Hasanuddin University

Hasanuddin University Repository
Not a member yet
    26908 research outputs found

    PENGARUH SOSIALISASI, PEMAHAMAN WAJIB PAJAK ATAS PP NO.46 TAHUN 2013 DAN IMPLEMENTASI SELF ASSESSMENT SYSTEM TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (Studi Kasus pada Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di KPP Makassar Utara)

    No full text
    ABSTRAK\ud Pengaruh Sosialisasi, Pemahaman Wajib Pajak atas PP No.46 Tahun 2013\ud dan Implementasi Self Assessment System terhadap Kepatuhan\ud Wajib Pajak Orang Pribadi\ud (Studi Kasus pada Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar\ud di KPP Makassar Utara)\ud The Effect of Socialization, Taxpayer Understanding of PP No.46\ud Year 2013 and Implementation of Self Assessment System\ud to Personal Taxpayer Compliance\ud (A Case Study on Registered to Personal Taxpayer\ud in KPP of North Makassar)\ud Sulis Darmanto\ud Andi Kusumawati\ud Yohanis Rura\ud Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh sosialisasi, pemahaman\ud wajib pajak atas PP No.46 Tahun 2013 dan implementasi self assessment\ud system terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Studi kasus pada wajib\ud pajak orang pribadi yang terdaftar di kantor Pelayanan Pajak Prima Makassar\ud Utara. Data yang digunakan adalah primer yang berupa kuesioner yang\ud dibagikan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi yang ditemui di kantor Pelayanan\ud Pajak Pratama Makassar Utara atau didatangi secara langsung ketempat usaha\ud wajib pajak orang pribadi. Sampel diambil dengan menggunakan metode simple\ud random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 96 wajib pajak orang\ud pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan\ud analisis regresi linear berganda.\ud Kata Kunci: Sosialisasi, Pemahaman Wajib Pajak, Implementsi self Assessment\ud System, Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi.\ud The purpose of this research to examine the effect of socialization, taxpayer\ud understanding of PP No.46 year 2013 and implementation of self assessment\ud system to personal taxpayer compliance. Case study on registered to personal\ud taxpayer in KPP of north Makassar. The data used is primary such as\ud questionnaires that are distributed to personal taxpayer that are encountered in\ud the tax service office Pratama north of Makassar on in direct visit to the business\ud of personal taxpayer. The sample was taken by used sample random sampling.\ud The sample used as many as 96 personal taxpayer. This study used\ud quantitative approach and multiple linear regression analysis.\ud Keyword : Socialization, Understanding of the taxpayer, Implementation Self\ud Assessment System, Personal Taxpayer Complianc

    PROFIL KUALITAS SPERMATOZOA PADA MANUSIA SECARA MAKROSKOPIK

    No full text
    Telah dilakukan penelitian ???Profil Kuliatas Spermatozo Pada Manusia Secara Makroskopik??? pada awal bulan Nopember hingga akhir bulan Nopember 2017. Penelitian dan pengambilan data dilakukan di Laboratorium Prodia Makassar dan pengolahan data dilakukan Laboratorium Zoologi, Departemen Biologi, Fakultas MIPA, Unhas. Tujuan penelitian untuk mengetahui profil semen pada manusia secara makroskopis. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini dengan meneliti sampel sperma secara makroskopik (volume, warna, bau, pH, viskositas, dan likuefaksi). Analisis data dilakukan secara deskritif dengan menampilkan dalam bentuk diagram batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: responden yang memeriksakan diri untuk diketahui profil semen secara makroskopis (volume, bau, pH, warna, likuefaksi, dan viskositas) mempunyai rentang usia antara 21 ??? 50 tahun dengan jumlah responden terbanyak dengan rentang usia 26 ??? 30 tahun yaitu 39.6 % dan terendah dengan rentang usia 46 ??? 50 tahun. Permeriksaan makroskopis yang dilakukan pada responden yang memeriksakan diri untuk diketahui profil semennya pada umumnya mempunyai hasil normal (97 %), sedangkan sisanya abnormal (3 %)

    Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Zea mays L. Lokal Batara Didi Dan Batara Pamatata Selayar Sulawesi Selatan

    No full text
    Penelitian tentang Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Zea mays L. Lokal Batara Didi Dan Batara Didi Pamatata Selayar Sulawesi Selatan telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Agustus 2017 di Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros. Analisis kandungan pupuk organik cair (POC) di Laboratorium Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan. Analisis kandungan tanah di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis optimal penggunaan pupuk organik cair (POC) pada jagung Zea mays L. Lokal Batara Didi dan Batara Didi Pamatata Selayar Sulawesi Selatan. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan pola faktorial 3x5 dengan 3 kelompok yang terdiri dari 3 macam jagung yaitu L1 (Batara Didi Selayar ), L2 (Batara Didi Pamatata Selayar) dan L3 (Pembanding (Kui Caretonoid Syn asal CIMMYT)) dengan Dosis dan jenis POC yaitu K0 (Tanpa pemberian POC (K-) : Air), K1 (POC Komersial (K+) : (MO Plus) 10 mL/l), K2 (POC 10 mL/l), K3 (POC 20 mL/l) dan K4 (POC 30 mL/l). Data dianalisis menggunakan Analisis of Variansi (ANOVA). Hasil yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisis menunjukkan bahwa Perlakuan pemberian POC pada tanaman jagung lokal Batara Didi dan Batara Didi Pamatata memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, panjang tongkol dengan kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol, diameter batang dan berat basah. Dosis POC yang memberikan hasil yang optimal terhadap produksi tanaman jagung yaitu pada konsentrasi 20 ml/l air

    Studi Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Toraja Sebagai Bahan Pembuatan Kompos

    No full text
    MELISA. Studi Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Toraja Sebagai Bahan Pembuatan\ud Kompos (Dibimbing oleh Ibrahim Djamaluddin dan Irwan Ridwan Rahim).\ud Kopi termasuk tanaman yang menghasilkan limbah hasil sampingan pengolahan\ud yang cukup besar yakni berkisar antara 50-60 persen dari hasil panen berupa kulit\ud kopi. Kandungan limbah kulit kopi ini cukup tinggi dan sangat baik bagi tanaman,\ud diantaranya mengandung Nitrogen, Fosfor dan Kalium. Salah satu wilayah di\ud provinsi Sulsel yang belum memanfaatkan limbah kulit kopi sebagai salah satu bahan\ud yang bisa diolah sebagai kompos, yaitu Kabupaten Toraja. Salah satu daerah\ud penghasil kopi yang sudah dikenal di berbagai wilayah, bahkan telah mendunia.\ud Mengingat limbah hasil sampingan dari kulit kopi cukup besar, maka jika tidak\ud diolah dengan baik akan menghasilkan pencemaran lingkungan. Salah satu\ud pemanfaatan limbah kulit kopi yaitu dengan memanfaatkannya sebagai kompos bagi\ud tanaman.\ud Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan kompos limbah kulit kopi\ud Toraja (arabika dan robusta) dan membandingkannya dengan karakteristik kompos\ud sesuai baku mutu SNI yang ditetapkan (SNI 19-7030-2004). Metode penelitian yang\ud digunakan adalah eksperimental dengan perlakuan sampel dan dosis aktivator yang\ud berbeda. Penelitian dilakukan selama 50 hari masa pengomposan dengan pengamatan\ud beberapa karakteristik fisik kompos dilakukan tiap minggu.\ud Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keenam variasi, ada beberapa sampel\ud yang kurang memenuhi karakteristik baku mutu standar SNI-19-7030-2004 tentang\ud standar kualitas kompos, seperti kadar C-Organik, C/N, serta pH. Pada penelitian ini,\ud diantara keenam sampel kandungan dengan perlakuan optimal terjadi pada sampel A2\ud (dengan penambahan aktivator 80 ml EM-4) yang memiliki kandungan C/N sebesar\ud 20, pH sebesar 7,46, kadar air sebesar 24,1 %, kadar nitrogen 0,41 %, kadar fosfor\ud sebesar 0,29 %, kadar kalium sebesar 1,47 %, dengan warna kehitaman, tekstur halus\ud dan berbau tanah. Jika ditinjau dari jenis kopi, jenis Robusta memiliki kandungan\ud yang lebih tinggi dibandingkan dengan Arabika

    PENGARUH ION LOGAM Cu(II) dan Mg(II) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ANTOSIANIN DARI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)

    No full text
    Penelitian mengenai pengaruh ion logam Mg2+ terhadap aktivitas antioksidan antosianin dari ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan melalui tahap ekstraksi dari kulit buah naga merah, penentuan aktivitas antioksidan antiosianin dari kulit buah naga merah, dan pengaruh ion logam Mg2+ terhadap aktivitas antioksidan antosianin. Penentuan pengaruh ion logam dilakukan dengan menambahkan masing-masing 50 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm logam Mg2+ ke dalam ekstrak antosianin yang telah diasamkan dengan HCl, dan dianalisis dengan spektrofotometer FTIR. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol kulit buah naga merah memiliki aktivitas antioksidan (IC50) sebesar 0,478 ??g/mL dan dengan penambahan ion logam Mg2+ dapat meningkatkan aktivitas antioksidan (IC50) antosianin menjadi 0,3351 ??g/mL pada konsentrasi 50 ppm

    Pengaruh Penambahan Bakteri Bacilus Subtillis Terhadap Nilai Kuat Tekan Tanah Dengan Variasi Kultur

    No full text
    Salah satu metode yang baik dan ramah lingkungan dalam menstabilisasi tanah ialah dengan mikroorganisme. Mikroorganisme yang digunakan merupakan lokal Indonesia dengan jenis Bacillus Subtillis. Tugas akhir ini membahas tentang tindakan stabilisasi tanah pada tanah lempung dengan bakteri Bacillus Subtillis. Karakteristik tanah yang diteliti ialah karakteristik mekanik dengan melakukan pengujian kuat tekan tanah. Metode pelaksanaanya ialah melakukan pengujian karakterisktik fisis yang telah diambil pada lokasi. Kemudian melakukan pengujian pemadatan dan kuat tekan pada tanah asli. Tanah lempung dicampurkan dengan bakteri dengan variasi kultur (umur) bakteri dengan persentase larutan bakteri yang setelah itu juga diperam dengan variasi waktu berbeda beda. Variasi kultur bakteri 1,5(fase permulaan), 3 hari (stasioner), 6 hari (fase kematian) dengan persentase 2%,4%,6%,8%, dan 10% larutan bakteri dengan waktu pemeraman dari 3 hari, 7 hari, 14 hari hinnga 28 hari. Hasil analisis yang diperoleh ialah nilai parameter kuat tekan tanah pada tanah lempung yang dicampurkan dengan bakteri Bacillus Subtllis mengalami peningkatan secara kontinu. Komposisi optimum yang diperoleh untuk menstabilkan tanah lempung sebesar 375.756 kg/cm2 pada penambahan 6% bakteri kultur 6 hari dengan masa pemeraman 28 hari (12 kali lebih besar dari kuat tekan tanah asli tanpa campuran)

    IDENTIFIKASI ZONA MINERALISASI KASITERIT MENGGUNAKAN METODE INDUKSI POLARISASI DAN RESISTIVITAS DAERAH PEMALI BANGKA BELITUNG

    No full text
    IDENTIFIKASI ZONA MINERALISASI KASITERIT MENGGUNAKAN\ud METODE INDUKSI POLARISASI DAN RESISTIVITAS\ud DAERAH PEMALI BANGKA BELITUNG\ud muhammad jayadhi kara, muhammad hamzah, syamsuddin\ud Program studi Geofisika, FMIPA, Universitas Hasanuddin, Makassar, 2018\ud [email protected], [email protected], [email protected]\ud \ud SARI BACAAN : Pulau Bangka berada pada jalur timah Indonesia dengan dominasi mineral kasiterit sebagai mineral pembawa timah. Survei geolistrik resistivitas dan induksi polarisasi dengan menggunakan konfigurasi dipole-dipole dilakukan untuk mengetahui keberadaan mineral kasiterit di bawah permukaan daerah Pemali, Bangka Belitung. Pengukuran di lapangan dengan 7 lintasan yang panjangnya 830 meter dan 664 meter menghasilkan data resistivitas semu dan chargebilitas semu. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2DInv untuk memperoleh penampang 2D dan Oasis montaj untuk memperoleh penampang 3D. Hasil pengolahan data resistivitas dan chargebilitas seluruh lintasan, terdapat nilai resistivitas tinggi ( > 632.64 Ohm.m) dan chargebilitas sedang (3 msec ??? 12 msec) yang menunjukkan keterdapatan zona mineralisasi kasiterit dengan batuan granit sebagai batuan pembawa.\ud \ud Kata Kunci: Geolistrik, Resistivitas, Induksi polarisasi, Dipole dipole, KasiteritIDENTIFIKASI ZONA MINERALISASI KASITERIT MENGGUNAKAN\ud METODE INDUKSI POLARISASI DAN RESISTIVITAS\ud DAERAH PEMALI BANGKA BELITUNG\ud muhammad jayadhi kara, muhammad hamzah, syamsuddin\ud Program studi Geofisika, FMIPA, Universitas Hasanuddin, Makassar, 2018\ud [email protected], [email protected], [email protected]\ud \ud SARI BACAAN : Pulau Bangka berada pada jalur timah Indonesia dengan dominasi mineral kasiterit sebagai mineral pembawa timah. Survei geolistrik resistivitas dan induksi polarisasi dengan menggunakan konfigurasi dipole-dipole dilakukan untuk mengetahui keberadaan mineral kasiterit di bawah permukaan daerah Pemali, Bangka Belitung. Pengukuran di lapangan dengan 7 lintasan yang panjangnya 830 meter dan 664 meter menghasilkan data resistivitas semu dan chargebilitas semu. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2DInv untuk memperoleh penampang 2D dan Oasis montaj untuk memperoleh penampang 3D. Hasil pengolahan data resistivitas dan chargebilitas seluruh lintasan, terdapat nilai resistivitas tinggi ( > 632.64 Ohm.m) dan chargebilitas sedang (3 msec ??? 12 msec) yang menunjukkan keterdapatan zona mineralisasi kasiterit dengan batuan granit sebagai batuan pembawa.\ud \ud Kata Kunci: Geolistrik, Resistivitas, Induksi polarisasi, Dipole dipole, Kasiteri

    Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai dengan Pemberian Streptomyces spp dan Bradyrhizobium spp Diperoleh dari Tiga Daerah di Sulawesi Selatan

    No full text
    N/AABSTRAK \ud ASMIATY SAHUR.Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai dengan Pemberian\ud Streptomyces spp dan Bradyrhizobium spp Diperoleh dari Tiga Daerah di Sulawesi\ud Selatan (dibimbing oleh Ambo Ala, Baharuddin dan Elkawakib Syam???un). \ud Penelitian ini bertujuan: 1) mengisolasi dan mengkarakterisasi secara morfologserta mengidentifikasi isolat Streptomyces spp dan Bradyrhizobium spp sebagai Plan\ud Growth Promoting Rhizosfer yang diisolasi dari tiga daerah pertanaman kedelai dSulawesi Selatan,2) menguji kemampuan kedua bakteri tersebut dalam memfiksasinitrogen dan melarutkan fosfat, 3) menguji kemampuan kedua bakteri tersebumemperoduksi IAA, GA\ud 3\ud dan siderofor, 4) menguji pengaruh aplikasi inokulasterhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. \ud Penelitian dilaksanakan dalam empat tahapan yaitu: 1) mengisolasimengkarakterisasi morfologi dan mengidentifikasi isolat sebagai PGPR yang diisolasdari berbagai rizosfer tanaman kedelai di Sulawesi Selatan,2) menguji kemampuan\ud memfiksasi nitrogen dan melarutkan fosfat, 3) menguji kemampuan baktememproduksi IAA, GA\ud 3\ud dan 4) mempelajari pengaruh aplikasi isolat yang terpilih\ud terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. \ud Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima puluh enam isolat bakteyang dikelompokkan ke dalam bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Ada 3isolat yang menghasilkan lendir tebal atau berlendir ketika dikultur pada media\ud Natrium Broth dan sisanya 21 isolat dapat memproduksi spora. Hasil penelitiamenunjukkan potensi bakteri terisolasi menghasilkan Giberelin dalam konsentrastinggi. Isolat terbaik yang memproduksi Giberelin adalah RK 30 (4.670 mg/mL), RK 1(3,797 mg/mL), RK 15 (3,703) dan RK 35 (3.222 mg/mL). Empat isolat yanmenghasilkan konsentrasi tinggi IAA termasuk RK 32 (2,794 mg/mL) diikuti oleh RK (1.810 mg/mL), RK 23 (1,714 mg/mL), dan RK 30 (1.678mg/mL). InokulasStreptomyces spp dan Bradyhizobium spp memperlihatkan hasil yang lebih baiterhadap tinggi tanaman fase akhir, jumlah cabang, jumlah binti akar, jumlah daun\ud fase awal dan fase vegetatif, kerapatan stomata dan bobot biji per-tanaman berkisaantara 14 gram hingga 17 gram

    Potensi Sediaan Probiotik Bentuk Enkapsulasi Dari Ayam Buras Gallus domesticus Berasal Dari Kawasan Pertambangan Sorowako Terhadap Pertumbuhan Ayam Broiler

    No full text
    -ABSTRAK\ud Penelitian ini berjudul ???Potensi Sediaan Enkapsulasi Bakeri Probiotik Ayam Buras Gallus domesticus Dari Kawasan Pertambangan Nikel Sorowako Terhadap Pertumbuhan Ayam Broiler???. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri yang berpotensi sebagai probiotik yang berasal dari usus ayam buras dan menguji pengaruh bakteri probiotik tersebut terhadap pertumbuhan ayam broiler. Hasil isolasi diperoleh 5 isolat yaitu isolat S2, S4, S7, S8 dan S10 yang berpotensi sebagai probiotik dan selanjutnya dilakukan berbagai pengujian seperti pengamatan morfologi koloni, struktur dinding sel, uji ketahanan asam dengan pH 3, uji terhadap garam empedu 1% dan 5% dan uji daya hambat. Hasil penelitian pada satu isolat yang dibuat dalam sediaan enkapsulasi dengan metode freeze drying dan diberikan pada pakan ayam adalah S2. Sebanyak 20 ekor ayam broiler strain 707 dibagi dalam 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan R0 (kontrol positif pakan komersial), R1 (kontrol negatif pakan buatan), R2 (pakan buatan + probiotik 1 gr dipagi hari) dan R3 (pakan buatan + probiotik 0,5 gr dipagi dan sore hari). Pemberian probiotik dilakukan selama 42 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 2 perlakuan yang diberikan probiotik, perlakuan R3 (pakan buatan + probiotik 0,5 gr dipagi dan sore hari) adalah perlakuan yang efektif untuk meningkatkan berat badan (1309 gr), nilai konversi ransum (2,964) dan performa ayam broiler.\ud \ud Kata kunci: Probiotik, Enkapsulasi, Ayam Broiler\ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud ABSTRACT\ud The research about "The potential of probiotic preparation of encapsulation from domestic chicken Gallus domesticus came from the nickel mining of Sorowako area on the growth of broiler chicken". This study aimed to isolate and characterize potentially probiotic bacteria originating from chicken intestine and test the influence of probiotic bacteria on the growth of broiler chickens. The isolated results obtained 5 isolate are S2, S4, S7, S8 and S10 potential as probiotics and performed various observe like the colony morphology observation, structure of cell walls of bacteria, acid resistance test at pH 3, test against 1% and 5% bile salt, and inhibition test. One isolate selected for encapsulation with freeze drying method and given to the chicken feed is isolate S2. A total of 20 strains of 707 broiler chickens divided into 4 treatments and 5 replications. Treatment R0 (positif control commercial feed), R1 (negative control / artificial feed), R2 (artificial feed + 1 gr probiotic in the morning), and R3 (artificial feed + 0,5 gr probiotic in the morning and evening). Probiotics giving was conducted for 42 days. The results showed that from 2 treatments were given with probiotics, treatment R3 (artificial feed + 0,5 gr probiotic in the morning and evening) is an effective treatment to improve the body weight (1309 gr), feed conversation (2,964) and performance of broiler chickens. \ud \ud Keywords : Probiotics, Encapsulation, Broiler Chicke

    Potensi Sediaan Probiotik Bentuk Enkapsulasi Dari Ayam Buras Gallus domesticus Berasal Dari Kawasan Pertambangan Sorowako Terhadap Pertumbuhan Ayam Broiler

    No full text
    ABSTRAK\ud Penelitian ini berjudul ???Potensi Sediaan Enkapsulasi Bakeri Probiotik Ayam Buras Gallus domesticus Dari Kawasan Pertambangan Nikel Sorowako Terhadap Pertumbuhan Ayam Broiler???. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri yang berpotensi sebagai probiotik yang berasal dari usus ayam buras dan menguji pengaruh bakteri probiotik tersebut terhadap pertumbuhan ayam broiler. Hasil isolasi diperoleh 5 isolat yaitu isolat S2, S4, S7, S8 dan S10 yang berpotensi sebagai probiotik dan selanjutnya dilakukan berbagai pengujian seperti pengamatan morfologi koloni, struktur dinding sel, uji ketahanan asam dengan pH 3, uji terhadap garam empedu 1% dan 5% dan uji daya hambat. Hasil penelitian pada satu isolat yang dibuat dalam sediaan enkapsulasi dengan metode freeze drying dan diberikan pada pakan ayam adalah S2. Sebanyak 20 ekor ayam broiler strain 707 dibagi dalam 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan R0 (kontrol positif pakan komersial), R1 (kontrol negatif pakan buatan), R2 (pakan buatan + probiotik 1 gr dipagi hari) dan R3 (pakan buatan + probiotik 0,5 gr dipagi dan sore hari). Pemberian probiotik dilakukan selama 42 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 2 perlakuan yang diberikan probiotik, perlakuan R3 (pakan buatan + probiotik 0,5 gr dipagi dan sore hari) adalah perlakuan yang efektif untuk meningkatkan berat badan (1309 gr), nilai konversi ransum (2,964) dan performa ayam broiler.\ud \ud Kata kunci: Probiotik, Enkapsulasi, Ayam Broiler\ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud \ud ABSTRACT\ud The research about "The potential of probiotic preparation of encapsulation from domestic chicken Gallus domesticus came from the nickel mining of Sorowako area on the growth of broiler chicken". This study aimed to isolate and characterize potentially probiotic bacteria originating from chicken intestine and test the influence of probiotic bacteria on the growth of broiler chickens. The isolated results obtained 5 isolate are S2, S4, S7, S8 and S10 potential as probiotics and performed various observe like the colony morphology observation, structure of cell walls of bacteria, acid resistance test at pH 3, test against 1% and 5% bile salt, and inhibition test. One isolate selected for encapsulation with freeze drying method and given to the chicken feed is isolate S2. A total of 20 strains of 707 broiler chickens divided into 4 treatments and 5 replications. Treatment R0 (positif control commercial feed), R1 (negative control / artificial feed), R2 (artificial feed + 1 gr probiotic in the morning), and R3 (artificial feed + 0,5 gr probiotic in the morning and evening). Probiotics giving was conducted for 42 days. The results showed that from 2 treatments were given with probiotics, treatment R3 (artificial feed + 0,5 gr probiotic in the morning and evening) is an effective treatment to improve the body weight (1309 gr), feed conversation (2,964) and performance of broiler chickens. \ud \ud Keywords : Probiotics, Encapsulation, Broiler Chicke

    13,460

    full texts

    26,908

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Hasanuddin University Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇