.
Hasil uji menggunakan estimasi AECM diperoleh hasil bahwa dalam jangka pendek maupun jangka panjang transmisi harga dari tingkat produsen, grosir, dan konsumen berjalan simetri. Hal ini menunjukan bahwa jika terjadi kenaikan ataupun penurunan harga di tingkat produsen, maka diteruskan ke tingkat konsumen dengan arah yang sama. Begitupun sebaliknya, ketika terjadi kenaikan ataupun penurunan harga di tingkat konsumen, maka diteruskan pula sampai ke tingkat produsen. Hasil estimasi faktor yang memengaruhi pembentukan harga tingkat produsen menggunakan pendekatan OLS menemukan bahwa cabai merah besar tingkat produsen dipengaruhi oleh jumlah pasokan, dan harga tingkat produsen periode sebelumnya. Berbeda pada harga konsumen, harga grosir, dan harga BBM yang tidak mempengaruhi nyata pembentukan harga di tingkat produsen. Hal ini mengindikasikan bahwa posisi tawar petani masih rendah dalam pembentukan harga. Hasil estimasi potret volatilitas pada harga cabai merah besar tingkat grosir menunjukan harga yang berfluktuatif. Hasil analisa menemukan bahwa terdapat pola kenaikan harga yang signifikan yang terjadi setiap akhir tahun, dan ketika menjelang hari raya Idul Fitri, namun setelahnya harga kembali bergerak secara fluktuatif
Strategi Pengembangan Bisnis Warung Sarapan Go_Cel dalam Upaya Penetrasi Pasar terhadap Generasi Milenial.
Warung Sarapan Go_Cel merupakan salah satu kuliner lokal yang
menawarkan menu pecel khas Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah (1)
memetakan model bisnis yang sedang berjalan di Warung Sarapan Go_Cel, (2)
mengidentifikasi lingkungan model bisnis, serta (3) merumuskan strategi
perbaikan model bisnis Warung Sarapan Go_Cel yang sesuai untuk generasi
milenial saat ini. Pengambilan data dilakukan sejak bulan Februari sampai Juli
2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis business
model canvas. Responden dalam penelitian ini terdiri dari pihak internal Warung
Sarapan Go_Cel, konsumen, serta masyarakat generasi milenial yang berdomisili
di Kota Bogor. Model bisnis Warung Sarapan Go_Cel telah dipetakan dalam 9
elemen business model canvas. Lingkungan model bisnis telah terpetakan
kedalam 4 faktor diantaranya kekuatan pasar, kekuatan industri, tren kunci, dan
kekuatan ekonomi makro. Alternatif strategi yang memiliki prioritas utama ialah
membuat akun sosial media sebagai sarana promosi dan penyampaian nilai
proposisi produk Warung Sarapan Go_Cel
Evaluasi Kenyamanan Termal, Persepsi, dan Preferensi Masyarakat pada Beberapa Hutan Kota di DKI Jakarta
Perkembangan dan pertumbuhan populasi penduduk ibukota selalu diiringi dengan perkembangan sarana dan prasarana untuk menunjang aktivitas penduduk perkotaan. Permasalahan yang timbul akibat hal tersebut, yaitu perubahan fisik kota dengan meningkatnya alih fungsi lahan dan kawasan terbangun. Akibat yang ditimbulkan dari perubahan tersebut adalah peningkatan suhu udara perkotaan. Suhu udara perkotaan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan manusia. Salah satu ruang terbuka hijau perkotaan adalah hutan kota. Hutan kota merupakan suatu hamparan lahan yang didominasi oleh tumbuhan berkayu membentuk suatu kesatuan ekosistem yang kompak dan rapat. Penelitian ini berfokus pada tiga hutan kota di DKI Jakarta, yakni Hutan Kota Munjul, Hutan Kota Cipayung, dan Hutan Kota Pondok Labu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik hutan kota, menganalisis kenyamanan termal, persepsi-preferensi masyarakat, serta menyusun rekomendasi perbaikan hutan kota. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui perhitungan Thermal Humidity Index (THI) dengan menerapkan nilai suhu dan kelembapan udara yang diukur langsung dan Skala Likert pada kuesioner terhadap persepsi dan preferensi masyarakat. Berdasarkan hasil perhitungan THI, tingkat kenyamanan termal pada ketiga lokasi penelitian termasuk dalam kategori tidak nyaman, sedangkan responden menyatakan nyaman-cukup nyaman. Area hutan kota yang memiliki nilai kenyamanan terendah pada area pengukuran dengan naungan dan tertinggi pada area tanpa naungan. Berdasarkan hasil kuesioner, persepsi dan preferensi masyarakat menyatakan baik dan sangat baik terhadap pernyataan mengenai kondisi hutan kota, serta menyatakan perlu-sangat perlu terhadap penambahan dan perbaikan sarana-prasarana untuk menunjang aktivitas di hutan kota berupa tempat sampah, tempat duduk, papan informasi, signage, serta vegetasi pengontrol suhu, kelembapan, dan pengatur iklim mikro. Masyarakat dan pengunjung mengharapkan kepada pemerintah maupun pengelola hutan kota agar rutin menyelenggarakan penyuluhan dan meningkatkan perbaikan fasilitas untuk keberlanjutan hutan kota
Perbandingan Waktu Eksekusi Metode Titik Interior dalam Menyelesaikan Masalah Optimisasi Linier menggunakan Mathematica dan Scilab
Terdapat dua metode yang biasa digunakan untuk menyelesaikan optimisasi linier,
yaitu metode titik interior dan metode simpleks. Pada metode titik interior,
pergerakan titik-titik menuju solusi optimal melewati bagian dalam daerah fisibel.
Sedangkan pada metode simpleks, pergerakan titik-titik terjadi sepanjang simpul
polihedron. Pada karya ilmiah ini, dilakukan perbandingan waktu eksekusi metode
titik interior dalam menyelesaikan optimisasi linier menggunakan perangkat lunak
matematika, yaitu Mathematica dan Scilab. Variabel dan kendala dari masalah
optimisasi linier dipilih beragam dari kasus yang relatif sedikit ke kasus yang relatif
banyak. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa waktu eksekusi metode titik
interior menggunakan Mathematica cenderung lebih cepat dibandingkan metode
titik interior menggunakan Scilab untuk semua kasus optimisasi linier dengan
ukuran beragam
Respon Fisiologi, Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Jagung Terhadap Tipe Budidaya dan Genangan Sesaat di Lahan Pasang Surut.
Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang penting di Indonesia.
Peningkatan produktivtas jagung bisa didapatkan melalui ekstensifikasi,
contohnya penggunaan lahan pasang surut. Penggunaan budidaya konvesional
masih belum sesuai digunakan di lahan tersebut. Budidaya Jenuh Air adalah suatu
teknologi pemberian irigasi terus-menerus di saluran dan dapat mencegah oksidasi
pirit dan genangan, serta meningkatkan produktivitas jagung. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui respon fisiologi, pertumbuhan dan hasil
beberapa varietas yang tahan terhadap kondisi genangan sesaat, budidaya jenuh
air, dan budidaya kering di lahan pasang surut serta mendapatkan varietas terbaik
untuk dibudidayakan di lahan pasang surut.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai September 2018 di
Desa Karyabakti, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur,
Provinsi Jambi. Percobaan 1 menggunakan rancangan split plot dengan rancangan
lingkungan acak kelompok dan 3 ulangan. Petak utama merupakan kondisi
genangan, terdiri dari 2 taraf yaitu budidaya jenuh air (BJA) hingga panen, dan
genangan sesaat. Anak petak merupakan varietas yang terdiri dari 4 taraf yaitu
Sukmaraga, Bisma, Pioneer 27 dan Bima 20. Anak petak berukuran 2 m x 2 m
dan dikelilingi oleh saluran air dengan lebar 30 cm dan kedalaman 50 cm.
Percobaan 2 menggunakan rancangan petak tersarang dengan rancangan
lingkungan acak kelompok dan 3 ulangan. Petak utama adalah tipe budidaya yang
terdiri dari budidaya jenuh air (BJA) dan budidaya kering (BK). Anak petak
adalah varietas yang terdiri dari varietas Sukmaraga, Bisma, Pioneer 27 dan Bima
20. Anak petak berukuran 4 m x 3 m pada BJA dan BK. BJA dikelilingi oleh
saluran air dengan lebar 30 cm dan kedalaman 50 cm sedangkan budidaya kering
dilakukan tanpa saluran air. Pengamatan penelitian ini terdiri dari respon
pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun,
indeks luas daun, volume akar, panjang akar, bobot kering daun, bobot kering
batang, bobot kering akar, dan total bobot kering. Respon fisiologi terdiri dari
kehijauan daun, kerapatan stomata, laju pertumbuhan tanaman (LPT), dan laju
asimilasi bersih (LAB). Respon hasil terdiri dari umur berbunga jantan dan betina,
panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol, jumlah baris biji, jumlah biji
per baris, jumlah biji per tongkol, bobot 100 biji, bobot biji kering per tongkol,
produktivitas, dan indeks sensitivitas.
Hasil percobaan pertama menunjukan terdapatnya perbedaan respon antar
kondisi genangan dan antar varietas. Pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada
BJA lebih baik dibandingkan pada kondisi genangan sesaat. LPT didapatkan
paling tinggi pada perlakuan BJA sedangkan LAB 6 – 8 MST pada perlakuan
genangan sesaat. Varietas Pioneer 27 memiliki nilai LPT yang paling tinggi pada
4 – 6 MST dan Bima 20 memiliki nilai LPT yang paling tinggi pada 6 – 8 MST.
Pengaruh perlakuan varietas Pioneer 27 memiliki nilai yang paling tinggi pada
respon peubah komponen hasil. Pengaruh terbaik pada peubah produktivitas
didapatkan pada kombinasi BJA dan Pioneer 27 yang menghasilkan produktivitas
9.33 ton ha-1. Kombinasi genangan sesaat dan Bima 20 menghasilkan
produktivitas terendah dengan nilai 5.27 ton ha-1. Varietas Pioneer 27 dan Bima
20 termasuk ke dalam varietas peka terhadap genangan sesaat, sedangkan varietas
Sukmaraga dan Bisma merupakan varietas toleran sedang terhadap genangan
sesaat.
Hasil percobaan kedua menunjukan terdapat perbedaan respon antar tipe
budidaya dan antar varietas. Respon pertumbuhan menunjukan bahwa budidaya
kering dapat meningkatkan tinggi tanaman, akan tetapi memperkecil diameter
batang dan volume akar, sedangkan BJA menekan pertumbuhan awal, namun
tanaman dapat beradapatasi dengan baik terhadap budidaya tersebut dibandingkan
dengan budidaya kering. Pengaruh kombinasi budidaya kering dan Bisma
memiliki nilai LPT yang paling tinggi pada 4-6 MST, namun pada 6 – 8 MST,
nilai LPT yang paling tinggi diperoleh pada kombinasi perlakuan BJA dan
Pioneer 27. Umur berbunga jantan dan betina pada budidaya kering lebih cepat
dibandingkan dengan BJA. Perlakuan BJA memiliki nilai yang lebih tinggi pada
peubah panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris biji, jumlah biji per baris
dibandingkan dengan budidaya kering, sedangkan perlakuan varietas Pioneer 27
memiliki nilai terbaik pada peubah yang sama dibandingkan varietas lain.
Pengaruh kombinasi tipe budidaya BJA dan varietas Pioneer 27 menghasilkan
produktivitas tertinggi yaitu 8.42 ton ha-1 sedangkan pengaruh kombinasi
budidaya kering dan varietas Sukmaraga, Bima 20 menghasilkan produktivitas
terendah yaitu 5.16 dan 5.54 ton ha-1 berturut-turut
Pengaruh Emosi Negatif dan Persepsi Nilai Komplain terhadap Niat Komplain Konsumen Lanjut Usia pada Pelayanan Kesehatan
Ketidakpuasan konsumen dalam mengonsumsi barang dan jasa dapat mendorong konsumen untuk melakukan komplain kepada perusahaan. Niat komplain merupakan niat konsumen yang mengalami ketidakpuasan dalam mengonsumsi barang dan jasa untuk melakukan komplain kepada perusahaan sebelum terbentuknya perilaku komplain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh emosi negatif dan persepsi nilai komplain terhadap niat komplain konsumen lansia pada pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan metode wawancara terstruktur. Pemilihan contoh pada penelitian ini dipilih secara non probability sampling dengan contoh yaitu konsumen yang berusia 60 tahun ke atas, pengguna layanan kesehatan, dan dapat berkomunikasi dengan baik. Contoh pada penelitian ini berjumlah 200 orang yang berdomisili di Kota Bandung, Jawa Barat dan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pengambilan data dilakukan selama bulan April 2019. Analisis data menggunakan metode SEM melalui program Analisis of Moment Structures (AMOS) dan Statistical Product and Servicer Solutions (SPSS). Hasil uji hubungan menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara usia dengan niat komplain dan terdapat hubungan positif signifikan antara pendidikan terakhir dengan niat komplain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosi negatif memengaruhi niat komplain sedangkan persepsi nilai komplain tidak memengaruhi niat komplain
Analisis Tingkat Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Happiness Kitchen And Coffee Jakarta Selatan
Happiness Kitchen and Coffee Jakarta Selatan merupakan salah satu usaha
yang bersaing dalam industri restoran. Cara yang dapat dilakukan Happiness
Kitchen and Coffee Jakarta Selatan agar dapat mempertahankan konsumen yaitu
dengan memberikan produk dan pelayanan terbaik untuk konsumen. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen, menganalisis
kepuasan dan loyalitas konsumen Happiness Kitchen and Coffee Jakarta Selatan.
Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 96 responden. Metode pengolahan
data dalam penelitian ini menggunakan CSI, IPA, dan piramida loyalitas.
Karakteristik konsumen Happiness Kitchen and Coffee Jakarta Selatan didominasi
oleh konsumen yang berdomisili di Jakarta, berstatus belum menikah, berjenis
kelamin perempuan, berusia rata rata 17 hingga 22 tahun, berpendidikan terakhir
sarjana, memiliki pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa dan memiliki pendapatan
rata rata per bulan diatas Rp 5 000 000. Berdasarkan hasil analisis CSI, tingkat
kepuasan konsumen terhadap atribut Happiness Kitchen and Coffee Jakarta
Selatan adalah sebesar 85.1 persen dan tingkat loyalitas pelanggan Happiness
Kitchen and Coffee Jakarta Selatan berada pada kategori committed buyer