Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Efisiensi Penggunaan Air dengan Sistem Irigasi Konvensional dan Hemat Air terhadap Sistem Produksi Kedelai (Glycine max L. Merril)

    No full text
    Efisiensi pemakain air dapat ditingkatan dengan penentuan kebutuhan air tanaman yang tepat dan sistem irigasi yang hemat air. Sistem irigasi bawah permukaan lebih efisien dibandingkan dengan irigasi permukaan karena memberikan air langsung pada zona perakaran. Kebutuhan air kedelai dapat diduga dari besarnya evaporasi permukaan air bebas. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh volume irigasi, sistem irigasi dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian ini akan mendapatkan volume kebutuhan air irigasi dan sistem irigasi yang efisien untuk budidaya kedelai hemat air. Penelitian ini menggunakan percobaan dengan Rancangan Petak Terbagi (splitplot) dengan 3 ulangan. Penelitian ini terdiri 2 faktor yaitu sistem irigasi sebagai petak utama yaitu irigasi hemat air (bawah permukaan +mulsa) dan irigasi konvensional (irigasi curah tanpa mulsa). Volume irigasi sebagai anak petak yang terdiri dari 0.1 x Eo, 0.3 x Eo, dan 0.5 x Eo. Volume irigasi 0.3Eo menghasilkan tinggi tanaman maksimum lebih tinggi dibandingkan volume irigasi 0.1Eo tetapi, tidak berbeda dengan volume irigasi 0.5Eo. Sehingga, volume irigasi 0.3Eo sudah mencukupi untuk pertumbuhan tanaman. Sistem irigasi memengaruhi jumlah daun pada umur 6 MST sampai 9 MST yaitu sistem irigasi hemat air menghasilkan jumlah daun lebih banyak. Interaksi antara volume irigasi dan sistem irigasi tidak memengaruhi pertumbuhan dan hasil kedelai. Volume irigasi dan sistem irigasi yang efisien untuk budidaya kedelai adalah 0.1Eo dengan menggunakan sistem budidaya hemat air

    Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Keterlibatan Remaja Desa dalam Hoax (Kasus: Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)

    No full text
    Informasi di internet tidak selalu akurat. Mayarakat perlu memeriksa kebenaran isi pesan sebelum menyebarkannya. Sayangnya, masyarakat cenderung tidak peduli sehingga banyak informasi hoax beredar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi internet remaja desa, mengetahui tingkat keterlibatan remaja desa dalam hoax dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat keterlibatan remaja desa dalam hoax. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat literasi internet remaja desa pada sub variabel technical skills, critical understanding, dan communicative abilities tergolong sedang. Tingkat keterlibatan responden dalam hoax pada sub variabel tingkat penerimaan informasi hoax tergolong tinggi, sub variabel tingkat kepercayaan informasi hoax tergolong sedang, dan sub variabel tingkat penyebaran informasi hoax tergolong rendah. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat keterlibatan remaja desa dalam hoax adalah usia, lama pendidikan, kepemilikan alat akses internet, kepemilikan akun media sosial, dukungan lingkungan keluarga, dukungan lingkungan tempat tinggal, dukungan lingkungan kerja, technical skills, dan critical understanding

    Keberlanjutan Perluasan Lahan Pertanian (Analisis Program Cetak Sawah di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah).

    No full text
    Sektor pertanian mempunyai peran strategis dalam perekonomian nasional yaitu sebagai penyedia bahan pangan dan industri, penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB), penghasil devisa, penyerap tenaga kerja, sumber utama pendapatan rumah tangga perdesaan dan penanggulangan kemiskinan serta pelestarian lingkungan. Salah satu tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional adalah degradasi lahan, alih fungsi lahan, dan keterbatasan lahan potensial. Salah satu kebijakan pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan adalah perluasan lahan pertanian yang disebut dengan program cetak sawah. Perluasan lahan pertanian yang dilaksanakan di luar Pulau Jawa terkendala faktor sosial budaya, keterbatasan sarana prasarana usaha tani, kesuburan lahan, akses pasar, ketersediaan tenaga kerja dan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengevaluasi pelaksanaan perluasan lahan pertanian, 2) menganalisis dampak perluasan lahan pertanian terhadap pola nafkah dan kesejahteraan rumah tangga petani peserta, sosial dan ekologi 3) menganalisis status keberlanjutan perluasan lahan pertanian di Kabupaten Katingan. Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner terhadap responden petani perserta program cetak sawah dan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama informan yang merupakan stakeholders program. Responden dan informan detentukan secara purposive. Metode analisis yang digunakan dalam menjawab tujuan penelitian mencakup analisis pendapatan dan kelayakan usaha; analisis struktur nafkah, pendapatan dan pengeluaran rumahtangga serta metode analisis multidimensional scalling berdasarkan lima dimensi keberlanjutan yaitu dimensi sosial budaya, ekonomi, ekologi, kelembagaan, dan infrastruktur. Perluasan lahan sawah melalui program cetak sawah di Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan pada tahun 2016 berhasil menambah lahan sawah sesuai yang direncanakan. Perluasan lahan didukung motivasi yang kuat dari petani dan masyarakat, didukung keberadaan kelompok tani dan penyuluh pertanian. Namun demikian produktivitas padi relatif rendah, akan tetapi secara finansial usahatani padi di lahan sawah tersebut menguntungkan dan layak diusahan dengan R/C rasio sebesar 1.2. Program cetak sawah di Kecamatan Katingan Kuala memberikan dampak yang positif terhadap kondisi ekonomi (struktur nafkah dan kesejahteraa petani peserta program cetak sawah), sosial dan ekologi. Program cetak sawah dapat meningkatkan pendapatan petani, tetapi tidak merubah pola nafkahnya yang didominasi oleh sektor pertanian khususnya tanaman pangan tetapi semakin menurun dengan meningkatnya golongan pendapatan; memperluas kesempatan kerja dan tidak merusak lingkungan baik fisik maupun hayati karena perluasan lahan sawah sesuai dengan budaya dan kearifan lokal masyarakat. Peningkatan pendapatan responden peserta program cetak sawah tidak sampai meningkatkan kesejahateraannya, rumahtangga petani golongan bawah dan menengah setelah mengikuti program cetak sawah, masih tetap tergolong rumahtangga miskin. Relatif rendahnya kesejahteraan responden petani peserta program juga dapat dilihat dari pola pengeluran rumahtangganya yang didominasi oleh pengeluaran untuk pengadaan pangan. Peningkatan pendapatan yang tidak mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petani selain disebabkan produktivitas padi dan kelayakan usaha yang relatif rendah juga karena intensitas tanam padi umumnya hanya sekali dalam setahun. Kondisi tersbut disebabkan beberapa masalah yakni keterbatasan modal usaha tani, jalan usaha tani dan sarana irigasi yang tidak memadai, ketersediaan alat dan mesin pertanian yang tidak mencukupi kebutuhan, akses pasar dan lokasi perluasan lahan jauh dan tanah yang relatif tidak begitu subur serta pengetahuan dan keterampilan petani yang relatif rendah. Hasil analisis MDS menunjukkan bahwa program cetak sawah di Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan termasuk dalam status cukup berkelanjutan dengan nilai indeks keberlanjutan sebesar 54.3. Status keberlanjutan yang demikian dikarenakan dimensi infratruktur dan kelembagaan bernilai relatif rendah dan termasuk dalam kategori kurang; sementara aspek ekologi dan ekonomi merupakan yang tertingi nilai indeksnya, akan tetapi hanya termasuk dalam kategori cukup. Untuk dimensi infrastruktur yang dibangun dengan enam atribut, tiga atribut yang nilainya terendah adalah penerapan inovasi baru dalam usahatani, akses terhadap IPTEK terkait usahatani serta teknologi dan pengelolaan hasil pertanian. Sementara untuk dimensi kelembagaa, dari enam atribut yang digunakan, aspek peran BULOG, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian mempunyai nilai yang terendah

    Hubungan iklim komunikasi dengan kinerja pengelola Badan Usaha Milik Desa “Tirta Mandiri”

    No full text
    Iklim komunikasi memberikan gambaran mengenai proses-proses komunikasi terjalin di dalam BUMDes sehingga menghasilkan suatu kinerja yang baik dan berujung pada peningkatan produktivitas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi iklim komunikasi dan kondisi kinerja BUMDes, serta menganalisis hubungan iklim komunikasi terhadap kinerja pengurus BUMDes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif dengan responden sebanyak 47 orang. Unit analisis yang digunakan adalah pengelola BUMDes Tirta Mandiri di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Analisis data penelitian menggunakan uji korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan iklim komunikasi tidak berhubungan dengan kinerja pengelola BUMDes. Kondisi ini dikarenakan kinerja pengurus berada pada kategori menengah, sehingga tidak memiliki hubungan dengan tingginya kondisi iklim komunikasi

    Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Guru Dalam Memilih Produk Pangan Kemasan Berlabel Halal MUI di Kota Depok.

    No full text
    Jumlah penduduk beragama Islam di Kota Depok berjumlah 1 645 762 jiwa (Kantor Wilayah Agama Provinsi Jawa Barat 2015). Banyaknya penduduk beragama Islam di Kota Depok diharapkan akan meningkatkan kesadaran penduduk untuk mengetahui pentingnya mengonsumsi pangan halal. Salah satu produk pangan yang beredar di masyarakat adalah produk pangan kemasan. Label halal MUI pada produk pangan kemasan menjadi indikator yang penting dalam menentukan kehalalan. Guru memiliki peran penting dalam mengedukasi siswasiswi dalam memilih produk pangan kemasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi guru Muslim dalam memilih produk pangan kemasan berlabel halal MUI di Kota Depok. Penelitian dilakukan di Kota Depok dengan jumlah 60 responden, menggunakan teknik non-probability sampling. Hasil analisis menggunakan regresi logistik menunjukan bahwa pengetahuan halal, halal awareness, dan usia berpengaruh signifikan terhadap guru Muslim dalam memilih produk pangan kemasan berlabel halal MUI

    Pengaruh Promosi Melalui Media Sosial Instagram Terhadap Keputusan Pembelian Pada Produk Wardah di Wardah Beauty House Bogor.

    No full text
    Media Sosial Instagram saat ini sedang ramai digunakan oleh berbagai kalangan untuk berbagai kepentingan salah satunya ada sebagai media untuk melakukan promosi produk. Maka dari itu Wardah sebagai salah satu divisi kosmetik dari PT.Paragon Technology and Innovation memanfaatkan media sosial sebagai media untuk mempromosikan produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi melalui media sosial Instagram terhadap keputusan pembelian produk Wardah di Wardah Beauty House Bogor baik itu secara simultan, parsial, dan variabel yang dominan mempengaruhi. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel Interactivity adalah variabel yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian.Variabel independen berpengaruh secara bersama – sama terhadap variabel dependen. Variabel Interactivity, Message, dan Brand Familiarity berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Sedangkan Variabel Personal Relevance tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian

    Faktor-Faktor yang Memengaruhi Volatilitas Return Jakarta Islamic Index dan Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia

    No full text
    Investasi di pasar modal memiliki daya tarik tersendiri bagi investor karena memberikan return yang lebih tinggi dibandingkan menabung di bank. Instrumen investasi yang paling besar memberikan return adalah saham, namun saham juga memiliki risiko tinggi. Risiko pada pasar saham dapat digambarkan melalui pergerakan atau volatilitas return indeks saham. Penelitian ini menggunakan metode ARCH/GARCH, uji beda dan Error Correction Model untuk mengetahui faktor yang memengaruhi volatilitas. Hasil penelitian menunjukan volatilitas return Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki pergerakan yang sama, namun JII memiliki volatilitas lebih tinggi. Kurs berpengaruh signifikan terhadap volatilitas return JII dan IHSG dalam jangka pendek dan panjang. Oil price berpengaruh signifikan pada jangka panjang. FFR berpengaruh signifikan terhadap volatilitas return JII pada jangka pendek dan panjang, sedangkan volatilitas return IHSG hanya berpengaruh pada jangka panjang. Regulasi saham syariah tidak berpengaruh signifikan namun regulasi membuat rata-rata dan error pada volatilitas return JII dan IHSG menurun

    Identifikasi Keragaman Gen Calpastatin (CAST|Alu1) pada Sapi Bali dengan Metode PCR-RFLP.

    No full text
    Gen CAST merupakan salah satu gen yang berpengaruh pada keempukan daging dan berfungsi sebagai penghambat enzim calpain. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaman gen CAST|Alu1 dengan metode Polymerase Chain Reaction-Restriction Fragment Length Polymorphism. Sampel DNA sapi bali yang digunakan sebanyak 95 sampel yang terdiri atas 46 betina dan 49 jantan. Identifikasi keragaman gen CAST|Alu1 menggunakan pendekatan Polymerase Chain Reaction- Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) dengan menggunakan enzim restriksi AluI. Frekuensi alel dan genotipe, nilai heterosigositas pengamatan dan harapan, serta keseimbangan Hardy-Weinberg dianalisis menggunakan program Popgen32. Hasil amplifikasi gen CAST|Alu1 pada sapi bali diperoleh panjang fragmen 624 pb dan 2 alel yang terdiri atas alel T dan C serta 3 genotipe yaitu TT (474 pb), TC (474 pb dan 374 pb), dan CC (374 pb). Hasil genotyping CAST|Alu1 menunjukkan bahwa sapi bali di BPTU-HMT Provinsi bali bersifat polimorfik dengan nilai frekuensi alel tertinggi pada alel T (0.895) dibandingkan dengan alel C (0.105). Frekuensi genotipe pada sapi bali tertinggi terjadi pada genotipe TT (0.811), sedangkan genotipe TC (0.168) dan CC (0.021) rendah. Nilai heterosigositas pada sapi bali sangat rendah yaitu 0.1684 yang menunjukkan rendahnya variasi suatu gen dalam populasi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa gen CAST|Alu1 pada sapi bali bersifat polimorfik

    Pengembangan Aplikasi Mobile Modul Pemantauan pada Sistem Informasi Manajemen Peneliti di Pusat Studi Biofarmaka Tropika

    No full text
    Pada tahun 2018, Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB telah mengembangkan sistem informasi manajemen terintegrasi berbasis web untuk mencapai visinya. Salah satu sistem informasi yang dikembangkan adalah modul pemantuan pada Sistem Informasi Manajemen Peneliti (Simpel) yang dapat membantu manajemen puncak dalam melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap peneliti serta kegiatan Trop BRC. Sistem pemantauan yang saat ini ada hanya dapat diakses melalui komputer atau laptop, sehingga menyulitkan manajemen puncak untuk mengakses aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi mobile modul pemantauan sebagai upaya untuk meningkatkan aksesibiltas, portabilitas, dan mobilitas sistem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Prototyping dengan dua iterasi. Berdasarkan hasil pengujian Blackbox, aplikasi mobile modul pemantauan telah berhasil dikembangkan. Sistem juga telah berhasil terhubung dengan Sistem Informasi Penilaian Angka Kredit dan Karya Ilmiah (Sipakaril) IPB untuk menampilkan publikasi karya ilmiah peneliti Trop BRC

    Komparasi Distribusi Spasial Pemetaan Gambut Tahun 1970-an dengan KHG di Wilayah Sumatera Selatan

    No full text
    Perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut termasuk luas dan sebaran gambut diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2014 juncto PP No. 57 Tahun 2016. Kemudian dari pada itu Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) diatur oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dalam Permen LHK No. 14 Tahun 2017. Melalui SK MENLHK No. 129 Tahun 2017, Peta Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) Nasional dengan skala 1:250.000 ditetapkan. Meskipun luasan dan batas-batas KHG diatur oleh pemerintah, namun dianggap masih kurang akurat. Luasan sebaran gambut yang tercantum dalam lampiran Peraturan Pemerintah tersebut memiliki perbedaan yang signifikan dengan kondisi sebenarnya di lapang. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbandingan luasan dengan peta-peta terdahulu salah satunya dengan peta hasil survei dan pemetaan tanah Proyek Pembukaan Persawahan Pasang Surut (P4S) yang dilakukan oleh Tim Survei IPB tahun 1970- an skala pemetaan semi detail yaitu 1:50.000. Area studi penelitian ini berfokus pada lahan gambut yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi KHG pada area studi memiliki luas 445.676 Ha (73,42%) dengan Fungsi Lindung Ekosistem Gambut (FLEG) seluas 268.939 Ha (44,29%) dan Fungsi Budidaya Ekosistem Gambut (FBEG) 176,737 Ha (29,13%). Sedangkan distribusi gambut berdasarkan hasil survei dan pemetaan P4S hanya memiliki luas 137.670 Ha (22,6%). Hasil komparasi antara kedua peta menunjukkan bahwa terdapat perbedaan luas, peta KHG lebih luas 3 kali lipat dari peta distribusi gambut hasil P4S. Hal ini menunjukkan bahwa adanya kelemahan dan ketidakakuratan penarikan batas-batas KHG pada area studi

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇