31665 research outputs found
Sort by
Sintesis Hidrotermal Nanopartikel ZnO Berbantuan Pektin dan Aplikasinya sebagai Fotokatalis Penguraian Biru Metilena.
Seiring berkembangnya dunia industri, khususnya industri tekstil yang tidak diimbangi dengan teknologi pengolahan limbah secara tepat, dapat menurunkan kualitas lingkungan. Penggunaan pewarna tekstil sintetik menimbulkan masalah, yakni limbah yang dihasilkan masih berwarna dan sulit terdegradasi. Limbah pewarna tekstil harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke perairan umum. Lewat fotokatalis ZnO, model polutan biru metilena didegradasi dengan meningkatkan aktivitas fotokatalitik; berbagai metode sudah dikembangkan untuk memodifikasi morfologi, ukuran, dan pertumbuhan kristal ZnO. Sifat nanopartikel seperti morfologi dan ukuran dapat dikendalikan dengan menyesuaikan pH reaksi, kecepatan penambahan NaOH, penambahan capping agent, dan kalsinasi. Semakin tinggi kekuatan pH dan kalsinasi, aktivitas fotokatalisnya semakin baik. Perbandingan ukuran partikel NP-ZnO dapat dilihat pada aktivitas fotokatalis. Ukuran NP-ZnO yang semakin kecil menghasilkan aktivitas fotokatalis yang semakin besar. Urutan aktivitas fotokatalis tertinggi sampai terendah ialah ZnO pH 13 kalsinasi, ZnO pH 13, ZnO pH 10 kalsinasi, dan ZnO pH 10
Perbandingan Karakteristik Fisikokimia Sosis Ayam Hasil Substitusi Isolat Protein Kedelai dengan Isolat Protein Tempe
Sosis adalah produk olahan daging dengan penambahan bumbu yang dibungkus menggunakan casing. Permasalahan yang sering terjadi dalam pembuatan sosis yaitu tidak kompaknya tekstur yang dihasilkan, serta daya ikat air yang rendah akibat proses emulsifikasi yang tidak baik. Mutu sosis dapat ditingkatkan dengan menggunakan binder seperti ISP. Tujuan penelitian ini yaitu menguji perbandingan aplikasi ISP dengan potensi binder lokal lainnya seperti IPTN/IPTG, memperoleh konsentrasi optimumnya, dan melihat pengaruh germinasi (IPTG) terhadap mutu sosis yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian, WHC sosis IPTG yaitu 93.34%, tidak berbeda nyata dengan IPTN (92.56%), dan lebih tinggi dari ISP (83.98%). Susut masak sosis IPTG sebesar 11.12%, tidak berbeda nyata dengan IPTN (11.97%), dan lebih rendah dari ISP (16.28%). Stabilitas emulsi sosis IPTG yaitu 88.88% dan IPTN sebesar 88.03, yang lebih tinggi dari ISP (83.72%). Pada parameter tekstur secara keseluruhan, IPTG menghasilkan sosis dengan tekstur yang lebih baik secara signifikan dibandingkan ISP/IPTN. Konsentrasi optimum untuk IPTN/IPTG yaitu 1.5%. Apabila dibandingkan dengan ISP 2%, sosis IPTG 1.5% memiliki kadar protein dan penerimaan sensori yang lebih tinggi. Kadar protein sosis IPTG 1.5% yaitu 17.19%, sedangkan IPTN 1.5% (15.54%) dan ISP 2% (14.88%). Penerimaan sensori sosis IPTG memiliki nilai yang tinggi pada atribut warna, kekenyalan, dan kesukaan overall. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh germinasi (IPTG) terhadap mutu sosis yang dihasilkan
Potensi Beberapa Jenis Tanaman sebagai Atraktan dalam Pengendalian Hayati Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata L.).
Keong mas (Pomacea canaliculata L.) adalah hewan invasif yang menjadi hama padi di areal persawahan. Pengendalian keong mas dapat dilakukan secara alami menggunakan tanaman sebagai atraktan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi jenis tanaman dan waktu pengamatan yang membuat keong mas paling banyak mendekati tanaman. Penelitian dilakukan pada kolam berukuran 1.8 m x 1.8 m yang dibagi menjadi 9 blok. Sebanyak 200 individu keong mas berukuran kecil dan besar diletakkan pada blok ke-5 (di tengah), kemudian delapan blok di sekitarnya diletakkan satu jenis tanaman yang berbeda. Perpindahan keong mas mendekati jenis tanaman yang disukai diamati setiap 1 jam dari pukul 06.00 - 18.00 WIB. Pengamatan diulang sebanyak lima kali pada lima hari yang berbeda. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa keong mas kecil paling banyak berpindah mendekati daun talas belitung (Xanthosoma sagittifolium) (7.9 ± 4.0 individu), sedangkan keong mas besar pada daun pepaya (Carica papaya) (7.1 ± 4.4 individu). Kedua tanaman tersebut yang paling berpotensi dijadikan atraktan. Jumlah keong mas pada tanaman ditemukan paling banyak pada pukul 18.00 WIB.
Kata kunci:
ABSTRACT
LISDASARI PRIANDHINI. The Potenty of Several Plant Types as Attractants in Biological Control of Golden Apple Snail (Pomacea canaliculata L.). Supervised by TRI HERU WIDARTO and TATIK CHIKMAWATI. Golden apple snail (Pomacea canaliculata L.) is an invasive animal that becomes a destructive pest in rice fields. Controlling this snails can be done naturally using plants as attractants. This study aims to explore species plants and the duration of time needed that make the largest number of snails attracted to the plants. The study was conducted on a 1.8 m x 1.8 m pool divided into 9 blocks. A total of 200 small and large snails are placed in the 5th block (in the middle), then eight different blocks surrounding it were filled with one species of plant. The movement of snails toward a species of plant was observed every 1 hour from 06.00 AM to 06.00 PM. This trial was repeated five times in five consecutive days. The observations showed that most small snails moved towards belitung taro leaves (Xanthosoma sagittifolium) (7.9 ± 4.0 individu), while most large snails moved towards papaya leaves (Carica papaya) (7.1 ± 4.4 individu). Those two types of plants are the most potentially used as attractants. In addition, the largest number of snails found in the plants occurs at 18.00 WIB
Perbandingan Multinomial Logistic Discriminant Analysis (MLgDA), Classification and Regression Trees (CART), dan Algoritme EasyEnsemble (Studi Kasus: Dampak Anak Bekerja di Indonesia, 2018).
Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah menerbitkan Peta
Jalan (Roadmap) “Menuju Indonesia Bebas Pekerja Anak Tahun 2022”. Namun
data masih mencatat terdapat 7.23 persen anak bekerja pada tahun 2017, lima tahun
menjelang tahun target. Faktanya, temuan tersebut meningkat sejak 2015 yang
hanya mencapai 5.99 persen. Anak bekerja mengalami berbagai dampak
permasalahan, yang paling terlihat jelas adalah mengenai pendidikan dan jumlah
jam kerja. Anak bekerja ada yang terhambat akses pendidikannya, tereksploitasi
secara jam kerja, atau bahkan mengalami kedua dampak tersebut sekaligus. Untuk
itu perlu ditemukan faktor pengklasifikasi pada dampak anak bekerja.
Tujuan utama penelitian ini ialah menentukan metode yang tepat dalam
mengklasifikasikan dampak anak bekerja. Metode yang dicobakan adalah
Multinomial Logistic Discriminant Analysis (MLgDA), Classification and
Regression Trees (CART), dan algoritme EasyEnsemble. Ketiga metode tersebut
sama-sama berguna dalam pengklasifikasian kasus multikelas tidak berorde.
Keunggulan MLgDA antara lain cocok untuk data yang terdiri dari peubah numerik
dan kategorik, formulasinya mudah dipahami, dan cocok untuk berbagai distribusi.
CART efisien dalam mengklasifikasikan sampel baru, telah teruji secara luas
implementasinya dalam perangkat lunak, mampu mengatasi data yang hilang, tidak
terpengaruh adanya pencilan, kolinieritas, dan heteroskedastisitas antar peubahnya,
serta tidak ada trasnformasi data. Algoritme EasyEnsemble merupakan algoritme
terbaik dari beberapa metode ensemble yang pernah dikembangkan saat ini,
memiliki waktu pengolahan yang lebih cepat daripada algoritme lain, serta tahapan
algoritmenya mudah dipahami.
Data penelitian ini bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional
(Sakernas) 2018. Sebanyak 15.53 % anak bekerja terhambat akses pendidikannya.
Anak bekerja tereksploitasi secara jam kerja sebesar 19.89 %. Anak bekerja
terhambat akses pendidikannya sekaligus tereksploitasi secara jam kerja sebesar
18.89 %. Sementara 45.69 % sisanya anak bekerja tidak mengalami kedua dampak.
Kinerja klasifikasi dampak anak bekerja terbaik dihasilkan oleh MLgDA.
MLgDA memberikan rata-rata nilai akurasi, sensitifitas, dan spesifisitas yang lebih
baik daripada CART dan algoritme EasyEnsemble. Peubah yang berpengaruh nyata
terhadap dampak anak bekerja antara lain hubungan anak dengan kepala rumah
tangga (KRT), tingkat pendidikan anak, kegiatan utama anak seminggu yang lalu,
lapangan pekerjaan utama anak, lama bekerja anak di pekerjaan utama, status
pekerjaan utama anak, upah/gaji/pendapatan bersih sebulan anak, umur KRT,
tingkat pendidikan KRT, jumlah jam kerja seminggu KRT, dan status pekerjaan
utama KRT
Kinerja Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Gabus Channa striata yang Dipelihara dengan Kedalaman Air Berbeda pada Kolam Terpal.
Penyediaan benih ikan gabus Channa striata dari hasil budidaya masih terkendala pertumbuhan dan sintasan yang masih rendah. Penyediaan lingkungan yang nyaman melalui kedalaman air diduga mampu meningkatkan kinerja pertumbuhan dan sintasan pada pemeliharaan benih ikan gabus. Penelitian bertujuan mengevaluasi kedalaman air terbaik untuk kinerja pertumbuhan dan sintasan benih ikan gabus yang dipelihara pada kolam terpal. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan masing-masing diulang tiga kali. Perlakuan yang diberikan adalah kedalaman air yaitu: 10 cm, 20 cm, dan 30 cm. Selama pemeliharaan, benih ikan gabus diberi pakan dengan feeding rate (FR) 8 % dan frekuensi pemberiannya empat kali dalam sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pertumbuhan dan sintasan benih ikan gabus terbaik diperoleh pada kedalaman air 20 cm. Hasil perhitungan terhadap laju pertumbuhan spesifik tertinggi dicapai pada kedalaman air 20 cm yaitu 4.81 %/hari dan nilai sintasan mencapai 91.21%. Hasil analisis gambaran darah juga menunjukkan benih ikan gabus tidak terindikasi stres pada perlakuan kedalaman air 20 cm dengan nilai total eritrosit 1.53±0.51×106 dan total leukosit 3.71±0.13×104
Prevalensi Delayed puberty, Hipofungsi Ovari, dan Silent Heat pada Sapi di Jawa Barat tahun 2017–2018
Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang tercatat
dalam iSIKHNAS (Integrated Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional)
merupakan program pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan asal hewan.
Gangguan reproduksi adalah salah satu penyebab menurunnya kemampuan
reproduksi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi,
penanganan, dan tingkat kesembuhan penyakit delayed puberty, hipofungsi ovari,
dan silent heat pada sapi di Jawa Barat tahun 2017–2018. Penelitian ini
menggunakan metode survei deskriptif dengan mengolah data sekunder yang
diperoleh dari data iSHIKNAS Provinsi Jawa Barat tahun 2017–2018. Data
gangguan reproduksi, IB (Inseminasi Buatan), dan PKB (Pemeriksaan
kebuntingan) diolah menggunakan Microsoft® Office Excel 2010 untuk
mengetahui prevalensi, penanganan dan tingkat kesembuhan yang dilakukan
untuk penanganan gangguan reproduksi sapi. Prevalensi delayed puberty,
hipofungsi ovari, dan silent heat, di Jawa Barat tahun 2017–2018 sebesar 4,48%,
32,57%, dan 28,75%. Penanganan dilakukan oleh petugas setempat dengan
pemberian sediaan hormon, vitamin, obat cacing, dan premiks. Tidak ada
sinkronisasi data iSIKHNAS di Jawa Barat tahun 2017–2018 antara pengobatan,
IB dan PKB sehingga efektivitas obat tidak bisa ditentukan. Tingkat validitas
kesembuhan delayed puberty, hipofungsi ovari, dan silent heat di Jawa Barat
tahun 2017–2018 sebesar 43.85%, 19.96%, dan 18.44%. Kelainan fungsi ovarium
yang secara klinik mempengaruhi suklus estrus masih menjadi masalah utama
gangguan reproduksi di Indonesia dan harus menjadi prioritas utama dalam Upsus
Siwab
Ekspresi Gen Imun dan Titer Antibodi Ikan Koi (Cyprinus carpio) Pascavaksinasi dengan Vaksin DNA Anti-KHV yang Berbeda.
Koi herpes virus (KHV) merupakan kelompok virus DNA utas ganda dari
family Herpesviridae yang menginfeksi ikan mas dan koi dan menyebabkan
penyakit koi herpes virus disease (KHVD). Vaksinasi merupakan langkah efisien
dalam pencegahan penyakit KHV dan penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi
kinerja vaksin DNA anti-KHV pada ikan koi. Ikan uji yang digunakan adalah ikan
koi dengan bobot rata-rata 28,55 ± 0,98 g yang diperoleh dari Balai Besar Perikanan
Budidaya Air Tawar Sukabumi, Jawa Barat. Perlakuan pemberian vaksin DNA
serta dosis yang digunakan adalah vaksin GP-11 7,5 μg/100 gr ikan (A), GP-11
12,5 μg/100 gr ikan (B), GP-25 12,5 μg/100 gr ikan (C). Perlakuan kontrol yang
digunakan adalah injeksi PBS 0,1 mL. Parameter uji meliputi jumlah sel darah putih,
ekspresi gen, serta titer antibodi. Jumlah sel darah putih pada perlakuan vaksinasi
memiliki jumlah yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan kontrol. Ekspresi gen
IFNγ, TNFα, dan IgM mengalami fluktuasi selama pemeliharaan pascavaksinasi.
Titik puncak dari tiap gen berbeda-beda dipengaruhi oleh jenis vaksin, dosis, dan
fungsi dari protein tersebut. Titer antibodi pascavaksinasi mengalami kenaikan
hingga akhir pemeliharaan. Titer antibodi ketiga perlakuan terus meningkat hingga
mencapai titik puncak pada hari ke-28 pascavaksinasi. Ketiga perlakuan yang
terdiri dari dua jenis vaksin dengan dosis yang berbeda mampu meningkatkan
sistem imun spesifik ikan koi
Estimasi dan Validasi Kandungan Kecernaan Bahan Organik pada Hijauan Rumput Melalui Data Analisis Proksimat dan Van Soest
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengestimasi dan memvalidasi kandungan komponen energi pakan hijauan rumput berdasarkan data analisis proksimat dan Van Soest. Komponen energi terdiri dari kecernaan bahan organik (KcBO), energi tercerna (digestible energy), dan energi metabolis (metabolizable energy). Analisis data yang dilakukan yaitu korelasi Pearson, persamaan regresi linier berganda, koefisien determinasi (R2), nilai probabilitas (P) melalui uji T-test, dan nilai root mean square error (RMSE). Persamaan regresi yang dapat digunakan sebagai estimasi kandungan energi pakan ternak ruminansia ialah KcBO proksimat (%) = 1.364 PK + 0.252 SK + 0.119 LK + 0.858 BETN, energi tercerna proksimat (%) = 1.346 PK + 0.201 SK + 0.197 LK + 0.832 BETN, energi tercerna proksimat (MJ.kg-1 BK) = 0.260 PK + 0.028 SK + 0.138 LK + 0.149 BETN, energi metabolis proksimat (MJ.kg-1 BK) = 0.194 PK + 0.016 SK + 0.113 LK + 0.128 BETN, KcBO Van Soest (%) = 1.449 PK + 1.102 LK + 0.776 NFC + 0.525 NDF, energi tercerna Van Soest (%) = 1.435 PK + 1.221 LK + 0.746 NFC + 0.485 NDF , energi tercerna Van Soest (MJ.kg-1 BK) = 0.273 PK + 0.346 LK + 0.135 NFC + 0.082 NDF, dan energi metabolis Van Soest (MJ.kg-1 BK) = 0.205 PK + 0.306 LK + 0.115 NFC + 0.066 NDF. Peubah yang diestimasi dan divalidasi yaitu kecernaan bahan organik. Simpulan dari penelitian ini yaitu kecernaan bahan organik dapat diestimasi dan divalidasi berdasarkan data analisis proksimat dan Van Soest
Kelekatan Remaja dengan Orangtua dan Teman Sebaya, Kontrol Diri, Self-esteem serta Agresivitas
Remaja merupakan salah satu sumberdaya manusia yang memiliki potensi
untuk berkembang dan menjadi pelaku dalam pembangunan di masa yang akan
datang. Kenyataan yang terjadi di Indonesia saat ini adalah semakin meningkatya
permasalahan di kalangan remaja, khususnya dalam bidang sosial, budaya, dan
moral. Data KPAI mengungkapkan bahwa pada tahun 2014 terdapat 67 kasus
anak yang menjadi pelaku kekerasan, sementara itu pada 2015 meningkat jadi 79
kasus. Di sisi lain kasus anak sebagai pelaku tawuran juga mengalami kenaikan.
Bila pada tahun 2014 terdapat 46 kasus, tahun 2015 mencapai 103 kasus.
Tingginya tingkat agresivitas pada remaja terjadi karena kemampuan kontrol diri
dan self-esteem yang rendah. Orangtua mempunyai peran yang sangat penting
dalam perkembangan sosial dan moral remaja. Kelekatan orangtua dan remaja
yang dibangun sejak kecil dapat membentuk kemampuan kontrol diri dan selfesteem
yang tinggi pada remaja. Pada masa remaja kelekatan dengan teman
sebaya juga mempengaruhi self-esteem dan agresivitas remaja.
Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh kelekatan remaja dengan
orangtua, kelekatan remaja dengan teman sebaya, kontrol diri, dan self-esteem
terhadap agresivitas pada remaja, serta peran kontrol diri dan self-esteem sebagai
mediasi antara kelekatan remaja dengan orangtua dan teman sebaya dengan
agresivitas pada remaja. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan
Mei 2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa dari 15 Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) di kota Bogor berdasarkan rekomendasi kepolisian
Resor Kota Bogor dari data sekolah yang sering terlibat tawuran. Selanjutnya,
sekolah yang menjadi tempat penelitian dipilih secara purposive. Contoh
penelitian ini melibatkan 185 siswa dari sekolah SMK yang terpilih. Data yang
dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer. Data terdiri dari karateristik
remaja, karateristik keluarga, kelekatan remaja dengan orangtua, kelekatan remaja
dengan teman sebaya, kontrol diri, self-esteem, dan agresivitas remaja.
Hasil uji analisis jalur pada data penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri
dan kelekatan remaja dengan teman sebaya berpengaruh secara langsung terhadap
agresivitas remaja. Kontrol diri yang tinggi mengakibatkan rendahnya tingkat
agresivitas pada remaja. Kelekatan remaja dengan ibu dan self-esteem tidak
berpengaruh secara langsung terhadap agresivitas pada remaja, akan tetapi
kelekatan remaja dengan ibu dan self-esteem berpengaruh terhadap agresivitas
pada remaja dimediasi oleh kontrol diri remaja, semakin aman kelekatan remaja
dengan ibu maka semakin meningkat kemampuan kontrol diri dan self-esteem
pada remaja. Kelekatan remaja dengan ayah tidak berpengaruh secara langsung
maupun tidak langsung terhadap kemampuan kontrol diri, self-esteem, dan
agresivitas pada remaja
Validasi Metode Biosensor Alkohol dengan Menggunakan Biofilm Saccharomyces cerevisiae pada Screen Printed Carbon Elctrode
Alkohol dikenal sebagai salah satu senyawa kimia yang sering ditambahkan
pada berbagai makanan dan minuman dan dapat menganggu kesehatan. Pada
umumnya deteksi alkohol di makanan dan minuman masih membutuhkan waktu
analisis yang lama dan biaya yang mahal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
mengkaji kualitas sensor berbasis komponen biologis dari Indonesia untuk
mendeteksi senyawa alkohol dalam produk makanan dan minuman. Alkohol
dehidrogenase (ADH) yang disekresi dari Saccharomyces cerevisiae merupakan
komponen biologis yang diimobilisasi pada Screen-Printed Carbon Electrode
(SPCE) hingga membentuk biofilm. Enzim yang dihasilkan oleh khamir akan
mengoksidasi alkohol. Optimasi dilakukan dengan melihat kinerja biosensor
melalui pH bufer, pH suspensi, dan kerapatan khamir (OD). Data yang diperoleh
diolah menggunakan software Minitab dengan response surface methode.
Nilai optimum yang diperoleh adalah pH bufer 8, pH suspensi 7 dan OD 0.75.
Morfologi permukaan SPCE dikarakterisasi menggunakan SEM. Hasil optimasi
digunakan untuk pengujian kinerja analitik di antaranya linearitas, LD, LK, presisi,
selektivitas, stabilitas, dan keterulangan. Linearitas yang diperoleh pada rentang
konsentrasi alkohol 0.01-3 % menghasilkan persamaan = 87.61x + 185.61 dan R2 =
0.99. Konstanta Michaelis-Menten KM yang dihasilkan adalah 0.014 %.. Limit
deteksi (LD) dan limit kuantisasi (LK) masing-masing adalah 0.006 % dan 0.02 %.
Nilai presisi menunjukan bahwa %RSD lebihh kecil 5%. Stabilitas diukur pada
rentang waktu 7 hari selama 49 hari dengan persentase sebesar 87% dari aktivitas
awal. Biosensor yang dikembangkan tidak menunjukkan adanya gangguan oleh
senyawa methanol, NaCl, dan sukrosa pada pengukuran senyawa alkohol. Hal ini
menunjukkan imobilisasi sel S. cerevisiae. berbasis biofilm pada SPCE berpotensi
sebagai metode alternatif dalam pendeteksian alkohol yang praktis, murah, dan dapat
dikembangkan sebagai prototipe