31665 research outputs found
Sort by
Hubungan Tingkat Partisipasi Masyarakat dengan Dampak Ekonomi Lokal dalam Pengembangan Kawasan Wisata Mandeh
Kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi peluang dalam meningkatkan perekonomian melalui sektor pariwisata. Partisipasi masyarakat diperlukan dalam pengembangan pariwisata guna meningkatkan dampak dan keuntungan yang dihasilkan dari pariwisata tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat partisipasi masyarakat, menganalisis dampak ekonomi lokal, dan menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi dengan dampak ekonomi lokal dalam pengembangan Kawasan Wisata Mandeh. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif didukung data kualitatif. Pemilihan responden menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang dan pemilihan informan dilakukan secara sengaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Baru memiliki partisipasi yang tinggi dalam mengembangkan Kawasan Wisata Mandeh. Dampak ekonomi yang dirasakan pun tergolong tinggi, tetapi tidak berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat Kampung Baru karena pihak yang paling berperan dalam pengembangan Kawasan Wisata Mandeh adalah pihak eksternal (pemerintah, pihak swasta, dan donatur)
Sintesis 6-Bromo-4-O-metilkoniferil Alkohol dan trans-Sinamat-nya sebagai Prekursor ke Analog Podofilotoksin
Podofilotoksin merupakan lignan utama dalam resin podofilin yang diekstraksi dari tumbuhan Podophyllum. Toksin ini memiliki aktivitas antivirus, antitumor, antijamur dan antikanker. Berbagai upaya menyintesis podofilotoksin secara kimia telah banyak dilaporkan. Eugenol yang memiliki kerangka fenilpropena dapat digunakan sebagai bahan awal untuk sintesis podofilotoksin berdasarkan keberadaan kerangka dimer fenilpropanoid. Penelitian ini bertujuan menyintesis prekursor untuk sintesis analog podofilotoksin, 6-bromo-4-O-metilkoniferil alkohol dan ester trans-sinamat-nya, dari bahan awal eugenol. Senyawa alkohol target berhasil disintesis dalam 3 tahap, yaitu brominasi, dehidrobrominasi-substitusi, dan hidrolisis, dengan rendemen keseluruhan 34% dari tribromida metileugenol. Sementara produk ester trans-sinamat belum dapat ditentukan rendemennya karena belum semua fraksi dapat dimurnikan sebagai akibat dari pandemi Covid-19. Isomerisasi asam trans-sinamat dan esterifikasi isomer-cis yang diperoleh dengan 6-bromo-4-O-koniferil alkohol serta penuntasan pemurnian ester trans-sinamat merupakan rencana pekerjaan selanjutnya
Revisi marga Claoxylon (Euphorbiaceae) di Kepulauan Sunda Kecil
Claoxylon, anggota suku Euphorbiaceae, merupakan semak hingga pohon kecil, berumah dua, atau jarang berumah satu, batang hingga tangkai daun berkelenjar getah bening yang menjadi kutil ketika tua, memiliki stipula kecil, perbungaan bulir atau tandan terletak di ketiak, mahkota bunga dan rudimen putik hilang. Benang sari umumnya berjumlah banyak, kepala sari dengan dua lokul tegak, bunga ditempatkan dalam cawan, sedangkan buah biasanya memiliki tiga lokul. Sekarang Claoxylon terdiri atas 115 jenis yang tersebar di wilayah tropis, meliputi Madagaskar, Maskaren, Asia, Pasifik Barat hingga Hawaii. Beberapa jenis Claoxylon telah diketahui potensi dan manfaatnya, di antaranya sebagai bahan makanan C. indicum (Reinw. ex Bl.) Hassk., C. longifolium Juss., C. oleraceum O. Prain. Sebagai obat-obatan C. indicum (Reinw. ex Bl.) Hassk, di antaranya dipakai untuk obat batuk, sakit mata, serta anti radang sendi. Dua belas Claoxylon tercatat di bagian tengah Malesia, namun beberapa di antaranya perlu untuk diperiksa kembali ketepatan tata nama dan distribusinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk merevisi keanekaragaman Claoxylon di Kepulauan Sunda Kecil dan memetakan distribusinya.
Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi (1) eksplorasi di Pulau Sumba dan Lombok untuk mengoleksi sebanyak 6 spesimen herbarium, (2) pengamatan morfologi 63 spesimen Claoxylon Kepulauan Sunda Kecil, serta ditambah 45 spesimen Claoxylon dari pulau-pulau di sekitarnya yang tersimpan di Herbarium Bogoriense, (3) analisis fenetik Claoxylon yang menggunakan 14 karakter terpilih dengan simple matching similarity index, dan (4) pengelompokan menggunakan Unweighted Pair Group with Arithmetic Mean (UPGMA).
Penelitian ini berhasil mengkonfirmasi terdapatnya 13 taksa (11 jenis dan 2 varietas) Claoxylon. Spesies yang awalnya diragukan seperti C. cf. abreviatum J.J.Sm, terkonfirmasi sebagai varietas baru C. abreviatum var. ovatifolium Setiawan dikarenakan perbedaan bentuk daun serta panjang tangkai daun dengan specimen-spesimen di Pulau Jawa, dan dipastikan bahwa C. cf. capillipes Airy Shaw adalah C. capillipes Airy Shaw, C.cf. fulvescens Airy Shaw adalah C. fulvescens Airy Shaw dan C ? rubescens Miq. adalah C. rubescens Miq. Dua varietas catatan baru yang terdapat di Kepulauan Sunda Kecil yakni Claoxylon abreviatum var. ovatifolium Setiawan var nov. dan C. indicum var. macrophyllum Hassk. Catatan distribusi C. capillipes dan C. fulvescens diluaskan dari Pulau Flores hingga Pulau Bali. Analisis fenetik berdasarkan 14 karakter morfologi menunjukkan Claoxylon di Kepulauan Sunda Kecil terbagi dalam dua kelompok besar yang termuat dalam seksi Affinia dan Indica
Performa Produk Teri Olahan di Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan
Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan merupakan kawasan berkembang
industri skala kecil yang mengolah ikan teri menjadi ikan teri asin. Masyarakat di
kawasan pelabuhan biasa menyebut ikan teri asin dengan ikan bada cuci. Saat ini
terjadi permasalahan pada harga jual ikan bada cuci yang kalah bersaing dengan teri
asin dari daerah lain. Apabila hal ini dibiarkan, pihak pengolah dapat mengalami
kerugian. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan proses produksi untuk
mengetahui proses pembentukan harga jual ikan bada cuci, mengidentifikasi
peluang penurunan biaya produksi dan memberikan rekomendasi agar harga ikan
bada cuci dapat bersaing. Metode penelitian menggunakan metode survei dan
teknik pengumpulan data berupa sensus. Data yang digunakan berupa teknik
pengolahan, proses pembentukan harga jual dan penyebab permasalahan. Proses
produksi ikan bada cuci dianalisis dengan diagram alir dan mengetahui peluang
dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi
dimulai dari persiapan bahan baku, perebusan, penjemuran, dan distribusi.
Penyebab permasalahan diantaranya harga bahan baku yang tinggi, peralatan
produksi konvensional dan SDM kurang terampil. Rekomendasi agar harga ikan
bada cuci kembali bersaing ialah menurunkan harga jual dengan menerapkan
penurunan biaya produksi sehingga harga jual ikan bada cuci dapat diturunkan
menjadi Rp 65.000/kg. Selain itu, jika pengolah ingin mengembangkan lebih
lanjut perlu kerjasama dengan mitra dalam pembaruan alat produksi dan pelatihan
manajemen usaha
Kompetisi Pertemuan Antar Grup untuk Wilayah Tidur dan Fungsi Wilayah Tidur di Wilayah Jelajah dan Pertahanan Grup pada Monyet Hitam Sulawesi (Macaca nigra).
Hewan sosial akan berkompetisi untuk mendapatkan suatu sumber daya yang
diperlukan dalam suatu kelompok atau mendapatkan akses sumberdaya (tempat
berlindung, sumber makanan). Terdapat dua jenis kompetisi pada grup yaitu
kompetisi di dalam grup dan kompetisi antar grup. Salah satu sumber daya yang
diperebutkan antar kelompok adalah wilayah tidur. Wilayah ini memiliki fungsi
sebagai tempat berlindung bagi suatu grup. Selain itu, wilayah ini juga memiliki
fungsi lain yaitu mempertahankan sumber daya di wilayah jelajahnya, pertahanan
kelompok dan meningkatkan efisiensi dalam mencari makanan. Penelitian ini
bertujuan mengamati preferensi wilayah tidur dan fungsi dari wilayah tidur di
wilayah jelajah dan pertahanan grup pada monyet Sulawesi (Macaca nigra).
Monyet Sulawesi merupakan salah satu spesies endemik Sulawesi Utara dan
spesies tersebut memiliki perilaku kompetisi yang tinggi antara kelompok ataupun
dalam suatu kelompok.
Pengambilan data dilakukan setiap 5 hari dalam seminggu pada bulan
Oktober 2015 sampai Juni 2016. Penelitian ini mengamati tiga grup yang telah
terhabituasi yaitu grup pantai batu 1 (PB1), grup rambo 1 (R1) dan grup rambo 2
(R2). Terdapat tiga tahap pengambilan data yaitu pertama pengambilan data
wilayah jelajah setiap grup dengan cara mengikuti daily travelling dari wilayah
tidur pada pagi hari sampai dengan wilayah tidur pada sore hari. Kedua,
pengambilan data wilayah tidur dengan cara menandai wilayah tidur dengan alat
global positioning system (GPS) dan menandai pohon tidur dengan menggunakan
GPS dan pita. Setiap tanda diberikan suatu kode seperti nama grup/tanggal/bulan/
tahun/kode pohon. Ketiga, pengambilan data perilaku pertemuan antara grup
dengan cara Ad-libitum.
Analisis data yang digunakan penelitian ini yaitu pertama menghitung jumlah
wilayah tidur dan frekuensi penggunaan wilayah tidur. Kemudian analisis
Kolomogrov-Smirnov, Spearman’s correlation dan Chi-square untuk mengetahui
adanya kompetisi antar grup di wilayah tidur. Kedua, aplikasi ArcGIS digunakan
untuk mengatahui wilayah jelajah (polygon), wilayah inti, resiko pertemuan antar
grup. Wilayah inti dan wilayah resiko pertemuan antar grup dianalisis dengan
menggunakan kernel density estimate.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah tidur merupakan sumber
daya yang terbatas dan digunakan secara berulang serta dimonopoli oleh sebuah
grup. Hal tersebut menimbulkan sebuah kompetisi berupa perilaku aggressive antar
grup ketika adanya pertemuan antar grup pada waktu tidur (sleeping time).Wilayah
tidur digunakan untuk mempertahankan wilayah inti di wilayah jelajahnya. Setiap
grup memiliki preferensi penggunaan wilayah tidur di wilayah inti daripada di
wilayah non inti. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah tidur
tidak digunakan untuk mempertahankan grup dari adanya pertemuan antara grup
Analisis Strategi dan Kerentanan Nafkah Rumah Tangga Petani Karet (Studi Kasus: Nagori Pematang Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara).
Karet merupakan salah satu komoditas penting perkebunan karena mampu memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan devisa negara. Karet sebagai sumber penghasilan petani mendapatkan berbagai tekanan dari berbagai faktor seperti faktor ekonomi, faktor alam dan faktor sosial sehingga mengakibatkan kerentanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur, strategi dan kerentanan nafkah rumah tangga petani karet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan kuesioner yang didukung oleh pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Responden pada penelitian sebanyak 30 rumah tangga petani yang didapatkan melalui teknik sampel acak sederhana. Hasil penelitian ini diolah melalui analisis deskriptif tabulasi silang melalui SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi nafkah yang diterapkan oleh rumah tangga petani karet memiliki hubungan yang negatif terhadap tingkat kerentanan
Rancang Bangun Sistem Kontrol dan MonitoringMini Plant Factory untuk Mendukung Urban Farming
Mini plant factory membutuhksan sistem yang kontrol dan monitoring yang memadai untuk memaksimalkan hasil budidaya sayuran indoor farming. Tujuan penelitian ini adalah melakukan rancang bangun sistem kontrol dan monitoring tanaman dalam mini plant factory yang dapat bekerja secara otomatis dengan pengontrolan Electrical Conductivity (EC), dan cahaya buatan secara terjadwal serta memonitoring kelembaban udara, suhu udara, suhu air, kadar O2 dan kadar CO2 menggunakan mikrokontroller arduino uno dan mini komputer raspberry pi. Sistem kontrol dilakukan dengan menggunakan Internet of Things( IoT) melalui aplikasi Node-Red yang terinstall pada raspberry pi. Sistem kontrol pencampuran nutrisi EC dilakukan menggunakan kontrol PID dengan akurasi pencampuran rata-rata sebesar 98.49 %, coefficient of variation sebesar 0.70 % , dan nilai error rata-rata yang didapat sebesar 1.53%. Pengujian performa mesin dilakukan dengan membandingkan hasil tanaman yang dihasilkan dalam mini plant factory dan hidroponik konvensional. Berdasarkan penelitian diperoleh data rata-rata suhu udara dalam mesin sebesar 25.14-29.44 °C, nilai kelembaban udara sebesar 70.24 - 87.90%, nilai suhu air sebesar 25.20-28.89 °C , intensitas cahaya sebesar 7731 lux, nilai kadar oksigen sebesar 18.77-23.71 %, dan nilai kadar karbondioksida sebesar 654-939 ppm. Hasil budidaya tanaman dalam mini plant factory belum bisa sebagus budidaya konvensional sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan performa mesin
Penggunaan Bahan Bakar Minyak Sawit Dengan Campuran Bioaditif Minyak Atsiri pada Mesin Diesel 1 Silinder
Bioaditif bahan bakar minyak nabati murni (Pure Plant Oil, PPO) berbasis minyak atsiri merupakan bahan yang ditambahkan pada bahan bakar agar terbakar sempurna. Komponen oksigen yang terkandung di dalam struktur kimia minyak atsiri serta sifat minyak atsiri yang dapat larut dalam bahan bakar diharapkan dapat menyempurnakan sistem pembakaran di dalam mesin. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil utama beberapa jenis minyak atsiri. Minyak atsiri yang digunakan pada penelitian ini adalah minyak daun cengkeh dan minyak sereh wangi,serta eugenol, kariofilen, sitronellal dan rhodinol yang diisolasi dari kedua minyak atsiri tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pencampuran bahan bakar PPO dengan berbagai minyak atsiri dan mengkaji peranan dari komposisi minyak atsiri tersebut dalam uji kinerja dan emisi yang dihasilkan pada mesin diesel.
Metode penelitian terdiri dari persiapan bahan baku bioaditif, pencampuran minyak atsiri kebahan bakar minyak nabati murni, karakterisasi bioaditif dan pengujian ke mesin diesel. Berdasarkan hasil karakterisasi bahan bakar menunjukkan bahwa campuran minyak atsiri dengan minyak nabati murni dapat memenuhi standar kualitas SNI 7431 2015 setelah penyimpanan lima hari. Hasil pengukuran karaterisasi dapat menurunkan densitas minyak nabati murni ditambahkan bioaditif yaitu 890.6 kg/m3, pengukuran viskositas menghasilkan 21.70-22.51 cSt. Hasil terbaik yang diperoleh dari uji unjuk kerja putaran sedang dengan penambahan turpentine pada bahan bakar PPO tidak menurunkan nilai daya dan torsi mesin namun dapat mengurangi konsumsi bahan bakar spesifik senilai 4.1 % dan menurunkan emisi smoke hasil pembakaran bahan bakar bioaditif pada kisaran 10 %
Pengaruh Pemberian Musik Tradisional yang Berbeda terhadap Tingkah Laku Sapi Perah Friesian Holstein
Manajemen khusus yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas sapi perah salah satunya dengan cara relaksasi menggunakan instrumen musik tertentu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian musik tradisonal terhadap tingkah laku sapi perah FH. Penelitian ini menggunakan sapi perah FH laktasi ke-2 sebanyak empat ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu musik gamelan jawa dan kecapi suling sunda dengan frekuensi 8 KHz dan kebisingan normal di bawah ambang batas 85 dB. Musik diputar selama 15 jam hari-1, mulai dari pukul 03.00-18.00 WIB. Peubah yang diamati adalah lama makan, lama minum, lama berbaring, dan lama berdiri. Pengamatan dilakukan dengan bantuan alat CCTV. Data dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis statistik perlakuan musik gamelan jawa dan kecapi suling sunda tidak berpengaruh terhadap tingkah laku lama makan, lama minum, lama berbaring, dan lama berdiri sapi perah tidak berbeda (P>0.05). Musik kecapi suling sunda dan gamelan jawa dengan frekuensi 8 KHz dan tingkat kebisingan di bawah ambang batas 85 dB tidak berpengaruh terhadap tingkah laku lama makan, lama minum, lama berbaring, dan lama berdiri sapi perah FH
Hubungan Antara Gastropoda dan Mangrove di Ekosistem Mangrove Rehabilitasi Pantai Indah Kapuk Jakarta
Ekosistem mangrove Pantai Indah Kapuk Jakarta merupakan ekosistem
hasil rehabilitasi yang sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat pengalihan
fungsi lahan menjadi tambak. Kegiatan antropogenik Sungai Angke diduga
mempengaruhi karakteristik lingkungan dan kerapatan mangrove. Kerapatan
mangrove sebagai penyusun utama ekosistem, diduga mempengaruhi keberadaan
biota asosiatif, termasuk gastropoda. Gastropoda berperan penting dalam fungsi
ekologi dan siklus rantai makanan pada ekosistem mangrove. Kelimpahan dan
distribusi gastropoda pada ekosistem mangrove dipengaruhi oleh lingkungan,
makanan, dan predator. Kerapatan mangrove yang tinggi akan menghasilkan
serasah yang lebih banyak yang selanjutnya menjadi sumber makanan gastropoda.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 di ekosistem
mangrove rehabilitasi Pantai Indah Kapuk Jakarta. Penentuan stasiun penelitian
menggunakan metode purposive sampling berdasarkan keberadaan vegetasi
mangrove. Pengambilan data gastropoda, vegetasi mangrove, dan karakteristik
lingkungan dilakukan dengan menggunakan metode transek kuadrat. Variasi
karakteristik lingkungan antar stasiun penelitian dianalisis dengan menggunakan
analisis komponen utama (Prnicipal Component Analysis / PCA). Hubungan antara
gastropoda dan mangrove dianalisis dengan menggunakan analisis koresponden
(Correspondence Analysis / CA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove rehabilitasi
Pantai Indah Kapuk Jakarta memiliki 3 Genus gastropoda (Cassidula, Melampus,
Salinator) dan 10 spesies (Cassidula angulifera, C. aurisfelis, C. rugata, dan C.
vespertilionis, C. nucleus, Melampus luteus, M. olivaceus, M. globulus, M. monile,
dan Salinator takii). Rata-rata keanekaragaman gastropoda di lokasi penelitian
masuk kedalam kategori sedang. Gastropoda memiliki keterkaitan dengan variasi
karakteristik lingkungan dan mangrove. Gastropoda berukuran besar, sedang, dan
kecil dari Genus Cassidula terutama spesies C. aurisfelis dan C. vespertilionis
banyak ditemukan di habitat yang didominasi oleh mangrove Avicennia marina
dengan kerapatan pohon lebih dari 15 ind/100 m2 dan substrat (sedimen) berfraksi
liat. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk kebijakan pengelolaan lebih lanjut
bagi ekosistem mangrove rehabilitasi Pantai Indah Kapuk Jakarta yang berbasis
pada sumber daya moluska