31665 research outputs found
Sort by
Perbanyakan Mutan Ubi Kayu secara In Vitro melalui Penambahan Benzyl Amino Purine (BAP) dan Air Kelapa
Perbanyakan mutan ubi kayu melalui kultur jaringan dilakukan untuk
menghasilkan bibit yang seragam, dalam jumlah banyak, dengan waktu yang relatif
cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan BAP dan
air kelapa terhadap perbanyakan mutan ubi kayu. Penelitian ini dilakukan pada
bulan Desember 2018 hingga Juli 2019, di Laboratorium Kultur Jaringan III,
Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor. Rancangan
yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan
menggunakan dua faktor dan sepuluh ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi
BAP dengan 3 taraf, yaitu 0 ppm BAP (B1), 1.5 ppm BAP (B2) dan 3 ppm BAP
(B3). Faktor kedua, yaitu penambahan air kelapa sebanyak 0 mL L-1 media (A1),
150 mL L-1 media (A2) dan 300 mL L-1 media (A3), sehingga menghasilkan 9
kombinasi perlakuan. Penelitian dilakukan dengan dua percobaan terpisah pada
genotipe mutan UJ-5 V3D4 113 dan UJ-5, mutan Adira 4 V5D1 2112 dan Adira 4.
Pengamatan yang dilakukan selama 8 minggu menunjukkan bahwa kombinasi
media BAP dan air kelapa berpengaruh nyata terhadap beberapa peubah yang
diamati. Jumlah tunas terbanyak dihasilkan oleh media B3A2 pada genotipe asal
UJ-5 sebanyak 12.4 tunas per eksplan. Media dengan konsentrasi BAP 1.5 ppm
optimal dalam peningkatan jumlah total daun ubi kayu genotipe mutan Adira 4
V5D1 2112 setiap minggunya. Jumlah buku tertinggi dihasilkan oleh media B3A2
pada kultur ubi kayu genotipe asal UJ-5 dan jumlah akar tertinggi terdapat pada
media dengan konsentrasi BAP 0 ppm. Planlet tertinggi dihasilkan oleh media
B1A3 pada genotipe mutan Adira 4 V5D1 2112. Penambahan BAP dan air kelapa
pada berbagai taraf konsentrasi memberikan hasil yang berbeda pada setiap peubah
dan genotipe
Validasi Kuantitatif Model Evaluasi Status Hara Plus One Test pada Latosol Darmaga dengan Indikator Jagung Manis
Model evaluasi status hara plus one test adalah model evaluasi hara sederhana untuk mengevaluasi kekurangan hara suatu tanah berdasarkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Model evaluasi hara plus one test dapat dipertajam: dengan menerapkan sistem rancangan percobaan, dengan menambah variabel baru seperti warna daun atau lainnya, dengan membangun persamaan dan korelasi antara kadar hara tanah dengan hara tanaman atau antara dosis pupuk dengan kadar hara tanaman atau dengan variabel terikat lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil evaluasi status hara model plus one test dengan sistem rancangan percobaan, membangun persamaan dan korelasi kadar hara tersedia tanah dengan hara tanaman, dan mengukur pengaruh perlakuan pemupukan terhadap reflektan warna daun. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Cikabayan, Dramaga Bogor. Variabel terikat yang diamati meliputi pertumbuhan, produksi tanaman, ketesediaan hara dalam tanah, kadar hara serta warna daun jagung manis. Hasil percobaan menunujukkan bahwa model evaluasi hara tanah plus one test dapat mengidentifikasi urutan kekurangan hara berdasarkan variabel yang diamati, (tinggi tanaman, bobot tongkol, bobot batang jagung, kadar hara, warna daun) namun tidak dapat mengidentifikasi hara berpengaruh nyata pada variabel-variabel tersebut. Hasil uji F pada rancangan acak kelompok pada perlakuan plus one test menunjukkan bahwa perlakuan Ca berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman, bobot tongkol, dan bobot batang jagung manis. Hal tersebut terutama dikaitkan dengan menurunnya kadar Al-dd tanah. Perlakuan penambahan hara lainnya berpengaruh tidak nyata terhadap variabel-variabel tersebut. Korelasi hara tersedia tanah dan kadar hara daun bernilai beragam. Persamaan Ca-dd tanah dengan kadar Ca daun, N-tersedia tanah dengan kadar N daun, Mg-dd tanah dengan kadar Mg daun mempunyai koefisien korelasi (r) berturut-turut 0.75, 0.74 dan 0.67 dan semua tergolong sangat nyata, sedangkan kadar K-dd tanah dan kadar K daun mempunyai r 0.48 dan tergolong nyata untuk n = 14. Persamaan P-tersedia dan S-tersedia dalam tanah masing-masing dengan kadar P dan S daun berkorelasi tidak nyata. Berdasarkan variabel reflektan warna daun didapatkan, reflektan warna merah dan hijau dipengaruhi perlakuan hara K, reflektan warna biru oleh hara P dan Ca, reflektan warna hijau dan biru oleh perlakuan hara Mg, sedangkan reflektan warna biru dan merah oleh perlakuan hara N dan S
Manajemen Limbah Tandan Kosong dan Limbah Cair Kelapa Sawit sebagai Pupuk Organik di Sungai Panci Estate PT. Sinar Kencana Inti Perkasa, Kalimantan Selatan.
Kegiatan magang dilaksanakan di Sungai Panci Estate, PT. Sinar Kencana Inti Perkasa, Kotabaru, Kalimantan Selatan dari bulan Februari hingga Juni 2018. Sungai Panci Estate menggunakan tandan kosong kelapa sawit (TKS) dan limbah cair kelapa sawit (LCPKS) sebagai pupuk organik yang berasal dari Sungai Kupang Mill. TKS diaplikasikan di dalam baris tanaman kelapa sawit menggunakan teknik mulsa dengan dosis 441 kg/tanaman/tahun. LCPKS diaplikasikan dengan cara mengalirkannya ke dalam flat bed. Dosis aplikasi LCPKS yaitu 125 m3/rotasi/tahun. LCPKS yang digunakan sudah memenuhi standar baku mutu dari Peraturan Menteri
Lingkungan Hidup Republik Indonesia (Permen LH RI) No. 5 Tahun 2014 mengenai
baku mutu air limbah. Hasil aplikasi TKS meningkatkan produktivitas tandan buah
segar (TBS), sedangkan hasil aplikasi LCPKS belum dapat peningkatan produktivitas TBS
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Surat Menyurat Departemen Ilmu Komputer IPB
Pelayanan akademik mahasiswa merupakan salah satu fasilitas yang
didapatkan oleh mahasiswa Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor.
Salah satu bentuk pelayanan yang paling sering didapatkan oleh mahasiswa
adalah pembuatan surat. Kegiatan pembuatan surat selama ini masih dilakukan
secara langsung di Loket Pelayanan Akademik Mahasiswa Ilmu Komputer IPB.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi manajemen surat
menyurat yang diharapkan dapat membantu mahasiswa dan staf pelayanan
akademik di Departemen Ilmu Komputer IPB dalam melakukan prosedur standar
permohonan dan pelayanan pembuatan surat. Metode pengembangan sistem ini
adalah metode waterfall berbasis web yang diimplementasikan dalam bahasa
pemrograman PHP dengan menggunakan framework Laravel 5.4. Penelitian ini
telah berhasil mengembangkan suatu sistem untuk melayani pembuatan 28 jenis
surat yang umum diperlukan oleh mahasiswa. Beberapa fitur dalam sistem untuk
mahasiswa adalah fitur formulir pembuatan surat online dan fitur tampilan
informasi status permohonan surat, sedangkan fitur untuk administrator adalah
fitur tampilan permohonan surat dari mahasiswa, fitur pembuatan surat, dan fitur
untuk mengubah status surat yang diminta
Karakteristik Ukuran Tubuh sebagai Penduga Bobot Badan Sapi Betina Friesian Holstein Umur 24-36 Bulan
Ukuran tubuh merupakan parameter yang dapat digunakan untuk menduga bobot badan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan karakteristik ukuran tubuh terhadap bobot badan sapi Friesian Holstein (FH) betina pada selang umur 24-36 bulan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder ukuran tubuh sapi FH betina peserta Kontes Ternak Jawa Barat tahun 2013 pada umur 24-36 bulan sebanyak 20 ekor sapi. Data diolah dengan mencari nilai koefisen korelasi setiap ukuran tubuh terhadap bobot badan serta mencari model regresi terbaik untuk menduga bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan lingkar dada memiliki korelasi tertinggi terhadap bobot badan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.999. Model regresi terbaik didapat dari model regresi dengan lingkar dada sebagai parameter untuk menduga bobot badan dengan nilai koefisien determinasi (R2adj) 99.80%. Rumus Winter merupakan rumus pendugaan bobot badan yang hasilnya paling mendekati bobot badan sebenarnya
Fabrikasi Dye Sensitized Solar Cells Berbahan Dasar Pewarna Asal Gardenia jasminoides dan Monmorilonit-Nafion
Dye sensitized solar cells (DSSC) merupakan sistem energi tenaga surya
yang mampu mengonversi energi foton menjadi energi listrik berbasis
semikonduktor yang mengikuti fenomena elektrokimia. Pada sistem DSSC
membutuhkan beberapa komponen seperti semikonduktor dan zat warna.
Komponen semikonduktor berfungsi sebagai transfer elektron dari zat warna
menuju elektrode kerja. Semikonduktor yang sering digunakan saat ini adalah
TiO2, namun konduktivitas elektron dan adsorpsi zat warna oleh TiO2 masih
rendah. Oleh Karena itu, pada penelitian ini melakukan pengembangan
semikonduktor menggunakan monmorilonit (MMT) dan nafion karena mampu
meningkatkan konduktivitas elektron dan adsorpsi zat warna.
Komponen zat warna berfungsi sebagai pengubah energi foton menjadi
elektron. Zat warna yang sering digunakan dan memiliki kinerja DSSC optimal
adalah zat warna anorganik, tetapi zat warna anorganik tidak ramah lingkungan.
Oleh karena itu, zat warna alami menjadi pilihan terbaik karena sifatnya yang
ramah lingkungan dan sumbernya dari tumbuh-tumbuhan. Sehingga pada
penelitian ini menggunakan zat warna alami dari ekstrak buah Gardenia
jasminoides karena mengandung flavonoid dan stabilitas panasnya sekitar 60
sampai 90oC. Ekstrak zat warna dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan
MMT dan nafion karena mampu meningkatkan stabilitas zat warna. Tujuan
penelitian ini adalah mengekstraksi zat warna dan menganalisis senyawa
flavonoid dari buah G. jasminoides, memodifikasi semikonduktor dan zat warna
menggunakan variasi komposisi MMT-nafion, menentukan kinerja DSSC hasil
modifikasi menggunakan MMT-nafion. Pengembangan DSSC dilakukan untuk
meningkatkan kinerja konversi energi solar menjadi energi listrik.
Preparasi ekstrak G. jasminoides menggunakan metode maserasi dan
preparasi elektrode kerja dengan menvariasikan komposisi MMT-nafion yaitu
(0:100, 25:75, 50:50, 75:25, 100:0). Penggunaan MMT-nafion dilakukan dengan
metode coating (melapis) pada TiO2, sedangkan penggunaan zat warna dilakukan
dengan 2 metode yaitu soaking (merendam) dan mixing (mencampur). Hasil
karakterisasi zat warna buah G. jasminoides menggunakan UV-Vis menunjukkan
adanya senyawa krosin dan kuersetin pada panjang gelombang 460.6 nm, 436.2
nm dan 329.2 nm. Kinerja teknologi DSSC dievaluasi menggunakan potensiostat
untuk menentukan nilai efisiensi (η). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa
variasi komposisi optimum MMT-nafion adalah 50:50 menggunakan metode
mixing dengan nilai efisiensi 0.9160%. Selain kinerja DSSC, topografi komposit
optimum juga dianalisis menggunakan Atomic Force Morphology (AFM)
menunjukkan permukaan lebih merata menggunakan metode mixing. Maka dapat
disimpulkan zat warna terdistribusi secara merata kedalam MMT-nafion
Pengaruh Tinggi Genangan dan Pemakaian Mulsa terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah (Oryza sativa L.).
Padi memerlukan rata-rata 1 L air untuk menghasilkan 0.698 g gabah.
Penelitian ini bertujuan mendapatkan kombinasi antara tinggi genangan dan
pemakaian mulsa yang menghasilkan produksi dan efisiensi pemakaian air
tertinggi. Selain itu, dipelajari juga respon pertumbuhan dan produksi padi
terhadap tinggi genangan dan pemakaian mulsa. Penelitian dilaksanakan di rumah
plastik Kebun Percobaan Sawah Baru IPB, Dramaga, Bogor pada April hingga
Juli 2018 dengan menggunakan rancangan RKLT faktorial yaitu pemberian mulsa
dan tinggi genangan. Taraf perlakuan tinggi genangan terdiri dari 5 cm di atas
permukaan tanah, 0 cm atau tepat di permukaan tanah, 5 cm di bawah permukaan
tanah atau -5 cm, dan 10 cm di bawah permukaan tanah atau -10 cm. Taraf
perlakuan pemakaian mulsa yaitu mulsa plastik, mulsa jerami, dan tanpa
pemakaian mulsa. Pengulangan percobaan dilakukan sebanyak 3 kali. Satu
rumpun terdiri dari tiga tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
interaksi antara tinggi genangan dan mulsa memengaruhi pertumbuhan dan total
kebutuhan air tanaman padi. Penggunaan mulsa plastik dapat menurunkan tinggi
genangan sampai -5 cm yang tidak menurunkan jumlah anakan secara signifikan.
Kebutuhan air total tanaman pada perlakuan tanpa mulsa, mulsa jerami, dan mulsa
plastik dengan tinggi genangan -5 cm sebanyak 610 mm, 539 mm, dan 543 mm.
Penurunan tinggi genangan sampai -5 cm menurunkan produktivitas sebesar
31.66%. Pemakaian mulsa dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air (EPA)
tanaman. Pemakaian mulsa jerami menghasilkan EPA sebesar 1.19 g gabah L-1,
mulsa plastik menghasilkan EPA sebesar 1.24 g gabah L-1. Keduanya lebih tinggi
dibandingkan pada perlakuan tanpa mulsa yaitu 1.00 g gabah L-1
Aktivasi Zeolit Alam sebagai Adsorben untuk Pengolahan Air Bersih dari Limbah Kolam Lele
Zeolit merupakan salah satu bahan alam yang melimpah di Indonesia. Zeolit
dapat di gunakan sebagai adsorben karena memiliki rongga-rongga yang berisi ionion
logam dan non logam. Zeolit perlu diaktivasi terlebih dahulu untuk
menghilangkan pengotor yang ada pada zeolit. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kemampuan aktivasi fisika-kimia untuk mengaktivasi zeolit alam serta
mengetahui uji adsorbsi zeolit aktif terhadap penurunan TSS, VSS, dan TP. Zeolit
alam diaktivasi dengan suhu 300 °C dan 500 oC. Zeolit alam yang telah diaktivasi
kemudian di karakterisasi untuk mengetahui struktur kristal dan jenis zeolit dengan
menggunakan XRD, kemudian untuk mengetahui gugus fungsi zeolit dengan FTIR.
Aktivasi zeolit dengan suhu tinggi membuat struktur kristal dan jenis zeolit
berubah. Zeolit yang diaktivasi dengan suhu 300 oC mampu untuk menurunkan
kadar fosfat sebesar 58,038%, namun belum efektif untuk menurunkan kadar TSS
dan VSS pada perairan
Model Pengendalian Pencemaran Perairan Bagi Kelestarian Fungsi Sungai Siak Bagian Hilir Provinsi Riau
Sungai Siak terletak di Provinsi Riau dan mempunyai luas Daerah Aliran Sungai (DAS) ± 1,132,776.04 Ha. DAS Siak membentang pada bagian hulu di perbukitan Suligi-Bukit Pandan dan perbukitan Kubu Beringin di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau, hingga bagian hilirnya bermuara di sekitar Selat Malaka. Sungai Siak merupakan sungai strategis nasional dan sungai terdalam di Indonesia. Karakteristik khas Sungai Siak yaitu dipengaruhi pasang surut dan terletak pada kawasan rawa gambut, sehingga disebut juga sebagai sungai air hitam (black water river).
Sungai Siak bagian hilir adalah pertemuan dua anak sungai utama Sungai Siak yaitu Sungai Tapung Kiri dan Tapung Kanan di wilayah Palas Kabupaten Kampar hingga bermuara di sekitar Selat Malaka. Sungai Siak bagian hilir mendapat pengaruh pasang surut. Berbagai aktivitas terdapat sekitar Sungai Siak antara lain, permukiman penduduk, industri, perkebunan dan jalur transportasi nasional dan internasional. Fungsi Sungai Siak antara lain sumber air baku (PDAM dan industri), kegiatan perikanan, transportasi dan MCK bagi masyarakat di sepanjang aliran Sungai Siak. Aktivitas-aktivitas di sekitar Sungai Siak telah menyebabkan kualitas perairan menurun dan tercemar sehingga terganggunya kehidupan organisme perairan bahkan kematian masal ikan. Pencemaran di perairan Sungai Siak merupakan masalah yang sangat kompleks dan saling terakit antar kepentingan. Dengan demikian, penanganan pencemaran Sungai Siak harus dilakukan secara menyeluruh (holistic) dan terintegrasi antar berbagai kepentingan melalui pendekatan sistem. Pendekatan sistem menggunakan model dapat memprediksi pencemaran di Sungai Siak bagian hilir dimasa yang akan datang, dan menjadi bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan dalam pengendalian pencemaran Sungai Siak bagian hilir. Tujuan umum penelitian ini adalah merumuskan model pengendalian pencemaran perairan bagi kelestarian fungsi sungai di Sungai Siak bagian hilir Provinsi Riau. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi eksisting kualitas perairan Sungai Siak bagian hilir berdasarkan parameter fisika, kimia dan biologi pada saat pasang dan surut, menentukan beban pencemaran dan kapasitas asimilasi, dan status mutu perairan pada saat pasang dan surut di Sungai Siak bagian hilir, menentukan strategi pengendalian pencemaran perairan Sungai Siak bagian hilir, dan merumuskan formulasi model pengendalian pencemaran dengan berbagai skenario di Sungai Siak bagian hilir Provinsi Riau.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 s/d Juli 2016. Jenis dan sumber data yang digunakan yakni data primer bersumber dari pengukuran langsung (insitu) dan pengkuran tidak langsung (laboratorium) yang terdiri dari data fisika, kimia, dan biologi perairan, serta observasi dan wawancara langsung dengan responden (penduduk sekitar Sungai Siak bagian hilir), dan para pakar yang terdiri dari birokrat dan akademisi. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka serta dari instansi terkait. Pengukuran kualitas air dilakukan saat pasang dan surut. Dalam penelitian ini model dibangun melalui pendekatan sistem yang dibantu dengan alat
pemodelan yaitu powersim versi 2005. Model terdiri atas lima sub model yakni; 1). sub model limbah permukiman 2) sub model limbah anak sungai), 3) sub model limbah hulu sungai, 4) sub model limbah pertanian, dan 5) sub model limbah industri. Model dibangun berdasarkan parameter BOD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan Sungai Siak bagian hilir pada umumnya telah melewati bakumutu kelas III, PP 82/2001 saat pasang dan surut pada ketiga musim pengamatan (musim hujan, peralihan dan kemarau). Parameter-parameter yang telah melewati baku mutu yakni pH, BOD, COD, nitrit, minyak dan lemak, logam berat Pb dan Cd. Status mutu kualitas perairan Sungai Siak bagian hilir berdasarkan indeks storet telah tercemar berat saat pasang dan surut pada semua stasiun penelitian dalam tiga musim pengamatan tersebut. Berdasarkan indeks famili biotik, perairan Sungai Siak bagian hilir dikategorikan tercemar sedang hingga buruk sekali. Nilai FBI berkisar 5.64 sampai dengan 9.25. Beban pencemaran terbesar yang masuk ke Sungai Siak bersumber dari limbah anak sungai baik musim hujan maupun musim kemarau. Potensi beban pencemaran limbah BOD anak-anak sungai di wilayah Kota Pekanbaru pada musim hujan adalah sebesar 192,974.49 atau setara dengan 68.48 % dari jumlah total beban pencemaran yang masuk ke Sungai Siak pada musim hujan, sedangkan pada musim kemarau sebesar 119,185.78 kg/hari atau setara dengan 69.51 % dari jumlah total beban pencemaran pada musim kemarau. Beban pencemaran tertinggi dari anak sungai paling tinggi berasal dari Sungai Sail yang melewati permukiman padat penduduk, perkantoran, dan industri. Beban pencemaran paling rendah yang masuk ke Sungai Siak bagian hilir berasal lahan perkebunan. Kapasitas asimilasi sungai untuk parameter BOD, COD, dan nitrit telah terlewati.
Hasil analisis strategi pengendalian pencemaran Sungai Siak bagian hilir menggunakan AHP, pembuatan IPAL komunal mempunyai nilai yang paling tinggi diikuti oleh sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Kebijakan pembuatan IPAL komunal diprediksi dapat menurunkan beban pencemaran Sungai Siak bagian hilir. Hasil simulasi model selama 20 tahun periode 2017-2037, sebelum dilakukan intervensi terhadap peningkatan laju BOD menunjukkan bahwa beban pencemaran dari anak-anak sungai menjadi sumber utama beban yang masuk ke Sungai Siak bagian hilir. Intervensi terhadap laju peningkatan konsentrasi BOD mampu menurunkan jumlah beban pencemaran total yang masuk ke Sungai Siak baik musim hujan maupun musim kemarau melalui penerapan IPAL komunal, komitmen pemerintah dan penegakan hukum, serta peningkatan partisipasi masyarakat. Model pengendalian pencemaran Sungai Siak menggambarkan dinamika musim terhadap beban pencemaran yang masuk ke Sungai Siak
Desain Lanskap Sempadan Sungai Cipinang Berbasis Preferensi Masyarakat di Jakarta Timur: Segmen Jalan Radar Auri
Jakarta Timur adalah kota administrasi terluas di provinsi DKI Jakarta. Laju pembangunan kota yang semakin meningkat menyebabkan daya tampung dan daya dukung lingkungan kota semakin menurun sehingga memicu timbulnya permasalahan sosial, ekosistem lingkungan daratan maupun akuatik. Lanskap sempadan sungai merupakan aspek penting dari konstruksi lanskap perkotaan. Lanskap sempadan Sungai Cipinang (LSSC) memiliki fungsi ekologis, estetika dan sosial yang dapat dikembangkan menjadi taman lingkungan. Namun, kondisi lanskap tidak cukup baik untuk menunjang aktivitas di dalamnya. Masyarakat merupakan kunci bagi terciptanya kehidupan sosial yang berkelanjutan dalam sebuah taman lingkungan. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di taman lingkungan perlu adanya keterlibatan masyarakat sekitar dengan mempelajari preferensi masyarakat sekitar terhadap taman. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang desain lanskap sempadan sungai untuk taman lingkungan berdasarkan preferensi masyarakat sekitar untuk menciptakan sebuah taman lingkungan yang fungsional, estetis, ekologis, dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik tapak, menganalisis dan sintesis, merancang dan mendesain lanskap sempadan Sungai Cipinang di Jalan Radar Auri sebagai taman lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan pada tiga aspek, yaitu biofisik, legal, dan sosial. Metode tersebut dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu persiapan, inventarisasi, analisis dan sintesis, pembuatan konsep, desain dan gambar konstruksi, serta pembuatan laporan. Konsep dasar dari tapak tersebut ialah “Olah Rawa”. Konsep tersebut bertujuan agar pengunjung khususnya masyarakat sekitar merasa memiliki taman lingkungan sebagai pusat aktivitas sosial dan rekreasi. Konsep desain yang dihadirkan lebih menonjolkan tumbuhan eksisting Kota Jakarta yang ada pada tapak yaitu kangkung air (Ipomoea aquatica Forks). Hasil akhir dari penelitian ini adalah konsep rekomendasi, block plan, site plan, detail desain, dan ilustrasi desain