Jurnal Gantang
Not a member yet
202 research outputs found
Sort by
Profil Tingkat Penguasaan Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian
Salah satu modal menjadi guru yang profesional adalah menguasai keterampilan dasar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasan keterampilan dasar mengajar mahasiswa pendidikan matematika Universitas pasir pengaraian pada praktek micro teaching. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan ex post facto yaitu mengungkapkan fakta yang terjadi tanpa ada manipulasi variabel atau menciptakan kondisi tertentu. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika yang mengambil mata kuliah micro teaching pada tahun akademik 2015/2016 sebanyak 23 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan observasi. Instrument penelitian adalah angket yang telah divalidasi oleh pakar yaitu dosen pengampu micro teaching. Analisis data menggunakan teknik deskriptif untuk menggambarkan tingkat penguasaan keterampilan dasar mengajar mahasiswa berdasarkan tabel kecenderungan dengan kriteria yang telah ditentukan. Melalui Penelitian dapat disimpulkan bahwa keterampilan membimbing diskusi berada pada kategori sangat terampil. Keterampilan menjelaskan, keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan dan keterampilan membuat variasi dalam pembelajaran berada pada kategori terampil. Keterampilan mengelola kelas berada pada kategori cukup terampil sedangkan keterampilan membuka dan menutup pembelajaran termasuk ke dalam kriteria tidak terampil.
Kata Kunci: keterampilan dasar mengajar, micro teaching, ex post facto
One of basic skills to be a professional teacher is how to be a master in basic teaching skill. This research aimed to have valid information about basic teaching skill of Educational Mathematics Study Program at University of Pasir Pengaraian by practicing it in micro teaching subject. This is description quantitative research by using ex post facto method that revelaled the fact in the field without any manipulation of variable or making a good condition. The subject of this research is the student of Educational Mathematics Study Program who took a micro teaching subject in academic years 2015/2016 those were 23 sudents. The data were collected by documentation and observation. The instrument of research is questionnaire which was validated by expert of micro teachings. The data were analized by description technique that can describe level basic of teaching skill of the students that can be seen in willingness table that has been decided. The result of this research concluced that guiding discussion skill was at exellence category, the explaning skill, question skill, reinforcement skill and make the variation stimulus skill were all in good ability category. Classroom management skill was categorized low ability. The opening and closing class skills were catgeorized poor ability.
Keywords: basic teaching skill, micro teachin
Analisis Kemandirian Siswa pada Pembelajaran Matematika dengan Menerapkan Teori Belajar Humanistik
Dalam dunia pendidikan, yang harus diperhatikan terhadap siswa adalah karakter dan perbedaan individual. Siswa diarahkan untuk dapat mengembangkan potensi kemandiriannya tanpa ada tekanan, paksaan, ataupun kekerasan dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemandirian siswa dan respon siswa kelas X SMA Negeri 1 Teluk Dalam dengan penerapan teori belajar humanistik pada materi persamaan dan pertidaksamaan kuadrat. Subjek penelitiannya adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Teluk Dalam. Pengumpulan data menggunakan angket dan lembar observasi. Data diolah dengan menggunakan analisis persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa, tingkat kemandirian siswa dengan menerapkan teori belajar humanistik dalam proses pembelajaran matematika pada materi persamaan dan pertidaksamaan kuadrat berada pada kategori mandiri, pada lima indikator kemandirian siswa yaitu ketidaktergantungan terhadap orang lain 73,9%, disiplin 86,95%, tanggungjawab 73,9%, inisiatif 86,95%, dan kontrol diri 78,25%. Sedangkan indikator percaya diri 65,2% berada pada kategori cukup mandiri, respon siswa terhadap penerapan teori belajar humanistik dalam proses pembelajaran adalah positif dengan persentase 72%.
Kata kunci: teori belajar humanistik, kemandirian siswa
In the education field, things must be considered against students are the character and individual differences. Students are directed to develop their self-reliance potential without any pressure, coercion, or violence from teachers. This study aims to determine the independence of students and the response of students of class X SMA Negeri 1 Teluk Dalam with the application of humanistic learning theory on the topic of the equation and quadratic inequality. Research subjects are all students of grade X SMA Negeri 1 Teluk Dalam. Data collection method used are questionnaires and observation sheets. The data is processed by using percentage analysis. The results showed that the level of student independence by applying the theory of humanistic learning in the process of learning mathematics on the topic of equation and quadratic inequality is in the independent category, the five indicators of independence of students: the dependence of others 73.9%, discipline 86.95%, responsibility 73.9%, 86.95% initiative, and self-control 78.25%. While self-confident indicator 65.2% are in the self-sufficient category, student\u27s response to application of humanistic learning theory in the learning process is positive with the percentage of 72%.
Keywords: humanistic learning theory, studentโs independence
 
Komunikasi Matematis Siswa: Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik
Penelitian eksperimen dengan randomized control group only design yang melibatkan siswa kelas VIII SMPN 1 Batang Anai dilakukan untuk mengetahui pengaruh Pendekatan Matematika Realistik (PMR) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Teknik random sampling digunakan untuk menentukan kelas sampel. Kelas VIII3 terpilih sebagai kelas eksperiment dan Kelas VII6 terpilih sebagai kelas control. Hasil analisis data menunjukkan RME memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan matematis siswa. Hasil Uji-t berada pada wilayah penokkan Ho, dimana thitung = 2,27 dan ttabel = 1,6603 pada taraf nyata 0,05. Analisis mendalam dilakukan dengan melihat efektivitas RME terhadap kemampuan komunikasi matematis dengan menggunakan uji proporsi (uji- z) pada setiap indicator yang diamati, menunjukkan hasil yang sejalan dengan hasil analisis uji-t. Nila
Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Memilih Makanan Sehat Dengan Pembelajaran Literasi Matematika Berbasis Konteks
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memilih makanan sehat dengan pembelajaran literasi matematika berbasis konteks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan (library research). Literasi matematika merupakan kemampuan menggunakan pengetahuan matematika guna memecahkan masalah sehari-hari secara lebih baik dan efektif. Literasi matematika dapat membantu individu untuk mengenal peran matematika di dunia nyata dan sebagai dasar pertimbangan dalam penentukan keputusan yang dibutuhkan oleh masyaraka, seperti berpikir kritis dalam memilih makanan sehat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan makanan sehat khususnya makanan kemasan dengan pembelajaran literasi matematika berbasis konteks, dapat dilakukan pada pembelajaran tematik di sekolah dasar, sub pokok pembahasan perbandingan dengan objek penelitian tanggal kadaluarsa dan informasi nilai gizi dalam produk kemasan.
Kata kunci: literasi statistika, pembelajaran matematika, pendidikan politik, berpikir kritis
This study aims to describe how to develop students\u27 critical thinking skills in choosing healthy food with context-based mathematics literacy learning. The method used in this study is a literature study. Mathematical literacy is the ability to use mathematical knowledge to solve daily problems better and more effectively. Mathematical literacy can help individuals to recognize the role of mathematics in the real world and as a basis for consideration in the decision-making needed by society, such as critical thinking in choosing healthy foods. The results of this study indicate that the selection of healthy foods, especially food packaging with context-based mathematics literacy learning, can be done on thematic learning in primary schools, sub-subject discussion of comparison with the object of discussion is expired date and nutritional value information in packaging products.
Keywords: healthy food, critical thinking, mathematics learning, Mathematical literacy  
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Geometri Berbasis Etnomatematika
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran menggunakan materi geometri berbasis etnomatematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan (library research). Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berupa hasil-hasil penelitian seperti buku-buku ilmiah, jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan sumber lain yang relevan. Teknik analisis data dalam penelitian meliputi tiga tahapan, organize, synthesize, dan identify. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etnomatematika memiliki relevansi dengan indikator pada kemampuan berpikir kritis, yang meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, dan keputusan. Secara keseluruhan, disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan materi geometri berbasis etnomatematika dalam proses pembelajaran.
Kata kunci: geometri, berpikir kritis, etnomatematika
This study aims to explain how to improve students\u27 critical thinking skills on learning using materials based on ethnomathematics of geometry. The method used in this research is library research. The data in this study is secondary data in the form of research results such as scientific books, scientific journals, research reports, and other relevant sources. Data analysis techniques in this research include three stages, organize, synthesize, and identify. The results of this study indicate that ethnomathematics has relevance to indicators on critical thinking skills, which include interpretation, analysis, evaluation, and decision. Overall, it is concluded that students\u27 critical thinking skills can be improved by using ethnomathematics-based geometry materials in the learning process.
Keywords: geometry, critical thinking, ethnomathematics  
Etnomatematika: Model Baru Dalam Pembelajaran
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui unsur-unsur berpikir kreatif matematis di dalam aktivitas membatik masyarakat Pelayangan Jambi Kota Seberang; untuk mengetahui unsur- unsur berpikir kritis matematis di dalam aktivitas membatik masyarakat Pelayangan Jambi Kota Seberang; dan untuk mengetahui implikasi hasil penelitian ini terhadap pembelajaran matematika. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara dengan pengrajin batik, dan wawancara dengan guru matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kegiatan proses membatik masyarakat Pelayangan mempunyai nilai etnomatematika yang ditemukan dalam aspek-aspek etnomatematika seperti aspek membilang, mengukur, penentuan letak, merancang dan menjelaskan. Bentuk aktivitas membatik masyarakat Pelayangan yang bernuansa matematika seperti konsep perbandingan, kekongruenan, konsep luas bidang datar, konsep refleksi, translasi dan rotasi dapat dipraktikkan dan dikembangkan dalam pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada kurikulum 2013. Penelitian ini menghasilkan suatu sintaks pembelajaran matematika dengan pendekatan etnomatematika yang diadopsi dari kegiatan membatik yang digunakan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Olak Kemang Jambi Kota Seberang.
Kata kunci: proses membatik, etnomatematika, pembelajaran matematika
This study aims to know the elements of mathematical creative thinking contained in batik activity of Pelayangan Jambi Kota Seberang; to know the elements of critical thinking mathematically contained in batik activity of Pelayangan Jambi Kota Seberang; and to know the implication of the result of this study to mathematics learning. Research data was obtained from observation, interviews with batik craftsmen, and interviews with math teachers. The results showed that various activities of batik process of Pelayangan people have ethnomathematics value found in aspects of ethnomathematics such as aspects of counting, measuring, determining the location, designing and explaining. The batik activities of the community displaying mathematical concepts such as comparison, congruence, the broad concept of flat field, the concept of translation, rotation and reflection can be practiced and developed in learning the mathematics of Junior High School in the 2013 curriculum. This research produces a syntax of mathematics learning by using the ethnomatematic approach which is adapted from batik activities used in Madrasah Tsanawiyah Negeri Olak Kemang Jambi Kota Seberang.
Keywords: batik process, ethnomathematics, mathematics learning 
KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS XI DALAM PEMBELAJARAN TRIGONOMETRI BERBASIS MASALAH DI SMA NEGERI 18 PALEMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada pembelajaran matematika berbasis masalah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 18 Palembang yang berjumlah 30 orang. Proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan karakteristik dan langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis yang terdiri atas tiga soal dan wawancara untuk memperoleh data tambahan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam pembelajaran matematika berbasis masalah di kelas XI MIPA 1 SMAN 18 Palembang adalah terkategori cukup dengan rincian sebagai berikut: persentase siswa yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi sangat baik adalah sebesar 16,667%. Selanjutnya, 26,667% memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan kategori baik; 30,000% memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi terkategori cukup; 26,667% memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi terkategori kurang; dan tidak ada yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan kategori sangat kurang. Indikator menganalisis memiliki persentase kemunculan tertinggi yaitu sebesar 72,500%. Kemudian, kemunculan pada indikator mengevaluasi adalah sebesar 70,000%, dan indikator dengan persentase kemunculan terendah adalah mengkreasi yaitu sebesar 35,417%.
Kata kunci: kemampuan berpikir tingkat tinggi, pembelajaran trigonometri, berbasis masalah
This study is descriptive research aiming to describe studentsโ higher order thinking skills in mathematics problem-based learning. Total of 30 students of class XI Mathematics 1 SMA Negeri 18 Palembang were selected as research subjects. The learning process was done in accordance with the characteristics and steps of problem-based learning. Data were collected through written test consisting of three questions and interviews to obtain additional data. The results of the study shows that studentsโ higher order thinking skills in mathematics problem-based learning in class XI MIPA 1 SMAN 18 Palembang is categorized enough: 16,67% of students are categorized excellent; 26.667% are categorized good; 30.00% are categorized enough; 26.667% are categorized low; and no one are in very poor category. The most frequent indicator of higher order thinking skills appeared, 72.50%, is analyzing and then 70.00% evaluating. Meanwhile, the least frequent indicator appeared is creating, 35.417%.
Keywords: higher order thinking skills, trigonometry problem based learning
 
THE INSTRUCTION TO OVERCOME THE INERT KNOWLEDGE ISSUE IN SOLVING MATHEMATICAL PROBLEM
One characteristic of typical mathematical problem is that it requires bunch of relevant prior knowledge. This knowledge is built consecutively and is recalled whenever needed to promote student to solve the problem. The process undertaken by the solver to utilize existing relevant prior knowledge while solving the problem is called access. However, this access is possible subject to disturbance for some reasons. This literature study addresses some factors that can distract access: factor related to metaprocess and factor related to deficit structure. The variants included in both factors have been proved through research as the contributors of the accessibility of relevant prior knowledge. Knowledge that cannot be accessed is called inert knowledge, the main reason for why solver face the difficulty to find the answer to given mathematical problem. The explanation leads to the suggestion of how to tackle the inertia of particular knowledge. One of them are through the instruction setting. Realistic Mathematics Education as one of approaches in learning can be a possible alternative for the issue of inert knowledge.
Keywords. Mathematical problem solving, prior knowledge, access, inert knowledge, Realistic Mathematics Education
 
ANALISA FUNGSI KARAKTERISTIK SEBAGAI PENCIRI DISTRIBUSI PELUANG
Fungsi karakteristik dari sebuah peubah acak mempunyai peranan penting dalam mengkaji kekonvergenan suatu fungsi distribusi. Salah satu teorema penting dalam kekonvergenan suatu fungsi distribusi adalah Teorema Limit Pusat Leโvy. Teorema Limit Pusat Le`vy menjelaskan bahwa jumlah dari peubah acak yang saling bebas, berdistribusi identik, dan mempunyai variansi akan mendekati distribusi Normal untuk n yang cukup besar. Jika (?n) merupakan barisan fungsi karakteristik dari barisan fungsi distribusi (Fn) yang saling bebas dan berdistribusi identik dan ? merupakan fungsi karakteristik dari fungsi distribusi F, maka apakah jika barisan (Fn) konvergen ke F akan diikuti kekonvergenan (?n) ke ??. Berdasarkan kajian pustaka diperoleh jawaban bahwa kekonvergenan barisan fungsi distribusi (Fn) ke fungsi distribusi F akan diikuti kekonvergenan (?n) ke ? dengan syarat :
FnF syarat perlu
? kontinu pada t = 0 syarat cukup.
Kata Kunci : Fungsi distribusi, Fungsi Karakteristik, Kekonvergenan
Characteristics function from a random variable has a crucial role in examining the convergence of a particular distribution function. One of important theorems in convergence of a distribution function is theorem of Leโvyโs central limit. It implies that sum of some independently random variables, identically distributed, and having variance, will approach normal distribution for great enough value of n. Given as series of characteristics function from series of distribution function which is independent each other and identically distributed and as characteristics function of distribution function F, then if given series convergent to F, will it be implied by convergence of to ?. Based on literature study, it is obtained that the convergence of series of distribution function to distribution function F will be followed by the convergence of to under these following conditions:
FnF necessary condition
? continue on t = 0 sufficient condition.
Keywords: distribution function, characteristics function, convergence
 
ALJABAR: TANTANGAN BESERTA PEMBELAJARANNYA
oai:oai.ojs.umrah.ac.id:article/1Kesalahan atau kesulitan belajar bisa menjadi sumber penting dalam pembelajaran. Terdapat beberapa jenis kesulitan belajar aljabar yang dialami siswa, yaitu: (a) kesalahan dalam memahami lambang โ=โ; (2) tendensi penggunaan prosedur aritmatika dan pengabaian variabel; (3) generalisasi; (4) abstraksi; dan (5) pemaknaan grafik. Dengan mengetahui jenis kesulitan belajar tersebut maka guru bisa merancang pembelajaran yang tepat. Lebih lanjut lagi, jika merujuk pada pendidikan matematika realistik, terdapat empat pandangan tentang belajar aljabar, yaitu: (1) aljabar sebagai aktivitas manusia (algebra as human activity); (2) aljabar sebagai aktivitas otak (algebra as brain activity); (3) aljabar sebagai aktivitas personal (algebra as personal activity); dan (4) aljabar sebagai aktivitas yang bermakna (algebra as meaningful activity).
Kata kunci: kesulitan belajar aljabar, pembelajaran aljabar
Errors or difficulties in learning could be an important source of learning. There are several types of studentsโ difficulties in learning algebra, namely: (1) Errors in understanding the symbol โ=โ; (2) Tendency to use arithmetic procedures and to ignore variables; (3) Generalization; (4) Abstraction; and (5) Graph interpretation. Teacher can design appropriate learning by identifying those studentsโ difficulties. Furthermore, there are four views about learning algebra referring to Realistic Mathematics Education: 1) algebra as human activity; (2) algebra as brain activity; (3) algebra as personal activity; (4) algebra as meaningful activity.
Keywords: difficulties in learning algebra, algebra learning