31665 research outputs found
Sort by
Penerapan Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) pada Pemodelan Regresi Logistik Biner terhadap Keberhasilan Studi (Studi Kasus: Mahasiswa Program Magister IPB).
Sekolah Pascasarjana IPB memiliki standar akademik serta daya saing
lulusan yang tinggi yang telah tersebar di dalam maupun di luar negeri. Pada
penelitian ini metode Regresi Logistik Biner digunakan untuk mengetahui faktorfaktor
yang mempengaruhi keberhasilan studi mahasiswa Pascasarjana Institut
Pertanian Bogor (SPs-IPB). Data yang digunakan adalah data mahasiswa SPs-IPB
yang lulus tahun 2011 hingga 2015. Peubah respon yang digunakan adalah status
keberhasilan studi mahasiswa yaitu lulus dan tidak lulus dan menggunakan 9
peubah penjelas yaitu jenis kelamin, status menikah, status penerimaan saat masuk
S2, status perguruan tinggi S1, sumber biaya pendidikan S2, kelompok instansi
bekerja, kelompok program studi S2, usia masuk S2 dan IPK S1. Data yang
diperoleh tidak seimbang dengan persentase mahasiswa yang lulus lebih besar
dibandingkan yang tidak lulus, sehingga ketidakseimbangan data ditangani
dengan SMOTE karena apabila tidak ditangani maka akan menyebabkan
kesalahan klasifikasi. Perbandingan hasil klasifikasi dilihat pada data testing.
Hasil pada model sebelum SMOTE memiliki luas dibawah kurva atau AUC
sebesar 0.6760, nilai akurasi sebesar 88.77%, nilai sensitivitas sebesar 99.09% dan
nilai spesifisitas sebesar 4.63%. Model setelah SMOTE dengan oversampling
600% memiliki nilai AUC sebesar 0.6642, nilai akurasi sebesar 78.36%, nilai
sensitivitas sebesar 83.65%, dan nilai spesifisitas sebesar 35.18%. Meskipun
akurasi model dan nilai sensitivitas sebelum SMOTE lebih tinggi daripada model
setelah SMOTE namun spesifiitas pada model setelah SMOTE lebih tinggi yang
berarti model setelah SMOTE sudah lebih baik dalam memprediksi kelas
minoritas (tidak lulus)
Perbandingan Pendapatan Petani Padi dan Strategi Peningkatan Penggunaan UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian): Studi Kasus UPJA Bagyo Mulyo Desa Dalangan, Kabupaten Sukoharjo
Teknologi pertanian mulai banyak dimanfaatkan di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Desa Dalangan, Kabupaten Sukoharjo. Penggunaan teknologi pertanian didukung dengan keberadaan lembaga yaitu Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Namun, kinerja UPJA di setiap daerah berbeda-beda dan belum semua petani sudah memanfaatkan fasilitas yang ada di UPJA. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis dan membandingkan pendapatan yang diperoleh petani pengguna UPJA dan petani yang tidak menggunakan UPJA; (2) Menganalisis persepsi petani padi di Desa Dalangan terhadap pelayanan UPJA; (3) Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani menggunakan UPJA dan (4) Menyusun strategi peningkatan penggunaan UPJA. Data dan informasi diperoleh melalui survey lapangan yang melibatkan responden petani maupun staf UPJA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis perbandingan pendapatan, analisis rasio R/C, analisis skala likert, regresi logistik dan Analisis Hirarki Proses (AHP). Responden di lapangan terbagi atas petani pengguna UPJA, semi pengguna UPJA dan non pengguna UPJA. Analisis pendapatan dan keuntungan menunjukkan bahwa pendapatan dan keuntungan yang diperoleh oleh pengguna UPJA adalah yang paling tinggi dibandingkan dengan semi pengguna dan non pengguna UPJA. Analisis persepsi dengan skala likert menunjukkan bahwa secara keseluruhan pengguna UPJA dan semi pengguna UPJA merasa sangat puas dengan pelayanan UPJA. Strategi prioritas yang dihasilkan dari analisis AHP terhadap pendapat pengurus UPJA Bagyo Mulyo adalah penambahan fasilitas baik dari segi jenisalsintan maupun ukuran
Prediksi Ketersediaan Produksi Ikan Hasil Tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan 2019-2023
Pelabuhan perikanan memiliki peran penting terhadap perikanan tangkap karena
menjadi pusat pertumbuhan ekonomi perikanan. Oleh karena itu, ketersediaan
produksi ikan hasil tangkapan (HT) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)
Pekalongan penting diketahui agar konsumsi masyarakat tiap tahun dapat
tercukupi. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan besaran prediksi ketersediaan
produksi ikan HT di PPN Pekalongan pada tahun 2019-2023. Metode penelitian
adalah studi kasus. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif
kuantitatif dan peramalan model regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ketersediaan produksi ikan HT tahun 2017 berjumlah 12.847,90 ton/tahun
dan tahun 2023 sebesar 9.888,00 ton/tahun. Ketersediaan produksi ikan HT
menurun yang disebabkan oleh adanya sedimentasi di kolam pelabuhan dan dugaan
sumberdaya ikan menurun yang diindikasikan oleh daerah penangkapan ikan yang
semakin jauh Pengelola PPN Pekalongan perlu melakukan upaya untuk
meningkatkan produksi ikan HT di PPN Pekalongan dan melakukan pengerukan
sedimentasi secara periodik di kolam pelabuhan perikanan
Pendugaan Vigor Benih dan Bibit dengan Uji Pemunculan Radikula (Radicle Emergence) pada Benih Buncis (Phaseolus vulgaris L.)
Pengembangan metode uji vigor benih diperlukan untuk memperoleh
metode yang mudah, objektif, dan cepat. Salah satu uji cepat vigor yang sudah
divalidasi ISTA yaitu pemunculan radikula (RE). Penelitian ini bertujuan
menentukan waktu pengamatan RE yang tepat pada enam varietas benih buncis
dan mengkorelasikannya dengan uji vigor benih lainnya serta performa bibit di
lapangan. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikarawang, dan
Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura,
Institut Pertanian Bogor pada bulan April-Agustus 2018. Rancangan percobaan
yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pengamatan
berulang untuk pengujian RE dan RKLT satu faktor untuk uji vigor bibit. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa metode uji RE pada benih buncis dengan uji antar
kertas pada suhu 25 ± 2 ºC, pada periode pengecambahan 39 jam ± 15 menit
berkorelasi erat dengan nilai rataan waktu berkecambah (r = -0.91, R2 = 0.83),
daya berkecambah (r = 0.86, R2 = 0.75), kecepatan tumbuh (r = 0.84, R2 = 0.71),
daya hantar listrik (r = -0.83, R2 = 0.70), daya tumbuh (r = 0.89, R2 = 0.79), dan
rataan pemunculan bibit (r = 0.89, R2 = 0.79). Sebagai alternatif uji daya
berkecambah pada benih buncis setara dengan 80%, maka direkomendasikan nilai
RE setara dengan 70%
Gejala Stres, Strategi Koping, Penyesuaian Diri, dan Aktivitas Sehari-hari Lansia Berpenyakit Kronis.
Lansia dengan penyakit kronis mengalami perubahan fisik, psikososial dan spiritual, sehingga berdampak pada penurunan kemampuan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis gejala stres, strategi koping, dan penyesuaian diri terhadap aktivitas sehari-hari pada lansia laki-laki dan perempuan yang memiliki penyakit kronis. Desain yang digunakan dalam penelitian ini ialah cross-sectional study di Rumah Sakit Medika Dramaga, Kota Bogor. Contoh penelitian berjumlah 60 lansia dengan minimal umur 60 tahun dan mengidap penyakit kronis lebih dari 6 bulan. Teknik yang digunakan dalam pengambilan contoh adalah accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan gejala stres, strategi koping, penyesuaian diri, dan aktivitas sehari-hari pada lansia laki-laki dan perempuan. Usia lansia yang semakin tua dan gejala stres cenderung menyebabkan penurunan kemampuan aktivitas dasar. Semakin tinggi penyesuaian diri dimensi penguasaan akan cenderung meningkatkan kemampuan aktivitas dasar lansia. Lansia yang masih bekerja cenderung berpengaruh pada peningkatan aktivitas fisik, sedangkan gejala stres yang tinggi akan cenderung menurunkan aktivitas fisik lansia
Aplikasi Mobile untuk Akuisisi Data Patroli Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat dilakukan dengan
upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla dengan cepat. Salah satu kegiatan
pencegahan dan penanggulangan karhutla yaitu dengan melakukan patroli terpadu.
Laporan harian hasil patroli tim terpadu masih berupa pesan teks yang dilaporkan
dengan menggunakan media grup pesan singkat. Cara tersebut dinilai tidak efektif
dari segi penyimpanan dan sulit untuk melakukan pencarian informasi tertentu.
Penelitian ini bertujuan untuk membuat aplikasi mobile untuk akuisisi data patroli
karhutla. Data yang digunakan sebagai parameter akuisisi data karhutla adalah data
patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan.
Metode pengembangan sistem yang dilakukan adalah prototype dengan tahapan
penelitian mulai dari analisis kebutuhan pengguna, perancangan dan pemodelan
prototype, implementasi sistem yang diintegrasikan dengan dengan Google Maps
Application Programming Interface (API), pengujian sistem, dan evaluasi sistem.
Aplikasi dibangun dengan menggunakan framework Ionic 3 dengan memanfaatkan
API dari modul back-end. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini
menggunakan metode blackbox dan hasil pengujian sesuai dengan kebutuhan untuk
akuisisi data patroli karhutla
Pola Temporal dan Spasial Rabies di Indonesia Tahun 2017- 2018
Rabies adalah zoonosis yang menyerang susunan saraf mamalia. Penelitian
ini dilakukan untuk memberikan informasi pola temporal dan spasial dari data
laporan Integrated-Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) dan
data konfirmasi dinas daerah terkait kejadian kasus rabies di Indonesia tahun 2017-
2018. Metode yang digunakan adalah Analisa data sekunder yang diperoleh dari
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Analisis data dilakukan secara
deskriptif menggunakan aplikasi Microsoft office Excel 2016 dan Arc-Geographic
Information System 10.3 by Esri Inc. Di Indonesia sampai 2018 jumlah wilayah
yang dinyatakan bebas rabies berjumlah 9 provinsi dan 5 pulau. Kejadian kasus
rabies paling tinggi tahun 2017 terjadi pada bulan Januari, sedangkan pada tahun
2018 pada bulan Agustus. Diketahui bahwa banyak provinsi-provinsi di Indonesia
yang mengalami kasus rabies baru dari tahun 2017-2018 yang disebabkan karena
status vaksinasi suatu wilayah. Wilayah Kejadian kasus rabies paling tinggi tahun
2017 dan 2018 terjadi pada Kabupaten Tana Toraja. Peningkatan vaksinasi rabies
pada anjing harus ditingkatkan untuk mengatasi kasus rabies yang tinggi
Desain Taman Edukasi Koleksi Heliconia Berbasis Kedekatan Taksonomi di Kebun Raya Bogor
Kebun raya (Botanical garden) merupakan sebuah taman yang didedikasikan sebagai pusat koleksi, budidaya, edukasi, dan konservasi berbagai jenis spesies flora dari berbagai daerah dan habitat. Kebun Raya Bogor sebagai salah satu kebun raya tertua di Indonesia kini tengah mengupayakan pengembangan taman-taman koleksi untuk famili tanaman tertentu, salah satunya taman koleksi Heliconiaceae. Taman ini didesain berbasis pada kedekatan tanaman heliconia dengan tanaman lain secara taksonomi dengan mempertimbangkan aspek-aspek ekologi, estetika, serta fungsional. Konsep dasar yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada fungsi utama kebun raya yaitu koservasi dan edukasi. Konsep dasar ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada pengunjung Taman Koleksi Heliconia melalui penyelarasan aspek konservasi, edukasi, serta rekreasi alam. Sistem pengelompokan tanaman dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik tanaman Heliconia dan tanaman kerabatnya berdasarkan ciri-ciri fisik seperti bentuk daun, tipe daun, warna bunga, tinggi tanaman. Selain itu dipertimbangkan juga kebutuhan tanaman atas air dan cahaya matahari. Hasil penelitian berupa desain Taman Heliconia yang terdiri atas area penerimaan, area rekreasi, area pelayanan, dan area konservasi-edukasi sebagai area utama. Terdapat setidaknya 21 jenis tanaman heliconia dan 10 jenis tanaman kerabat heliconia yang dikoleksi di taman ini. Desain dituangkan ke dalam bentuk gambar-gambar teknis, berupa gambar rencana tapak, tampak potongan, perspektif, detail elemen desain, rencana penanaman; serta ilustrasi desain berupa video animasi
Interaksi Antara Perlakuan Pemacu Pertumbuhan Bibit Dengan Varietas Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.).
Bibit merupakan faktor produksi yang sangat penting pada budidaya tebu. Mutu bibit yang digunakan menentukan hasil produksi tebu secara keseluruhan dibanding faktor lainnya. Penelitian bertujuan mempelajari interaksi antara perlakuan bibit dan varietas tanaman tebu terhadap pertumbuhan bibit mata tunas tunggal tebu. Penelitian dilaksanakan di Kebun Tebu milik PG Kebun Tebu Mas, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2018 hingga November 2018. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah varietas tebu yang terdiri dari varietas KTM 1, KDS, dan Cenning. Faktor kedua adalah perlakuan bibit yang terdiri dari perendaman bibit pada 27 oC, perendaman bibit pada 27 oC + auksin, perendaman bibit pada 52 oC, perendaman bibit pada 52 oC + auksin. Hasil penelitian menunjukkan varietas KTM 1 memberikan hasil terbaik terhadap karakter jumlah bibit hidup, viabilitas, kecepatan tumbuh, bobot basah dan bobot kering. Perlakuan bibit 52 oC + auksin memberikan hasil terbaik dibandingkan dengan perlakuan bibit lainnya
Pemberian Jus Kulit Nanas dalam Air Minum terhadap Performa dan Kualitas Fisik Telur Puyuh (Cortunix cortunix japonica).
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pemberian jus kulit nanas dalam air minum terhadap performa dan kualitas fisik telur puyuh. Perlakuan pada penelitian ini yaitu pemberian jus kulit nanas dalam air minum dengan level berbeda yaitu 0%, 3%, 6%, dan 9%. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Data yang didapat dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan jika hasilnya berbeda secara signifikan. Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan, konsumsi minum, produksi telur, massa telur, konversi pakan, IOFC, bobot telur, bobot putih telur, bobot kuning telur, bobot kerabang, tebal kerabang, nilai haugh unit dan skor kuning telur. Hasil penelitian ini menunjukan pemberian jus kulit nanas dalam air minum hingga taraf 9% tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap performa dan kualitas fisik telur. Penggunaan 3% jus kulit nanas dalam air minum mampu meningkatkan produksi telur 5.63% lebih tinggi dibandingkan kontrol