26908 research outputs found
Sort by
Analisis Citra Darah Untuk Menentukan Jumlah Trombosit
Telah dilakukan penelitian dengan menganalisis citra darah guna menentukan jumlah trombosit. Tujuan dari penelitian ini membuat program untuk menghitung jumlah trombosit pada citra sel darah secara akurat dengan menggunakan Matlab. Citra yang diolah merupakan data sekunder yang diunduh dari internet dalam bentuk JPG. Terdapat 3 jenis citra yang diolah yaitu citra trombosit normal, Makrotrombositopenia, dan Pseudtrombositopenia. Metode yang digunakan adalah K ??? Means Clustering dan Local Minimization. Variabel hasil yaitu luas piksel, keliling, dan Roundness. Untuk klasifikasi jenis trombosit digunakan pohon keputusan. Analisis dilakukan dengan membandingkan presentasi kecocokan jenis citra dari pohon keputusan (program Matlab) dengan tampilan visual dari citra. Hasil yang diperoleh menunjukkan persentasi ketidakcocokan hanya 1%
EVALUASI PELAKSANAAN SMK3 PADA PT. XXX BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 50 TAHUN 2012
ABSTRAK\ud
kecelakaan kerja dapat dicegah dengan adanya kemauan yang kuat untuk pencegahan.. Aspek K3 tidak akan bisa berjalan seperti apa adanya tanpa adanya intervensi dari manajemen berupa upaya terencana untuk dikelola.. Semua Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) bertujuan untuk penanganan dan identifikasi risiko K3 yang ada dalam perusahaan agar kejadian yang tidak diinginkan atau dapat berakibat kerugian dapat dicegah\ud
Fokus penelitian ini adalah pengkajian tinjauan implementasi SMK3 Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 ditinjau dari 12 komponen pedoman penerapan SMK3. Adapun pengambilan data yang digunakan yaitu wawancara dan pengisian lembar check list. Proses pengolahan data meliputi Pembandingan data hasil wawancara, lembar check list dengan data sekunder dan pengamatan yang terkait dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT XXX, kemudian dilakukan analisis data yang sudah didapat dan membandingkannya dengan peraturan yang berlaku yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012.\ud
Implementasi SMK3 Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 di PT XXX dengan jumlah skor yang tercapai adalah 206 ( Rentang skor : Kurang 166-276 ,Cukup 277-386, Baik 387-498) . Berdasarkan nilai persentase penilaian implementasi PP No 50 Tahun 2012 Tentang SMK3 maka dapat disimpulkan bahwa penerapan SMK3 di PT XXX termasuk dalam kategori ???Kurang???
STUDI EKSPERIMENTAL PENENTUAN KADAR ASPAL BUTON OPTIMUM TIPE LGA 50/30 MENGGUNAKAN AGREGAT BATU GAMPING
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan penggunaan agregat lokal batu gamping Kabupaten Muna sebagai material perkerasan jalan campuran beraspal. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental di laboratorium. Kinerja campuran beraspal ditentukan berdasarkan daya dukung campuran berdasarkan parameter stabilitas dan volumetrik dengan metode Marshall (SNI 06-2489-1991). Penggunaan batu gamping sebagai material campuran aspal panas (hot mix) baik tanpa atau dengan menggunakan aspal Buton, semua persyaratan Bina Marga dipenuhi. Hal ini berarti bahwa campuran aspal hot mix menggunakan batu gamping cocok untuk lalu lintas sedang yang memiliki proporsi kendaraan berat yang rendah atau pada jalan yang berstatus sebagai Jalan Kabupaten
STUDI KASUS PENANGANAN PENYAKIT PERIODONTAL PADA KUCING DI KLINIK HEWAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
ABSTRAK\ud
HASIM DJAMIL. O 121 16 031.(Studi Kasus Penanganan Penyakit Periodontal\ud
Pada Kucing Di Klinik Hewan Pendidikan Universitas Hasanuddin). Dibimbing\ud
oleh Novi Susanty\ud
Studi kasus penanganan penyakit periodontal dengan metode dental\ud
scaling diharapkan mampu memberikan gambaran kepada dokter hewan\ud
mengenai penilaian tindakan yang tepat dalam kasus penyakit periodontal.\ud
Evaluasi kasus dinilai berdasarkan gradasi keparahan periodontal, indeks plak,\ud
serta hasil pemeriksaan fisik. Penanganan yang dilakukan dengan metode dental\ud
scaling menggunakan ultrasonic scaler pada gigi molar, premolar, caninus dan\ud
incisivus mandibular dan maxilla untuk mengurangi mikroba patogen dan\ud
akumulasi kalkulus pada gigi. Hasil pelepasan kalkulus pada rongga mulut dengan\ud
teknik scaling memperlihatkan peningkatan densitas dan menurunkan indeks plak\ud
pada gigi. Penanganan penyakit periodontal dengan dental scaling dan kombinasi\ud
pemberian antibiotik metronidazole dan antiseptik oxyfresh pada post-operative\ud
menunjukkan hasil yang signifikan yang ditandai dengan berkurangnya halitosis,\ud
gingiva normal, tidak ada resesi gingiva, tidak ada deposit plak dan kalkulus.\ud
Kata Kunci:Kucing, dental scaling, penyakit periodonta
ANALISIS POLA MENABUNG DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA PEMULUNG DI KOTA MAKASSAR
ABSTRAK\ud
Analisis Pola Menabung dan Tingkat Kesejahteraan Keluarga Pemulung\ud
di Kota Makassar\ud
Nia Inriani Tenri Pada\ud
Sri Undai Nurbayani\ud
Bakhtiar Mustari\ud
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pola menabung pada pendapatan, konsumsi, dan bantuan pemerintah dalam kaitannya dengan tingkat kesejahteraan keluarga pemulung kota makassar.penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer yakni hasil wawancara dengan enam orang informan.mereka adalah masyarakat berprofesi sebagai pemulung dan satu informan sebagai ketua yayasan.penentuan informan menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan metode kualitatif ini menunjukkan bahwa Dari aspek pola menabung sosial; keluarga pemulung seluruhnya memiliki tabungan di bank dengan jumlah bervariasi, di samping karena keinginan untuk menabung dan kebutahan untuk mendadak/jaga-jaga, juga karena tuntutan kebutuhan yang berkaitan dengan social ekonomi lainnya, seperti kebutuhan untuk memperoleh bantuan BPJS, maka mereka harus memiliki tabungan. Jumlah pendapatan mereka yang rata-rata mencapai 400.00 per bulan, memungkinkan mereka untuk menyisihkan untuk menabung. Dari segi pola konsumsi, maka keluarga pemulung umumnya mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya (pangan dan sandang), dengan rata-rata konsumsi 50 ribu perhari untuk 2 ??? 3 orang dengan konsumsi pola rumah tangga. Seluruh keluarga pemulung menjadi target bantuan pemerintah, mulai dari bantuan langsung tunai, bantuan pendidikan gratis, bantuan kesehatan, beras raskin sampai dengan komponen program lainnya seperti adanya pembinaan sosial dan keterampilan khusus. Pemulung menduduki tingkat kesejahteraan II dimana dapat kita ketahui ciri-ciri diatas tingkat kesejahteraan II yaitu memiliki tabungan keluarga,makan bersama sambil berkomunikasi,mengikuti kegiatan masyarakat, rekreasi bersama (6bulan sekali), meningkatkan pengetahuan agama,memeperoleh berita dari surat kabar, radio, tv, dan majalah serta menggunakan transportasi.sehingga pemulung merasakan sejahtera karena terpenuhinya tingkat pemunuhan kebutuhannya.\ud
Kata kunci: Pemulung, pola menabung, tingkat kesejahteraa
PENGARUH KEJELASAN SASARAN ANGGARAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (Studi di SKPD Kabupaten Luwu Timur)
ABSTRAK\ud
Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran dan Penyajian Laporan Keuangan\ud
Daerah terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah\ud
(Studi di SKPD Kabupaten Luwu Timur)\ud
The Influence Clarity Target Budget and Financial Statement Presentation\ud
The area of the Accountability of Financial Management\ud
(Studies in SKPD Kabupaten Luwu Timur)\ud
Adit Susanto\ud
Mediaty\ud
Agus Bandang\ud
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris dan menganalisis pengaruh\ud
kejelasan sasaran anggaran dan penyajian laporan keuangan daerah terhadap\ud
akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah di SKPD Kabupaten Luwu Timur.\ud
Model analisis data yang digunakan yaitu regresi linear berganda. Pengambilan\ud
sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu teknik pengambilan\ud
sampel yang didasarkan atas kriteria tertentu untuk dijadikan responden dalam\ud
penelitian ini. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang\ud
dibagikan kepada pegawai di 26 SKPD dengan sampel 4 pegawai dari setiap SKPD,\ud
namun dari 104 kuesioner yang dibagikan, sebanyak 87 kuesioner (83,6%) yang\ud
diisi lengkap dan dapat diolah. Berdasarkan hasil analisis data dengan bantuan\ud
SPSS 22 menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis secara parsial (t-test)\ud
membuktikan bahwa variabel kejelasan sasaran anggaran dan penyajian laporan\ud
keuangan daerah memiliki pengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan\ud
keuangan daerah.\ud
Kata kunci: pengaruh kejelasan sasaran anggaran, penyajian laporan keuangan\ud
daerah, akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah\ud
This study aims to empirically examine and analyze the budget goal clarity and\ud
presentation of financial statements in the accountability area of financial\ud
management in East Luwu Regency SKPD. Data analysis model used is multiple\ud
linear regression. Sampling was done bymethod purposive samplingsampling\ud
techniques based on specific criteria to be the respondent in this study. Collecting\ud
data in this study using a questionnaire distributed to employees in 26 SKPD with\ud
4 employees sample from each SKPD, but of the 104 questionnaires distributed, a\ud
total of 87 questionnaires (83.6%) were fully completed and can be processed.\ud
Based on the results of data analysis using SPSS 22 shows that the results of\ud
partial hypothesis test (t-test) proves that the variable budget goal clarity and\ud
presentation of financial statements regions have a positive impact on financial\ud
management accountability.\ud
Keywords: influence budget goal clarity, the area of financial statement\ud
presentation, financial management accountabilit
IDENTIFIKASI SAMPAH LAUT DI MUARA SUNGAI BIRINGKASSI DAN WILAYAH PESISIR SEKITARNYA DI KABUPATEN TAKALAR
Sampah di daerah pesisir dan sungai yang bermuara ke laut merupakan permasalahan kompleks, dikarenakan dampak yang ditimbulkan sampah mengancam kelangsungan hidup biota di laut. Penelitian mengenai sampah laut ini dilakukan di daerah muara Sungai Biringkassi dan pesisir sekitarnya yang diasumsikan sebagai lokasi potensi penyumbang sampah ke laut. Tujuan penelitian ini mengetahui jenis, jumlah berdasarkan ukuran dan massa sampah laut pada kondisi pasang dan surut serta adakah perbedaan saat waring terpasang dan tidak terpasang di muara dengan yang terdapat pada shore-line di sekitarnya. Metode pengambilan sampah dilakukan di 3 stasiun, dimana Stasiun 1 berada pada daerah pesisir dekat dengan pemukiman, Stasiun 2 berada pada wilayah pesisir sebelah kanan muara sungai, Stasiun 3 berada pada pesisir sebelah kiri muara sungai dekat dengan empang, di dalam sebuah transek yang dibentangkan mengikuti garis pantai lalu dibagi menjadi 3 plot pada setiap stasiun dengan ukuran 100 m x 25 m dengan pembagian 30 meter ke arah darat dan 30 meter ke arah laut dengan prinsip line paraller, pengambilan sampah dengan menggunakan waring tepat pada muara sungai dengan panjang sekitar 80 meter, Sampah dikumpulkan pada periode pasang dan surut. Parameter oseanografi fisika yang dijadikan sebagai data pendukung yaitu pengukuran arah dan kecepatan arus, serta gelombang. Dari hasil penelitian menunjukkan jenis sampah plastik yang paling banyak ditemukan di setiap stasiun penelitian. Berdasarkan ukuran sampah yang paling banyak ditemukan ialah sampah ukuran macro-debri. Untuk massa sampah yang didapatkan di setiap stasiun tertinggi pada saat pasang dibandingkan surut. Tidak ada pengaruh keberadaan waring di muara sungai terhadap jenis, jumlah berdasarkan ukuran dan massa sampah
Model Generalized Poisson Regression untuk Data Overdispersi pada Jumlah Penderita Demam Berdarah Dengue
Asumsi dasar dalam regresi Poisson yaitu nilai variansi data sama dengan nilai mean data. Namun, asumsi tersebut umumnya tidak terpenuhi, misalnya terdapat kasus overdispersi. Overdispersi dalam regresi Poisson terjadi apabila nilai variansinya lebih besar daripada nilai meannya. Jika terjadi overdispersi pada data, maka model regresi Poisson kurang akurat digunakan karena berdampak pada nilai standard error dari taksiran parameter yang dihasilkan cenderung menjadi underestimate sehingga kesimpulan yang diperoleh menjadi kurang valid. Dalam penelitian ini, kasus overdispersi diatasi dengan model generalized Poisson regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemodelan regresi generalized Poisson mampu mengatasi terjadinya overdispersi yang terjadi pada pemodelan regresi Poisson dengan nilai AIC minimum yaitu 254,976 sehingga diperoleh model regresi generalized Poisson: (??_i ) ??=exp???(1,032+0,216x_1-0,012x_2+2,062x_3-0,506x_4). Model memiliki nilai R^2 sebesar 67% yang artinya jumlah penderita DBD ditentukan oleh persentase tempat-tempat umum memenuhi syarat kesehatan, persentase penduduk yang memiliki akses air minum layak, persentase rumah tangga berprilaku hidup bersih dan sehat dan persentase rumah yang memenuhi syarat kesehatan. Selebihnya 33% ditentukan oleh faktor lain
Penggunaan Metode Estimasi Robust S-LIU dalam Mengatasi Multikolinearitas dan Outlier pada Regresi Linier Berganda
Analisis regresi berganda adalah suatu metode yang digunakan untuk memodelkan hubungan antara variabel respon dengan beberapa variabel prediktor. Metode Kuadrat Terkecil (MKT) adalah salah satu metode yang digunakan untuk estimasi parameter regresi. Data outlier adalah suatu data pengamatan yang memiliki pola berbeda dari sebagian besar data pengamatan. Keberadaan data outlier menyebabkan variansi menjadi besar dan intrval kepercayaan menjadi lebar. Metode estimasi robust-S adalah salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi masalah outlier. Salah satu asumsi dari MKT adalah tidak ada hubungan antara variabel-variabel prediktor (multikolinearitas). Apabila terdapat masalah multikolinearitas menyebabkan eror dan variansi menjadi besar. Metode estimasi LIU merupakan salah satu metode yang digunakan jika terdapat masalah multikolinearitas. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data angka kematian bayi di Sulawesi Selatan tahun 2015 yang mengandung multikolinearitas dan outlier. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan estimasi parameter regresi linier berganda yang teridentifikasi multikolinearitas dan outlier dengan menggunakan metode estimasi robust-S dan metode estimasi LIU (robust S-LIU). Model hasil yang didapatkan berupa nilai Mean Square Error (MSE) metode estimasi robust S-LIU (76,92) lebih kecil dibandingkan dengan MKT (150,91), dengan nilai R^2 sebesar 74,12%. Dengan demiikian metode estimasi robust S-LIU lebih efektif digunakan jika terdapat masalah multikolinearitas dan outlier.\ud
Kata Kunci: Metode Kuadrat Terkecil, outlier, Mulikolinearitas, Metode estimasi LIU, Metode robust estimasi-S, metode estimasi robust S-LIU, Mean Square Erro
Minimalisasi Biaya Pendistribusian Air pada Musim Kemarau di Kabupaten Soppeng dengan Menggunakan Metode Zero Suffix dan Danzing
Metode transportasi adalah suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari beberapa sumber ke beberapa tujuan dengan tujuan mendapatkan biaya minimal dari total distribusi. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah bagaimana meminimalkan biaya pendistribusian air dari sumber air ke daerah tujuan menggunakan metode Zero Suffix dan Danzing . Dalam Skripsi ini, hasil akhir dari perhitungan metode Zero Suffix dan Danzing akan dibandingkan. Untuk membantu menganalisis perbandingan kedua metode tersebut, maka dilakukan evaluasi kinerja menggunakan program aplikasi yang dibangun dengan menggunakan bahasa pemprograman Matlab. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa biaya distribusi air di PDAM Kabupaten Soppeng dengan menggunakan metode Zero Suffix dan Danzing sama yaitu sebesar Rp.57.165.000,-. Dari hasil minimalisasi yang diperoleh, Metode Zero Suffix lebih efisien dibandingkan Danzing. Hal ini ditunjukkan dari perhitungan jumlah iterasi kedua metode tersebut.\ud
Kata kunci: Masalah Transportasi, Metode Zero Suffix, dan Danzing