26908 research outputs found
Sort by
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai dengan Pemberian Streptomyces spp dan Bradyrhizobium spp Diperoleh dari Tiga Daerah di Sulawesi Selatan
ABSTRAK ASMIATY SAHUR.Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai dengan Pemberian\ud
Streptomyces spp dan Bradyrhizobium spp Diperoleh dari Tiga Daerah di SulawesiSelatan\ud
(dibimbing oleh Ambo Ala, Baharuddin dan Elkawakib Syam???un). Penelitian ini bertujuan: 1)\ud
mengisolasi dan mengkarakterisasi secara morfologiserta mengidentifikasi isolat Streptomyces\ud
spp dan Bradyrhizobium spp sebagai Plant Growth Promoting Rhizosfer yang diisolasi dari tiga\ud
daerah pertanaman kedelai diSulawesi Selatan,2) menguji kemampuan kedua bakteri tersebut\ud
dalam memfiksasinitrogen dan melarutkan fosfat, 3) menguji kemampuan kedua bakteri\ud
tersebutmemperoduksi IAA, GA 3dan siderofor, 4) menguji pengaruh aplikasi inokulasi\ud
terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan dalam empat\ud
tahapan yaitu: 1) mengisolasi,mengkarakterisasi morfologi dan mengidentifikasi isolat sebagai\ud
PGPR yang diisolasidari berbagai rizosfer tanaman kedelai di Sulawesi Selatan,2) menguji\ud
kemampuanmemfiksasi nitrogen dan melarutkan fosfat, 3) menguji kemampuan bakteri\ud
memproduksi IAA, GA 3dan 4) mempelajari pengaruh aplikasi isolat yang terpilihterhadap\ud
pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima\ud
puluh enam isolat bakteriyang dikelompokkan ke dalam bakteri gram positif dan bakteri gram\ud
negatif. Ada 35isolat yang menghasilkan lendir tebal atau berlendir ketika dikultur pada media\ud
Natrium Broth dan sisanya 21 isolat dapat memproduksi spora. Hasil penelitianmenunjukkan\ud
potensi bakteri terisolasi menghasilkan Giberelin dalam konsentrasitinggi. Isolat terbaik yang\ud
memproduksi Giberelin adalah RK 30 (4.670 mg/mL), RK 17(3,797 mg/mL), RK 15 (3,703)\ud
dan RK 35 (3.222 mg/mL). Empat isolat yangmenghasilkan konsentrasi tinggi IAA termasuk\ud
RK 32 (2,794 mg/mL) diikuti oleh RK 8(1.810 mg/mL), RK 23 (1,714 mg/mL), dan RK 30\ud
(1.678mg/mL). InokulasiStreptomyces spp dan Bradyhizobium spp memperlihatkan hasil yang\ud
lebih baikterhadap tinggi tanaman fase akhir, jumlah cabang, jumlah binti akar, jumlah daun\ud
fase awal dan fase vegetatif, kerapatan stomata dan bobot biji per-tanaman berkisarantara 14\ud
gram hingga 17 gram
Pendugaan Parameter Persamaan Struktural Menggunakan Metode Bootstrap Maximum Likelihood Pada Data Kemiskinan
Structural Equation Modeling (SEM) merupakan teknik analisis multivariat yang dikembangkan guna menutupi keterbatasan yang dimiliki oleh model-model analisis regresi, analisis jalur, dan analisis faktor konfirmatori. Analisis regresi hanya menganalisis pengaruh variabel prediktor terhadap variabel respon. Analisis jalur hanya menganalisis pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung, dan pengaruh total dari beberapa variabel prediktor, variabel antara, dan variabel respon. Sedangkan analisis faktor konfirmatori hanya menganalisis variabel laten yang diukur oleh beberapa indikator. Apabila melibatkan analisis pengaruh beberapa variabel prediktor, variabel antara, variabel respon yang melibatkan beberapa variabel laten, maka teknik analisis yang lebih tepat digunakan adalah SEM. Metode penduga parameter yang paling umum digunakan adalah ML (Maximum Likelihood). Metode ini mengikuti distribusi normal multivariat. Apabila tidak berdistribusi normal multivariat, maka dilakukan bootstrapping. Hasil perbandingan metode Bootstrap Maximum Likelihood dengan sampel bootstrap 1000, 1500, dan 2000 yaitu sampel bootstrap 1000 memiliki nilai evaluasi model struktural yang paling baik sebesar 98,25%. Kesehatan, Kualitas SDM, dan Ekonomi secara simultan mempengaruhi Kemiskinan
Pola Pengendapan Pada Tebing Sungai Akibat Bangunan Krib
Saat ini sebagian daerah aliran sungai di Indonesia mengalami kerusakan sebagai akibat dari aliran yang terjadi pada sungai yang biasanya disertai pula dengan proses penggerusan/erosi dan endapan/deposisi. Namun dalam keadaan yang parah hal ini dapat menyebabkan longsoran (sliding) dengan massa yang besar pada tebing sungai dan dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur yang ada. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola pengendapan pada tebing sungai akibat bangunan krib permeabel dan impermeabel serta untuk menganalisis jarak yang paling stabil untuk perlindungan tebing pada sungai lurus dengan menggunakan krib kombinasi permeabel dan impermeabel. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium. Pola pengendapan pada tebing sungai akibat banguan krib yang paling stabil adalah pada jarak 60 cm. Untuk perlindungan tebing pada sungai lurus, dapat dilakukan dengan mengatur jarak antara krib dengan panjang bangunan krib yang pada penelitian kali ini didapatkan perbandingan yaitu panjang krib 9 cm dan jarak antara krib 60 cm dengan perbandingan 3 : 20
Perilaku Permeabilitas Tanah Perkuatan Serat Alami
Tanah terdiri atas butiran-butiran dengan rongga yang saling berhubungan. Oleh karena itu tanah memiliki sifat permeabilitas, yaitu air dapat merembes atau mengalir melalui butiran, walaupun dengan kecepatan yang sangat lambat pada tanah berbutir halus (lempung dan lanau). Rembesan air dalam tanah berpengaruh pada tekanan air pori yang akan mempengaruhi kekuatan geser tanah . Dalam penelitian akan digunakan koefisien permeabilitas sebagai parameter perubahan tanah setelah dilakukan penambahan serat kelapa sawit. Serat ini mampu meningkatkan kekuatan tanah dan meningkatkan penyerapan air yang lebih besar. Dalam penelitian ini digunakan penambahan serat kelapa sawit yang berasal dari pada pabrik kelapa sawit PT. Pasangkayu yang berada di Kabupaten Mamuju Utara. Penelitian ini dimulai dengan melakukan pengambilan sampel tanah lempung dan pengujian di laboratorium guna mengetahui sifat fisik dan sifat mekanis tanah. Sampel terdiri dari 3 (tiga) variasi penambahan serat kelapa sawit dari 0,5 %, 1 % dan 2 % . Hasil pengujian plastisitas diperoleh batas cair (LL) = 33,48 % dan indeks plastisnya (IP) sebesar 13,97 %. Penambahan serat kelapa sawit tidak memberi pengaruh yang besar terhadap perubahan nilai kepadatan kering maksimum maupun kadar optimum tanah. Penambahan serat cenderung meningkatkan nilai permeabilitas tanah disebabkan serat alami mempunyai sifat penyerapan air
ADSORPSI GAS BUANG DENGAN MENGGUNAKAN KARBON AKTIF DARI BIOMASSA LIMBAH TEMNPUTUNG KEMIRI (Aleurites moluccana L)
STUDI VOLUME OVERTOPPING PADA PEMECAH GELOMBANG LERENG GANDA
Banyak penelitian untuk mengembangkan struktur pantai penahan gelombang yang efektif dan dapat mereduksi energi gelombang serta memberikan keuntungan-keuntungan positif. Gelombang dapat juga menghasilkan energi yang bisa dimanfaatkan. Kini gelombang laut telah dimanfaatkan sebagai sumber energi pembangkit listrik. Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah melakukan percobaan terhadap besarnya volume overtopping yang bisa tertampung pada reservoir yang dipasang pada puncak bangunan pemecah gelombang lereng ganda sebagai bahan pertimbangan pengembangan teknologi pemecah gelombang pembangkit energi, mengetahui parameter-parameter yang berpengaruh terhadap besarnya volume overtopping pada pemecah gelombang lereng ganda, serta menganalisis pengaruh tinggi freeboard (Fb), tinggi dan periode gelombang datang (T) terhadap besarnya volume overtopping gelombang pada bangunan sisi miring dengan dua kemiringan sekaligus. Sesuai dengan percobaan yang dilakukan di laboratorium dengan menggunakan model uji. Parameter-parameter yang berpengaruh terhadap besarnya overtopping pada pemecah gelombang sisi miring adalah periode gelombang (T), tinggi gelombang (Hi), tinggi freeboard(Fb). Nilai volume overtoppingpada bangunan pemecah gelombang lereng ganda yang dihasilkan berdasarkan pengaruh tinggi Freeboard (Fb), tinggi dan periode gelombang datang (T), terhadap besarnya volume overtopping gelombang adalah semakin besar nilai parameter tak berdimensi pada tinggi gelombang datang terhadap periode(Hi/gT??), maka semakin besar secara linear volume overtopping pada semua nilai tinggi Freeboard(Fb) yang ditentukan, (5,6 cm s.d 6,4 cm, 7 cm s.d 8 cm, 8,4 cm s.d 9,6 cm), untuk tinggi gelombang datang(Hi) berkisar (4,15 cm s.d 4,74 cm, 5,05 s.d 5,97 cm,6,17 cm s.d 6,89 cm). Nilai volume overtopping yang dihasilkan semakin meningkat dengan menurunnya nilai Fb yang ditentukan (5,6 cm s.d 6,4 cm, 7 cm s.d 8 cm, 8,4 cm s.d 9,6 cm)
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL DI KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN QUANTUM GIS
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL DI KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN QUANTUM GISPerkembangan kota Makassar turut memberikan dampak pada perubahan dalam berbagai sistem di perkotaan termasuk di dalamnya sistem transportasi, dimana perkembangan ini tentu akan berpengaruh dengan peningkatan arus lalu lintas. Hal ini diperkirakan akan menimbulkan permasalahan untuk kinerja sarana prasarana jalan salah satunya simpang besinyal. Analisis dapat menjadi langkah untuk mengatasi permasalahan dan teknologi dapat menjadi alat bantu, salah satunya dengan menggunakan GIS (Geographic Information System) dengan Quantum GIS sebagai produknya. Penggunaan Quantum GIS untuk menganalisis kinerja simpang bersinyal dapat mempermudah untuk melihat kinerja simpang karena hasilnya dapat dilihat langsung melalui hasil pemetaan. Data pada penelitian ini mengacu pada MKJI 1997 yang kemudian diperoleh data waktu siklus simpang, kapasitas, derajat kejenuhan, kendaraan antri, tundaan serta dapat dilihat indeks tingkat pelayanan simpang sebagai parameter untuk menilai kinerja simpang bersinyal. Hasil penelitian yaitu untuk simpang Flyover menjadi simpang dengan nilai arus lalu lintas terbesar, untuk waktu silus terlama terjadi pada simpang Adipura dengan waktu 189 detik, derajat kejenuhan yang besar salah stunya terjadi pada simpang Abdesir ??? Batua Raya, Pasar Daya menjadi simpang dengan nilai kendaraan antri terbesar, sedangkan untuk nilai tundaan simpang Pettarani ??? Hertasning memiliki nilai terbesar yaitu 60,27 detik. Secara keseluruhan simpang bersinyal di kota Makassar berada pada tingkat pelayanan dengan klasifikasi ???C???, dimana klasifikasi ini menggambarkan bahwa arus lalu lintas masih dalam keadaan stabil, tetapi kecepatan kendaraan disesuaikan dengan kondisi volume lalu lintas tinggi
PENGARUH PENAMBAHAN BAKTERI BACILLUS SUBTILLIS TERHADAP NILAI KUAT TEKAN TANAH DENGAN VAREASI KULTUR
Salah satu metode yang baik dan ramah lingkungan dalam menstabilisasi tanah ialah dengan mikroorganisme. Mikroorganisme yang digunakan merupakan lokal Indonesia dengan jenis Bacillus Subtillis. Tugas akhir ini membahas tentang tindakan stabilisasi tanah pada tanah lempung dengan bakteri Bacillus Subtillis. Karakteristik tanah yang diteliti ialah karakteristik mekanik dengan melakukan pengujian kuat tekan tanah. Metode pelaksanaanya ialah melakukan pengujian karakterisktik fisis yang telah diambil pada lokasi. Kemudian melakukan pengujian pemadatan dan kuat tekan pada tanah asli. Tanah lempung dicampurkan dengan bakteri dengan variasi kultur (umur) bakteri dengan persentase larutan bakteri yang setelah itu juga diperam dengan variasi waktu berbeda beda. Variasi kultur bakteri 1,5(fase permulaan), 3 hari (stasioner), 6 hari (fase kematian) dengan persentase 2%,4%,6%,8%, dan 10% larutan bakteri dengan waktu pemeraman dari 3 hari, 7 hari, 14 hari hinnga 28 hari. Hasil analisis yang diperoleh ialah nilai parameter kuat tekan tanah pada tanah lempung yang dicampurkan dengan bakteri Bacillus Subtllis mengalami peningkatan secara kontinu. Komposisi optimum yang diperoleh untuk menstabilkan tanah lempung sebesar 375.756 kg/cm2 pada penambahan 6% bakteri kultur 6 hari dengan masa pemeraman 28 hari (12 kali lebih besar dari kuat tekan tanah asli tanpa campuran)
ANALISIS PENGARUH PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT TEGURAN DAN SURAT PAKSA TERHADAP PENCAIRAN TUNGGAKAN PAJAK DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MAKASSAR SELATAN
ABSTRAK\ud
Analisis Pengaruh Penagihan Pajak dengan Surat Teguran dan Surat Paksa terhadap Pencairan Tunggakan Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Selatan\ud
Analysis Effect of the Tax Collection with a Reprimand Letter and Force Letter the Toward Disbursement of Tax Arrears in Tax Service Office Pratama South of Makassar\ud
Rusnathul Amiah\ud
Andi Kusumawati\ud
Rusman Thoeng\ud
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penagihan pajak dengan surat teguran dan surat paksa terhadap pencairan tunggakan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Selatan. Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif untuk menguji dan memberikan gambaran bagaimana pengaruh surat teguran dan surat paksa terhadap pencairan tunggakan pajak tahun 2012-2016 di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Selatan. Berdasarkan hasil analisis data dengan bantuan SPSS 21 menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis secara parsial (T-test) maupun simultan (F-test) membuktikan bahwa penagihan pajak dengan surat teguran dan surat paksa mempunyai pengaruh terhadap pencairan tunggakan pajak. Koefisien determinasi menunjukkan 0,224 atau 22,4 % yang artinya pencairan tunggakan pajak dipengaruhi oleh jumlah surat teguran dan surat paksa yang diterbitkan. Sedangkan sisanya 77,6 % pencairan tunggakan pajak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar pembahasan ini.\ud
Kata kunci: penagihan pajak, surat teguran, surat paksa, pencairan tunggakan pajak.\ud
The aimed of this research to know the effect of tax collection with a reprimand letter and force letter the toward disbursement of Tax Arrears in Tax Service Office Pratama South of Makassar. Model analysis of the data used in this research is a descriptive statistic to examine and pass a delineation how to effect of the tax collection with a reprimand letter and force letter the toward disbursement in 2012-2016 in Tax Service Office Pratama South of Makassar. Based on the results of data analysis using SPSS 21 shows that partial results of hypothesis testing (T-test) and simultaneously (F-test) to prove that tax collection with areprimand letter and force letter effect on the disbursement of the tax arrears. The coefficient of determination indicates 0,224 or 22,4% which means 60,5% disbursement of arrears of taxes affected by the amount of letters of reprimand and forced a number of letters issued. Meanwhile, melt the remaining 77,6% of the tax arraers is influenced by other factors beyond the scope of this.\ud
Keywords: tax collection, reprimand letter, force letter, disbursement tax arrear
Analisis wilayah kebakaran menggunakan citra landsat 8 di Kabupaten Luwu Utara
Kebakaran menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, sekali terjadi kebakaran, maka kerusakan dan kerugian. Daerah-daerah di indonesia sudah seringkali terjadi pembakaran lahan, pembakakaran lahan yang terjadi saat ini sudah semakin meluas. Kabupaten Luwu Utara adalah salah satu Kabupaten yang memiliki hutan yang luas dan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, perlu adanya pengetahuan mengenai lahan hutan tersebut dalam rangka mengantisipasi kerusakan hutan dan ekosistemnya Sistem Informasi Geografis merupakan salah satu alat yang dapat dipakai untuk membantu dalam menganalisa kondisi suatu daerah dalam bidang kependudukan untuk menentukan tingkat kesejahteraan penduduknya. SIG juga dapat menyampaikan informasi dalam bentuk peta tematik sehingga kondisi suatu daerah terhadap permasalahan transportasi dapat disajikan dalam bentuk visualisasi peta tematik dan dapat mempermudah user dalam memahami infomasi yang disampaikan penelitian ini dharapkan dapat mengidentifikasi wilayah yang terdampak kebakaran di kabupaten Luwu Utara berbasis Sistem Informasi Geografis yang informatif.\ud
Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis karakteristik jaringan jalan (indeks jalan) di daerah Luwu Utara, menganalisis bentuk demografi berbasis GIS di daerah Luwu Utara dan menganalisis karakteristik spasial terdampak kebakaran menggunakan Citra landsat 8. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu studi pendahuluan, persiapan alat dan bahan, tahap pengumpulan data dan kompilasi data, tahap analisis dan permodelan.\ud
Hasil penelitian ini diperoleh jaringan jalan terpanjang dari tahun 2013 sampai 2015 jalan jenis kelas 3 (perkerasan) dan jenis jalan 3A (tanah). Indeks jalan pada Kabupaten Luwu Utara diperoleh 0,35. Analisa karakteristik demografi yaitu Populasi penduduk terbesar dari tahun 2013 sampai dengan 2015 terdapat pada Kecamatan Baebunta, Populasi penduduk terkecil yaitu terdapat pada Kecamatan Rampi, kepadatan Penduduk yang terbesar dari tahun 2013 sampai 2015 adalah Kecamatan Bone Bone. Analisis spasial terdampak kebakaran yaitu pada titik Hotspot di Kabupaten Luwu Utara dari tahun 2013 sampai 2015 terbanyak adalah pada bulan Oktober serta luas Lahan yang baru terbakar tahun 2015 sebesar 353.56 Km2 dan luas lahan yang sudah lama terbakar tahun 2014 yaitu sebesar 648.46 dan indeks kebakaran yang dihasilkan adalah sebesar 0.14.\ud
\ud
Kata Kunci : Analisis Spasial, Citra Landsat 8, Quantum GIS, Kabupaten Luwu Utar