31665 research outputs found
Sort by
Frugivorous Flies and Other Insects Associated with Various Fruits in Several Districts of East Java
Buah-buahan adalah komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi
tinggi di Indonesia. Salah satu hambatan dalam budi daya buah-buahan adalah
keberadaan lalat frugivor yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas buah.
Penelitian ini bertujuan menginventarisasi lalat frugivor dan serangga lainnya yang
berasosiasi dengan berbagai buah-buahan di Jawa Timur. Pengambilan sampel
buah di lapangan dilakukan secara purposive, lalu dipelihara di laboratorium hingga
muncul imago dan diidentifikasi. Lalat frugivor yang ditemukan meliputi tiga
spesies dari famili Tephritidae, yaitu Bactrocera carambolae Drew & Hancock
yang menginfestasi jambu biji, jambu air, belimbing, mangga; Bactrocera dorsalis
Hendel yang mengisfestasi jambu biji, jambu air, jeruk manis, mangga, apel;
Bactrocera albistrigata de Meijere yang menginfestasi jambu air, jambu biji; serta
tiga spesies dari famili Drosophilidae yaitu, Drosophila melanogaster Meigen yang
merupakan saprofag, muncul dari buah terserang oleh lalat buah atau serangga
lainnya; Zaprionus bogoriensis Mainx menginfestasi jambu air, belimbing, jeruk
manis; sedangkan Scaptodrosophila lurida Walker ditemukan pada jeruk manis.
Parasitoid Aganaspis daci Weld (Hymenoptera: Figitidae) muncul dari jambu biji
yang terserang lalat buah. Terdapat serangga polinator yang muncul dari loa yaitu
Ceratosolen fusciceps Mayr (Hymenoptera: Agaonidae), serta serangga nonpolinator yaitu Platineura agraensis Joseph (Hymenoptera: Agaonidae),
Platyneura mayri Rasplus (Hymenoptera: Agaonidae), dan Apocrypta westwoodi
Grandi (Hymenoptera: Pteromalidae)Fruits are horticultural commodities having a high economic value in
Indonesia. One of the obstacles in fruit cultivation is the infestation of frugivorous
flies which decreases the quality and quantity of fruits. This research aimed to make
an inventory of frugivorous flies and other insects associated with various fruits in
East Java. Fruits were collected from the fields, brought to laboratory, and
maintained individually in the plastic cup until flies emergence. The frugivorous
flies of the family Tephritidae emerged were Bactrocera carambolae Drew &
Hancock which infested guava, water apple, starfruit, mango; Bactrocera dorsalis
Hendel from guava, water apple, sweet orange, mango, apple; Bactrocera
albistrigata de Meijere from water apple, guava; flies of the family Drosophilidae
were a saprophagous Drosophila melanogaster Meigen that emerged from various
fruits; Zaprionus bogoriensis Mainx emerged from water apple, starfruit, sweet
orange; and Scaptodrosophila lurida Walker emerged from sweet orange.
Parasitoid Aganaspis daci Weld (Hymenoptera: Figitidae) emerged from fruit flyinfested guavas. Insects associated with fig included a pollinator Ceratosolen
fusciceps Mayr (Hymenoptera: Agaonidae), and non-pollinator insects consisted of
Platineura agraensis Joseph (Hymenoptera: Agaonidae), Platyneura mayri
Rasplus (Hymenoptera: Agaonidae), and Apocrypta westwoodi Grandi
(Hymenoptera: Pteromalidae
Identifikasi Kesehatan Karang Famili Fungiidae di Perairan Indonesia
Kondisi ekosistem terumbu karang saat ini mengalami tingkat kerusakan yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, faktor alam dan aktivitas manusia. Karang jamur (Fungiidae) merupakan salah satu karang yang dapat hidup soliter (free-living) dan hidup di berbagai macam substrat. Karang jamur (Fungiidae) dipilih karena memiliki kemampuan untuk menghindar dari organisme kompetitor yang berbahaya bagi dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis gangguan kesehatan karang, kelimpahan gangguan kesehatan karang dan prevalensi karang sehat dan karang yang kesehatannya terganggu yang terdapat di perairan Indonesia. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2011-2013 (diluar Pulau Pramuka) dan 2020 (Pulau Pramuka) dengan mengambil 67 titik pengamatan yang tersebar di 20 provinsi di perairan Indonesia. Metode yang digunakan adalah Belt Transect dengan ukuran 2 x 50 meter. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan 8 genus dari Famili Fungiidae dengan genus Fungia yang mendominasi. Gangguan kesehatan karang yang ditemukan berjumlah 12 jenis. Gangguan Kesehatan karang yang paling banyak ditemukan adalah Yellow band disease dengan kelimpahan sebesar 3,064 ind/m2 dan prevalensi sebesar 26,377%.The condition of the coral reef ecosystem is currently experiencing a high level of damage. This is caused by several factors, namely, natural factors and human activities. Mushroom coral is one of the corals that can live solitary (free- living) and live in various kinds of substrates. Mushroom coral was chosen because it can avoid harmful competing organisms for itself. This study aims to determine the types of compromised coral health, the abundance of coral with compromised health, and the prevalence of healthy coral and coral with compromised health found in the Indonesian sea. The research was conducted in 2011-2013 (outside Pramuka Island) and 2020 (Pramuka Island) by taking 67 observation points spread across 20 provinces in Indonesian waters. The method used was Belt Transect with a size of 2 x 50 meters. Based on the research conducted, 8 genera of the Fungiidae family were found with the predominant genus Fungia. There were 12 coral with compromised health. The most common disease found was Yellow band disease with an abundance of 3.064 ind / m2 and a prevalence of 26.377%
Persepsi Nelayan tentang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu dibangun oleh pemerintah untuk memudahkan proses pemasaran melalui pelelangan ikan hasil tangkapan nelayan. Sejauh mana nelayan memberikan persepsi terhadap keberadaan TPI akan mendorong nelayan untuk memanfaatkan TPI itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi nelayan pemilik dan nelayan buruh tentang TPI serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh pendekatan kualitatif. Jumlah responden sebanyak 50 orang yang terdiri atas 40 orang buruh dan 10 orang pemilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan buruh memiliki persepsi yang positif terhadap sistem pelayanan TPI dan sarana prasarana TPI, namun memiliki persepsi yang kurang positif terhadap tujuan TPI. Nelayan pemilik memiliki persepsi positif pada ketiga aspek TPI tersebut. Faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan persepsi nelayan tentang TPI terdiri dari karakteristik nelayan dan dukungan eksternal. Karakteristik nelayan dicerminkan oleh status pekerjaan nelayan dan pendapatan nelayan, sedangkan dukungan eksternal dicerminkan oleh dukungan informasi, dukungan nelayan lain, dan dukungan penyuluh perikanan
Pengaruh Kompetensi dan Knowledge Management terhadap Kinerja (Studi Kasus Pegawai Badan Pengawas Tenaga Nuklir).
Kompetensi merupakan suatu kemampuan individu untuk menerapkan atau
menggunakan seperangkat pengetahuan terkait keterampilan dan kemampuan
yang dibutuhkan untuk berhasil melakukan serangkaian tugas dalam pekerjaan
yang di tentukan. Pentingnya sebuah kompetensi suatu perusahaan juga harus
diimbangi dengan peran serta Knowledge management. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisa Pengaruh Kompetensi dan Knowledge Management terhadap
Kinerja (Studi Kasus Pegawai Badan Pengawas Tenaga Nuklir), serta
mengidentifikasi faktor pendidikan yang berpengaruh dalam melakukan kinerja
pegawai. Adapun jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh
langsung dari responden di BAPETEN dan data sekunder yang diperoleh melalui
studi pustaka data yang terkait dalam penelitian ini. Sampel penelitian ini
diperoleh sebanyak 490 responden dengan prosedur pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling. Metode pengolahan dan analisis data pada
penelitian ini menggunakan analisis deskriftif dengan menggunakan Struktural
Equation Modelling – Amos (SEM AMOS).
Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa Pengaruh Kompetensi dan
Knowledge Management terhadap kinerja dimana pada penerapan kompetensi dan
knowledge management dapat meningkatkan kinerja para pegawai BEPATEN
dalam hal untuk lebih berinovasi dan bersemangat berkarya guna menciptakan
sebuah hasil yang maksimal. Umur tidak memoderasi pengaruh kompetensi
terhadap kinerja pegawai secara signifikan
Studi Profil Bahan Tambahan Pangan dan Kesesuaian Label Kemasan pada Bumbu Instan Bubuk di Kota Bogor.
Tingkat kesibukan yang semakin meningkat setiap harinya, menuntut masyarakat untuk membutuhkan sesuatu yang instan. Hal tersebut mempengaruhi kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan bumbu yang berubah pada produk bumbu dan rempah dalam bentuk yang instan. Produk bumbu instan terbagi menjadi dua jenis yaitu berbentuk pasta dan berbentuk kering atau bubuk. Hingga saat ini produk tersebut sudah banyak tersebar di pasaran dengan tingkat konsumsi yang cukup tinggi. Konsumen pada umumnya mengetahui komposisi yang berada dalam produk dapat dengan melihat bagian label kemasan. Informasi yang diberikan pada label pangan diatur dan harus sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Validasi harus dilakukan guna mengetahui kebenaran mengenai pemberian informasi pada label kemasan agar sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Hal tersebut dilakukan agar konsumen mendapatkan informasi yang benar karena membaca informasi merupakan salah satu faktor pengambilan keputusan saat akan membeli produk. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan produk dilakukan di pasaran wilayah Kota Bogor dan sekitarnya dengan menentukan sampel sesuai dengan produk yang telah terdaftar dan beredar di Indonesia berdasarkan peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (PerKaBPOM) tentang kategori pangan. Data yang diperoleh dapat dianalisis menggunakan program Microsoft Excel
Aktivitas Terbang dan Perkembangan Koloni Lebah Apis cerana Pada Tiga Habitat Berbeda
Apis cerana merupakan salah satu lebah madu yang dapat ditemukan di Indonesia dan hidup dalam koloni. Aktivitas terbang A. cerana berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pakan yang berdampak langsung terhadap perkembangan koloni. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas terbang dan perkembangan koloni lebah A. cerana pada tiga habitat yang berbeda. Aktivitas terbang lebah diamati antara pukul 07.00 hingga 11.00 WIB selama 30 menit. Perkembangan koloni lebah diamati dengan penimbangan bobot kotak pada pagi dan malam hari yang dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan selang kepercayaan 95%. Identifikasi polen serta analisis pestisida menggunakan metode LCMS digunakan untuk menunjang kelengkapan data. Hasil penelitian menunjukkan lebah pada habitat peternakan memiliki aktivitas terbang serta perkembangan koloni yang lebih tinggi berdasarkan perlakuan dibandingkan dengan habitat pertanian dan hutan. Polen dari 10 famili tumbuhan ditemukan pada tiga habitat dengan jumlah polen terbanyak ditemukan pada habitat peternakan lebah. Analisis kandungan residu pestisida tidak terdeteksi pada setiap habitat
Evaluasi Status Kadar Hara Mikro Fe, Mn, Cu, dan Zn pada Pertanaman Kelapa Sawit
Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan utama di Indonesia. Kecukupan
hara mikro (Fe, Mn, Cu, dan Zn) termasuk indikator penting agar tercapai produktivitas
yang optimum. Kecukupan hara tanaman dapat diketahui dengan melakukan analisis
tanaman. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan dua metode analisis hara daun
tanaman yaitu pengabuan kering dan pengabuan basah dengan korelasi berpasangan
sederhana dan mengetahui status kadar hara mikro (Fe, Mn, Cu, dan Zn) daun pada
pertanaman kelapa sawit. Hasil analisis kadar hara Fe, Mn, dan Zn antara kedua metode
berkorelasi positif nyata. Metode Pengabuan basah menghasilkan kadar hara Fe, Mn, dan
Zn yang lebih tinggi dibandingkan metode pengabuan kering. Sebaliknya, hasil analisis
kadar hara Cu berkorelasi negatif nyata (n = 113) dan berkorelasi positif tidak nyata (n =
81) antara kedua metode. Status hara Fe, Cu, dan Zn relatif sama untuk kedua metode yaitu
status optimum untuk Fe, dan agak berlebih untuk Cu dan Zn. Namun demikian, status
kadar hara Mn dengan kedua metode sangat berbeda, dimana pengabuan kering
menghasilkan status defisiensi, sedangkan pengabuan basah status berlebih. Diperlukan
penelitian lebih jauh terkait metode maupun klasifikasi status hara dengan kedua metode
tersebut
Evaluasi Kadar Kolesterol Darah, Kolesterol Daging, dan MDA Daging pada Broiler yang Diberi Minum Ekstrak Asam Kandis (Garcinia Xanthochymus).
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemberian ekstrak asam kandis dalam air minum terhadap kadar kolesterol darah, kolesterol daging, dan malondialdehida (MDA) daging broiler. Penelitian menggunakan 180 ekor DOC broiler strain Hybro PG+ unsex selama 35 hari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, yang masing-masing ulangan diisi 15 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari P0 (air minum kontrol tanpa ekstrak asam kandis), P1 (air minum dengan ekstrak asam kandis yang memiliki pH 4), P2 (air minum dengan ekstrak asam kandis yang memiliki pH 3), P3 (air minum dengan ekstrak asam kandis yang memiliki pH 2). Peubah yang diamati adalah kadar kolesterol daging, kolesterol darah, dan kadar MDA daging ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak asam kandis pada ayam broiler tidak menurunkan (P>0.05) kadar kolesterol darah, tetapi menurunkan (P<0.01) kadar kolesterol daging dan menurunkan (P<0.05) MDA daging broiler. Kadar kolesterol daging dan MDA daging yang diberi perlakuan lebih rendah dibandingkan dengan kontrol. Kesimpulan yang diperoleh, yaitu ekstrak asam kandis di air minum yang diberikan pada broiler tidak menurunkan kadar kolesterol darah, tetapi menurunkan kadar kolesterol daging dan MDA daging broiler
Pengaruh Pemberian Minyak Bekatul terhadap Kadar Glukosa Darah dan Profil Hematologi pada Tikus yang Diberi Pakan Tinggi Lemak
Konsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya menyebabkan kelebihan berat badan atau obes. Obesitas dapat memicu inflamasi dan kelainan metabolik sehingga terjadi stres oksidatif. Kandungan antioksidan tinggi dalam minyak bekatul, yaitu γ-oryzanol, dilaporkan dapat mengurangi risiko terjadinya gangguan metabolik pada kejadian obesitas. Penelitian bertujuan mengidentifikasi pengaruh pemberian minyak bekatul terhadap kadar glukosa darah dan profil hematologi pada tikus yang diberi pakan tinggi lemak. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari tiga kelompok pakan, yaitu standar (S) serta tinggi lemak (K dan B). Kelompok S, 10% lemak terdiri dari minyak kelapa sawit (5,6%) dan minyak kedelai (4,4%). Kelompok K, 45% lemak terdiri dari minyak kelapa sawit (39,4%) dan minyak kedelai (5,6%); kelompok B minyak kedelai diganti dengan minyak bekatul sama jumlahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan selama 28 hari berpengaruh signifikan terhadap total konsumsi pakan (p0,05). Perlakuan jenis pakan juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar glukosa darah dan profil hematologi tikus (p>0,05). Perlakuan pakan tinggi lemak belum mampu menginduksi kejadian obesitas pada tikus. Penelitian ini menunjukkan bahwa minyak bekatul dan minyak kedelai diduga sama baiknya dalam mencegah gangguan metabolik terkait pemberian pakan tinggi lemak
Pemrofilan Metabolit dan Sifat Antioksidan Ekstrak Bakau (Xylocarpus granatum) Menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometri Massa.
Karakteristik aktivitas hayati dari bakau Xylocarpus granatum sebagai bahan obat ditentukan oleh kandungan metabolitnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil metabolit dari ekstrak tumbuhan tersebut dan memprediksi metabolit yang berperan aktif sebagai antioksidan menggunakan pendekatan metabolomik berbasis GC-MS (kromatografi gas-spektrometri massa). Sampel diambil dari 6 bagian tanaman, yaitu biji, batang, kulit buah, daging buah, daun, dan ranting. Data kromatogram GC-MS diolah menggunakan MSDIAL untuk mengidentifikasi metabolit. Senyawa yang berhasil diidentifikasi dan dikonfirmasi sebanyak 153 senyawa. Dari hasil pemrofilan diperoleh sebanyak 15 senyawa yang diduga antioksidan, yang sebagian besar merupakan golongan fenolik dan polifenol. Senyawa antioksidan yang diduga potensial karena memiliki kadar terbanyak ialah, epicatechin dan epigallocatechin yang dominan terdapat pada bagian batang. Analisis komponen utama mengelompokan setiap bagian tanaman menjadi 3 kelompok berdasarkan komposisi metabolitnya: kelompok 1 (batang, kulit buah, dan ranting), kelompok 2 (biji dan daging buah), dan kelompok 3 (daun)