Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Perancangan Sumur Resapan Paralel Sebagai Implementasi Prinsip Green Building Pada Gedung Kuliah Baru IPB Dramaga

    No full text
    Perubahan tata guna lahan akibat perkembangan sektor pembangunan sangat berdampak terhadap pola aliran limpasan yang mengakibatkan masalah genangan dan banjir. Hal ini menyebabkan green building menjadi urgensi khususnya dalam menerapkan sumur resapan dan green roof untuk meretensi air hujan. Gedung kuliah baru IPB Dramaga sudah seharusnya mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan untuk mewujudkan program green campus 2020. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sumur resapan paralel pada gedung tersebut dan menganalisis dampak adanya green roof terhadap penilaian tepat guna lahan dan terhadap efektivitas sumur resapan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2020 dengan melakukan studi literatur data sekunder. Sumur resapan yang direncanakan yaitu tipe IV dengan kedalaman 2 m dan diameter 1.5 m sejumlah 17 buah. Sumur resapan efektif menahan 17.77% debit andil banjir lahan dengan biaya yang pembangunan sebesar Rp. 99,941,475.00 . Dampak positif media green roof dengan kemampuan retensi air hujan 92,57% yaitu mengurangi debit puncak limpasan dari 26.35 m3/jam menjadi 25.21 m3/jam, sedangkan dampak negatif penggunaan green roof yaitu peningkatan konsentrasi TSS dan TDS yang akan mengakibatkan pendangkalan dan berkurangnya efektivitas sumur yang dapat ditanggulangi dengan penegrukan berkala dan pemasangan roof drain. Nilai total kategori appropriate site development (tepat guna lahan) pada tahap rekognisi desain dengan adanya sumur resapan dan green roof hanya 6 dari total 17 poin dengan kondisi nilai prasyarat ASD P-1 terpenuhi dan ASD P-2 tidak terpenuhi, atau 7.76% dari penilaian green building kategori tepat guna lahan. Hal ini diakibatkan beberapa tolak ukur tidak masuk kedalam ruang lingkup penelitian dan beberapa tidak terpenuhi

    Analisis Perbandingan Biaya Pengadaan Kapal Jenis Kayu dan Fiberglass di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap

    No full text
    Kapal penangkap ikan di Indonesia umumnya menggunakan material kayu. Kayu dipilih karena mudah untuk dikerjakan, mudah didesain dan merupakan material dapat didaur ulang. Kayu sudah mengalami kelangkaan di alam dan sukar untuk didapatkan yang disebabkan eksploitasi kayu yang berlebihan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengadakan program konversi penggunaan kapal kayu ke kapal fiberglass melalui bantuan untuk nelayan. Nelayan masih enggan menggunakan kapal fiberglass karena anggapan kapal kayu memiliki biaya pengadaan lebih murah. Tujuan penelitian ini adalah mengestimasi dan membandingkan biaya pengadaan kapal, biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan kapal kayu dan kapal fiberglass. Metode analisis yang digunakan adalah analisis perhitungan besaran gross tonnage kapal, analisis total biaya produksi pembuatan kapal dan analisis biaya penyusutan. Hasil penelitian menunjukan perbandingan pada total biaya pembuatan dan harga jual yang menjadi komponen pada biaya pengadaan kapal yang dikeluarkan untuk pembuatan tiga kapal kayu dan tiga kapal fiberglass dengan perbandingan ukuran yang relatif sama diperoleh bahwa biaya pengadaan kapal berbahan fiberglass lebih murah dibandingkan kapal berbahan kayu. Perbandingan biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan kapal yang dikeluarkan per tahun untuk tiga kapal kayu dan tiga kapal fiberglass yang memiliki ukuran bervariasi dengan perbandingan ukuran yang relatif sama diperoleh biaya pemeliharan kapal dan biaya penyusutan kapal yang dikeluarkan untuk kapal berbahan fiberglass bernilai lebih kecil dibandingkan kapal berbahan kayu.

    Mikroplastik pada Saluran Pencernaan Ikan dari Teluk Palabuhanratu, Jawa Barat

    No full text
    Limbah atau sampah yang dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia menimbulkan masalah pencemaran yang serius yaitu persebaran mikroplastik. Mikroplastik merupakan plastik yang sudah menjadi partikel dan diameternya berukuran kurang dari 5 mm. Bahaya dari masuknya mikroplastik pada ikan yaitu menganggu proses-proses pencernaan ataupun menghalangi proses penyerapan pada ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk identifikasi komposisi mikroplastik yang terdapat pada ikan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 hingga Februari 2019 di Teluk Palabuhanratu Sukabumi, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam pengambilan ikan contoh adalah penarikan contoh acak sederhana. Kelimpahan mikroplastik ditemukan pada saluran pencernaan ikan sebanyak 16381 partikel yang terdiri dari tipe fiber, fragmen, dan film. Mikroplastik yang ditemukan pada saluran pencernaan ikan didominasi oleh ukuran 101-500 μm

    Interaksi Keluarga, Interaksi Teman Sebaya, Regulasi Diri, dan Motivasi Mahasiswa Berprestasi

    No full text
    Mahasiswa memerlukan motivasi tinggi untuk berprestasi guna meningkatkan kualitas diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi keluarga, interaksi teman sebaya, dan regulasi diri terhadap motivasi mahasiswa berprestasi akademik dan IPB. Desain yang digunakan dalam penelitian ini ialah cross-sectional study pada mahasiswa berprestasi di IPB. Responden berjumlah 76 orang dengan kriteria mahasiswa berprestasi akademik yang memiliki IPK>3,5 sebanyak 38 orang yang dipilih secara purposive, serta semua mahasiswa berprestasi yang terpilih di tingkat fakultas tahun 2019 dan 2020 sebanyak 38 orang. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata indeks interaksi teman sebaya, regulasi diri, dan motivasi mahasiswa berprestasi IPB lebih tinggi daripada mahasiswa berprestasi akademik, serta tidak terdapat perbedaan pada interaksi keluarga. Motivasi berprestasi berhubungan dengan mahasiswa berprestasi IPB, interaksi teman sebaya, dan regulasi diri. Artinya mahasiswa berprestasi IPB yang memikili interaksi teman sebaya yang baik serta regulasi diri yang tinggi maka motivasi berprestasi akan tinggi pula. Pendidikan ayah dan regulasi diri pada dimensi standar tujuan, pengaturan emosi, dan evaluasi diri berpengaruh positif terhadap motivasi berprestasi. Semakin tinggi pendidikan ayah dan semakin baik regulasi diri, maka motivasi berprestasi semakin tinggi

    Pengembangan Penyedap Rasa Sehat Berbasis Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) dan Jamur Kancing (Agaricus bisporus).

    No full text
    Munculnya tren pangan yang berkaitan dengan rasa lezat dan kesehatan menjadikan pengembangan penyedap rasa yang sehat menjadi sesuatu yang menjanjikan. Jamur mengandung asam amino dan 5’-nukleotida yang berkontribusi pada rasa umami dan fungsionalitas jamur, sehingga berpotensi menjadi bahan baku pembuatan penyedap rasa sehat. Metode penelitian terdiri dari penelitian pendahuluan, pembuatan bubuk jamur, analisis sensori, dan analisis mutu. Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Blok Acak Lengkap (RBAL) dua faktorial. Skor kesukaan secara keseluruhan terhadap penyedap rasa berbasis jamur adalah 5.06 yang mengindikasikan bahwa produk dapat diterima secara baik di pasaran. Menurut hasil analisis CATA, atribut produk yang secara positif mempengaruhi nilai kesukaan adalah umami, asin, bawang putih, aroma jamur, dan pedas-manis dengan skor kesukaan secara berurutan 0.268, 0.054, 0.102, 0.218, dan 0.091. Hal ini sesuai dengan atribut produk ideal yaitu pedas-manis, rempah-rempah, dan aroma jamur. Hasil analisis CATA juga menunjukkan bahwa atribut yang perlu ditingkatkan untuk pengembangan produk berupa atribut umami, asin, pedas-manis, dan bawang putih sehingga dapat meningkatkan skor kesukaan produk. Seluruh parameter uji produk telah memenuhi standar kecuali kadar abu, kandungan Cu, dan kandungan As, namun produk tetap aman dikonsumsi. Produk mengandung 15 jenis asam amino yang berkontribusi pada rasa umami dan fungsionalitas produk

    Pemanfaatan Data Citra Berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk Pendugaan Populasi Sapi di Pastura

    No full text
    Penerapan beternak sapi dengan memanfaatkan lahan terbuka bisa memberikan beberapa keuntungan seperti meminimalkan beberapa pengeluaran seperti biaya operasional kandang, biaya pakan ternak, dan biaya tenaga kerja. Berdasarkan beberapa kelebihan tersebut, maka sistem peternakan sapi pada lahan terbuka perlu dioptimalkan manajemennya. Cara yang efektif dalam memecahkan permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan sistem pertanian presisi menentukan jumlah sapi pada area pastura dengan pemanfaatan data citra. Metode yang digunakan terbagi ke dalam beberapa tahapan mulai dari tahap proses pengambilan data, hal yang dilakukan adalah menghitung populasi dalam kondisi aktual secara manual, pengambilan data primer dengan menggunakan drone, pengambilan data sekunder dengan mengunduh dari situs internet. Setelah itu, dilanjutkan ke tahap pra pengolahan citra yang terdiri dari proses photo stitching, pemotongan, dan penskalaan citra. Kemudian memasuki tahap pengolahan citra yang terdiri dari proses segmentasi citra, thresholding citra, noise removal, operasi morfologi, transformasi watershed, pendeteksian dan perhitungan objek sapi. Setelah itu, diakhiri oleh tahapan pengolahan data dengan memperhitungkan akurasi hasil segmentasi dengan kondisi aktualnya. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh antara faktor ketinggian penerbangan drone dengan tingkat akurasi. Semakin tinggi penerbangan maka akurasinya semakin rendah karena ukuran dan jumlah piksel yang ditangkap semakin sedikit. Sedangkan untuk perlakuan antara pengaruh warna rambut sapi dengan akurasi menunjukan bahwa semakin banyak corak sapi maka akan semakin menurunkan akurasinya. Hal-hal lain yang menyebabkan penurunan akurasi adalah noise yang dihasilkan oleh objek jalan, bangunan, dan pohon-pohon; warna rambut sapi yang hampir sama dengan latar belakangnya; sapi yang berdempetan; dan ragamnya corak warna rambut sapi

    Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Petani Terhadap Penjualan Hasil Panen Lada putih (Studi Kasus : Petani Lada Putih di Desa Bukit Layang Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka).

    No full text
    Lada (Pipper nigrum L.) merupakan tanaman tahunan yang tumbuh memanjat. Sifat tanaman lada yang tahunan menyebabkan terjadinya over supply. Adanya over supply pada hasil panen lada sedangkan demand tetap mengakibatkan harga lada putih turun. Sehingga respon petani lada putih adalah dengan melakukan tunda jual terhadap hasil panennya, namun ada juga yang melakukan langsung jual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penjualan petani lada putih berdasarkan karakteristik petani, usahatani dan penjualannya dan faktor yang memengaruhi keputusan petani terhadap penjualan hasil panen lada putih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani yang melakukan langsung jual adalah memiliki usia yang lebih muda dengan lama pengalaman cukup berpengalaman dan konsumsi pangan yang tinggi. Sedangkan berdasarkan karakteristik usahatani, petani yang memiliki produksi sedikit, memiliki penerimaan non lada putih kecil dan luas penguasaan lahan kecil cenderung melakukan langsung jual. Selain itu, petani yang memiliki karakteristik penjualan dekat dengan tempat penjualan cenderung melakukan langsung jual. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik, faktor yang signifikan memengaruhi keputusan petani terhadap penjualan hasil panen lada putih adalah harga, konsumsi dan jarak ke tempat penjualan

    Pengembangan Protokol Perutean SDN-Based Geographic pada VANET Berbasis Arah Kendaraan (SDGR+R).

    No full text
    Vehicular Ad-Hoc Network (VANET) merupakan pengembangan jaringan wiresless yang melakukan komunikasi secara Inter Vehicle Communication (IVC). VANET memiliki mobilitas yang tinggi untuk setiap node nya sehingga jaringan komunikasi jenis ini adalah jaringan yang bersifat sementara dikarenakan node bergerak di lintasan dengan arah dan kecepatan yang dinamis. Dengan demikian, pengiriman paket data dari node sumber ke node tujuan menggunakan VANET memerlukan teknik komunikasi yang sesuai. Teknik terbaru komunikasi VANET saat ini adalah menggunakan SDN (Software Defined Network) yang berbasis geographic (SDGR) sebagai control plane dalam mengontrol komunikasi ad-hoc antar node. Dalam membentuk topologi jaringan komunikasi, SDGR mencari nilai jalur terpendek antar node dan kepadatan node yang tinggi. Pada routing protocol SDGR arah pergerakan node tidak dipertimbangkan. Pergerakan arah node sebaiknya diketahui agar pengiriman packet antar node lebih tepat dalam routing protocol pada topologi VANET yang dinamis. Tujuan penelitian ini adalah merancang pengembangan protokol perutean SDGR dengan menambahkan parameter informasi pergerakan node dalam penentuan rute packet (SDGR+R). Analisis kinerja dilakukan dengan membandingkan performansi protocol routing SDGR dan hasil pengembangannya yakni SDGR berbasis arah (SDGR+R) pada VANET dan pengaruhnya pada paket delivery ratio (PDR) dan latency. Penelitian ini menghasilkan Protokol Perutean SDGR+R dengan mempertimbangkan rute antar node (kendaraan) dengan menerapkan multicast pada setiap node. Metode multicast dapat membangun jalur yang lebih stabil dan lebih efektif pada node searah karena tidak memerlukan rekonstruksi topologi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa SDGR+R mencapai kinerja lebih baik daripada SDGR dalam hal rasio packet delivery ratio (PDR) sebesar 8.12% dan latency sebesar 1.88%. Berdasarkan hal tersebut SDGR+R mampu meningkatkan performansi model SDGR. Protokol Perutean SDGR+R menambah ide pengembangan teknologi VANET untuk masa mendatang

    Nilai Ekonomi Penyerbukan Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) oleh Tetragonula laeviceps (Apidae: Meliponinae) dan Serangga Penyerbuk Lainnya

    No full text
    Penyerbukan tanaman merupakan proses pemindahan serbuk sari ke stigma. Tanaman mentimun termasuk jenis tanaman monoecious yang memerlukan agen penyerbuk seperti lebah yang dapat membantu peningkatan produksinya. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh penyerbukan oleh lebah T. laeviceps dan serangga penyerbuk lainnya terhadap kuantitas dan kualitas buah mentimun, mengestimasi nilai ekonomi penyerbukan, dan mengetahui aktivitas T. laeviceps dalam proses penyerbukan. Percobaan lapangan dilakukan untuk menentukan pengaruh T. laeviceps dan serangga penyerbuk lainnya terhadap produksi tanaman. Perlakuan yang diuji meliputi penyerbukan terbuka dengan bantuan T. laeviceps dan serangga penyerbuk liar, penyerbukan bantuan manusia, dan penyerbukan dengan angin. Estimasi nilai ekonomi penyerbukan ditentukan berdasarkan tingkat produksi buah mentimun dan ketergantungan tanaman terhadap agen penyerbuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerbukan terbuka dapat meningkatkan persentase buah terbentuk, kenormalan buah, panjang buah, diameter buah, bobot buah, dan jumlah biji. Nilai ekonomi dari penyerbukan terbuka ini adalah 81 kali lipat dari penyerbukan oleh angin dan setara dengan penyerbukan atas bantuan manusia. Puncak aktivitas keluar-masuk sarang T. laeviceps terjadi pada interval waktu 06.00 - 09.00

    Karakteristik dan Strategi Pelestarian Lanskap Budaya Gampong Lubuk Sukon, Aceh

    No full text
    Lanskap budaya adalah bentang alam yang merupakan hasil dari interaksi antara komponen lingkungan alam, budaya, dan sejarah. Gampong Lubuk Sukon merupakan salah satu desa budaya yang berada di Provinsi Aceh yang dikategorikan ke dalam organically evolved landscape karena merupakan lanskap yang terbentuk dan berkembang secara organik yang merupakan hasil asosiasi dengan budaya masyarakat setempat. Masyarakat Gampong Lubuk Sukon juga masih menjaga kearifan lokal dalam wujud hunian dan aktivitas budaya, masih menjaga nilai kesosialan, dan menjaga penataan lingkungannya. Pentingnya konteks kebudayaan yang terdapat di Gampong Lubuk Sukon, menjadi bagian utama untuk digali dan dicari agar nilai budaya itu dapat memberikan arti dalam mengenal karakter lanskap budaya aceh sebagai identitas dari masyarakat Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter kunci pembentuk lanskap budaya Gampong Lubuk Sukon, menganalisis persepsi masyarakat dalam mengenal karakter lanskap budaya di Gampong Lubuk Sukon, dan menyusun rekomendasi strategi pelestarian lanskap budaya di Gampong Lubuk Sukon. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penilaian karakter lanskap atau Landscape Character Assessment (LCA) untuk mengidentifikasi karakter lanskap budaya, metode penilaian signifikansi budaya atau Cultural Heritage Landscape Assessment (CHLA) untuk menilai signifikansi/nilai penting dari suatu lanskap budaya, Uji Kruskal wallis digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dalam mengenal lanskap budaya di Gampong Lubuk Sukon, dan analisis SWOT untuk menyusun strategi pelestarian di Gampong Lubuk Sukon. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa tipe karakter lanskap budaya Gampong Lubuk Sukon adalah lanskap permukiman tradisional dengan tata ruang memusat (sistem tumpok) yang bergantung kepada alam dengan masyarakat menganut agama Islam. Sistem tumpok ini menjadikan meunasah sebagai pusat atau inti dari Gampong Lubuk Sukon dan dikelilingi oleh rumah tradisional dan lahan pertanian sehingga yang menjadi karakter kunci pada lanskap Gampong Lubuk Sukon adalah meunasah, permukiman tradisional, dan lahan pertanian. Tingkat pengetahuan masyarakat gampong terhadap lanskap Gampong Lubuk Sukon berada pada tahap sangat mengetahui dan strategi pelestarian yang diusulkan adalah strategi pertumbuhan (growth strategy), yaitu strategi dengan pencapaian pertumbuhan kualitas lanskap budaya kearah keberlanjutan dengan meningkatkan kualitas sumber daya (manusia dan lingkungan alami) dan pelestarian lanskap budaya untuk kesejahteraan masyarakat

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇