31665 research outputs found
Sort by
Formulasi dan Tingkat Kesukaan Terhadap Es Krim Keju Menggunakan Berbagai Keju Lunak (Cream Cheese, Ricotta dan Camembert).
Es krim merupakan produk pangan bersuhu dingin yang cocok dikonsumsi oleh masyarakat negara beriklim tropis seperti Indonesia. Konsumsi es krim di Indonesia meningkat sekitar 20% setiap tahunnya pada tahun 2006 hingga 2011. Penggunaan keju sebagai varian rasa es krim masih sangat jarang ditemui, padahal pengintegrasian produk keju dengan produk minuman seperti es krim dapat meningkatkan keinginan membeli konsumen sebesar 34%.
Es krim dibuat dengan memanaskan adonan es krim yang terdiri dari bubuk skim, gula, lemak susu dan air. Adonan es krim kemudian melalui tahap homogenisasi, pasteurisasi, pendinginan cepat, aging, pembekuan disertai agitasi dan hardening. Bahan pembuatan es krim adalah penstabil 0.3%, pengemulsi 0.3% , air serta bubuk skim, gula dan lemak susu sesuai perlakuan saat uji coba formula dasar. Tahapan yang dilakukan adalah uji coba formulasi es krim, uji coba penambahan jumlah keju, formulasi es krim keju dengan perlakuan serta analisis kimia produk terbaik masing-masih perlakuan keju. Uji coba formulasi dilakukan dengan kombinasi persentase gula 10% dan 13%, bubuk skim 9% dan 10% serta lemak susu 12% dan 14%. Kombinasi ketiganya yang terbaik hasil pengamatan overrun dan waktu leleh digunakan sebagai formula dasar. Formula dasar kemudian dilakukan uji coba penambahan jumlah keju menggunakan keju cream cheese sebanyak 10%, 12% dan 14%. Perlakuan dengan hasil overrun dalam rentang 60% - 90% dan waktu leleh dalam rentang 15 – 25 menit digunakan sebagai acuan tahap selanjutnya. Formulasi es krim keju dilakukan sembilan formula yaitu perlakuan keju cream cheese, ricotta dan camembert dengan masing masing penambahan sebanyak 7%, 9% dan 11% ke dalam adonan es krim. Formula terbaik tiap perlakuan keju didapatkan dengan uji ranking hedonik dilakukan uji rating, ranking hedonik dan analisis proksimat.
Hasil uji coba pembuatan es krim dasar menunjukkan hasil terbaik dengan kombinasi bubuk skim 9%, gula 10% dan lemak susu 12%. Perlakuan uji coba penambahan jumlah keju memberikan hasil yang memenuhi rentang overrun dan waktu leleh target dengan penambahan 10% dan 12%. Formulasi es krim keju terbaik hasil ranking hedonik didapatkan yaitu es krim perlakuan cream cheese 9%, ricotta 9% dan camembert 11%. Ketiga produk mendapatkat hasil rating hedonik pada taraf agak suka hingga suka pada atribut rasa, warna, aroma dan tekstur. Ketiga formula memenuhi persyaratan minimum kadar lemak dan total gula menurut SNI 01-3713-1995 tentang syarat mutu es krim, tetapi tidak memenuhi syarat mutu kadar protein dikarenakan kesalahan negatif selama analisis
Estimasi Nilai Kerugian Ekonomi Rumah Tangga Akibat Pemborosan Pangan (Food Waste): Studi Kasus Rumah Tangga di Sekitar Kampus IPB
Pemborosan pangan merupakan salah satu permasalahan global yang
terjadi di berbagai wilayah termasuk pada rumah tangga di sekitar Kampus IPB,
Kecamatan Darmaga, Kabupaten Bogor. Pemborosan pangan memengaruhi
pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat. Hal ini berdampak pula pada
kondisi ketahanan pangan daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1)
menganalisis kondisi konsumsi pangan pada rumah tangga, (2) mengestimasi
besarnya pemborosan pangan (food waste) pada rumah tangga, (3) mengestimasi
nilai kerugian ekonomi akibat pemborosan pangan (food waste) yang ditanggung
oleh rumah tangga, dan (4) menganalisis kondisi ketahanan pangan di Kecamatan
Darmaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga mewah cenderung
mengalokasikan pendapatan untuk pengeluaran bukan pangan, sebaliknya rumah
tangga menengah dan sederhana lebih mengutamakan pendapatannya untuk
pengeluaran pangan. Kelompok nasi, sayur, dan unggas merupakan kelompok
pangan yang paling sering dikonsumsi, sedangkan kelompok daging merah
merupakan kelompok pangan yang jarang dikonsumsi oleh rumah tangga
menengah dan sederhana. Pemborosan pangan paling tinggi terjadi pada
kelompok rumah tangga menengah, sedangkan pemborosan pangan terendah pada
kelompok rumah tangga mewah. Nilai kerugian ekonomi yang ditanggung akibat
pemborosan pangan paling tinggi ditanggung oleh rumah tangga menengah dan
paling rendah adalah rumah tangga sederhana. Hasil analisis Global Food
Security Index (GFSI) menunjukkan bahwa ketahanan pangan Kecamatan
Darmaga berdasarkan aspek availability, affordability, quality & safety berada
pada peringkat 24 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor dengan skor 52,34 dan
termasuk ke dalam wilayah rawan pangan
Analisis Capital Asset Pricing Model (CAPM) Syariah dalam Memprediksi Tingkat Return Saham Syariah
Capital Asset Pricing Model (CAPM) adalah salah satu model yang dapat digunakan untuk memprediksi tingkat return saham. Dalam penelitian ini akan ditelaah ulang pengembangan CAPM yang memenuhi aturan syariah yang disebut dengan CAPM Syariah. Pengembangan tersebut antara lain penggantian variabel risk free rate dengan tingkat keuntungan sukuk, pengintegrasian zakat, dan purifikasi return. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data deret waktu dari return Jakarta Islamic Index (JII) dan return saham PT Astra Internasional Tbk (ASII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAPM Syariah mampu menjelaskan keragaman data sama baiknya dengan CAPM. Dengan hasil ini, investor muslim yang ingin menggunakan CAPM namun tetap memperhatikan pertimbangan syariah dapat menggunakan CAPM Syariah yang memiliki pola yang serupa dengan CAPM konvensional
Perancangan Mobile User Experience Aplikasi Koper Pustaka Menggunakan Metode The Wheel.
Penelitian ini berfokus pada pembuatan aplikasi Koper Pustaka berbasis mobile. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan rancangan mobile user experience untuk aplikasi sistem Koper Pustaka berdasarkan kebutuhan pustakawan. Sistem ini dikembangkan untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh buku dengan mudah. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode The Wheel yang diperkenalkan oleh Hartson dan Pyla. Metode The Wheel terdiri atas analisis, desain, prototipe, dan evaluasi. Keluaran dari penelitian ini adalah sebuah rancangan mobile user experience aplikasi Koper Pustaka dalam bentuk medium fidelity prototype. Prototipe dirancang dengan memperhatikan kebutuhan pengguna dan aspek pengalaman pengguna agar dapat digunakan secara optimal. Prototipe diuji kepada dua tipe pengguna yaitu pustakawan dan pemustaka. Pada iterasi pertama pengujian pustakawan dilakukan pada seorang pustakawan yang menggagas Koper Pustaka dengan tingkat keberhasilan 76%. Pengujian untuk tipe pemustaka dilakukan kepada 5 responden dengan tingkat keberhasilan 83%. Pengujian pada iterasi kedua kepada pustakawan mengalami kenaikan dengan tingkat keberhasilan 84%, sedangkan pengujian terhadap responden pemustaka diperoleh tingkat keberhasilan 89%
Strategi Bisnis PT Crowde Membangun Bangsa dengan Pendekatan Business Model Canvas (BMC).
PT Crowde Membangun Bangsa merupakan perusahaan berbentuk financial technology yang menawarkan jasa permodalan untuk kegiatan pertanian. Dengan konsep peer to peer lending (P2P), perusahaan berfungsi sebagai platform untuk mempertemukan investor dan pelanggan. Untuk terus berkembang dan menghadapi persaingan di masa mendatang, PT Crowde Membangun Bangsa memerlukan penyusunan dan perbaikan model bisnis. Penelitian ini bersifat kualitatif, analisis SWOT digunakan untuk mengevaluasi tiap elemen Business Model Canvas (BMC) pada perusahaan, kemudian akan dilakukan perbaikan untuk menciptakan Business Model Canvas (BMC) yang baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis pada PT Crowde Membangun Bangsa masih memerlukan perbaikan. Adapun alternatif strategi yang dapat diterapkan perusahaan untuk memperbaiki model bisnis perusahaan adalah perbaikan pada customer segment dengan penambahan perkebunan sebagai segmen baru dan komoditas sapi potong sebagai perbaikan dari segmen yang sudah ada, perbaikan pada elemen ini perlu didukung dengan perbaikan elemen lain yaitu mengaktifkan kembali investor perorangan sebagai tambahan financial key resources perusahaan, tambahan jenis fasilitas pinjaman untuk meningkatkan value proposition, serta mengoptimalkan penggunaan teknologi pada elemen customer relationship dan key activities agar tambahan segmen konsumen diikuti dengan layanan yang maksimal dan aktivitas kunci yang efisien
Gambaran Darah Ikan Mas (Cyprinus carpio) dan Ikan Patin (Pangasius sp.) yang Dipelihara pada Tiga Kondisi yang Berbeda.
Gambaran darah dapat menunjukkan status kesehatan ikan yang dipelihara sebagai indikator terhadap kelainan metabolisme dan kondisi stress pada ikan. Penelitian ini bertujuan mengobservasi gambaran darah ikan mas Cyprinus carpio dan ikan patin Pangasius sp. yang dipelihara di akuarium dan kolam pada kondisi tidak hujan serta hujan. Ikan mas (Cyprinus carpio) yang digunakan memiliki bobot 26,88±0,45 g ekor-1 dan panjang 12,07±0,07 cm, serta ikan patin (Pangasius sp.) dengan bobot 13,05±0,22 g ekor-1 dan panjang 11,70±0,08 cm. Ikan dipelihara dengan kepadatan 15 ekor m-2 selama 7 hari pada setiap kondisi sebelum dilakukan sampling. Hasil menunjukkan pengambilan sampel darah ikan mas dan ikan patin pada akuarium dan kolam dalam kondisi tidak hujan dan hujan tidak mempengaruhi gambaran darah kecuali limfosit pada ikan patin serta neutrofil pada ikan mas dan ikan patin
Partisipasi Anggota Binaan Kelompok Ekowisata di Desa Cikole Bandung Barat
Partisipasi anggota binaan kelompok yaitu LMDH Giri Makmur merupakan suatu hal yang penting dalam keberhasilan suatu program pengembangan wisata di Desa Cikole. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendorong anggota binaan kelompok dalam pengelolaan wisata, mengidentifikasi tingkatan partisipasi anggota binaan kelompok dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi anggota binaan kelompok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Metode kuantitatif diuji dengan uji regresi dan pemilihan responden menggunakan teknik sensus. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 36 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi anggota binaan kelompok dalam pengelolaan wisata PAL 16 cukup tinggi pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil dan evaluasi. Selanjutnya faktor yang memiliki pengaruh nyata dalam tingkat partisipasi anggota binaan kelompok dalam pengelolaan wisata ialah faktor internal (usia, lama tinggal, tingkat pendapatan, lama keanggotaan dan tingkat keinginan berkelompok) dan faktor eksternal ( tingkat dukungan perhutani, tingkat dukungan sarana dan prasarana dan tingkat dukungan kelompok
Evaluasi Bubuk Ketumbar, Lada Putih dan Kayu Manis Serta Pemanfaatannya Sebagai Pakan Fungsional Ruminansia
Pakan Fungsional merupakan pakan yang berfungsi untuk meningkatkan performa, produktivitas maupun kesehatan ternak. Penggunaan bahan alami sebagai tambahan pakan diharapkan berguna bagi performa dan kesehatan ternak, seiring dengan perkembangan zaman hal ini juga harus memenuhi tuntutan konsumen dalam kebutuhan produk ternak yang tidak mengandung kimia sintetik namun mampu menjaga kestabilan produk. In vitro digunakan sebagai metode yang digunakan untuk mengetahui pemanfaatan dari rempah-rempah yang digunakan sebagai pakan fungsional. Media inkubasi yang digunakan adalah cairan rumen dan larutan Mc Dougall yang ditempatkan dalam botol dan diinkubasi dalam water bath bersuhu 39-41oC selama 72 jam. Cairan rumen diambil dari sapi peranakan Friesian Holstein berfistula di Kandang Sapi Perah Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini akan mengevaluasi rumen in vitro yang diberi perlakuan penambahan bubuk ketumbar (T2), lada putih (T3), dan kayu manis (T4) ke dalam pakan kontrol (T1) yang bertujuan mengevaluasi rumen in vitro pada fermentasi, daya cerna dan produksi gas. Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan statistik pada pH rumen, NH3 ruminal, KCBK-KCBO, produksi metana, Total VFA dan VFA Parsial. Penambahan bubuk rempah bebeda nyata pada populasi protozoa. Populasi protozoa signifikan (P<0,05) dan tes lebih lanjut menggunakan Duncan menunjukkan meningkatkan populasi protozoa ruminal
Analisis Dampak Ketimpangan Gender terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan APEC
Indikator dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) memasukkan kesetaraan gender sebagai faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Kesenjangan antara perempuan dan laki-laki di kawasan APEC masih relatif tinggi baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran perempuan dilihat dari sisi kesehatan, pendidikan, dan ketenagakerjaan terhadap Pertumbuhan Ekonomi kawasan APEC Tahun 2010-2018. Metode pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode jenis data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif analisis data panel. Analisis regresi dengan Fixed Effect Model (FEM) menunjukkan bahwa ketimpangan gender yang diindikasikan melalui nilai GII dan pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Variabel lain yakni investasi dan kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sedangkan keterbukaan perdagangan dan pendidikan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan APEC. Kesimpulan yang dihasilkan dalam penelitian menjelaskan bahwa peran perempuan yang dilihat dari angka harapan hidup perempuan memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan laki-laki, rata-rata lama sekolah perempuan masih berada di bawah rata-rata lama sekolah laki-laki, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan masih di bawah tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki
Analisis Gender dalam Pertanian Perkotaan (Kasus: Program Kawasan Rumah Pangan Lestari Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor).
Pertanian merupakan salah satu sektor penyedia pangan di Indonesia. Pertanian perkotaan adalah salah satu bentuk pertanian yang memiliki fokus utama pada pemanfaatan lahan pekarangan dan diimplementasikan pada Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Sebagai salah program pembangunan pertanian, sudah semestinya pengarusutamaan gender terintegrasi sehingga dapat memerhatikan perbedaan kebutuhan di antara perempuan dan laki-laki sebagai pelaksana program. Dukungan partisipasi perempuan dan laki-laki dalam program ini penting adanya, untuk itu penelitian ini bertujuan: (1) pelaksanaan Program KRPL (2) hubungan karakteristik rumah tangga peserta program dengan tingkat kesetaraan gender (3) hubungan tingkat kesetaraan gender dengan tingkat pemenuhan kebutuhan gender. Survey terhadap 30 rumah tangga peserta Program KRPL di Kelurahan Kencana dilaksanakan selama 40 hari. Wawancara terhadap informan-informan dilakukan untuk melengkapi data survey. Data kuantittatif diolah dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program didominasi oleh perempuan. Isu beban kerja ganda ditemukan dalam beberapa rumah tangga responden dengan adanya penambahan alokasi waktu untuk melaksanakan Program KRPL. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang lemah dan tidak signifikan antara karakteristik rumah tangga dan tingkat kesetaraan gender serta ditemukan hubungan yang sedang dan signifikan antara tingkat akses dengan tingkat pemenuhan kebutuhan gender