31665 research outputs found
Sort by
Struktur Senyawa dalam Ekstrak Metanol Buah Sosis (Kigelia africana).
Pohon sosis (Kigelia africana) adalah tanaman obat famili Bignoniaceae
yang bermanfaat sebagai antikanker. Penelitian mengenai buah sosis sebagai
sumber antikanker masih terbatas pada ekstrak kasarnya, sedangkan struktur
senyawa murninya di Indonesia belum banyak dilaporkan. Tujuan penelitian ini
adalah mengisolasi dan menentukan struktur senyawa dalam ekstrak metanol buah
tersebut. Simplisia buah dimaserasi menggunakan metanol dan difraksionasi
menggunakan kromatografi cair vakum sehingga didapatkan 6 fraksi (A-F). Fraksi
C dipisahkan dengan menggunakan kromatografi radial menghasilkan 5 fraksi.
Fraksi C3, C5, dan D dimurnikan dengan kromatografi lapis tipis preparatif
menghasilkan 2 senyawa murni yang diberi label KA1 dan KA2. Struktur senyawa
KA1 dielusidasi sebagai metil ferulat berdasarkan spektrum ultraviolet-tampak,
inframerah, kromatografi cair- massa, dan resonansi magnetik int
Analisis Morfometrika Geometris pada Variasi Bentuk Kantong antar Jenis Nepenthes L. (Nepenthaceae).
Bentuk kantong antar spesies Nepenthes bervariasi, sehingga menjadi salah satu karakter penting untuk identifikasi. Namun, deskripsi karakter bentuk kantong secara verbal dapat bersifat subyektif dan ditafsirkan berbeda sehingga dapat menyebabkan ketidaktepatan dalam identifikasi spesies. Variasi bentuk kantong dapat dijelaskan secara lebih obyektif dan tepat melalui analisis kuantitatif. Penelitian ini bertujuan menggunakan pendekatan morfometrika geometris untuk menganalisis secara kuantitatif variasi bentuk kantong antar spesies, antar hybrid dengan tetuannya, dan antar specimen herbarium dengan specimen segar, serta membangun sistem identifikasi Nepenthes menggunakan machine learning.
Penelitian ini menggunakan 252 gambar kantong Nepenthes dari 5 spesies alami (N. gracilis, N. mirabilis, N. reinwardtiana, N. bicalcarata, dan N. rafflesiana) dan 2 spesies hibrid (N. mirabilis x N. rafflesiana dan N. x hookeriana) yang diambil dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Gambar tersebut menunjukkan bentuk kantong dari spesimen hidup pada tiga sudut pandang berbeda, yaitu atas, depan, dan samping. Analisis outline berbasis Fourier, yaitu elliptical Fourier analysis, dilakukan dengan mengubah geometri outline (gambar bentuk kantong) menjadi variabel kuantitatif (matriks x,y koordinat) yang kemudian ditransformasikan ke bentuk elliptical Fourier coefficient. Data hasil analisis berupa matriks elliptical Fourier coefficients kemudian dieksplor menggunakan principal component analysis (PCA) dan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil PCA dan MANOVA digunakan untuk mengevaluasi variasi bentuk kantong antar spesies, kemiripan antara hybrid dengan tetuanya, dan perbandingan antara specimen herbarium dengan specimen segar. Algoritma linear discriminant analysis (LDA) yang dipadukan dengan leave-one-out cross-validation (LOOCV) digunakan untuk membangun sistem identifikasi otomatis. Semua analisis menggunakan Momocs Package pada R Statistical Software. Hasil Scatterplot PCA (PC1 dan PC2) menunjukkan bentuk kantong mengelompok berdasarkan spesies, meskipun ada sedikit overlapping antar spesies. Bentuk samping dan depan kantong berbeda antar spesies dengan nilai MANOVA (p0.05). Sementara bentuk penutup kantong (bagian atas) beberapa spesies tidak berbeda (p>0.05). Hasil analisis hibrid menunjukkan bahwa N. mirabilis x N. rafflesiana memiliki bentuk intermediate dengan kedua tetuanya (N. mirabilis dan N. rafflesiana). Sementara itu, bentuk kantong Nepenthes pada specimen herbarium berbeda dengan gambar yamg diambil dari tanaman hidup. Sistem identifikasi otomatis menggunakan algoritma LDA dengan LOOCV menunjukkan bahwa sistem identifikasi yang dikembangkan berdasarkan bentuk bagian depan kantong memiliki tingkat akurasi (90.5%) lebih tinggi dari bentuk bagian samping (84.5%), dan bentuk tutup kantong (85.7%)
Respon Ayam Broiler pada Proses Transportasi.
Proses transportasi akan berdampak negatif pada ayam broiler seperti
penyusutan bobot badan. Salah satu penyebab utama penyusutan bobot badan ayam
broiler adalah stres pada ayam ketika diangkut. Stres pada ayam broiler terjadi karena
perubahan fisiologis terhadap iklim mikro selama proses transportasi. Tujuan dari
penelitian ini adalah menguji perbedaan respons fisiologis ayam broiler yang
mengalami proses transportasi dan tidak mengalami proses transportasi. Penelitian ini
menggunakan dua perlakuan, yaitu keranjang angkut tidak ditransportasikan dan
keranjang angkut ditransportasikan. Data dianalisis dengan menggunakan uji T
(dependen dan independen). Hasil penelitian menunjukan ayam broiler yang
mengalami proses transportasi memiliki nilai respon fisiologis dan penyusutan bobot
badan yang lebih rendah dibandingkan dengan ayam broiler yang tidak mengalami
proses transportasi. Proses transportasi ayam menunjukkan penurunan bobot badan,
peningkatan suhu rektal, frekuensi respirasi dan frekuensi denyut jantung
Kepadatan, Privasi, Interaksi Sosial, dan Kepuasan Lingkungan pada Keluarga di Rusunawa Menteng Asri Kota Bogor
Kepuasan lingkungan merupakan salah satu faktor yang berkontribusi dalam kualitas
kehidupan keluarga. Penelitian ini merupakan implementasi dari teori ekologi keluarga pada
keluarga yang tinggal di permukiman perkotaan. Penelitian ini bertujuan secara umum untuk
menganalisis (a) pengaruh karakteristik keluarga dan kepadatan terhadap privasi; (b) pengaruh
karakteristik keluarga dan kepadatan terhadap interaksi sosial; dan (c) pengaruh karakteristik
keluarga, kepadatan, privasi, dan interaksi sosial terhadap kepuasan lingkungan pada keluarga di
Rusunawa Menteng Asri Kota Bogor. Responden dalam penelitian ini adalah 120 keluarga utuh
yang memiliki anak dan dipilih menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebagian besar penghuni rumah susun mengalami kepadatan hunian. Privasi,
interaksi sosial, dan kepuasan lingkungan terkategori sedang. Berdasarkan hasil uji regresi
menunjukkan bahwa kepadatan berpengaruh negatif terhadap upaya memeroleh privasi. Hasil uji
regresi menunjukkan bahwa lama pendidikan suami dan jumlah penghuni berpengaruh positif
terhadap interaksi sosial. Hasil uji regresi dan analisis SEM menunjukkan bahwa interaksi sosial
berpengaruh positif dan upaya memeroleh privasi berpengaruh negatif terhadap kepuasan
lingkungan
Uji Daya Hasil Lanjutan 50 Galur Harapan Generasi F7 Padi Sawah (Oryza sativa L.) Populasi IPB187 dan IPB193
Padi merupakan bahan makanan utama penduduk Indonesia. Salah satu tahapan dalam pengembangan varietas unggul adalah pengujian daya hasil dari galur harapan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji galur padi sawah populasi IPB187 dan IPB193 generasi F7 untuk mendapatkan galur yang berpotensi hasil lebih tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai Maret 2019 di Kebun Percobaan Sawah Baru, Dramaga Bogor. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan 50 galur uji dan empat varietas pembanding. Hasil penelitian menunjukkan genotipe yang cenderung mempunyai produktivitas yang tinggi melebihi varietas pembanding diantaranya IPB187-F-40-1 (7.36 ton ha-1), IPB187-F-43-1 (7.09 ton ha-1), IPB187-F-51-1 (7.02 ton ha-1), IPB187-F-55-2 (7.56 ton ha-1), IPB187-F-64-3 (6.72 ton ha-1), IPB193-F-23-3 (7.14 ton ha-1), dan IPB193-F-30-2 (6.79 ton ha-1), sementara varietas pembanding IPB3S (5.79 ton ha-1), IPB8G (5.77 ton ha-1), IPB9G (6.14 ton ha-1) dan Ciherang (6.01 ton ha-1)
Kajian Tata hijau Lanskap Permukiman Etnis Aceh di Kabupaten Aceh Utara Berbasis Budaya
Penataan tata hijau merupakan salah satu hasil dari interaksi budaya
masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal sehingga terbentuknya sebuah pola
tata hijau dengan karakter tertentu. Guna memperoleh gambaran yang nyata
mengenai tata hijau lanskap permukiman perlu dilakukan kajian mengenai tata
hijau lanskap permukiman etnis Aceh di kabupaten Aceh Utara berbasis budaya
masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menyusun konsep karakter penciri pola
tata hijau permukiman Aceh Utara berbasis budaya berdasarkan: 1) mengakaji dan
menganalisis karakteristik tata hijau etnis Aceh saat ini di wilayah Aceh Utara, 2)
menganalisis penataan tata hijau permukiman, peran dan fungsinya ditinjau dari
sudut pandang budaya masyarakat setempat, dan 3) mengidentifikasi karakter
penataan tata hijau permukiman etnis Aceh di Kabupaten Aceh Utara berbasis
budaya.
Penelitian ini dilakukan pada dua lokasi yang dipilih untuk dapat
merepresentatifkan karakter tata hijau di kawasan atas pada gampong Meunasah
Buket, kecamatan Kuta Makmur dan kawasan Pesisir pada gampong Meunasah
Blang Kabu, kecamatan Samudera. Penelitian dilakukan dengan menggunakan
metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan pada
lokasi pengamatan tata ruang hijau yang dikaji diantaranya adalah pekarangan, jalur
hijau jalan, area konsevasi, kebun/ ladang dan fasilitas umum. Data didapatkan
melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis yang dilakukan adalah
analisis struktur ruang tata hijau, analisis komposisi tanaman pada tata hijau serta
analisis fungsi ruang tata hijau dan fungsi tanaman dalam budaya masyarakat.
Hasil penelitian menunjukan terdapat 3 jenis tipe tanaman berdasarkan
fungsinya yaitu tanaman produktif, tanaman hias, dan tanaman pembatas lahan.
Nilai indeks Margalef dan Shanon- Wiener menunjukan pada tata hijau
permukiman di kawasan pesisir memiliki kearagaman spesies yang tinggi
dibandingkan dengan kawasan atas. Sementara itu, nilai indeks Sorensen
mengindikasikan kesamaan jenis tanaman sebesar 80% pada pekarangan dan 75%
pada kebun/ ladang. Adapun fungsi ruang pada lokasi penelitian dikelompokan
menjadi 4 fungsi yaitu fungsi produksi, fungsi sosial, estetika dan ameriolasi iklim.
Fungsi tanaman dalam budaya berdasarkan analisis Indexs Cultural Significance
paling tinggi dimiliki oleh tanaman kelapa dan pisang
Tingkat Kesejahteraan Nelayan Jaring Rampus di Bantaran Kali Adem, Muara Angke, Jakarta.
Penelitian mengenai tingkat kesejahteraan nelayan jaring rampus di bantaran Kali
Adem, Muara Angke, Jakarta bertujuan untuk menentukan tingkat kesejahteraan
nelayan berdasarkan standar Badan Koordinasi keluarga Berencana Nasional
(BKKBN 2011) dan menghitung Nilai Tukar Nelayan (NTN). Penelitian dilakukan
pada bulan Februari 2018 dengan teknik wawancara terhadap 30 responden dengan
bantuan kuesioner. Data dianalisis menggunakan 21 indikator tahapan keluarga
sejahtera menurut BKKBN (2011) dan analisis Nilai Tukar Nelayan (NTN). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa nelayan jaring rampus termasuk ke dalam kategori
Keluarga Pra Sejahtera sebesar 10%, Keluarga Sejahtera I sebesar 43,33%, dan
Keluarga Sejahtera II sebesar 46,67%, serta dari perhitungan NTN diperoleh nilai
sebesar 2,08 yang menyatakan bahwa kesejahteraan nelayan cukup baik
Evaluasi Effektivitas Summer Course Sustainable Agrifood Management in Indonesia (SAMI) 2018
Sustainable Agrifood Management in Indonesia (SAMI) 2018 adalah
program summer course yang diselenggarakan oleh Departemen Manajemen IPB.
Evaluasi efektivitas pelatihan perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas
program selanjutnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1) menganalisis
implementasi Summer Course SAMI 2018 oleh Departemen Manajemen 2)
mengevaluasi Summer Course SAMI 2018 pada level reaksi, pembelajaran,
perilaku, dan hasil 3) menyusun implikasi manajerial hasil evaluasi Summer
Course SAMI 2018 pada level reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Jenis data
yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan metode penarikan
sampel menggunakan metode sensus. Metode analisis data menggunakan analisis
deskriptif, uji t sampel bepasangan dan uji t untuk satu sampel. Hasil dari
penelitian ini pada level reaksi adalah peserta sangat puas terhadap
penyelenggaraan SAMI 2018, pada level pembelajaran, pengetahuan dan sikap
peserta mengalami peningkatan yang signifikan, evaluasi level perilaku
menunjukkan peserta mengalami perubahan perilaku setelah program
diselenggarakan dan hasil (result) dari terselenggaranya Program SAMI 2018
adalah tercapainya tujuan SAMI 2018. Secara keseluruhan program SAMI 2018
dapat dikatakan efektif dan perlu diselenggarakan kembali
Analisis Nilai Ekonomi dan Kelembagaan terhadap Keberlanjutan Pemanfaatan Mangrove di Pulau Tanakeke
Ekosistem mangrove merupakan urat nadi kehidupan bagi masyarakat di Pulau Tanakeke. Secara ekologi, ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke berperan sebagai pelindung perkampungan. Secara ekonomi, dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sebagai sumber mata pencaharian. Dalam kurun waktu tahun 1980an-2000an awal, sebanyak 60% tutupan mangrove di Pulau Tanakeke hilang dari luasan awalnya + 1.770 hektar. Hilangnya tutupan mangrove tersebut disebabkan oleh adanya penebangan mangrove untuk membuka lahan menjadi tambak dan untuk bahan baku arang. Berkurangnya tutupan mangrove dalam jumlah yang signifikan tersebut menyebabkan menurunnya fungsi fisik ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke. Meskipun hal tersebut sudah terjadi beberapa dekade yang lalu, akan tetapi dampak negatif dari degradasi mangrove masih dapat dirasakan oleh sebagian masyarakat hingga saat ini. Untuk mencegah terjadinya kembali pemanfaatan yang tidak terkendali seperti sebelumnya, masyarakat dibantu oleh organisasi non-pemerintah menyusun peraturan desa yang khusus mengatur tentang pengelolaan ekosistem mangrove di level desa sebagai bentuk penguatan kelembagaan lokal. Kelembagaan merupakan salah satu aspek yang penting dalam mendukung suatu pengelolaan. Kelembagaan diperlukan untuk mengawal pengelolaan suatu sumberdaya agar tetap pada jalurnya. Selain itu, upaya-upaya rehabilitasi juga mulai didorong di beberapa daerah di wilayah Pulau Tanakeke sebagai bentuk usaha perbaikan lingkungan.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan kelembagaan pengelolaan ekosistem mangrove saat ini di Pulau Tanakeke terhadap keberlanjutan pemanfaatan mangrove. Secara rinci penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengestimasi nilai manfaat ekonomi dan nilai kerugian yang secara langsung diterima oleh masyarakat dari adanya pemanfaatan ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke; (2) menelaah aturan lokal yang berkaitan dengan pengelolaan ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke dan implementasinya di lapangan; (3) menganalisis kelembagaan pengelolaan ekosistem mangrove yang ada dan kaitannya terhadap keberlanjutan pemanfaatan ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik valuasi ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan untuk mengestimasi nilai ekonomi pemanfaatan dan nilai kerugian yang secara langsung diterima oleh masyarakat, analisis isi dan analisis kesenjangan untuk menganalisis kinerja peraturan lokal di lapangan, dan konsep dinamika perkembangan kelembagaan pengelolaan sumberdaya (Ostrom 1990) untuk memetakan kondisi kelembagaan pengelolaan ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke saat ini dan kaitannya terhadap keberlanjutan pemanfaatan mangrove.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke dimanfaatkan masyarakat dalam bentuk pemanfaatan perikanan (tambak dan perikanan tangkap) dan hasil kayu mangrove (pembuatan arang, kayu bakar, bahan bangunan, patok rumput laut), sedangkan kerugian yang timbul dalam bentuk kerusakan pematang tambak, hilangnya ikan yang dipelihara di tambak, dan
iv
kerusakan bangunan rumah. Dari hasil valuasi ekonomi, diperoleh total estimasi nilai ekonomi pemanfaatan langsung ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke oleh masyarakat sebesar Rp169.294.439.961,-/tahun, sedangkan total estimasi nilai kerugian langsung yang dialami masyarakat di Pulau Tanakeke sebesar Rp1.316.482.933,/tahun. Dari selisih kedua nilai tersebut, diperoleh nilai manfaat bersih langsung (net benefit) sebesar Rp167.977.957.028,-/tahun. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke masih memberikan nilai manfaat yang positif bagi masyarakat.
Implementasi pengelolaan ekosistem mangrove di lapangan dianalisis menggunakan 5(lima) aspek. Dari kelima aspek yang dianalisis, terdapat satu aspek dalam kategori sejalan (aspek pengawasan mangrove dengan nilai kesenjangan 0%), tiga aspek yang cukup sejalan (aspek keterlibatan stakeholder, aspek pengelolaan mangrove, dan aspek pelanggaran dan sanksi dengan nilai kesenjangan berturut-turut : 13,25%, 21,86%, dan 6,67%), dan satu aspek yang tidak sejalan (aspek koordinasi dengan nilai kesenjangan 100%). Secara keseluruhan, diperoleh hasil rata-rata nilai kesenjangan antara Perdes dengan implementasi di lapangan sebesar 28,36% yang dapat diartikan bahwa implementasi pengelolaan ekosistem mangrove di lapangan (Pulau Tanakeke) sudah cukup sejalan dengan peraturan lokal yang mengatur.
Pada saat penelitian ini dilakukan, kondisi di lapangan (Pulau Tanakeke) sudah terdapat aturan yang mengatur pengelolaan mangrove dan kegiatan rehabilitasi. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa kelembagaan pengelolaan ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke saat ini berada pada tahap institutional self-governing period menurut konsep dinamika perkembangan kelembagaan sumberdaya Ostrom (1990). Dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa saat ini kelembagaan pengelolaan ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke sedang menuju ke arah pengelolaan yang mandiri (self-governing) karena sudah mulai mampu untuk mengelola sumberdaya mangrove secara mandiri. Ketika kelembagaan yang ada sudah mendukung ke arah pengelolaan yang mandiri, maka keberlanjutan pengelolaan akan lebih terjamin sehingga keberlanjutan pemanfaatan juga semakin baik. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hingga saat penelitian ini dilakukan, kelembagaan pengelolaan ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke masih mendukung ke arah keberlanjutan pemanfaatan mangrove
Analisis Pengaruh Rasio Keuangan dan Variabel Makroekonomi terhadap Harga Saham Perusahaan pada Indeks IDX30
Pada tahun 2018 terdapatnya penurunan harga saham perusahaan pada indeks
IDX30 yang diduga dipengaruhi oleh variabel makroekonomi yang berimbas
kepada rasio keuangan perusahaan. Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis
pengaruh rasio keuangan dan variabel makroekonomi terhadap harga saham
perusahaan pada indeks IDX30 serta meramalkan nilai pergerakan harga-harga
saham perusahaan dan variabel makroekonomi. Metode analisis data yang
digunakan yaitu regresi linear berganda. Sumber dan jenis data yang digunakan
yaitu data sekunder dengan jenis data kuantitatif. Hasil penelitian secara parsial
menunjukkan bahwa current ratio, return on equity, earning per share, price book
value, inflasi, dan nilai tukar berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan
pada indeks IDX30. Sedangkan debt equity ratio dan suku bunga secara parsial
berpengaruh negatif terhadap harga saham. Hasil penelitian secara simultan
menunjukkan variabel rasio keuangan dan makroekonomi berpengaruh signfikan
terhadap harga saham. Hasil peramalan menunjukkan bahwa pergerakan harga
saham perusahaan pada IDX30, inflasi, dan suku bunga mengalami peningkatan
serta nilai tukar mengalami pelemahan untuk tahun 2019