26908 research outputs found
Sort by
Analisis Kinerja Bundaran Jl. Nusantara - Jl. Ujung Pandang - Jl. Riburane
Pertumbuhan kendaraan bermotor di kota Makassar mencapai 7 % per tahun, sedangkan pertumbuhan jalan <1 % per tahun (Dinas Perhubungan Kota Makassar, 2017). Ketidak seimbangan antara nilai pertumbuhan kendaraan bermotor dengan peningkatan kapasitas jalan menyebabkan masalah pada sektor transportasi seperti kemacetan. Kemacetan sering kali terjadi pada ruas dan simpang, khususnya pada jam puncak. Penelitian ini dilakukan pada Simpang Bundaran Tugu Mandiri di Jalan Nusantara ??? Jalan Ujung Pandang ??? Jalan Riburane dan penelitian ini berfokus pada pembentukan parameter model simulasi dan karakteristik kinerja simpang. Penelitian ini dilaksanakan di simpang tak bersinyal Jalan Nusantara ??? Jalan Ujung Pandang ??? Jalan Riburane selama waktu kerja yang dimulai pukul 06.00 ??? 18.00 WITA. Data yang diperlukan antara lain karakteristik kendaraan dan geometrik jalan. Metode survei yang digunakan untuk pengukuran volume yaitu pengamatan secara langsung, dan untuk pengukuran kecepatan menggunakan speed gun. Metode analisis yang digunakan untuk menghitung kinerja lalu lintas simpang pada studi ini adalah pendekat model mikro-simulasi lalu lintas berbasis Vissim, langkah awal dalam menghitung kinerja simpang yaitu dengan melakukan kalibrasi menggunakan Uji GEH terhadap parameter volume kendaraan kemudian menvalidasi panjang antrian kendaraan. Berdasarkan hasil simulasi bahwa parameter kalibrasi tiap periode jam pucak ada yang sama dan berbeda. Nilai panjang antrian dan tundaan maksimum pada pendekat Jalan Ujung Pandang, Jalan Nusantara, Jalan Sulawesi, Jalan Bonerate, Jalan Jampea, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Riburane secara berurutan adalah 38.12 m dan 14.32 detik; 8.99 m dan 8.38 detik; 31.67 m dan 8.06 detik; 15.53 m dan 18.46 detik; 16.50 m dan 10.13 detik; 28.78 m dan 9.04 detik; 34.63 m dan 5.30. detik. Selanjutnya dilakukan upaya rekayasa lalu lintas dengan memakai alternatif penambahan U-Turn pada Jalan Riburane, dimana pada penelitian ini penambahan U-Turn dianggap dapat menghasilkan kinerja lalu lintas yang lebih baik
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Haji Bau-Jl. Penghibur-Jl. Rajawali di Makassar
Permasalahan transportasi sering terjadi pada kota besar. Seperti yang terjadi Makassar yang merupakan kota terbesar di Kawasan Timur Indonesia dengan luas areal 199.26 km2. Dapat dilihat pada periode 2015???2016 laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,39% (Kota Makassar Dalam Angka, 2017). Pertumbuhan kendaraan pada tahun 2015 untuk roda dua di Kota Makassar 6,29 %, mobil penumpang 10,20%, bus 0,74% dan truk 7,55% (Statistik Daerah Kota Makassar, 2016), sedangkan jalan hanya 1-2% per tahun (Makassar Dalam Angka, 2017). Ketidakseimbangan antara pertumbuhan jumlah.kendaraan dengan kapasistas jalan membuat kondisi ini membuat lalu lintas khususnya pada daerah persimpangan menjadi krodit arus lalu lintas memasuki jam puncak. Studi ini dilakukan pada Simpang tak bersinyal Jalan Haji Bau-Jalan Penghibur-Jalan Rajawali dan penelitian ini berfokus pada pembentukan parameter model simulasi, karakteristik kinerja simpang, dan mengoptimasi simpang. Penelitian ini dilaksanakan di simpang Jalan Haji Bau-Jalan Penghibur-Jalan Rajawali selama waktu kerja yang dimulai pukul 06.00 ??? 18.00 Wita. Data yang dibutuhkan karakteristik kendaraan dan geometrik jalan. Metode survei yang digunakan untuk pengukuran volume dan untuk pengukuran kecepatan menggunakan speed gun. Metode analisis yang digunakan untuk menghitung kinerja lalu lintas simpang pada studi ini adalah pendekat model mikro-simulasi lalu lintas berbasis Vissim langkah awal dalam menghitung kinerja simpang yaitu dengan melakukan kalibrasi dengan menggunakan Uji GEH terhadap parameter volume kendaraan kemudian menvalidasi panjang antrian kendaraan menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil simulasi bahwa parameter kalibrasi tiap periode waktu ada yang sama dan berbeda seperti parameter jarak aman kendaraan, nilai panjang antrian dan tundaan pada Jalan Haji Bau, Jalan, Penghibur, dan Jalan Rajawali secara berurutan adalah 138.78 m dan 40 detik; 19.46 m dan 10.4 detik; 53.52 m dan 18.95 detik. Selanjutnya dilakukan upaya rekayasa lalu lintas dengan 2 jenis alternatif perubahan menjadi simpang bersinyal dan arah pergerakan lalu lintas dimana pada penelitian ini kondisi alternatif pertama dianggap dapat menghasilkan kinerja simpang yang lebih baik dari pada kondisi eksisting dan alternatif kedua
Analisis Kapasitas Tampungan Kolam Regulasi Nipa-Nipa
Banjir sangat merugikan aktivitas ekonomi masyarakat sehingga perlu dikendalikan. Pengendalian banjir umumnya diatasi dengan sistem drainase berkelanjutan Untuk menyimpan limpasan, perlu peningkatkan kapasitas hidrolika prasarana yang ada terutama sungai dan saluran drainase dimana hal tersebut biasanya memerlukan tambahan lahan. Untuk daerah perkotaan hal ini sangat sulit dilaksanakan pembebasan lahan karena umumnya sudah dipenuhi dengan berbagai sarana permukiman. Kolam Regulasi (Regulation Pond) adalah sarana pengendalian banjir yang bisa dibangun di daerah hulu dari wilayah yang akan dilindungi dari bahaya banjir Dalam tugas akhir ini, penulis melakukan analisis kapasitas tampungan pada Kolam Regulasi Nipa-Nipa. Kolam Regulasi Nipa Nipa terletak di bagian tengah DAS Sungai Tallo dan dihilir pertemuan dua sungai yaitu Sungai Malarangang dan Sungai Trallo Hulu. Data yang diperlukan adalah data harian hujan maksimum diambil dari stasiun pencatat yang ada pada daerah pengaliran sungai Tallo dan peta topografi Kolam Regulasi Nipa-Nipa. Dari data ini kemudian dianalisis debit banjir rencana. Hasil perhitungan debit banjir rencana periode ulang 20 tahun dan data topografi yang tersedia, dilakukan analisa penelusuran banjir yaitu penggambaran hubungan antara tinggi peluapan dengan kapasitas tampungan Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai storage maksimum yang terjadi adalah sebesar 3.922.225 m3. Nilai ini lebih kecil dari analisis nilai tampungan berdasarkan ketersediaan lahan yaitu 4.428.889 m??, maka perencanaan kapasitas tampungan Kolam Regulasi dapat digunakan untuk mereduksi puncak banjir yang terjadi pada DAS Nipa-Nipa
PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN TREHADAP PEREDARAN MAKANAN KADALUWARSA DI KOTA MAKASSAR
ABSTRAK\ud
Hamsyar, B111 12667, Perlindungan Hukum Konsumen Terhadap\ud
Peredaran Makanan Kadarluwarsa di kota Makassar (Studi kasus :\ud
peredaran makanan kadaluwarsa di Masyarakat) dibawah bimbingan Prof.\ud
Dr. Andi Muhammad Sofyan, SH.,MH sebagai pembimbing I dan Dr. Nur\ud
Azisa, SH.,MHsebagai pembimbing II.\ud
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui untuk mengetahui\ud
faktor-faktor yang menyebabkan pedagang mengedarkan atau menjual\ud
makanan kadaluwarsa dimasyarakat dan untuk mengetahui faktor-faktor\ud
yang menyebabkan terjadinya kejahatan terselubung terhadap\ud
perlindungan konsumen (studi kasus: peredaran makanan kadaluwarsa\ud
dimasyarakat). Penelitian ini berlokasi di Makassar dan beberapa instansi\ud
yang berkaitan seperti Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM),\ud
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan polrestabes kota\ud
Makassar. Penulis memperoleh data dengan langsung dengan\ud
narasumber, membagikan kuesioner dan mengambil data langsung dari\ud
lokasi penelitian, serta mengambil data langsung dari perpustakaan yang\ud
relevan yaitu literatur, buku-buku serta peraturan perundang-undangan\ud
yang berkaitan dengan masalah tersebut.\ud
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan\ud
bahwa (1) faktor yang menyebabkan pedagang mengedarkan makanan\ud
kadaluwarsa disebabkan oleh ketidaktahuan pedagang bahwa makanan\ud
yang ia jual telah kadaluwarsa, ketidaktahuan pedagang bahwa menjual\ud
makanan kadaluwarsa adalah melanggar hukum, tidak adanya konsumen\ud
yang komplain atas perbuatannya tersebut serta kurangnya pengawasan\ud
dari pihak-pihak terkait. (2) faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan\ud
terselubung terhadap perlindungan konsumen (Studi kasus: peredaran\ud
makanan kadaluwarsa di masyarakat) datang dari konsumen itu sendiri di\ud
karenakan konsumen acuh atau merasa bahwa akan membuang-buang\ud
waktu, tenaga serta materi jika melaporkan kejadian tersebut ke pihak\ud
terkait atau hanya sekedar komplain kepada pedagang serta kurangnya\ud
pengetahuan para konsumen jika kejadian tersebut merupakan\ud
pelanggaran huku
SELF-STIGMA PADA ORANG DENGAN HIV DAN AIDS (ODHA) DI KOTA MAKASSAR
ABSTRAK\ud
MUHAMMAD REYSA. Self-stigma pada Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) di Kota Makassar (Dibimbing oleh Muhammad Farid dan Abdul Gafar).\ud
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui pembentukan Self-Stigma Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA), (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat proses komunikasi pada Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA).\ud
Penelitian ini dilaksanakan di Kota Makassar dan berlangsung selama satu bulan yaitu Oktober 2017. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif mengacu pada studi kasus intrinsik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan kepustakaan. Data yang diperoleh diolah secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, yaitu dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, penyajian data, dan menyimpulkan data untuk memberikan gambaran mengenai masalah yang dibahas dalam penelitian serta dikembangkan berdasarkan teori yang digunakan.\ud
Hasil penelitian menunjukkan self-stigma atau stigma diri terjadi pada Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) melalui 4 tahapan. Tahap pertama yakni kesadaran ditandai dengan anggapan ODHA bahwa HIV dan AIDS merupakan penyakit menular yang mematikan, belum ada obatnya dan dijauhi dari masyarakat. Tahap kedua yakni persetujuan yangmana ODHA percaya bahwa mereka akan dijauhi, dikucilkan, didiskriminasi dan distigma oleh masyarakat. Tahap ketiga yakni aplikasi ditandai dengan depresi, perasaan canggung ketika berinteraksi dengan orang lain dan menutupi status HIV positif. Tahap terakhir yakni tahap kerugian, ditandai dengan tidak ada kesempatan untuk mengembangkan diri dan masih rendahnya motivasi untuk memberdayakan diri sendiri. Peneliti ini juga mengungkap hambatan-hambatan komunikasi ODHA terutama pada aspek keterbukaan informasi terkait status HIV positif. ODHA menyakini bahwa informasi mengenai status HIV positif bersifat rahasia dan sensitif, sehingga ketika berkomunikasi akan menyaring informasi apa saja yang akan diberikan serta memilah siapa saja yang bisa mengetahui informasi tersebut. Dalam proses pengungkapan status HIV positif ODHA juga telah mengatur cara dan media komunikasinya, mulai dari pesan hingga dampak yang ditimbulkan mekipun dalam proses pengungkapan status HIV positif tersebut terjadi gejolak batin yang dialami ODHA
Pengenalan Citra Wajah Menggunakan Metode Analisis Komponen Utama dan Jarak Euclidean
Face recognition is a branch of biometrics, a field of science that uses the physical characteristics of a person to determine or reveal his identity. The method of recognition used is the eigenface method. Eigenface uses the Principal Component Analysis method (PCA) which is a mathematical method of representing an object, extracting the characteristics of an object and reducing an object by means of transforming it using eigenvalue and eigenvector linearly. The result of this eigenface process is the extraction of the main features of the face image. The facial image used for the study are divided into the image of training and the test image. The extraction of this main feature of these two images will then be measured at the recognition accuracy using the euclidean distance method. The smaller the distance between the 2 face images vectors, the greater the degree of similarity between the two face images. Based on the research results, the accuracy for the test image of experiencing a change of 100%. For to test images that undergo changes such as noise addition, addition of accessories and test image by raising and decreasing the brightness levels obtained a good accuracy level of 85.7% while test images that experience cropping and rotation can not be recognized with an accuracy of 0%
KARAKTERISTIK RESERVOIR MENGGUNAKAN METODE SEISMIK INVERSI AKUSTIK IMPEDANSI DAN ATRIBUT SEISMIK DILAPANGAN "RST" CEKUNGAN TARANAKI, NEWZEALAND
The "RST" field of the Taranaki Basin New Zealand is a production field in the Mahoenui Formation, Kaiata Formation, and Bottom Kaiata which is a good enough sandstone reservoir for accumulating hydrocarbons. The purpose of this research is to determine the distribution of hydrocarbon, target zone and to characterize reservoir. The method used in this study are Seismic Attribute Analysis and Impedance Acoustic Inversion to know the geometry of reservoir and porosity from target zone. Seismic Attribute Analysis is done describe some of the physical properties of the earth more accurately, the seismic attributes that used are trace envelope, instantaneous frequency, instantaneous phase, and decomposition spectrum. The simulated annealing and colored inversion method is inverse modeling techniques with the result acoustic cross-section. The Colored inversion method is an inversion technique relative impedance output that easy and to see anomalys more faster. The simulated annealing inversion method is an inversion technique with an absolute impedance output through a statistical and probabilistic approach. The simulated annealing method has advantages over other inversion techniques, the simulated annealing inversion gets global optimization with an acoustic cross-section that has better vertical and horizontal resolution. The result of inversion process done on 3D seismic data in RST field obtained by Cut-Off acoustic impedance value for reservoir at Mahoenui Formation, Kaiata Formation, and Bottom Kaiata between 9000 kgm-2s-1 - 15.000 kgm-2s-1, Cut-off Density ranged from 2.1 kg/m3 - 2.7 kg/m3 and neutron porosity 40% - 50%. The distribution of hydrocarbons occurs in a complex geological structure with the direction of the accumulation of its hydrocarbons from the Southwest - Northeast.\ud
\ud
Keywords : Reservoir characterization, impedance acoustic inversion, seismic attribute, color inversion, inversion simulated annealing
KARAKTERISTIK RESERVOIR MENGGUNAKAN METODE SEISMIK INVERSI AKUSTIK IMPEDANSI DAN ATRIBUT SEISMIK DI LAPANGAN "RST" CEKUNGAN TARANAKI, NEW ZEALAND
Lapangan ???RST??? Cekungan Taranaki New Zealand merupakan lapangan produksi pada Formasi Mahoenui, Formasi Kaiata, dan Bottom Kaiata yang merupakan reservoirnya adalah batupasir yang cukup baik sebagai tempat terakumulasinya hidrokarbon. Tujuan penelitian ini adalah menentukan sebaran hidrokarbon, zona target dan mengkarakterisasi reservoir. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Analisis Atribut Seismik dan Inversi Akustik Impedansi untuk mengetahui penampang dibawah permukaan bumi dan untuk mengetahui sifat poros dan kompak dari suatu lapisan batuan. Analisis Atribut seismik adalah metode untuk mengindikasikan dan menggambarkan beberapa properti fisik dari penampang bumi yang lebih akurat, atribut seismik yang digunakan adalah trace envelope, instantaneouse frequency, instantaneouse fase, dan spektral dekomposisi. Metode inversi simulated annealing dan coloured inversion merupakan salah satu teknik pemodelan kebelakang untuk mendapatkan penampang akustik. Metode Coloured inversion merupakan teknik inversi dengan output impedansi relatif, mudah dan cepat untuk melihat anomali. Metode inversi simulated annealing merupakan teknik inversi dengan output impedansi absolut melalui pendekatan statistik dan probabilistik. Metode simulated annealing memiliki kelebihan dibandingkan dengan teknik inversi yang lain, pada inversi simulated annealing mendapatkan global optimisasi dengan penampang akustik yang memiliki resolusi yang lebih baik secara vertikal dan horizontal. Hasil proses inversi yang dilakukan pada data seismik 3D dilapangan RST diperoleh nilai Cut-Off akustik impedansi untuk reservoir pada Formasi Mahoenui, Formasi Kaiata, dan Bottom Kaiata antara 9000 kgm-2s-1 - 15.000 kgm-2s-1, nilai Cut-off Densitas berkisar 2.1 kg/m3 ??? 2.7 kg/m3 dan neutron porositynya 40 % - 50%. Persebaran hidrokarbon terjadi pada struktur geologi yang kompleks dengan arah penyebaran hidrokarbonnya dari arah Barat-Daya menuju arah Timur Laut
KARAKTERISTIK RESERVOIR MENGGUNAKAN METODE SEISMIK INVERSI AKUSTIK IMPEDANSI DAN ATRIBUT SEISMIK DI LAPANGAN "RST" CEKUNGAN TARANAKI, NEW ZEALAND
Lapangan ???RST??? Cekungan Taranaki New Zealand merupakan lapangan produksi pada Formasi Mahoenui, Formasi Kaiata, dan Bottom Kaiata yang merupakan reservoirnya adalah batupasir yang cukup baik sebagai tempat terakumulasinya hidrokarbon. Tujuan penelitian ini adalah menentukan sebaran hidrokarbon, zona target dan mengkarakterisasi reservoir. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Analisis Atribut Seismik dan Inversi Akustik Impedansi untuk mengetahui penampang dibawah permukaan bumi dan untuk mengetahui sifat poros dan kompak dari suatu lapisan batuan. Analisis Atribut seismik adalah metode untuk mengindikasikan dan menggambarkan beberapa properti fisik dari penampang bumi yang lebih akurat, atribut seismik yang digunakan adalah trace envelope, instantaneouse frequency, instantaneouse fase, dan spektral dekomposisi. Metode inversi simulated annealing dan coloured inversion merupakan salah satu teknik pemodelan kebelakang untuk mendapatkan penampang akustik. Metode Coloured inversion merupakan teknik inversi dengan output impedansi relatif, mudah dan cepat untuk melihat anomali. Metode inversi simulated annealing merupakan teknik inversi dengan output impedansi absolut melalui pendekatan statistik dan probabilistik. Metode simulated annealing memiliki kelebihan dibandingkan dengan teknik inversi yang lain, pada inversi simulated annealing mendapatkan global optimisasi dengan penampang akustik yang memiliki resolusi yang lebih baik secara vertikal dan horizontal. Hasil proses inversi yang dilakukan pada data seismik 3D dilapangan RST diperoleh nilai Cut-Off akustik impedansi untuk reservoir pada Formasi Mahoenui, Formasi Kaiata, dan Bottom Kaiata antara 9000 kgm-2s-1 - 15.000 kgm-2s-1, nilai Cut-off Densitas berkisar 2.1 kg/m3 ??? 2.7 kg/m3 dan neutron porositynya 40 % - 50%. Persebaran hidrokarbon terjadi pada struktur geologi yang kompleks dengan arah penyebaran hidrokarbonnya dari arah Barat-Daya menuju arah Timur Laut
Potensi Sediaan Probiotik Bentuk Enkapsulasi Dari Ayam Buras Gallus domesticus Berasal Dari Kawasan Pertambangan Sorowako Terhadap Pertumbuhan Ayam Broiler
ABSTRAK\ud
Penelitian ini berjudul ???Potensi Sediaan Enkapsulasi Bakeri Probiotik Ayam Buras Gallus domesticus Dari Kawasan Pertambangan Nikel Sorowako Terhadap Pertumbuhan Ayam Broiler???. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri yang berpotensi sebagai probiotik yang berasal dari usus ayam buras dan menguji pengaruh bakteri probiotik tersebut terhadap pertumbuhan ayam broiler. Hasil isolasi diperoleh 5 isolat yaitu isolat S2, S4, S7, S8 dan S10 yang berpotensi sebagai probiotik dan selanjutnya dilakukan berbagai pengujian seperti pengamatan morfologi koloni, struktur dinding sel, uji ketahanan asam dengan pH 3, uji terhadap garam empedu 1% dan 5% dan uji daya hambat. Hasil penelitian pada satu isolat yang dibuat dalam sediaan enkapsulasi dengan metode freeze drying dan diberikan pada pakan ayam adalah S2. Sebanyak 20 ekor ayam broiler strain 707 dibagi dalam 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan R0 (kontrol positif pakan komersial), R1 (kontrol negatif pakan buatan), R2 (pakan buatan + probiotik 1 gr dipagi hari) dan R3 (pakan buatan + probiotik 0,5 gr dipagi dan sore hari). Pemberian probiotik dilakukan selama 42 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 2 perlakuan yang diberikan probiotik, perlakuan R3 (pakan buatan + probiotik 0,5 gr dipagi dan sore hari) adalah perlakuan yang efektif untuk meningkatkan berat badan (1309 gr), nilai konversi ransum (2,964) dan performa ayam broiler.\ud
\ud
Kata kunci: Probiotik, Enkapsulasi, Ayam Broiler\ud
\ud
\ud
\ud
\ud
\ud
\ud
\ud
\ud
\ud
\ud
\ud
\ud
\ud
ABSTRACT\ud
The research about "The potential of probiotic preparation of encapsulation from domestic chicken Gallus domesticus came from the nickel mining of Sorowako area on the growth of broiler chicken". This study aimed to isolate and characterize potentially probiotic bacteria originating from chicken intestine and test the influence of probiotic bacteria on the growth of broiler chickens. The isolated results obtained 5 isolate are S2, S4, S7, S8 and S10 potential as probiotics and performed various observe like the colony morphology observation, structure of cell walls of bacteria, acid resistance test at pH 3, test against 1% and 5% bile salt, and inhibition test. One isolate selected for encapsulation with freeze drying method and given to the chicken feed is isolate S2. A total of 20 strains of 707 broiler chickens divided into 4 treatments and 5 replications. Treatment R0 (positif control commercial feed), R1 (negative control / artificial feed), R2 (artificial feed + 1 gr probiotic in the morning), and R3 (artificial feed + 0,5 gr probiotic in the morning and evening). Probiotics giving was conducted for 42 days. The results showed that from 2 treatments were given with probiotics, treatment R3 (artificial feed + 0,5 gr probiotic in the morning and evening) is an effective treatment to improve the body weight (1309 gr), feed conversation (2,964) and performance of broiler chickens. \ud
\ud
Keywords : Probiotics, Encapsulation, Broiler Chicke