26908 research outputs found
Sort by
Penerapan MetodeMatriks Kovarian Heteroskedastisitas Konsisten pada Regresi Linear dengan Data Panel
Heteroscedasticity Consistency Covariance Matrix (HCCM) is one of the standard robust error methods used to overcome heteroscedasticity problems. In this study presents the estimator of the consistent heterogeneity covariance matrix in the correction of standard error values when there is a violation of the assumption of homoscedasticity in the linear regression model with panel data. The method that underlies the HCCM is Ordinary Least Square (OLS). In the balanced panel data, the Human Development Index data in 15 districts in South Sulawesi Province 2010-2014 uses a random effects model (MEA). The results obtained from HCCM suggest that the standard error values of the random effects model obtained can be corrected using the HCCM displaying the actual standard error values of the model even in the presence of heteroscedasticity. HCCM used in this study there are 4 types namely ???HC???_0, ???HC???_1, ???HC???_2, dan ???HC???_3 each of which is capable of correcting the standard error value of the linear regression model with panel data
Peningkatan Akurasi Prediksi Klasifikasi Pada Regresi Logistik Biner Menggunakan Adaptive Boosting
Regresi logistik merupakan metode analisis statistik untuk menganalisis hubungan antara dua variabel atau lebih dimana variabel respon bersifat kategorik. Regresi logistik biner digunakan ketika terdapat dua kemungkinan variabel respon (Y), sedangkan regresi logistik multinomial digunakan ketika terdapat lebih dari dua kemungkinan variabel respon (Y). Metode Maximum Likelihood Estimation digunakan untuk menaksir parameter pada model regresi logistik. Pada proses awal pengklasifikasian menggunakan regresi logistik biner, diperoleh akurasi prediksi sebesar 77%. Ketepatan klasifikasi regresi logistik biner dapat ditingkatkan dengan metode Adaptive Boosting (AdaBoost). Dalam penelitian ini, pengklasifikasian terbaik dengan menggunakan Adaptive Boosting (AdaBoost) diperoleh pada iterasi ke-37 dengan ketepatan akurasi prediksi sebesar 91,33%
DEKOMPOSISI JERAMI PADI OLEH ISOLAT BAKTERI SELULOLITIK ASAL SALURAN PENCERNAAN RAYAP Coptotermes curvignathus Holmgren
Jerami padi merupakan bahan terbarukan yang mempunyai potensi untuk dimanfaatkan dengan cara mengolahnya sebagai pupuk organik, berguna dalam mendukung keberlanjutan usaha pertanian. Penggunaan mikroba dalam hal ini adalah bakteri selulolitik sebagai suatu inokulum yang dipilih karena memiliki kemampuan tinggi dan bersifat sinergis dalam mendekomposisi jerami padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri selulolitik asal saluran pencernaan rayap dalam melakukan dekomposisi jerami padi. Dekomposisi menggunakan 5 perlakuan dengan 3 ulangan, dengan parameter uji yaitu jumlah total bakteri, laju dekomposisi, suhu, pH, warna dan kadar C/N kompos, analisis data model Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan B dengan menggunakan bakteri selulolitik kode BS 5 merupakan perlakuan terbaik dengan nilai C/N yang terendah yaitu 19,00 SNI 10-20, C-Organik 26,6% SNI 9,8-32%, N-Total 1,44% SNI ??0,40%. Kompos yang dihasilkan berwarna coklat kehitaman, memiliki terkstur rema
The Effect of the Different Prebiotic Level Added to the feed on the perfomance of Lactobacillus sp Bacteria (enzyme ?? amilase activity, and digestibility of carbohydrates) in the Digestive Track of White Shrimp, Litopenaeus vannamei
ABSTRACT\ud
This study aims to analysis of performance of the Lactobacillus sp, in the digestive track of the white shrimp after being given various prebiotic in the feed. Test animals use in this study was white shrimp juvenile, Litopenaeus vannamae measured the weight of 1.84 ?? 0.23 g/individu with a stocking density of 10 shrimp/container, cultured for 30 days in a tank measuring of 50 x 45 x 45 cm3 of 12 units use the recirculation systems and filled 50 L seawater with salinity of 15 ppt. The treatments were four types of feed that is formulated with various of prebiotics ie A: (without prebiotic), B:(lotus seeds), C: (sweet potatoes) and D (copra). These four types of treatments have been added Lactobacillus sp. with a population density of 1.5 x 109 CFU/ml. The result showed that the effect feeding with various prebiotic on the performance of Lactobacillus bacteria population (1.4 x 104 ??? 1.2 x 105 CFU/ml)were not significantly difference, but it was significantly difference to the enzim ??-amylase activity, (0.2558 IU/mL/minute), digestibility of carbohydrates (91.89%) The best resulted is feed added with probiotic copra, while the fat digestibility (83.93 %) resulted in fedd without prebiotc the (lowest resulted
PEMBERIAN EKSTRAK AIR KUNYIT DAN BAWANG PUTIH TERHADAP SISTEM KETAHANAN TUBUH BROILER YANG DIINFEKSI BAKTERI Salmonella pullorum
ABSTRAK\ud
A. Ardiansyah. I111 13 331. Pemberian Ekstrak Air Kunyit dan Bawang Putih terhadap Sistem Ketahanan Tubuh Broiler yang Diinfeksi Bakteri Salmonella pullorum. Dibawah bimbingan: Laily Agustina dan Sri Purwanti.\ud
Penggunaan antibiotik sintetik sebagai feed additive menghasilkan residu pada pangan dan menyebabkan resistensi bakteri, untuk itu diperlukan imbuhan pakan pengganti antibiotik sintetik. Imbuhan pengganti antibiotik sintetik dapat diperoleh dari fitobiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fitobiotik Ekstrak Air Kunyit (EAK), Ekstrak Air Bawang Putih (EABP) dan kombinasi Ekstrak Air Kunyit dan Bawang Putih (EAKBP) sebagai feed additive terhadap sistem ketahanan tubuh broiler yang diinfeksi Salmonella pullorum. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Setiap ulangan terdiri dari lima ekor d.o.c, sehingga jumlah keseluruhannya adalah 100 ekor d.o.c yang dipelihara secara intensif selama 38 hari. Perlakuan R0 = Pakan basal tanpa fitobiotik dan antibiotik (tanpa infeksi Salmonella pullorum) / kontrol negatif, R1 = Pakan basal + tetracycline 0,015% + filler 2,485% (diinfeksi Salmonella pullorum) / kontrol positif, R2 = Pakan basal + Ekstrak Air Kunyit (EAK) 2,50% (diinfeksi Salmonella pullorum), R3 = Pakan basal + Ekstrak Air Bawang Putih (EABP) 2,00% + filler 0,50% + (diinfeksi Salmonella pullorum), R4 = Pakan basal + Ekstrak Air Kunyit dan Bawang Putih (EAKBP) 2,50% (diinfeksi Salmonella pullorum). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dilanjutkan dengan uji F-kontras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fitobiotik EAK, EABP dan EAKBP untuk mempertahankan ketahanan tubuh broiler tidak menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap rasio H/L (P>0,05), akan tetapi berpengaruh nyata terhadap persentase bobot bursa fabricius dan persentase bobot limpa (P<0,05). Disimpulkan bahwa penambahan fitobiotik ekstrak air kunyit dan bawang putih sebagai feed additive pada ransum mampu mempertahankan ketahanan tubuh broiler terhadap infeksi bakteri Salmonella pullorum.\ud
Kata Kunci: Broiler, kunyit, bawang putih, fitobiotik, Salmonella pulloru
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PERJUDIAN SEBAGAI MATA PENCAHARIAN (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Majene Nomor 60/Pid.B/2016/PN.Mjn)
KAPAL LAUT DALAM PROSES PEMBANGUNAN SEBAGAI JAMINAN KREDIT
ABSTRAK\ud
SITI ANNISA MARLIASARWATI ALIM RAHMAT (B111 13 711), ???Kapal Laut Dalam Proses Pembangunan sebagai Jaminan Kredit???. dibawah bimbingan Nurfaidah Said selaku pembimbing I dan Harustiati A. Moein selaku pembimbing II.\ud
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur atau tahapan dan alas hak mengenai kapal laut yang dalam proses pembangunan untuk dijadikan sebagai jaminan hipotik\ud
Tipe penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian hukum normative. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan skripsi ini mencakup pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatam konseptual (conceptual approach)\ud
Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa kapal laut dalam proses pembangunan dapat dijadikan sebagai jaminan hipotik. Hal ini berlandaskan Undang- Undang No 17 Tahun 2008 Pasal 60, Peraturan Menteri Perhubungan No. 13 Tahun 2012 Pasal, dan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2002 Pasal 33. Dan yang menjadi alas hak bagi kapal laut dalam proses pembangunan dapat menggunakan grosse akta sementara yang dijamin dalam Pasal 16 Permenhub No. 13/2012\ud
Kata Kunci: Kapal Laut, Jaminan, Hipote
SOCIAL CAPITAL "TRUST" ETNIS BUGIS-MAKASSAR
-This paper focuses on social capital ???trust??? etnis Bugis-Makassar. social trust capital is a very important basic capital in a community. Ethnic Bugis-Makassar is a community has a variety of capital and sources of trust. This research aim to analyze the potential of social trust capital for ethnic communities bugis makassar in Bone and Jeneponto Regency South Sulawesi. The approach used in this research is qualitative with case study type. This case study analyzes the potential of social trust capital, ethnic bugis makassar in Kabupaten bone and Jeneponto. This study shows that the potential of trust resources for the community is 1. Religious solidarity, 2. Solidarity of language and ethnicity, 3.Solidarity of origin, 4. professionalism or expertise. The practice and embodiment of trust in the Bugis-Makassar community is manifested in various forms of social, cultural and religious practices and activities
Efisiensi Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang dalam Menghasilkan Biogas
ABSTRAK\ud
ERIKA ASRIYANTI. Efisiensi Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang dalam Menghasilkan Biogas (dibimbing oleh Irwan Ridwan Rahim dan Asiyanti T. Lando).\ud
\ud
Energi biogas dapat diperoleh dari limbah rumah tangga, kotoran cair dari peternakan ayam, sapi, sampah organik dari pasar, industri makanan dan sebagainya.Kulit pisang mengandung senyawa kimia seperti selulosa, hemiselulosa yang mengandung asam senyawa organik yang dapat dijadikan substrat untuk produksi biogas. Tujuan pada penelitian ini adalah 1 Untuk menganalisis karakterisitik biogas yang dihasilkan dari beberapa campuran limbah kulit pisang dan kotoran ternak.. 2. Untuk menganalisis komposisi dari campuran limbah kulit pisang dan kotoran ternak dalam menghasilkan biogas. 3. Untuk menganalisis biaya produksi dari pemanfaatan limbah kulit pisang dan kotoran ternak dalam menghasilkan biogas. Penelitian ini menggunakan 6 reaktor biogas volume 19L dengan metode batch. Perbandingan limbah padatan dan air adalah 1 : 2,5. Hasil analisis karakterisitik biogas yang dihasilkan dari campuran limbah kulit pisang dan kotoran ternak (sapi dan ayam) yaitu pada reactor E2 dengan komposisi campuran kotoran sapi 7,1%, kotoran ayam 7,1%, dan limbah kulit pisang 14,3%.Kandungan biogas yang tertinggi pada reaktor E2 adalah 91,4% dengan komposisi campuran kotoran sapi 7,1%, kotoran ayam 7,1%, dan limbah kulit pisang 14,3%.Komposisi efektif dari campuran limbah kulit pisang dan kotoran ternak dalam menghasilkan biogas adalah reaktor E4 dengan komposisi 2,4% kotoran sapi, 7,15% kotoran ayam, dan 19,0% limbah kulit pisang yang menghasilkan volume biogas sebesar 209 ml. Hasil analisis biaya produksi dari volume biogas efektif adalah pada reaktor E2 yaitu komposisi kotoran sapi 7,1%, kotoran ayam 7,1% dan kulit pisang 14,3% dengan biaya sebesar Rp 5.747 dengan volume metan yang dihasilkan 0,000174 m3. Jika dibandingkan dengan gas elpiji berukuran 3 kg dengan harga Rp 18.000 masih relatif lebih murah dengan pemanfaatan biogas dari bahan organik dan kotoran ternak. Dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, volume biogas yang dihasilkan tertinggi pada penelitian P3-2 yaitu 3932 ml dengan komposisi 1000 gr kotoran sapi, 1000 gr kulit pisang, 2000 ml air untuk kotoran sapi dan 3000 ml air untuk kulit pisang, sedangkan untuk penelitian yang dilakukan menghasilkan volume biogas sebesar 209 ml pada reaktor E4 dengan komposisi 357 gr kotoran sapi, 1071 gr kotoran ayam, 2850 gr limbah kulit pisang, 5,355 L air untuk kotoran ternak dan 5,355 L air untuk limbah kulit pisang .\ud
\ud
Kata kunci: Biogas, Kulit pisang, Biay
POLLEN DISPERSAL DISTANCES OF A VULNERABLE TROPICAL TREE, EBONY (Diospyros celebica Bakh.), IN EXPERIMENTAL FOREST OF HASANUDDIN UNIVERSITY
Ebony (Diosphyros celebica Bakh) is endemic tropical tree to central and northern Sulawesi and is currently categorized as ???vulnerable??? species according to the IUCN. Availability of molecular marker capable of studying how far the pollens can be transferred to female recipient trees, which be able to provide important information for breeding program and preventing inbreeding depression at low population level of Ebony. In this present study, we investigated the pollen dispersal distances of 95 Ebony trees in Experimental Forest of Hasanuddin University, Maros, South Sulawesi using three polymorphic Simple Sequence Repeat (SSR) marker loci. All trees were firstly mapped with GPS coordinates, and then genotyped using three SSR marker loci: 1430DC588341, 8917DC591591 and mDp17EF567410. Parentage analysis was conducted using CERVUS version 2.0 software. Results of the analysis indicated the highest polymorphic allele was obtained from mDp 17EF 567410 locus, eight alleles. Three evaluated markers were effective for assigning candidate male parents to all evaluated seedlings. The donated pollens could come from male parents in any directions in a range of at least 0 (selfing) up to 127 m apart from the evaluated female recipients. According to progenies analysis, female parent of Ebony is a dominantly outcrossing pollination species. There is no specific direction of donated pollen movement from assigned donor parents to the female ones. Moreover, insect pollinators may have played an important role in Ebony pollination