31665 research outputs found
Sort by
Deteksi dan Identifikasi Kecurangan Skema Pembagian Rahasia Linear Berbasis Skema Shami
Skema pembagian rahasia (SPR) adalah metode kriptografi yang bertujuan
untuk menjaga keamanan dari suatu rahasia. Metode ini pertama kali
dikemukakan oleh Adi Shamir, yang kemudian dikenal dengan SPR (k, n) Shamir.
SPR Shamir adalah skema yang sempurna dengan asumsi bahwa semua
pemegang keping rahasia adalah jujur dan semua pemegang keping rahasia
menyerahkan keping rahasia yang asli pada tahap rekonstruksi rahasia, sehingga
rahasia s dapat dipulihkan. Namun, jika ada pemegang keping rahasia yang tidak
jujur dengan menyerahkan keping rahasia palsu maka pemegang keping rahasia
yang jujur tidak mendapatkan apapun kecuali rahasia palsu dan para pelaku
kecurangan dapat merekonstruksi rahasia s secara eksklusif. Skema linear (k, n)
adalah generalisasi dari skema Shamir, dan merupakan salah satu skema yang
dapat mendeteksi dan mengidentifikasi pelaku kecurangan.
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mengonstruksi SPR
linear untuk mendeteksi dan mengidentifikasi kecurangan pada SPR Shamir; (2)
menghitung batas dari kemampuan deteksi dan identifikasi dari skema yang
diusulkan; (3) menganalisis keamanan skema yang diajukan; (4) menerapkan
penggunaan dari SPR linear berbasis SPR Shamir untuk mendeteksi dan
mengidentifikasi kecurangan.
Skema linear (k, n) yang berbasis skema Shamir ini dibagi menjadi dua
tahapan. Tahap pertama adalah tahap pembagian keping-keping rahasia dan tahap
kedua adalah tahap rekonstruksi rahasia. Tahap pembagian rahasia pada skema ini
menyerupai skema Shamir sedangkan tahap rekonstruksi rahasia tediri dari dua
algoritma, yaitu algoritma deteksi kecurangan dan algoritma identifikasi pelaku
kecurangan. ... ds
Kesadaran dan Kesediaan Membayar Konsumen terhadap Daging Sapi Tersertifikasi Halal di Kota dan Kabupaten Bogor
Indonesia adalah negara mayoritas Muslim terbesar di dunia. Fakta menyiratkan bahwa nilai Islami akan memengaruhi pilihan konsumen di Indonesia. Salah satu konsep terpenting dalam nilai keislaman adalah tentang halal. Halal berarti "diizinkan" atau sesuai syariah. Konsep ini mencakup banyak aspek pilihan konsumen, mulai dari makanan hingga mode dan bahkan pilihan rekreasi. Salah satu masalah halal paling sensitif di Indonesia adalah tentang pencampuran daging. Pada tahun 2017, dilaporkan ada lebih dari 8 masalah pencampuran, dimana daging halal (biasanya dari sapi) dicampur dengan daging nonhalal (biasanya berupa daging babi). Solusi dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini adalah mendorong semua pemangku kepentingan rantai pasokan daging untuk menerapkan sistem jaminan halal. Untuk mewujudkan hal ini, Pemerintah telah mensahkan undang-undang nomor 33 tahun 2014. Undang-undang ini wajib diimplementasikan setidaknya dalam 5 tahun (mulai bulan Oktober 2019). Undang-undang ini mewajibkan seluruh produk daging sapi yang beredar di Konsumen untuk tersertifikasi halal. Hal ini akan meningkatkan biaya pendistribusian daging dari produsen ke konsumen karena setiap penjual diharuskan menerapkan proses yang sesuai syariah untuk mendapatkan sertifikasi halal. Biaya ini akhirnya akan didistribusikan kepada konsumen dengan menaikkan harga daging bersertifikat halal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesediaan membayar pelanggan terhadap daging sapi tersertifikasi halal, mengingat harga daging saat ini sudah tinggi (Rp 120.000 / kg). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis kesadaran konsumen akan produk daging halal. Penelitian ini mengambil sampel dengan menggunakan kuesioner di Wilayah Bogor (baik dari kota maupun kabupaten). Metode yang digunakan untuk menganalisis kesadaran konsumen tentang daging halal adalah metode Partial Least Square (PLS) menggunakan perangkat lunak SMART PLS. Sementara kesediaan membayar konsumen (willingness to pay) akan dianalisis dengan menggunakan Metode Contingent Valuation Method (CVM).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua faktor yang secara signifikan memengaruhi kesadaran konsumen terhadap produk daging sapi tersertifikasi halal. Dua faktor itu adalah Keyakinan Religius (religous belief) dan Logo Halal. Faktor-faktor ini berpengaruh signifikan dengan alpha 10persen menggunakan metode Partial Least Square (PLS). Penelitian ini juga menemukan bahwa konsumen daging di wilayah Bogor bersedia membayar lebih sebesar 4 hingga 6 persen untuk daging berlabel halal. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa pelanggan daging dari Bogor bersedia membayar lebih untuk daging sapi tersertifikasi halal, sehingga pemerintah dapat menerapkan Undang-undang no. 33 tahun 2014
Karakteristik Populasi dan Habitat Siamang (Symphalangus syndactylus Raffles, 1821) di Resor Balik Bukit Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.
Resor Balik Bukit memiliki tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah hingga
pegunungan yang merupakan salah satu habitat siamang. Siamang merupakan jenis
primata yang termasuk ke dalam famili Hylobatidae. Perburuan liar dan hilangnya
habitat menyebabkan penuruan populasi siamang. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengidentifikasi populasi dari jumlah kelompok (struktur umur, nisbah kelamin,
kepadatan) dan karakteristik habitat (ketinggian lahan, bentuk lahan, kerapatan
tajuk, struktur dam komposisi tumbuhan, jenis pakan). Penelitian dilaksanakan
selama bulan Mei 2018 dengan menggunakan metode pemetaan lokasi kelompok
siamang, perhitungan populasi siamang (line transect sampling) dan analisis
vegetasi serta studi literatur. Dijumpai 8 kelompok dengan 20 individu dalam 3 jalur
pengamatan. Struktur umur tertinggi yang dijumpai yaitu kelas umur dewasa dan
yang terendah adalah kelas umur bayi. INP tertinggi dari hasil analisis vegetasi
yaitu pada jalur 1 (Way Samang) terdapat tumbuhan rukem dengan nilai 100.16%,
jalur 2 (Way Mengengung) terdapat tumbuhan kopian dengan nilai 127.78%, dan
pada jalur 3 (Kubu Balak) terdapat tumbuhan kenihai dengan nilai 161.33%. Jenis
pakan siamang yang dijumpai pada ketiga jalur terdapat 17 jenis. Jenis Macaranga
tanarius merupakan pakan yang dijumpai pada ketiga jalur
Ekstraksi Minyak Asal Larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens) dan Pemanfaatannya sebagai Pakan Suplemen.
Suplementasi pakan alternatif pada ruminansia harus dievaluasi secara in
vitro sebelum diberikan kepada hewan. Sampel larva black soldier fly yang
diekstrak mengandung 43,1306% asam lemak C12:0 (asam laurat) yang secara
efektif mampu menekan produksi metana rumen. Saat ini, penelitian tentang
minyak larva BSF sebagai pakan ruminansia terbatas sehingga perlu penelitian
lebih lanjut. Penelitian ini akan mengevaluasi rumen in vitro terhadap
suplementasi minyak larva BSF dalam berbagai level antara lain 0% (P1), 1%
(P2), 2% (P3), 3% (P4), 4% (P5), dan 5 % (P6) ke dalam pakan kontrol yang
bertujuan: (i) mengevaluasi rumen in vitro pada fermentasi, daya cerna dan
produksi gas; (ii) menemukan suplementasi tingkat optimal dari larva BSF yang
diekstrak lipid. Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan statistik pada pH
rumen dan Total VFA. Suplementasi minyak larva BSF berbeda nyata (P <0,05)
pada populasi protozoa, NH3 ruminal, KCBK-KCBO, total produksi gas, dan
produksi metana. Uji lanjut tentang pengaruh level suplementasi terhadap
parameter menggunakan Duncan SPSS versi 20. Efek suplementasi berpengaruh
negatif pada KCBK-KCBO, total produksi gas, dan produksi metana seiring
dengan peningkatan level suplementasi larva BSF yang diekstrak dengan lipid.
Studi menunjukkan bahwa suplementasi >1% mengurangi KCBK-KCBO dan
suplementasi 4% menurunkan total produksi gas dan metana. Asam laurat
menghambat aktivitas bakteri pengurai serat. Larva BSF yang diekstraksi lipid,
yang terutama dominan asam lemak C12: 0, memiliki efek negatif pada archae
methanogen dan methanogenesis. Populasi protozoa dan NH3 ruminal berbeda
secara signifikan (P <0,05) dan tes lebih lanjut menggunakan Duncan
menunjukkan 3% dan 2% suplementasi minyak larva BSF masing-masing
menurunkan populasi protozoa dan NH3 rumen. Meningkatnya nilai NH3 rumen
menunjukkan ada peningkatan tingkat degradasi protein rumen yang didukung
oleh peningkatan populasi protozoa. Protozoa mengalami degradasi cepat pada
granula pati. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa level optimal untuk menekan
produksi metana adalah suplementasi 5% dari minyak asal larva BSF
Analisis Pilihan Moda Transportasi Masyarakat di Kota Bogor
Penelitian tentang pemilihan moda transportasi perkotaan penting untuk dilakukan terutama di Kota Bogor yang menduduki peringkat dua di dunia sebagai kota termacet di dunia. Pemilihan moda sangat penting dan berpengaruh terhadap analisis kebijakan transportasi dan pengambilan keputusan di masa depan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengkaji keragaman pilihan moda transportasi dan juga menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan moda transportasi di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari hasil survey konsumsi energi dan transportasi di Kota Bogor pada tahun 2018 yang dilakukan oleh IGES (Institute Global for Environmental Strategies) bekerjasama dengan IPB (Institut Pertanian Bogor). Dalam studi ini, jumlah data yang digunakan ialah sebanyak 588 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis tabulasi silang dan regresi multinomial logit. Penelitian ini menggunakan alat analisis STATA 14.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebesar 43 persen responden lebih memilih menggunakan transportasi sepeda motor untuk mobilitas, kemudian 32 persen responden menggunakan transportasi berupa mobil pribadi, selanjutnya 10 persen responden memilih untuk berjalan kaki dan sisanya 15 persen responden memilih untuk menggunakan transportasi umum. Hal ini menunjukkan bahwa responden lebih memilih untuk menggunakan transportasi pribadi dikarenakan responden merasa ada beberapa hal kenapa tidak memilih menggunakan transportasi umum, di antaranya waktu tunggu, merasa tidak nyaman, tingkat keamanan yang kurang, tidak menyenangkan serta waktu operasi kendaraan umum yang terbatas sehingga membuat waktu untuk menunggu semakin bertambah.
Hasil analisis multinomial logit menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin, variabel total pendapatan, variabel jumlah kepemilikan mobil pribadi, variabel jumlah kepemilikan sepeda motor, variabel biaya perjalanan, variabel jarak tempuh, variabel tujuan perjalanan bekerja dan jarak ke terminal mempengaruhi pilihan moda transportasi masyarakat di Kota Bogor.
Adapun saran untuk implikasi kebijakan yang diberikan dalam penelitian ini ialah, menambah dan memperbaharui terminal atau halte karena jarak ke halte berpengaruh signifikan dalam pemilihan moda transportasi. Kemudian pemerintah diharapkan dapat mengembangkan moda transportasi yang aman, nyaman, waktu operasi yang banyak dengan biaya yang tidak mahal. Terakhir, pengoperasian kembali BRT (bus transpakuan Bogor) karena masyarakat merasa lebih nyaman menggunakan moda transportasi ini. Dengan adanya rekomendasi ini diharapkan masyarakat dapat beralih menggunakan transportasi umum dalam rangka mengurangi kemacetan di Kota Bogor
Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Tanah Gambus, PT Socfin Indonesia, Sumatera Utara
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas andalan dari sektor non-migas yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Pemanenan merupakan salah satu kegiatan penting dalam budidaya kelapa sawit sehingga harus dikelola dengan baik. Kegiatan magang dilaksanakan di Kebun Tanah Gambus, PT Socfin Indonesia, Sumatera Utara, pada tanggal 4 Februari hingga 18 Mei 2019. Kegiatan magang bertujuan untuk mempelajari manajemen panen kelapa sawit. Manajemen panen yang diamati berupa perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi panen. Pengamatan diuji menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif serta uji statistik menggunakan t-student. Kegiatan panen di Kebun Tanah Gambus sudah berjalan dengan sesuai dengan SOP perusahaan, terlihat dari angka kerapatan panen yang sudah memenuhi kriteria varian dibawah 5%. Rata-rata rotasi panen sudah sesuai dengan standar perusahaan. Kelengkapan alat panen dan alat perlindungan diri (APD) yang digunakan sudah baik, tetapi untuk penggunaan kaca mata perlu ditingkatkan lagi karena rata-rata penggunan masih 73.33%. Mutu buah yang dipanen masih dibawah standar perusahaan sebesar 96.85% dari 98.00%. Realisasi jumlah tenaga panen yang tidak sesuai dengan rencana panen perlu dievaluasi. Selisih realisasi tenaga panen masih dapat ditutupi dengan output tinggi yang dihasilkan masing-masing pemanen. Rata-rata muatan pengangkutan buah (7,350 kg) masih melebihi kapasitas angkut (6,500 kg) sehingga perlu dievaluasi kembali karena dapat merusak alat dan memperburuk kondisi jalan. Kehilangan hasil dari berondolan tidak dikutip dan pencurian buah masih ditemukan
Evaluasi Manajemen Pemeliharaan terhadap Endoparasit Saluran Pencernaan pada Tarsius (Tarsius spectrum).
Tarsius (Tarsius spectrum) adalah satwa primata primitif (prosimii) dari
famili Tarsidae yang merupakan satwa endemik Sulawesi Utara. International
Union For Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) menyebutkan
bahwa Tarsius spectrum dikategorikan sebagai hewan yang rentan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi manajemen pemeliharaan terhadap endoparasit
saluran pencernaan pada tarsius (Tarsius spectrum). Sampel feses dikumpulkan
dari 6 Tarsius spectrum selama 9 hari. Prosedur penelitian yang dilakukan
meliputi natif, McMaster, floatasi sederhana dan pemupukan serta data
manajemen pemeliharaan diperoleh melalui observasi dan wawancara. Hasil
pengamatan pada Tarsius Spectrum di PSSP LPPM-IPB tidak ditemukan adanya
endoparasit. Tidak ditemukannya endoparasit pada Tarsius spectrum menunjukan
manajemen pemeliharaan yang sesuai dengan prosedur yang diterapkan seperti
kebersihan kandang yang selalu dijaga, pemakaian Personal Protectiv Equipment
(PPE), pemberian pakan yang teratur serta dilakukannya pemberian antelmintik
Analisis Strategi Pengembangan Usaha Jasa Boga Ramaniya Catering Bogor
Ramaniya Catering merupakan perusahaan jasa boga yang bergerak sejak tahun 2009. Ramaniya Catering saat ini belum memiliki manajemen perusahaan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor internal dan eksternal usaha jasa boga Ramaniya Catering, merumuskan strategi alternatif, dan memprioritaskan strategi alternatif. Metode yang digunakan adalah penggunaan metode secara kualitatif dan kuantitatif.. alat analisis yang digunakan adalah matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, matriks SWOT, dan matriks QSP. Ramaniya Catering memiliki kondisi lingkungan internal dan eksternal pada posisi sedang. Enam alternatif strategi yang dihasilkan berdasarkan matriks SWOT dan memiliki strategi prioritas utama yang dihasilkan berdasarkan matriks QSP yaitu meningkatkan mutu produk dan jasa dengan nilai STAS: 6.754
Unjuk Kerja Gerakan Heaving Kapal Bantuan Pemerintah dan Keberhasilan Operasionalnya, sebagai Dampak Keberadaan Muatan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal
Perikanan Tangkap (DJPT) memberikan bantuan berupa kapal penangkap ikan
kepada nelayan. Namun kapal bantuan yang ditujukan ke Cilacap memiliki bobot
kosong yang lebih berat bila dibandingkan dengan kapal lain yang memiliki
dimensi utama kapal yang sama. Kapal yang memiliki bobot kosong lebih berat
akan menimbulkan olah gerak yang buruk saat beroperasi dan berkurangnya
kapasitas daya tampung kapal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menghitung
perbedaan bobot kapal bantuan dan kapal nelayan, menghitung amplitudo heaving
kedua kapal, membandingkan amplitudo heaving dan keuntungan operasional
kapal bantuan berdasarkan simulasi bobot hasil tangkapan, dan
merekomendasikan muatan maksimal yang dapat ditampung oleh kapal bantuan.
Penelitian dilakukan terhadap kapal bantuan dan kapal nelayan berukuran panjang
x lebar x tinggi yaitu 10,00 m x 1,20 m x 0,90 m berbahan fiberglass yang
memiliki bobot kapal berbeda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bobot
kosong kapal bantuan yaitu 277,185 kg dan kapal nelayan 95,417 kg dengan
perbedaan antara keduanya yaitu 181,768 kg. Nilai amplitudo heaving kapal
nelayan lebih baik dibandingkan kapal bantuan. Nilai amplitudo heaving kapal
bantuan setelah dilakukan pengurangan bobot hasil tangkapan yaitu 0,17 m.
Estimasi keuntungan operasional pada kondisi muatan 2.937 kg yaitu Rp.
28.806.620
Tingkat Kesetaraan Gender dalam Rumah Tangga Peserta Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (Kasus: Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor).
Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan program yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian guna memenuhi ketahanan pangan rumah tangga yang penting untuk diperhatikan aspek tingkat kesetaraan gender dalam rumah tangganya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara karakteristik rumah tangga peserta program dengan tingkat kesetaraan gender, pembagian kerja dalam rumah tangga peserta program dengan tingkat kesetaraan gender, dan dukungan lingkungan dengan tingkat kesetaraan gender. Sensus dilakukan terhadap 46 rumah tangga anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati, Dahlia, dan Mawar di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor yang melaksanakan Program KRPL. Wawancara mendalam dilakukan kepada enam informan yaitu tiga ketua masing-masing KWT, ketua gapoktan, penyuluh pertanian, dan Kepala Desa Cikarawang. Hasil penelitian menunjukkan peran perempuan masih dominan dalam pembagian kerja di dalam rumah tangga dan dalam pelaksanaan Program KRPL. Akan tetapi, sebagian besar laki-laki dan anak cenderung sudah mau sedikit terlibat pada kegiatan menanam dan merawat tanaman pekarangan. Isu subordinasi dan beban kerja ganda yang dialami perempuan dalam pembagian kerja rumah tangga muncul akibat kuatnya nilai sosial dalam masyarakat yang dominan menempatkan perempuan pada kegiatan mengatur urusan rumah dan keluarga, sementara laki-laki sebagai kepala keluarga lebih dikhususkan untuk melindungi keluarga secara sosial ekonomi. Uji statistik korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis pekerjaan dan tingkat kesetaraan gender, kerja produktif dan tingkat kesetaraan gender, serta kerja sosial dan tingkat kesetaraan gender