Jurnal Rekayasa Proses
Not a member yet
    238 research outputs found

    Penentuan kondisi optimum pembuatan silica gel menggunakan silika geothermal dengan metode sol-gel

    Full text link
    Salah satu permasalahan yang muncul di lapangan pembangkit listrik panas bumi (PLTP) adalah terjadinya silica scaling dalam sistem pemipaaan akibat konsentrasi padatan terlarut yang tinggi pada air geotermal (geothermal brine). Silica scalling dapat menyebabkan penurunan efisiensi pembangkitan energi listrik dari panas bumi. Pada penelitian ini lumpur silika yang dihasilkan dari lapangan pembangkit listrik panas bumi akan dimanfaatkan sebagai raw material sintesis silica gel. Silica gel disintesis menggunakan metode sol-gel dengan variasi rasio natrium silikat dan air (1:3 ; 1:4 ; dan 1:5) dan konsentrasi asam klorida ( 0,5 M ; 1 M; dan 2 M). Karakteristik silica gel dilihat menggunakan analisis Forier Transform Infra Red (FTIR). Secara umum, pita serapan yang muncul pada spektra sample silica gel menunjukkan bahwa gugus fungsional yang terdapat pada silica gel adalah gugus silanol (Si-OH) dan gugus siloksan (Si-O-Si). Panjang gelombang 1055,86 cm-1­ menunjukkan gugus Si-O, yang mengindikasikan adanya vibrasi SiO4 dan polimerisasi Si-O-Si saat pembentukan silica gel. Selain itu, kapasitas penjerapan air oleh silika gel menunjukkan bahwa sampel dengan kode A7 memiliki kapasitas penjerapan air terbesar, yaitu mencapai 0,9331 gr air/ gram silica gel. Analisis Response Surface Methodology (RSM) mengindikasikan bahwa konsentrasi asam memberikan pengaruh singnifikan terhadap pembentukan silica gel dibandingkan dengan variasi pengenceran natrium silikat

    Optimasi kondisi operasi pembuatan plastik biodegradable dari selulosa tongkol jagung dan pati kulit singkong dengan penambahan pva dan TiO2 sebagai smart packaging

    Full text link
    Plastik biodegradable merupakan plastik yang terbuat dari bahan yang mudah diuraikan .Tongkol jagung mengandung kadar selulosa sebesar 41%, Kandungan pati  kulit singkong berkisar 22-59%. Pada proses ektraksi selulosa dengan penambahan NaOH menghasilkan kadar selulosa yakni 68,15%. Penambahan plasticizer  untuk meningkatkan permeabilitas uap air dan elongasi salah satunya menggunakan plasticizer  PVa. TiO2 mempunyai sifat antibakteri, tidak beracun, dan murah. Pada penelitian ini akan dikaji optimasi kondisi operasi pembuatan plastik biodegradable dari selulosa tongkol jagung dan pati kulit singkong dengan penambahan PVa dan TiO2 sebagai smart packaging terhadap ketahanan air, biodegradabilitas, daya kekuatan, elongasi  dan antioksidan. Hasil terbaik yang di dapatkan pada uji daya serap pada percobaan ke-7 di dapatkan hasil terendah yaitu 17.02%. lalu untuk nilai biodegradasi tertinggi  pada percobaan ke-2 dengan presentase sebesar 60,19 sesuai dengan SNI degradasi dari plastik biodegradable yaitu sebesar > 60 % selama 1 minggu. Kemudian nilai kuat tarik tertinggi pada percobaan ke-6 dengan presentase sebesar 2.99 sesuai dengan nilai standar kuat tarik film bioplastik minimal 4 KgF/cm2 atau 0,392 Mpa (JIS 2-1707). Untuk nilai elongasi tertinggi pada percobaan ke-5 dengan presentase sebesar 2.99.Pada uji antioksidan apel yang dibungkus dengan plastik biodegradable dengan kandungan TiO2 dan selulosa tongkol jagungyang tinggi lebih tahan lama. Kata Kunci: pati kulit singkong, plastik biodegradable, PVa, selulosa tongkol jagung, TiO2

    Pembaruan informasi pengumpulan Jurnal Rekayasa Proses

    Full text link

    Sintesis katalis asam heterogen berbasis polivinil alkohol (PVA) dan pemanfaatannya dalam produksi metil ester asam lemak

    Full text link
    Sulfonated polyvinyl alcohol is a potential heterogeneous acid catalyst for fatty acid methyl esters (FAME) production. The catalyst (PVA/SSA) was synthesized via an esterification reaction between polyvinyl alcohol (PVA) and sulfosuccinic acid (SSA). This research aimed to study the effect of several process variables, such as the molecular weight (MW) of PVA, washing step with methanol, annealing conditions (time, temperature, and annealing pressure), and drying temperature on the performance of the PVA/SSA catalyst in methanol and free fatty acid (FFA) esterification. The sulfonated PVA catalyst was successfully synthesized, as indicated by the presence of the sulfonate group (SO3) at an absorption band of 1267 cm-1 and the carbonyl group (C=O) at an absorption band of 1628 cm-1 in the FT-IR spectra. The resulting PVA/SSA catalyst shows a good performance, where maximum conversion of the fatty acid esterification reaction can reach 81.9%. In addition, the catalyst can be used for at least four repetitions with a decrease in FAME conversion from the first to the second stage of 28.2% and has relatively stable performance in the second and subsequent reactions (conversion range 49, 1% - 58.8%). The resulting catalyst also has good thermal stability with a first-stage degradation range of 200oC to 290oC, allowing it to be applied in a temperature range suitable to the FAME manufacturing industries requirement

    Optimasi kondisi operasi pembuatan adsorben ampas singkong untuk pemurnian minyak jelantah dan aplikasinya sebagai sabun cair cuci tangan

    Full text link
    Ampas singkong merupakan limbah dari hasil industri pembuatan tepung tapioka yang belum dimanfaatkan dengan baik. Di dalam ampas singkong masih banyak komposisi kimia yang dapat dimanfaatkan, salah satunya yaitu serat lignoselulosa yang mengandung selulosa (36,6%), hemiselulosa (21,3%) dan lignin (17,3%). Pada penelitian ini ampas singkong akan dibuat menjadi adsorben karena kandungan selulosa yang tinggi pada ampas singkong berpotensi untuk menurunkan kadar asam lemak bebas pada minyak jelantah. Dalam hal ini, adsorben akan digunakan untuk memurnikan minyak jelantah dan hasil dari pemurnian miyak jelantah akan dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan sabun cair cuci tangan.  Pada penelitian ini akan dikaji mengenai pengaruh waktu oven, suhu oven dan ukuran partikel terhadap hasil kadar asam lemak bebas dan kapasitas adsorpsi adsorben. Hasil percobaan menunjukan bahwa variabel bebas yang paling berpengaruh terhadap kapasitas adsorpsi adsorben dan asam lemak bebas adalah ukuran partikel, Hal ini dibuktikan dari hasil nilai efek variabel bebas yang paling besar yaitu 96 terhadap kapasitas adsorpsi adsorben dan 0,144 terhadap kadar asam lemak bebas. Kondisi optimum untuk mendapatkan kapasitas adsorpsi adsorben dan kadar asam lemak bebas dengan nilai terbaik didapat pada percobaan ke 8 dengan suhu oven 120oC, waktu oven 5 jam dan ukuran partikel 120 mesh dimana nilai kapasitas adsorpsi  adsorben sebesar 238,93 mg/g dan kadar asam lemak bebas sebesar 0,1024 %. Kualitas sabun cair cuci tangan yang dihasilkan dari hasil optimal pemurnian minyak jelantah sesuai dengan standar SNI yaitu diperoleh nilai pH 9,07, tinggi busa 35,5 mm dan hasil uji organoleptik yaitu bentuk cairan homogen, bau yang khas seperti campuran minyak dan KOH serta warna kuning bening.

    Analisis keekonomian skenario pengelolaan sampah di TPA Gunung Panggung Tuban Jawa Timur

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis keekonomian pada skenario alternatif pengolahan sampah yang melibatkanan aerobic digestion (AD), pengomposan, dan landfilling. Penanganan sampah menggunakan beberapa metode alternatif selain dumping dan landfilling atau keduanya diperlukan untuk mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan. Penelitian terdahulu menggunakan pendekatan life cycle assessment (LCA) menunjukkan bahwa skenario tersebut memberikan dampak potensi pemanasan global yang lebih rendah di TPA Gunung Panggung, Kabupaten Tuban. Analisis kelayakan ekonomi menunjukkan hasil positif dengan nilai benefit cost ratio (BCR), net present value (NPV), dan internal rate return (IRR) masing-masing sebesar 1,62, Rp34.893.409.826,37, dan 34,07%. Analisis sensitivitas dilakukan dengan memvaria- sikan harga produk dan biaya produksi. Adanya perubahan harga tidak menunjukkan perubahan yang signifikan terhadap nilai kelayakan investasi ini

    Jurnal rekayasa proses submission update

    Full text link

    Pengaruh parameter operasi terhadap persentase rekoveri litium dari sea water reverse osmosis (SWRO)

    Full text link
    Konsentrasi litium dalam sea water reverse osmosis (SWRO) terhitung masih kecil dibandingkan dengan sumber konvensional. Tren penggunaan air laut di dunia diperkirakan naik untuk tahun-tahun mendatang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengekstrak litium dari limbah cair SWRO. Bahan yang digunakan adalah limbah cair SWRO yang berasal dari PT. Cirebon Electric Power. Tahap awal yang perlu dilakukan adalah proses evaporasi. Proses evaporasi dilakukan pada temperatur 90°C. Proses evaporasi bertujuan untuk memekatkan atau mengkonsentrasikan mineral tertentu. Pada tahapan ini persentase penguapan divariasikan (70, 80, dan 90%). Proses presipitasi dilakukan dengan menggunakan bantuan natrium karbonat (Na2CO3). Tahap awal adalah pembuatan larutan Na2CO3 3 Molar. 250 mL larutan hasil evaporasi disiapkan dan dipanaskan pada berbagai variasi temperatur (70, 80, dan 90 °C). Analisa tersebut juga menunjukkan kecenderungan semakin meningkatnya persentase rekoveri yang sejalan dengan meningkatnya persentase penguapan. Meskipun dampaknya kecil, temperatur presipitasi juga memberikan dampak dalam proses persentase rekoveri litium. Kondisi terbaik di dalam penelitian ini adalah pada persentase penguapan 90% dengan temperatur presipitasi 90 °C dengan persentase rekoveri mencapai lebih dari 70%

    Efisiensi air di gas conditioning tower untuk mengurangi kadar SO2 pada emisi industri semen

    Full text link
    Industri kimia dan juga termasuk di dalamnya, industri semen, menghadapi tantangan untuk dapat terus melakukan perbaikan proses untuk melakukan efisiensi sumber daya dan meminimalkan beban pencemaran ke lingkungan. Salah satu hal yang penting di industri semen adalah kandungan SO2 pada emisinya. Kandungan emisi ditentukan oleh proses pengolahan gas, yang dilakukan dengan penyemprotan air di gas conditioning tower (GCT) dan bag filter sebelum dikeluarkan ke lingkungan melalui cerobong. Di sisi lain, konsumsi air di GCT merupakan salah satu titik penggunaan air yang tertinggi di industri semen. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan air di GCT dengan menggunakan seven tools mulai dari analisis masalah hingga pembuatan usulan standard operating procedure (SOP) baru. Dari analisis ini didapatkan bahwa tergantung pada kadar SO2 dan SO3 di emisi dan bahan baku, maka dapat dilakukan pengendalian temperatur inlet bag filter yang selanjutnya akan mengendalikan volum air di GCT. Hasil pengembangan/inovasi ini menunjukkan bahwa SOP baru dapat menghemat air di GCT secara signifikan

    Skim coconut milk processing by thermal- and ultrasonic-thermal pasteurization

    Full text link
    The coconut industry in Indonesia is significant for national income, with the potential for value-added products that could enhance the industry’s expansion. Skim coconut milk, a by-product of virgin coconut oil production, is a healthy substitute for dairy milk that can be consumed by people with lactose intolerance. The low-fat and high-protein content of skim coconut milk makes it a healthier alternative to regular coconut milk and cow milk. This study compares ultrasonic-assisted pasteurization of skim coconut milk to conventional pasteurization technique in terms of contamination reduction efficacy and energy efficiency with minimum product characteristic change. The process consisted of thawing frozen skim coconut milk, homogenization of liquid skim coconut milk and pasteurization in a shaking water bath or ultrasonic bath. Total cell counting was conducted, D-value and z-value were estimated to measure the effectiveness of pasteurization in reducing the number of harmful microorganisms in skim coconut milk. The study found that ultrasonic-assisted pasteurization reduced the number of microorganisms more effectively than conventional pasteurization with a lower energy consumption. The study showed the removal efficiency of ultrasonic-assisted pasteurization and conventional pasteurization at 70°C and 15 minutes were 28.74% and 12.33%, respectively. At that condition, energy consumption for every microbial cell being removed was approximately 3 times lower in ultrasonic-assisted pasteurization than the conventional one (0.13 kWh vs. 0.36 kWh). Skim coconut milk processed by ultrasonic-assisted pasteurization at 75°C for 15 minutes featured homogeneous white liquid with shelf time of 11.2 h, which was 2.65 times longer than the unprocessed coconut skim milk. The research suggests that ultrasonic-assisted pasteurization can be a feasible and sustainable processing technology for skim coconut milk, with potential commercial value for small companies and farmers in Indonesia

    235

    full texts

    238

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Rekayasa Proses
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇