Jurnal Gantang
Not a member yet
    202 research outputs found

    Efektifitas Pembelajaran Dengan Media Kartu Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa

    Get PDF
      Learning methods with cards media have been widely used as one of the methods that are quite effective on enhancing students\u27 learning ability. Two of them are Giving Question and Getting Answer (GQGA) and Question Student Have (QSH) methods. The aim of this research is to analyze the effectiveness of GQGA and QSH learning methods in improving students\u27 mathematical understanding. The population of this research are 8th grade students of State Junior High School Garut district and the sample are 62 students. This research used a quasi-experimental with pretest-posttest control group design. The result shows that there is a difference enhancement of students \u27mathematical understanding ability after being given GQGA and QSH methods, which means that the enhancement of mathematical understanding ability of students who get GQGA method better than the students who get QSH method. The size effect of two methods is in the medium category. This means that the use of card media in learning is quite effective on enhancing students\u27 mathematical understanding. Keywords: mathematical understanding ability, GQGA method, QSH method.Metode pembelajaran dengan media kartu telah banyak digunakan sebagai salah satu metode yang cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa. Dua diantaranya adalah metode Giving Question and Getting Answer (GQGA) dan metode Question Student Have (QSH). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas metode pembelajaran GQGA dan QSH dalam meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 4 Tarogong Kidul Kabupaten Garut dengan sampel berjumlah 62 siswa. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain the statistic group pretest-posttest. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa setelah diberikan metode GQGA dan QSH, yaitu peningkatan kemampuan matematis siswa yang diberikan metode GQGA lebih baik daripada siswa yang diberikan metode QSH. Uji efek size juga dilakukan untuk mengukur efektifitas dari pembelajaran yang diberikan dan hasilnya menunjukkan bahwa efektifitas berada pada kategori sedang. Ini berarti pemanfaatan media kartu dalam pembelajaran cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa. Kata kunci: Pemahaman Matematis, metode GQGA, metode QS

    Penduga Rataan Geometrik pada Sampel Himpunan Terurut untuk Distribusi Normal

    Get PDF
    In this study, an estimator for geometric mean of population in ranked set sampling design is developed. Ranked set sampling is a set of sampling units which is drawn from population that can be ranked by using another certain mean without the actual measurement of the variable of interest which is to measure this variable is more costly and time consuming. The study investigates the bias and relative efficiency of the proposed estimator and the efficiency comparison is made for normal distribution. It is shown that the new estimators out perform its competitor in the literature. Keywords: Ranked Set Sampling, Simple Random Sampling, Geometric Mean, Relative EfficiencyPada kajian ini, dikembangkan sebuah estimator atau penduga untuk rataan geometrik pada desain sampel himpunan terurut. Sampel himpunan terurut adalah sekolompok unit sampel yang diambil dari populasi dimana anggota populasinya diurutkan sebelumnya berdasarkan variabel tertentu yang memiliki korelasi yang kuat dengan populasi yang dibicarakan sebelum pengukuran yang nyata terhadap anggota populasi yang dibicarakan dimana hal ini akan mengurangi biaya dan waktu perhitungan. Kajian dilakukan untuk menginvestigasi bias dan efisiensi relatif dari penduga rataan geometrik yang dikembangkan dan perbandingan efisiensi relatif dilakukan untuk data dari populasi yang berdistribusi normal. Hasil kajian menunjukkan penduga pada sampel himpunan terurut mengungguli penduga pada sampel acak sederhana

    Hasil Belajar Siswa Pada Materi Peluang Melalui Model Connected Mathematics Project Di Kelas VIII

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi peluang setelah diterapkan model pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) di kelas VIII. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII.1 SMPN 1 Palembang yang terdiri dari 29 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu tes tertulis yang terdiri dari tiga soal uraian dan wawancara sebagai pendukung data tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada materi peluang secara keseluruhan dikategorikan baik dengan rata - rata adalah 76,09, dengan rincian siswa terkategori sangat baik sebanyak 20,69%, terkategori baik sebanyak 44,83%, terkategori cukup sebanyak  24,14%, dan terkategori kurang sebanyak 10,34%. Siswa yang terkategori sangat baik dan baik secara keseluruhan mampu menentukan peluang kejadian dengan mencari banyak ruang sampel dan kejadian suatu percobaan dengan baik. Sedangkan siswa yang terkategori cukup dan kurang masih belum mampu menentukan peluang kejadian yang disebabkan oleh kesalahan dalam menentukan banyak ruang sampel dan kejadian suatu percobaan. Kata kunci: hasil belajar; CMP; peluang This research is a descriptive research that aims to find out student learning outcomes in material of probability after applying model of learning namely Connected Mathematics Project (CMP) in class VIII. The subjects of this research were students of class VIII.1 from SMPN 1 Palembang which consists of 29 students. Technique of collecting data that used on this research were written test which consist of three essay question and interview as a supporter of test data. The research results shows that student learning outcomes in the material of probability overall are categorized good with the average is 76.09, with categorized of excellent students as much as 20.69%,  good categorized as much as 44.83%, enough categorized as much as 24.14% , and the low categorized as much as 10.34%. Students who are categorized excellent and good, overall are able to determine the probability of the event by finding sample space and events of an experiment well. While students who are categorized enough and low still have not been able to determine the probability of events caused by errors in determining the sample space and the event of an experiment. Keywords: learning outcomes; CMP; probability  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi peluang setelah diterapkan model pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) di kelas VIII. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII.1 SMPN 1 Palembang yang terdiri dari 29 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu tes tertulis yang terdiri dari tiga soal uraian dan wawancara sebagai pendukung data tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada materi peluang secara keseluruhan dikategorikan baik dengan rata - rata adalah 76,09, dengan rincian siswa terkategori sangat baik sebanyak 20,69%, terkategori baik sebanyak 44,83%, terkategori cukup sebanyak  24,14%, dan terkategori kurang sebanyak 10,34%. Siswa yang terkategori sangat baik dan baik secara keseluruhan mampu menentukan peluang kejadian dengan mencari banyak ruang sampel dan kejadian suatu percobaan dengan baik. Sedangkan siswa yang terkategori cukup dan kurang masih belum mampu menentukan peluang kejadian yang disebabkan oleh kesalahan dalam menentukan banyak ruang sampel dan kejadian suatu percobaan. Kata kunci: hasil belajar; CMP; peluang This research is a descriptive research that aims to find out student learning outcomes in material of probability after applying model of learning namely Connected Mathematics Project (CMP) in class VIII. The subjects of this research were students of class VIII.1 from SMPN 1 Palembang which consists of 29 students. Technique of collecting data that used on this research were written test which consist of three essay question and interview as a supporter of test data. The research results shows that student learning outcomes in the material of probability overall are categorized good with the average is 76.09, with categorized of excellent students as much as 20.69%,  good categorized as much as 44.83%, enough categorized as much as 24.14% , and the low categorized as much as 10.34%. Students who are categorized excellent and good, overall are able to determine the probability of the event by finding sample space and events of an experiment well. While students who are categorized enough and low still have not been able to determine the probability of events caused by errors in determining the sample space and the event of an experiment. Keywords: learning outcomes; CMP; probabilit

    Analisis Kualitatif Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Yang Diberi Pembelajaran Matematika Realistik

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas kemampuan komunikasi matematis siswa yang diberi pembelajaran dengan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) pada materi segi empat pokok bahasan persegi dan persegi panjang. Jenis penelitian adalah studi kasus deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII(6) SMP Negeri 15 Medan yang berjumlah 40 orang, kemudian diangkat subjek yang dianalisis secara kualitatif ditinjau dari aspek indikator kemampuan (tinggi, sedang dan rendah), aspek kesalahan dan aspek jawaban kosong. Instrumen penelitian terdiri dari: Tes kemampuan komunikasi matematis dan lembar panduan wawancara. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa 22,5% kategori tinggi, 37,5% kategori sedang dan 40% kategori rendah. Selanjutnya melalui analisis kualitatif diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Siswa berkemampuan tinggi yaitu mampu dalam berkomunikasi secara matematis dengan baik; 2) Siswa berkemampuan sedang kurang mampu dalam bekomunikasi secara matematis; 3) Siswa berkemampuan rendah tidak mampu berkomunikasi secara matematis; 4) Kesalahan siswa terjadi dalam memahami permasalahan, menggunakan konsep-konsep dan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk penyelesaian masalah; 5) Pada jawaban kosong siswa tidak mampu memahami langkah-langkah penyelesaian masalah, siswa kurang mampu dalam menggunakan dan menerapkan operasi hitung, siswa tidak mampu memahami konsep-konsep dalam penyelesaian masalah. Kata kunci: analisis kualitatif; komunikasi matematika; matematika realistik This article aims to describe the quality of mathematical communication skills of students who are given learning with Realistic Mathematics Education (RME) approach on rectangular material, square and rectangular subject matter. This type of research is a qualitative descriptive case study. The subjects of this study were students of class VII(6) of SMP Negeri 15 Medan totaling 40 people, then the subject was analyzed qualitatively from the aspect of capability indicators (high, medium and low), Error aspects and empty answer aspects. The research instrument consisted of mathematical communication skills test and interview guide sheet. Data analysis techniques included data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that students\u27 mathematical communication skills were 22.5% in the high category, 37.5% in the medium category and 40% in the low category. Furthermore, through qualitative analysis, it was concluded that: 1) Students with high abilities are able to communicate mathematically well; 2) Students with average abilities are less capable in communicating mathematically; 3) Low-ability students are not able to communicate mathematically; 4) Student errors occur in understanding problems, using concepts and steps needed to solve problems; 5) In the empty answer students are not able to understand the problem solving steps, students are less able to use and apply the counting operation, students are not able to understand the concepts in solving problems. Keywords: qualitative analysis; mathematical communication; realistic mathematicsArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas kemampuan komunikasi matematis siswa yang diberi pembelajaran dengan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) pada materi segi empat pokok bahasan persegi dan persegi panjang. Jenis penelitian adalah studi kasus deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII(6) SMP Negeri 15 Medan yang berjumlah 40 orang, kemudian diangkat subjek yang dianalisis secara kualitatif ditinjau dari aspek indikator kemampuan (tinggi, sedang dan rendah), aspek kesalahan dan aspek jawaban kosong. Instrumen penelitian terdiri dari: Tes kemampuan komunikasi matematis dan lembar panduan wawancara. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa 22,5% kategori tinggi, 37,5% kategori sedang dan 40% kategori rendah. Selanjutnya melalui analisis kualitatif diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Siswa berkemampuan tinggi yaitu mampu dalam berkomunikasi secara matematis dengan baik; 2) Siswa berkemampuan sedang kurang mampu dalam bekomunikasi secara matematis; 3) Siswa berkemampuan rendah tidak mampu berkomunikasi secara matematis; 4) Kesalahan siswa terjadi dalam memahami permasalahan, menggunakan konsep-konsep dan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk penyelesaian masalah; 5) Pada jawaban kosong siswa tidak mampu memahami langkah-langkah penyelesaian masalah, siswa kurang mampu dalam menggunakan dan menerapkan operasi hitung, siswa tidak mampu memahami konsep-konsep dalam penyelesaian masalah. Kata kunci: analisis kualitatif; komunikasi matematika; matematika realistik This article aims to describe the quality of mathematical communication skills of students who are given learning with Realistic Mathematics Education (RME) approach on rectangular material, square and rectangular subject matter. This type of research is a qualitative descriptive case study. The subjects of this study were students of class VII(6) of SMP Negeri 15 Medan totaling 40 people, then the subject was analyzed qualitatively from the aspect of capability indicators (high, medium and low), Error aspects and empty answer aspects. The research instrument consisted of mathematical communication skills test and interview guide sheet. Data analysis techniques included data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that students\u27 mathematical communication skills were 22.5% in the high category, 37.5% in the medium category and 40% in the low category. Furthermore, through qualitative analysis, it was concluded that: 1) Students with high abilities are able to communicate mathematically well; 2) Students with average abilities are less capable in communicating mathematically; 3) Low-ability students are not able to communicate mathematically; 4) Student errors occur in understanding problems, using concepts and steps needed to solve problems; 5) In the empty answer students are not able to understand the problem solving steps, students are less able to use and apply the counting operation, students are not able to understand the concepts in solving problems. Keywords: qualitative analysis; mathematical communication; realistic mathematic

    PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LAPS-HEURISTIC DIKELAS X SMAN 2 BATANG ANAI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui model pembelajaran LAPS-Heuristic. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini dipilih dua siswa dari kelas penelitian yaitu kelas X SMAN 2 Batang Anai. Subjek yang dipilih dalam merupakan siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah dan wawancara. Hal ini dilakukan sebelum dan sesudah penerapa model pembelajaran LAPS-Heuristic. Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis data, dapat dilihat perkembangan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa meningkat pada saat dilakukan tes akhir. Pada hasil penilaian berdasarkan rubrik pemecahan masalah matematika, diperoleh tingkat kategori sangat memuaskan dengan indikator pencapaian: memahami soal dengan benar, rencana strategi penyelesaian yang benar, mengarah pada jawaban yang benar dan adanya pengecekan kembali hasil perhitungan, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran LAPS-Heuristic berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas X SMAN 2 Batag Anai. Kata kunci: kesulitan matematika, pemecahan masalah, LAPS-Heuristic This research aims to determine the increase in mathematics problem solving ability of students through learning model LAPS-Heuristic. Type of research is a qualitative descriptive study. The subjects in this study were selected two students from class research that is class X SMAN 2 Batang Anai. Subjects selected were the students who have high math skills. Data were collected through a problem-solving test and interview. This data collection was done before and after the implementation of learning model LAPS-Heuristic. Based on the description and analysis of the test, it can be seen that the development of mathematical problem solving ability of students increased at the time of the final test. The results of the assessment under the rubric of mathematical problem solving, showcased very satisfactory level categories with indicators of achievement: understand the question correctly, the correct completion of strategic plans, leading to a correct answer and rechecking their calculation. Hence, it can be concluded that the model of LAPS-Heuristic affects the ability of Mathematical Problem Solving of Tenth Graders at SMAN 2 Batag Anai. Keywords: mathematical difficulty, problem solving, LAPS-Heuristic &nbsp

    Konteks Busana pada Pembelajaran Operasi Bilangan Rasional dengan Pendekatan PMRI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menghasilkan lintasan belajar yang dapat membantu siswa memahami konsep bilangan rasional melalui konteks busana. Design Research dipilih sebagai cara yang tepat untuk mencapai tujuan. Lintasan belajar (Hypotetical Learning Trajectory) dalam design research memegang peranan penting sebagai desain dan instrumen penelitian. Lintasan belajar dirancang dalam tahap desain awal dan diujikan pada 31 siswa kelas X Busana (yaitu, 6 siswa pada pilot experiment dan 25 siswa pada teaching experiment) SMK Negeri 6 Palembang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, membuat rekaman video tentang kejadian di kelas dan kerja kelompok, mengumpulkan hasil kerja siswa, memberikan tes awal dan tes akhir, dan mewawancarai siswa. Data dianalisis secara restropektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lintasan belajar yang diperoleh dapat membantu siswa dalam memahami konsep bilangan rasional, yaitu menjelaskan kesalahan pada pengukuran  melalui aktifitas mengukur ukuran badan, menerapkan operasi-operasi bilangan rasional melalui kegiatan membuat pola busana berdasarkan skala yang ditentukan, menerpakan operasi bilangan rasional melalui aktifitas membuat pola busana dengan ukuran sebenarnya. Kata Kunci: operasi bilangan rasional, pola busana, design research, PMRI This study aims to design a learning trajectory to help students understand the concept of rational numbers through fashion context. Therefore, to achieve the aim, design research is chosen as the research method. Hypothetical Learning Trajectory in design research plays an important role as design and research instruments. In preliminary design, Hypothetical Learning Trajectory was conducted in 31 students of Private vocational high School (SMK) 6 in Palembang, X grade majoring fashion (6 students in pilot experiment and 25 students in teaching experiment). Data was collected through observation, video recording of students’ activities in classroom and group work, collecting students\u27 work, test: initial test and final test, and students’ interview. Data were analyzed by retrospective analysis. The results showed that the learning trajectory can help students understand the concept of rational numbers. The students could describe the error in measurement through measuring size of the body activity, applying the concept of operations of rational numbers to create dress pattern with specified scale, applying the concept of operations of rational numbers to create dress pattern with the actual size.   Keywords: operations in rational numbers, dress pattern, design research, PMRI

    STUDI PRESTASI AKADEMIK DAN KEMAMPUAN PEDAGOGIK MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh prestasi akademik mata kuliah kependidikan terhadap kemampuan pedagogik mahasiswa PPL 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Tadris Matematika IAIN Mataram dengan sampel sebanyak 115 mahasiswa yang mengikuti PPL 2. Instrumen penelitian terdiri dari pedoman dokumentasi dan lembar observasi kemampuan pedagogik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat (1) pengaruh prestasi akademik mahasiswa pada mata kuliah Desain Pembelajaran Matematika terhadap kemampuan pedagogik mahasiswa PPL 2, hal ini ditunjukkan dengan diperoleh nilai t sebesar 0,032 dan taraf signifikansi kurang dari 0,05; (2) pengaruh prestasi akademik mahasiswa pada mata kuliah Workshop Matematika terhadap kemampuan pedagogik mahasiswa PPL 2, hal ini ditunjukkan dengan diperoleh nilai t sebesar 0,039 dan taraf signifikansi kurang dari 0,05; (3) pengaruh prestasi akademik mahasiswa pada mata kuliah Strategi Belajar Mengajar matematika terhadap kemampuan pedagogik mahasiswa PPL 2, hal ini ditunjukkan dengan diperoleh nilai t sebesar 0,025 dan taraf signifikansi kurang dari 0,05; (4) pengaruh prestasi akademik mahasiswa pada mata kuliah desain pembelajaran matematika, Workshop Matematika dan Strategi Belajar Mengajar Matematika secara bersamaan terhadap kemampuan pedagogik mahasiswa PPL 2, hal ini ditunjukkan dengan diperoleh nilai t sebesar 0,032 dan taraf signifikansi kurang dari 0,05. Kata kunci: prestasi akademik, kemampuan pedagogik, PPL 2 The aim of this study is to describe the effect of academics achievement on education-content related course towards pedagogic skill of higher education students of PPL 2. The type of the study was correlational based experimental research. This study was conducted in mathematics study programme of IAIN Mataram examining 115 students as sample who followed PPL 2. Research instruments included documentation guide and observation sheet on pedagogic skill. The result shows that there are (1) effect of academic achievement of students who followed Mathematics Learning Design course towards PPL 2 students’ pedagogic skill, this was proved by the t value of 0.032 and significance rate less than 0.05; (2) effect of academic achievement of students who followed Mathematics Workshop course towards PPL 2 students’ pedagogic skill, this was proved by t value of 0.039 and significance rate less than 0.05; (3) effect of academic achievement of students who followed Mathematics Teaching and Learning Strategy course towards PPL 2 students’ pedagogic skill, this was proved by t value of 0.025 and significance rate less than 0.05; (4) effect of academic achievement of students who followed Mathematics Workshop course and Mathematics Teaching and Learning Strategy course simultaneously towards PPL 2 students’ pedagogic skill, this was proved by by t value of 0.032 and significance rate less than 0.05. Keywords: academic achievement, pedagogic skill, PPL

    Membandingkan Bilangan Pecahan Menggunakan Fraction Circle terhadap Pemahaman Konsep Siswa

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan lintasan belajar siswa dalam memahami konsep pembelajaran membandingkan bilangan pecahan dengan menggunakan fraction circle melalui pendekatan PMRI. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 146 Palembang. Metode yang digunakan adalah design research melalui tahap-tahap preparing for the experiment, teaching experiment, dan retrospective analysis. Penelitian ini menunjukkan peranan fraction circle sebagai model yang mendorong peserta didik menemukan pemahaman konsep membandingkan bilangan pecahan dengan menggunakan pendekatan PMRI. Kata Kunci: pecahan, fraction circle, design research, PMRI This study aims to design a learning trajectory to help students understand the concept of rational numbers through fashion context. The study aims to describe students’ learning trajectory in understanding the concept of comparing fractions through fraction circle with PMRI approach. The research was conducted in SD Negeri 146 Palembang. The method used in this research is design research which consists of three stages: preparing for the experiment, teaching experiment, and retrospective analysis. The result shows the role fraction circle as a model to encourage students to understand the concept of comparing fractions using PMRI approach. Keywords: fractions, fraction circle, design research, PMRI &nbsp

    Memfasilitasi Penalaran Geometri Transformasi Siswa Melalui Eksplorasi Motif Melayu dengan Bantuan Grid

    Get PDF
    Geometri transformasi merupakan pengetahuan yang krusial dalam geometri yang dapat membangun banyak kemampuan lainnya seperti penalaran matematis. Oleh karena itu, geometri transformasi disarankan untuk diberikan pada pebelajar mulai dari usia dini. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa anak-anak memiliki ‘sense’ untuk melihat karakteristik kedinamisan pada benda, oleh karena itu memfasilitasi pembelajaran yang dapat memanfaatkan sense ini menjadi sangat penting untuk membangun pemahaman geometri transformasi. Penelitian design research ini bertujuan untuk memfasilitasi siswa sekolah dasar untuk dapat mengembangkan pengetahuan awal mereka mengenai komposisi transformasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 001 Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah PMRI dengan konteks motif melayu itik pulang petang dengan bantuan grid. Hasil menunjukkan bahwa setting pembelajaran dapat memfasilitasi penalaran geometri transformasi melalui kegiatan eksplorasi motif dengan bantuan grid. Kata Kunci: komposisi transformasi, penalaran, motif melayu, grid, PMRI Transformation geometry is a crucial knowledge in geometry that can emerge many skills especially mathematical reasoning. Therefore, transformation geometry is suggested to be taught to children especially the young learners. Existing research implies that children have particular sense to see dynamic characteristic of an object or others. On the behalf of this statement, facilitating students in learning process that makes use of this students’ sense becomes important to undertake to help develop students’ reasoning of transformation geometry. The subtopic being highlighted is the composition of transformation. This design research aims to facilitate this situation. The subject of the research is fourth graders of the State Elementary School of 001 at Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. The learning approach used was PMRI by using the context of malay motif itik pulang petang with the help of grid. Result indicates that this learning setting could facilitate the reasoning of transformation geometry by doing exploration on motif by the help of grid. Keywords: transformation composition, reasoning, malay motif, grid, PMR

    DUAL MODE ERROR ANALYSIS: PENYELESAIAN PERMASALAHAN LUAS PERMUKAAN SERTA VOLUME PRISMA DAN LIMAS SISWA KELAS VIII SMP

    Get PDF
    Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan permasalahan luas permukaan serta volume pada prisma dan limas. Kajian ini dilakukan di kelas VIII SMP Muhammadiyah Tanjungpinang dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara singkat guru mata pelajaran serta metode tes sebanyak lima soal berbentuk uraian yang disusun melalui diskusi antara guru mata pelajaran dan penulis. Jawaban siswa dianalisis menggunakan dua perspektif (dual mode) kesalahan, menurut Watson dan Sukirman. Kesalahan siswa dalam perspektif Watson terdiri atas delapan kategorisasi yaitu: data tidak tepat, prosedur tidak tepat, data hilang, kesimpulan hilang, konflik level respon, manipulasi tidak langsung, masalah hierarki keterampilan, dan selain ketujuh kategori di atas. Sedangkan kesalahan siswa dalam perspektif Sukirman terdiri atas dua kategorisasi yaitu: kesalahan yang bersifat sistematis dan konsisten, serta kesalahan yang bersifat insidental. Hasil analisis menunjukkan persentase dari setiap kesalahan pada kategori kesalahan Watson yaitu data tidak tepat sebesar 18,54%, prosedur tidak tepat sebesar 36,42%, data hilang sebesar 10,60%, kesimpulan hilang sebesar 5,30%, konflik level respon sebesar 5,30%, manipulasi tidak langsung sebesar 13,24%, masalah hirarki keterampilan sebesar 10,60% dan kesalahan selain ketujuh kategori di atas sebesar 0%. Sedangkan persentase dari kesalahan berdasarkan kategorisasi kesalahan Sukirman adalah kesalahan sistematis dan konsisten sebesar 41,72% serta kesalahan insidental sebesar 58,28%. Kata Kunci : dual mode error analysis, kategori kesalahan Watson dan Sukirman This study aims at recognizing the types of error emerged by the students while solving problems on the topic of area and volume of prism and pyramid. This study was conducted at class VIII SMP Muhammadiyah Tanjungpinang including 20 students. Data collection was undertaken by conducting interview with mathematics teacher and posing a test containing five essay problems constructed based on discussion among teacher and researcher. Students’ answers were analyzed by using dual mode error analysis: Watson and Sukirman. Error types based on Watson are: inappropriate data, inappropriate procedure, omitted data, omitted conclusion, response level conflict, undirected manipulation, skills hierarchy problem, error other than previous seven. Error type based on Sukirman are: systematic and consistent error, and incidental error. The result showcased the percentages of emerging error based on Watson are: inappropriate data 18.54%, inappropriate procedure 36.42%, omitted data 10.60%, omitted conclusion 5.30%, response level conflict 5.30%, undirected manipulation 13.24%, skills hierarchy problem 10.60%, and others 0%. On the other hand, the percentages of error based on Sukirman are: systematic and consistent error 41.72%, and incidental error 58.28%. Keywords: dual mode error analysis, Watson error category, Sukirman error categor

    180

    full texts

    202

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Gantang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇