31665 research outputs found
Sort by
Implementasi Breadth-First Search Paralel untuk Memprediksi Drug-Target Interaction dalam Graf Tanaman-Penyakit
Pengembangan obat baru untuk penyakit degeneratif membutuhkan biaya yang besar. Obat yang dikembangkan memiliki resiko yang dapat menimbulkan efek samping sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menjamin keamanannya. Strategi drug repurposing dapat digunakan untuk meminimalkan biaya, efek samping, dan waktu yang dibutuhkan dalam pengembangan obat. Salah satu pendekatan dari drug repurposing adalah pendekatan berbasis target yang dapat digunakan untuk mencari kemiripan senyawa-protein dan memprediksi drug-target interaction (DTI). Penelitian ini menggunakan algoritme breadth-first search (BFS) untuk menelusuri graf tanaman-penyakit dan memprediksi kemungkinan DTI. BFS diimplementasikan secara sekuensial dan paralel. Implementasi dari algoritme paralel menghasilkan waktu eksekusi sebesar 46.299 detik dengan speed-up sebesar 51.33 kali ketika menggunakan parameter thread size 4
Konsumsi Pangan Sumber Prebiotik, Probiotik, Asupan Serat, dan Cairan serta Kaitannya dengan Gejala Gangguan Pencernaan.
Gangguan pencernaan dapat mempengaruhi status gizi. Prebiotik, probiotik, serta asupan serat dan cairan dalam jumlah cukup berperan dalam pemeliharaan fungsi pencernaan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsumsi pangan sumber prebiotik, probiotik, asupan serat, dan cairan serta kaitannya dengan gejala gangguan pencernaan pada masyarakat di Desa Cibanteng dan Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Data yang dikumpulkan berupa data karakteristik individu, status gizi, pengetahuan gizi, konsumsi pangan, dan gejala gangguan pencernaan. Rata-rata asupan serat subjek adalah 6.7 ± 3.8 gram. Sebanyak 36.7% subjek memiliki asupan cairan defisit. Semua subjek mengonsumsi beberapa jenis pangan sumber prebiotik dan probiotik dalam makaanan yang dikonsumsi sehari-hari, namun subjek yang secara khusus rutin mengonsumsi produk minuman probiotik hanya sebanyak 6.7%. Subjek yang mengalami gejala reflux adalah sebanyak 16.7%, gejala abdominal pain sebanyak 53.3%, gejala indigestion sebanyak 80%, gejala constipation sebanyak 46,7%, dan gejala diarrhea sebanyak 36.7% dengan tingkat keparahan ringan, sedang, dan berat. Konsumsi pangan probiotik, prebiotik, asupan serat, dan asupan cairan tidak memiliki keterkaitan yang signifikan (p>0.05) dengan gejala gangguan pencernaan yang dialami subjek, hal ini dikarenakan adanya faktor risiko lain yang dapat menyebabkan timbulnya gejala gangguan pencernaan subjek serta adanya faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja dari prebiotik dan probiotik
Strategi Pemasaran Produk Edible Coating PT Berkah Inovasi Kreatif Indonesia, Bogor Jawa Barat
PT Berkah Inovasi Kreatif Indonesia (PT BIKI) merupakan sebuah perusahaan yang menghasilkan produk inovasi berupa edible coating dari chitosan. Sebuah perusahaan harus memiliki strategi pemasaran yang tepat agar produk dapat diterima oleh konsumen potensialnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan alternatif strategi pemasaran dan menentukan prioritas strategi yang dapat dijalankan oleh PT BIKI. Penelitian ini menggunakan analisis matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, matriks SWOT dan QSPM. Berdasarkan analisis matriks IFE didapatkan faktor kekuatan dan kelemahan utama, sedangkan pada analisis matriks EFE didapatkan faktor peluang dan ancaman utama PT BIKI. Berdasarkan skor matriks IE, perusahaan berada pada posisi sel II yang berarti strategi yang dapat diterapkan adalah strategi bertumbuh dan membangun. Analisis matriks SWOT didapatkan enam alternatif strategi. Berdasarkan analisis QSPM didapatkan prioritas strategi utama yaitu berkerjasama dengan koperasi Kontak Bisnis Hortikultura Indonesia (KBHI) untuk memperkenalkan dan memasarkan produk edibel coating, dengan total skor daya ketertarikan (STAS) sebesar 6.957
Analisis Kelayakan Konversi Tanaman Kopi Robusta Menjadi Kopi Arabika di Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor.
Tanaman kopi adalah salah satu komoditi unggulan di Desa Sukawangi.
Desa Sukawangi terletak di ketinggian 1.200 mdpl dimana lahan tersebut
merupakan habitat pertumbuhan kopi arabika. Namun dikarenakan pengetahuan
budidaya kopi yang kurang, petani setempat menanam kopi robusta dan
pertumbuhannya tidak maksimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1)
Menganalisis kelayakan konversi tanaman perkebunan kopi robusta menjadi kopi
arabika berdasarkan aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, dan aspek sosial
dan lingkungan; (2) Menganalisis kelayakan konversi tanaman perkebunan kopi
robusta menjadi kopi arabika berdasarkan aspek finansial; (3) Menganalisis
sensitivitas kelayakan usahatani akibat perubahan tanaman perkebunan kopi
robusta menjadi kopi arabika. Metode yang digunakan untuk aspek non finansial
yaitu analisis deskriptif, sedangkan untuk analisis finansial menggunakan metode
Cost Benefit Analysis. Analisis sensitivitas untuk melihat kelayakan kedua kopi
tersebut jika terjadi perubahan seperti penurunan produksi atau kenaikan upah
tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi arabika layak untuk
menggantikan kopi robusta jika dilihat dari aspek non finansial terutama pada
aspek pasar dikarenakan jumlah permintaan yang lebih banyak dari kopi robusta.
Kopi arabika juga layak menggantikan kopi robusta jika dilihat dari aspek
finansial dengan melihat nilai NPV, IRR, dan Net B/C yang lebih besar dari kopi
robusta. Usahatani kopi arabika menghasilkan NPV bernilai positif yaitu sebesar
Rp 176.268.349, IRR sebesar 47 persen, dan Net B/C ratio sebesar 11,1.
Sedangkan, usahatani kopi robusta menghasilkan NPV bernilai positif yaitu
sebesar Rp 140.059.780, IRR 26 persen, dan Net B/C ratio sebesar 6,62. Pada
analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usahatani kopi robusta dan arabika masih
dapat layak untuk dilaksanakan
Jenis, Penyebaran, dan Kandungan Nutrisi Pakan Anoa (Bubalus sp.) di Taman Nasional Gandang Dewata, Sulawesi Barat
Anoa (Bubalus sp.) merupakan satwa endemik pulau Sulawesi dan dilindungi Pemerintah Indonesia melalui Permenlhk Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018. Habitat anoa semakin berkurang dikarenakan perburuan dan konversi habitat pakannya. Berkurangnya habitat ini secara tidak langsung mempengaruhi ketersediaan pakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pakan, sebaran pakan, dan kandungan nutrisi pakan anoa. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung serta analisis vegetasi yang diletakkan secara purposive berdasarkan penemuan jejak anoa. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 27 jenis tumbuhan dari 19 famili yang merupakan pakan anoa. Pola sebaran pakan anoa yang dihasilkan cenderung mengelompok. Sebaran mengelompok teramati pada 12 jenis pakan, sedangkan sebaran acak 4 jenis. Tumbuhan yang teridentifikasi sebagai pakan anoa kemudian dianalisis kandungan nutrisi pakan. Kadar air tertinggi terdapat pada jenis Ficus trichocarpa. Kadar abu dan protein kasar tertinggi pada jenis Elatostema lineolatum. Kandungan lemak kasar tertinggi pada jenis Pronephrium triphyllum, dan serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen tertinggi pada jenis Carex perakensis
Debrominasi Difenil Eter Terpolibrominasi serta Isolasi dan Elusidasi Theonellapeptolide Id dari Spons Laut Theonella swinhoei.
Pencarian senyawa aktif dapat difokuskan pada eksplorasi reaksi kimia dan isolasi dari sumber hayati laut untuk bahan obat baru. Penelitian ini bertujuan memodifikasi senyawa mayor 2,3,4,5-tetrabromo-6-(3,5-dibromo-2-hidroksifenoksi)fenol 1 melalui reaksi debrominasi, serta mengisolasi dan mengelusidasi struktur molekul aktif spons laut Theonella swinhoei asal Sulawesi Selatan. Berdasarkan elusidasi resonansi magnetik inti (NMR) proton (1H), produk reaksi debrominasi didapatkan sebagai senyawa 4 dan senyawa campuran 5−6 (nisbah 1:1) dengan rendemen masing-masing 1.95%. Lapisan etil asetat (EtOAc) T. swinhoei (5.8924 g) memiliki sitotoksik ampuh terhadap sel kanker MCF-7. Fraksionasi lapisan EtOAc menghasilkan 16 fraksi A−P. Rekristalisasi fraksi G menghasilkan senyawa 7 (36.9 mg) yang dielusidasi sebagai theonellapeptolide Id (C70H125O16N13) berdasarkan data gabungan spektroskopi massa resolusi tinggi dan NMR multidimensi. Berdasarkan pustaka, senyawa 7 dianggap sebagai senyawa sitotoksik yang baik terhadap berbagai sel kanker
Mutu Fisik dan Teknik Pematahan Dormansi Benih Kayu Kuku (Pericopsis mooniana (Thw.) Thw.).
Perbanyakan bibit kayu kuku secara generatif memiliki hambatan karena benihnya memiliki dormansi mekanik. Tujuan penelitian ini adalah (1) memerinci mutu fisik benih dan (2) memilih teknik pematahan dormansi benih yang tepat untuk kayu kuku. Mutu fisik benih kayu kuku yang diuji adalah berat 1 000 butir dan kadar air benih. Teknik pematahan dormansi benih kayu kuku yang digunakan adalah (1) kontrol, (2) skarifikasi menggunakan gunting kuku, dan (3) perendaman air panas sampai dingin selama 48 jam. Buah kayu kuku berbentuk polong, dalam 1 polong terdapat 1-6 butir benih. Dalam 1 kg berat benih kayu kuku terdapat ±4 000 butir benih. Kadar air benih kayu kuku dari buah yang telah masak secara fisiologis sebesar 7.62%. Perlakuan pematahan dormansi dapat menghasilkan perkecambahan benih kayu kuku sebesar 60%. Pematahan dormansi dengan cara skarifikasi dapat meningkatkan jumlah benih kayu kuku yang berkecambah dalam waktu singkat. Pematahan dormansi dengan cara perendaman air panas sampai dingin selama 48 jam menghasilkan perkecambahan yang tidak serempak. Teknik pematahan dormansi benih dengan cara skarifikasi sangat tepat digunakan untuk mematahkan dormansi benih kayu kuku
Analisis Biomekanik pada Kegiatan Pemungutan Getah Pinus di KPH Sukabumi.
Kegiatan pemungutan getah pinus mempunyai risiko gangguan
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seperti tingginya kontraksi pada otot yang
memerlukan tenaga yang tinggi serta kondisi lingkungan yang sulit sehingga
memerlukan usaha fisik yang berat dan seringkali melebihi batas kapasitas kerja.
Postur tubuh yang ekstrem dipilih berdasarkan hasil analisis Range of Motion
(ROM) kemudian dilanjutkan dengan analisis biomekanik dengan Software
3DSSPP versi 7. Kegiatan pemungutan getah pinus mencakup berbagai kegiatan
penanganan manual material handling yang dilakukan secara berulang dan postur
tubuh yang dianalisis didominasi oleh postur tubuh membungkuk. Aktivitas
tersebut dilaporkan dapat memicu tekanan berlebih pada ruas tulang belakang
pada bagian Lumbar 5 Sacrum 1 (L5/S1) dan tanpa disadari dapat menyebabkan
gangguan otot pada segmen tubuh tertentu. Analisa dari Software 3DSSPP
meliputi analisa L5/S1, strength percent capable, dan standing balance (stabilitas
tubuh). Postur tubuh yang dianalisis menghasilkan gaya tekan pada L5/S1 di
bawah batas gaya angkat normal (3400 Newton), sehingga tidak perlu adanya
perbaikan postur karena postur tubuh pekerja pemungutan getah pinus masih
tergolong aman
Hubungan Karakteristik Wirausaha dengan Kinerja Usahatani Manggis (Studi Kasus: Kelompok Tani Karya Mekar Desa Karacak Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor).
Indonesia perlahan-lahan mulai berbenah diri dari berbagai sektor kehidupan, khususnya sektor pertanian. Wirausaha memiliki peran penting dalam pengembangan sektor pertanian, salah satunya melalui Kelompok Tani. Kelompok Tani Manggis Karya Mekar Desa Karacak merupakan salah satu kelompok tani tertua di Kabupaten Bogor. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan karakter wirausaha dengan kinerja usaha petani manggis. Karakteristik wirausaha yang digunakan dalam penelitian ini meliputi percaya diri, berorientasi hasil, pengambil risiko, kepemimpinan, keorisinilan, dan berorientasi masa depan. Kinerja usaha petani manggis yang diukur menggunakan omzet. Alat analisis yang digunakan yaitu korelasi Rank Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik percaya diri, keorisinilan, dan berorientasi masa depan memiliki nilai positif dan berkorelasi signifikan terhadap omzet
Model Prediksi Temporal Polutan CO dan CO2 Menggunakan Long Short Term Memory.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menyebabkan polusi kabut
asap di kawasan Asia Tenggara. Hal ini mengakibatkan kualitas udara di sekitar
lokasi karhutla menjadi tiga kali lipat dari tingkat berbahaya untuk kesehatan
hingga melampaui angka 1000 pada Indeks Standar Polutan (ISP). Penelitian ini
bertujuan untuk membuat model prediksi data konsentrasi CO dan CO2 dari
karhutla dengan metode Long Short Term Memory Recurrent Neural Network. Data
yang digunakan pada penelitian ini adalah data hasil simulasi HYSPLIT dengan
input data titik panas Sumatra pada tahun 2019 dan data meteorologi pada tahun
2019. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu pengumpulan data,
seleksi data titik panas, simulasi dispersi, penggabungan data, praproses data,
pembagian data, pembuatan model prediksi konsentrasi polutan CO dan CO2, dan
evaluasi model dengan RMSE dan R. Penelitian ini menghasilkan model prediksi
polutan CO yang memiliki nilai R dan RMSE terbaik sebesar 0.156977610 dan
2.882038 × 10-8. Sedangkan untuk model prediksi polutan CO2 memiliki nilai R
dan RMSE terbaik sebesar 0.6164270 dan 1.815969 × 10-6