31665 research outputs found
Sort by
Model Bisnis PT. Ultrajaya Milk Industry Tbk
Model bisnis merupakan sebuah gambaran/visualisasi/frame untuk mendeskripsikan perusahaan tentang bagaimana perusahaan membuat nilai tambah di dunia kerja, termasuk di dalamnya kombinasi dari produk, pelayanan, citra, distribusi, sumber daya, serta infrastruktur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi bisnis yang dilakukan PT. Ultrajaya Milk Industry Tbk. dengan pendekatan Business Model Canvas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Analisis Rantai Nilai dan Analisis Ruang Desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan memiliki stakeholder dari pihak internal dan eksternal. Perusahaan menggunakan Strategi Integrasi dalam melakukan akuisisi terhadap pemasok, pengecer, dan distributor. Hal ini dilakukan dengan membentuk asosiasi dan entitas anak perusahaan. Selain itu, perusahaan juga menggunakan Strategi Defensif berupa Joint Venture. Perusahaan memiliki gambaran model bisnis yang baik untuk diterapkan. Saran yang penulis berikan untuk peneliti selanjutnya adalah membuat evaluasi serta model bisnis yang baru untuk diterapkan kedepannya disesuaikan dengan kondisi pandemi COVID19
Pertumbuhan Sengon Solomon F2 (Falcataria moluccana) Umur 14 Bulan dan Padi (Oryza sativa) dalam Sistem Agroforestri
Sengon Solomon merupakan provenan sengon yang memiliki pertumbuhan lebih cepat dibanding provenan lokal. Sengon sering dibudidayakan secara agroforestri, salah satunya dengan padi. Persaingan antar kedua komponen tanaman dalam memperoleh cahaya matahari dan unsur hara semakin tinggi seiring bertambahnya umur sengon. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pertumbuhan sengon Solomon F2 berumur 14 bulan serta pertumbuhan beberapa varietas padi yang ditanam dalam sistem agroforestri. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktorial. Padi ditanam di bawah naungan sengon Solomon F2 berjarak tanam 1.5 m x 1.5 m dan 1.5 m x 3 m. Varietas padi yang digunakan adalah LIPI Go 1, LIPI Go 2, IPB 3S, dan IPB 9G. Analisis data dilakukan dengan pengujian sidik ragam dan uji lanjut Duncan pada selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengon Solomon F2 berumur 14 bulan pada jarak tanam 1.5 m x 3 m memiliki tinggi, diameter dan luas tajuk yang lebih besar. Varietas padi berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan padi. Padi varietas IPB 3S merupakan padi dengan pertumbuhan dan produksi terbaik pada penelitian
Evaluasi Kandungan Polifenol dan Kapasitas Peredaman Radikal dari 20 Genotipe Ekstrak Etanol Rimpang Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.).
Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) adalah tanaman rempah yang memiliki berbagai manfaat dan sering digunakan sebagai obat tradisional. Varietas unggul temu ireng untuk dikembangkan sebagai tanaman obat, harus stabil atau dapat tumbuh di berbagai kondisi lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kandungan polifenol dan kapasitas peredaman radikal bebas melalui interaksi genotipe oleh lingkungan (GEI) dengan metode DPPH dan TEAC (Trolox Equivalent Antioxidant Capacity) dari 20 genotipe ekstrak etanol rimpang temu ireng yang tumbuh di tiga lingkungan yang terletak di zona agro-ekologis yang berbeda. Hasil analisis AMMI-varians (Additive Main Effect and Multiplicative Interaction - variants) menunjukkan efek signifikan untuk genotipe, lingkungan, dan interaksi genotipe oleh lingkungan. Genotipe stabil di tiga lokasi untuk kandungan polifenol adalah G8, G9, G10, G11, G14, G19, dan G20. Genotipe stabil di tiga lokasi untuk kapasitas peredaman radikal DPPH adalah G5, G10, G15, G18 dan C1 dan untuk kapasitas peredaman radikal ABTS (metode TEAC) adalah genotipe selain G1, G3, G6, G7, G12, G13, G16, C1, C2, dan C3
Analisis Pengaruh Konsumsi Energi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Emisi Karbon Dioksida di Indonesia
Energi merupakan kebutuhan vital untuk kelangsungan hidup suatu bangsa,
seiring dengan semakin tingginya konsumsi energi yang diharapkan akan
meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka hal ini akan memberikan efek terhadap
kualitas lingkungan. Terlebih lagi, sumber energi yang digunakan masih didominasi
dari sumber energi fosil atau energi tidak terbarukan. Mendominasinya pemakaian
sumber energi fosil, maka hal ini akan meningkatkan emisi karbon dioksida di udara
terutama dari penggunaan bahan bakar minyak pada kendaraan maupun industri
serta pembangkit listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana pengaruh konsumsi energi terhadap pertumbuhan ekonomi dan emisi
karbondiosida, mengetahui hubungan kausalitas antara ketiga variabel tersebut
serta mengetahui bagaimana peramalan jumlah emisi karbon dioksida di masa yang
akan datang.
Model Vector Autoregression (VAR) digunakan untuk melihat bagaimana
pengaruh antar variabel jika data yang digunakan adalah stasioner dan tidak
terdapat kointegrasi. Namun jika data yang digunakan kemudian diketahui tidak
stasioner dan terdapat kointegrasi maka digunakan model Vector Error Correction
Model (VECM). Kerangka uji granger causality digunakan untuk melihat jenis
hubungan kausalitas antar variabel. Selanjutnya, untuk melakukan peramalan
terhadap emisi karbon dioksida menggunakan model sistem dinamik.
Hasil estimasi model VECM menunjukan bahwa dalam jangka pendek,
konsumsi energi berpengaruh positif namun tidak secara signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi, namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap emisi
karbon dioksida. Hasil estimasi jangka panjang, konsumsi energi memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap emisi karbon dioksida. Hasil analisis
kausalitas granger menunjukan bahwa terdapat hubungan dua arah antara konsumsi
energi terhadap emisi karbon dioksida. Hal ini mengandung arti bahwa konsumsi
energi akan menyebabkan emisi karbon dioksida dan juga sebaliknya. Hasil ini
menunjukan bahwa penggunaan energi di Indonesia yang masih didominasi oleh
penggunaan energi fosil menyebabkan semakin meningkatnya jumlah emisi karbon
dioksida.
Peramalan dengan sistem dinamik menggunakan dua skenario yaitu skenario
dasar dan skenario kebijakan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Kedua
skenario tersebut menunjukan bahwa emisi karbondiosida terus mengalami
peningkatan pada tiap tahunnya. Namun pada skenario RUEN, peningkatan emisi
karbon dioksida lebih rendah dibandingkan dengan skenario dasar. Hal ini
disebabkan karena pada skenario RUEN, bauran konsumsi energi yang berasal dari
energi baru dan terbarukan lebih tinggi dibandingkan dengan bauran energi fosil.
Oleh karena itu, kebijakan RUEN perlu diterapkan agar penggunaan energi baru
dan terbarukan yang lebih bersih dapat memberikan dampak yang positif bagi
kualitas lingkungan
Pengembangan Model Agroforestcape Berbasis Teknologi Blockchain untuk Mendukung Ketersediaan Pangan dan Kelestarian Lingkungan
Sistem agroforestri yang saat ini diterapkan di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan terkait dengan efisiensi dan efektivitas rantai pasok. Oleh karena itu, pengembangan paradigma baru pengembangan agroforestri Indonesia yang bernama Agroforestcape (Agroforestry Landscape) berbasis teknologi blockchain sangat penting untuk mendukung ketersediaan pangan dan kelestarian lingkungan. Kajian ini dirumuskan bertujuan untuk mengembangkan sebuah konsep baru agroforestri di Indonesia yang efisien dan efektif serta mengaplikasikan teknologi blockchain dalam rantai pasok usaha agroforestri. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode desk study dan gap analysis. Agroforestcape dapat diterapkan melalui penggunaan komposisi tanaman sengon buto, jati, lamtoro, bakau, lada, padi, sagu, dan ubi kayu melalui tiga model penanaman yaitu 2D, 3D dan 4D agroforestry. Model penanaman Agroforestcape dapat berkontribusi dalam mendukung ketersediaan bahan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Konversi lahan pertanian menjadi agroforestri dapat meyerap karbon tiga kali lebih tinggi selama 20 tahun mendatang. Teknologi blockchain memungkinkan pengelolaan basis data agroforestri dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif
Ekspresi Gen ADS (Amorpha-4,11-Diene Synthase) pada Artemisia annua L. Turunan 3 (T2) Hasil Induksi Gen AaWRKY1
Artemisia annua L. merupakan tanaman obat antimalaria dari Cina yang dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini mengandung senyawa metabolit sekunder berupa senyawa artemisinin. Kadar artemisinin yang rendah perlu ditingkatkan untuk tujuan komersial. Gen AaWRKY1 adalah faktor transkripsi yang dapat menstimulasi gen yang bertanggung jawab dalam biosintesis artemisinin (gen ADS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekspresi gen ADS pada tanaman transgenik Artemisia turunan 3 (T2) hasil transformasi gen AaWRKY1. RNA diisolasi dari daun muda artemisia menggunakan protokol Rneasy® Total Plant Mini Kit dan dikonversi menjadi cDNA. Optimasi dan validasi qPCR dilakukan pada primer gen β-actin (housekeeping gene) dan gen ADS (target gene). Analisis ekspresi gen ADS dengan menggunakan metode relative quantification. Sebanyak 9 sampel tanaman transgenik Artemisia turunan 3 (T2) yang diinduksi gen AaWRKY1, hanya terdapat satu nomor tanaman yang mengalami overekspresi gen ADS yaitu sampel tanaman W10.4
Aliran Batang dan Curahan Tajuk pada Beberapa Model Arsitektur Pohon.
Salah satu tujuan pembangunan hutan kota untuk area yang curam adalah
mencegah terjadinya erosi. Erosi dapat disebabkan oleh besarnya aliran batang dan
curahan tajuk. Perbedaan aliran batang dan curahan tajuk diduga disebabkan
perbedaan model arsitektur pohonnya. Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh
beberapa model arsitektur pohon terhadap besaran aliran batang dan curahan tajuk.
Penelitian dilakukan di Kampus IPB Darmaga pada bulan April - Mei 2020.
Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur aliran batang dan curahan tajuk
pada lima model arsitektur berbeda yaitu Massart, Aubreville, Koriba, Rauh, dan
Troll. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model arsitektur pohon memengaruhi
besaran aliran batang dan curahan tajuk. Besaran aliran batang (Y) dipengaruhi juga
oleh curah hujan (X1) dan kerapatan tajuk (X2) dengan persamaan Y = 0.05665 +
0.0241X1 – 0.0291X2, R2 = 60.7%. Besaran curahan tajuk (Y) juga dipengaruhi
oleh curah hujan (X1) dan kerapatan tajuk (X2) dengan persamaan Y = -0.05 +
0.880X1 – 0.413X2, R2 = 77.8%. Model arsitektur pohon yang mempunyai potensi
digunakan untuk kepentingan konservasi tanah dan air yaitu Massart dengan jenis
bisbul (Diospyros discolor Willd.)
Raw Material Planning and Inventory Control of Soap Bar Using Material Requirement Planning in A Contract Manufacturing
Bahan baku adalah hal yang penting bagi perusahaan untuk menjaga kelancaran proses produksi. Kekurangan bahan baku mengakibatkan proses produksi terhambat sehingga menyebabkan perusahaan mengalami kerugian. Namun, persediaan bahan baku yang berlebihan mengakibatkan perusahaan mengeluarkan biaya lebih untuk biaya penyimpanan. Perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku merupakan suatu sistem yang dapat menjamin kelancaran akan ketersediaan bahan baku produk dan dapat menghemat biaya persediaan bahan baku. Metode Material Requirement Planning (MRP)
vi
digunakan untuk menyelesaikan permasalahan perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku sabun padat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi sistem perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku, menganalisis penenerapan kebijakan pengendalian persediaan bahan baku, menganalisis penerapan perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku optimum dengan metode MRP dari aspek biaya persediaan. Sistem perencanaan pemesanan dan pengendalian persediaan bahan baku yang dilakukan oleh PT X menggunakan data dari departemen sales and marketing, departemen PPIC, dan departemen purchasing. Kebijakan pengendaliaan persediaan bahan baku dilakukan dengan analisis ABC dan perhitungan safety stock. Hasil analisis ABC diperoleh item kelas A merupakan item prioritas yang akan disusun MRP dengan memperhitungkan safety stock. Penyusunan MRP membutuhkan beberapa data berupa kebutuhan bahan baku, waktu tunggu pengiriman bahan baku, dan data persediaan bahan baku di gudang. Proses MRP dilakukan melalui netting, lotting (Economic Order Quantity (EOQ), Lot for Lot (LFL), Periodic Order Quantity (POQ)), off-setting dan eksplosion. Output dari metode MRP berupa rencana pemesanan kebutuhan bahan baku berdasarkan lead time. Metode MRP ini dapat memberikan referensi pada PT X melalui jadwal pemesanan bahan baku dengan biaya persediaan yang minimum
Analisis Faktor yang Berkontribusi dalam Pengembangan Wisata Halal dari Sudut Pandang Wisatawan di Jabodetabek
Tren produk halal mengalami perluasan dari makanan hingga lifestyle, yakni pariwisata
halal. Perkembangan pariwisata halal didorong oleh pasar muslim yang besar di dunia.
Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar memanfaatkan peluang ini
untuk mengembangkan sektor pariwisata. Lembaga otoritas wisata halal yakni
CrescentRating memberikan penghargaan Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik
pertama pada kategori negara OKI. Jakarta merupakan daerah wisata halal terbaik nomor
empat se-Indonesia yang dalam pembangunannya memiliki rantai koordinasi dengan
daerah di sekitarnya yakni Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Jabodetabek
berkontribusi besar pada perekonomian negara sehingga perlu adanya perkembangan
pariwisata di Jabodetabek. Oleh karena itu, perlu adanya penyesuaian kebutuhan
wisatawan guna meningkatkan daya tarik wisata. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi karakteristik wisatawan serta menganalisis faktor yang berkontribusi
pada pengembangan wisata halal melalui 46 indikator wisata halal. Data dianalisis dengan
menggunakan alat analisis faktor melalui software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa terdapat 11 faktor baru yang terbentuk dari sudut pandang wisatawan nusantara dan
14 faktor baru yang terbentuk dari sudut pandang wisatawan mancanegara sehingga
menunjukkan adanya perbedaan antara wisatawan dalam praktik wisata halal
Kandungan Logam Berat (Pb, Hg, Cu, Cd) pada Daging Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Teluk Banten dan Teluk Jakarta
Peningkatan jumlah industri dan pemukiman penduduk di Teluk Banten dan Teluk Jakarta diikuti oleh pertambahan jumlah limbah, baik berupa limbah padat, cair maupun gas dapat mencemarkan lingkungan. Salah satu bahan pencemar yang bersifat toksik adalah logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar logam berat Pb, Hg, Cu dan Cd yang terakumulasi pada rajungan (Portunus pelagicus) di perairan Teluk Banten dan Teluk Jakarta. Pengamatan dilaksanakan pada bulan Maret hingga September 2019. Pengukuran kandungan logam berat dilakukan dengan menggunakan alat Atomic Absorption Spectropotometer (AAS). Berdasarkan hasil pengukuran, kandungan logam berat Pb, Hg, Cu, dan Cd pada daging rajungan, baik yang berukuran besar maupun kecil, di Teluk Banten dan Teluk Jakarta masih berada di bawah baku mutu yang telah ditetapkan SNI (2009) dan SK DepKes RI No.03725/B/SK/VII/1989. Daging Rajungan (Portunus pelagicus) yang diambil dari perairan Teluk Banten, dapat dikonsumsi selama tidak melebihi safety level yaitu, 2,3 kg daging/minggu untuk dewasa dan 0,6 kg daging/minggu untuk anak-anak. Sedangkan batas konsumsi terendah rajungan Teluk Jakarta untuk orang dewasa sebesar 3,2 kg daging/minggu dan untuk anak-anak sebesar 0,8 kg daging/mingg