1394 research outputs found

    Physical Properties and Consumer Acceptance of White Bread with The Substitution of Coconut Dregs and Avocado Seed Flour

    Full text link
    Analysis of the relationship between physical properties and consumer acceptance, which is commonly influenced by sensory properties is crucial in delivering a high-quality food product. Therefore, this study aimed to analyze the effect of physical properties, including hardness, adhesiveness, dough expansion, specific volume, color intensity (L*, a*, b*, and °hue), browning index, and analysis of consumer acceptance by employing Partial Least Squares (PLS) regression. The analysis focused on high-fiber white bread made by substituting coconut dregs and avocado seed flour with different ratios, denoted as P0 (control), P1 (90% wheat flour: 5% coconut dregs flour: 5% avocado seed flour), P2 (85% wheat flour: 10% coconut dregs flour: 5% avocado seed flour), P3 (80% wheat flour: 15% coconut dregs flour: 5% avocado seed flour), P4 (75% wheat flour: 20% coconut dregs flour: 5% avocado seed flour), and P5 (70% wheat flour: 25% coconut dregs flour: 5% avocado seed flour). The results showed that consumer preferences had a positive correlation with the physical properties of white bread, including hardness, adhesiveness, dough expansion, specific volume, as well as colors L*, and °hue, while, a*, b*, and had a negative correlation with the browning index. The circular correlation analysis between physical properties and consumer acceptance indicated that the substitution of 25% coconut dregs flour and 5% avocado seed flour in white bread was accepted by consumers

    Analisis Saluran Pemasaran dan Marjin Pemasaran Beras Hitam di Kabupaten Bantul

    Full text link
    Kabupaten Bantul merupakan penghasil beras hitam terbanyak di D.I. Yogyakarta. Saat ini sudah mulai masuk pesaing bisnis beras hitam dari luar D.I. Yogyakarta, sehingga pelaku bisnis beras hitam di Bantul perlu untuk meningkatkan daya saing supaya tetap dapat bertahan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi lembaga pemasaran, 2) mengetahui pola saluran pemasaran, 3) mengetahui besarnya marjin pemasaran dan bagian petani dari pemasaran beras hitam di Kabupaten Bantul. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif serta perhitungan nilai marjin pemasaran dan bagian petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pemasaran yang terlibat dalam saluran pemasaran beras hitam di Kabupaten Bantul ada 4, yakni petani, pengepul, distributor dan pengecer. Pola saluran pemasaran beras hitam yang ada di Kabupaten Bantul terdapat 4 pola saluran pemasaran. Besarnya marjin pemasaran dan bagian petani saluran pemasaran 1 yakni Rp0 dan 100%, saluran pemasaran 2 Rp7.371 dan 65,72%, saluran pemasaran 3 Rp9.970 dan 60,12%, dan saluran pemasaran 4 Rp17.200 dan 40,10%

    Nanoemulsi Ekstrak Wortel dan Virgin Coconut Oil sebagai suplemen ProVitamin A untuk Mencegah Kekurangan Vitamin A

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi suplemen nanoemulsi tipe oil in water (O/W) dari ekstrak wortel dan VCO, serta mengetahui kandungan beta-karoten dan mineral K dalam suplemen. Suplemen nanoemulsi dibuat menggunakan dua campuran surfaktan food grade yaitu surfaktan hidrophylic-lipophylic balance (HLB) rendah (span 80) dan HLB tinggi (tween 80), dengan berbagai rasio surfaktan minyak. Selain itu, dilakukan optimasi pada sediaan nanoemulsi yang meliputi ukuran, karakterisasi nilai pH, viskositas, turbiditas, serta kandungan mineralnya. Berdasarkan hasil optimasi ukuran menggunakan metode Taguchi, diperoleh faktor yang memberikan pengaruh yang signifikan adalah HLB dan kecepatan homogenizer. Suplemen nanoemulsi yang baik diperoleh dari HLB 10,3A dengan ukuran diameter globula sebesar 65,9 nm dengan PI 0,311, pH sebesar 7,03, turbiditas sebesar 0,46 cm -1 , viskositas sebesar 2,4 cP, dan kandungan beta-karoten sebesar 926,89 µg/100 g kandungan mineral K sebesar 0,058 µg/L, sehingga suplemen pro-vitamin A yang dibuat berpotensi untuk mencegah KVA

    Yeast Species and Bioactive-Compounds of Traditional Rice Wine Originated from Lombok Island, Indonesia

    Full text link
    In fermented beverages, yeasts have been exploited for many years and are well-known as alcohol producers. In Indonesian traditional beverages, however, information about microbiology and potential bioactive-compounds of rice wine produced by the local people, especially in Lombok, are limited. The present study described the compounds of traditional rice wine including yeast species and its produced compounds that have biological activity. The yeast in rice wine was isolated using three growth agar media by serial dilution, selected the yeast colonies for molecular identification, and performed gas chromatography tandem with mass spectrometry for profiling the chemical compounds of the rice wine. The result indicated that the rice wine sold without distillation still contained Saccharomyces cerevisiae as the main alcohol producer. Meanwhile, at least six bioactive-compounds such as l-(+)-Ascorbic acid 2,6-dihexadecanoate, performic acid, octadecanoic acid, sulfurous acid, tetratriacontane, and eicosane were detected and reportedly related to antimicrobial, antiviral, anticancer, and other pharmacological activities. These findings could be the first step of studies on exploring Indonesian’s local rice wine as alcohol and bioactive-compound sources for health benefits

    Analisis Kesiapan Modernisasi Irigasi dan Optimasi Alokasi Air Irigasi pada Daerah Irigasi Belitang

    Full text link
    Penilaian pilar irigasi untuk mengukur tingkat kesiapan menuju modernisasi irigasi diperlukan dalam rangka implementasi modernisasi irigasi di Daerah Irigasi Belitang. Ketersediaan air irigasi menjadi pilar yang perlu untuk dioptimasi sebelum implementasi modernisasi irigasi. Tujuan penelitian ini adalah menilai dan mengkaji kesiapan modernisasi irigasi, menetapkan prioritas pengembangan modernisasi pada Daerah Irigasi (DI) Belitang, serta menentukan alokasi air optimal sebagai upaya meningkatkan pilar keandalan penyediaan air. Metode IKMI digunakan untuk mengukur kesiapan modernisasi irigasi DI Belitang sedangkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan prioritas kebijakan pengembangan modernisasi irigasi. Optimasi alokasi air dimaksudkan untuk menambah luas tanam dianalisis dengan program linier. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan hasil penilaian indeks kesiapan modernisasi irigasi yaitu 69,05, DI Belitang masuk dalam kategori cukup. DI Belitang pada tingkat wilayah belum siap untuk dimodernisasi sehingga diperlukan pengembangan dan perbaikan sistem irigasi terlebih dahulu selama 1 sampai 2 tahun. Pengembangan dan perbaikan kinerja menuju modernisasi irigasi berdasarkan analisis dengan AHP mengikuti urutan Belitang III, Belitang I dan Belitang II. Keuntungan maksimum dan luas tanam optimal dengan optimasi alokasi air diperoleh dengan penerapan Golongan pada wiayah DI Belitang dan pola tanam padi-padi-palawija. Penerapan Golongan di 3 wilayah DI Belitang dapat menghindari defisit air tetapi terdapat surplus air pada Masa Tanam (MT) I dan MT II. Dengan demikian, optimasi alokasi air dapat menjadi upaya dalam peningkatan keandalan penyediaan air irigasi

    Indeks Penulis Volume 42 Tahun 2022

    Full text link

    A Multidimensional Approach in Assessing Geographical Indication Product Sustainability: Salak Pondoh Sleman

    Full text link
    Salak Pondoh Sleman (SPS) is an exotic fruit which has geographical indication certification, a sign indicating the unique characteristics inherent in a product due to the influence of its geographical origin. Its unique characteristics can only be found in certain areas. Thus, it is necessary to consider the concept of sustainable agricultural development of the product, involving several dimensions such as environmental, organizational, and technological. The study aimed to assess the sustainability of SPS as a product with geographical indication certification and identify the most influential sustainability attributes in the selected dimensions. A rapid appraisal method of the multidimensional scaling technique was performed to achieve the objective of this study, further mentioned as RAPSalacca. The result showed that the sustainability level of SPS plantation system was classified as ‘quite sustainable,’ with a sustainability index of 59.83. Furthermore, the sustainability analysis of the selected dimensions denoted the important attributes to the sustainability in each dimension, which is further explained in this paper

    Aktivitas Antioksidan Makaroni Beras Hitam dan Kacang-Kacangan Berpigmen Metode Cold Extrusion

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi antioksidan dari makaroni beras hitam dan kacang-kacangan berpigmen sebagai pangan fungsional. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi total fenolik, total flavonoid, aktivitas antioksidan metode DPPH, aktivitas antioksidan metode FRAP, kualitas masak makaroni, dan uji organoleptik. Data hasil diolah menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5%, apabila terdapat perbedaan akan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil uji organoleptik berupa uji hedonik diolah menggunakan uji Kruskal-Wallis, apabila terdapat perbedaan akan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Data ditampilkan dalam bentuk rata-rata ± standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk makaroni setelah dilakukan proses perebusan menjadi makaroni matang, terjadi penurunan total fenolik, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan metode FRAP dari masing-masing makaroni kombinasi. Sedangkan aktivitas antioksidan metode DPPH dari makaroni kombinasi beras hitam dengan kacang merah, kacang hijau, atau kacang tolo menunjukkan peningkatan setelah perebusan. Berdasarkan hasil penelitian masing-masing makaroni kombinasi memiliki karakteristik kualitas masak yang berbeda dilihat dari parameter pengembangan volume, peningkatan berat, dan cooking loss. Berdasarkan uji organoleptik makaroni matang kombinasi beras hitam dengan kacang merah, kacang hijau, atau kacang tolo tidak berbeda secara signifikan ditinjau dari parameter warna, kelembaban, tingkat kekerasan, kekenyalan, kelembutan di mulut, rasa, dan penerimaan keseluruhan

    Pengaruh Rasio Volume Pelarut dan Waktu Ekstraksi terhadap Perolehan Minyak Biji Kelor

    Full text link
    Biji kelor merupakan hasil buah tanaman kelor (Moringa oleifera). Biji kelor mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin. Biji kelor memiliki kandungan lemak yang relatif tinggi sehingga berpotensi sebagai sumber minyak nabati. Salah satu cara untuk mengambil minyak di dalam biji kelor adalah dengan melakukan ekstraksi pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berat minyak biji kelor hasil ekstraksi dengan menggunakan pelarut. Pelarut yang digunakan adalah n-heksan 95%. Sebanyak 50 g biji kelor yang sudah ditumbuk dan diayak dengan ukuran 30 mesh diekstraksi dengan pelarut heksan. Ekstraksi pelarut menggunakan metode refluks dengan labu leher tiga. Jenis perlakuan percobaan ada 2 macam, yaitu variasi volume pelarut dan lama waktu ekstraksi. Volume pelarut dibuat dalam 5 taraf yaitu 300 mL, 400 mL, 500 mL, 600 mL, dan 700 mL. Sedangkan lama waktu ekstraksi dibuat dalam 7 taraf yaitu 30 menit, 45 menit, 60 menit, 75 menit, 90 menit, 105 menit, dan 120 menit. Suhu ekstraksi berada pada kisaran 60 – 70 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume pelarut dan lama waktu ekstraksi yang optimum untuk menghasilkan rendemen yang konstan adalah 500 mL dan 120 menit. Rasio volume pelarut yang optimum adalah 0,1 g/mL. Hasil perolehan (rendemen) minyak biji kelor maksimum yang dapat diperoleh adalah 11,83 g (23,66 %)

    Karakteristik Kimia Roti Manis Sourdough yang Menggunakan Ragi Alami dari Apel Manalagi (Malus sylvestris)

    Full text link
    Sourdough adalah campuran terigu, air, dan atau komponen lain yang difermentasi dengan starter alami yang mengandung bakteri asam laktat (BAL) dan yeast. Campuran tersebut digunakan sebagai agen pengembang dalam produksi roti manis. Sourdough dalam penelitian ini menggunakan fermentasi air rendaman apel manalagi sebagai raginya. Sourdough dapat mengubah ketersediaan fraksi serat, protein, dan meningkatkan kandungan mineral pada tepung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sourdough starter terhadap karakteristik kimiawi roti manis. Percobaan terdiri atas 6 level perlakuan yaitu perbedaan konsentrasi penambahan sourdough starter pada adonan yaitu 0% sebagai kontrol, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%. Parameter pengamatan yang digunakan meliputi kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan serat pangan total. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan penambahan proporsi sourdough starter yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kadar air dengan kisaran 25,09-31,20% (basis basah), kadar abu dengan kisaran 1,29-1,82%, protein dengan kisaran 6,57-18,22%, lemak dengan kisaran 1,85-8,39%, karbohidrat dengan kisaran 45,4458,67%, dan serat pangan total dengan kisaran 7,48-14,02%. Terjadi peningkatan kadar serat sebesar 2,4 kali lipat pada roti sourdough dibandingkan roti manis

    861

    full texts

    1,394

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    agriTECH
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇