Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Ketahanan Kayu Tusam (Pinus merkusii) Terimpregnasi Furfuril Alkohol terhadap Rayap Tanah melalui Uji Kubur

    No full text
    Kayu tusam termasuk ke dalam kelas kuat III dan kelas awet IV, bersifat atraktan, dan sangat disukai oleh rayap, serta berpotensi untuk ditingkatkan keawetannya dengan impregnasi furfuril alkohol. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan ketahanan kayu tusam terimpregnasi furfuril alkohol dengan pengawet komersil Premise 70WG dengan bahan aktif imidakloprid dan kontrol atau kayu tusam tanpa perlakuan impregnasi terhadap rayap tanah melalui uji kubur. Kayu tusam diimpregnasi menggunakan metode vakum tekan. Pengujian ketahanan kayu mengikuti standar ASTM D 1758-08 yang dimodifikasi. Hasil menunjukkan rata-rata weight percent gain kayu furfurilasi 33,40% dan retensi bahan pengawet 2,68 kg.m-3. Sementara itu, ratarata kerapatan kayu furfurilasi, imidakloprid, dan kontrol masing-masing sebesar 0,91 g.cm-3, 0,68 g.cm-3, dan 0,63 g.cm-3. Kayu furfurilasi signifikan terhadap kayu imidakloprid dan kontrol pada nilai kadar air. Rata-rata perubahan warna kayu tusam terfurfurilasi dan terawetkan imidakloprid terhadap kontrol masing-masing sebesar 30,24 dan 6,12. Namun, nilai kehilangan berat menunjukkan hasil yang serupa antara kayu furfurilasi dan diawetkan imidakloprid. Nilai daya tahan kayu berdasarkan ASTM D1758-06 menunjukkan nilai yang tidak berbeda nyata pada kayu furfurilasi dan imidakloprid, namun keduanya berbeda nyata terhadap kontrol. Furfuril alkohol memberikan pengaruh yang serupa dengan imidakloprid terhadap ketahanan kayu tusam, sehingga furfuril alkohol berpotensi untuk digunakan sebagai pengawet komersil untuk proses furfurilasi

    Pembentukan Kalus Mutan Padi Sawah (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 42 Agritan GSR Toleran NaCl.

    No full text
    Salinitas merupakan kendala besar dalam mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi yang banyak diderita lahan sawah di pesisir pantai. Varietas unggul yang toleran salin diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan LD50 benih padi sawah varietas Inpari 42 Agritan GSR, menginduksi kalus mutan dari benih yang telah diiradiasi, dan mendapatkan nilai LC50 NaCl pada kalus mutan toleran salinitas. Percobaan Tahap 1 ialah penentuan LD50 benih padi menggunakan iradiasi sinar gamma. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yaitu 13 taraf dosis iradiasi sinar gamma: 0, 100, 200, 300, 400, 500, 600, 700, 800, 900, 1000, 1100, dan 1200 Gy. Diperoleh hasil bahwa nilai LD50 benih padi varietas Inpari 42 Agritan GSR yaitu sebesar 670.65 Gy. Percobaan Tahap 2 ialah induksi kalus mutan padi Inpari 42 Agritan GSR dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yaitu 4 taraf konsentrasi 2,4-D: 0, 1, 3, dan 5 mg L-1. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan 2,4-D berpengaruh sangat nyata terhadap persen kalus terbentuk dan besar pembentukan diameter kalus. Pada media MS tanpa penambahan 2,4-D kalus tidak terbentuk sama sekali (0%) sampai pada minggu ke 14. Sedangkan pada penambahan 2,4-D dengan konsentrasi yang berbeda (1, 3, dan 5 mg L-1) dapat terbentuk kalus mutan dengan urutan persentase kalus terbentuk 58, 61, dan 50%. Percobaan Tahap 3 ialah seleksi kalus mutan dengan NaCl untuk mendapatkan nilai LC50 NaCl pada kalus mutan toleran salinitas. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yaitu 3 taraf konsentrasi NaCl: 100, 150, dan 200 mM. Nilai LC50 NaCl yang diperoleh adalah sebesar 88.61mM

    Hubungan Pertumbuhan Ekonomi dengan Peningkatan Karbondioksida.

    No full text
    Pembangunan ekonomi sedikit banyaknya telah mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan. Penurunan kualitas lingkungan dapat terjadi akibat emisi yang berasal dari hasil pembangunan ekonomi yang tidak ramah lingkungan. Hubungan antara pendapatan nasional (PDB) dan emisi karbondioksida yang dihasilkan di suatu negara adalah sangat erat, di mana peningkatan pertumbuhan PDB akan berdampak pada peningkatan emisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan PDB dengan peningkatan emisi CO2 di 8 negara yang dikaji, juga untuk mengetahui apakah pertumbuhan PDB dan peningkatan emisi CO2 antara negara maju dan negara berkembang yang dikaji berbeda nyata. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data pertumbuhan PDB dan data peningkatan Emisi CO2 pada 8 negara yaitu Afrika Selatan, China, Denmark, india, Indonesia, Jepang, Singapura, dan USA periode 1961-2018. Analisis data menggunakan analisis regresi data panel. Analisis data menggunakan Fixed Effect Model (FEM). Analisis data diolah menggunakan software RStudio i386. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pertumbuhan PDB berpengaruh signifikan positif terhadap peningkatan emisi CO2 di 8 negara yang dikaji, tetapi pertumbuhan PDB dan peningkatan emisi CO2 antara negara maju dan negara berkembang yang dikaji tidak berbeda nyata

    Rancang Bangun Arsitektur Penanganan Dini Mualaf pada Aplikasi Hijrah ID dengan Metode UML Development System

    No full text
    Berdasarkan data dari Mualaf Center Indonesia bahwa tren mualaf tiap tahun meningkat dengan persentase sekitar 31,2% selama 4 tahun terakhir. Tantangan dan hambatan dialami mualaf antara lain adanya ancaman atau intimidasi dari keluarga atau kerabat dekat sehingga menyebabkan kondisi psikologis mualaf menjadi terganggu dan menghambat proses belajar agama Islam. Hijrah ID adalah sebuah aplikasi berbasis Android yang memberikan layanan untuk penanganan dini bila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada mualaf serta pembelajaran mengenai agama Islam. Metode pengembangan aplikasi HIJRAH ID menggunakan UML Development System. Hijrah ID memiliki lima fitur utama di dalamnya, yakni fitur Ta’shil, Konsultasi, Artikel, Jadwal Kajian, dan Panic Button. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan prototipe Panic Button. Panic Button merupakan suatu layanan untuk membantu mualaf ketika sedang memerlukan bantuan yang harus ditindak secara cepat tanggap sehingga harapannya mengurangi tindakan yang tidak diinginkan. Panic Button menghubungkan mualaf dengan ustaz berdasarkan posisi saat menekan panic button dan memberikan perizinan oleh ustaz

    Isolat Lapang Enterococcus faecalis sebagai Kandidat Antigen dalam Produksi Imunoglobulin Y (IgY) Anti Streptococcosis pada Bidang Akuakultur

    No full text
    Ikan nila merah (Oreochromis hybrid) merupakan salah satu komoditas utama perikanan budidaya air tawar di Indonesia. Penularan penyakit infeksius dapat menghambat atau menurunkan jumlah produksi ikan nila di Indonesia. Salah satu risiko penyakit yang banyak menyerang ikan nila adalah streptococcosis. Streptococcosis merupakan penyakit infeksius kausa bakteri pada akuakultur yang banyak menyerang komoditas ikan nila di dunia. Streptococcus agalactiae dan S. iniae menjadi penyebab streptococcosis pada ikan yang paling banyak dikaji di Indonesia. Adapun spesies bakteri Streptococcus lain masih belum banyak dilaporkan di Indonesia. Terapi yang biasa dilakukan pada kasus penyakit bakterial ini adalah menggunakan antibiotika sebagai pengobatan maupun pencegahan di kolam-kolam budidaya. Antibiotika yang penggunaannya tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah berupa resistensi antibiotika sehingga diperlukan adanya terapi alternatif lain yang lebih aman bagi lingkungan seperti pemanfaatan imunoglobulin Y (IgY) telur sebagai profilaksis maupun terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi bakteri lain penyebab streptococcosis dengan menghubungkan antara gejala klinis yang tampak dan hasil pemeriksaan morfologi, karakteristik fenotipe biokimiawi, serta karakteristik molekuler dari isolat lapang yang berhasil ditemukan. Tujuan lainnya adalah untuk mengeksplorasi penggunaan berbagai jenis adjuvan terhadap tingkat produksi IgY anti streptococcosis menggunakan isolat lapang bakteri penyebab streptococcosis yang ditemukan sebagai prospek produksi pelet secara massal untuk profilaksis dan terapi penyakit streptococcosis pada ikan. Sejumlah ikan dilakukan serangkaian pemeriksaan bakteriologis untuk mengkonfirmasi gejala klinis yang muncul dan mengarah kepada infeksi streptococcosis. Hasil pemeriksaan eksternal dari dua ekor ikan nila yang hampir mati ditemukan bekas hemoragi di beberapa bagian tubuh seperti daerah kepala dekat mulut, mata, operkulum, dan erosi pada ekor, sirip dada, dan sirip punggung. Tidak ada perubahan patologis yang ditemukan di otak dan organ visceral. Pemeriksaan morfologis, biokimia, dan molekuler menggunakan gen universal 16S rRNA dan analisis sekuensing produk PCR menunjukkan bahwa kedua isolat tersebut adalah bakteri Enterococcus faecalis dengan virulensi rendah. Satu dari dua isolat E. faecalis lapang yang diperoleh (kode isolat 7INB) kemudian dipilih sebagai kandidat antigen yang digunakan dalam percobaan produksi imunoglobulin Y (IgY) anti streptococcosis pada ayam petelur. Produksi IgY menggunakan empat kelompok perlakuan. A: adjuvan MONTANIDE™ ISA 71 R VG; B: adjuvan Freund; C: adjuvan aluminium kalium sulfat (KAl(SO4)2∙12H2O) konsentrasi 50 ppm dalam pH 7; D: hanya antigen tanpa adjuvan. Setiap kelompok perlakuan menggunakan tiga ekor ayam dan dua ekor ayam digunakan sebagai kelompok kontrol. Ayam dipelihara selama 35 hari dan setiap minggu dilakukan pemeriksaan keberadaan IgY dalam serum dan kuning telur. Vaksinasi ulang dilakukan pada hari ke-14 dan ke-28 pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IgY pada kelompok perlakuan A mulai terdeteksi pada hari ke-28 di serum dan hari ke-35 di kuning telur. Kelompok perlakuan B dapat terdeteksi pada hari ke-35 di serum. Tidak ada IgY yang terdeteksi dalam serum maupun kuning telur untuk kelompok perlakuan C, D, dan kontrol sampai akhir periode pemeliharaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan bakteri secara komprehensif disimpulkan bahwa E. faecalis dapat ditemukan sebagai penyebab streptococcosis yang dapat menyerang serta membuat lesi ringan pada ikan nila merah di Bogor, Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian terhadap produksi IgY anti streptococcosis dengan berbagai adjuvan dapat disimpulkan bahwa kombinasi antigen E. faecalis lapang dengan adjuvan emulsi air dalam minyak (MONTANIDE™ ISA 71 R VG) memberikan waktu untuk memunculkan IgY yang relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan jenis adjuvan lain yang digunakan dalam penelitian ini

    Evaluasi Penambahan Alanyl-glutamin pada Pakan terhadap Pertumbuhan Ikan Patin Pangasius hypophthalmus

    No full text
    Alanyl-glutamin merupakan bentuk dipeptida dari glutamin. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efek penambahan alanyl-glutamin dengan dosis yang berbeda pada pakan terhadap pertumbuhan ikan patin Pangasius hypophthalmus. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan yaitu pakan dengan tambahan 0%, 1%, 2%, atau 3% alanyl-glutamin dengan tiga kali pengulangan. Ikan patin bobot 1,23 ± 0,12 g dan panjang 5,70 ± 0,27 cm ditebar ke dalam waring berukuran 2 x 1 x 1,5 m3 yang dibentangkan dalam kolam berukuran 20 x 10 x 1,5 m3. Ikan diberi pakan tiga kali sehari (07.00, 12.00, dan 17.00 WIB) dengan metode at satiation selama 50 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan alanyl-glutamin pada pakan sampai 3% meningkatkan pertumbuhan ikan patin secara linier. Bobot individu ikan di perlakuan 3% alanyl-glutamin 1,5 kali lebih besar dari ikan di perlakuan tanpa penambahan alanyl-glutamin. Namun, tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, rasio efisiensi protein, dan rasio panjang usus terhadap panjang tubuh ikan tidak berbeda nyata di semua perlakuan

    Pendapatan Usahatani Ternak Kelinci Berdasarkan Skala Usaha di Provinsi Jawa Barat

    No full text
    Kelinci merupakan salah satu hewan ternak yang dapat dimanfaatkan daging, kulit, maupun kotorannya. Di Indonesia, populasi dan produksi daging kelinci meningkat. Berbeda halnya di Jawa Barat, populasi dan produksi daging kelinci mengalami penurunan. Sebagian besar skala usaha ternak kelinci di Jawa Barat termasuk skala kecil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan usahatani ternak kelinci berdasarkan skala usaha. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Sensus Pertanian 2013: Survei Rumah Tangga Usaha Peternakan Tahun 2014 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah populasi peternak kelinci di Jawa Barat menurut data BPS sebanyak 37 peternak. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis struktur biaya, penerimaan, pendapatan, dan R/C ratio. Skala usaha dibedakan menjadi skala kecil dengan jumlah kelinci ≤227 ekor dan skala besar dengan jumlah kelinci >227 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan per ekor kelinci pada usahatani skala besar lebih tinggi dibandingkan skala kecil. Artinya usahatani ternak kelinci skala besar lebih menguntungkan. Selain itu, nilai R/C ratio skala besar juga lebih tinggi dibandingkan skala kecil. Artinya usahatani ternak kelinci skala besar lebih efisien dibandingkan skala kecil

    Pertumbuhan Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) Stadia Pendederan pada Media yang Diberi CaCO3 dan Zn dengan Konsentrasi Berbeda

    No full text
    Unsur mineral merupakan salah satu komponen yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup selain karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin.. Zn (Seng) merupakan salah satu mikromineral yang dibutuhkan oleh makhluk hidup salah satunya ikan. Zn mempengaruhi proses pertumbuhan, metabolisme, sintesis protein dan berbagai aktivitas biologis. CaCO3 berfungsi sebagai sumber kalsium. Penambahan CaCO3 untuk mencegah penurunan penyerapan kalsium akibat penambahan Zn. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penambahan Zn dalam media yang telah diberi CaCO3 untuk pertumbuhan ikan patin siam (P. hypophthalmus) stadia pendederan. Benih yang digunakan memiliki ukuran panjang 2,30±0,13 cm dengan bobot 0,13±0,02 g, kemudian benih tersebut ditebar ke dalam akuarium yang berisi air sebanyak 12,5 L dengan kepadatan 4 ekor L-1. Benih tersebut dipelihara selama 30 hari. Rancangan yang digunakan adalah acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan A tanpa penambahan Zn sebagai kontrol, perlakuan B dengan penambahan Zn sebesar 0,96 mg L-1, dan perlakuan C dengan penambahan Zn sebesar 2,50 mg L-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Zn dapat meningkatkan pertumbuhan ikan patin siam. Penambahan Zn sebanyak 0,96 mg L-1 pada perlakuan B memberikan hasil yang terbaik

    Karakteristik Biopelet Campuran Biomassa Pelepah Sawit dan Tempurung Kelapa.

    No full text
    Biopelet merupakan salah satu bentuk energi biomassa hasil pemadatan dengan tujuan untuk meningkatkan kerapatan energi. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi karakteristik biopelet dari pelepah sawit serta campuran pelepah dan daun sawit dengan fortifier arang pelepah sawit dan tempurung kelapa menggunakan SNI 8021:2014. Bahan baku yang digunakan adalah limbah pelepah dan daun sawit dengan bahan fortifikasi arang pelepah sawit dan tempurung kelapa. Arang pelepah sawit diperoleh dengan cara torefaksi pada suhu 250 oC selama 45 menit. Pencampuran serbuk dilakukan berdasarkan kadar fortifier yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Suhu dan waktu pengepresan yang digunakan adalah suhu 175 ºC selama 5 menit dan 200 ºC selama 2 menit. Pencetakan biopelet dilakukan menggunakan pellet mill hidrolik semi otomatis dengan tekanan 170 – 175 kg/cm2 per 40 lubang. Hasil penelitian menunjukkan biopelet formulasi terbaik adalah biopelet pelepah kelapa sawit dengan fortifier tempurung kelapa 40% dengan suhu 200 °C. Analisis yang didapatkan dari biopelet tersebut yaitu kadar air 4.91%; kadar zat terbang 66,92%; kadar abu 2,76%; kadar karbon terikat 25,29%; nilai kalor 4699 kal/g; kerapatan 0,97 g/cm3; dan keteguhan tekan 29,77 Kg/cm2

    Pengaruh Pupuk N terhadap Keanekaragaman dan Populasi Fungi Mikoriza Arbuskula pada Dua Tipe Penggunaan Lahan di Jambi

    No full text
    Mikoriza merupakan bentuk hubungan saling menguntungkan antara fungi dan akar tanaman. Mikoriza bermanfaat menyerap unsur Fosfor dan pengendalian hayati. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pengaruh pemberian pupuk N terhadap keanekaragaman dan populasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada dua tipe penggunaan lahan di Jambi (2) menganalisis pengaruh pemberian pupuk N terhadap sporulasi FMA pada media penangkaran. Sampel tanah berasal dari dua tipe penggunaan lahan berbeda di ekosistem hutan Harapan Jambi yaitu hutan alam primer dan kebun kelapa sawit. Berdasarkan hasil sidik ragam tipe penggunaan lahan dan interaksi antara tipe penggunaan lahan serta pupuk dan waktu menunjukkan adanya perbedaan sangat nyata dan nyata terhadap jumlah spora. Hasil uji t-student menunjukkan bahwa hasil penangkaran FMA yang berasal dari tipe penggunaan lahan tidak berbeda nyata terhadap jumlah spora dan kolonisasi akar bulan pertama dan kedua, tetapi berpengaruh nyata pada bulan ketiga. Jumlah spora paling banyak ditemukan di kebun kelapa sawit dibandingkan di hutan alam primer. Genus FMA yang ditemukan meliputi Glomus, Acaulospora, Gigaspora, dan Scutellospora

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇