agriTECH
Not a member yet
1394 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Energi Angin di Daerah Pertanian Pantai Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Penganeka Ragaman Pengolahan Tembakau Rajangan
Penganeka-ragaman pengolahan tembakau rajangan merupakan salah satu usaha untuk mengurangi ketergantungan pada sinar matahari untuk pengeringan, mempermuclah penetapan standar mutu dan mencegah pemalsuan. Usaha tersebut meliputi penganeka ragaman bentuk tembakau kering dari rajangan menjadi krosok dan penganeka ragaman cara pengeringan, dari cara penjemuran menjadi pengeringan dengan oven. Akibat penganeka-ragaman tersebut, terjadi perubahan sifat kimia maupun sifat fisika pada tembakau kering basil olahan. Oleh sebab itu konsumen (pabrik rokok) harus menyusun komposisi campuran (formula blending) rokok yang barn
Kemunduran Mutu Kamaboko Ikan Mas Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar
Telah dikerjakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kemunduran mutu kamaboko yang dibuat dari ikan mas (Cyprinus carpio L) selama penyimpanin pada suhu kamar. Kamaboko dibuat dengan variasi penambahan tepung kacang hijau, tepung tapioka, tepung terigu, tepung aren dan tepung maizena, disimpan pada suhu kamar dan diamati kemunduran mutunya. Kamaboko yang dibuat dengan penambahan tepung kacang hijau mempunyai daya simpan lebih lama dibandingkan. terhadap kamaboko dengan penambahan tepung tapioka, terigu, maizena dan aren
Beberapa Sifat Anti-Tripsin Biji Kecipir
Untuk mempelajari sifat anti-tripsin kecipir. khususnya sifat inaktivasi pada beberapa pH, biji kecipir utuh direndam pada berbagai kombinasi kondisi pH(3. 5, dan 9), suhu (suhu kamar dan 60°C), dan lama perendaman (4.8. dan 24 jam) Setelah perendaman. ditiriskan. dan air rendaman ditampung. Hasil pengukuran aktivitas anti-tripsin pada biji dan air rendaman menunjukkan bahwa perendaman pH 3 suhu kamar meningkatkan akitvitas anti-tripsin dan 64,00 unit/mg menjadi 94,10; 72,28 dan 82,29 unit/mg berturut-turut pada lama perendaman 4, 8 dan 24. Pemanasan 60°C sedikit menurunkan akiivitas antitripsin; penurunan aktivitas semakin besar dengan semakin lama waktu perendaman. Perendaman pH 5 pada semua. kombinasi perlakuan mengakibatkan inaktivitasi total aktivitas anti-tripsin, sedang perendaman pH 9 tidak menghasilkan inaktivasi sebagaimana diharapkan, menunjukkan bahwa anti-tripsin biji kecipir tahan terhadap perlakuan pH 9. Perembesan anti.tripsin kedatam air rendaman sedikit membantu penurunan aktivitas anti-tripsin dalam biji kecipir. Uji biologikal menggunakan tikus putih rremperkuat basil pengamatan percobaan inaktivastianti-tripsin kecipir ditinjau dari penurunan berat tikus, namun tidak diamati adanya kelainan pada pankreasnya, tetapi teramati adanya penurunan berat hati oleh sebab yang belum diketahui
Distribusi Kecepatan Aliran di Saluran Terbuka Pada Permukaan Saluran Bergelombang
Study on velocity distribution in wavy bed was conducted in a 10 m long, 0.5 m wide, 0.4 m depth glass-walled rectangular open channel. Flow characteristic was measured by hot wire anemometer and data was transferred to personal computer by digitizer. The Reynolds number which calculated from the maximum velocity are 3940,5630, 8190, and 12,930 respectively. Result of study shows that velocity data can not be approached by using the logarithmic law Mean while the power-law velocity distribution seems applicable in explaining the scanered velocity data. The velocity reduction about 0.21u/um in the area close to the bed and 0.05 u/um In the middle of turbulent boundary layer is disadvantage in the view point of hydraulic structure operatio