Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Efektivitas Manajemen Piutang Usaha Pada PT XYZ.

    No full text
    Efektivitas manajemen menjadi suatu hal penting untuk mewujudkan tujuan pengelolaan piutang perusahaan. Tujuan penulisan skripsi adalah, menganalisis manajemen piutang, penyebab besarnya piutang, dan efektivitas manajemen piutang pada PT XYZ. Penelitian ini menggunakan data hasil pengamatan langsung, wawancara, dan laporan keuangan perusahaan lima tahun terakhir, difokuskan pada tahun 2018. Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan kualitatif disertai penjelasan deskriptif, didukung dengan analisis 5C, rasio perputaran piutang dan periode penagihan rata-rata, laporan umur piutang, serta Fishbone Diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen piutang PT XYZ sudah baik, namun dalam penerapannya belum maksimal. Rasio perputaran piutang semakin menurun dan periode penagihan rata-rata semakin meningkat dalam tiga tahun terakhir, serta besarnya persentase piutang jatuh tempo pada tahun 2018. Penyebab pokok dari hal tersebut yaitu, kurangnya koordinasi, sales admin tidak memahami prosedur, banyak kompromi terhadap pemberian otorisasi penjualan kredit dan beban kerja yang berlebih pada karyawan. Kesimpulannya manajemen piutang PT XYZ belum efektif dalam mencapai sasaran. Rekomendasi utama yang diberikan yaitu dengan memperbaiki komunikasi dan koordinasi antar departemen pada tingkat unit, wilayah, hingga pusat

    Strategi Pengembangan Usaha Agrowisata Sabisa Farm, Kota Bogor

    No full text
    Sabisa Farm merupakan lahan percobaan yang dikelola oleh mahasiswa IPB dan memiliki program agrowisata bernama agroedutourism. Sebagai pendatang baru di industri agrowisata Sabisa Farm perlu membuat langkah-langkah strategis untuk mengembangkan usahanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan situasi industri agrowisata di Kota Bogor, mencari tahu posisi Sabisa Farm dalam industri agrowisata, dan memformulasikan strategi samudera biru bagi Sabisa Farm. Alat analisis yang digunakan antara lain adalah kanvas strategi, kerangka kerja enam jalan, tiga tingkatan nonkonsumen, dan kerangka kerja empat langkah. Berdasarkan hasil penelitian Sabisa Farm dapat membuat sistem informasi kunjungan bagi pengunjung potensial, menciptakan program kemitraan, dan menambahkan metode pembayaran, Sabisa Farm juga dapat meningkatkan factor akses ke lokasi, kebersihan, toilet, pemandangan yang bagus, dan aktivitas yang menambah pengetahua

    Adverse Selection dan Moral Hazard pada Asuransi Usahatani Padi di Provinsi Jawa Timur

    No full text
    Realisasi program Asuransi Usahatani Padi (AUTP) di Provinsi Jawa Timur tahun 2015 - 2017 menunjukkan terdapat tren peningkatan peserta program AUTP pada kabupaten dengan status rawan serangan organisme penganggu tanaman (OPT), banjir dan kekeringan, dan tren penurunan peserta pada kabupaten dengan status aman. Kondisi ini menunjukkan adanya kecenderungan bahwa peserta program AUTP di Provinsi Jawa Timur adalah petani dengan tingkat risiko tinggi, dan menjadi indikasi adanya asimetri informasi berupa adverse selection. Selain itu, dengan diasuransikannya risiko gagal panen akibat serangan organisme penganggu tanaman (OPT) pada program AUTP berpotensi menimbulkan terjadinya moral hazard. Berdasarkan kondisi tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis adanya adverse selection, dengan menganalisis pengaruh tingkat risiko dan faktor lainnya terhadap keputusan petani untuk ikut serta pada program AUTP di Provinsi Jawa Timur, dan (2) menganalisis adanya moral hazard, dengan menganalisis dampak keikutsertaan petani pada program AUTP di Provinsi Jawa Timur terhadap penggunaan pupuk dan pestisida. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bojonegoro yang mewakili kabupaten dengan tingkat risiko tinggi, dan Kabupaten Pasuruan yang mewakili kabupaten dengan tingkat risiko rendah, pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2018. Data cross section pada musim tanam Oktober tahun 2017 terhadap keikutsertaan petani pada program AUTP, kondisi sosial ekonomi petani, persepsi dan pengetahuan petani terhadap program AUTP digunakan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keputusan petani untuk ikut serta pada program AUTP. Sedangkan data tingkat risiko diperoleh dari peluang petani untuk menerima klaim dari tujuh musim tanam tahun 2017-2018. Analisa yang dilakukan untuk mengindentifikasi adanya asimetri informasi berupa adverse selection dilakukan dengan dua tahap yaitu (1) uji independensi antara keputusan asuransi dengan tingkat risiko menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Kolmogorov-Smirnov, dan (2) analisis regresi logistik untuk mengetahui pengaruh tingkat risiko dan faktor lainnya terhadap keputusan petani untuk ikut serta pada program AUTP. Sedangkan pengaruh keputusan keikutsertaan pada program AUTP terhadap penggunaan input dianalisis menggunakan metode treatment effect dengan menggunakan data penggunaan pupuk dan pestisida secara cross section pada musim tanam Oktober tahun 2017. Hasil analisis menunjukkan bahwa keputusan asuransi tidak independen terhadap tingkat risiko. Hal ini menunjukkan adanya asimetri informasi antara petani dan penyelenggara asuransi. Hasil analisis terhadap faktor yang mempengaruhi keputusan keikutsertaan petani pada program AUTP menunjukkan bahwa tingkat risiko berpengaruh positif terhadap keputusan petani untuk ikut serta pada program AUTP. Hal ini menunjukkan bahwa petani dengan tingkat risiko tinggi lebih berpeluang untuk ikut serta pada program AUTP dibanding petani dengan tingkat risiko rendah, dan menjelaskan kecenderungan peserta program AUTP oleh petani dengan tingkat risiko gagal panen yang tinggi, serta menjadi indikasi adanya asimetri informasi berupa adverse selection pada pelaksanaan program AUTP di Jawa Timur. Sedangkan hasil analisa pada petani yang ikut serta pada program AUTP, menunjukkan bahwa keputusan untuk ikut serta pada program AUTP tidak berpengaruh terhadap penggunaan pupuk dan pestisida. Kondisi ini menjadi bukti empiris bahwa pelaksanaan program AUTP di provinsi Jawa Timur tidak menunjukkan adanya moral hazard oleh petani dalam bentuk pengurangan penggunaan pupuk dan pestisida. Akan tetapi hasil pengamatan lapangan menunjukkan adanya potensi moral hazard dalam bentuk perubahan jadwal taman oleh petani, dan adanya potensi moral hazard oleh penyelenggara AUTP akibat penetapan target kepesertaan program AUTP pada kabupaten dengan tingkat risiko yang rendah. Adanya asimetri informasi berupa adverse selection menunjukkan bahwa penetapan premi dalam program AUTP tidak mencerminkan tingkat risiko yang berbeda antar petani dalam suatu daerah/kabupaten. Hal ini dapat diantisipasi dengan menetapkan tingkat premi dan ganti rugi yang berbeda untuk tingkat risiko yang berbeda, sehingga mendorong terjadinya self signaling, yaitu petani menunjukkan tingkat risikonya secara mandiri sesuai dengan skema asuransi yang dipilih

    Pengembangan Modul Frontend pada Sistem Informasi Manajemen Unit Kandang Hewan Percobaan di Pusat Studi Biofarmaka Tropika

    No full text
    Sistem informasi manajemen Unit Kandang Hewan Percobaan (UKHP) adalah sebuah sistem informasi yang bertujuan untuk memudahkan proses bisnis pemonitoran alur penelitian, administrasi keuangan, serta inventaris hewan. Pengembangan sistem ini dilakukan karena ketiga proses tersebut dilakukan secara manual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem informasi manajemen yang berfokus pada modul frontend untuk memudahkan peneliti UKHP di Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB (Trop BRC). Metode yang digunakan ialah metode Prototyping sebanyak dua iterasi. Penelitian ini menghasilkan sistem informasi manajemen menggunakan Laravel 5.7 dengan API untuk integrasi backend. Modul yang dihasilkan dalam penelitian ini, antara lain modul dashboard, tracking, penelitian, keuangan, inventarisasi, kategori, layanan, pengguna, dan jabatan. Pengujian sistem dilakukan pada iterasi terakhir, menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun telah berhasil memenuhi kebutuhan pengguna

    Effect of Beef Bone Marrow Supplement on Pregnant White Rat (Rattus norvegicus) to Small Intestine and Pancreas of Rat Offspring

    No full text
    Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) akibat Intrauterine Growth Retardation (IUGR) pada ibu menjadi masalah yang hingga kini sulit diatasi. Pencegahan kejadian IUGR dapat dilakukan dengan memperbaiki nutrisi yang diterima oleh ibu yang sedang mengandung. Salah satu bahan yang memiliki beragam nutrisi yaitu sumsum tulang sapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur perubahan terhadap usus halus dan pankreas anak tikus putih (Rattus norvegicus) yang induknya diberikan perlakuan pakan yang mengandung sumsum tulang sapi selama kebuntingan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan hewan coba anak tikus putih yang organnya diperiksa secara histopatologi dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE). Induk tikus yang bunting mulai diberi perlakuan dalam bentuk perbedaan formulasi pakan pada hari 0 kebuntingan. Pakan yang diberikan adalah pakan komersil (PN), pakan penginduksi IUGR (IUGR), pakan yang mengandung sumsum tulang sapi Donggala yang dipelihara semi intensif (SDi), pakan yang mengandung sumsum tulang sapi Donggala yang dipelihara tradisional (SDt), pakan yang mengandung sumsum tulang sapi Bali yang dipelihara semi intensif (SBi), dan pakan yang mengandung sumsum tulang sapi Bali yang dipelihara tradisional (SBt). Anak tikus dinekropsi pada umur dua bulan dan diambil organ usus halus dan pankreas untuk kemudian dibuat preparat histopatologi. Variabel penelitian yang diamati yaitu luas permukaan vili usus, jumlah vili usus, jumlah kripta usus, luas pulau Langerhans, dan jumlah sel pulau Langerhans. Hasil yang didapatkan pada pengamatan organ usus halus adalah kelompok SBi memiliki kecenderungan meningkatkan variabel luas permukaan vili dan jumlah kripta, sedangkan kelompok sapi Donggala (SDi dan SDt) memiliki kecenderungan meningkatkan jumlah vili. Hasil dari pengamatan organ pankreas, kelompok pakan normal memiliki rataan luas pulau Langerhans yang paling tinggi dan kelompok SBt memiliki rataan jumlah sel pulau Langerhans paling tinggi. Pemberian pakan yang mengandung sumsum tulang sapi pada anak tikus tidak menunjukkan pengaruh yang nyata pada kelima variabel yang diamati

    Pendugaan Potensi Simpanan Karbon Jabon Merah (Anthocephalus macrophyllus) dan Trembesi (Samanea saman).

    No full text
    Kegiatan reklamasi yang dilakukan dengan cara revegetasi berperan dalam mengurangi peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK). Tanaman menyerap gas karbon dioksida untuk berfotosintesis dan menghasilkan biomassa tumbuhan. Tujuan penelitian ini yaitu menghitung biomassa dan kadar karbon pada bagian-bagian jabon merah, menduga potensi simpanan karbon pada areal reklamasi pascatambang silika dan shale PT. Holcim Indonesia Tbk., serta menduga potensi simpanan karbon pohon trembesi (menggunakan metode destruktif). Hasil penelitian menunjukkan potensi simpanan karbon jabon merah di lokasi tanah silika sebesar 0.009 ton ha-1, lebih besar dibandingkan dengan simpanan karbon jabon merah di lokasi tanah shale sebesar 0.003 ton ha-1. Hasil ini menunjukkan lokasi silika lebih baik kondisinya bagi pertumbuhan jabon merah dibandingkan dengan lokasi shale. Potensi simpanan karbon trembesi adalah 0.21 ton ha-1, lebih besar dibandingkan dengan potensi simpanan karbon jabon merah dari kedua lokasi reklamasi

    Perbandingan Struktur Anatomi dan Beberapa Sifat Fisis Penting Tiga Jenis Kayu Meranti (Shorea spp.) Asal Kalimantan.

    No full text
    Kayu meranti -untuk tujuan praktis- digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu meranti merah, putih, dan kuning. Tampilan yang hampir sama dan kurangnya pengetahuan tentang karakteristik masing-masing kelompok bahkan masing-masing jenis mengakibatkan kekurangtepatan dalam menetapkan proses pengerjaan, tujuan penggunaan, dan juga besar pemasukan (pajak) bagi negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ciri pembeda antar tiga kelompok kayu meranti melalui kajian struktur anatomi dan beberapa sifat fisis penting. Bahan utama adalah kayu meranti merah, putih, dan kuning berupa disk setebal ± 5 cm dan diameter ± 58 cm dari Provinsi Kalimantan Timur. Pengamatan struktur anatomi baik makro- maupun mikroskopis, serta pengukuran sifat fisis kayu dilakukan menggunakan prosedur standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum terdapat perbedaan dan persamaan ciri anatomi dan sifat fisis kayu diantara ketiganya. Untuk tujuan praktis di lapangan, karakteritik pembeda diantara ketiganya adalah bau khas menyerupai damar pada kayu meranti merah, saluran radial pada kayu meranti putih, dan parenkim aliform pada kayu meranti kuning. Sifat fisis kurang praktis digunakan sebagai ciri pembeda

    Potensi Informasi Data Visibilitas Sebagai Indikator Kejadian Kekeringan (Studi Kasus : Balikpapan dan Palangka Raya).

    No full text
    Visibilitas sangat berperan dalam kegiatan take off dan landing pesawat terbang. Kecerahan atmosfer dari polusi udara oleh uap air, air hujan, debu atau asap dari kebakaran hutan dan lahan mempengaruhi visibilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hubungan antara visibilitas bandara dan kondisi neraca air wilayah untuk melihat potensi pemanfaatan data visibilitas sebagai indikator kejadian kekeringan. Hubungan visibilitas dan neraca air dilakukan analisis dengan metode plotting data, analisis peluang, dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan kelas visibilitas rendah, yaitu pada kelas ≤7.5 km secara rata-rata terjadi pada kondisi neraca air yang lebih tinggi dibandingkan kelas visibilitas yang lebih tinggi > 10 atau >11. Kejadian yang sering (90% terlampaui), kelas visibilitas rendah terjadi pada anomali neraca air yang hampir sama dengan visibilitas tinggi, yaitu - 10 mm/hari. Akan tetapi pada kejadian yang jarang (10% terlampaui) visibilitas rendah terjadi pada surplus yang lebih tinggi (93 mm/hari di Balikpapan dan 20 mm/hari di Palangka Raya) daripada visibilitas tinggi (8 mm/hari di Balikpapan dan 9mm/hari di Palangka raya). Dilihat dari sebaran data periode mingguan, visibilitas rendah setelah visibilitas tinggi secara beruntun terjadi setelah periode kering antara 5-12 minggu berturut-turut pada bulan-bulan musim kemarau. Penurunan secara drastis pada visibilitas pada kondisi ini diduga disebabkan karena adanya kabut asap oleh kejadian kebakaran hutan dan lahan. Visibilitas terendah terjadi pada tahun 2006 dan 2015 dimana pada tahun-tahun tersebut bersamaan dengan kejadian El Nino dan IOD+ kuat

    Analisis Efisiensi Unit Syariah Perusahaan Asuransi Jiwa dan Umum di Indonesia.

    No full text
    Industri asuransi syariah di Indonesia termasuk ke dalam jenis industri yang terus berkembang secara pesat pada setiap tahunnya. Akan tetapi, perkembangan industri asuransi syariah ini masih tertinggal dengan industri konvensional. Hal ini dapat dilihat dari market share asuransi syariah yang sangat kecil dan adanya penurunan pada hasil surplus underwriting perusahaan asuransi syariah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi unit syariah perusahaan asuransi jiwa dan umum di Indonesia, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan 15 unit syariah perusahaan asuransi jiwa dan 15 unit syariah perusahaan asuransi umum yang mengeluarkan laporan keuangan pada periode 2013-2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode DEA serta Tobit. Hasil estimasi menunjukkan bahwa secara keseluruhan unit syariah dari perusahaan asuransi jiwa dan umum di Indonesia belum mencapai tingkat efisiensi kinerja dan terdapat inefisiensi dalam penggunaan input dan output. Faktor-faktor yang memengaruhi secara positif adalah rasio pencapaian solvabilitas dana tabarru’ dan rasio beban terhadap premi neto, sedangkan rasio likuiditas memengaruhi secara negatif terhadap efisiensi kinerja unit syariah perusahaan asuransi jiwa dan umum di Indonesia

    Produktivitas Chlorella sp. dan Nannochloropsis sp. dalam Media Air Karst

    No full text
    Air karst Ciseeng merupakan sumberdaya perairan yang memiliki kandungan nutrien Ca, Na, Mg, Cl yang tinggi. Komposisi nutrien pada air karst memiliki kesamaan dengan perairan air laut sehingga dapat digunakan sebagai media kultur mikroalga laut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis produktivitas Chlorella sp. dan Nannochloropsis sp. dalam media air karst. Kelimpahan tertinggi masih mikroalga terdapat pada perlakuan kontrol dengan media Walne. Kelimpahan tertinggi perlakuan dengan pupuk urea dan TSP pada kultur Chlorella sp. adalah perlakuan rasio 20:1, dan kelimpahan tertinggi Nannochloropsis sp. pada perlakuan rasio 10:1 namun tidak berbeda nyata dengan rasio 4:1 dan rasio 10:1. Nilai korelasi antara absorbansi yang dihasilkan dengan kelimpahan yang dihitung menggunakan Hemacytometer adalah memiliki hubungan yang sangat erat. Nilai korelasi Pearson menunjukkan pada Chlorella sp. memanfaatkan nitrat dan ortofosfat, sedangkan Nannochloropsis sp. memanfaatkan amonia dan ortofosfat. Air karst yang mendapatkan tambahan pupuk Urea dan TSP dapat digunakan sebagai media kultur mikroalga laut. Chlorella sp. dalam media air karst menunjukkan produktifitas tertinggi pada level rasio N dan P sebesar 20:1, sementara Nannochloropsis sp. memiliki produktivitas yang relatif seragam pada rasio N dan P dari 4:1 sampai 20:1

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇