31665 research outputs found
Sort by
Model Pembangunan Inklusif Ekonomi Kreatif di Sumatra Barat
Sumatra Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki
karakteristik ekonomi yang unik. Secara makro pemeratan pembangunan di
Sumatra Barat cukup berhasil yang terlihat dari nilai IPM dan Gini rasio yang
dicapai, namun pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang terlihat
dari nilai PDRB dari PDRB per kapita cenderung relatif kecil. Sejak tahun 2006-
2015 pertumbuhan ekonomi daerah ini menunjukkan tren yang menurun dan
ancaman ketimpangan regional (regional inequality) khususnya dari Riau dan
Sumatra Utara yang lebih dinamis dan agresif. Menghadapi kondisi tersebut,
Sumatra Barat perlu proaktif mencari dan menemukan sumber pertumbuhan
ekonomi baru yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah serta
mewujudkan pembangunan inklusif yang lebih berkualitas.
Ekonomi kreatif lahir sebagai konsep ekonomi baru yang dianggap sesuai
dengan karakter ekonomi daerah Sumatra Barat karena mengedepankan sumber
daya manusia yang kreatif daripada supremasi industri yang capital intensive.
Sumatra Barat dikenal memiliki kekayaan socio cultural yang unik yang
menjadikannya memiliki posisi yang kuat dalam menciptakan local brand. Sumatra
Barat juga dikenal memiliki karakter entrepreneurship yang genuine yang bisa
dijadikan sebagai starting point pengembangan ekonomi kreatif.
Penelitian ini bertujuan: (1) Menganalisis karakteristik ekonomi kreatif di
Sumatra Barat; (2) Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pembangunan
inklusif ekonomi kreatif di Sumatra Barat; (3) Mendesain model pengembangan
ekonomi kreatif sebagai alternatif pendekatan pembangunan yang inklusif di
Sumatra Barat. Jenis data yang digunakan adalah data kerat lintang (cross section)
yang bersumber dari survei industri mikro kecil 2014 oleh Badan Pusat Statistik
serta data primer yang diperoleh melalui Focus Group Discussion dengan 30
stakeholder terkait pengembangan ekonomi kreatif. Analisis data dilakukan dengan
uji perbandingan, regresi logistik dan Tobit serta multikriteria analisis dengan
Promethee.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik terdapat perbedaan yang
signifikan antara karakteristik ekonomi kreatif di Sumatra Barat di bandingkan
dengan provinsi sekitarnya yakni Sumatra Utara, Riau, Jambi, dan Bengkulu.
Ekonomi kreatif Sumatra Barat terbukti memiliki peran penting dalam promoting
gender balance dan dikelola oleh pekerja kreatif yang mayoritas adalah perempuan
dengan indigenous skill yang dimilikinya melalui transfer knowledge secara turun
temurun. Industri kreatif di Sumatra Barat terbukti bersifat intensif terhadap tenaga
kerja dan memiliki share konsumen bisnis yang lebih besar sehingga diharapkan
dapat membawa multiplier effect bagi tumbuhnya sektor lain.
Inklusi keuangan industri kreatif terkait akses perbankan menunjukkan bahwa
akses bank industri kreatif relatif rendah yakni 22.02 persen. Pengusaha wanita
yang kurang berpendidikan memiliki peluang yang lebih kecil untuk mengakses
lembaga keuangan formal (bank). Industri kreatif yang berskala kecil dan nilai aset
yang terbatas terbukti memiliki peluang akses yang lebih rendah. Industri kreatif di
Sumatra Barat 62.11 persen berada di perdesaan dan cenderung memiliki peluang
akses bank yang lebih terbatas di bandingkan dengan industri kreatif yang berada
di perkotaan.
Inklusi keuangan industri kreatif terkait penggunaan kredit bank
menunjukkan bahwa penggunaan kredit bank yang relatif rendah yakni 6.66 persen.
Proporsi penggunaan kredit oleh pengusaha pria lebih besar di bandingkan dengan
pengusaha wanita. Penggunaan kredit untuk pengembangan usaha cenderung
meningkat seiring dengan peningkatan aset usaha. Industri kreatif yang berada di
daerah yang memiliki pendapatan per kapita yang tinggi cenderung memiliki
proporsi penggunaan kredit yang rendah karena daerah tersebut memiliki alternatif
sumber pembiayaan lain yang lebih beragam selain bank. Pemanfaatan internet
melalui financial banking dapat memudahkan pengusaha kreatif memperoleh
informasi pemanfaatan jasa perbankan sehingga berpengaruh positif dan signifikan
mendorong peningkatan inklusi keuangan.
Inklusi sosial terkait kemampuan industri kreatif dalam menyerap tenaga
kerja wanita menunjukkan bahwa industri kreatif di Sumatra Barat memiliki peran
yang sangat penting dalam promoting gender balance. Dominasi pengusaha wanita
mencapai 78.42 persen dan rasio serapan tenaga kerja wanita mencapai 78.43
persen. Penggunaan tenaga kerja wanita pada industri kreatif yang berskala besar,
berbadan hukum dan berorientasi ekspor cenderung masih terbatas.
Model kebijakan berbasis inovasi (innovation based model) merupakan
model terbaik dalam pembangunan inklusif ekonomi kreatif di Sumatra Barat.
Model ini memiliki keunggulan dalam hal meletakkan penguatan pondasi sumber
daya manusia (melalui peningkatan skill dan edukasi) yang tidak hanya fokus pada
upaya menciptakan tenaga kerja kreatif tetapi juga menciptakan creativepreneur.
Model ini memprioritaskan penguatan citra kreatif dan local brand melalui
pengembangan R&D dan teknologi produksi. Model ini juga mampu memberikan
ruang terjadinya interaksi antar stakeholder dalam menciptakan ruang inovasi
(innovation space) yang mendorong akses dan partisipasi semua pihak dalam
pengembangan ekonomi kreatif secara inklusif.
Saran untuk pihak terkait adalah: (1) pemerintah perlu menciptakan iklim
usaha yang kondusif melalui arahan edukatif untuk meningkatkan skill dan
penguatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi terutama di wilayah
perdesaan; (2) pelaku usaha perlu meningkatkan daya saing berbasis kreativitas
dengan menggerakkan ruang publik bagi terbentuknya proses sharing pemikiran,
pengalaman dan business coaching serta penguatan citra produk (branding) melalui
pengembangan riset sosial, budaya dan seni daerah serta serta meningkatkan
peluang kerja sama dengan Perusahaan Penjamin Kredit Daerah (PPKD) untuk
memperluas akses industri kreatif yang lemah agunan; (3) kelompok intelektual
perlu memperkuat basis formal dan informal dalam pembentukan creativepreneur,
diseminasi informasi dan transformasi teknologi tepat guna; (4) lembaga keuangan
formal (bank) perlu memberikan pengetahuan dan edukasi keuangan bagi pelaku
usaha yang masih terkendala, pemberian kredit kolektif atau kelompok dapat
menjadi alternatif yang perlu dipertimbangkan. Penelitian lanjutan disarankan
untuk mengembangkan indikator pengukuran pembangunan inklusif selain
indikator inklusi keuangan dan inklusi sosial
Optimasi Suhu dan Campuran Ekstrak Air Teh Putih, Teh Hijau dan Teh Hitam terhadap Total Fenolik dan Total Flavonoid.
Teh yang digunakan adalah teh putih, hijau dan hitam. Teh mengandung ragam senyawa (fenolik) seperti polifenol golongan flavonoid untuk menetralisir radikal bebas. Terkait berbagai kandungan dan potensi dalam daun teh maka dilakukan optimasi ekstraksi dengan metode infusa suhu 70oC, 100oC, 121oC untuk menentukan formulasi campuran optimum terhadap uji total fenolik dan total flavonoid melalui uji BSLT untuk menentukan toksisitas teh. Nilai optimum terdapat pada suhu 100oC seduhan teh putih, hijau dan hitam. Pengujian BSLT dilakukan untuk menentukan toksisitas dari setiap teh. Berdasarkan nilai LC50 yang didapat dari ketiga teh menunjukan sifat tid toksik, nilai LC50 tertinggi (1800 μg/mL) dijadikan acuan konsentrasi campuran formulasi. Total fenolik dilakukan dengan mengunakan reagen Follin-ciocalteu dengan pengukuran spektrofotometri. Nilai tertinggi terdapat pada formula 4 teh putih : teh hijau (1:1:0) sebesar 517.15 GAE/g. Total flavonoid dilakukan dengan menggunakan reagen AlCl3 dan pengukuran spektrofotometri. Nilai tertinggi pada formula 3 teh hitam (0:0:1) sebesar 27.88 QE/g
Karakteristik dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Risiko Malnutrisi Pasien Rawat Inap Dewasa di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta
Malnutrisi merupakan keadaan gizi kronis yang dapat memperburuk kondisi kesehatan, biaya pelayanan kesehatan lebih tinggi, hingga kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pasien serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat risiko malnutrisi pasien rawat inap dewasa di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional study, pada bulan Mei – Juni 2019 dengan jumlah subjek 119 orang. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar subjek menderita penyakit non-infeksi (82.4%), tergolong berisiko malnutrisi ringan (54.6%), status gizi normal (52.9%), memiliki riwayat penyakit (63.9%), dan pernah di rawat inap sebelumnya (79%). Sebagian besar tingkat kecukupan SMRS subjek tergolong kurang (80.7% energi, 83.2% protein, 78.2% lemak, dan 73.9% karbohidrat). Rata-rata subjek tergolong sangat sering mengonsumsi kesembilan kelompok pangan. Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi (p = 0.014, r = -0.225), riwayat rawat inap (p = 0.019, r = 0.215), asupan energi SMRS (p = 0.028, r = -0.201) dan asupan karbohidrat SMRS (p = 0.017, r = -0.218) terhadap tingkat risiko malnutrisi pada subjek
Pengembangan Metode Uji Cepat Vigor Benih Kedelai dengan Pemunculan Radikula.
Pengujian vigor untuk mengevaluasi mutu benih memerlukan metode yang lebih cepat, tepat, dan mudah. Uji pemunculan radikula (radicle emergence = RE) merupakan metode pengujian vigor yang telah divalidasi ISTA sejak tahun 2014 pada benih jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode uji RE pada benih kedelai dengan menentukan waktu pengamatan yang tepat serta mengkorelasikan uji RE dengan vigor benih lainnya, viabilitas, dan vigor bibit di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih, rumah kaca Cikabayan, dan Kebun Percobaan Sawah Baru IPB pada bulan November 2018-Maret 2019. Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan pengamatan berulang digunakan pada percobaan RE. Rancangan percobaan RKLT sebagai rancangan dua faktor dengan pola split-plot, dengan varietas (Agromulyo, Dena 1, Deja 1, Detap 1, Devon 1, Devon 2, Demas 1, Gepak kuning, Anjasmoro, dan Grobogan) sebagai petak utama dan waktu pengamatan (36, 38, 40, 42, 44, 46, dan 48 jam) sebagai anak petak. Rancangan percobaan RKLT digunakan untuk pengujian vigor benih di laboratorium, rumah kaca, dan vigor bibit di lapangan dengan satu faktor yaitu varietas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji RE pada benih kedelai yang berbeda tingkat vigor dengan metode uji diatas kertas pada suhu 25 ± 2°C dan diamati pada 42 jam ± 15 menit setelah pengecambahan, terbukti berkorelasi erat dan dapat memprediksi daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, rataan waktu perkecambahan, daya berkecambah di media pasir, daya tumbuh di lapangan, dan rataan waktu pemunculan bibit
Formulasi Brownies Instan dari Tepung Mocaf dan Tepung Kulit Buah Markisa yang Berpotensi sebagai Pangan Fungsional
Tepung kulit buah markisa merupakan bahan pangan tinggi serat dan mengandung senyawa bioaktif sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan selingan bagi orang dewasa khususnya bagi penderita obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi brownies tepung mocaf dan tepung kulit buah markisa yang berpotensi sebagai pangan fungsional. Desain penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan berupa subtitusi tepung kulit buah markisa dan tepung mocaf dengan perbandingan F0 (100%:0%), F1 (75%:25%), F2 (70%:30%), dan F3 (60%:40%). Formula yang terpilih dalam penelitian ini adalah F1 (75%:25%). Formula terpilih memiliki kandungan gizi per 100 gram yaitu energi 545.28 kkal, kadar air 16.61% (bb), kadar abu 1.87% (bk), protein 7.76% (bk), lemak 30.55% (bk), karbohidrat 59.83% (bk), dan serat pangan 21.71% (bk). Nilai aktivitas antioksidan brownies formula terpilih adalah 65.45% dengan IC 50 sebesar 3706.15 ppm. Satu takaran saji 60 gram brownies sudah memenuhi batas minimal Acuan Label Gizi (ALG) kategori umum yaitu 12%. Brownies formula terpilih sudah memenuhi klaim tinggi serat menurut persyaratan BPOM dan termasuk produk yang mengandung antioksidan meskipun sangat lemah menurut Molyneux (2004)
Performa Ayam Broiler dengan Penambahan Tepung Gambir (Uncaria gambir R) Dalam Pakan
Tepung gambir adalah alternatif bahan alami yang memiliki senyawa antioksidan, salah satunya katekin. Katekin berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah kerusakan akibat radikal bebas di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa ayam broiler dengan penambahan tepung gambir sebagai feed aditif dalam pakan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, faktor jenis kelamin (jantan dan betina) dan faktor penambahan tepung gambir (0%, 0.25%, dan 0.5%) dengan 3 ulangan. Ayam broiler yang digunakan adalah strain Cobb jantan dan betina sebanyak 180 ekor. Umur 0-14 hari ayam diberi pakan starter dengan kode BR1 CP511 dan umur 15-35 hari ayam diberi pakan dengan mengandung tepung gambir. Peubah yang diamati yaitu konsumsi pakan, konsumsi air minum, pertambahan bobot badan, konversi pakan, bobot badan akhir, mortalitas, Indeks Performa, kondisi organ dalam, malondialdehyde Acid (MDA) dan Income Over Feed And Chick Cost IOFCC. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung gambir 0.25% sampai 0.5% mampu memperbaiki konversi pakan, indeks performa dan IOFCC dibandingkan kontrol. Pemberian tepung gambir 0.25% lebih efektif pada ayam broiler betina dan 0.5% lebih efektif memperbaiki performa pada ayam broiler jantan
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Krim dari Bubur Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Sargassum plagyophyllum
Pigmen melanin berperan dalam reaksi pencoklatan pada kulit manusia.
Proses pembentukan melanin dapat direduksi dengan mekanisme antioksidan dan
inhibitor enzim tirosinase khususnya penghambatan pada jalur monofenolase (Ltirosin)
dan difenolase (L-DOPA). Rumput laut K. alvarezii dan S. plagyophyllum
adalah komoditas laut yang ketersediaannya berlimpah di alam dan diketahui
memiliki aktivitas antioksidan dan inhibitor tirosinase. Sediaan bubur rumput laut
yang diduga mengandung senyawa bioaktif diformulasikan ke dalam sediaan krim
yang berfungsi sebagai pencerah kulit. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan
informasi tentang karakteristik dari bahan baku rumput laut, ekstrak kasar dan
bubur rumput laut serta mendapatkan formula terpilih berdasarkan kandungan
kimia, evaluasi fisik dan mikrobiologi pada sediaan krim.
Penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu karakterisasi bahan baku yang
meliputi pengambilan, penepungan dan ekstraksi rumput laut. Tahap kedua adalah
pembuatan produk yang meliputi pembuatan sediaan bubur rumput laut dan sediaan
krim. Tahap ketiga adalah evaluasi produk (sediaan bubur dan krim).
Hasil identifikasi rumput laut cokelat oleh Pusat Penelitian Oseanografi,
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah S. plagyophyllum. Rumput laut
K. alvarezii dan S. plagyophyllum yang digunakan tidak mengandung logam berat
(timah, merkuri dan arsen); mengandung senyawa bioaktif (alkaloid, terpenoid,
steroid, flavonoid, saponin dan tanin), vitamin C, vitamin E dan aktivitas
antioksidan berturut-turut 595.08±0.995 μg/mL dan 598.86±1.494 μg/mL. Nilai
IC50 asam kojat (pembanding), ekstrak metanol dari K. alvarezii dan S.
plagyophyllum pada substrat tirosin berturut-turut 15.566 μg/mL; 2691.478 μg/mL
dan 2195.206 μg/mL. Nilai IC50 asam kojat (pembanding), ekstrak metanol dari K.
alvarezii dan S. plagyophyllum pada substrat L-DOPA berturut-turut 29.156
μg/mL; 2631.648 μg/mL dan 1769.336 μg/mL. Sediaan krim terpilih adalah krim
dengan formula penambahan bubur rumput laut S. plagyophyllum 15% yang
memiliki aktivitas antioksidan (IC50) 491.93 μg/mL dan persen penghambatan
terhadap enzim tirosinase 20% (pada susbtrat L-DOPA dan konsentrasi uji 6000
μg/mL) dengan sifat alir plastis tiksotropik, nilai pH berkisar 5.78-6.21, stabilitas
baik dan tidak ditemukan koloni mikroba
Isolasi dan Uji Aktivitas Senyawa Bioaktif Antibakteri dari Aktinomisetes TN 15-7.
Aktinomisetes merupakan mikroba yang paling banyak memproduksi senyawa
bioaktif dibandingkan mikroorganisme lain. Beberapa diantaranya merupakan antibiotik
terkenal seperti streptomisin. Kelimpahan aktinomisetes di alam sangat luas dengan
keragaman kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa bioaktif
aktinomisetes TN 15-7 yang diisolasi dari tanah rhizosfer tumbuhan Angelonia sp koleksi
PUSLIT Biologi LIPI dan uji aktivitas antibakteri terhadap S. aureus Ina-CC B4 dan E.
coli Ina-CC B5 secara kualitatif melalui uji KLT-bioautografi dan kuantitatif melalui
penentuan nilai konsentrasi hambat minimum (KHM). Kloramfenikol digunakan sebagai
standar antibakteri. Dua senyawa bioaktif berhasil diisolasi dan menunjukan aktivitasnya
sebagai antibakteri melalui KLT-bioautografi terhadap S.aureus (fraksi F3.4/F3.5/F3.6 dan
F6.6) dan E.coli (fraksi F6.6). Fraksi F3.4/F3.5/F3.6 memiliki aktivitas antibakteri yang
kuat dengan nilai KHM 32 μg/mL terhadap bakteri S.aureus dan fraksi F6.6 memiliki
aktivitas antibakteri yang sedang dengan nilai KHM 256 μg/mL terhadap bakteri S.aureus
dan E.coli. Kapasitas produksi fraksi F3.4/F3.5/F3.6 sebesar 8.1 mg/L dan fraksi F6.6
sebesar 3.3 mg/L
Strategi Penguatan Modal Sosial Perempuan Tani dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan Terbatas di Kabupaten Bogor
Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan menyebutkan bahwa
pemenuhan konsumsi pangan harus mengutamakan produksi dalam negeri dengan
memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki. Pemerintah berupaya menggalakkan
kembali budaya menanam di lahan pekarangan untuk mewujudkan ketahanan
pangan di tingkat rumah tangga. Optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan
melalui konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) adalah sebuah konsep
lingkungan perumahan penduduk yang secara bersama-sama mengusahakan
pekarangannya secara intensif untuk dimanfaatkan menjadi sumber pangan secara
berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek potensi wilayah dan kebutuhan
gizi warga setempat (Kementerian Pertanian, 2015). Program ini telah
dilaksanakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian sejak tahun 2010 yang
sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kinerja dan hasil
pemanfaatan lahan pekarangan melalui KRPL di Kabupaten Bogor, (2)
menganalisis kinerja dan hasil pemanfaatan lahan pekarangan melalui KRPL di
Kabupaten Bogor, dan (3) merumuskan strategi penguatan modal sosial
perempuan tani pada pemanfaatan lahan pekarangan terbatas di Kabupaten Bogor.
Metode survey digunakan untuk mendapatkan gambaran kinerja KRPL di tiga
KRPL yang berada di tiga desa Kabupaten Bogor. Studi kasus digunakan untuk
menggali modal sosial, peran pendamping, dan pengelolaan administrasi pada satu
KRPL yang dianggap memiliki kinerja paling baik dari ketiganya.
Hasil kajian tentang kinerja KRPL menunjukkan bahwa setelah tiga tahun
program dilaksanakan, kebun bibit dan demplot sudah tidak terkelola dengan baik.
Rumah Pangan Lestari (RPL) masih dikelola secara mandiri oleh perempuan tani
meskipun tanpa dukungan dari kebun bibit. Hasil kajian selanjutnya mengenai
modal sosial menunjukkan bahwa jaringan perempuan tani pengelola KRPL
cenderung terkait pada lembaga pemerintah, perempuan tani memiliki
kesepakatan bersama yang tidak tertulis dalam mengelola KRPL, dan adanya
konflik-konflik kecil terkait kepercayaan mampu diredam guna menjaga
hubungan baik. Pendampingan cenderung rutin dilakukan saat tahun pertama dan
kedua kegiatan berjalan. Pengelolaan administrasi belum tertib dan hanya
dilakukan pada awal tahun kegiatan berjalan. Strategi penguatan modal sosial
perempuan tani dalam pemanfaatan lahan pekarangan terbatas dilakukan melalui :
1) meningkatkan kompetensi perempuan tani dan penguatan peran pendamping;
2) melibatkan tokoh masyarakat dan mendorong kader lokal sebagai penggerak;
3) memfasilitasi budaya lokal untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan;
4) dukungan institusi; dan 5) menyempurnakan rancangan program
Tingkah Laku Ayam Broiler Tumbuh Lambat di Kandang Sistem Tertutup Saat Gelap pada Umur 21 sampai 30 hari
Keberhasilan ayam broiler bergantung pada kualitas genetik ternak, keadaan lingkungan, dan interaksi antara genetika dan lingkungan. Intensitas cahaya yang tepat pada malam hari sangat dibutuhkan untuk mendukung proses metabolisme di dalam tubuh, sehingga dapat berlangsung secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkah laku ayam broiler tumbuh lambat pada umur 21 hingga 30 hari yang dipelihara di kandang sistem tertutup dengan tidak adanya cahaya pada durasi waktu tertentu. Pengamatan dilakukan setiap hari dari umur 21 hingga 30 hari pada 2 periode pemeliharaan yaitu pada malam hari 19.00-21.00 WIB. Parameter yang diukur adalah makan, minum, istirahat, dan lokomosi. Didapatkan hasil tingkah laku yang dominan ialah istirahat. Ayam tumbuh lambat memiliki persentase pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan ayam normal, akan tetapi ayam tumbuh lambat tidak dapat melampaui bobot badan ayam normal, hal ini dikarenakan adanya keterkaitan antara tingkah laku dengan pertumbuhan ayam broiler. Ayam broiler tumbuh lambat dan tumbuh normal memiliki tingkah laku yang sama