26908 research outputs found
Sort by
Efisiensi Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang dalam Menghasilkan Biogas
ABSTRAK\ud
ERIKA ASRIYANTI. Efisiensi Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang dalam Menghasilkan Biogas (dibimbing oleh Irwan Ridwan Rahim dan Asiyanti T. Lando).\ud
\ud
Energi biogas dapat diperoleh dari limbah rumah tangga, kotoran cair dari peternakan ayam, sapi, sampah organik dari pasar, industri makanan dan sebagainya.Kulit pisang mengandung senyawa kimia seperti selulosa, hemiselulosa yang mengandung asam senyawa organik yang dapat dijadikan substrat untuk produksi biogas. Tujuan pada penelitian ini adalah 1 Untuk menganalisis karakterisitik biogas yang dihasilkan dari beberapa campuran limbah kulit pisang dan kotoran ternak.. 2. Untuk menganalisis komposisi dari campuran limbah kulit pisang dan kotoran ternak dalam menghasilkan biogas. 3. Untuk menganalisis biaya produksi dari pemanfaatan limbah kulit pisang dan kotoran ternak dalam menghasilkan biogas. Penelitian ini menggunakan 6 reaktor biogas volume 19L dengan metode batch. Perbandingan limbah padatan dan air adalah 1 : 2,5. Hasil analisis karakterisitik biogas yang dihasilkan dari campuran limbah kulit pisang dan kotoran ternak (sapi dan ayam) yaitu pada reactor E2 dengan komposisi campuran kotoran sapi 7,1%, kotoran ayam 7,1%, dan limbah kulit pisang 14,3%.Kandungan biogas yang tertinggi pada reaktor E2 adalah 91,4% dengan komposisi campuran kotoran sapi 7,1%, kotoran ayam 7,1%, dan limbah kulit pisang 14,3%.Komposisi efektif dari campuran limbah kulit pisang dan kotoran ternak dalam menghasilkan biogas adalah reaktor E4 dengan komposisi 2,4% kotoran sapi, 7,15% kotoran ayam, dan 19,0% limbah kulit pisang yang menghasilkan volume biogas sebesar 209 ml. Hasil analisis biaya produksi dari volume biogas efektif adalah pada reaktor E2 yaitu komposisi kotoran sapi 7,1%, kotoran ayam 7,1% dan kulit pisang 14,3% dengan biaya sebesar Rp 5.747 dengan volume metan yang dihasilkan 0,000174 m3. Jika dibandingkan dengan gas elpiji berukuran 3 kg dengan harga Rp 18.000 masih relatif lebih murah dengan pemanfaatan biogas dari bahan organik dan kotoran ternak. Dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, volume biogas yang dihasilkan tertinggi pada penelitian P3-2 yaitu 3932 ml dengan komposisi 1000 gr kotoran sapi, 1000 gr kulit pisang, 2000 ml air untuk kotoran sapi dan 3000 ml air untuk kulit pisang, sedangkan untuk penelitian yang dilakukan menghasilkan volume biogas sebesar 209 ml pada reaktor E4 dengan komposisi 357 gr kotoran sapi, 1071 gr kotoran ayam, 2850 gr limbah kulit pisang, 5,355 L air untuk kotoran ternak dan 5,355 L air untuk limbah kulit pisang .\ud
\ud
Kata kunci: Biogas, Kulit pisang, Biay
ANALISIS HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PENADAHAN (STUDI KASUS PUTUSAN NO 163/PID.B/2017/PN.MKS)
PEMBERLAKUAN SYARAT PENOLAKAN PENDAFTARAN MEREK BERDASARKAN MEREK TERKENAL
ABSTRAK\ud
Rusyaid Abdi (B11113142) dengan Judul ???Pemberlakuan Syarat Penolakan Pendaftaran Merek Berdasarkan Merek Terkenal???. Di bawah bimbingan Winner Sitorus sebagai Pembimbing I dan Harustiati A. Muin sebagai Pembimbing II.\ud
Perlindungan merek terkenal didasarkan pada Pasal 16 Ayat (3) Perjanjian TRIPs jo. Pasal 6bis Konvensi Paris. Secara nasional, perlindungan merek terkenal diatur dalam Pasal 21 Ayat (1) huruf c jo. Pasal 19 Ayat (3) Peraturan Menteri Hukum dan HAM Tahun 2016. Syarat penolakan pendaftaran merek berdasarkan persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek terkenal untuk barang dan/atau jasa yang tidak sejenis meliputi adanya keberatan oleh pemilik merek terkenal dan merek terkenal telah terdaftar.\ud
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui pemberlakuan syarat penolakan pendaftaran merek berdasarkan merek terkenal serta implikasi pemberlakuan syarat penolakan pendaftaran merek berdasarkan merek terkenal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Penelitian ini menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Kemudian bahan hukum yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif, untuk menghasilkan preskripsi.\ud
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemberlakuan syarat penolakan pendaftaran merek berdasarkan merek terkenal terdapat 3 (tiga) fase: syarat penolakan tidak ada, syarat penolakan tidak diatur, dan syarat penolakan diatur. Adapun syarat penolakan pendaftaran merek berdasarkan merek terkenal yang diatur dalam Pasal 19 Ayat (3) Peraturan Menteri Hukum dan HAM Tahun 2016 tidak berkesesuaian dengan ketentuan Pasal 16 Ayat (3) Perjanjian TRIPs 2) Implikasi pemberlakuan syarat penolakan pendaftaran merek berdasarkan merek terkenal terhadap perlindungan merek terkenal, meliputi upaya preventif perlindungan merek, yakni merek terkenal dapat melakukan penolakan pendaftaran merek dengan memenuhi syarat penolakan dan upaya represif perlindungan merek, yakni dengan mengajukan gugatan pembatalan merek.\ud
Kata kunci: Syarat Penolakan, Pendaftaran Merek, Merek Terkena
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai dengan Pemberian Streptomyces spp dan Bradyrhizobium spp Diperoleh dari Tiga Daerah di Sulawesi Selatan
N/AABSTRAK \ud
ASMIATY SAHUR.Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai dengan Pemberian\ud
Streptomyces spp dan Bradyrhizobium spp Diperoleh dari Tiga Daerah di Sulawesi\ud
Selatan (dibimbing oleh Ambo Ala, Baharuddin dan Elkawakib Syam???un). \ud
Penelitian ini bertujuan: 1) mengisolasi dan mengkarakterisasi secara morfologi\ud
serta mengidentifikasi isolat Streptomyces spp dan Bradyrhizobium spp sebagai Plant \ud
Growth Promoting Rhizosfer yang diisolasi dari tiga daerah pertanaman kedelai di\ud
Sulawesi Selatan,2) menguji kemampuan kedua bakteri tersebut dalam memfiksasi\ud
nitrogen dan melarutkan fosfat, 3) menguji kemampuan kedua bakteri tersebut\ud
memperoduksi IAA, GA\ud
3\ud
dan siderofor, 4) menguji pengaruh aplikasi inokulasi\ud
terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. \ud
Penelitian dilaksanakan dalam empat tahapan yaitu: 1) mengisolasi,\ud
mengkarakterisasi morfologi dan mengidentifikasi isolat sebagai PGPR yang diisolasi\ud
dari berbagai rizosfer tanaman kedelai di Sulawesi Selatan,2) menguji kemampuan\ud
memfiksasi nitrogen dan melarutkan fosfat, 3) menguji kemampuan bakteri\ud
memproduksi IAA, GA\ud
3\ud
dan 4) mempelajari pengaruh aplikasi isolat yang terpilih\ud
terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. \ud
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima puluh enam isolat bakteri\ud
yang dikelompokkan ke dalam bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Ada 35\ud
isolat yang menghasilkan lendir tebal atau berlendir ketika dikultur pada media\ud
Natrium Broth dan sisanya 21 isolat dapat memproduksi spora. Hasil penelitian\ud
menunjukkan potensi bakteri terisolasi menghasilkan Giberelin dalam konsentrasi\ud
tinggi. Isolat terbaik yang memproduksi Giberelin adalah RK 30 (4.670 mg/mL), RK 17\ud
(3,797 mg/mL), RK 15 (3,703) dan RK 35 (3.222 mg/mL). Empat isolat yang\ud
menghasilkan konsentrasi tinggi IAA termasuk RK 32 (2,794 mg/mL) diikuti oleh RK 8\ud
(1.810 mg/mL), RK 23 (1,714 mg/mL), dan RK 30 (1.678mg/mL). Inokulasi\ud
Streptomyces spp dan Bradyhizobium spp memperlihatkan hasil yang lebih baik\ud
terhadap tinggi tanaman fase akhir, jumlah cabang, jumlah binti akar, jumlah daun\ud
fase awal dan fase vegetatif, kerapatan stomata dan bobot biji per-tanaman berkisar\ud
antara 14 gram hingga 17 gram
Study of local buffalo care management aspects in tana toraja, Indonesia
This study was conducted to determine aspects of care management local buffalo in Tana Toraja. This research was conducted from June to September 2014 used a survey method that involves 20 local buffalo breeder in the Kaero village and Tongko Sarapung District of Sangalla determined by purposive sampling. The primary data obtained directly from farmers through direct interviews in the field, secondary data obtained from government agencies that have anything to do with this research. To describe the condition of livestock, carried out observations of governance that includes cage maintenance, disease control, and feeding. The results showed that: (1) system maintenance done extensive and semi-intensive system, (2) Feeding, the type of feed given is grass and field turf, gugura, without any additional foods such as bran and concentrates and (3) as for diseases that often attack animals such as fleas, diarrhea, intestinal worms, and treatment is only done traditionally by using several kinds of herbs such askasimpo root, ginger, Curcuma aeruginosa Roxb, turmeric, and Leucaena Leucocephala
UJI EKSTRAK SARANG BURUNG WALET Collocalia fuciphaga MENGGUNAKAN PELARUT METANOL DALAM MENGHAMBATPERTUMBUHAN Propionibacterium acnes DAN Candida albicans
Telah dilakukan penelitian tentang uji ekstrak sarang burung walet Collocalia fuciphaga menggunakan pelarut methanol dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acne dan Candida albcans. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dari ekstrak sarang burung walet dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acne dan Candida albicans serta memprediksi potensi afinitas pengikatan senyawa alamiah dengan protein target dan ligan melalui teknik reverse docking. Hasil yang diperoleh dari uji daya hambat Ekstrak metanol sarang burung walet pada konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, 20%, dan 40% terhadap Propionibacterium acne memberikan zona hambat pada inkubasi 1x24 jam dan 2x24 jam. Untuk inkubasi 1x24 jam pada konsentrasi 2,5% sebesar 7,1 mm, konsentrasi 5% sebesar 7,1 mm, konsentrasi 10% sebesar 7,1 mm, konsentrasi 20% sebesar 7,5 dan 40% sebesar 9,5 mm. sedangkan untuk inkubasi 2x24 jam pada konsentrasi 2,5% sebesar 7,8 mm, konsentrasi 5% sebesar 8,6 mm, konsentrasi 10% sebesar 7,9 mm, konsentrasi 20% sebesar 8,8 dan 40% sebesar 9,5 mm. Hasil yang diperoleh dari uji daya hambat ekstrak metanol sarang burung walet pada konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, 20%, dan 40% terhadap Candida albicans tidak menghasilkan zona hambat pada masa inkubasi 1x24 jam, 2x24 jam, dan 3x24 jam. Uji in silico sarang burung walet yang memiliki senyawa alami berupa Sialic acid dan D-Galactose direaksikan dengan protein target dari Candida albicans berupa Beta galactosidase dan Monosyl oligosakarida serta Kifunensine sebagai ligan. Senyawa alami, Protein target dan ligan kemudian dilakukan Reverse Docking. Hasil dari Reverse Docking menggunakan PyMol adalah Terdapat afinitas pengikatan senyawa D-Galaktose dan sialic acid pada monosyl oligosakarida di site yang sama pada uji in silico ekstrak sarang burung walet Collocalia fuciphaga sehingga terbukti mampu menghambat tetapi bersifat nonpolar
KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN BIOTA PENEMPEL PADA DERMAGA KAYU DI PANTAI KARANG-KARANGAN KECAMATAN BUA KABUPATEN LUWU
ABSTRACT\ud
The Research on Composition and Abundance of Biofouling Biota at Wooden pier at Karang-Karangan Beach Bua Sub-district of Luwu Regency was conducted from December 2016-June 2017. The purpose of this research is to know the types of macrobiofouling, and the abundance of macrobiofouling on the wooden pier on the Beach Coral-Karangan, Bua Sub-district, Luwu Regency. Sampling method using a quadrant plot and performed two data retrieves on the poles of wooden pier which were either exposed or unexpressed by water with 12 point stations. The results showed there were 8 species of 6 families: Saccostrea sp (ostreidae), Saccostrea cucullata (Ostreidae), Littoraria scabra (Littorinidae), Thais rufotincta (Muricidae), Septifer sp (Mytilidea), Cladophora glomerata (Cladophoraceae), Balanus sp (Balanidae), and Haemocinus sp (Planopilumnidae). Saccostrea sp has the highest average abundance of macrobiofouling on exposed wooden pier (223 ind/m2). The lowest abundance of Thais rufotincta and Haemocinus sp (1 ind/m2), respectively.\ud
\ud
Keywords: Abundance, Pasteable Biota, Wooden Pier, Luwu.\ud
ABSTRAK\ud
\ud
\ud
\ud
Penelitian tentang Komposisi dan Kelimpahan Biota Penempel Pada Dermaga Kayu di Pantai Karang-Karangan Kecamatan Bua Kabupaten Luwu, telah dilakukan pada bulan Desember 2016-Juni 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis macrobiofouling, dan kelimpahan macrobiofouling pada dermaga kayu di Pantai Karang-Karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Pengambilan dan pengamtan sampel dilakukan menggunakan plot kuadran dan dilakukan dua kali pengambilan data pada tiang dermaga kayu yakni yang terekspos maupun yang tidak tersekspos oleh air dengan 12 titik stasiun. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 jenis dari 6 familia yaitu: Saccostrea sp (ostreidae), Saccostrea cucullata (Ostreidae), Littoraria scabra (Littorinidae), Thais rufotincta (Muricidae), Septifer sp (Mytilidea), Cladophora glomerata (Cladophoraceae), Balanus sp (Balanidae), dan Haemocinus sp (Planopilumnidae). Saccostrea sp memiliki kelimpahan rata-rata macrobiofouling tertinggi pada tiang dermaga kayu yang terekspos (223 ind/m2). Kelimpahan terendah yaitu Thais rufotincta dan Haemocinus sp (1 ind/m2).\ud
\ud
Kata Kunci: Kelimpahan, Biota Penempel, Dermaga Kayu, Luwu
Efek Radiasi Sinar-X 6 MV terhadap Parotis pada Pasien Kanker Nasofaring Di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar
Telah dilakukan penelitian mengenai efek radiasi sinar-X 6 MV terhadap parotis pada pasien kanker nasofaring di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar. Pada penelitian ini dihitung persentase perubahan parotis yaitu dengan menentukan besaran range (selisih) CT Number pada gambaran CT-Scan parotis dan menganalisis hasil citra parotis pada niai CT numbernya setelah dilakukan terapi radiasi dari HU awal sampai HU 20x2Gy. Dari hasil analisis hasil citra pasien kanker nasofaring dari HU awal sampai HU 20x2Gy terdapat efek samping yaitu berkurangnya volume jaringan pada organ parotis berdasarkan nilai range CT Number, karena selain parotis termasuk organ yang radiosensitif juga teknik radiasi konformal 3 Dimensi (3D-CRT) kurang optimal dalam hal meminimalisir radiasi didaerah sekitar kanker sehingga dapat menimbulkan komplikasi jaringan
studi Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Kompos Menggunakan Variasi Dosis Bioaktivator (Promi dan MOL Larutan Gula
1\ud
ABSTRAK\ud
ANDRIYANI SUBEKTI. Studi Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Kompos Menggunakan Variasi Dosis Bioaktivator (PROMI Dan Mol Larutan Gula) (dibimbing oleh Ibrahim Djamaluddin dan A. Subhan Mustari).\ud
Semakin meningkatnya jumlah penduduk dan kegiatan manusia dalam suatu daerah maka semakin tinggi jumlah sampah yang dihasilkan. Dibutuhkan cara pengelolaan yang lebih baik agar sampah tidak menjadi masalah bagi lingkungan. Pola pengelolaan sampah dengan cara pengumpulan, pengangkutan serta pembuangan ditempat akhir sampah tidak dapat menyelesaikan persoalan ini. Disamping berbiaya tinggi pola ini juga menghasilkan volume sampah yang dibuang tidak terkurangi, diketahui bahwa TPA memiliki daya tampung dan usia pemakaian maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi sampah disalah satu sumber penghasil sampah yaitu Pasar Minasa Maupa serta memberikan solusi lebih ekonomis dan efesien dalam penanganan sampah yang dihasilkan khususnya sampah organik. Penelitian ini pula bertujuan untuk membandingkan efisiensi variasi bioaktivator bekerja dalam mendekomposisi sampah organik. Parameter yang diukur berdasarkan SNI 19-7030-2004 yaitu parameter makro meliputi suhu, pH, C-Organik, N, P, K dan rasio C/N. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen dengan subyek penelitian adalah sampah organik yang dihasilkan dari pasar Tradisional Minasa Maupa. Dari hasil penelitian ini diperoleh kompos dari tujuh perlakuan, nilai parameter rasio C/N rata-rata berada pada rentang yang telah ditentukan yaitu 10-20%. Jika dibandingkan dengan parameter kompos berdasarkan SNI 19-7030-2004 pada kompos , B1, C2, D1 dan D2 telah memenuhi standar atau layak di gunakan untuk parameter suhu, N, P205, K dan rasio C/N, B2 telah memenuhi standar atau layak di gunakan untuk parameter suhu, pH, N, P205, K dan rasio C/N dan C1 telah memenuhi standar atau layak di gunakan untuk parameter suhu, C, N, P205, K dan rasio C/N
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM IMPOR DAGING SAPI UNTUK KETERSEDIAAN DAGING SAPI DI KOTA MAKASSAR
Abstrak\ud
Indra Adiguna Damopolii. I11113520. Kebijakan Pemerintah dalam Impor Daging Sapi Untuk Ketersediaan Daging Sapi di Kota Makassar, dibawah bimbingan Dr. Ir. Sofyan Nurdin Kasim, M.S. sebagai pembimbing utama dan Dr. Ir. Syahriadi Kadir, M.Si. sebagai pembimbing anggota.\ud
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi penjual daging sapi di pasar tradisional dan realisasi ketersediaan daging sapi berdasarkan penerapan kebijakan mendatangkan daging sapi impor di kota Makassar. jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif dan kualitatif yang dikuantitatifkan. Analisis data yang digunakan pada penelitianini adalah statistik deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2017 di kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persepsi penjual daging sapi terhadap kebijakan pemerintah kota Makassar dalam mendatangkan daging sapi impor dinilai kurang efektif, sedangkan penerapan kebijakan tersebut belum dapat memenuhi target ketersediaan daging sapi yang telah dicanangkan oleh pemerintah kota Makassar.\ud
Kata Kunci : Kebijakan, Persepsi Penjual Daging Sapi, Ketersediaan Daging Sap