31665 research outputs found
Sort by
Sifat Fisis dan Mekanis Papan Laminasi Silang Berbahan Baku Pelepah Kelapa Sawit (Elaeis guineensi Jacq.).
Pelepah sawit dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan baku produk
komposit karena mengandung lignoselulosa. Penelitian mengenai pemanfaatan
pelepah sawit sebagai bahan baku industri komposit di Indonesia belum banyak
dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perbedaan jumlah
lapisan dan penyusunan lamina terhadap sifat fisis dan mekanis papan laminasi
silang pelepah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Pelepah sawit dibagi menjadi
3 bagian yakni ujung (U), tengah (T) dan pangkal (P). Nilai kisaran kadar air dan
kerapatan pada penelitian ini adalah (7.03-8.30)% dan (0.86-0.88) g/cm3. Nilai
kisaran pengembangan tebal selama 2 dan 24 jam pada penelitian ini masingmasing
(13.30-28.01)% dan (47.53-63.67)%. Nilai kisaran daya serap air selama 2
dan 24 jam masing-masing (27.15-32.30)% dan (57.10-66.88)%. Kisaran nilai
MOE sejajar serat (16.09-39.47)x103 kg/cm2 dan MOE tegak lurus serat (7.22-
13.68)x103 kg/cm2. Kisaran nilai MOR sejajar serat (0.38-1.45)x103 kg/cm2 dan
MOR tegak lurus serat (0.25-0.78)x103 kg/cm2. Papan dengan jumlah 5 lapis
dengan penyusunan lamina T+PU+PU+PU+T (papan E) adalah papan terbaik
Taikan Massa Air dan Responsnya terhadap Perubahan Iklim Regional di Perairan Aceh
Telah diketahui secara dengan baik bahwa upwelling adalah fenomena permukaan yang digerakkan oleh angin yang sebagian besar terjadi di daerah pantai. Gesekan angin di sepanjang pantai mendorong pembentukan taikan massa air di pesisir. Akibatnya, massa air di seluruh lapisan campuran bergerak menuju lepas pantai, yang tegak lurus dengan arah angin, massa air dingin dengan salinitas tinggi dari lapisan bawah bergerak menuju darat untuk mengisi kekosongan air di termoklin hingga lapisan campuran di permukaan. Pada jarak yang juah selama periode taikan air, dua massa air yang berbeda karakter bertukar secara bersamaan, massa air hangat di permukaan tenggelam ke bawah, secara horisontal disebabkan oleh gesekan Ekman dan massa air dingin di lapisan bawah naik ke permukaan. Pada umumnya, proses taikan massa air membawa nutrisi ke lapisan atas yang selanjutnya meningkatkan produktivitas laut. Karena Perairan Aceh terletak di wilayah laut yang luas di bagian barat laut Benua Maritim Indonesia, daerah ini dianggap sebagai zona taikan air potensial di wilayah Barat dan Barat Laut Pulau Sumatera khususnya selama musim barat. Namun, studi tentang taikan air yang meliputi mekanisme fisis yang terkait dengan interaksi laut atmosfer (misalnya, angin, suhu, salinitas, komponen arus zonal dan meridional, fluks bahang, serta variabilitas iklim) dan mekanisme biologi (seperti nutrisi dan klorofil-a) yang mengatur sistem taikan air di wilayah tersebut belum dilakukan.
Kombinasi pengamatan satelit untuk mendapatkan angin, suhu permukaan laut (SPL), klorofil-a (kl-a), keluaran model numerik tiga dimensi untuk memperoleh sifat fisik air laut seperti suhu, salinitas dan komponen arus, serta ekspedisi laut dilakukan dalam penelitian ini untuk menganalisis mekanisme taikan air di wilayah Samudera Hindia bagian Timur Laut. Data citra satelit berasal dari produk L3 grid. Model hidrodinamika, berdasarkan pendekatan hidrostatik, dibangkitkan oleh pasang surut, densitas, gaya angin, dan gaya-gaya atmosfer lainnya yang terkait dengan fluks bahang. Ekspedisi dilakukan dengan kapal riset Baruna Jaya VIII. Berbagai sirkulasi musiman disajikan untuk menggambarkan pengaruhnya terhadap pembentukan fitur taikan air. Selain itu, keberadaan intensitas taikan air selama episode anomali iklim, misalnya, Indian Ocean Dipole (IOD) dan El Niño dan Osilasi Selatan (ENSO) di mana mekanisme mengalami perubahan juga diuji. Pengamatan jangka panjang sebagai upaya untuk membangun kejadian masa lalu, sekarang, sekaligus proyeksi keadaan di masa mendatang dari taikan air untuk mengungkap dampak perubahan iklim di perairan ini juga dilakukan. Taikan air dilakukan dengan mengidentifikasi sirkulasi umum dan sub-permukaan yang terkait dengan medan temu suhu, vortisitas relatif, dinamika Ekman sebagai indikator taikan air laut dan pengaruh angin serta perbandingan dengan pengamatan di lapangan melalui Buoy RAMA di Samudera
Hindia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gaya atmosfer-laut yang membangkitkan taikan air, untuk mengidentifikasi taikan air termasuk luasan dan evolusinya melalui analisis angin, luaran model laut, SPL dan variabilitas kl-a, untuk mengidentifikasi daerah medan temu suhu yang terkait dengan sirkulasi arus, untuk menemukan hubungan antara variabilitas iklim dan SPL serta kl-a dan angin, respons perubahan iklim pada SPL dan kl-a;, untuk mengidentifikasi gerakan dan evolusi massa air di lapisan campuran dan untuk memproyeksi kondisi taikan air di masa mendatang berbasis skenario emisi gas rumah kaca. Keterbaruan dari penelitian ini adalah menemukan pusat taikan massa air, luasan, dan sinyalnya melalui karakteristik fisik interaksi atmosfer lautan. Taikan massa air sering ditandai secara spasial oleh rotasi siklonik di lapisan permukaan sementara secara vertikal ditunjukkan oleh meningkatnya massa air hangat menuju permukaan. Taikan massa air ditemukan di daerah medan temu suhu di mana sering ditandai dengan pembentukan kolam hangat. Di Samudera Hindia bagian timur Laut, proses ini terdeteksi di lepas pantai utara Aceh selama musim barat, tepatnya pada periode Oktober hingga Maret di musim hujan (terminologi muson) yang meliputi luasan total sebesar 110.032 km2 antara 05⁰-08⁰LU dan 94⁰-97⁰BT. Fitur taikan massa air yang kuat juga ditemukan di Perairan Aceh bagian barat, mencakup luasan sebesar 73.926 km2 pada 4⁰-6⁰LU dan 93⁰-96⁰BT. Pelayaran awal pada tahun 2002 dan kemudian pada tahun 2017 di musim Barat (20 Oktober - 05 November 2002 dan 03-12 Desember 2017) pada periode musim taikan massa air mengungkap potensi taikan massa air di wilayah tersebut. Pada tahun 2002, SPL dan salinitas menggambarkan medan temu suhu dan salinitas tinggi, yang menjelaskan fitur taikan massa air di Perairan Utara Aceh. Di permukaan, daerah yang dicurigai sebagai taikan massa air teridentifikasi oleh suhu yang relatif moderat sekitar 28,5⁰C dengan salinitas 34 psu. Sementara itu, di lapisan bawah permukaan pada kedalaman 150 m, suhu yang relatif lebih hangat sekitar 18⁰C dibanding daerah sekitarnya ditemukan di lokasi taikan massa air. Diindikasikan terjadi adveksi yang kuat. Diagram suhu-salinitas menunjukkan penetrasi massa air dingin dengan salinitas tinggi dari Samudra Hindia di lepas pantai barat laut Aceh. Berdasarkan penampang lintang, singkapan suhu 27⁰C pada stratifikasi vertikal dan medan temu salinitas (struktur lensa-garam) sebagai akibat dari adveksi terdeteksi pada lapisan termoklin di lepas pantai barat laut Aceh dekat perbatasan India dan Indonesia di sepanjang 4,5⁰ -6,5⁰LU dan 94,5⁰BT (Stasiun 25-31). Kondisi serupa terlihat di perairan utara Aceh berdasarkan penampang lintang lepas dan mengarah pantai (Stasiun 23, 17, 11, dan 10) dan barat daya ke timur laut (Stasiun 28, 21, 17, 13, dan 6). Diasum sikan bahwa wilayah yang terletak dari barat laut hingga timur laut Aceh adalah daerah berpotensi terjadinya taikan massa air. Peta arus permukaan pada kedalaman 15 m juga menunjukkan pusaran, yang ditandai oleh rotasi siklonik dengan magnitudo 1 m dt-1 yang menunjukkan wilayah taikan massa air di lepas pantai barat laut Perairan Aceh antara 5,5⁰-7⁰LU dan 94,5⁰-95,5⁰BT. Konvergensi arus dihasilkan oleh pertemuan suhu hangat dari Selat Malaka dengan suhu dingin dari Samudera Hindia.
Pelayaran pada tahun 2017 berfokus di perairan Aceh barat di mana juga wilayah yang dicurigai sebagai daerah taikan massa air sebagaimana disebutkan sebelumnya. Di permukaan, medan temu suhu terdeteksi di Aceh barat antara 3,5⁰-4⁰LU dan 94⁰-96⁰BT. Medan temu suhu ini ditandai dengan salinitas tinggi
sebesar 33-33,5 psu. Indikasi taikan massa air, ditandai dengan naiknya suhu 27⁰C pada stratifikasi termal di kedalaman 50-150 m yang terletak di sepanjang bagian timur laut mengarah ke bagian barat daya (Stasiun 1-3) dengan jarak 75 km. Sementara itu, indikator taikan massa air lain berdasarkan tampilan penampang suhu teridentifikasi di sepanjang Stasiun 6-8. Karakteristik struktur lensa garam dari salinitas di mana salinitas lebih rapat dikelilingi oleh salinitas rendah juga ditemukan di dua daerah yang diduga taikan massa air. Indikasi taikan massa air juga terungkap oleh massa air dingin yang masuk dengan salinitas rapat dari Samudera Hindia. Penampang lintang fluoresensi, yang mencerminkan kl-a, juga menunjukkan konsentrasi tinggi pada daerah taikan massa air. Nutrisi, misalnya, Fosfat, Silikat, Nitrat juga memaparkan konsentrasi spasial yang tinggi di Perairan Aceh bagian barat di sepanjang Stasiun 1-4 dan 5-8.
Secara klimatologis, taikan massa air sebagai akibat dari medan temu suhu, konvergensi arus hangat dan dingin dari Selat Malaka dan Samudra Hindia serta Laut Andaman, ditemukan di Aceh utara, membentang dari timur laut ke barat daya. Kondisi kolam hangat dengan suhu sedang sebesar 29⁰C ditemukan di daerah medan temu suhu yang menggerakkan taikan massa air. Selain itu, rotasi siklonik sebagai akibat dari sistem konvergen, mengkarakterisasi fitur taikan massa air yang terletak dari barat ke timur di sepanjang 6⁰LU. Berdasarkan deskripsi atmosfer dan taikan massa air yang diinduksi oleh lautan, pusat taikan massa air dapat ditentukan seperti yang telah diungkapkan sebelumnya. Hal ini juga konsisten dengan konsentrasi kl-a yang kuat di wilayah tersebut selama musim barat. Tercatat bahwa konsentrasi tinggi kl-a di sepanjang pantai dan di timur dihasilkan melalui masukan nutrisi yang besar dari sungai-sungai besar di daratan dan perairan dangkal. Namun, konsentrasi yang tinggi di timur laut diduga didorong oleh proses taikan massa air itu sendiri. Korelasi moderat antara kl-a dan SPL selama musim barat juga ditemukan di wilayah tersebut.
Menurut analisis dinamika upwelling selama tahun normal 2013 berdasarkan anomali evolusi harian, parameter atmosfer seperti gesekan angin di sepanjang pantai di mana arah angin tegak lurus menuju pantai menguntungkan terhadap pembentukan taikan massa air, dalam kasus Perairan Aceh, komponen angin yang berperan adalah angin zonal negatif, terhadap pembentukan taikan massa air. Selain itu, suhu udara dan radiasi gelombang panjang keluar juga merupakan indikator taikan massa air terutama dalam mengungkap evolusi taikan massa air. Hal ini kemudian diperkuat oleh sinyal indeks taikan massa air yang berasal dari transpor massa Ekman dan kombinasi transpor massa dengan arus geostropik. Berkenaan dengan karakteristik spasial taikan massa air, Ekman Pumping/Suction (kecepatan vertikal) berhasil menentukan luasan taikan massa air di lepas pantai utara Aceh. Dalam hal parameter fisik lautan, salinitas (sedang), arus tegak lurus pantai (komponen arus meridional), tinggi permukaan laut, dan kedalaman lapisan campuran (kondisi ke bawah) adalah indikator lain untuk menilai pembentukan taikan massa air terutama pada awal masuk musim taikan. Mengenai pemetaan spasial, taikan massa air yang digerakkan medan temu suhu dijelaskan dengan baik dengan mengidentifikasi konvergensi arus hangat dan dingin. Kolam hangat dihasilkan melalui mekanisme tersebut. Pusaran, sirkulasi siklonik, juga ditemukan di wilayah tersebut. Sebagai akibat dari vortisitas yang kuat, massa air naik dan taikan terbentuk. Terlepas dari konsentrasi tinggi kl-a, ikan komersial, misalnya, Tuna sirip kuning, Marlin hitam juga berlimpah
mencapai produksi sebesar 517-8491 dan 52-71 ton, masing-masing selama musim taikan massa air pada bulan Februari di daerah Perairan Aceh pada 6⁰LU dan 95⁰BT. Variabilitas semi-tahunan dan antar-tahunan disebabkan oleh sirkulasi monsun dan El Niño / La Niña. Perubahan iklim melalui skenario gas rumah kaca , masing-masing berdampak terhadap pengurangan dan melemahnya luasan taikan massa air dan gesekan angin di masa depan. Oleh kareananya Diperlukan mitigasi yang tepat untuk mengatasi dampak perubahan iklim.
Dengan mengenali banyak daerah taikan air, potensi sumber daya kelautan dan perikanan dapat dioptimalkan dengan baik dan dilestarikan untuk kesejahteraan rakyat Aceh pada umumnya dan nelayan tradisional Aceh pada khususnya. Penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas perikanan melalui efisiensi bahan bakar untuk meningkatkan tangkapan ikan; untuk improvisasi kebijakan dan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan; potensi sumber daya perikanan terpetakan dengan baik; untuk memberikan pemahaman awal tentang karakteristik fisik yang mengarah ke mekanisme taikan air di perairan Aceh
Pengaruh E-Commerce Pertanian Terhadap Perubahan Struktur Petani
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi melalui jaringan internet telah membawa perubahan bentuk interaksi antar manusia baik interaksi secara personal maupun interaksi secara sosial. Perubahan tersebut meliputi berbagai bidang, termasuk dalam hal perdagangan yang dalam beberapa tahun terakhir telah memanfaatkan jaringan internet dan teknologi informasi lainnya untuk memudahkan akses pasar, penyediaan barang dan distribusi. Pengaruh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi melalui jaringan internet juga dirasakan oleh komunitas petani. Manfaat yang dapat diperoleh oleh petani dari perkembangan internet dan teknologi informasi antara lain kemudahan dalam mengakses berbagai informasi dan juga terbukanya jaringan untuk memperoleh sarana usahatani, pemasaran hasil pertanian (e-commerce) dan hasil pekerjaan non-pertanian yang diusahakan didalam desa, seperti hasil kerajinan ruamah tangga. Berbagai kemudahan dan peluang yang bisa dimanfaatkan oleh petani untuk memasarkan produknya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan pada akhirnya mendorong perubahan struktur petani dari petani kecil ke petani menengah, atau dari petani menengah ke petani pengusaha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-commerce pertanian mampu meningkatkan pendapatan petani. Namun peningkatan pendapatan yang diperoleh oleh petani tidak terlalu besar dibanding bila petani menjual hasil pertaniannya melalui pedagang pengumpul desa atau tengkulak. Pada petani padi selisih keuntungannya hanya berkisar antara 5% sampai 10%. Sedangkan pada petani hortikultura sayuran bisa mencapai 30%.
Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan salah satu media yang dapat membantu transformasi petani. Namun permasalahan TIK dikembangkan tanpa mengenal pengorganisasian sosial petani. Selain itu, hasil analisis penelitian menunjukkan pentingnya memahami proses rantai pasok produk hasil pertanian, sehingga dapat memanfaatkan e-commerce denga baik. Saat ini, TIK masih dikembangkan dengan menguatkan akan dinamika struktur masyarakat yang meminggirkan petani. Akibatnya TIK memang meningkatkan pendapatan petani tetapi tidak mampu mendorong transformasi petani secara struktural
Strategi Pengembangan Usaha Sapi Pedaging Kelompok Ternak Berkah Usaha di Desa Blungun Kecamatan Jepon Kabupaten Blora.
Kelompok ternak Berkah Usaha pada awal berdirinya memiliki dua jenis
usaha ternak yaitu sapi dan domba. Namun saat ini fokus kelompok Berkah Usaha
hanya pada penggemukan sapi saja. Meski demikian, pengembangan usaha ternak
sapi di kelompok ini masih diperlukan untuk memenuhi permintaan daging sapi
yang meningkat tiap tahunnya. Pengembangan usaha ternak ini sejalan dengan
program pemerintah Kabupaten Blora yaitu menjadikan daerah ini sebagai sentra
peternakan sapi. Penelitian ini bertujuan memformulasikan strategi pengembangan
usaha ternak sapi pada kelompok Berkah Usaha dengan mengidentifikasi faktor
kunci utama eksternal dan internal. Responden yang digunakan yaitu empat
narasumber kunci untuk mengidentifikasi lingkungan usaha kelompok dan
merumuskan strategi. Metode analisis yang digunakan yaitu matriks IFE, EFE, IE,
SWOT dan QSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kunci utama internal
kelompok yaitu usaha pakan ternak dan bakalan sapi yang berkualitas sedangkan
faktor kunci utama eksternal yaitu kebijakan pemerintah dan perubahan cuaca.
Hasil penelitian juga menunjukkan ada enam rumusan alternatif strategi
pengembangan usaha, dengan prioritas utamanya yaitu mengoptimalkan kerjasama
dengan pemerintah Blora dalam pengadaan bakalan sapi berkualitas
Rancang Bangun Aplikasi Penyedia Jasa dalam Sistem Jasa Alsintan Terpadu Online Berbasis Android.
Gencarnya upaya pemerintah menerapkan mekanisasi pertanian dengan
banyaknya bantuan alsintan yang diberikan beberapa tahun terakhir dan terus
berkurangnya tenaga kerja karena rendahnya ketertarikan generasi muda untuk
bekerja kasar di bidang pertanian semakin menggiatkan usaha penyedia jasa
alsintan untuk berkembang. Salah satu upaya untuk membantu mempercepat
penerapan mekanisasi pertanian dan mengefektifkan kegiatan penyediaan jasa
alsintan adalah dengan pembuatan sistem jasa alsintan terpadu online berbasis
Android. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem jasa alsintan terpadu
online berbasis Android untuk penyedia jasa alsintan. Penelitian dilakukan dengan
metode System Development Life Cycle (SDLC) yang terdiri dari investigasi,
analisis sistem, desain sistem, implementasi sistem, dan instalasi dan pengujian.
Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi Android untuk penyedia jasa
alsintan sebesar 3,98 MiB berjalan dengan koneksi internet yang berisi fungsi
pengelolaan data alsintan yang dimiliki, pengelolaan pesanan dan penjadwalan
jasa alsintan, dan penyimpanan data detail pesanan (lokasi, waktu, dan data
kondisi lahan pendukung). Hasil pengujian aplikasi dapat berjalan dengan baik
pada sistem operasi Android 5.0 (Lollipop), 6.0.1 (Marshmallow), 7.0 (Nougat),
dan 8.1.0 (Oreo)
Indeks Glikemik dan Aktivitas Antioksidan Nasi Adan Hitam (Oryza sativa L. indica) dengan Variasi Metode Pengolahan
Pengaturan konsumsi makanan pokok dengan mempertimbangkan indeks glikemik dan kandungan antioksidannya dianjurkan untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Beras umumnya dimasak dengan beberapa metode sederhana, seperti dikukus dan diaron. Jenis pengolahan dapat mempengaruhi indeks glikemik serta aktivitas antioksidan nasi Adan Hitam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai indeks glikemik dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada nasi Adan Hitam dengan variasi metode pengolahan. Metode yang dilakukan antara lain analisis proksimat, yaitu kadar air, abu, protein, lemak, dan serat, analisis kadar amilosa, indeks glikemik, serta aktivitas antioksidan. Nasi Adan hitam aron dan kukus tergolong sebagai beras amilosa tinggi dengan kadar sebesar 32% dan 28%. Hasil pengujian menunjukkan indeks glikemik nasi Adan Hitam aron dan kukus masing-masing sebesar 63 dan 69. Nilai keduanya diketahui tidak berbeda nyata (p>0.05) serta tergolong sebagai pangan dengan indeks glikemik sedang. Nasi Adan Hitam aron memiliki kapasitas antioksidan setara dengan 7.42 mg vitamin C/100 g nasi, nasi Adan Hitam kukus memiliki kapasitas antioksidan setara dengan 2.77 mg vitamin C/100 g nasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 nasi Adan Hitam aron sebesar 4.80 x 10-5* mg/mL dan nasi Adan Hitam kukus sebesar 7.34 x 10-5 mg/mL
Peran Lembaga Adat dalam Pelestarian Budaya Masyarakat Adat Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya
Melestarikan budaya menjadi aspek penting dalam kehidupan masyarakat adat
karena masyarakat adat identik dengan gaya hidup yang masih berpedoman pada adat
istiadat setempat. Proses pelestarian budaya pada masyarakat adat tidak terlepas dari
peran penting lembaga adat. Peran lembaga adat tersebut berpotensi untuk menentukan
perilaku masyarakat adat dalam melakukan tradisi adatnya atau tidak. Tujuan penelitian
ini adalah menganalisis pengaruh peran lembaga adat terhadap pelestarian budaya
dengan menggunakan karakteristik individu yaitu usia responden sebagai variabel
kontrol. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan responden sebanyak 60
orang masyarakat Kampung Naga. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara
mendalam kepada sesepuh adat, pemandu wisata, dan ketua RT Kampung Naga.
Analisis data penelitian menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa dengan karakteristik individu yaitu usia responden sebagai variabel kontrol,
lembaga adat berpengaruh signifikan terhadap pelestarian budaya masyarakat adat
Kampung Naga yang ditinjau dari segi pola bersikap, pola kelakuan, dan pola
kebendaan
Hubungan Partisipasi Petani Dalam Pertanian Organik Dengan Taraf Hidup (Kasus: Kelurahan Beji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri)
Pengembangan sektor ekonomi domestik diharapkan mampu meningkatkan kedaulatan
pangan di Indonesia. Salah satu sasaran dari peningkatan kedaulatan pangan yaitu
pengembangan 1000 Desa Pertanian Organik. Pengembangan 1000 Desa Pertanian
Organik tidak akan berjalan dengan baik jika tidak adanya partisipasi petani yang
beralih ke sistem pertanian organik. Tujuan dari penulisan ini adalah mengidentifikasi
hubungan partisipasi dengan taraf hidup setelah mengikuti kegiatan pertanian organik.
Metode penelitian yang digunakan untuk menggali fakta, data, dan informasi dalam
penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil
penelitian ini menemukan bahwa petani berpartisipasi dalam pertanian organik. Namun
dari segi taraf hidup setelah berpartisipasi dalam pertanian organik belum menunjukkan
peningkatan taraf hidup yang signifikan dari hasil pertanian organik
Penerapan Metode Random Forest dalam Menentukan Status Istitaah Kesehatan Jemaah Haji (Studi Kasus: Jemaah Haji di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta).
Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia.
Ibadah haji merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan umat Islam yang telah
memenuhi syarat istitaah, baik secara finansial, fisik, maupun mental. Istitaah
kesehatan jemaah haji adalah kemampuan kesehatan jemaah haji untuk melakukan
serangkaian ibadah haji. Mobilitas jemaah haji yang tinggi saat melaksanakan
serangkaian ibadah haji dan keadaan cuaca yang ekstrim di Arab Saudi
memerlukan kesiapan fisik dan mental jemaah haji. Pemerintah melakukan
pemeriksaan dan pembinaan kesehatan jemaah haji untuk memastikan kesiapan
tersebut. Pemeriksaan kesehatan jemaah haji menghasilkan status istitaah
kesehatan jemaah haji, yaitu status istitaah kesehatan jemaah haji memenuhi
syarat dan memenuhi syarat dengan pendampingan. Penelitian ini ingin
mengetahui faktor yang berperan penting dalam penentuan status istitaah
kesehatan jemaah haji menggunakan metode random forest. Data yang digunakan
adalah data jemaah haji tahun 2013 2019 yang terdaftar di Puskesmas Plered,
Kabupaten Purwakarta. Metode random forest menghasilkan nilai rata-rata
akurasi, area under curve (AUC), sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Hal
tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode random forest pada data
memberikan kinerja yang baik. Penerapan random forest menghasilkan empat
faktor penting yang menentukan status istitaah kesehatan jemaah haji di
Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta yaitu (1) kadar kolesterol total, (2) usia
jemaah haji, (3) kadar trigliserida dan (4) tekanan darah jemaah haji
Nilai LC50 Ekstrak dan Fraksi Daun Sirih Merah (Piper crocatum) dan Pemurnian Fraksi Etil Asetat dengan Kromatografi Lapis Tipis.
Ekstrak dan fraksi daun sirih merah (Piper crocatum) diketahui memiliki
senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan tinggi dan juga memiliki potensi
sebagai antitumor. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi toksisitas dari ekstrak
etanol 70%, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air daun sirih merah serta
memurnikan fraksi etil asetat daun sirih merah. Ekstraksi dilakukan dengan cara
maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian difraksinasi menggunakan tiga
pelarut berdasarkan tingkat kepolarannya, yaitu n-heksana, etil asetat, dan air. Uji
toksisitas dievaluasi dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).
Pemurnian fraksi etil asetat dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis Preparatif
dengan fase diam pelat silika gel dan fase gerak kloroform:etil asetat (8:2).
Berdasarkan hasil penelitian, fraksi n-heksana memiliki toksisitas tertinggi dengan
nilai LC50 289.23 ppm dan pemurnian fraksi etil asetat dengan eluen
kloroform:etil asetat (8:2) mendapatkan 3 fraksi dengan noda tunggal pada sinar
UV 254 nm dan 1 fraksi dengan dua noda pada sinar UV 254 dan 366 nm