Jurnal Rekayasa Proses
Not a member yet
    238 research outputs found

    Pengaruh penambahan fly ash PLTU Cirebon dan temperatur pengeringan terhadap kuat tekan material konstruksi beton High Volume Fly Ash (HFVA)

    Full text link
    Penggunaaan batubara sebagai sumber energi di negara berkembang seperti Indonesia masih menjadi pilihan utama. Hasil samping pembakaran batubara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berupa fly ash dan bottom ash (FABA) akan terus meningkat seriring konsumsi bataubara sebagai energi meningkat. Industri semen dapat mengahsilkan 2,9 miliar ton CO2 ke atmosfer hal ini akan berdampak langsung terhadap kenaikan temperatur bumi dan pemansan global. Subtitusi material semen dengan fly ash menjadi sebuah pilihan yang ramah lingkungan dalam meminimalisir gas CO2. Pembuatan beton dimulai dengan mencampurkan fly ash dan semen pada berbagai rasio (1:1; 1:3 ; 1:4) dengan air. Air dituang secara bertahap sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga membentuk pasta. Pasta beton yang telah terbentuk dicetak pada cetakan kubus ukuran 5x5x5 cm3. Cetakan pasta HVFA didiamkan selama 1 hari, kemudian dikeringkan (curing) pada temperatur yang divariasikan (30, 40 dan 60°C). Hasil Analisa oksida komponen kimia menunjukan bahwa fly ash dari PLTU Cirebon tergolong kategori fly ash kelas C dengan kadar CaO lebih dari 10% dan SiO2 kurang dari 46% dan Kekuatan beton (compressive strength) HVFA yang  paling besar yang dapat dihasilkan beton HVFA adalah pada rasio komposisi semen dan fly ash 1:3 dengan temperatur pengeringan 40°C. material fly ash mampu menggantikan semen sebesar 75% dari kebutuhan beton HVFA dengan kekuatan beton mencapai 12,557 MPa pada kondisi pengeringan 40°C. Hasil optimasi menunjukan variable yang paling berpengaruh terhadap kuat tekan beton yang dihasilkan adalah temperatur pengeringan

    Reductive leaching of low-grade manganese ores from Way Kanan using corncob as reductant

    Full text link
    The processing of mining products in indonesia has not been utilized optimally. One of them is manganese ore. Way kanan is one of indonesia's potential manganese ore sites. The manganese leaching study used a -200 mesh way kanan manganese ore that was reacted with sulfuric acid at concentrations of 0.1 M, 0.5 M, and 1 M, as well as corncob as a reductant. To separate the dissolved iron in the leaching process, the manganese sulfate solution was purified with sodium hydroxide and then filtered to have a manganese sulfate solution free of iron. Manganese was precipitated using oxalic acid. The manganese oxalate precipitation was calcined at a temperature of 350 °c for two hours. The best manganese extraction obtained at 92.3% was at a sulfuric acid concentration of 1 M, a temperature of 80 °c, and a solution volume of 400 ml. Calcination of manganese oxalate converted the material into hausmannite (Mn3O4)

    The Effect of NaOH Concentration on Silica Leaching Process from Rice Husk Ash in South Sulawesi Province, Indonesia

    Full text link
    The issue of waste and raw material sources has become common in the processing industry. The ideal solution is to use waste as a substitute for primary material. The processing of rice husk waste for silica extraction can aid in resolving the issue of solid waste accumulation in the agricultural industry. The extraction process begins with burning and ashing the husk waste to increase the silica content. At 750 oC, the silica content increased to 88.06%. The leaching process was carried out to dissolve Si, and observe the behavior of other major elements, such as K, Ca, and P, from rice husk ash. Leaching was carried out in a 3-neck flask with external heating. The effect of the concentration of NaOH solution on elements recovery was studied in this experiment. The highest recovery of Si, K, Ca, and P reached 89.94%, 89.04%, 61.37%, and 78.61%, respectively, at 3 N NaOH concentration, 120 minutes, 300 rpm, and 10% S/L ratio. There was also a precipitate of Na3PO4 formed in the product solution after being left for 24 hours. This provides insight into the decantation process before precipitation using Al(OH)3 in zeolite production

    Studi awal kestabilan struktur katalis logam transisi periode pertama berbasis HZSM-5

    Full text link
    Katalis logam transisi periode pertama (Fe, Co, Ni, Cu, atau Zn) berbasis Hydrogen Zeolite Socony Mobil – 5 (HZSM-5) merupakan katalis yang menjanjikan untuk berbagai macam reaksi. Pada penelitian ini akan dipelajari keperiodikan aktivitas dan kestabilan struktur katalis tersebut pada reaksi cracking anisol. Uji katalitik dilakukan dengan menggunakan reaktor semi alir. Produk dari hasil proses cracking anisol dianalisis menggunakan kromatografi gas-spektra massa (GC-MS), kemudian karakter katalis bekas seperti kristalinitas dan komposisi fasa dianalisis menggunakan X-ray diffraction (XRD), sedangkan luas  Indohoki77 adalah salah satu platform permainan daring yang berkembang pesat di Indonesia. Dengan berbagai permainan menarik yang ditawarkan, indohoki77 berhasil menarik minat para penggemar judi online dari berbagai kalangan. Dari permainan kasino klasik hingga taruhan olahraga, Indohoki77 menyediakan pengalaman bermain yang lengkap dan memuaskan.permukaan dan porositas dianalisis menggunakan surface area analyzer (SAA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak nampak kaitan antara sifat periodik unsur dengan aktivitas katalitiknya.  Karakter setiap katalis yang telah digunakan mengalami sedikit perubahan pada komposisi fasanya, terutama katalis Fe/HZSM-5 dan Co/HZSM-5, sedangkan luas permukaan dan porositasnya mengalami penurunan

    Optimasi proses metilasi brazilein hasil ekstrak kayu secang (caesalpinia sappan linn) sebagai bahan pewarna merah alami untuk tekstil

    Full text link
    Salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan pewarna sintesis yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan adalah dengan menggunakan pewarna alami. Salah satu bahan pewarna alami yang potensial di Indonesia adalah kayu Secang (Caesalpina sappan L.). Kayu secang mengandung senyawa brazilein yang mampu menghasilkan warna merah. Namun, warna merah yang dihasilkan oleh brazilein sangat tidak stabil terhadap perubahan pH. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kestabilan warna brazilein terhadap perubahan pH dengan menggunakan metode metilasi. Metilasi dilakukan dengan menggunakan dimetil karbonat (DMC) sebagai agen metilasi yang dikombinasikan dengan kalium iodide (KI) dan kalium karbonat (K2CO3). Metilasi dilakukan menggunakan metode reflux dengan variasi suhu (50, 60, dan 70 oC), waktu (3, 4, dan 5 jam), dan rasio pereaktan (1:5, 1:10, dan 1:15 g brazilein/mL DMC). Kestabilan warna dinyatakan sebagai nilai absorbansi yang diukur menggunakan Asiahoki77 telah dikenal sebagai salah satu platform terdepan bagi para penggemar judi online. Dengan berbagai pilihan permainan menarik dan sistem keamanan yang terjamin, Asiahoki77 menawarkan pengalaman bermain yang tidak hanya menghibur tetapi juga aman. Pengguna dapat menikmati berbagai jenis permainan seperti slot, poker, dan taruhan olahraga, semuanya dalam satu platform yang mudah digunakan. spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 535,6 nm. Optimasi kondisi metilasi dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Hasil yang optimum didapatkan pada suhu 70 oC, waktu 3,46 jam, dan rasio pereaktan 0,12 g brazilein/mL DMC. Pada kondisi tersebut, penyimpangan nilai absorbansi asam sebesar 28,12% sedangkan penyimpangan nilai absorbansi basa sebesar 0,02%. Kestabilan warna brazilein berhasil ditingkatkan dengan melakukan metilasi pada kondisi optimum

    Evaluasi kinerja kalsium borat sebagai pengganti proppant pada abrasive perforation menggunakan coil tubing unit

    Full text link
    Metode perforasi konvensional yang melibatkan bahan peledak memiliki banyak kekurangan terutama pada sisi transportasi dan penanganan, pengoperasian yang sulit serta kondisi berbahaya lain yang menyebabkan bahan peledak terjatuh kedalam sumur. Oleh karena itu, metode perforasi abrasif menjadi pilihan yang tepat untuk masa yang akan dating. Penggunaan proppant sebagai media abrasif yang umumnya digunakan, menimbulkan permasalahan pada pembersihan endapan di lubang sumur. Sehingga, penggunaan kalsium borat yang memiliki sifat abrasif dan dapat larut didalam HCl diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada pada proppant agar tidak memerlukan tindakan pembersihan dan dapat mengehemat waktu operasi, biaya dan meningkatkan keamanan pada sisi operasional secara sekaligus. Pada studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas dari penggunaan kalsium borat pada perforasi abrasif. Data-data yang dijadikan sumber yaitu data primer yang didapat melalui pengamatan langsung pada saat eksekusi dan Data sekunder yang diperoleh dari sumber kedua dengan mengambil parameter-parameter yang dibutuhkan untuk hal analisis dan pembahasan ataupun melalui kajian pustaka yang mendukung studi kasus. Hasil analisis kedua data tersebut di bagi kedalam dua tahapan, pada tahapan eksekusi diperoleh bahwa durasi rata-rata dari 37 stages perforasi yang telah dilakukan sebesar 13,7 menit melebihi durasi yang dibutuhkan secara analisis yaitu 12,9 menit. Hal ini menunjukkan bahwa semua stage perforasi berhasil terlubangi. Sedangkan pada tahapan pasca perforasi abrasif, dilakukan pengamatan parameter produksi sumur selama 7 hari berupa laju alir produksi, kadar air, tekanan alir dan dan ukuran choke. Dari parameter tersebut dilakukan analisis sehingga diperoleh angka persentase yang menunjukkan efektivitas perforasi pada perforasi abrasif menggunakan kalsium borate berada diangka 84% atau 93 lubang yang efektif memproduksi dari total 111 lubang yang diperforasi. Dimana sangat memenuhi ekspektasi dari perusahaan berdasarkan Saudi Aramco Workover Manual

    Analisis kelayakan finansial dan non finansial untuk pendirian pabrik pakan ikan berbasis maggot

    Full text link
    Sektor perikanan di Indonesia tergolong sebagai sektor yang sangat besar, baik dalam hal produksi maupun konsumsinya. Kondisi ini menyebabkan kegiatan budidaya ikan juga akan meningkat seiring dengan kebutuhannya. Salah satu masalah yang dihadapi dalam kegiatan tersebut adalah masalah pakan ikan yang mahal. Untuk itu, pendirian pabrik pakan ikan yang murah dengan produk yang memenuhi standar nutrisi merupakan peluang besar. Studi ini mempelajari tentang evaluasi ekonomi terhadap kelayakan finansial dan non finansial dari pabrik pakan ikan berbasis maggot. Analisis kelayakan finansial yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai ROI, PBP, NPV, IRR, dan BEP sebesar 20,84%, 5,48 tahun, Rp 307.103.117, 15,36%, dan 32,11%, secara berurutan. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, seluruh parameter kelayakan finansial menunjukkan bahwa pabrik pakan ikan berbasis maggot ini layak untuk didirikan. Tidak hanya itu, pendirian pabrik tersebut juga memberikan pengaruh positif secara non finansial. Aspek lingkungan, teknikal, sosial-ekonomi, dan pasar mendukung kelayakan pendirian pabrik ini. Lebih jauh, pabrik pakan ikan ini juga mendukung usaha untuk mengatasi permasalahan sampah organik. Kegiatan budidaya maggot dengan menggunakan sampah organik ini akan tumbuh karena maggot yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan baku utama untuk produksi pakan ikan

    Peningkatan kualitas air buangan ke laut dengan metode FLOCOM untuk lapangan offshore produksi minyak dan gas bumi

    Full text link
    A B S T R A C TWastewater disposal to the sea in oil and gas production is an important and critical part to ensure the continuity of production process and environment. Quality enhancement to reduce oil content in wastewater disposal to the sea could be achieved by injecting chemical in oil and water separation process. Chemical reverse demulsifier base flocculant is generally used for chemical treatment of wastewater disposal; however excessive injection of flocculant forms flock particle that causes deadlock on operation tools. The purpose of this research was to study the effect of innovative FLOCOM method application in wastewater to the sea quality. The experiment was conducted in offshore Attaka field that had flock problem. FLOCOM method application results showed reduction of oil content in wastewater to sea from 20 mg/L to 10 mg/L and reduction of chemical consumption in offshore Attaka field from 4.6 gallons per thousand barrel oil equivalent to 3.2 gallons per thousand barrel oil equivalent.Keywords: flocculant; FLOCOM method; offshore oil and gas field; reverse demulsifier; wastewater to seaA B S T R A KAir buangan ke laut dalam proses produksi minyak dan gas bumi merupakan hal yang penting dan krusial untuk menjamin kesinambungan proses produksi dan lingkungan. Peningkatan kualitas air buangan ke laut dalam rangka menurunkan jumlah minyak terkandung dalam air buangan dapat dilakukan dengan cara injeksi bahan kimia dalam proses pemisahan minyak dan air. Bahan kimia yang umumnya digunakan adalah reverse demulsifier berbasis flokulan. Namun penggunaan flokulan dalam jumlah banyak dapat menimbulkan permasalahan operasi dengan timbulnya partikel flock yang dapat menyebabkan kebuntuan pada alat operasi. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh aplikasi metode inovasi FLOCOM dalam kualitas air buangan ke laut. Penelitian dilakukan di lapangan offshore Attaka yang terdapat permasalahan flock. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode FLOCOM dapat menurunkan kandungan minyak dalam air buangan ke laut dari 20 mg/L menjadi 10 mg/L serta dapat menurunkan konsumsi injeksi bahan kimia pada lapangan offshore Attaka dari 4.6 gallons per thousand barrel oil equivalent menjadi 3.2 gallons per thousand barrel oil equivalent.Kata kunci: air buangan ke laut; flokulan; lapangan offshore minyak dan gas bumi; metode FLOCOM; reverse demulsifie

    Analisis perubahan sistem kualitas udara Kota Yogyakarta pada masa pandemi COVID-19

    Full text link
    Beberapa penelitian membahas penurunan konsentrasi polutan udara selama masa pandemi COVID-19, namun belum banyak penelitian yang membahas kaitan antara variabel kualitas udara dan tingkat mobilitas masyarakat. Penelitian ini menyelidiki keterkaitan hubungan antara variabel polutan udara, faktor meteorologi, dan tingkat mobilitas masyarakat di Kota Yogyakarta. Fenomena hubungan sistem kualitas udara dan mobilitas masa pandemi COVID-19 tahun 2020 terbagi dalam dua periode: (a) Pembatasan Aktivitas (April s.d. Juli 2020) dan (b) Normal Baru (Agustus s.d. Desember 2020). Kualitas udara Kota Yogyakarta sebelum dan pada masa pandemi COVID-19 menunjukkan perbaikan, dari kategori Baik: 31,85% menjadi 90,37% ISPU (chi-square asymp.  sig.  < 0,05).   Polutan udara PM10, SO2, dan CO menurun sebesar 18%, 93%, dan 74%, sedangkan O3 meningkat sebesar 104% pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020. Polutan udara primer PM10, SO2, dan CO berhubungan positif terhadap faktor meteorologi penyinaran matahari, tetapi berhubungan negatif terhadap polutan udara sekunder O3 serta faktor meteorologi suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, dan kecepatan angin. Pembatasan aktivitas masyarakat di luar rumah secara umum menyebabkan perbaikan kualitas udara, di mana penurunan mobilitas transportasi menjadi variabel yang mempengaruhi penurunan polutan udara primer di Kota Yogyakarta. Pembatasan aktivitas mempengaruhi polutan udara sekunder, di mana kenaikan O3 terjadi ketika mobilitas dalam ruangan dan transportasi meningkat

    Perayaan 15 tahun Jurnal Rekayasa Proses

    Full text link

    235

    full texts

    238

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Rekayasa Proses
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇