Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Respons Imun dan Aktivitas Enzim Pencernaan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Tambak selama Wabah White Feces Disease.

    No full text
    White feces disease (WFD) merupakan salah satu penyakit yang menyerang udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penyakit WFD menyebabkan penurunan tingkat kelangsungan hidup udang vaname hingga 20-30% dan terhambatnya pertumbuhan udang. Penelitian ini bertujuan menganalisa respons imun, aktivitas enzim pencernaan, dan gambaran histopatologi saluran pencernaan udang terinfeksi WFD dibandingkan pada udang normal di tambak intensif. Parameter yang diamati meliputi kelimpahan bakteri usus, total haemocyte count (THC), differential haemocyte count (DHC), aktivitas fagositik, respiratory burst (RB), aktivitas phenoloxidase (PO), aktivitas lisozim, dan aktivitas enzim pencernaan, serta histopatologi hepatopankreas dan usus. Hasil pengukuran kelimpahan bakteri usus menunjukkan jumlah kelimpahan yang tidak jauh berbeda antara udang vaname normal dan udang vaname terinfeksi WFD. Hasil uji THC, RB, aktivitas PO, aktivitas lisozim, dan aktivitas enzim pencernaan menunjukkan nilai yang berbeda nyata (P0,05) antara udang normal dan udang terinfeksi WFD. Hasil histopatologi hepatopankreas dan usus menunjukkan kerusakan yang terjadi pada udang vaname yang terinfeksi WFD. Selain itu, kinerja produksi udang normal seperti tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, bobot rata-rata akhir, dan biomassa akhir menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan udang terinfeksi WFD. Penurunan respons imun dan kerusakan organ hepatopankreas dan usus pada udang terinfeksi WFD menyebabkan kinerja produksi yang lebih rendah dibandingkan dengan udang normal

    Analisis Pendapatan dan Pemasaran Usahatani Lada Putih (Studi Kasus: Desa Puding Besar, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka).

    No full text
    Lada putih merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Bangka, salah satu sentra produksi lada putih yaitu Desa Puding Besar. Petani mengalami kendala dalam produksi dan pemasaran lada putih. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis pendapatan usahatani lada putih di Desa Puding Besar (2) mengidentifikasi lembaga, fungsi, dan saluran pemasaran lada putih di Desa Puding Besar (3) menganalisis efisiensi saluran pemasaran lada putih di Desa Puding Besar. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling pada petani, sedangkan pada lembaga pemasaran menggunakan metode snowball sampling. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan untuk mengestimasi pendapatan petani, analisis deskripstif untuk mengidentifikasi lembaga, fungsi, dan saluran pemasaran, serta analisis margin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya (R/C ratio) untuk mengetahui efisiensi saluran pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani atas biaya total sebesar Rp 28.814.377/ha/tahun sedangkan rata-rata pendapatan petani atas biaya tunai sebesar Rp 32.681.667/ha/tahun. Lembaga pemasaran terdiri dari petani, pedagang pengumpul desa, pedagang besar, pedagang pengecer, dan gudang sistem resi gudang (SRG). Semua lembaga pemasaran melakukan fungsi pertukaran, fisik, dan fasilitas, kecuali gudang SRG yang tidak melakukan fungsi pertukaran. Terdapat tiga saluran pemasaran lada putih, saluran pemasaran yang paling efisien yaitu saluran pemasaran III (petani – pedagang besar)

    Kecepatan Renang Ikan dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Jantung dan Waktu Pulih Ikan Bawal Tawar (Colossoma macropomum).

    No full text
    Pemahaman pada tingkah laku ikan dapat menjadi dasar dalam pengembangan teknik penangkapan dan jenis alat tangkap yang akan digunakan dalam operasi penangkapan ikan oleh nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan renang ikan dan pengaruhnya terhadap detak jantung dan waktu pulih ikan bawal tawar (Colossoma macropomum). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium untuk uji kinerja renang, detak jantung, dan waktu pulih. Data kinerja renang berupa kecepatan renang dan critical swimming speed (Ucrit) menggunakan mini flume tank. Data kinerja jantung berupa detak jantung kontrol, perlakuan arus dengan peningkatan tiap 14.03 cm/s setiap 10 menit (step up protocol), dan waktu pulih. Kinerja renang ikan dianalisis menggunakan data hasil rekaman video selama percobaan, kinerja jantung ikan dianalisis menggunakan rekaman detak jantung ikan selama percobaan dan waktu pulih ikan dianalisis menggunakan model rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian kinerja renang menunjukkan bahwa kecepatan renang ikan bawal tawar adalah 7.21 BL/s dan critical swimming speed (Ucrit) tertinggi sebesar 7.20 BL/s. Kinerja jantung menunjukkan peningkatan dengan bertambahnya kecepatan renang setiap 10 menit tiap perlakuan (P<0.05). Detak jantung pada saat kontrol 90.57±4.67detak per menit (dpm) dan mengalami peningkatan menjadi 140.40±5.95 dpm pada kecepatan 70.27 cm/s. Waktu pulih ikan bawal tawar 1.2-3.0 jam. Semakin besar kecepatan arus maka kecepatan renang akan semakin besar, detak jantung semakin meningkat, dan waktu pulih yang dibutuhkan semakin lama

    Pengaruh Sodium Hidroksida pada Proses Modifikasi Steam terhadap Sifat-sifat Oriented Strand Board Bambu Betung

    No full text
    Oriented strand board (OSB) dari bambu betung (Dendrocalamus asper) dapat memiliki kualitas tinggi dari segi sifat fisis dan mekanisnya, akan tetapi dalam beberapa kondisi OSB bambu betung memiliki kekurangan seperti stabilitas dimensi yang buruk dan masalah dalam proses perekatan. Perlakuan modifikasi steam telah banyak diteliti untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh perlakuan pembilasan dengan NaOH pada berbagai konsentrasi dalam proses modifikasi steam terhadap sifat-sifat OSB bambu betung. Strand bambu diberi perlakuan steam pada suhu 126 ̊C selama 1 jam dengan tekanan 0.14 MPa dan dibilas dengan berbagai konsentrasi larutan natrium hidroksida. Sifat fisis dan mekanis OSB diuji dan perubahan komponen struktural dan non-struktural strand bambu dievaluasi. Pengujian sifat fisis dan mekanis papan OSB dilakukan sesuai dengan standar JIS A 5908: 2003. Perlakuan steam dan pembilasan dengan berbagai konsentrasi larutan natrium hidroksida mampu mendegradasi kandungan ekstraktif dan komponen kimia berbobot molekul rendah, serta mempengaruhi komponen kimia struktural dari strand. Sifat fisis dan mekanis OSB bambu betung meningkat dengan perlakuan pembilasan larutan natrium hidroksida sampai konsentrasi 3%. Sifat fisis seperti kadar air, daya serap air, pengembangan tebal, dan sifat mekanis seperti ikatan internal, modulus elastisitas, dan modulus patah meningkat secara signifikan akibat pembilasan larutan natrium hidroksida sampai konsentrasi 3%. Akan tetapi, perubahan komponen kimia struktural strand menyebabkan sifat fisis dan mekanis OSB menurun pada perlakuan pembilasan dengan larutan natrium hidroksida 4% dan 5%. Konsentrasi natrium hidroksida terbaik yang dapat digunakan dalam modifikasi steam papan OSB bambu betung adalah 3%

    Keanekaragaman Serangga Pengunjung Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) di Bogor

    No full text
    Pengembangan usaha budi daya jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dihadapkan oleh beberapa faktor yang memengaruhi kualitasnya, salah satunya adalah keberadaan serangga hama. Penelitian mengenai keanekaragaman serangga pengunjung jamur tiram budi daya di Bogor masih sedikit dilaporkan, sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman serangga pengunjung pada jamur tiram budi daya di Bogor. Sampel serangga diambil dari tudung jamur (pileus), lamela jamur (gills), dan tangkai jamur (stipe). Hasil menunjukkan bahwa terdapat 176 individu serangga dari 10 famili yang teridentifikasi dari lima lokasi pengamatan. Famili tersebut diantaranya adalah Tipulidae, Nitidulidae, Phyrrhocoridae, Cimicidae, dan Diapriidae dengan famili yang dominan, diantarannya Drosophilidae, Formicidae, Sciaridae, Scatopsidae, dan Staphylinidae. Indeks Shannon-Wiener (H´) menunjukkan tingkat keanekaragaman pada lokasi Rimba Jaya Mushroom, LIPI (Pusat Penelitian Biologi), dan SEAMEO BIOTROP memiliki tingkat keanekaragaman sedang. Tingkat keanekaragaman pada budi daya yang berada di Komplek Perumahan Kota Bogor memiliki tingkat keanekaragaman yang rendah. Indeks kemerataan (E) pada kelima lokasi jamur tiram budi daya menunjukkan bahwa kemerataan jenis serangga relatif sama. Hasil Indeks Nilai Penting (INP) menunjukkan famili Drosophilidae, Formicidae, Sciaridae, Scatopsidae, dan Staphylinidae memiliki nilai INP yang besar (INP>10%). Hasil penelitian tidak berbeda nyata berdasarkan analisis statistik dengan Diversity t-test

    Sintesis, Karakterisasi, dan Analisis Aktivitas Antimikroba Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Teh Hitam (Camellia sinensis).

    No full text
    Nanopartikel perak sangat diminati dalam berbagai terutama dalam bidang optis, katalisis, dan biomedis bidang karena memiliki sifat fisika, kimia, dan antimikroba yang unik. Sintesis nanopartikel perak menggunakan reduktor alami dari tumbuhan merupakan metode yang ramah lingkungan (ecofriendly). Penelitian sebelumnya menyatakan perak dengan ekstrak daun Abutilon indicum menghasilkan ukuran nanopartikel 7-17 nm dan efektif sebagai antimikroba terhadap bakteri Gram positif B. Substilus dan Gram negatif E. coli. Berdasarkan penelitian sebelumnya, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk sintesis dan formulasi nanopartikel perak dengan menggunakan ekstrak teh hitam (Camellia sinensis), karakterisasi dan analisis aktivitas antimikroba terhadap jamur Fusarium oxysporum dan bakteri Ralstonia solanacearum. Sintesis dilakukan dengan pencampuran AgNO3 10 mM dan ekstrak daun teh hitam dengan perbandingan 90:10, kemudian inkubasi selama 24 jam. Berdasarkan analisis PSA, nanopartikel perak yang terbentuk memiliki ukuran rerata 174 nm dan hasil analisis FTIR menunjukan adanya gugus polifenol dan polisakarida. Nanopartikel perak efektif sebagai antifungal Fusarium oxysporum hingga 59.7 % (500 ppm) dan antibakteri Ralstonia solanacearum sebesar 99% (12,5 ppm)

    Pengaruh Lama Penyimpanan Dingin terhadap Aktivitas Antioksidan Anggur Laut (Caulerpa racemosa).

    No full text
    Anggur laut memiliki kemampuan sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Anggur laut dikonsumsi oleh masyarakat dalam bentuk segar, sehingga perlu penanganan untuk menjaga kesegarannya dengan penyimpanan pada suhu dingin. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh penyimpanan dingin terhadap aktivitas antioksidan anggur laut (Caulerpa racemosa). Penyimpanan dilakukan selama 2 minggu dengan suhu dingin (±10 ℃). Ekstraksi C. racemosa menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut metanol p.a. Ekstrak kasar C.racemosa mengandung senyawa bioaktif yang meliputi alkaloid, flavonoid, dan triterpenoid. Perbedaan lama penyimpanan dingin memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap aktivitas antioksidan anggur laut (p<0.05). Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada ekstrak C. racemosa penyimpanan minggu ke-0 dengan IC50 sebesar 103.87 μg/mL pada uji DPPH dan 33.55 μg/mL asam askorbat/g pada uji CUPRAC

    Metode Ensemble pada Pohon Klasifikasi Tunggal untuk Klasifikasi Status Kemiskinan Rumah Tangga di Provinsi Jawa Barat.

    No full text
    Provinsi Jawa Barat diketahui merupakan provinsi yang memiliki jumlah penduduk terbanyak yaitu 48037.6 jiwa atau sekitar 18.34% dari keseluruhan penduduk di Indonesia. Pada bulan Maret 2018, Provinsi Jawa Barat telah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin sekitar 159 ribu jiwa dan meningkatkan garis kemiskinan sebesar 3.69%. Hal tersebut tidak terlepas dari upaya keras pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan melalui berbagai program dan strategi. Penelitian ini mengklasifikasikan status kemiskinan rumah tangga di Provinsi Jawa Barat menggunakan metode ensemble pada pohon klasifikasi tunggal yaitu random forest. Persentase banyaknya rumah tangga tidak miskin sangat besar dibandingkan rumah tangga miskin. Synthetic minority oversampling technique (SMOTE) merupakan salah satu metode untuk menangani data tidak seimbang. Pemodelan random forest dengan SMOTE menghasilkan rata-rata nilai akurasi, sensitivitas, dan spesifisitas secara berturut-turut 86.07%, 48.59%, dan 88.72%. Sensitivitas setelah dilakukan SMOTE meningkat sedangkan akurasi dan spesifisitas menurun. Meskipun demikian, SMOTE dinilai mampu memprediksi kelas data dengan lebih akurat

    Aktivitas Inhibisi Enzim α-Glukosidase dan Antioksidan Formula Jamu Berpotensi Antidiabetes

    No full text
    Pengobatan diabetes merupakan pengobatan multitarget antara lain melalui mekanisme penurunan gula darah dengan menghambat enzim α-glukosidase dan mengurangi stress oksidatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas inhibisi enzim α-glukosidase, antioksidan, dan kandungan total fenol serta analisis sidik jari sebagai kendali mutu formula jamu antidiabetes berbasis daun sambiloto (Andrographis paniculata). Formula yang diujikan ialah formula 1 dengan kandungan sambiloto setengah dari formula 2 dan keduanya mengandung campuran 3 jenis herbal lainnya dalam komposisi yang sama. Uji aktivitas inhibisi α-glukosidase dibandingkan dengan obat komersial akarbosa dan antioksidan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil uji kedua formula tidak menunjukkan aktivitas inhibisi α- glukosidase. Namun, aktivitas antioksidan formula 2 berdasarkan konsentrasi inhibisi (IC50) lebih tinggi (8.52 μg/mL) dibandingkan Formula 1 (18.90 μg/mL). Nilai total fenol dalam formula 1 dan 2, berturut-turut, 1.28 mg GAE/g dan 1.68 mg GAE/g. Profil sidik jari pada formula 2 menunjukkan jumlah spot sebanyak 11 pita dan pada formula 1 terdapat 10 pita. Kedua formula tidak berpotensi sebagai antidiabetes

    Analisis Kinerja Rantai Pasok Agroindustri Tepung Tapioka dan Mokaf Sebagai Campuran Tepung Terigu di Jawa Barat

    No full text
    Konsumsi nasional tepung terigu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Data menunjukan peningkatan konsumsi tepung terigu berbanding lurus dengan peningkatan impor gandum. Hal ini menunjukkan ketergantungan yang tinggi pada terigu impor dapat berdampak negatif pada industri berbasis tepung terigu. Pengurangan ketergantungan terhadap tepung terigu harus dikurangi. Salah satu solusi yang diterapkan yaitu melakukan pencampuran tepung terigu dengan tepung tapioka dan mokaf. Penelitian ini dilakukan secara integratif untuk mengevaluasi kinerja, nilai tambah, risiko dan strategi perbaikan secara berkelanjutan dalam rantai pasok tepung tapioka dan mokaf sebagai bahan pencampur tepung terigu. Penilaian Kinerja pada rantai pasok dengan metode SCOR-AHP menggunakan beberapa skenario pencampuran untuk mengetahui kemampuan kinerja pada setiap pelaku rantai pasok. Tingkat kinerja pada petani bernilai sedang (82.82%), industri tapioka bernilai sedang (80-82.7%), dan industri mokaf bernilai sangat kurang (65- 68.81%) pada setiap skenario. Ratio Nilai Tambah dengan metode Hayami menunjukan nilai beturut-turut pada petani, industri tapioka dan mokaf adalah 76.9 %, 10.98%, 51.35%. Evaluasi risiko dan mitigasi dengan metode FMEA, terdapat 16 variabel risiko dengan risiko tertinggi yaitu risiko sertifikasi produk dengan nilai RPN 343. Strategi pemilihan alternatif terbaik dilakukan dengan metode ANP dengan analisis BOCR, hasil pembobotan menunjukan prioritas alternatif strategi yaitu peningkatan kerjasama dengan stakeholder terkait

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇