Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Pengembangan Sistem Manajemen Pengetahuan di Organisasi Asosiasi Alumni Program Beasiswa Amerika - Indonesia (ALPHAI)

    No full text
    Alumni merupakan orang-orang yang menyelesaikan pendidikan dari sekolah, akademi, perguruan tinggi atau universitas. Alumni berperan penting dalam mendorong sistem pendidikan yang lebih baik, karena pengetahuan dan pengalaman yang sudah didapatkan. Salah satu asosiasi alumni dalam mendorong sistem pendidikan yang lebih baik di Indonesia adalah Asosiasi Alumni Program Beasiswa Amerika – Indonesia (ALPHA-I). ALPHA-I merupakan organisasi penerima beasiswa pendidikan dari United States Agency for International Development (USAID). Organisasi ALPHA-I memiliki anggota lebih dari 400 orang yang tersebar di sepuluh daerah (chapters) di Indonesia, dari Sumatera sampai Papua. Jumlah alumni penerima beasiswa pendidikan dari USAID akan bertambah setiap tahun dan akan tergabung di organisasi ini. Hasil observasi menunjukkan bahwa organisasi ALPHAI memiliki dua masalah utama. Permasalahan pertama adalah ALPHA-I belum menyediakan sarana berbagi pengetahuan tacit terhadap lima fokus bidang beasiswa USAID. Permasalahan kedua adalah pengetahuan explicit karyawan seperti Standar Operasional Prosedur (SOP), laporan kegiatan, laporan hasil rapat, daftar mitra, dan dokumen penting lainnya yang masih dibukukan secara manual. Manajemen pengetahuan dianggap sebagai ilmu yang semakin penting untuk mempromosikan penciptaan pengetahuan, berbagi pengetahuan, dan pemanfaatan pengetahuan yang baik untuk organisasi. Oleh sebab itu, diperlukan suatu sarana untuk memudahkan proses berbagi pengetahuan tacit alumni dan explicit karyawan. Salah satu solusinya adalah mengembangkan sistem manajemen pengetahuan untuk menyelesaikan kedua masalah di organisasi ALPHA-I. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem manajemen pengetahuan untuk memudahkan dalam proses menangkap, mengembangkan, membagikan, dan memanfaatkan pengetahuan dari pengetahuan tacit alumni dan pengetahuan explicit karyawan di organisasi ALPHA-I. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Knowledge Management System Life Cycle (KMSLC) yang dikembangkan oleh Awad dan Ghaziri dengan pendekatan berorientasi objek. Penelitian ini melibatkan lima langkah meliputi: (1) mengevaluasi infrastruktur yang tersedia; (2) membentuk tim manajemen pengetahuan; (3) menangkap pengetahuan; (4) mendesain cetak biru manajemen pengetahuan; (5) verifikasi dan validasi sistem manajemen pengetahuan. Pengembangan sistem manajemen pengetahuan dibuat berbasis web. Sistem yang dikembangkan memiliki fitur-fitur untuk mendukung proses manajemen pengetahuan yang terdiri atas pengetahuan, dokumen, validasi pengetahuan, konsultasi, agenda kegiatan, agenda rapat, mitra, dan kontak. Pengetahuan yang sudah terkumpul dimasukkan dalam sistem manajemen pengetahuan berbentuk repositori. Pengetahuan disimpan ke dalam repositori dengan pembobotan Term Frequency (TF) dan Inverse Document Frequency (IDF). Keseluruhan proses pembobotan pengetahuan yang direpresentasikan dengan dokumen dan memuat kembali pengetahuan dilakukan dengan menggunakan Library Zend Lucene. Pengguna dari sistem ini terbagi atas empat meliputi: (1) alumni; (2) karyawan; (3) pakar; (4) admin. Setiap pengguna memiliki hak akses yang berbeda pada sistem. Hasil dari penelitian ini adalah sistem manajemen pengetahuan yang dibangun dengan framework PHP dan MySQL sebagai Relational Database Management System (RDMS). Hasil pengujian Black box dari 38 kasus uji yang telah dilakukan menyatakan bahwa semua fungsi pada sistem berjalan sesuai dengan perintah yang diberikan

    Healda: Plaform E-Commerce Skincare Organik dan Natural

    No full text
    Skincare organik dan natural merupakan jenis skincare yang telah menjadi key trend baru saat ini dan terus meningkat permintaannya di Indonesia. Peningkatan permintaan ini ternyata banyak disalah gunakan oleh penjual yang melakukan klaim organik dan natural terhadap produknya, tetapi masih mengandung bahan - bahan yang tidak diperbolehkan oleh instansi organik dan natural. Ide bisnis Healda berupa aplikasi skincare organik dan natural diciptakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi, menganalisis solusi yang tepat, dan merumuskan model bisnis yang sesuai untuk aplikasi Healda. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan customer discovery. Berdasarkan hasil uji masalah ditemukan delapan masalah yang dirasakan responden dalam mengkonsumsi skincare organik dan natural, beberapa diantaranya yaitu harga mahal, kehabisan produk, dan kesulitan mencari produk. Solusi yang diterima adalah aplikasi Healda yang dilengkapi oleh beberapa fitur salah satunya fitur subscription, kolom ingredients, dan grup diskusi. Model bisnis terverifikasi berdasarkan tiga aspek yaitu kesesuaian produk dengan pasar, pelanggan dan cara menggapainya, serta cara perusahaan menghasilkan uang. Healda juga dapat lebih dikembangkan lagi dengan mencari informasi pada ruang lingkup konsumen yang lebih besar

    Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Impor Kedelai di Indonesia

    No full text
    Produksi kedelai dalam negeri yang belum mampu memenuhi kebutuhan kedelai nasional adalah implikasi dari penurunan luas areal panen kedelai di Indonesia. Kondisi sebaliknya terjadi pada tingkat permintaan kedelai yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Kebijakan impor kedelai menjadi langkah alternatif pemerintah guna mengatasi gap antara produksi dan konsumsi kedelai di Indonensia. Kedelai dalam penelitian ini tidak dipisahkan dari jenisnya yakni dengan kode HS 1201 (Soya beans, whether or not broken). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi impor kedelai di Indonesia dengan menggunakan data sekunder tahun 2002 hingga tahun 2017 berupa data panel dengan model gravitasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari UN Comtrade, World Bank, CEPII, FAOSTAT, Kemendag dan Kemenkeu. Hasil estimasi menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap volume impor kedelai Indonesia yaitu variabel GDP per kapita Indonesia, GDP per kapita negara asal impor, harga kedelai domestik, harga jagung domestik, produksi kedelai domestik, jarak ekonomi, dan tarif impor kedelai

    Neraca karbon pra dan post HTI di Blok Khusus Kesatuan Pengelolaan Hutan Tasik Besar Serkap Riau

    No full text
    Perubahan iklim adalah isu global terkini yang telah diperbincangkan selama lebih dari dua puluh tahun. Di dalam konteks Indonesia, total emisi gas rumah kaca (GRK) dari berbagai sektor termasuk perubahan lahan dan kehutanan, energi, kebakaran gambut, limbah, pertanian dan industri adalah 1.453.957.000 Ton CO2e. Emisi GRK hanya dihitung dari tiga gas utama yaitu CO2, CH4 and N2O. Dalam rangka berkontribusi terhadap komitmen Pemerintah dalam menurunkan emisi GRK, maka upaya mitigasi yang dilakukan oleh perusahaan swasta untuk mengurangi emisinya dapat dipertimbangkan. Penelitian ini berfokus pada perbandingan seberapa banyak hutan alam sekunder sebelum dijadikan areal HTI mengandung karbon dari pertumbuhan tanaman dan seberapa besar emisi yang dihasilkan dari degradasi hutan, serta seberapa banyak areal HTI mengandung karbon dari pertumbuhan tanaman dan berapa emisi yang dihasilkan dari dekomposisi gambut akaibat pembukaan lahan dan pemanenan, bahan bakar transportasi dan penambahan nutrisi N pada pupuk sintetis. Penelitian ini dilakukan di blok khusus Kesatuan Pengelolaan Hutan Tasik Besar Serkap Riau sejak bulan Mei 2015 hingga Juni 2016. Berdasarkan penelitian ini, kandungan karbon dari hutan alam sekunder sebelum dijadikan areal HTI adalah 61.417.315 ton CO2e, emisi karbon dari hutan alam sebelum dijadikan areal HTI akibat dekomposisi gambut pada saat degradasi hutan adalah 276.814 ton CO2e. Kemudian kandungan karbon dari pertumbuhan tanaman HTI adalah 18.321.886 ton CO2e, dan emisi karbon areal hutan tanaman industri pulp lahan gambut adalah 14.568.891 ton CO2e. Emisi ini timbul akibat dekomposisi gambut pada saat pembukaan lahan, pemanenan dan penggunaan pupuk N sintetis dan bahan bakar transportasi sejak pembukaan lahan hingga pemanenan. Dalam luas 14.546 hektar areal bervegetasi di Blok Khusus KPh Tasik Besar Serkap telah terjadi neraca karbon selama 20 tahun sejak areal tersebut masih berupa hutan alam sekunder hingga diasumsikan menjadi hutan tanaman industri pulp lahan gambut. Selama 20 tahun terlihat bahwa kandungan karbon di areal tersebut mengalami perubahan, dimana kandungan karbon hutan sekunder mengalami penurunan terus menerus akibat laju degradasi hutan disertai dengan emisi dari dekomposisi gambut yang terjadi. Di sisi lain, hutan tanaman industri juga mampu menyerap kandungan karbon dengan intensitas meningkat sejak tahun ke 7-20 seiring dengan laju penanaman sesuai rencana usaha. Emisi dari hutan tanaman industri juga terjadi disebabkan dekomposisi gambut pada saat pembukaan lahan dan pemanenan serta penggunaan pupuk dan bahan bakar transportasi. Untuk areal tanaman kehidupan, baik kandungan karbon dan emisinya tidak signifikan. Untuk areal kawasan lindung, kandungan karbon akan selalu terjaga sehingga tidak terjadi emisi akibat dekomposisi gambut dan kandungan karbonnya akan stabil sejak tahun ke-1-20. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan pengelolaan HTI dalam penyerapan kandungan karbon pada jangka waktu 20 tahun belum mencapai tingkat kandungan karbon yang dimiliki hutan alam sekunder. Bahkan emisi yang terjadi akibat pengelolaan HTI jauh lebih tinggi dibandingkan dengan emisi yang terjadi akibat degradasi hutan sekunder

    Analisis Model Bisnis pada Kedai Mimicucu dengan Pendekatan Business Model Canvas

    No full text
    Kedai Mimicucu merupakan perusahaan yang bergerak dalam bisnis kuliner dengan menggunakan susu sebagai menu andalannya. Konsep yang diberikan Kedai Mimicucu mirip seperti warung kopi (warkop) dimana tempat remaja/dewasa untuk berkumpul bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model bisnis yang sekarang diterapkan oleh Kedai Mimicucu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran model bisnis Kedai Mimicucu saat ini sudah cukup baik dengan melihat model bisnis yang telah diterapkan. Saran bagi Kedai Mimicucu agar memberikan kualitas pelayanan lebih baik lagi, pemberian sertifikasi halal dalam lingkungan kedai, lebih memanfaatkan penyampaian informasi saat event, membeli sebuah lokasi sendiri tanpa menyewa, lebih memperbaiki ketentuan untuk kerjasama, memproduksi salah satu bahan baku sendiri dan mencoba membuat francise sendiri

    Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sungai Parit Provinsi Riau

    No full text
    Pemberian ASI eksklusif sangat diperlukan sampai bayi berusia 6 bulan. Cakupan ASI eksklusif di wilayah Puskesmas Sungai Parit masih sangat rendah yaitu 5.7%. Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI. Desain penelitian adalah crosssectional dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2019 di desa Tanjung Danau, Pasir bongkal dan Perkebunan Sei Parit dengan jumlah subyek 92 orang. Data yang dikumpulkan meliputi sosial ekonomi keluarga, karakteristik ibu, pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dan IMD, penolong persalinan dan dukungan keluarga. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Hasil uji menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sosial ekonomi dan karakteristik ibu dengan pemberian ASI, pengetahuan ibu tentang IMD dengan pemberian ASI, penolong persalinan dengan pemberian ASI dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI. Terdapat hubungan positif yang signifikan (p=0.03, r =0.22) antara pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif. Hal ini mengindikasikan semakin tinggi pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif maka semakin banyak bayi yang mendapatkan ASI eksklusif

    Estimasi Kebutuhan Tenaga Pengolahan Tanah pada Tanah Bertekstur Lempung dengan Penambahan Pembenah Tanah Pupuk Kandang dan Zeolit

    No full text
    Tanah yang baik sebagai media pertumbuhan tanaman dapat diusahakan dengan pengolahan tanah dan penggunaan pembenah tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik fisik dan mekanik tanah serta mengestimasi kebutuhan tenaga untuk pengolahan tanah bertekstur lempung dengan penambahan pukan dan zeolit. Penelitian ini menggunakan tanah lempung dengan fraksi pasir 45%, debu 40%, dan liat 15%. Sifat fisik tanah lapangan pada kedalaman 0-20 cm seragam dengan densitas tanah kering rata-rata 1,20 g/cm3 dan kadar air (bk) rata-rata 39,97%. Uji pemadatan tanah dengan metode stardard proctor memperlihatkan bahwa sampel tanah memiliki densitas tanah kering maksimum 1,43 g/cm3 atau densitas tanah basah maksimum 1,90 g/cm3 pada kadar air basis kering 34,21%. Penggunaan pukan dan zeolit tidak menyebabkan perubahan nyata terhadap densitas tanah kering dengan rata-rata 1,26 g/cm3 pada kadar air (bk) rata-rata 33,13% karena dilakukan pemadatan tanah pada sampel yang digunakan. Nilai kohesi tanah terendah diperoleh dengan menambahkan pembenah tanah pukan dan zeolit dengan perbandingan 3:1. Nilai adhesi terendah diperoleh dengan menambahkan zeolit saja. Kebutuhan tenaga pengaolahan tanah terendah diperoleh dengan menambahkan zeolit saja. Pola perubahan nilai tenaga pengolahan tanah dari antara perlakuan pengujian cenderung mengikuti pola perubahan nilai adhesi karena nilai-nilai komponen adhesi cukup beragam dibandingkan komponen yang lain

    Rekayasa Genetik Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Kultivar IPB CP1 dengan Gen FBPase/ClRan1 Melalui Perantara Agrobacterium tumefaciens

    No full text
    Budidaya kentang kultivar IPB CP1 diharapkan dapat meningkatkan produksi kentang di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mentransformasi kentang (Solanum tuberosum L.) kultivar IPB CP1 dengan gen FBPase/ClRan1 melalui perantara Agrobacterium tumefaciens untuk mendapatkan tanaman transgenik. A. tumefaciens EHA 105 yang membawa gen FBPase/ClRan1 digunakan sebagai vektor dalam mentrasformasi potongan daun dan ruas buku kentang IPB CP1. Potongan daun menghasilkan efisiensi transformasi yang lebih baik dibandingkan dengan ruas buku yaitu 82.5 % dan 7.14 %, sedangkan efisiensi regenerasi ruas buku lebih baik dibandingkan dengan potongan daun yaitu masing-masing sebesar 100 % dan 39.39 %. Integrasi gen FBPase dianalisis dengan menggunakan primer rbcS-F dan FBPase_65R. Pita gen FBPase dengan ukuran 581 pb telah teramplifikasi pada 4 galur kentang yang menunjukkan bahwa galur tersebut merupakan transgenik. Hal serupa terjadi pada analisis integrasi gen ClRan1 dengan menggunakan primer 35S-F1 dan CLRAN1-genome-04R, teramplifikasi pita berukuran 798 pb pada galur yang sama. Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antara bobot umbi, panjang akar, jumlah akar, dan klorofil antara kentang transgenik dan non-transgenik. Namun, kentang transgenik dan non-transgenik tidak berbeda nyata dalam jumlah umbi

    Karakteristik dan Stabilitas Body Scrub Halimeda macroloba dengan Penambahan Kitosan sebagai Pengawet Selama Penyimpanan

    No full text
    Halimeda macroloba merupakan rumput laut hijau yang memiliki kandungan kalsium dalam kisaran 25-30% yang membentuk kerangka tubuhnya dalam bentuk crustose dan berpotensi sebagai bahan baku body scrub. Body scrub menggunakan bahan kimia sebagai pengawet dan dapat membahayakan penggunanya. Bahan pengawet kimia dapat diganti dengan bahan alami dan dapat mempengaruhi kestabilannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi terpilih kitosan pada body scrub H.macroloba serta menguji kestabilannya selama masa penyimpanan 9 minggu. Penelitian ini menggunakan H.macroloba kering dan segar. Proses formulasi body scrub yang dilakukan dengan mencampurkan basis air dengan basis basa dengan suhu masing-masing 70°C dan 80°C, kemudian basis air dan basis minyak dicampurkan dan dilakukan penambahan H.macroloba, tepung porang dan kitosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi body scrub H.macroloba dengan perlakuan pengeringan dan konsentrasi kitosan 3% merupakan formulasi terpilih berdasarkan hasil penilaian panelis secara organoleptik. Penambahan kitosan pada body scrub tidak mempengaruhi stabilitas selama penyimpanan 9 minggu pada suhu ruang

    Karakteristik Tekuk Strand Woven Bamboo (SWB) pada Berbagai Angka Kelangsingan.

    No full text
    Bambu merupakan salah satu material alami terbarukan yang dapat digunakan sebagai bahan konstruksi karena ketersediannya yang melimpah dan ramah lingkugan. Seiring berkembangnya teknologi, salah satu upaya mengoptimalkan penggunaan bambu adalah dengan mengolahnya menjadi strand woven bamboo (SWB) yang potensial sebagai alternatif pengganti balok dan kolom kayu. Campuran jenis bambu biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan produk SWB. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai faktor tekuk SWB pada berbagai ukuran penampang. Metode pengujian tekan pada SWB mengacu pada standar ASTM D-143. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kerapatan SWB 1.16 g/cm3 dan nilai rata-rata kadar air kering udara 13.26 %. Angka kelangsingan SWB dari pengujian yaitu antara 3.49 s/d 196.99 sedangkan nilai faktor tekuk yang didapat pada pengujian sebesar 0.18 s/d 0.99. Semakin besar angka kelangsingan maka faktor tekuk yang dihasilkan semakin kecil. Rumus faktor tekuk SWB yang diperoleh dari penelitian ini adalah =1/(1+0.0000010044406912523) dengan koefisien determinasi sebesar 79.02%

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇