Jurnal Sain Veteriner
Not a member yet
    821 research outputs found

    Sebaran Lesi Skabiosis Pada Kambing Di Desa Nampar Tabang, Kabupaten Manggarai Timur

    Full text link
    Skabies, yang juga dikenal sebagai kudis atau skabiosis, adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau kecil bernama Sarcoptes scabiei. Tungau menggali terowongan di dalam lapisan atas kulit, menyebabkan gatal-gatal, kerusakan kulit, dan ketidaknyamanan pada hewan yang terinfeksi. Skabies dengan cepat menyebar di antara hewan yang tinggal dalam kelompok atau kandang yang sama. Infeksi skabies pada kambing dapat menyebabkan penurunan berat badan dan performa yang buruk, biaya pengobatan yang besar serta stres berkepanjangan pada ternak kambing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran lesi Skabies (Sarcoptes scabiei) pada kambing di Desa Nampar Tabang Kabupaten Manggarai Timur. Hasil penelitian menunjukkan sebaran lesi pada kambing dengan persentase distribusi pada wajah sebesar 64,58%, leher 1,56%, punggung sebesar 18,75%, abdomen sebesar 6,25%, region kaki belakang sebaran lesi sebesar 3,12% dan ekor sebesar 5,73%.

    The Prevalence of Dairy Goat’s Subclinical Mastitis Related to Udder Morphology and Farming Management Practices

    Full text link
    This study aimed to analyze the prevalence of subclinical mastitis (SCM) and the correlation between CMT positive score, udder morphology and management practice in dairy goats in several regencies in East Java. The SCM identification was tested using the California Mastitis Test (CMT) method. The obtained data were analyzed qualitatively and quantitatively, and the correlation was determined using Kendall’s tau_b coefficient correlation method. The results showed the prevalence of SCM in Blitar, Lumajang, and Jember amounted to 19,35%, 0,86%, and 25%, respectively. The control management of observed dairy farms was relatively similar such as the milking frequency, feeding management, health control, and cage type. Milk production was moderately correlated with CMT (tb =-0.417) and low correlation with the udder shape (tb =1.51), side udder cross-section (tb =-0,293), teat angle of separation between teat (tb =0,204), and degree of udder separation (tb =0,128). The CMT also has low correlation with the BCS (tb =0,146), udder symmetry (tb =0,126), sided udder cross-section (tb =0,153). Then CMT also has a moderate correlation with housing type (tb =-0,380) and milking frequency (tb =0.365). In conclusion, the prevalence of SCM was relatively low to moderate and its correlation with udder morphology were low to moderate.

    Kepadatan dan Dominasi Pinjal pada Beberapa Jenis Tikus dan Habitat di Daerah Enzootik Pes di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur

    Full text link
    Fleas are hemophagous insects that spread the Yersinia pestis bacteria that causes bubonic plague through the bites of infected fleas. The purpose of this study was to determine the density, dominance, and infestation of larvae in several types of rodents and habitats in the Pes enzootic area. This research was conducted in May–June 2023 in Pasuruan Regency, East Java. The data analysis method used was descriptif. Samples of rat fleas were taken from rats captured in residential, garden, and forest habitats. The results showed that six species of small mammals were captured, namely, the Muridae family consisting of Niviventer fulvescens, Rattus exulans, Rattus tanezumi, and Rattus tiomanicus; the Erinaceidae family, namely Helomys suillus; and the Soricidae family, namely Suncus murinus, with the highest trap success in residential habitats by 10.9% and the highest density of rats in residential and garden habitats. The larval species obtained were Xenopsylla cheopis and Stivalius cognatus, with the highest flea infestation in the rat species Rattus exulans female (300%) and Rattus tanezumi female (64.2%)

    Prosedur Pemotongan dan Kualitas Daging Sapi yang Dipotong di Tempat Pemotongan Hewan (TPH) di Kota Jayapura

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemotongan, kualitas fisik dan cemaran mikroba daging sapi yang dipotong di TPH di Kota Jayapura. Penelitian ini dilakukan di lima TPH yang ada di Kota Jayapura. Sampel daging diambil masing-masing sebanyak 25 gram/ekor/TPH. Pengambilan sampel dilakukan seminggu sekali pada setiap TPH dan diulang 3 kali. Prosedur pemotongan diamati secara langsung. Uji kualitas fisik daging sapi, meliputi: aroma, warna, konsistensi dan pH. Sedangkan uji cemaran mikroba daging menggunakan metode TPC untuk mengetahui jumlah bakteri/kuman dan metode MPN untuk mengetahui jumlah Coliform dan E. coli. Data prosedur pemotongan ditabulasi kemudian dilakukan analisa deskriptif. Kualitas fisik daging dianalisa deskriptif berdasarkan SNI 3932:2008 dan tingkat cemaran mikroba pada daging sapi berdasarkan SNI 7388:2009. Hasil: pada semua TPH pemeriksaan antemortem dan pemeriksaan postmortem tidak dilakukan; berdasarkan warna daging, terjadi penurunan tingkat mutu daging dari mutu II menjadi mutu III; sebanyak 3 sampel (18,75%) melebihi standar normal nilai TPC dan sebanyak 15 sampel (93,75%) memiliki nilai cemaran bakteri Coliform dan E. coli di atas batas normal; Kesimpulan: prosedur pemotongan belum memenuhi kriteria yang telah ditetapkan; kualitas fisik daging menurun berdasarkan parameter warna; dan hampir seluruh sampel daging memiliki cemaran mikroba di atas standa

    Diagnosis of Feline Panleukopenia Based on Clinical Signs and Polymerase Chain Reaction in Various Ages of Cats

    Full text link
    Feline panleukopenia (FPL) is a viral infectious disease caused by the feline panleukopenia virus (FPV) that affects cats of all ages. Clinical symptoms that appear in each individual cat vary greatly, depending on age, immune status, and the presence or absence of secondary infection. The aim of this research was to diagnose the FPL based on clinical signs and polymerase chain reaction (PCR) in cat with various ages. This study used 15 cats that showed one of clinical symptoms including lethargy, anorexia, fever, diarrhea, and vomiting. All cats were examined physically and by PCR of blood, then analyzed descriptively. The results showed that 10/15 (66.7%) cats were 1 year old. Identification by PCR showed that 100% of the samples positive, so that all of cats diagnosed FPL. Clinical signs that commonly appeared in this study included anorexia (80%), fever (80%), vomiting (73.3%), lethargy (66.7%), and diarrhea (40%). Young cats 12 months experienced anorexia and vomiting. Concluded that the predominant clinical symptoms of FPL in young cats were anorexia, fever, vomiting and lethargy, whereas in adult cats anorexia, fever, vomiting, and diarrhea. Clinical symptoms can be used for initial screening of FPL, but the causative diagnosis needs to be determined by polymerase chain reaction

    Uji Fitokimia Terhadap Ekstrak Etanol 70% Dan Ekstrak Air Bunga Kecubung (Datura metel L.) Yang Berpotensi Sebagai Bahan Anestesi

    Full text link
    Anestesi umum dapat didefinisikan sebagai suatu depresi dari sistem saraf pusat (SSP) yang menyeluruh akan tetapi bersifat reversible, yang mengakibatkan hilangnya respon dan persepsi terhadap semua rangsang dari luar. Salah satu agen baru yang berpotensi sebagai bahan anestesi adalah tumbuhan kecubung (Datura metel L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol 70% dan ekstrak air bunga kecubung (Datura metel L.) melalui uji fitokimia dan mengetahui kandungan senyawa kimia yang berpotensi sebagai bahan anestesi. Sampel penelitian berupa bunga kecubung didapat dari daerah Danau Tamblingan, Munduk, Kabupaten Buleleng, Bali yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dan pelarut air dengan menggunakan metode maserasi. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 70% dan ekstrak air bunga kecubung (Datura metel L.) dengan uji fitokimia positif mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, fenolat, dan flavonoid namun negatif mengandung triterpenoid/steroid serta mengandung senyawa kimia yang berpotensi sebagai bahan anestesi yaitu alkaloid, saponin, tanin, fenolat, dan flavonoi

    Case report Diagnosis dan Penanganan Feline Panleukopenia

    Full text link
    Feline panleukopenia (FPL) adalah penyakitinfeksi Feline panleukopenia virus yang menyebabkan mortalitas tinggi pada kucing. Penelitianini bertujuan melaporkan diagnosis dan penanganan kasus FPL. Studi kasus ini menggunakan seekor kucing persia mix, betina, berumur empat bulan yang diperiksa secara klinis, uji FPV-Ag dan hematologi. Hasil anamnesis dan pemeriksaan klinis didapatkan bahwa kucing lesu, tidak mau makan, muntah, dan mengalami diare berwarna coklat, suhu tubuh 40,3⁰C, dehidrasi, dan selaput lendir anemis. Hasil pemeriksaan hematologi menunjukkan kucing mengalami leukopenia, anemia dan FPV-Ag test positif, sehingga kucing didiagnosis menderita FPL. Kucing diberi terapi infus Ringer Lactate 30ml/kgBB/ hari IV, enrofloxacin 5 mg/ kgBB/hari SID SC dan Amoxicilin 10 mg/kgBB dua hari sekali IM, hematopoietin  0,1 ml/kgBB BID IV, vitamin-Asam amino 0.1 ml/ kgBB BID IM. Kucing dirawat secara intensif dan mati pada hari ketiga. Disimpulkan bahwa kucing pada kasus ini didiagnosis FPL berdasar gejala klinis, leukopenia dan reaksi positip tes FPV-Ag. Kucing penderita FPL tersebut telah diberi terapi cairan, antibiotik, dan vitamin, tetapi tidak berhasil disembuhkan

    Efektivitas Albendazole terhadap Nematodiasis pada Sapi Perah di Peternakan Sapi Perah Rakyat Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan

    Full text link
    Nematodiasis adalah penyakit yang disebabkan cacing nematoda yang dapat diderita sapi perah segala usia. Penyakit ini mempunyai gejala klinis antara lain kurus, rambut kusam berdiri dan diare. Albendazole merupakan obat cacing berspektrum luas yang sering digunakan oleh peternak karena mudah didapat. Tujuan penelitian ini adalah menentukan prevalensi, gejala klinis dan efektifitas albendazole terhadap nematodiasis pada sapi perah di peternakan sapi perah rakyat Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan. Penelitian ini menggunakan 50 ekor sapi perah yang tidak bunting. Semua sapi diperiksa secara fisik meliputi kondisi umum sapi dan feses. Sampel feses diambil dan diperiksa adanya telur cacing dengan metode nativ, apung dan Mc Master. Sapi penderita nematodiasis selanjutnya diterapi albendazole dengan dosis 10 mg/kg BB satu kali pemberian secara per oral. Perkembangan hasil terapi diamati dengan cara dilakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan sampel feses pada hari ke 3, 7 dan 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi nematodiasis sapi perah sebesar 30%. Sapi penderita nematodiasis menunjukkan feses lembek, adanya telur nematoda pada fesesnya. Telur cacing yang ditemukan adalah kelompok telur Strongyle, Toxocara sp, dan Trichuris sp. Efektivitas albendazole terhadap nematodiasis pada sapi perah masih tinggi yakni >97,87%. Disimpulkan bahwa albendazole mempunyai efektifitas yang tinggi untuk mengobati nematodiasis

    Pemberian Ekstrak Daun Singkong pada Burung Puyuh yang Mengalami Cekaman Panas

    Full text link
    Fenomena iklim tropis, ekuinoks, dan pemanasan global di Indonesia dapat menyebabkan masalah cekaman panas pada peternakan unggas termasuk puyuh. Dampaknya adalah penurunan performa dan produksi puyuh, oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk mengatasi masalah heat stress. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan potensi ekstrak daun singkong untuk mengatasi cekaman panas pada puyuh dewasa anas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 16 ekor puyuh yang dibagi menjadi 4 kelompok, terdiri dari 4 ekor puyuh sebagai kontrol yang diberi perlakuan suhu 35 °C, dan masing-masing 4 ekor puyuh lainnya diberi perlakuan suhu 35 °C dan diberi ekstrak daun singkong dengan dosis yang berbeda-beda sebesar 5,292 mg/168g, 10,584 mg/168 g, dan 21,168 mg/168 g berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun singkong yang mengandung flavonoid dan klorofil terbukti dapat menurunkan kadar malondialdehida (MDA) pada puyuh yang mengalami cekaman panas. Kualitas telur juga meningkat berdasarkan parameter tinggi albumin, tinggi kuning telur, dan tebal cangkang, namun kadarnya tidak signifikan. Parameter total leukosit, rasio heterofil per limfosit, dan diferensial leukosit tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Ekstrak daun singkong juga belum terbukti mampu menurunkan total protein pada puyuh yang mengalami cekaman panas. Hasil vaksinasi ND inaktif yang dilakukan satu kali menunjukkan titer antibodi yang rendah pada semua kelompok

    Health and Production Performance of Broiler strain Cobb with Closed House IoT system in Cimahpar, Bogor

    Full text link
    One source of affordable protein for the Indonesian was broiler chickens. Farmer were competing to do optimal broiler production. For independent farmers, it is difficult to carry out efficient production because of global warming which triggers rapidly changing microclimate condition. Therefore, the closed house system can be an alternative. The purpose of this study was to observe the performance of strain cobb broilers reared in a closed house system supported by the Internet of Things (IoT). A total of 12,000 DOC were divided into 2 types of cages and 2 maintenance periods. The types of cages used were closed and open house and the maintenance period was January-February and April-May 2022. Each cage contain of 3,000 individuals and were maintained with a standard system. IoT systems were used to monitor the microclimate conditions. The results of the recording show that the closed house system gives better results. The comparison of the average body weight per chicken between closed and open house on days 4, 15, 25, and 30 respectively was 88 and 86 g; 520 and 495 gr; 1.73 gr and 1.127; 1,630 and 1,520 gr. The total harvest weight gave an increase of 5.21% (4,259 to 4,481.8 kg) and a better FCR from 1.49 to 1.40 in the closed house system. The closed house system for independent farmer was able to increase the efficiency because it provides comfortable microclimate so that the chickens grow better. The independent farmers can use closed house system for more profitable broiler production.

    419

    full texts

    821

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sain Veteriner
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇