Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan
Not a member yet
    438 research outputs found

    CARA PEMBAYARAN SEBAGAI MODIFIER TERHADAP PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEPUASAN PASIEN PADA LAYANAN RAWAT INAP DI RSU TEGALYOSO KLATEN

    No full text
    TERSEDIA DALAM FIL

    PENGARUH PENYERAHAN DANA DAN PENGELOLAAN ASURANSI KESEHATAN SEPENUHNYA KEPADA PUSKESMAS TERHADAP PENGADAAN MUTU PENGGUNAAN OBAT

    No full text
    TERSEDIA DALAM FIL

    DAMPAK KEMITRAAN PRAKTISI SWASTA TERHADAP KETERLAMBATAN DAN BIAYA PENANGANAN TUBERKULOSIS DI KOTA DENPASAR BALI

    Get PDF
    TERSEDIA DALAM FIL

    PENGEMBANGAN UNIT MOBIL PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM BHAKTI YUDHA

    No full text
    TERSEDIA DALAM FIL

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peresepan Obat Generik Di Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. Sardjito

    No full text
    TERSEDIA DALAM FIL

    ANALISIS PERENCANAAN OBAT BERDASARKAN ABC INDEKS KRITIS DI INSTALASI FARMASI

    No full text
    TERSEDIA DALAM FIL

    POKOK-POKOK PIKIRAN LEPAS FORMULASI UNDANG-UNDANG NO. 22 DAN 25 TAHUN 1999 DAN DAMPAK TERHADAP KEBIJAKAN PUBLIK

    No full text
    TERSEDIA DALAM FIL

    Intervensi Pemerintah Dalam Ekonomi Campuran: Penyediaan Public Goods Dan Pengaturan Private Goods Di Sektor Kesehatan

    No full text
    TERSEDIA DALAM FIL

    BERBAGAI MASUKAN UNTUK KEBIJAKAN KESEHATAN BERDASARKAN PERTEMUAN PUNCAK NASIONAL BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT TANGGAL 30 OKTOBER 2009

    Get PDF
    Pada tanggal 30 Oktober 2009 diselenggarakanPertemuan Nasional untuk mencari masukan strategipembangunan kesehatan. Kabinet baru telahmempunyai empat agenda pembangunan kesehatanyang diharapkan diberi masukan oleh berbagai pihak.Empat agenda tersebut adalah: (1) Isu peningkatanpembiayaan kesehatan untuk memberikan jaminankesehatan masyarakat; (2) Isu peningkatankesehatan masyarakat untuk mempercepatpencapaian target MDGs; (3) Isu pengendalianpenyakit dan penanggulangan masalah kesehatanakibat bencana; dan (4) Isu peningkatanketersediaan, pemerataan dan kualitas tenagakesehatan terutama di daerah terpencil, tertinggal,perbatasan dan kepulauan (DTPK).Untuk mendukung upaya peningkatan isu-isupokok di atas, perlu diperhatikan kegiatan-kegiatanyang mempunyai dampak cepat dan kegiatan yangmempunyai dampak lama namun sebaiknyadilakukan. Kedua jenis kegiatan tersebut perludimasukkan sebagai agenda nyata pembangunankesehatan.Kegiatan-kegiatan yang mempunyai dampakcepat, antara lain: (1) menghilangkan hambatan(bottle-neck) seperti keterlambatan pencairan APBNdi daerah. Hambatan ini dapat dihilangkan denganperbaikan proses pengelolaan anggaran pemerintahsehingga dapat direalisasikan pada awal tahunanggaran. Bottle-neck – bottle-neck lain perludiidentifikasi misalnya penggunaan Dana AlokasiKhusus yang kaku perlu dicari pemecahannya,ataupun kurangnya data untuk perencanaan. (2)Dalam konteks alokasi anggaran pemerintah pusatdiharapkan ada pelaksanaan Standar PelayananMinimal (SPM) bidang kesehatan di kabupaten/kota.Pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkanmendanai kegiatan kesehatan sesuai indikator SPM.Dengan menggunakan SPM, dalam alokasi anggaranini diharapkan ada pemihakan dukunganpengembangan kapasitas dan pembiayaan bagidaerah yang kapasitas fiskalnya rendah dan tingkatkemiskinannya tinggi. (3) Melakukan percepatankegiatan pembangunan kesehatan denganpenggalian, pengalokasian dan pemanfaatanberbagai sumber pembiayaan kesehatan daripemerintah maupun masyarakat termasuk swasta.Kerja sama dengan pihak swasta perludikembangkan untuk memperluas jangkauanpelayanan kesehatan. Kerja sama ini termasukpemberian insentif pajak dan subsidi bagi lembagaswasta yang melayani masyarakat miskin berdasarprogram pemerintah; (4) Memperkuat sistempenanggulangan bencana, sejak dari fasepreparedness, kesiapan untuk emergency danrecovery, dengan standar prosedur yang jelas.Kegiatan-kegiatan yang mempunyai dampak lebihlama namun sebaiknya dilakukan, antara lain: (1)Memperkuat berbagai infrastruktur sistemkesehatan, antara lain: pengembangan sistemsurveilans-respons di daerah agar masalah kesehatanlebih diperhatikan dan menjadi dasar untukMusrenbang tahunan dan limatahunan. Hal inimenjadi isu strategis untuk alokasi anggaran didaerah guna mendapatkan dana kesehatan tidakhanya dari Dinas Kesehatan, namun juga dinas-dinaslainnya, terutama untuk menangani Social-Determinants of Health. Penataan sistem informasikesehatan termasuk pemetaan status kesehatan,faktor risiko, fasilitas, dan berbagai hal lainnya untukkeperluan monitoring, evaluasi, dan perencanaan;(2) Penguatan Dinas Kesehatan sebagai pengawassistem pelayanan kesehatan, termasuk mutupelayanan klinik; (3) Penguatan DepartemenKesehatan untuk menyusun berbagai standarnasional sektor kesehatan, peraturan pemerintah,dan kemampuan fasilitasi bagi pemerintah daerah.Pengembangan penelitian kesehatan biomedik,klinis, dan kesehatan masyarakat secara sistematisdan terintegrasi (bersifat translasional). (4)Pengembangan tehnical assistance (konsultan)kesehatan secara terintegrasi dengan prinsipmengatasi masalah dalam sistem kesehatan.Hal lain yang diperlukan adalah memperkuatpenggunaan kebijakan desentralisasi di sektorkesehatan, antara lain menyangkut pembagian urusanantara pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintahkabupaten/kota diberbagai aspek kesehatan (LaksonoTrisnantoro, trisnantoro@yahoo. com)

    228

    full texts

    438

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇