Jurnal Gantang
Not a member yet
202 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Find Someone Who terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Find Someone Who terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X MAN Lubuk Alung. Jenis penelitian pra-eksperimen dengan rancangan penelitian randomized control group only design. Populasinya adalah seluruh siswa kelas X MAN Lubuk Alung tahun pelajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dari populasi menggunakan teknik purposive sampling. kelas eksperimen adalah kelas X2 dan kelas kontrol kelas X3. Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 74,235 dan nilai rata-rata pada kelas kontrol sebesar 67,411 artinya rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Hasil analisis uji-t diperoleh t-hitung = 2,251 dan t-tabel = 1,669 pada taraf nyata 0,05 dengan dk = 66. Hasil perhitungan terlihat t-hitung > t-tabel berarti H0 ditolak, Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Find Someone Who terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X MAN Lubuk Alung.
Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif tipe Find Someone Who, hasil belajar
This research is aimed to clarify the effectiveness of the applying of the cooperative learning Find Someone Who strategy Toward Learning Outcome Mathematics Students at MAN Lubuk Alung. The design of this study was a randomized experiment. The population of the research was all students of grade X 2015/2016 academic year. The sample was two classes; both classes were X2 as an experimental class and class X3 as a control class. Based on data, the result of this research shown that means a score of experiment class was 74.235 and average math learning outcomes mean control class was 67.411 averages higher than the experimental class. The results of t-test analysis were obtained t = 2,251 and t table = 1,669 on the real level of 0.05 with df = 66. t calculate> t table, then H0 was rejected and H1 was accepted, so it is concluded that the applying of the cooperative learning Find Someone Who strategy Provides a significant effect on learning outcomes for the mathematics class X MAN Lubuk Alung.
Keywords: Cooperative Learning Find Someone Who type, Learning Outcome
PEMBELAJARAN DIMENSI TIGA MENGGUNAKAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) DI SMA NEGERI 2 TANJUNG RAJA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pembelajaran dimensi tiga dengan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di SMA Negeri 2 Tanjung Raja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian desain. Sampel penelitian ini adalah kelas X D yang terdiri dari 26 siswa. Data dikumpulkan melalui dokumen dan tes. Berdasarkan hasil tes, diperoleh kesimpulan bahwa siswa lebih senang dengan pembelajaran dimensi tiga dengan menggunakan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia di SMA Negeri 2 Tanjung Raja.
Kata Kunci: Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI), Dimensi Tiga
This research aims at recognizing the outcome of Indonesian Realistic Mathematics Education (IRME) based learning on the topic of three dimensional object at SMA Negeri 2 Tanjung Raja. The research method used was developmental research. The sample of the study was class X D that contained 26 students. Data was collected through documents and test. Based on the result of the test, it was obatined that students were feeling eager to engage the IRME based learning on the topic of three dimensional object.
Keywords: Indonesian Realistic Mathematics Education (IRME), three dimensional objec
Pengembangan Bahan Ajar Materi Garis dan Sudut Menggunakan Macromedia Flash dan Moodle Kelas VII Sekolah Menengah Pertama
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk (1) menghasilkan bahan ajar matematika yang dikembangkan dengan menggunakan software Macromedia Flash dan Moodle yang valid dan praktis untuk mengajarkan materi garis dan sudut kepada siswa kelas VII SMP; (2) mengetahui efek potensialnya terhadap hasil belajar. Metode penelitian terdiri dari 3 tahap yaitu (1) self evaluation, meliputi tahap analisis dan desain bahan ajar; (2) prototyping, meliputi tahap evaluasi dan revisi; (3) field test. Pengumpulan data dilakukan dengan walk through dan dokumentasi nilai akhir siswa diperoleh dari nilai tugas dan nilai tes yaitu sebesar 79,56 nilai tersebut dikategorikan memiliki hasil belajar yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) bahan ajar yang dikembangkan dengan menggunakan software Macromedia Flash dan Moodle dalam penelitian ini dikategorikan valid dan praktis; (2) dari rata-rata nilai akhir siswa sebesar 79,56 dengan kategori baik disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar siswa.
Kata Kunci: development research, Macromedia Flash, Moodle, garis, sudut
This study is categorized as developmental research that aims at (1) producing a valid and practical teaching material in Mathematics subject which was developed by utilizing Macromedia Flash and Moodle and learnt by seventh graders of class VII of Junior High School; (2) examining its potential effect to learning outcome. The research method contains three phases which are: (1) self evaluation, that includes analyzing and designing material processes; (2) prototyping, includes evaluating and revising processes; (3) field test. Data collection was undertaken by walk through and documentation of students’ achievement obtained through task and posttest which was scored 79.56 and was categorized as good outcome as well. The conclusion drawn based on this study were (1) teaching material developed by utilizing Macromedia Flash and Moodle was categorized valid and practical; (2) the outcome of learning was scored 79.56 and was reported good. Therefore, the material has potential effect towards students’ learning outcome.
Keywords: development research, Macromedia Flash, line, angle 
Pemahaman Konsep Matematika Siswa pada Materi Besar Sudut Melalui Pendekatan PMRI
Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil pemahaman konsep matematika siswa pada materi besar sudut di kelas VI Sekolah Dasar (SD) melalui pendekatan PMRI. Pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) adalah pembelajaran yang diharapkan sesuai dengan kurikulum 2013 yaitu menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, serta nilai-nilai baru yang diperlukan dalam kehidupan. Dari hasil peneliti, terlihat secara keseluruhan persentase rata-rata indikator pemahaman konsep matematika siswa melalui pendekatan PMRI pada materi besar sudut di kelas VI sebesar 72% yang dikategorikan baik. Ketujuh indikator tersebut, yaitu: indikator dalam kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep sebesar 57%, kemampuan mengklarifikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsep sebesar 71.5%, kemampuan memberikan contoh dan bukan contoh sebesar 84.5%, kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika sebesar 49.5%, kemampuan mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup dari suatu konsep sebesar 68%, kemampuan menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu sebesar 85%, dan kemampuan mengklasifikasikan konsep/algoritma ke pemecahan masalah sebesar 88.5%.
Kata Kunci: pemahaman konsep, besar sudut, PMRI
This article presents the sixth grade of elementary students\u27 understanding of mathematical concepts of angle measurement through PMRI (Indonesian Realistic Mathematics Education) approach. PMRI is suitable for the 2013 Curriculum: to discover facts, to construct concepts and values in real life. The research result shows that 72% of students study with PMRI approach is categorized good, according to indicator of understanding of mathematics concepts. The indicators are: the ability to express the concept , 57%; the ability to clarify the object according to certain properties, 71.5%; the ability to provide examples and counter examples, 84.5%; the ability to present concepts in a variety of forms of mathematical representations, 49.5%; the ability to develop the necessary and sufficient condition of a concept, 68%; the ability to use, exploit and choose specific procedures, 85%; and the ability to classify the concept / algorithm for solving a problem 88.5%.
Keywords: conceptual understanding, angle measurement, PMRI 
PENYELESAIAN MASALAH BANGUN DATAR SISWA KELAS VII: KESALAHAN DAN KATEGORISASINYA
Studi ini bertujuan untuk menganalisa kesalahan siswa dalam mengerjakan soal bangun datar menggunakan kategori kesalahan Watson. Studi ini menggunakan studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Studi ini dilakukan di kelas VII F SMP Negeri 10 Tanjungpinang tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa sebanyak 38 siswa. Data didapatkan dari hasil jawaban tertulis siswa. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh siswa melakukan (1) kesalahan data tidak tepat (inappropriate data/id) sebebesar 54,29%, (2) kesalahan prosedur tidak tepat (innappropriate procedure/ip) sebesar 18,86%, (3) kesalahan data hilang (ommited data/ od) sebesar 6,86%, (4) kesalahan kesimpulan hilang (ommited conclusion) sebesar 7,43%, (5) kesalahan konflik level respon (response level conflict) sebesar 15,43%, (6) kesalahan manipulasi tidak langsung (undirected manipulation) tidak ditemukan pada jawaban siswa, (7) kesalahan masalah hirarki keterampilan (skill hierarchy problem) sebesar 38,29%.
Kata Kunci: studi deskriptif kualitatif, kategori kesalahan menurut Watson.
This study was conducted to analyze students’ error while solving problems of two dimensional object by using Watson error categorization. This qualitative study is presented descriptively. The study was undertaken in class VII F of SMP Negeri 10 Tanjungpinang in academic year 2015/2016. There were 38 students participating in this study. Data was obtained from students’ answer on written test. Based on analysis result, it was obtained that students emerged (1) 54.29% for inappropriate data; (2) 18.86% for inappropriate procedure; (3) 6.86% for omitted data; (4) 7.43% for omitted conclusion; (5) 15.43% for response level conflict; (6) 0% for undirected manipulation; (7) 38.29% for skill hierarchy problem.
Keywords: qualitative descriptive study, Watson students’ error categorization  
PERSEPSI DALAM PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA (STUDI PENELITIAN DI SMP NEGERI 1 WANRAJA)
Kemampuan koneksi matematis merupakan hal yang penting namun siswa yang menguasai konsep matematika tidak dengan sendirinya pintar dalam mengoneksikan matematika. Koneksi matematis merupakan suatu keterampilan yang harus dibangun dan dipelajari. Kegiatan penyelesaian masalah kontekstual merupakan aktivitas yang membantu siswa untuk dapat mengetahui hubungan berbagai konsep dalam matematika dan mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan keterampilan proses pada hakikatnya adalah suatu pengelolaan kegiatan belajar-mengajar yang berfokus pada pelibatan siswa secara aktif dan kreatif dalam proses pemerolehan hasil belajar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang pembelajaran pendekatan keterampilan proses terhadap kemampuan koneksi matematis siswa dalam pengajaran matematika pada pokok bahasan Lingkaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wanaraja dan untuk sampel dipilih satu kelas yang diambil secara acak, yaitu kelas VIII-A. Dalam penelitian ini penulis menggunakan instrumen yang terdiri dari tes kemampuan koneksi berupa tes uraian (tes akhir) yang sebelumnya di uji cobakan kepada siswa kelas 1X-A di SMP Negeri 1 Wanaraja dan angket. Analisis data dilakukan dengan korelasi Rank Sperman dan dilanjutkan dengan uji t,dari perhitungan diperoleh Ho ditolak, artinya Ha diterima sehingga terdapat pengaruh yang positif persepsi siswa tentang pembelajaran pendekatan keterampilan proses (PKP) terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Sedangkan untuk analisis kemampuan koneksi matematis siswa secara keseluruhan berinterpretasi baik dan persepsi siswa terhadap pembelajaran matematika dengan Pendekatan Keterampilan Proses menunjukan interpretasi yang baik pula.
Kata kunci: kemampuan koneksi matematis, pendekatan keterampilan proses, persepsi siswa, penelitian eksperimen
Mathematical connection ability is an important aspect. However, it is not all students who master mathematical concepts, master to create such mathematical connection. Mathematical connection is an ability that should be emerged and learned. A contextual problem solving activity is an activity that can help students to recognize the connection between concepts in mathematics and to utilize mathematics in everyday life. A process skill based approach is an organizing activity around teaching leraning which focuses on student engagement both actively and creatively in a learning outcome acquisition. This study was conducted in order to get information about the effect of students’ perception on learning activity by using a process skill approach towards students’ ability of mathematical connection on the topic of circle. The frame of study was an experiment. The population of the study were 8th graders of SMP Negeri 1 Wnaraja. The sample was determined randomly, and it was students of VIII-A. The instrument of the study was test of connection ability in form of essay (posttest) which was tested prior to study to students of IX-A of the same school. The questionnaire was another instrument which was used throughout the study. Data analysis was conducted by using Rank Sperman correlation followed by t-test. From the calculation, it was obtained that Ho was rejected, which meant that Ha was accepted simultaneously implying that there was a positive effect on students’ perception about learning activity which used a process skill approach towards students’ mathematical connection ability. On the other hand, based on the analysis, it was shown that students’ mathematical connection ability was generally interpreted ‘good’ as well as the students’ perception on this process skill approeached-learning.
Keywords: mathematical connection ability, process skill approach, students’ perception, experimental research  
Pengembangan Soal Matematika Model PISA pada Konten Quantity untuk Mengukur Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sekolah Menengah Pertama
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan soal-soal model PISA pada konten quantity untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP yang valid dan praktis, (2) mengetahui efek potensial soal-soal model PISA pada quantity terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP. Metode Penelitian ini merupakan metode penelitian pengembangan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX.2 SMP Negeri 17 Palembang sebanyak 36 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah walk through dan tes. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah menghasilkan (1) suatu produk soal matematika model PISA konten quantity sejumlah 12 soal berbentuk soal uraian non objektif dan dilengkapi dengan kisi-kisi, dan kartu soal. (2) prototype soal matematika model PISA konten quantity yang dikembangkan mempunyai efek potensial terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dimana skor rata-rata siswa mencapai 54,64 yang dikategorikan baik.
Kata Kunci: penelitian pengembangan, soal-soal PISA konten quantity
This study aims to: (1) produce valid and practical PISA based problems on quantity content to examine Junior High School students’ problem solving skill; (2) recognize the potential effect of those problems to students’ problem solving skill. Research and development was the method of the study. There were 36 ninth graders of SMP Negeri 17 Palembang as the subject of the study. Walk through and test were two ways conducted to obtain data. The result showed (1) PISA based problem on quantity content were already constructed followed by its blueprint, and question cards; (2) the prototype had potential effect towards students’ problem solving skill which scored 54.64 and categorized good.
Keywords: research and development, PISA based problems on quantity content 
Perbandingan Regresi Binomial Negatif dan Regresi Conway-Maxwell-Poisson dalam Mengatasi Overdispersi pada Regresi Poisson
Regresi Binomial Negatif dan regresi Conway-Maxwell-Poisson merupakan solusi untuk mengatasi overdispersi pada regresi Poisson. Kedua model tersebut merupakan perluasan dari model regresi Poisson. Menurut Hinde dan Demetrio (2007), terdapat beberapa kemungkinan terjadi overdispersi pada regresi Poisson yaitu keragaman hasil pengamatan keragaman individu sebagai komponen yang tidak dijelaskan oleh model, korelasi antar respon individu, terjadinya pengelompokan dalam populasi dan peubah teramati yang dihilangkan. Akibatnya dapat menyebabkan pendugaan galat baku yang terlalu rendah dan akan menghasilkan pendugaan parameter yang bias ke bawah (underestimate). Penelitian ini bertujuan untuk membandingan model Regresi Binomial Negatif dan model regresi Conway-Maxwell-Poisson (COM-Poisson) dalam mengatasi overdispersi pada data distribusi Poisson berdasarkan statistik uji devians. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua sumber data yaitu data simulasi dan data kasus terapan. Data simulasi yang digunakan diperoleh dengan membangkitkan data berdistribusi Poisson yang mengandung overdispersi dengan menggunakan bahasa pemrograman R berdasarkan karakteristik data berupa µ, peluang munculnya nilai nol (p) serta ukuran sampel (n). Data dibangkitkan berguna untuk mendapatkan estimasi koefisien parameter pada regresi binomial negatif dan COM-Poisson.
Kata Kunci: overdispersi, regresi binomial negatif, regresi Conway-Maxwell-Poisson
Negative binomial regression and Conway-Maxwell-Poisson regression could be used to overcome over dispersion on Poisson regression. Both models are the extension of Poisson regression model. According to Hinde and Demetrio (2007), there will be some over dispersion on Poisson regression: observed variance in individual variance cannot be described by a model, correlation among individual response, and the population group and the observed variables are eliminated. Consequently, this can lead to low standard error estimation and to downward bias parameter estimation (underestimate). This study aims to compare the Negative Binomial Regression model and Conway-Maxwell-Poisson (COM- Poisson) regression model to overcome over dispersion of Poisson distribution data based on deviance test statistics. The data used in this study are simulation data and applied case data. The simulation data were obtained by generating the Poisson distribution data containing over dispersion using the R programming language based on data characteristic such as ?, the probability (p) of zero value and the sample size (n). The generated data is used to get the estimated parameter coefficient of the negative binomial regression and COM-Poisson.
Keywords: overdispersion, negative binomial regression and Conway-Maxwell-Poisson regression 
Pengembangan LKS Untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kritis dalam Mata Pelajaran Matematika di Kelas VII SMP
Tujuan pembelajaran matematika adalah untuk melatih siswa berpikir kritis. Oleh karena itu, perlu dikembangkan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS yang berkarakteristik untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP. Sampel pada penelitian ini adalah kelas VII7 berjumlah 30 siswa semester II SMP Negeri 9 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan yang terdiri dari analisis, desain, evaluasi dan revisi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara prototyping. Prototyping dilakukan untuk mengetahui bagaimana karakteristik LKS untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP. Hasil penelitian ini adalah karakteristik LKS untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP.
Kata kunci: Kemampuan berpikir kritis, Lembar Kerja Siswa
Mathematics learning aims to develop students’ critical thinking. Therefore, it is necessary to develop Student Worksheet to train students\u27 critical thinking skills. This research aims to develop student worksheet that has characteristics of critical thinking skill for 7th grade Junior High School students (SMP). The sample in this research is VII7 class with 30 students of the second semester of SMP Negeri 9 Palembang. The research method used is a development research method that consists of analysis, design, evaluation and revision. Data collection is done by prototyping. Prototyping was used to find out how the characteristics of student worksheet to develop critical thinking ability of grade 7th students. The result of this research is characteristic of student worksheet to develop critical thinking ability of 7th grade Junior High School student.
Keywords: critical thinking ability, student worksheet 
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Pembelajaran Statistika Berbasis Pendidikan Politik Di Lingkungan Sekolah
Maraknya lembaga hasil survei elektabilitas capres maupun caleg dalam bentuk grafik statistik, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kemampuan melek statistika atau dikenal dengan literasi statistika. Sebagai seorang pendidik, guru memiliki peranan penting dalam membekali siswa dengan kemampuan literasi statistika. Kemampuan literasi statistika sangat berguna untuk meningkatkan kamampuan berpikir kritis siswa. Kemampuan literasi statistika ini akan berguna bagi pemilih pemula yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas atau sederajat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan (library research). Teknik analisis data dalam penelitian meliputi 3 tahapan, organize, synthesize, dan identify. Dalam penelitian ini, akan disampaikan urgensi dan upaya peningkatan kemampuan literasi statistika dengan model pembelajaran matematika yang dikolaborasikan dengan pendidikan politik di lingkungan sekolah.
Kata kunci: literasi statistika, pembelajaran matematika, pendidikan politik, berpikir kritis
The increasing amount of number of electability survey result on president and vice president election in form of graphs, emerged people’s thinking on the importance of statistical literacy. As an educator, teacher has an important role in facilitating students with statistical literacy. Additionally, the skill of statistical literacy is important to enhance student’s critical thinking. It also has contribution to the voters especially the beginners who are the senior high school students. The method used in this research was library research. Data analysis used consisted of three phases: organize, synthesize, and identify. Through this study, the significance of statistical literacy and the effort to enhance it by conducting learning integrated with politics education in school were elaborated.
Keywords: statistics literacy, mathematics learning, politics education, critical thinking