Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Pendugaan Nilai Persentase Tutupan Tajuk pada Ekosistem Rawa Gambut Menggunakan Data Leaf Area Index (LAI) dan Data LiDAR.

    No full text
    Hutan rawa gambut merupakan jenis ekosistem unik yang memiliki karakter khas, dalam ekosistem hutan tutupan tajuk merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk mengidentifikasi perubahan tutupan lahan di hutan. Informasi mengenai besarnya nilai persentase tutupan tajuk dapat dihitung melalui survei lapangan maupun dengan penginderaan jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengestimasi nilai tutupan tajuk pada ekosistem rawa gambut dan membandingkan nilai persentase tutupan tajuk dari data Leaf Area Index dan data LiDAR pada ekosistem rawa gambut PT Rimba Makmur Utama, Katingan, Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Leaf Area Index (LAI) dan Light Detection and Ranging (LiDAR). Penelitian ini menghasilkan model pendugaan nilai persentase tutupan tajuk prediksi terbaik dari jenis regresi linear (LAI = 5.18+0.9631FRCI, R2 = 90.81%, s = 0,076). Nilai persentase tutupan tajuk prediksi yang mengalami underestmate berada pada plot P08 dan P12, dengan nilai error negatif sebesar 16.08% dan 15.35%. Nilai persentase tutupan tajuk prediksi yang mengalami overestimate berada pada plot P03 dengan nilai error positif sebesar 25.99%

    Pengembangan Modul Backend Sistem Informasi Manajemen Unit Kandang Hewan Percobaan di Pusat Studi Biofarmaka Tropika

    No full text
    Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) adalah organisasi di bawah LPPM IPB yang memiliki mandat mengembangkan riset dalam bidang biofarmaka. Trop BRC memiliki beberapa unit pelaksana teknis, salah satunya adalah Unit Kandang Hewan Percobaan (UKHP). UKHP melakukan berbagai macam aktivitas saat penelitian. Pemantauan aktivitas penelitian, manajemen keuangan dan inventarisasi di UKHP masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien dalam segi usaha dan waktu. Oleh karena itu, pengembangan sistem informasi manajemen UKHP (SIM-UKHP) diperlukan untuk membantu manajemen dan pemantauan aktivitas penelitian agar dapat dilakukan lebih efektif. SIM-UKHP telah berhasil dikembangkan dengan menggunakan kerangka kerja Laravel 5.7 dan DBMS MySQL. SIM-UKHP dikembangkan menggunakan metode Prototyping dalam dua iterasi. SIM-UKHP memiliki beberapa fungsi yaitu pemantauan aktivitas penelitian, pencatatan stok alat bahan dan layanan UKHP, serta pencatatan pemasukan keuangan dari penelitian. Pengujian sistem pada iterasi terakhir menggunakan metode user acceptance testing (UAT). Berdasarkan hasil UAT, SIM-UKHP dinyatakan telah berhasil memenuhi kebutuhan pengguna

    Karakteristik Dekomposisi Sampah Organik Pasar Tradisional Menggunakan Cacing Lumbricus rubellus dan Eudrilus eugeniae

    No full text
    Salah satu solusi dalam dekomposisi sampah organik yaitu dengan memanfaatkan cacing tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh karakteristik dekomposisi sampah organik pasar tradisional. Percobaan dilakukan dalam skala laboratorium dan skala rumah tangga. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sistem instalasi proses dekomposisi, pengujian kadar protein cacing, dan analisis mutu hasil dekomposisi oleh cacing. Dalam penelitian ini digunakan cacing jenis Eudrilus eugeniae dan Lumbricus rubellus. Berdasarkan hasil pengujian, kadar air sampel menurun dari 86% menjadi 24% dalam sampel sampah dengan Eudrillus eugeniae dan menjadi 19% pada sampel sampah dengan Lumbricus rubellus. Nilai pH sampah berubah dari 4.5 menjadi 8.7 untuk sampah dengan Eudrilus eugeniae dan 9 untuk sampah dengan Lumbricus rubellus. Reduksi sampah organik dengan Eudrilus eugeniae adalah 49.32% dan dengan Lumbricus rubellus adalah 40.48%. Eudrilus eugeniae mengalami peningkatan berat badan sebesar 0.24 gram/individu/15 hari sedangkan Lumbricus rubelus sebesar 0.10 gram/individu/15 hari. Proses dekomposisi selama 30 hari oleh kedua jenis cacing menghasilkan pupuk kompos yang sesuai dengan standar.. Kata kunci: dekomposisi, Eudrilus eugeniae, Lumbricus rubellus, sampah organi

    Analisis Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Beras dalam Kemasan (Survei pada Pusat Perbelanjaan Modern di Kota Bogor)

    No full text
    Biasanya, beras dijual di pasar tradisional dalam bentuk beras curah. Namun, cara menjual beras telah berubah dalam beberapa dekade terakhir. Produsen beras menjual beras dalam kemasan, terutama di pasar modern. Beras dalam kemasan adalah beras non curah yang dikemas dan diberi label yang berisi keterangan merek, jenis, tanggal kedaluarsa, berat bersih, dan lain-lain. Menjual beras dalam kemasan merupakan upaya produsen beras untuk meningkatkan keuntungan. Respon konsumen beras dalam kemasan pada situasi ini sangat menarik untuk dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik konsumen, atribut yang dianggap penting, serta kepuasan dan loyalitas konsumen terhadap beras dalam kemasan. Data diperoleh dari 100 responden pembeli beras kemasan di pasar modern Kota Bogor dengan menyiapkan kuesioner menggunakan metode purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan diproses menggunakan metode Rank Order, Importance Performance Analysis, Customer Satisfaction Index, dan Customer Loyalty Index. Penelitian ini membedakan konsumen beras dari tingkat pendapatan dan tingkat pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen beras kemasan berasal dari kalangan menengah ke atas dan berpendidikan tinggi. Atribut beras kemasan yang pertama kali dilihat oleh konsumen di setiap tingkat pendidikan dan pendapatan adalah kebersihan dan tanggal kedaluarsa. Tingkat kepuasan meningkat pada konsumen dengan tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Tingkat loyalitas konsumen beras dalam kemasan tidak jauh berbeda pada tingkat pendidikan dan pendapatan mereka

    Analisis Strategi Pemasaran Tabungan Emas PT XYZ

    No full text
    PT XYZ mempunyai produk baru yaitu Tabungan Emas yang memberikan layanan pembelian dan penjualan emas dengan fasilitas titipan dengan harga terjangkau. Sejak 2015 tabungan emas ini diresmikan sampai tahun 2017, PT XYZ belum bisa memenuhi target jumlah nasabah baru sesuai target. Dalam meningkatan jumlah nasabah Tabungan Emas, perlu menyusun strategi pemasaran yang tepat pada dalam memenuhi manfaat dan harapan nasabah. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyusunan strategi pemasaran PT XYZ dalam mempertimbangkan input stage, matching stage dan the decision stage. Penelitian dilaksanakan dengan wawancara dan kuesioner kepada Kepala Cabang, Asisten Manajer Operasional dan Asisten Manajer Penjualan. Metode yang digunakan adalah IFE (Internal Factor Evaluation), EFE (External Factor Evaluation), matriks IE (Internal dan External), SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats) dan AHP (Analitycal Hierarchy Process). Hasil Penelitian ini diperoleh altenatif strategi pemasaran tabungan emas sebagai solusi dan saran untuk PT XYZ dalam meningkatkan jumlah nasabah

    Karakteristik Morfometrik Sapi Aceh, Sapi PO Dan Sapi Bali Berdasarkan Analisis Komponen Utama (AKU).

    No full text
    Sapi Aceh merupakan satu dari empat sapi lokal (Aceh, Bali, Madura, Pesisir) dan Peranakan Ongole (PO) juga dianggap sebagai bangsa sapi lokal Indonesia. Ternak-ternak asli telah terbukti dapat beradaptasi dengan lingkungan lokal termasuk makanan, ketersediaan air, iklim dan penyakit. Dengan demikian, ternak-ternak inilah yang paling cocok untuk dipelihara dan dikembangkan di Indonesia, walaupun produksinya lebih rendah dari ternak impor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ukuran tubuh Sapi Aceh, Sapi Bali Dan Sapi Peranakan Ongole. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi Aceh, sapi PO dan sapi Bali dengan masing-masing berjumlah 20 ekor dengan kisaran umur 18 bulan sampai 30 bulan ke atas. Bagian tubuh yang diukur sebanyak 18 parameter. Penilaian morfometrik dilakukan dengan mengukur langsung bagian tubuh ternak (manual). Data yang di peroleh dianalisis dengan menggunakan Analisis Anova dan Komponen Utama (AKU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran morfometrik ternak sapi Aceh, Sapi PO dan sapi Bali menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P <0,05). Hasil analisis komponen utama (AKU) menunjukkan komponen utama penciri ukuran adalah pada sapi Bali lingkar dada, pada sapi PO tinggi pundak, dan pada sapi Aceh panjang badan. Sedangkan pada komponen utama penciri bentuk adalah pada sapi bali dan sapi PO pada dalam dada, pada sapi Aceh pada bagian thorachic. Hasil yang diperoleh dapat digunakan sebagai profil fenotip ke tiga bangsa dan penting bagi pembentukan strategi konservasi dan perkembangbiakan kedepannya untuk mencegah hilangnya keanekaragaman hayati di indonesia

    Palatabilitas Rayap Tanah Coptotermes curvignathus Holmgren terhadap Kayu Pinus (Pinus merkusii) dengan Perlakuan Presto, Rebus, dan Kukus.

    No full text
    Salah satu cara untuk mendeteksi keberadaan rayap tanah di suatu lokasi dapat dilakukan dengan metode pengumpanan. Kayu umpan yang disukai rayap dapat menjadi penentu keberhasilan pengendalian rayap dengan metode baiting system dan juga dapat meningkatkan frekuensi kayu umpan yang diserang rayap tanah dalam rangka menentukan keanekaragaman di suatu lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kayu umpan berupa kayu pinus (Pinus merkusii) dengan perlakuan presto, rebus, dan kukus yang paling disukai oleh rayap tanah Coptotermes curvignathus. Contoh uji kayu pinus diberi perlakuan presto, rebus, dan kukus. Masing-masing perlakuan dilakukan selama lima jam. Contoh uji diumpankan terhadap rayap tanah C. curvignathus berdasarkan SNI 7207:2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga perlakuan tersebut dapat meningkatkan palatabilitas rayap C. curvignathus terhadap kayu pinus. Perlakuan terbaik adalah perlakuan presto

    Potensi Fungi Mikoriza Arbuskular dan Cendawan Endofit dalam Pengendalian Layu Fusarium pada Bawang Merah.

    No full text
    Layu Fusarium merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp. cepae ((Hanz.) Snyd. & Hans). Penyakit layu ini telah dilaporkan banyak negara¸ saat ini menjadi dominan pada sentra produksi bawang merah di Indonesia. Patogen Foce juga dapat menyebabkan busuk basal dapat menurunkan hasil umbi lapis hingga 50% dan menurunkan hasil produksi hingga 100%. Patogen F. oxysporum f.sp. cepae (Foce) yang bersifat tular tanah dan juga cendawan soil in habitant. Oleh karena itu¸ perlu dilakukan pengembangan strategi pengendalian penyakit secara terpadu yang mengarah utamakan pengendalian hayati. Fungi mikoriza arbuskular (FMA) dan cendawan endofit merupakan agens biokontrol yang telah banyak dilaporkan efektif dalam mengendalikan patogen tular tanah. Kedua agens biokontrol FMA dan cendawan endofit hidup mengoloni jaringan akar tanaman secara interseluler dan intraseluler. Penggunaan agens biokontrol FMA dan cendawan endofit dalam pengendalian hayati baik aplikasi secara tunggal dan kombinasi keduanya diharapkan mampu bersimbiosis dan dapat menekan perkembangan penyakit layu Fusarium pada bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan FMA dan cendawan endofit baik tunggal maupun kombinasi terhadap pengendalian penyakit layu Fusarium . Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengendalian penyakit layu Fusarium bawang merah yang efektif, efisien, dan berkelanjutan. FMA yang digunakan yaitu formulasi dari BPPT¸ Puspitek Serpong dengan campuran 4 spesies Gigaspora sp.¸ Glomus coklat¸ Glomus putih¸ dan Acaulospora sp. Cendawan endofit yang diujikan isolate dengan kode PAP4 dan PUP1 serta isolat F. oxysporum f.sp. cepae adalah isolat koleksi Laboratorium Mikologi Tumbuhan¸ Departemen Proteksi Tanaman IPB. Gejala layu pada tanaman bawang merah uji kontrol (diinokulasi patogen tanpa aplikasi agens biokontrol muncul pada hari ke-5 setelah inokulasi yaitu menguningnya ujung daun sampai pangkal, daun meliuk layu dan nekrosis. Gejala daun meliuk disebut dengan penyakit moler. Gejala layu dan menguning yang terjadi diduga merupakan gejala sekunder yang diakibatkan karena terganggunya sistem transportasi air dari akar ke seluruh tanaman. Perubahan warna menguning dapat disebabkan oleh adanya kemunduran kloroplas karena kandungan klorofil menurun akibat gangguan yang disebabkan oleh Fusarium menghasilkan metabolit asam fusarat (fusarid acid). Percobaan in planta yang diujikan untuk mengevaluasi efektifitas kolonisasi FMA dan cendawan endofit dalam mengendalikan layu Fusarium pada bawang merah. Ketiga agens biokontrol berhasil bersimbiosis dengan akar tanaman bawang merah. Kolonisasi agens biokontrol pada akar bawang merah tanpa patogen dan inokulasi patogen menunjukkan FMA mempunyai persen kolonisasi tertinggi pada iii aplikasi tunggal maupun kombinasi. Aplikasi agens biokontrol secara tunggal cenderung meningkatkan persen kolonisasi¸ yang diduga karena adanya patogen yang menginfeksi inang¸ metabolit yang dihasilkan dari patogen atau inang dapat menstimulasi agens biokontrol untuk memperbanyak kolonisasi dalam jaringan tanaman. Aplikasi agens biokontrol dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman pada aplikasi tunggal FMA menunjukkan hasil yang nyata dibandingkan agens biokontrol yang lain. Pengaruh agens biokontrol terhadap perkembangan penyakit layu Fusarium diamati dari presentase kolonisasi¸ periode laten¸ insidensi penyakit¸ laju infeksi¸ dan area di bawah kurva perkembangan penyakit. Rata-rata periode laten Foce pada tanaman kontrol adalah 7 hari. Periode laten terpanjang 21 hari pada perlakuan tunggal FMA dan dikuti perlakuan kombinasi PUP1+FMA selama 18 hari .Perlakuan agens biokontrol FMA secara tunggal mampu menurunkan insidensi penyakit sampai 40% dan pada perlakuan kombinasi PUP1 dan FMA menurunkan insidensi penyakit sebesar 33.3%. Perlakuan Foce tanpa FMA dan cendawan endofit semua tanaman terinfeksi 100%. Mekanisme antagonisme dari cendawan endofit yang diuji adalah antibiosis. Antibiosis cendawan endofit dicirikan dengan adanya zona bening di antara pertemuan endofit dengan patogen pada uji kultur ganda. Zona bening terlebar ditunjukkan cendawan endofit PAP4. Zona bening yang terbentuk karena cendawan endofit menghasilkan metabolit untuk menghambat pertumbuhan patogen. Aplikasi tunggal FMA paling baik dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan menekan perkembangan penyakit layu Fusarium. FMA mempunyai peranan dalam membantu meningkatkan penyerapan unsur hara tanaman. Perubahan status hara dari jaringan tanaman inang akan merubah struktur dan aspek biokimia dari sel-sel akar yang pada akhirnya akan membuat tanaman bawang merah lebih sehat, dapat bertahan pada cekaman lingkungan dan memiliki toleransi ataupun tahan terhadap serangan penyakit tanaman. FMA dapat menginduksi ketahanan sistemik tanaman inang sehingga tanaman mampu melawan serangan patogen. Beberapa hasil penelitian melaporkan kolonisasi FMA dapat menginduksi peningkatkan ketahanan tanaman seperti kandungan senyawa fenol¸ enzim PPO¸ POD¸ dan PAL serta PR-protein. Berdasarkan hasil penelitian dan peranannya sebagai agens biokontrol¸ aplikasi tunggal FMA direkomendasikan untuk mengendalikan layu Fusarium pada pertanaman bawang merah

    Analisis Model Rantai Pasok Agroindustri Berbasis Kedelai Di Kabupaten Cianjur

    No full text
    Rantai pasok adalah sebuah sistem atau rantai bisnis yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Konsep rantai pasok yaitu bagaimana menyampaikan barang atau jasa ke tangan konsumen secara efektif dan efisien. Pengelolaan rantai pasok harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan keunggulan kompetitif serta menciptakan keunggulan dalam bersaing mengingat persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat. Pengelolaan rantai pasok yang baik dapat membawa anggota rantai pasok pada tingkat efisiensi dan efektifitas yang optimal sehingga dapat meningkatkan keuntungan. Sebaliknya apabila tidak dikelola dengan baik dapat membawa kerugian seperti tingginya biaya logistik, biaya pengelolaan informasi serta berkurangnya kapasitas produksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi dan mekanisme pada rantai pasok agroindustri kedelai, kemudian menganalisis kinerja dan perhitungan nilai tambah rantai pasok agroindustri kedelai. Tahapan terakhir dalam penelitian ini adalah menganalisis model rantai pasok agrodindustri kedelai. Identifikasi rantai pasok didapat dengan menggunakan kerangka pemikiran Vorst (2006). Metode SCOR-AHP digunakan untuk mengukur kinerja rantai pasok. Metode Hayami digunakan untuk menghitung nilai tambah. Metode CPI-AHP digunakan untuk mengukur nilai akhir dari model rantai pasok agroindustri kedelai. Kondisi rantai pasok agroindustri kedelai melibatkan beberapa aktor didalamnya. Berdasarkan identifikasi rantai pasok pada struktur jaringan rantai pasok, diketahui bahwa anggota rantai pasok agroindustri kedelai mencakup petani, pengepul, dan agroindustri. Dalam rantai pasok agroindurtri kedelai terdapat proses pull-push, proses ini terhadi dalam hubungan antar pelaku rantai pasok. selanjutnya untuk mengetahui kinerja rantai pasok dilakukan pengukuran kinerja melalui penilaian metrik kinerja berdasarkan pendapat pakar dan bencmarking data aktual. Hasil pengukuran kinerja rantai pasok agroindustri kedelai diketahui bahwa pada tingkat petani sebesar 87.14% masuk dalam klasifikasi sedang, sedangkan kinerja pada tingkat pengepul 91.20%, dan agroindustri 92.00% masuk dalam klasifikasi baik. Perhitungan nilai tambah dengan menggunakan metode Hayami diketahui bahwa rasio nilai tambah tertinggi yaitu petani 82.38%, agoindustri 51.73%, dan pengepul 5.73%. Analisis rasio margin keuntungan pada setiap pelaku yaitu agroindustri sebesar 82.04%, pengepul sebesar 74%, dan petani sebesar 49.49%. Hasil analisis model rantai pasok agroindustri kedelai di Kabupaten Cianjur mendapatkan nilai akhir 81.80%, menurut Monckza et al. (2009) nilai tersebut masuk ke dalam kategori sedang. Hasil analisis model rantai pasok agroindustri kedelai termasuk dalam kategori sedang Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya tanaman kedelai yang ada di Kabupaten Cianjur belum menjadi tanaman utama tetapi sebagai tanaman selingan, penanaman kedelai dilakukan hanya untuk menunggu waktu musim penanaman padi. Pada sektor hulu, minat petani dalam membudidayakan kedelai masih rendah serta belum adanya kesepakatan harga penjualan kepada pengepul, akan tetapi keberadaan pengepul memudahkan petani dalam menjual hasil produksinya. Faktor lainnya yaitu dalam membudidayakan kedelai pengeluaran terkait biaya tenaga kerja merupakan komponen yang lebih banyak dikeluarkan. Pada sektor hilir yaitu agroindustri, permasalahan yang sering terjadi adalah keterbatasan stok kedelai lokal sebagai bahan baku pembuatan tempe serta harga kedelai lokal yang tidak stabil. Agroindustri lebih sering memilih kedelai impor dikarenakan ketersediaan pasokan yang lebih stabil dan dari segi harga lebih terjangkau

    Analisis Penambatan Molekul Senyawa Aktif Brotowali (Tinospora cordifolia) pada Enzim PPAR-γ sebagai agen Antidiabetes

    No full text
    Penambatan molekuler merupakan metode komputasi yang digunakan untuk memprediksi interaksi antara ligan dan reseptor. Senyawa aktif dari Brotowali (Tinospora cordifolia) telah terbukti memiliki potensi sebagai anti diabetes namun potensi dari masing-masing senyawa belum diketahui. Simulasi penambatan molekuler telah dilakukan untuk menguji potensi dari masing-masing senyawa terhadap enzim PPAR-γ dengan parameter energi ikat, binding site similarity (BSS) dan Konstanta Inhibisi. Senyawa aktif yang digunakan adalah Berberine, Isocolumbin, Jatrorrhizine, Magnoflorine, Palmatine dan Tinosporin sebagai ligan uji. Senyawa kontrol yang digunakan adalah Rosiglitazone. Hasil simulasi menunjukan tidak ada senyawa aktif brotowali yang memiliki energi ikat lebih kuat dibandingkan dengan energi ikat rosiglitazone. Presentase BSS yang paling besar dimiliki oleh Berberine dengan presentase sebesar 52%

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇