Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Analisis Efisiensi Tataniaga Bawang Merah di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

    No full text
    Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan Indonesia. Kabupaten Brebes adalah sentra produksi bawang merah terbesar di Jawa Tengah. Harga bawang merah yang fluktuatif dan selisih harga yang cukup besar antara harga di tingkat petani dengan harga yang dibayar konsumen membuat farmer’s share yang diterima petani kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran, lembaga, fungsi tataniaga, serta efisiensi operasional dan harga dari tataniaga bawang merah di Kecamatan Wanasari. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi, wawancara serta data pendukung dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga saluran tataniaga yang melakukan setiap fungsi tataniaga. Secara operasional, sistem tataniaga belum efisien karena ketidakmerataan marjin dan keuntungan, namun berdasarkan perhitungan kuantitatif saluran III merupakan saluran yang paling efisien dengan marjin Rp4 250 per kg dan farmer’s share 71.67 persen. Sistem tataniaga sudah efisien secara harga dilihat dari adanya integrasi vertikal antara harga di tingkat petani dan di tingkat pedagang grosir Pasar Induk Kramat Jati

    Emisi Metana, Pertumbuhan Padi dan Keragaman Bakeri pada Aplikasi Bakteri Metanotrof di Sawah Tadah Hujan

    No full text
    Beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu daerah penghasil beras di NTT adalah Kabupaten Kupang dengan tipe sawah tadah hujan. Lahan sawah diketahui menjadi sumber antropogenik utama emisi metana sebagai gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Pendekatan mitigasi emisi metana pada penelitian ini adalah menggunakan bakeri metanotrof. Beberapa isolat bakteri metanotrof berhasil diisolasi dari lahan sawah di Sukabumi dan Bogor, serta diketahui dapat mengoksidasi metana. Isolat Methylocystis rosea BGM 1 dan Methylobacter sp. SKM 14 diketahui mempuyai gen pmoA sedangkan isolat Methylococcus capsulatus BGM 9 mempuyai gen mmoX. Isolat Methylocystis palvus BGM 3 dan M. capsulatus BGM 9 diketahui memiliki gen nifH dan nifD yang berperan dalam penambatan N2. Pemupukan juga diketahui berdampak pada keragaman bakteri. Pada penelitian ini dilakukan analisis keragaman bekteri menggunakan teknik Deanaturing Gradient Gel Eltrophoresis (DGGE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi bakteri metanotrof pada emisi metana di sawah tadah hujan, pengaruhnya terhadap pertumbuhan padi, serta mempelajari keragaman bakteri berdasarkan aplikasi pupuk tersebut. Penelitian ini diawali dengan peremajaan kultur bakteri BGM 1, BGM 3, BGM 9 dan SKM 14. Selanjutnya dilakukan produksi kultur dan aplikasi di sawah tadah hujan. Perlakuan terdiri dari: (1) NPK 100% (P1), (2) NPK 50% (P2), (3) tanpa pemberian pupuk (P3), (4) NPK 100%+Metanotrof (P4), (5) NPK 50%+Metanotrof (P5), dan (6) Metanotrof (P6). Pengamatan pertumbuhan padi meliputi (1) pertumbuhan vegetatif pada 30, 60 dan 90 HST: tinggi tanaman dan jumlah anakan tiap rumpun; (2) parameter panen meliputi: jumlah malai tiap rumpun, jumlah anakan produktif, butir hampa, bobot 1000 butir, dan ubinan. Pengambilan contoh gas menggunakan sungkup berbentuk kotak yang dilakukan pada 30, 60 dan 90 HST. Analisis DGGE dilakukan pada setiap sampel tanah dari setiap HST. Data disajikan dalam bentuk dendogram dan pohon filogenetik. Hasil pengukuran flux metana menunjukkan pemberian bakteri metanotrof dapat menurunkan emisi metana pada perlakuan NPK 100% + metanotrof (P4) (30 HST) dan perlakuan NPK 50% + metanotrof (P5) (60 HST), masing-masing -6.27 mg/m2/hari dan -23.87 mg/m2/hari. Aplikasi bakteri metanotrof juga meningkatkan produksi padi pada perlakuan NPK 50% + metanotrof (P5) sebesar 7.0 ton/ha lebih tinggi dibandingkan kontrol tanpa NPK (P3) sebesar 4.9 ton/ha. Studi keragaman bakteri bedasarakan gen 16S rRNA menunjukkan genus proteobacteria mendominasi habitat yang terdiri dari kelas gammaproteobacteria, alfaproteobacteria dan deltaproteobacteria

    Referensi Awal DNA Barcode pada Famili Anacardiaceae

    No full text
    Anacardiaceae merupakan salah satu famili penting di Indonesia yang keberadaan sumberdaya genetiknya mulai terancam akibat dari kerusakan alam, namun identifikasi jenis secara molekuler pada famili tersebut belum menyeluruh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan penanda genetik yang sesuai dan efektif dalam mengidentifikasi famili Anacardiaceae dengan metode DNA barcoding. Penanda genetik yang digunakan adalah penanda tunggal yaitu matK dan rbcL, serta penanda kombinasi matK+rbcL. Penelitian ini menggunakan data EFForTS sebanyak 28 sampel dengan penanda matK dan 31 sampel menggunakan penanda rbcL. Selain itu juga ditambahkan data dari Genbank sebanyak 24 sampel dengan penanda matK dan 19 sampel dengan penanda rbcL. Akurasi identifikasi pada tingkat spesies tertinggi dengan penanda matK yaitu sebesar 28.57%, sedangkan rbcL sebesar 22.58%, dan matK+rbcL sebesar 19.23%. Dalam penelitian ini, penanda matK, rbcL, dan matK+rbcL tidak dapat membentuk barcoding gap yang jelas, namun hasil t-test menunjukkan bahwa intraspesifik dan interspesifik dengan kedua penanda tersebut berbeda secara signifikan. Penanda matK dan rbcL berhasil membentuk grup-grup monofiletik dalam pohon filogeni untuk masing-masing spesies

    Kajian Evaluasi Metode Ridge Kekar untuk Data yang Mengandung Pencilan dan Multikolinieritas

    No full text
    Pada regresi linier, Metode Kuadrat Terkecil (MKT) merupakan penduga parameter yang paling populer. Namun, MKT bersifat tidak kekar ketika dalam data terdapat pencilan, karena dapat menyebabkan penduga MKT menjadi bias. Masalah serius lainnya dalam menduga parameter model regresi berganda adalah adanya multikolinieritas. Adanya multikolinieritas mengakibatkan penduga koefisien regresi yang diperoleh dari MKT akan menghasilkan ragam penduga yang besar, meskipun tetap tidak bias. Masalah multikolinieritas dan adanya pencilan bisa terjadi secara bersamaan dalam satu set data. Seperti pada bidang kemometrik, pertanian, makroekonomi, dan lain sebagainya. Maka sangat penting untuk mengombinasikan metode-metode pendugaan yang dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu metode untuk mengatasi kedua masalah tersebut adalah Ridge kekar yang sangat berguna ketika diasumsikan bahwa semua koefisien regresi memiliki kepentingan yang sama dan bisa memboboti pencilan. Penelitian ini mengkaji metode Ridge kekar berdasarkan penduga M, S, dan MM untuk mengatasi pencilan dan multikolinieritas dalam satu set data. Kajian metode ini dilakukan pada data simulasi dengan berbagai proporsi pencilan dan skenario korelasi antar peubah bebas, kemudian diaplikasikan pada data angkatan kerja Indonesia. Mean Square Error (MSE), bias relatif mutlak, dan VIF (Variance Inflation Factor) digunakan sebagai kriteria untuk menjelaskan kebaikan dari penduga tersebut. Hasil kajian terhadap data simulasi menujukkan secara umum metode Ridge kekar (Ridge M, Ridge S, Ridge MM) dengan ��������=0 baik dalam melakukan pendugaan parameter regresi pada data yang mengandung pencilan. Metode Ridge dengan ��������=0.015 baik dalam menduga parameter regresi pada data yang terdapat masalah multikolinieritas. Sedangkan pada data yang mengandung kedua masalah tersebut (pencilan dan multikolinieritas), metode terbaik dalam melakukan pendugaan parameter regresi adalah Ridge kekar (Ridge M, Ridge S, Ridge MM) dengan ��������=0.015. Pada data angkatan kerja Indonesia, metode terbaik adalah Ridge M

    Analisis Kemiringan Lereng Berdasarkan Hasil Drone serta DEM ASTER di Dusun Ngantru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

    No full text
    Peta topografi dapat digunakan sebagai informasi tentang kondisi topografi untuk merancang sistem irigasi. Salah satu teknologi untuk melakukan pemetaan adalah drone. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi klasifikasi lereng berdasarkan hasil DEM dari drone dengan koreksi GPS RTK terhadap DEM ASTER untuk pembuatan peta topografi. Penelitian dilakukan di Dusun Ngantru, Kabupaten Bojonegoro. Hasil citra drone yang telah dikoreksi dengan hasil GPS RTK diolah menggunakan agisoft photoscanner dan quick terrain modeler. Setelah didapatkan data dari citra drone lalu dibandingkan dengan data DEM ASTER menggunakan analisis statistika. Nilai R2 terbesar yaitu hubungan antara data tanpa koreksi terhadap data lapang adalah 0.977, sedangkan nilai NSE terbesar antara DEM ASTER terhadap data lapang adalah 0.869, serta nilai RMSE terkecil antara DEM ASTER terhadap data lapang adalah 6.21 m. Berarti, hasil dari DEM ASTER lebih baik daripada data tanpa koreksi. Nilai kemiringan lereng yang didapatkan dengan drone rata-rata sebesar 3-15% sehingga daerah tersebut tergolong landai dan dapat direncanakan suatu sistem irigasi

    Pendapatan Usahatani Tebu pada Petani Mitra dengan PG Ngadirejo dan Non Mitra di Kabupaten Kediri

    No full text
    Kemitraan petani tebu merupakan kerjasama petani dengan PG Ngadirejo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kemitraan yang dilakukan oleh PG Ngadirejo dengan petani dan mengidentifikasi manfaat dan kerugian kemitraan. Metode penelitian menggunakan analisis pendapatan pertanian, analisis penerimaan atas biaya, dan Uji T Independen. Variabel uji T independen berupa pendapatan per ha, biaya pertanian per ha, dan pendapatan pertanian bersih per ha. Lokasi penelitian ditentukan oleh purposive sample dan penentuan responden dilakukan dengan sampel acak. Responden penelitian ini adalah 69 responden dengan 36 petani mitra dan 33 petani bukan mitra. Pola kemitraan antara PG Ngadirejo dan petani adalah dalam bentuk kerjasama operasional agribisnis (KOA). Hasil penelitian menunjukkan manfaat yang diperoleh petani adalah akses pinjaman modal, pembinaan, pengolahan tebu, dan informasi tataniaga gula. R/C rasio pertanian tebu dengan petani mitra adalah 1.39 dan petani non mitra 1.48, yang berarti bahwa pertanian tebu layak diusahakan. Uji T Independen menunjukkan hasil yang berbeda secara signifikan untuk setiap variabel uji

    Rancangan Sistem Informasi Geografis Sebagai Indikator Sebaran Kadar Makronutrisi Pada Perkebunan Kelapa Sawit

    No full text
    Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas pertanian yang sangat diminati di Indonesia. Hal ini di tunjukan dengan meningkatnya luas perkebunan kelapa sawit setiap tahunnya. Perluasan lahan yang terjadi tidak diimbangi dengan manajemen yang baik, sehingga produktivitas rata-rata Indonesia relatif menurun berdasarkan rasio berat panen per luas lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisa dan perancangan sistem informasi geografis berbasis website. Sistem tersebut berfungsi sebagai media penyimpanan, visualisasi, dan memonitor sebaran unsur makronutrisi (N, P, K, Mg, Ca, S) di lahan perkebunan kelapa sawit. Informasi tersebut diharapkan mampu membantu user dalam melakukan manajemen perkebunan. Sistem informasi pada penelitian ini dibangun dengan metode SDLC. Metode ini terdiri dari beberapa tahapan seperti investigasi, analisa, design, implementasi, maintenance, dan evaluasi. Prototipe website MATANUSA (Monitoring dan Analisa Tebaran Nutrisi Sawit) dibangun dengan akses admin dan user. Citra multispektral diproses dan disimpan dalam format GeoJSON. Data GeoJSON tersebut berguna sebagai data input yang diterima oleh sistem. Output yang didapatkan dari sistem ini adalah penyajian informasi geografis dalam bentuk peta tematik, tabel, dan bagan lingkaran. Akurasi sistem dihitung dengan metode confussion matrix. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut didapatkan bahwa kemampuan heksagon dalam pengklasifikasian kadar unsur nitrogen adalah 76.6%, fosfor adalah 63.3%, kalium adalah 60%, magnesium adalah 70%, kalsium adalah 60%, dan akurasi sulfur adalah 30%. Berdasarkan pengujian alpha yang dilakukan dengan metode uji blackbox, MATANUSA dapat bekerja sesuai dengan hasil yang telah diharapkan

    Formulasi, Daya Terima, dan Kandungan Gizi Nugget Tempe Mlanding (Leucaena Leucocephala) sebagai Makanan Alternatif untuk Remaja

    No full text
    Masalah gizi tidak hanya rentan terjadi pada bayi atau lansia, pada masa remaja terjadi banyak perubahan seperti pertumbuhan, perubahan hormonal, fisik, psikologis maupun sosial. Beberapa masalah gizi yang masih sering dijumpai pada remaja Indonesia, yaitu anemia zat besi, stunting, kurus atau Kurang Energi Kronik (KEK), kegemukan dan obesitas. Tujuan umum penelitian ini untuk melakukan formulasi nugget berbahan dasar tempe mlanding (Leucaena leucocephala) sebagai makanan alternatif untuk remaja. Metode penelitian ini adalah experimental study yang dilaksanakan dari Februari sampai Mei 2019 dengan melibatkan 29 panelis semi terlatih. Produk nugget tempe mlanding yang terpilih adalah formula dengan penambahan tempe mlanding sebanyak 18%, dengan kandungan air 46.32% b.k, abu 4.15% b.k, lemak 5.55% b.k, protein 21.98% b.k, dan karbohidrat 68.32% b.k. Produk nugget tempe mlanding dapat diklaim menjadi sumber protein dan Fe bagi remaja. Nugget tempe mlanding unggul pada kandungan mineral Ca dan K jika dibandingkan dengan kontrol. Nugget tempe mlanding memiliki skor asam amino yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kontrol

    Analisis Penerimaan Pengguna Layanan PopBox di Jabodetabek Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM).

    No full text
    PopBox merupakan layanan loker otomatis untuk pengiriman dan penerimaan barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pengguna PopBox yang terdapat di Jabodetabek serta menganalisis penerimaan pengguna layanan PopBox yang terdapat di Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan Technology Acceptance Model (TAM). Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel ialah Purposive Sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS). Berdasarkan hasil penelitian, pengguna layanan PopBox di Jabodetabek memiliki persepsi bahwa terdapat kemudahaan dan kegunaan pada layanan PopBox yang memengaruhi penerimaan pengguna layanan PopBox yang terdapat di Jabodetabek

    Perubahan Profil Asam Lemak Ikan Layur (Trichiurus pepturus) selama Penyimpanan Dingin.

    No full text
    Ikan akan mengalami kemunduran mutu jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu cara menghambat kemunduran mutu pada ikan adalah dengan penyimpanan dingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh penyimpanan dingin terhadap perubahan komposisi kimia dan profil asam lemak ikan layur (Trichiurus pepturus). Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu penyimpanan pada suhu dingin 6-100C selama 0 hari (H0)/ fase pre rigor, 6 hari (H6)/ fase rigor mortis, dan 10 hari (H10)/ fase post rigor. Komposisi kimia ikan layur mengalami kenaikan kadar air dan penurunan kadar protein, sedangkan pada kadar abu, lemak, dan karbohidrat tidak berubah. Analisis asam lemak manunjukkan bahwa asam lemak tidak berubah selama penyimpanan 10 hari penyimpanan dingin berlangsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikan layur mengandung 24 jenis asam lemak yang terdiri dari 10 jenis SFA, 7 jenis MUFA, dan 7 jenis PUFA. Kandungan asam lemak tertinggi ikan layur yaitu asam lemak Decosahexsaenoic Acid (DHA) sebesar 24.01% (H0) dan 21.39% (H10)

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇