Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Penerapan Analisis Komponen Utama Kekar dengan Metode ROBPCA

    No full text
    Data dengan jumlah variabel dan observasi besar seringkali memerlukan penanganan khusus, baik dalam proses analisis maupun visualisasi. Proses analisis dan visualisasi ini bisa disederhanakan dengan cara reduksi dimensi menggunakan analisis komponen utama (AKU). Keberadaan pencilan akan sangat memengaruhi analisis suatu data sehingga diperlukan analisis dengan suatu pendekatan yang kekar (robust) terhadap pencilan. Salah satu pendekatan yang bisa digunakan adalah AKU kekar ROBPCA yang menggabungkan konsep projection pursuit dengan estimator Minimum Covariance Determinant. Suatu data contoh dianalisis menggunakan AKU klasik dan AKU kekar dengan metode ROBPCA. Berdasarkan plot tebaran score distance dan orthogonal distance, AKU ROBPCA efektif dalam mengidentifikasi pencilan dibandingkan dengan AKU klasik. Lebih jauh, hasil analisis biplot juga menunjukkan AKU ROBPCA lebih akurat dalam penanganan pencilan dibandingkan AKU klasik

    Analisis Kelayakan Desa Paya Lombang Kabupaten Serdang Bedagai untuk Program Zakat Community Development (ZCD).

    No full text
    Secara total, penduduk miskin di Indonesia lebih banyak berada di wilayah pedesaan. BAZNAS sebagai lembaga yang menghimpun dan menyalurkan zakat memiliki program Zakat Community Development (ZCD) yang merupakan program pemberdayaan komunitas mustahik di desa-desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kelayakan Desa Paya Lombang dalam menerima bantuan dana zakat melalui program ZCD serta untuk mengetahui dimensi yang memperoleh nilai tertinggi dan terendah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei melalui wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) dengan menggunakan kuisioner. Alat analisis yang digunakan pada penelitian adalah Indeks Desa Zakat (IDZ) dengan menggunakan perhitungan Multi-Stage Weight Index. Dimensi yang memperoleh nilai tertinggi yaitu dimensi kesehatan dengan nilai sebesar 0.77 dan dimensi yang memperoleh nilai terendah yaitu dimensi ekonomi dengan nilai indeks sebesar 0.34. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Desa Zakat (IDZ) pada Desa Paya Lombang sebesar 0.59 dinilai cukup baik dan layak dipertimbangkan untuk dibantu dengan dana zakat

    Pemijahan Ikan Black Ghost Apteronotus albifrons dengan Rasio Kelamin Induk Berbeda.

    No full text
    MAULANA dan DINAR TRI SOELISTYOWATI. Ikan black ghost Apteronotus albifrons merupakan ikan hias unik yang berasal dari Amerika Selatan yang telah diintroduksi dan dibudidayakan di Indonesia. Para pembudidaya ikan black ghost melakukan pemijahan dengan rasio kelamin induk berbeda-beda. Hal ini karena masih sedikit informasi terkait rasio kelamin induk pemijahan optimal untuk ikan black ghost. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkah laku memijah dan kinerja reproduksi ikan black ghost A. albifrons dengan rasio jantan dan betina yang berbeda. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan berbeda rasio kelamin A (1 jantan : 3 betina), B (2 jantan : 3 betina), dan C (3 jantan : 3 betina) dengan masing-masing tiga ulangan. Pengamatan kinerja reproduksi dan tingkah laku memijah dilakukan selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan ikan black ghost memijah di malam hari dengan sistem pemijahan promiscuous. Pemijahan terjadi antar satu jantan dan satu betina. Kompetisi terjadi pada perlakuan dengan jantan lebih dari satu ekor ditunjukkan dengan gerakan agresif seperti mengejar maupun menghalau jantan lain untuk memijah. Pemijahan secara konsisten terjadi selama lima hari terus menerus pada perlakuan B. Perlakuan A memijah pada hari kedua hingga keempat. Sementara perlakuan C baru memijah pada hari ketujuh. Tidak ada perbedaan nyata pada kinerja reproduksi baik pada perlakuan satu jantan dan tiga betina, dua jantan dan tiga betina, maupun tiga jantan dan tiga betina

    Dinamika Tutupan Lahan serta Pengaruhnya pada Struktur dan Fungsi Vegetasi Pekarangan Di Jawa Barat

    No full text
    Urbanisasi merupakan faktor penggerak utama dinamika tutupan lahan. Dinamika yang terjadi telah mempengaruhi performa pekarangan, terutama pada struktur dan fungsi vegetasinya. Penelitian ini bertujuan memetakan dinamika tutupan lahan, menghasilkan data perubahan struktur dan fungsi vegetasi pekarangan dan membandingkan data perubahan struktur dan fungsi vegetasi di pekarangan akibat faktor urbanisasi secara temporal. Penelitian dilakukan di enam lokasi penelitian yang terletak di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kabupaten Cianjur. Digunakan analisis dan deliniasi citra satelit Google Earth untuk mendapatkan peta tutupan lahan spasio-temporal. Analisis urbanisasi dilakukan dengan metode Principal Component Analysis (PCA). Analisis struktur dan fungsi vegetasi pekarangan di analisis dengan statistik deskriptif pemusatan data. Analsis persepsi kondisi pekarangan dengan menggunakan perbedaan semantik. Data sosial dan ekonomi didapatkan dengan metode wawancara. Hasil penelitian menyebutkan arah perubahan level urbanisasi enam lokasi penelitian di Tahun 1998 ke 2019 meningkat. Lokasi Cibakung dari low urbanized menjadi intermediate urbanized, lokasi Sirnagalih-Pagentongan dan Tegal Gundil Lama dari intermediate urbanized menjadi the most urbanized. Faktor penggerak utama urbanisasi di tahun 2019 adalah taraf pendidikan masyarakat (0.991), penggunaan teknologi/handphone (0.839), meningkatnya pendapatan (0.732), dan menurunnya luasan ruang terbuka hijau (0.792) di enam lokasi penelitian. Hasil yang di dapat bahwa di tahun 2019, tutupan lahan permukiman meningkat di semua lokasi penelitian hingga 80.0%, sedangkan tutupan lahan vegetasi menurun hingga di bawah 5.0%. Luas pekarangan mengalami penurunan hingga 86.0% dan ukuran pekarangan sempit meningkat hingga 100.0%. Zona pekarangan depan tetap bertahan hingga 100.0%, sedangkan zona pekarangan samping kanan dan kiri menurun di angka 0.0%. Jumlah spesies dan individu di semua lokasi penelitian menurun di tahun 2019 masing-masing 60.0% dan 95.2%. Densitas tanaman di semua lokasi penelitian turun hingga kurang dari satu tanaman/m2. Keragaman jenis (H Indeks) dienam lokasi penelitian bernilai di atas 3 (tinggi). Komposisi tanaman hias tetap mendominasi, baik di tahun 1998, 2007, dan 2019 masing-masing 70.0%, 75.0% dan 65.0%. Keragaman vertikal tanaman I tetap mendominasi di atas 60.0% di tahun 1998 dan 2007, tetapi menurun diangka 40.0% di tahun 2019. Keragaman horizontal tahun 1998 dan 2007 cukup bervariasi, namun di tahun 2019 di dominasi oleh tanaman buah di atas 50.0%. Persepsi kondisi pekarangan Cibakung oleh responden dengan perbedaan semantik mendapatkan skor di atas 3, sedangkan yang paling rendah adalah lokasi penelitian Tegal Gundil Lama, yaitu di bawah 3. Secara keseluruhan telah terjadi perubahan di pekarangan baik struktur maupun fungsi vegetasinya secara spasio-temporal akibat urbanisasi. Dari komponen-komponen yang berubah dan memiliki nilai positif bagi keberlanjutan pekarangan adalah persentase keberadaan zona pekarangan depan di atas 80% di semua lokasi penelitian, walaupun luasan pekarangan cenderung menurun dan ukurannya menyempit. Kemudian, terjadi peningkatan tanaman non hias terutama buah sebesar 45% di semua lokasi penelitian, walaupun jumlah rata-rata spesies dan individu perpekarangan menurun. Hal ini menjadikan harapan pekarangan dapat bertahan terutama zona depan dan fungsi vegetasinya dapat ditingkatkan terutama untuk pemenuhan kebutuhan pangan skala keluarga

    Analisis Isi Iklan Layanan Masyarakat Hemat Listrik pada Media Sosial YouTube.

    No full text
    Pemakaian listrik secara berlebihan dapat menyebabkan krisis energi listrik. Salah satu upaya menghindari krisis energi listrik adalah melalui pemasaran sosial dalam bentuk iklan layanan masyarakat dengan menggunakan media sosial YouTube. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis iklan layanan masyarakat hemat listrik pada media sosial YouTube dengan teknik analisis isi. Penelitian eksploratori dengan pendekatan kuantitatif-kualitatif ini menganalisis karakteristik, daya tarik pesan, dan evaluasi efektivitas iklan. Contoh dalam penelitian ini adalah 75 video iklan layanan masyarakat hemat listrik di media sosial YouTube yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui metode observasi, kemudian data diolah dan dianalisis menggunakan program Microsoft Excel dan Statistical Package for Social Science (SPSS) 26.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar iklan layanan masyarakat hemat listrik yang dianalisis belum memenuhi seluruh kriteria menurut Dewan Periklanan Amerika Serikat, cenderung menggunakan daya tarik pesan rasional, dan kurang berpotensi untuk mengubah perilaku penonton

    Analisis Hematologi dan Reaksi Peradangan dari Implantasi Demineralized Freeze-Dried Bone Xenograft Iradiasi pada Tulang Kalvaria Tikus

    No full text
    Demineralized freeze-dried bone xenograft (DFDBX) merupakan contoh material implan yang banyak dikembangkan sebagai penutup defek pada tulang. Namun sampai saat ini, belum banyak penelitian yang mengungkapkan penggunaan material DFDBX pada hewan. Berdasarkan ISO 10993-1 tahun 2009, semua material medis baru harus melewati serangkaian pengujian biologis sebelum dapat digunakan secara klinik pada pasien. Salah satu pengujian yang harus dilakukan adalah biokompatibilitas dimana toksisitas sistemik menjadi salah satu pengujian yang harus dilakukan, diantaranya melalui pemeriksaan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon sistemik tubuh tikus terhadap implantasi material DFDBX. Sebanyak 28 ekor tikus Sprague Dawley (SD) jantan, dengan kisaran bobot badan 200-250 g dibagi menjadi tujuh kelompok. Material yang diuji adalah enam varian DFDBX yang berasal dari tulang cancellous sapi dengan tiga kelompok ukuran partikel dengan kisaran 250- 1000 μm dan dua dosis iradiasi gamma yang berbeda yaitu 15 dan 25 kGy. Material tersebut kemudian diimplantasikan pada defek 5 mm tulang kalvaria. Pemeriksaan darah dilakukan pada hari ke-0 setelah proses aklimatisasi, kemudian pada hari ke-7, 14, dan 30 pasca operasi. Parameter sel darah merah dan sel darah putih dihitung. Analisis statistik dari semua parameter dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) – in time, analysis of variance (ANOVA) dan uji Duncan pada hasil yang berbeda nyata. Nilai profil sel darah merah cenderung dipengaruhi oleh interaksi antara jenis material dan waktu pengamatan, kecuali trombosit. Pada penelitian ini trombosit secara signifikan dipengaruhi oleh jenis material, waktu pengamatan, dan interaksi keduanya. Sementara profil sel darah putih secara signifikan dipengaruhi oleh waktu, di mana nilai leukosit dan neutrofil tinggi pada H+7, sementara nilai limfosit dan monosit tinggi pada H+30. Fluktuasi nilai darah berdasarkan waktu pengamatan pada setiap kelompok cenderung berada dalam kisaran normal, kecuali pada kelompok X60_25. Kelompok ini memiliki fluktuasi profil sel darah merah (hemoglobin, hematokrit, dan eritrosit) yang signifikan, yaitu meningkat pada H+14 dan menurun pada H+30. Data hematologi ini sebaiknya didukung dengan pemeriksaan lain seperti radiologi dan histopatologi agar informasi yang didapat lebih komprehensif. Kata kunci: pemeriksaan darah, studi in vivo, tikus, tulang kalvarial, xenograf

    Kajian Dinamika Tanah Terdaftar dan Sistem Penghidupan dalam Arahan Pengembangan Wilayah di Kabupaten Takalar

    No full text
    Tanah adalah sumber daya alam yang sangat penting dan strategis untuk pembangunan di suatu daerah. Karena itu, diperlukan aturan hukum yang akan menjamin kepastian hukum hak atas tanah, yaitu melalui pendaftaran tanah. Kepastian hukum hak atas tanah menjadi salah satu indikator penting untuk pembangunan daerah, terutama dalam kegiatan investasi dan kemudahan berbisnis. Percepatan pendaftaran tanah dilakukan oleh pemerintah salah satunya melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL). PTSL dilaksanakan di Kabupaten Takalar mulai tahun 2017. Kabupaten Takalar merupakan bagian dari Kawasan Perkotaan Mamminasata di Provinsi Sulawesi Selatan yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi regional. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis dinamika tanah terdaftar di Kabupaten Takalar; (2) menganalisis sistem penghidupan rumah tangga setelah program PTSL; (3) menentukan lokasi prioritas program PTSL; dan (4) menyusun arahan pengembangan wilayah berdasarkan dinamika tanah terdaftar dan sistem penghidupan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis spasial overlay, analisis spasial autokorelasi Indeks Moran, analisis indeks skoring, metode rank-sum, dan analisis sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran program PTSL terbukti meningkatkan jumlah tanah terdaftar di Kabupaten Takalar. Hingga tahun 2019, jumlah bidang tanah terdaftar di Kabupaten Takalar telah mencapai 55% dari seluruh perkiraan bidang tanah di Takalar. Angka tersebut memperlihatkan adanya peningkatan jumlah tanah terdaftar sebesar 11% dari sebelum dilaksanakannya PTSL. Sementara luasan tanah terdaftar hanya mengalami peningkatan sebesar 4% menjadi 33% dari seluruh luas wilayah Takalar. Sebaran spasial tanah terdaftar membentuk pola acak dengan konsentrasi jumlah dominan berada pada bagian barat laut wilayah Kabupaten Takalar terutama di Kecamatan Galesong Utara dan Galesong. Desa dengan rasio tanah terdaftar kategori sangat tinggi dominan berada di Kecamatan Galesong. Dinamika spasial tanah terdaftar diikuti pula dengan dinamika transaksi tanah dan nilai tanah. Selain itu, perlu mewaspadai adanya fenomena konversi lahan, fragmentasi lahan, serta adanya ketimpangan kepemilikan dan penguasaan lahan pada lokasi progam PTSL. Hasil dari metode indeks skor menunjukkan modal penghidupan masyarakat pasca program PTSL termasuk dalam kategori “cukup” pada desa dengan tipologi tepi laut mandiri, tepi laut berkembang, dan nontepi laut mandiri. Modal fisik memiliki nilai tertinggi di desa tipologi tepi laut berkembang dan tepi laut mandiri dibandingkan dengan modal penghidupan lainnya. Sementara modal sosial menjadi kekuatan pada desa dengan tipologi nontepi laut berkembang. Modal alam menjadi modal dengan nilai terendah (kategori kurang) pada ketiga tipologi desa tersebut. Pendaftaran tanah tidak memberikan implikasi pada peningkatan modal alam berupa kepemilikan dan penguasaan tanah karena luasan tanah yang dimiliki rumah tangga pada semua tipologi desa tergolong kecil. Pada modal finansial, tanah terdaftar akan berimplikasi pada rumah tangga yang memiliki akses terhadap lembaga keuangan. Skenario terbaik dalam penentuan lokasi prioritas pendaftaran tanah adalah dengan menggunakan kriteria rasio tanah terdaftar terhadap bidang tanah, tingkat kemiskinan, rataan nilai tanah dan kepadatan penduduk. Lokasi prioritas dengan skenario tersebut menghasilkan lokasi yang cenderung mengelompok sehingga sesuai dengan prinsip sistematis. Prioritas lokasi pertama terdiri atas 18 desa, prioritas kedua terdiri atas 22 desa dan prioritas ketiga terdiri atas 60 desa. Prioritas lokasi pertama pelaksanaan program PTSL dominan berada di Kecamatan Galesong Utara. Percepatan pendaftaran tanah melalui program PTSL maupun program lain perlu dibarengi dengan arahan strategi dalam pengembangan wilayah. Arahan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dinamika lain yang merupakan dampak ikutan dari peningkatan jumlah tanah terdaftar. Arahan pengembangan wilayah secara umum untuk Kabupaten Takalar disusun terkait dengan rencana tata ruang wilayah/detail tata ruang, penentuan LP2B, perlindungan dan pemberdayaan pertanian, updating data perpajakan, dan koreksi pelaksanaan PTSL. Selain itu disusun pula arahan pengembangan wilayah untuk tingkat desa berbasis tipologi. Arahan tersebut disusun berdasarkan fakta dan dinamika struktur kepemilikan tanah dan sistem penghidupan dengan mempertimbangkan rencana pola ruang yang menghasilkan 7 arahan pengembangan wilayah. Arahan 1 terdiri atas 41 desa, arahan 2 terdiri atas 2 desa, arahan 3 terdiri atas 6 desa, arahan 4 terdiri atas 18 desa, arahan 5 terdiri atas 20 desa, arahan 6 terdiri atas 6 desa; dan arahan 7 terdiri atas 7 desa

    Variasi Keanekaragaman Jenis Mamalia pada Berbagai Tipe Tutupan Lahan di Kebun Sawit PT Rambang Agro Jaya Sumatera Selatan

    No full text
    Perkembangan perkebunan kelapa sawit telah menuai tudingan negatif sebagai penyebab kerusakan lingkungan dan hilangnya keanekaragaman hayati salah satu diantaranya keanekaragaman jenis mamalia. Tujuan dari penelitian ini yaitu membandingkan keanekaragaman dan komposisi jenis mamalia pada berbagai tutupan lahan berbeda di Kebun Sawit PT Rambang Agro Jaya, Sumatera Selatan pada Desember 2019 - Januari 2020 pada enam jenis tutupan lahan yaitu, kelapa sawit muda (SM), sawit sedang (SS), sawit tua (ST), nilai konservasi tinggi (NKT), semak (SB), dan perkebunan rakyat (KR). Pengumpulan data mamalia menggunakan metode transek jalur. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 49 individu dari 6 jenis mamalia. Nilai indeks keanekaragaman dan kekayaan jenis tertinggi ditemukan di NKT (H' = 1.24, Dmg = 1.21), sedangkan indeks keanekaragaman dan kekayaan terendah ditemukan pada tutupan lahan SM, SS, ST dan KR (H' = 0, Dmg = 0). Indeks kemerataan tertinggi ada di tutupan lahan SB (E = 0.98) dan terendah di tutupan lahan SM, SS, ST dan KR (E = 0). Indeks kesamaan spesies tertinggi adalah antara tutupan lahan SS dengan KR (IS = 1), sedangkan indeks kesamaan jenis terendah antara tutupan lahan SM dan SS, SS dan ST, SM dan ST, SM dan SB, SM dan KR, SM dan NKT, SS dan SB, ST dan KR, SB dan KR (IS = 0)

    Analisis Dampak Ekonomi, Sosial dan Lingkungan dari Pertambangan Bauksit Terhadap Masyarakat Sekitar (Studi Kasus:PT ANTAM Tbk UBPB Kalbar, Dusun Piasak, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat)

    No full text
    Keberadaan pertambangan bauksit yang melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi akan memberikan dampak positif dan negatif terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat sekitar areal pertambangan. Besaran dampak positif dan negatif tersebut perlu diketahui secara pasti untuk menentukan pemanfaatan dan pengelolaan bauksit yang menyejahterakan masyarakat. Salah satu perusahaan bauksit di Indonesia adalah PT ANTAM Tbk UBPB Kalbar yang terletak di Dusun Piasak, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi persepsi masyarakat, (2) Mengestimasi besar dampak ekonomi, (3) Mengidentifikasi dampak sosial, dan (4) Mengestimasi dan mengidentifikasi dampak lingkungan dan pengelolaan dari kegiatan pertambangan bauksit. Metode yang digunakan adalah skala likert, multiplier effect analysis, analisis deskriptif kualitatif, replacement cost, dan cost of illness. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak ekonomi yang diperoleh masyarakat yaitu sebesar Rp123.781.632.808/Tahun dengan nilai multiplier effect sebesar 1,30 yang terdiri dari dampak ekonomi langsung, tidak langsung, dan imbas. Manfaat yang dirasakan oleh masyarakat yaitu pertambahan aktivitas ekonomi, berkembangnya UMKM masyarakat, dan pembangunan infrastruktur daerah. Dampak lingkungan dari pertambangan PT ANTAM Tbk UBPB Kalbar telah dipantau dan dikelola dengan baik oleh perusahaan berdasarkan hasil pengukuran pada titik pantau yang memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan pemerintah. PT Antam berhasil memperoleh penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2016-2019

    Pengaruh Perlakuan Impregnasi Monoethylen Glycol dan Mikro Silika dari Batang Bambu Betung terhadap Stabilitas Dimensi dan Kerapatan Kayu Sengon

    No full text
    Kayu sengon (Falcataria moluccana) merupakan tanaman cepat tumbuh yang memiliki karakteristik dan stabilitas dimensi kayu yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengidentifikasi pengaruh perlakuan impregnasi menggunakan campuran larutan MEG (monoethylen glycol) dan mikro silika dari batang bambu betung terhadap stabilitas dimensi, kerapatan dan karakteristik kayu sengon hasil perlakuan impregnasi MEG dan mikro silika dari batang bambu betung. Larutan impregnan yang digunakan terdiri dari kontrol (tanpa perlakuan), 50% MEG, MEGsilika 0.5%, MEGsilika 0.75% danMEGsilika 1%. Hasil analisis stabilitas dimensi menunjukkan nilai WPG (Weight Percent Gain), ASE (Anti-Swelling Efficiency), WU (Water Uptake), BE (Bulking Effect), dan kerapatan dipengaruhi oleh perlakuan. MEG dan mikro silika menyebabkan vessel kayu sengon setelah impregnasi tertutup (hasil analisis SEM), serta didukung dengan keberadaan mikro silika (hasil analisis SEM-EDX). Kristalinitas kayu sengon semakin menurun karena MEG bersifat amorf, FT-IR menunjukkan tidak adanya ikatan MEG dengan komponen dinding sel kayu sengon maupun antara mikro silika dengan kayu sengon. Stabilitas dimensi dan kerapatan terbaik diperoleh pada kayu sengon perlakuan MEGsilika 1%

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇