74 research outputs found

    Pengaruh Pemutihan Pajak, Samsat Keliling, E-Samsat, Sanksi Pajak, Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Di Kabupaten Bangkalan

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan karena masih banyak masyarakat yang tidak membayar pajak kendaraan bermotor. Penelitian ini juga dilakukan untuk memberikan bukti empiris apakah pemutihan pajak, samsat keliling, e-samsat, sanksi pajak dan kualitas pelayanan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor yang ada di kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah wajib pajak yang terdaftar di Kantor Samsat Bangkalan. Sampel yang digunakan sebanyak 190 wajib pajak. Pada penelitian ini menggunakan data primer dengan menyebarkan kuisioner. Pengujian kuisioner menggunakan SPSS. Uji yang dilakukan dalam peneitian ini adalah uji validitas, uji reabilitas, uji normalitas, uji heterokedastisitas, uji multikolinearitas, uji t dan uji koefisien determinasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pemutihan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, Samsat keliling berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, e – Samsat berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, Sanksi Pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, Kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak

    Pengaruh Pendapatan, Jumlah Anggota Keluarga Dan Pendidikan Terhadap Konsumsi Rumah Tangga Miskin Di Kabupaten Banyuwangi

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan, jumlah anggota keluarga dan pendidikan terhadap konsumsi rumah tanga miskin di Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel 100 responden (keluarga miskin) yang dipilih secara purposive sampling di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi yaitu wilayah pesisir (Kecamatan Pesanggaran dan Kecamatan Muncar), wilayah perdesaan di daerah pegunungan (Kecamatan Kalibaru, Kecamatan Wongsorejo dan Kecamatan Licin) dan wilayah perkotaan (Kecamatan Genteng dan Kecamatan Banyuwangi). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur yang kemudian diolah menggunakan analisis regresi linear berganda. Kesimpulan studi ini adalah pendapatan, jumlah anggota keluarga dan pendidikan berpengaruh secara simultan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin di Kabupaten Banyuwangi. Secara parsial, variabel pendapatan dan jumlah anggota keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin di Kabupaten Banyuwangi, dan variabel pendidikan tidak berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin di Kabupaten Banyuwangi

    Identifikasi Modal Sosial Fungsi Ekonomi Pedagang Pasar Tradisional (Studi Kasus Pasar Kapas Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan peran modal sosial untuk mereduksi biaya transaksi dan untuk menganalisis peran modal sosial berkaitan dengan eksistensi pasar tradisional di Pasar Kapas Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Metode pengumpulan data melalui wawancara langsung dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan triagulasi sumber, kemudian data dianalisis dan ditarik kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur-unsur biaya transaksi yang terbentuk dalam kegiatan transaksi diantaranya ialah biaya pencarian informasi, biaya pemeriksaan dan pemillihan barang, biaya tawar-menawar (negosiasi) dan biaya pencarian pedagang langganan. Dengan terbentuknya biaya transaksi dalam kegiatan tersebut, maka pembeli berusaha untuk mereduksi biaya tersebut dengan memanfaatkan peran modal sosial. Bentuk modal sosial seperti, norma, kepercayaan (trust) dan jaringan informasi terbukti mampu mereduksi adanya biaya transaksi tersebut, seperti (1) menjunjung norma kesopanan dalam kegiatan transaksi, (2) mematuhi komitmen yang telah disepakati bersama antara pembeli dan pedagang, (3) dapat memperoleh barang dengan sistem hutang, (4) menentukan harga barang dagangan tanpa proses negosiasi, (5) tidak perlu melakukan kegiatan pemeriksaan dan pemilihan barang,(6) dimudahkan dalam memperoleh informasi mengenai harga beli dan harga jual barang dari relasi, (7) memperoleh informasi pedagang yang dapat dijadikan langganan. Adanya modal sosial yang terbentuk pada Pasar Kapas telah ada dan menjadi pendorong bagi pasar itu sendiriuntuk tetap eksis. Hal ini tercermin dalam hubungan antar pedagang atau antar pembeli yang telah ada. Modal sosial yang ada tersebut digunakan untuk mereduksi biaya transaksi, sehinggabiaya transaksi yang muncul di pasar tersebut menjadi kecil. Karena biaya transaksi yang ada di pasar kecil maka menyebabkan pasar tetap eksis

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2020)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode penelitian 20192020. Variabel independen adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas dan reputasi KAP dengan menggunakan variabel dependen audit delay. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Populasi penelitian, semua perusahaan manufaktur yang telah terdaftar BEI pada tahun 2019-2020. Sampel yang digunakan 45 perusahaan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap audit delay, variabel profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay, variabel solvabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap audit delay dan variabel reputasi KAP tidak berpengaruh terhadap audit delay

    Membangkitkan Gairah Wisatawan Melalui Eksplorasi Promosi Destinasi Wisata

    Full text link
    Kabupaten Sumenep memiliki potensi wisata yang beragam. Adanya pandemi covid-19 menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan, penyebab lainnya adalah kurangnya informasi dan strategi promosi yang digunakan belum optimal. Tujuan penelitian mengeksplorasi promosi destinasi wisata di Kabupaten Sumenep. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Jumlah informan 4 wisatawan, dan 3 pihak Disbudparpora Sumenep. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan strategi promosi Disbudparpora adalah periklanan, promosi penjualan, penjualan pribadi, direct selling, dan public relation. (1) Strategi promosi iklan, memakai media cetak dan media online. (2) Promosi penjualan, bekerjasama dengan travel agent. (3) Penjualan pribadi, mendatangkan travel agent Jawa dan Bali. (4) Pemasaran langsung, menggunakan leaflet, brosur, booklet dan TIC. (5) Hubungan masyarakat, menggunakan kalender event wisata. Dengan strategi promosi ini, Disbudparpora telah mampu meningkatkan kunjungan wisatawan. Faktor pendukung yaitu sarana dan prasana dan faktor penghambat kurangnya transportasi laut, hotspot dan kesadaran masyarakat

    Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pelaku Usaha (Studi Kasus Sepanjang Jalan Raya Telang Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak covid- 19 pada pelaku usaha yang berada di sepanjang jalan raya Telang Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sumberdata yang digunakan adalah sumber data primer (observasi dan wawancara) validitas data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data mengguakan teknik analisis domain. Hasil analisis menunjukkan bahwa dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha akibat adanya pandemi covid-19 iyalah pada tingkat pendapatan pelaku usaha yang menurun akibat berkurangnya jumlah pelanggan mereka. Hal ini mengakibatkan pelaku usaha harus mengurangi jumlah tenaga kerja atau jumlah gajinya. Strategi yang dilakukan oleh para pelaku usaha untuk tetap bertahan selama pandemi iyalah dengan tetap membuka usaha mereka setiap hari dan menambah jam oprasional serta memberikan pelayanan seramah mungkin kepada pelanggannya juga tetap menjaga kebersihan tempat usahanya

    Analisis Determinan Pada Permintaan Tenaga Kerja Sektor Industri Besar Dan Sedang Di Tingkat Provinsi Di Indonesia

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh jumlah unit usaha, nilai output, Upah Minimum Provinsi (UMP), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan Penanaman Modal Asing (PMA) terhadap permintaan tenaga kerja sektor industri besar dan sedang pada 34 provinsi di Indonesia tahun 20172021 secara parsial maupun simultan. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu permintaan tenaga kerja, sedangkan variabel independen dalam penelitian ini yaitu jumlah unit usaha, nilai output, UMP, PMDN, dan PMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel dan teknik analisis Random Effect Model dengan time series 2017-2021 dan cross section terdiri dari 34 provinsi di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah unit usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan tenaga, nilai output berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan tenaga kerja, UMP tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan tenaga kerja, PMDN positif dan signifikan terhadap permintaan tenaga kerja, dan PMA berpengaruh tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan tenaga kerja

    Adaptasi Petani Dalam Menghadapi Perubahan Iklim Untuk Mempertahankan Produksinya (Studi Pada Petani Di Desa Jadi Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban)

    Full text link
    Perubahan iklim merupakan salah satu fenomena alam yang tidak hanya berdampak pada lingkungan namun juga berdampak pada pertanian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Strategi adaptasi yang di lakukan oleh petani di Desa Jadi untuk mempertahankan produksinya dalam menghadapi perubahan iklim yang berdampak pada kehidupan petani. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian ini terletak pada fenomena adaptasi petani dalam menghadapi perubahan iklim. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat empat strategi yang di lakukan oleh masyarakat petani di Desa Jadi untuk beradaptasi dengan perubahan iklim yaitu : 1) strategi aktif dengan cara Mencari pekerjaan lain (menjadi kuli batu kumbung, ikut nelayan, beternak, dan berjualan). 2) strategi pasif di lakukan dengan cara melakukan produksi dengan Teknik tumpangsari; Menggunakan pupuk organik / pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi; Membedakan menu makanan saat musim hujan dan musim kemarau (saat kemarau menu makan pagi, siang, dan malam sama); Mengutamakan kebutuhan yang penting dengan tidak mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak penting seperti belli baju baru, jalan-jalan dll; Menabung dengan cara mebeli hewan ternak (sapi, kambing, ayam); Menabung di Lembaga keuangan (Bank). 3) Strategi yang terakhir adalah startegi jaringan yang di lakukan dengan cara Saling meminjam dan meminjami pupuk antar petani untuk mendukung proses produksi; Melibatkan keluarga sebagai penganti tenaga kerja untuk proses produksi; Berhutang / meminjam uang; Menjual asset yang di miliki atau menggunakan tabungannya yang berupa hewan ternak (sapi)

    Pengembangan Model Efisiensi Pasar Tenaga Kerja Di Indonesia Menggunakan Stochastic Fronter Analisys

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model efisiensi pasar tenaga kerja menggunakan Stochastic Frontier Analysis, sekaligus untuk mengembangkan model determinan efisiensi pasar tenaga kerja di Indonesia. Estimasi terhadap karakteristik ketenagakerjaan menggunakan data Survey Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) tahun 2014. Penelitian ini merupakan data mikro survey rumah tangga dan individu sampai tingkat Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia. Nilai Efisiensi pasar tenaga kerja yang diestimasi menggunakan pendekatan investasi sumber daya manusia dengan metode SFA di Indonesia rata-rata sebesar 0.5656. Nilai efisiensi pasar tenaga kerja di Indonesia relatif kecil jika dibandingkan dengan negara lain seperti studi yang dilakukan oleh Landeau dan Contreras (2003) Negara Chili efisiensi pasar tenaga kerja sebesar 0,75 pada tahun 1957 hingga tahun 1998. Efisiensi pasar tenaga kerja di Finlandia sebesar  0,79 pada tahun 1988 hingga tahun 1997 (Ilmakunnas dan Pesola, 2003). Bishop dkk (2007) mengatakan bahwa efisiensi pasar tenaga kerja di Taiwan mencapai 0,71 pada tahun 1978 hingga tahun 2003. Sedangkan pada model pengembangan determinan efisiensi pasar tenaga kerja menunjukkan bahwa lokasi, migrasi, pekerjaan tambahan, perbedaan sector ekonomi, dan kebijakan penetapan UMR memberikan pengaruh signifikan terhadap efisiensi tenaga kerja di Indonesia

    MODEL PEMETAAN POTENSI DAERAH MENUJU KEMANDIRIAN

    Full text link
    Dengan munculnya UU No .22 tahun 1999 yang mengatur perlimpahan wewenang dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah serta UUNo.25 tahun 1999 yang mengatur pierimbangan keuangan antara pusat dan daerah khususnya di Kabupaten //kota di Jawa Timur dengan menggembangkan sumber daya lokal dan mengurangi ketergantungan dari pusat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemandirian daerah  Kabupaten/ Kota di Jatim  Analisa yang digunakan adalah analisa kualitatif, yaitu analisa yang sifatnya menjelaskan secara uraian atau dalam bentuk kalimat-kalimat dan analisa kuantitatif yaitu analisa dengan menggunakan rumus-rumus dan analisa pasti. Analisa kuantitatif meliputi analisa derajat desentralisasi fiskal untu mengetahui tingkat kemandirian daerah dan potensi ekonomi sektoral di Kabupaten /Kota di Jawa Timur  sehingga dapat mengetahui tingkat kemandirian fiskal dan potensi Ekonomi daerah. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan mengethui pola hubungan yang terjadi antara pemerintah pusat dengan pemerintah di kabupaten /Kota di Jawa Timur  serta formula kebijakan yang tepat untuk pengembangan ekonomi ke depan. With the advent of Law No .22 years 1999 set an authority and responsibility from central government to local government and UUNo.25 1999 governing financial  between the center and regions, especially in the District  city in East Java n local resources and reduce dependence of the center.           This study aims to determine the independence of the Regency / City in East Java analysis used is qualitative analysis, the analysis that are explained in the description or in the form of sentences          This study aims to determine the independence of the Regency / City in East Java analysis used is qualitative analysis, the analysis that are explained in the description or in the form of sentences and quantitative analysis, namely analysis using formulas and definite analysis. Quantitative analysis includes the analysis of the degree of fiscal decentralization determine the level of independence of regional and sectoral economic potential in the District East Java so that it can determine the level of fiscal independence and economic potential of the region. Results are expected to be used i pattern of the relationship between the central government and the government in the district / city in East Java as well as the formula right policy for future economic development.         From this research it is known that the city of Surabaya has a degree of fiscal autonomy for PAD at 48% of revenue while the region Gresik on the degree of fiscal autonomy degree Enough and Sidoarjo district in degrees, please. There are 32 regions in the East dijawa degree of fiscal independence of each very less independent, meaning  of Balance Funds as well as  from centers of poropins

    70

    full texts

    74

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Neo-Bis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇