Hasanuddin University

Hasanuddin University Repository
Not a member yet
    26908 research outputs found

    Menggeledah Peran Sastra dalam Pembentukan Karakter Bangsa

    No full text
    -Bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah dan santun. Wah!, siapa bilang? Bangsa ini bangsa bringas, itu kata siapa? Bangsa ini bangsa yang beradab, apa betul? Bangsa ini berbudaya, apa? Bangsa ini ?????, dan sejumlah lagi julukannya. Memang banyak predikasi bangsa ini yang perlu dibaca ulang. Pernyataan-pernyataan itu tidak ada yang salah. Yang pasti bangsa ini sedang meradang. Bangsa ini penuh dengan bahasa iklan, \ud Ketika semua orang menyadari bahwa bangsa Indonesia tengah dilanda ???keterpurukan, sejumlah kalangan; dunia pendidikan, tokoh agama, dan pemimpin umat, budayaan dan kalangan pemerhati bangsa secara sendiri-sendiri atau bersama mencari akar masalahnya. Korupsi merajalela, dari semua lapisan. Ada departemen yang diharap dapat memberi pencerahan, justru diduga sebagai departemen terkorup di Indonesia. Sangat mencengangkan. Dan mereka (kalangan orang peduli) menyadari bahwa ???ada sesuatu yang salah di negeri ini???. Kebobrokan moral merupakan kata kunci yang dihipotesakan.\ud Seminar yang terselenggara hari ini, menurut hemat saya juga merupakan reaksi atas keprihatinan melihat keterpurukan bangsa ini. Berseminar dengan tema ???Peran Ilmu-Ilmu Humaniora dalam Membangun Karakter Bangsa??? merupakan bukti nyata untuk mengambil peran dalam menemukenali permasalahan bangs

    Strategi Pemanfaatan Sumber Daya Organisasi di Lingkungan Pemerintah Daerah Kab. Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Organisasi Publik (competitive advantage of public organization)

    No full text
    Menurut Esman dalam Eaton (1972:22-23) bahwa ada sejumlah variabel kelembagaan yang menentukan kemampuan suatu organisasi (pemerintahan dan masyarakat

    ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DI KELURAAN UNTIA KOTA MAKASSAR

    No full text
    Untia merupakan kelurahan yang dijadikan sebagai kelurahan wisata di Kota Makassar. Berdasarkan rencana induk pengembangan pariwisata daerah, kelurahan untia memiliki potensi yang harus lebih dikembangkan. Salah satunya yaitu kawasan ekosistem mangrove dengan luas 10.06 ha. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai November 2017, bertujuan untuk mengetahui potensi ekowisata kawasan ekosistem mangrove di Kelurahan Untia, Kota Makassar untuk dikembangkan menjadi kawasan ekowisata. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dan wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis kesesuaian wilayah untuk wisata pantai kategori mangrove dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi ekowisata di ekosistem mangrove Untia adalah burung bangau, burung kuntul, kadal, kepiting mangrove, Ikan bandeng, Ikan belanak dan Ikan gelodok. Kawasan mangrove Untia termasuk dalam kategori sesuai bersyarat untuk dijadikan kawasan ekowisata. Strategi pengembangan ekowisata mangrove pada kawasan mangrove Untia adalah perlunya publikasi mengenai kawasan Untia di media sosial, Pelatihan mengenai usaha-usaha yang terkait dengan wisata terhadap sumberdaya manusia setempat, Perlu pendanaan yang lebih untuk penyediaan sarana dan prasarana pendukung

    Penerapan Reversible Low Contrast Mapping pada Kriptografi Hill Cipher dan Shamir's Three Pass Protocol

    No full text
    Kriptografi adalah salah satu alternative pemecahan masalah keamanan dokumen digital. Salah satu algoritma enkripsi dan dekripsi dalam kriptografi adalah algoritma Hill Cipher. Hill Cipher merupakan salah satu algoritma kunci simetris yang menggunakan matriks sebagai kunci untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Kriptografi pada Hill Cipher dapat dipecahkan dengan metode Known Plain Text Attack. Untuk mengatasi masalah yang ada pada Hill Cipher maka Shamir menggabungkan Hill Cipher dan Shamir???s Three Pass Protocol. Pada metode Shamir???s Three Pass Protocol penerima dapat mengetahui kunci yang digunakan pengirim. Oleh karena itu, untuk mengatasi kelemahan dari penggabungan Hill Cipher dan Shamir???s Three Pass Protocol maka diterapkan metode Reversible Low Contrast Mapping (RLCM). Sebelum menerapkan metode RLCM pada Shamir???s Three Pass Protocol, pesan yang akan dikirim harus dienkripsi terlebih dahulu. Hasil enkripsi disebut dengan cipherteks. Selanjutnya, metode RLCM diterapkan pada cipherteks tersebut. Modifikasi pada cipherteks dengan menggunakan metode RLCM bertujuan agar penerima tidak dapat mengetahui kunci yang digunakan oleh pengirim

    KETERKAITAN JENIS DAN KERAPATAN LAMUN DENGAN TEKSTUR SEDIMEN DI DUSUN BIRINGKASSI DESA SAPANANG KECAMATAN BINAMU KABUPATEN JENEPONTO

    No full text
    Seagrass is a flowering plant that has fully adapted to sink in the ocean. This plant\ud consists of rhizomes, leaves and roots. This study aims to determine the\ud distribution, density and % cover of seagrass species. To know the basic sediment\ud texture in the seagrass area. And to know the relation of type and density of\ud seagrass with sediment texture in Subdistrict Biringkassi Binamu Jeneponto\ud Regency. This research was conducted from December 2016 until October 2017 at\ud Biringkassi Subdistrict Binamu District Jeneponto Regency covering preparation\ud stage, initial observation phase, station determination stage, field data collection\ud phase, sediment texture analysis phase, and data analysis phase. The results\ud showed that there were seven types of seagrasses in the waters of Sub Biringkassi,\ud Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea\ud serrulata, Halophila ovalis, Halodule uninervis and Syringodium isoetifolium. The\ud lowest density of seagrasses was found in the area around the pier and was highest\ud in the mooring areas and fishing boats. The lowest seagrass cover is found in the\ud mooring area and the fishing boat lane and the highest is in the seaweed storage\ud area. The basic sediment texture that dominates the data collection area is the\ud texture of fine sand sediments at the mooring area and the fishing boats and sand\ud lanes in the area around the wharf to the seaweed storage area. Seagrass species\ud of E.acoroides and T.hemprichii grow more on substrates with relatively higher silt\ud concentrations, whereas the texture of sediments dominated by fine sand is much\ud overgrown with species of H.uninervis and H.ovalis species. The texture of rough\ud sand sediments is overgrown with seagrass species C.serrulata, C.rotundata and\ud S.isoetifolium

    Uji Aktivitas Ekstrak Cacing Laut Perinereis aibuhitensis dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi

    No full text
    Research on the activity of marine worm extract of Perinereis aibuhitensis\ud in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus and Salmonella typhi bacteria\ud have done. The purpose of this research was to know the effective concentration\ud of marine worm extract Perinereis aibuhitensis in inhibiting the growth of Gram\ud positive bacteria Staphylococcus aureus and gram negative Salmonella typhi. The\ud results showed that marine worm extracts using 96% ethanol solvent and treated\ud with Staphylococcus aureus bacteria cultures with 7.5%, 15%, 30% and 60%\ud worm extract concentrations gave inhibition zone on medium for 1x24 hours and\ud 2x24 hours. For incubation 1x24 hours at 7.5% concentration had no inhibit zone,\ud 15% concentration of 8 mm, 30% concentration of 9.7 mm, and 60%\ud \ud 2\ud concentration of 12.8 mm. While for incubation for 2x24 hours at concentration\ud 7.5% and 15% did not show drag zone, concentration 30% at 8.7 mm and 60%\ud concentration equal to 12 mm. The result showed that marine worm extract using\ud 96% ethanol solvent and treated on bacterial culture of Salmonella typhi with\ud marine worm extract concentration of 7.5%, 15%, 30% and 60% gave inhibition\ud zone on medium for 1x24 hours and 2x24 hours. For incubation 1x24 hours at\ud 7.5% concentration had no inhibition zone, 15% concentration of 9.7 mm, 30%\ud concentration of 9.5 mm and 60% concentration of 12.1 mm. while for incubation\ud 2x24 hours at 7.5% concentration of 8.5 mm, 15% concentration of 9.7 mm, 30%\ud concentration of 9.5 mm and 60% concentration of 11.8 mm

    Phase diagram of six-state clock model on rewired square lattices

    No full text
    To be submittedThe critical properties of the six-state clock model (SSCM) on rewired square lattice are studied\ud numerically using Monte Carlo simulation with Wang-Landau algorithm. This model is one\ud of the discrete counterparts of the continuous XY model, considerably studied because of experiencing\ud a unique topological phase transition called Kosterlitz-Tholess (KT) transition. Due\ud to discrete symmetry, the SSCM has two KT transitions, i.e., at temperature T1 and T2, where\ud T1 < T2. The first transition separates the low temperature magnetic order and the quasi-long\ud range order (QLRO) which is an intermediate phase also known as KT phase; while the second\ud transition separates the QLRO and the high temperature disorder (paramagnetic) phase (2; 3). It\ud was reported in the previous study that the KT phase of the SSCM and XY model is affected by\ud the presence of randomness in form of site and bond dilution, and totally ruled out if the bonds\ud or sites of the lattice are no longer percolated(3; 4). In the present study, we probe different type\ud of randomness, namely by rewiring the lattice. We randomly add one or two extra bonds to each\ud lattice site, and connect the site to its second or third nearest neighbors. As a results, the average\ud number of neighbors C increases, which corresponds to an increase in coordination number or\ud essentially spatial dimension(5). The increase of C affects the existence of KT phase. For each\ud value of C, we calculate the correlation ratio for detecting and analyzing the existing the KT\ud phase. This quantity has also been used in the study of critical properties of edge-cubic spin\ud model on square lattice(6). Variation of KT temperatures (T1 and T2) for different values of C is\ud observed, which is plotted with respect to each corresponding C to obtain the phase diagram of\ud the system

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PENDERITA KUSTA DI KABUPATEN MALUKU TENGAH TAHUN 2017

    No full text
    Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kualitas hidup penderita kusta di kabupaten Maluku Tengah tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain potong lintang. Analisis data digunakan adalah analisis jalur dengan menggunakan sampel sebesar 72 penderita kusta. Hasil penelitian menunjukan kualitas hidup penderita kusta di Kabupaten Maluku Tengah nilai rata-rata 73,40 termasuk dalam kategori sedang. Variabel Tingkat kecacatan (p = 0.000), reaksi kusta (p = 0.041), stigma (p = 0.000). Artinya berpengaruh terhadap depresi, dan variabel tingkat kecacatan (p = 0.040), reaksi kusta (p = 0.000), depresi (p = 0.000). Artinya berpengaruh terhadap kualitas hidup. Sementara variabel stigma tidak signifikan karena nilai (p = 0.147). Untuk meningkatkan kualitas hidup penderita diperlukan penanganan konseling, terapi kelompok, rehabilitasi fisik dan akupasi untuk mencegah cacat dan penderita bisa melakukan pekerjaan yang bisa meningkatkan kualitas hidupnya

    ESTIMASI EMISI METANA ( CH4 ) DARI TPA TAMANGAPA

    No full text
    Salah satu gas rumah kaca penyebab perubahan iklim adalah gas metana (CH4) yang dihasilkan oleh timbunan sampah. Emisi metana dari sampah merupakan hasil dekomposisi anaerobik dari bahan organik dalam sampah. Timbunan sampah yang semakin tinggi di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) tanpa pengolahan lebih lanjut dapat menimbulkan emisi metana yang semakin besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi emisi metana eksisting di TPA Tamangapa dan memprediksi emisi metana dari TPA Tamangapa untuk 10 tahun kedepan dengan menggunakan rumus IPCC 2006. Perhitungan emisi metana dari TPA menggunakan acuan rumus IPCC Waste Model Calculation tahun 2006. Hasil penelitian menunjukkan timbulan sampah kota Makassar pada tahun 2016 adalah 0,449 kg/org/hari dengan komposisi sampah yang didominasi oleh sampah organik. Nilai potensi emisi metana di TPA Tamangapa kota Makassar Tahun 2016 adalah 2,24 Gg/tahun dan pada proyeksi Tahun 2026 adalah 4,968 Gg/tahun. Upaya mitigasi dan adaptasi yang dapat direkomendasikan adalah dengan sosialisasi teknik 3R ( Reduce, Reuse, dan Recycle ) serta pembangunan TPA open dumping yang ada di kota makassar sesuai dengan amanat UU no. 18 tahun 2008

    13,460

    full texts

    26,908

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Hasanuddin University Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇