agriTECH
Not a member yet
1394 research outputs found
Sort by
Analisis Bakteri Asam Laktat dan Senyawa Bioaktif selama Fermentasi Bekasam Ikan Nila (Oreochromis niloicus)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan komponen bioaktif dan bakteri asam laktat selama fermentasi bekasam serta untuk mengetahui media dan waktu terbaik dalam pembentukan komponen bioaktif selama fermentasi bekasam. Penelitian ini menggunakan tiga macam metode wadah penyimpanan fermentasi yaitu wadah toples, plastik vakum dan plastik non vakum, masing-masing sampel difermentasi selama 7, 11, dan 15 hari. Hasil data dianalisis dengan cara mendeskripsikan setiap parameter. Parameter yang diamati yaitu total Bakteri Asam Laktat, asam amino, asam lemak bebas, asam lemak dan lovastatin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu fermentasi dengan penggunaan kemasan yang berbeda dapat menghasilkan perbedaan jumlah total Bakteri Asam Laktat (6,49-6,72 log cfu/ml), perbedaan kandungan komponen bioaktif berupa komposisi asam amino, kandungan asam lemak bebas (0,797-3,386%), komposisi asam lemak dan kandungan lovastatin (53,48-74,99 ppm).The purpose of this research was to find changes of lactic acid bacteria and bioactive compounds, time and fermented condition of bekasam. This research use 3 methods storage conditions of fermentation, they were jar container, vacuum plastick and non vacuum plastick, each sample was fermented for days to 7, 11 and 15. Data result analyzed by describing each parameter (total lactic acid bacteria, amino acid, free fatty acids, fatty acid and lovastatin). The results showed that storage time with use of differences packaging can produce total lactic acid bacteria (6.49-6.72 log cfu/ml), bioactive compounds amino acid, free fatty acid (0.797-3.386 %), fatty acid and lovastatin (53.48-74.99 ppm)
Faktor-faktor yang Memengaruhi Persepsi Petani Beras Hitam Lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani DIY terhadap beras hitam lokal, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta mengetahui willingness to accept (WTA) petani. Persepsi petani terhadap beras hitam lokal beserta faktor-faktor yang memengaruhi serta WTA dapat menjadi rujukan untuk penyusunan strategi pemasaran. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik purposive dan snowball sampling melalui pemberian kuesioner dan wawancara kepada petani beras hitam di Kabupaten Sleman, Bantul, dan Gunungkidul. Dari hasil analisis data, diketahui bahwa dari aspek biaya produksi, risiko kegagalan, kebutuhan air dan nutrisi, keberlanjutan produksi, kemudahan pemeliharaan, dan umur tanaman beras hitam sama saja dengan varietas beras lain. Sedangkan dari aspek produktivitas beras hitam lebih rendah dibanding dengan varietas beras lainnya. Faktor yang paling memengaruhi persepsi petani adalah faktor harga dengan nilai eigenvalue 3,616, kemudian faktor distribusi (1,669), faktor sosialisasi (1,422), faktor biaya produksi (1,212) serta faktor keunggulan produk (1,060). Dari perhitungan WTA, harga minimum yang petani bersedia terima adalah Rp19.800,00
Low Budget Respirometer Chamber Design Based on Wireless Sensor Network
Fresh fruit respiration information is essential optimizing food storage systems. Meanwhile, respiration is defined as the process of oxygen production and carbon dioxide release during storage in a closed respiratory chamber. Therefore, this study aims to design a low-budget computerized respiratory chamber for enhancing fruit packaging and storage system. Real-time fruit respiration can be measured by applying wireless gas sensors network. The respirometer consisted of 3,600 mL glass jar with a screw stainless lid, while the electrochemical and non-dispersive infrared sensors were mounted on the cover of the glass jar for collecting data on the oxygen, carbon dioxide, and temperature during mangoes’ respiration. Arduino USB port was used to record all measured parameters consisting of oxygen (%) and carbon dioxide concentrations (ppm, as well as temperature in the respiration chamber. Additionally, a controlled cooling chamber was applied to maintain the temperature during storage, while data communication was supported by Xbee S2C based on radio frequency. According to the respirometer real-time reading, there was a decrease in oxygen concentration caused by increasing carbon dioxide release with temperature. The low-budget respirometer was used to measure the respiration rate and record the data through a wireless sensor network system. The data plot shows that the respiration rate increased as the storage temperature and the respiratory quotient ranged from 0.32-0.44
Pengaruh Jenis Bubur Buah dan Pemanis terhadap Karakteristik Fisik, Kandungan Gizi, dan Aktivitas Antioksidan Selai Kersen (Muntingia calabura L.) Lembaran
Kersen (Muntingia calabura L.) merupakan buah yang mengandung antioksidan dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan. Buah kersen masih belum banyak dimanfaatkan menjadi suatu produk makanan olahan. Oleh karena itu, dikembangkan produk makanan berbahan dasar kersen seperti selai kersen lembaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bubur buah yang disaring/tidak disaring serta menggunakan fruktosa cair/fruktosa cair+stevia pada selai lembaran, menganalisis karakteristik fisik, kandungan gizi, aktivitas antioksidan, dan kontribusi energi dan zat gizi per takaran saji selai kersen lembaran. Penelitian ini didesain secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama yaitu penyaringan bubur buah meliputi A1 (disaring) dan A2 (tidak disaring), sedangkan faktor kedua yaitu jenis gula meliputi B1 (fruktosa cair) dan B2 (fruktosa cair + stevia). Keempat formula selai lembaran dilakukan analisis karakteristik fisik (total padatan terlarut, warna L, a+, b+, hue, dan chroma), kandungan gizi (kadar proksimat, serat pangan, dan total gula), aktivitas antioksidan, serta kontribusi energi dan zat gizi per takaran saji. Data dianalisis menggunakan uji Two-way Anova dan uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil analisis total padatan terlarut, warna L, b+, chroma, hue, kadar proksimat, serat pangan, dan aktivitas antioksidan pada formula selai kersen lembaran, tetapi terdapat perbedaan yang signifikan untuk hasil warna a+ dan total gula. Formula selai kersen lembaran dengan penyaringan dan penggunaan fruktosa cair + stevia memiliki kandungan energi lebih rendah 30,15-37,9% dan kandungan gula lebih rendah 41,25-47,78% dibandingkan dengan selai buah komersil, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif selingan bagi seseorang yang mengurangi kalori dan asupan gula. Formula ini juga memiliki kandungan serat yang tinggi yaitu sebesar 7,77% atau 2,72 g/35 g
Rekomendasi Strategi Rantai Pasok Lobster Gunungkidul Berdasarkan Kajian Struktur Biaya Logistik
Tingginya permintaan lobster laut di pasar internasional maupun nasional serta harga jualnya yang tinggi membuat lobster menjadi salah satu komoditas ekspor potensial Indonesia. Karakteristik produk yang bersifat musiman membuat persediaan lobster tidak selalu bisa memenuhi permintaan pasar. Harga terbentuk berbasis pasar sehingga pemasok utama lobster dalam hal ini adalah nelayan, tidak dapat berpartisipasi dalam penentuan harga. Penyusunan strategi rantai pasok yang didasarkan pada hasil analisis struktur biaya logistik pada masing-masing rantai pasok perlu dilakukan untuk mencapai efisiensi. Metode yang digunakan adalah in-depth interview. Data dianalisis dengan model perhitungan biaya berbasis aktivitas untuk mengkaji besarnya biaya yang dikeluarkan tiap pelaku dan sebagai dasar perhitungan marjin keuntungan. Biaya terbesar terdapat pada aktivitas pengadaan (66,34%) yang sebagian besar ditanggung nelayan. Keuntungan terbesar diperoleh pemilik kapal (876,56%). Kondisi ini mengindikasikan adanya inefisiensi rantai pasok sehingga diperlukan strategi efisiensi, sedangkan ketidakseimbangan antara persediaan dan permintaan dapat diminimalisir dengan strategi responsif
Pengaruh Penggunaan Trehalosa dalam Adonan Beku dan Waktu Pembekuan terhadap Viabilitas Yeast dan Karakteristik Roti Manis
Trehalosa sebagai krioprotektan dalam adonan beku berfungsi untuk mencegah kerusakan adonan roti saat penyimpanan beku dengan cara melindungi membran ragi dan mencegah melemahnya jaringan gluten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi penambahan trehalosa yang efektif untuk mempertahankan karakteristik roti manis selama pembekuan. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Tersarang (Nested) dengan 2 faktor yaitu penambahan trehalosa (0; 0,1; 0,15 dan 0,2% b/b) dan waktu pembekuan (0, 15, 30, 45, dan 60 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan trehalosa efektif mempertahankan yeast yang hidup sebanyak 4,29%, dimana pada hari ke-0 ragi yang hidup sebanyak 33x10 6 CFU/g dan pada hari ke-60 ragi yang hidup sebanyak 141,5x10 6 CFU/g, selain itu juga dapat mempertahankan spread ratio sebanyak 2,4 cm, volume spesifik sebesar 1%, volume pengembangan sebesar 1,6%, dan menurunkan daya tekan sebanyak 0,6 N sehingga roti menjadi semakin lembut. Skor organoleptik untuk rasa agak enak, aroma agak harum, tekstur agak lembut dan warna agak menarik
Optimasi Proses Nanopresipitasi pada Nanoenkapsulasi Ekstrak Kasar Daun Kakao (Theobroma cacao L.) Menggunakan Response Surface Methodology (RSM)
Ekstrak kasar daun kakao mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan alami. Perlindungan senyawa tersebut dari kerusakan selama penyimpanan dapat dilakukan enkapsulasi. Metode nanopresipitasi merupakan metode yang mudah dan cepat dibandingkan metode lain. Efisiensi enkapsulasi yang tinggi sebagai penentu keberhasilan dari nanopresipitasi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya konsentrasi ekstrak yang ditambahkan dan konsentrasi gelatin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimal proses nanopresipitasi dengan mengoptimasi konsentrasi ekstrak yang ditambahkan (300 ppm, 400 ppm, 500 ppm, 600 ppm dan 700 ppm) dan konsentrasi gelatin (1% ; 1,25% ; 1,5% ; 1,75% dan 2%) dilihat dari parameter efisiensi enkapsulasi menggunakan metode Central Composite Design (CCD) dan Response Surface Methodology (RSM) (p-value < 0,05). Analisis lain yang dilakukan yaitu efisiensi enkapsulasi, distribusi ukuran partikel dan pengamatan profil morfologi. Dari analisis RSM, konsentrasi ekstrak 509,57 ppm dan konsentrasi gelatin 1,57% memberikan hasil yang terbaik dengan efisiensi enkapsulasi nanokapsul sebesar 78,04%. Kondisi optimum nanokapsul juga memberikan hasil ukuran nanokapsul berada dalam kisaran nanometer yaitu sebesar 178,9 nm dan pesebaran nanokapsul merata karena indeks polidispersitas bernilai kurang dari 1 yaitu 0,716. Sedangkan profil morfologi menunjukkan bahwa nanokapsul berbentuk bulat dan utuh
Pengaruh Pemberian Kopi yang Diformulasikan dengan Antioksidan dan Gula Kelapa terhadap Tekanan Darah, MDA, dan SOD Serum Tikus Obesitas
Pengembangan kopi mix tinggi antioksidan dengan pemanis gula kelapa adalah salah satu alternatif untuk mensuplai antioksidan pada individu obese guna menekan stress oksidatif. Minyak sawit merah (MSM) yang kaya antioksidan ditambahkan dalam proses pembuatannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman kopi mix gula kelapa terhadap tekanan darah, kadar SOD, dan MDA tikus obesitas. Penelitian eksperimental menggunakan 18 ekor tikus yang diinduksi menjadi obese dengan diet tinggi lemak (indeks Lee>0,3). Dibagi 3 kelompok (n=6), masing-masing mendapatkan perlakuan: (1) kopi mix gula tebu tanpa MSM = 0,45 g/200 g BB/ hari (P1); (2) kopi mix gula kelapa dengan MSM= 0,45 g/200 g BB/hari (P2); dan (3) kopi mix gula kelapa dengan MSM= 0,90 g/200 g BB/hari (P3). Intervensi dilakukan selama 2 minggu. Pengamatan terhadap perubahan berat badan, tekanan darah, kadar SOD, dan MDA serum (pre-post). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kopi mix gula kelapa dengan MSM pada tikus obese (P2 dan P3) secara nyata menurunkan tekanan darah (26,9% dan 40,6%), dan kadar MDA serum (35,3% dan 61,8%), serta menaikkan SOD serum (28,79% dan 53,66%), sebaliknya pada kelompok kopi mix gula tebu tanpa MSM terjadi peningkatan tekanan darah (2,9%) dan kadar MDA (1,9%), serta menurunkan kadar SOD (16,6%). Peningkatan berat badan pada kelompok kopi mix gula tebu non MSM secara nyata lebih tinggi (P1=7,8%), dibandingkan kelompok kopi gula kelapa dengan MSM (P2=6,7%; P3=4,4%). Kopi mix tinggi antioksidan dengan pemanis gula kelapa berpotensi sebagai pangan alternatif untuk menekan stress oksidatif pada tikus obesitas