Jurnal Gantang
Not a member yet
202 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SD
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pendekatan PMRI terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dan bagaimana proses belajar menggunakan pendekatan PMRI terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di kelas V SD Negeri 44 Kalumbuk Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen. Desain yang digunakan adalah Quasi Experimental dan rancangannya Posttest Only Control Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 44 Kalumbuk Kota Padang, yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas VA sebagai kelas kontrol dan kelas VB sebagai kelas eksperimen. Data yang diperoleh dengan tes akhir dianalisis dengan menggunakan uji- t. Hasil penelitian dengan menggunakan uji normalitas dan homogenitas terhadap kedua data berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji-t menunjukkan thitung= 3,04 dan ttabel= 1,673 dengan df= 55 dan taraf signifikan 5%. Berdasarkan pengujian thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima dengan kesimpulan penggunaan PMRI memberikan pengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa di kelas V SD Negeri 44 Kalumbuk Kota Padang tahun ajaran 2017/2018.
Kata kunci: PMRI; berpikir kritis
This study aimed to determine whether there is an influence of the PMRI approach on students’ critical thinking skills and how the learning process using PMRI approach in grade V of SDN 44 Kalumbuk Padang is. This study was a quasi-experimental research with Post-test Only Control Design. The subject in this study were students of VA and VB of SDN 44 Kalumbuk Padang in the academic year of 2017/2018. The data collected through post-test was analyzed with t-test. The t-test result shows that tcount = 3,04 and ttable= 1,673 with df= 55 and alpha 5 %. Based on the result, it is concluded that the PMRI approach gives a positive influence to the students’ critical thinking skills in grade V of SDN 44 Kalumbuk padang in academic year 2017/2018.
Keywords: PMRI; critical thinkin
Transisi Kemampuan Berpikir Aritmatika ke Kemampuan Berpikir Aljabar pada Pembelajaran Matematika
Existing study revealed that the role of algebra in today\u27s learning is focused on many perspectives so that traditional algebra learning requires fundamental renewal as well as change of way of thinking. Algebra learning today should be focused more on mastering and applying algebra in various contexts of everyday life. The study was conducted with the aim to get a picture of the transition of thinking ability from arithmetic to algebra. The type of this research is descriptive qualitative. The results showed that the transition indicator of the ability of arithmetic thinking to the ability of algebraic thinking can be achieved well, only the students still make mistakes when performing negative number operations because students face difficulty in distinguishing the number sign and the sign of operation involved in the operation. This should be anticipated considering it indispensable in advanced algebra.
Keywords: arithmetic thinking ability, algebraic thinking abilityStudi terdahulu menunjukkan bahwa peran aljabar pada pembelajaran saat ini terfokus pada banyak perspektif sehingga pembelajaran aljabar tradisional membutuhkan pembaharuan yang fundamental dan juga perubahan cara berpikir. Pembelajaran aljabar saat ini harus dapat difokuskan kepada penguasaan dan pengaplikasian aljabar di berbagai konteks dalam kehidupan sehari-hari. Studi dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran tentang adanya transisi kemampuan berpikir dari aritmatika ke aljabar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator transisi kemampuan berpikir aritmatika ke kemampuan berpikir aljabar sudah dapat tercapai dengan baik, hanya saja siswa masih melakukan kekeliruan pada saat mengerjakan operasi bilangan negatif karena siswa sulit membedakan antara tanda bilangan dan juga tanda operasi yang terlibat dalam operasi tersebut. Hal ini harusnya dapat diantisipasi mengingat hal tersebut sangat diperlukan dalam pemahaman aljabar tingkat lanjut
Kata kunci: kemampuan berpikir aritmatika, kemampuan berpikir aljaba
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Alat Peraga Pilogma pada Materi Logika Matematika
The purpose of this study is to find out how to improve students\u27 critical thinking skills by using props Pilogma on the material of truth value of compound logic mathematical statements. This research is a Classroom Action Research. This qualitative research was conducted by using 2 cycles and each cycle contained 2 class meetings. Researchers used observation techniques, documentation, interviews, and tests to obtain data. Data analysis techniques through the data reduction phase, data presentation and conclusion drawing and verification and triangulation of data. The subject of this research is class X of SMA Muhammadiyah Tanjungpinang. The object of research is to improve students\u27 critical thinking ability which can be seen through test result at the end of cycle I and II and observation, documentation and interview. The results showed that students\u27 critical thinking ability can be improved through the use of props Pilogma in learning Mathematics Logic material.
Keywords: mathematical logic, critical thinking skills, props PilogmaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan alat peraga Pilogma pada materi nilai kebenaran pernyataan majemuk Logika Matematika. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian jenis kualitatif ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus diadakan 2 kali pertemuan. Peneliti menggunakan teknik observasi, dokumentasi, wawancara, dan tes untuk memperoleh data. Teknik analisis data dengan melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi serta triangulasi data. Subjek penelitiannya ialah kelas X SMA Muhammadiyah Tanjungpinang. Objek penelitian yaitu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yang dilihat melalui hasil tes setiap akhir siklus I dan II serta hasil observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan melalui penggunaan alat peraga Pilogma dalam pembelajaran materi Logika Matematika.
Kata kunci: logika matematika, kemampuan berpikir kritis, alat peraga Pilogm
Implementasi Model Experiential Learning Pada Materi Kelipatan Persekutuan Terkecil dan Faktor Persekutuan Terbesar Kelas IV
Artikel ini adalah bagian dari penelitian besar pada pengembangan perangkat pembelajaran dengan strategi experiential learning berbasis game. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan strategi experiential learning pada materi KPK dan FPB di kelas IV. Model pembelajaran experiential learning ini dibuat dalam sebuah permainan yang dinamakan dengan Joyfull Clap Number untuk materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Magic Bag untuk materi Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan model 4D yang kepanjangan dari define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Penelitian ini fokus pada deskripsi hasil disseminate. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui lembar kerja siswa, observasi, rekaman video dan catatan lapangan. Teknis analisis data dilakukan dengan mengungkap data hasil rekaman video yang diperoleh selama penelitian selanjutnya dianalisa dan dikaitkan dengan teori yang digunakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di MI Makarimul Akhlaq dan MI Al Asy’ari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat membentuk konsep dasar KPK dan FPB melalui strategi experiential learning selama proses pembelajaran.
Kata kunci: implementasi pembelajaran; experiential learning; KPK; FPB
This article is part of a large development research with experiential learning using a game-based strategy. The aim of this research is to describe experiential learning on mathematics in LCM and GCD material for students of grade IV. Experiential learning was designed through a game which is called Joyfull Clap Number for Least Common Multiple (LCM) and Magic Bag for Greatest Common Divisor (GCD). The method was qualiative research using 4D model consisting of define, design, develop and disseminate. This research focused on the result of disseminate. Data were collected by spreading worksheet, conducting observation, video recording, and taking notes. Data were analized by expressing the video result during conducting experiential learning then analyzing and correlating the data with theory. Subject in this research were students in grade IV from MI Makarimul Akhlaq and MI Al Asy’ari. The result shows that students can construct the concept of LCM dan GCD.
Keywords: learning implementation; experiential learning; LCM; GCDArtikel ini adalah bagian dari penelitian besar pada pengembangan perangkat pembelajaran dengan strategi experiential learning berbasis game. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan strategi experiential learning pada materi KPK dan FPB di kelas IV. Model pembelajaran experiential learning ini dibuat dalam sebuah permainan yang dinamakan dengan Joyfull Clap Number untuk materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Magic Bag untuk materi Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan model 4D yang kepanjangan dari define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Penelitian ini fokus pada deskripsi hasil disseminate. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui lembar kerja siswa, observasi, rekaman video dan catatan lapangan. Teknis analisis data dilakukan dengan mengungkap data hasil rekaman video yang diperoleh selama penelitian selanjutnya dianalisa dan dikaitkan dengan teori yang digunakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di MI Makarimul Akhlaq dan MI Al Asy’ari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat membentuk konsep dasar KPK dan FPB melalui strategi experiential learning selama proses pembelajaran.
Kata kunci: implementasi pembelajaran; experiential learning; KPK; FPB
This article is part of a large development research with experiential learning using a game-based strategy. The aim of this research is to describe experiential learning on mathematics in LCM and GCD material for students of grade IV. Experiential learning was designed through a game which is called Joyfull Clap Number for Least Common Multiple (LCM) and Magic Bag for Greatest Common Divisor (GCD). The method was qualiative research using 4D model consisting of define, design, develop and disseminate. This research focused on the result of disseminate. Data were collected by spreading worksheet, conducting observation, video recording, and taking notes. Data were analized by expressing the video result during conducting experiential learning then analyzing and correlating the data with theory. The subject in this research were students in grade IV from MI Makarimul Akhlaq and MI Al Asy’ari. The result shows that students can construct the concept of LCM dan GCD.
Keywords: learning implementation; experiential learning; LCM; GC
Profil Kemandirin Belajar Siswa SMP dalam Pembelajaran Matematika
Abstract
Seeing the condition of the students now, can be seen various characteristics of learners are very diverse. There are active and passive students. There are independent and dependent students who depend on others. In this study researchers will examine the independence of students learning MTSN 5 Jombang, where taken a sample of students who learning independence low, medium and high of the questionnaire given along with consultation with the teacher. After the sample was taken the researchers conducted interviews and requested transcripts of student grades for one semester. The results obtained, students who have high independence have little obstacles in learning and able to solve itself. While students who independence low learning difficult to resolve the learning obstacles. The level of learning independence also affects the results of the value obtained. Students who have high learning independence score above the average of their classmates. Similarly, students who have low learning independence earn a grade below the average of their classmates.
Keywords: Mathematics, Learning Obstacle, Learning IndependenceAbstrak
Melihat kondisi para pelajar sekarang, dapat dilihat berbagai karakteristik pelajar yang sangat bermacam-macam. Ada pelajar yang aktif dan juga pasif. Ada pelajar yang mandiri dan ada yang bergantung pada orang lain. Pada penelitian ini peneliti akan mendeskripsikan kemandirian belajar siswa MTSN 5 Jombang, dimana diambil sampel siswa yang berkemandirian belajar rendah, sedang dan tinggi dari angket yang diberikan beserta konsultasi dengan guru. Setelah sampel diambil peneliti melakukan wawancara dan membandingkan transkip nilai siswa selama satu semester. Hasil yang didapatkan, siswa yang berkemandirian tinggi memiliki sedikit kendala dalam belajarnya dan mampu menyelesaikan sendiri. Sedangkan siswa yang berkemandirian belajar rendah sulit untuk menyelesaikan kendala belajarnya. Tingkat kemandirian belajar juga berpengaruh pada nilai yang diperoleh. Siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi memperoleh nilai diatas rata-rata teman sekelasnya. Begitupula sebaliknya, siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah memperoleh nilai dibawah rata-rata teman sekelasnya.
Kata Kunci : Matematika, Kendala belajar, Kemandirian belaja
Program Dinamis Pada Penentuan Rute Kendaraan Dengan Time Windows
Penentuan rute armada merupakan salah satu permasalahan optimisasi kombinatorik yang memiliki pengaruh pada distribusi barang. Pengiriman barang cepat busuk (perishable good) seperti produk darah, dengan karakteristik jarak tempuh yang pendek memungkinkan untuk dilakukan dengan satu kendaraan. Terdapat kendala time windows pada pelanggan dan depot yang membatasi pengiriman. Masalah penentuan rute dalam penelitian ini dipandang sebagai single vehicle routing problem dengan time windows. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan algoritma yang ditulis berdasarkan program dinamis untuk masalah penentuan rute kendaraan dengan time windows. Pada algoritma diterapkan tes yang bertujuan meningkatkan performa algoritma. Pada bagian akhir diberikan contoh penyelesaian masalah penentuan rute kendaraan dengan time windows menggunakan algoritma.
Kata kunci: penentuan rute kendaraan; program dinamis; algoritma eksak
Routing problem is kind of combinatoric optimization problem that has an influence on the distribution of goods. Delivery of perishable good such as blood products with short travel characteristics makes it possible to do with one vehicle. There are time-windows constraints on customer and depots that limit delivery. This research aims to describe algorithms written based on dynamic programs for the problem of determining vehicle routes with time windows. In the algorithm applied a test that aims to improve the performance of the algorithm. In the end, given an example of solving the problem of determining a vehicle route with time windows using an algorithm.
Keywords: vehicle routing problem; dynamic programming; exact algorithmPenentuan rute armada merupakan salah satu permasalahan optimisasi kombinatorik yang memiliki pengaruh pada distribusi barang. Pengiriman barang cepat busuk (perishable good) seperti produk darah, dengan karakteristik jarak tempuh yang pendek memungkinkan untuk dilakukan dengan satu kendaraan. Terdapat kendala time windows pada pelanggan dan depot yang membatasi pengiriman. Masalah penentuan rute dalam penelitian ini dipandang sebagai single vehicle routing problem dengan time windows. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan algoritma yang ditulis berdasarkan program dinamis untuk masalah penentuan rute kendaraan dengan time windows. Pada algoritma diterapkan tes yang bertujuan meningkatkan performa algoritma. Pada bagian akhir diberikan contoh penyelesaian masalah penentuan rute kendaraan dengan time windows menggunakan algoritma.
Kata kunci: penentuan rute kendaraan; program dinamis; algoritma eksak
Routing problem is kind of combinatoric optimization problem that has an influence on the distribution of goods. Delivery of perishable good such as blood products with short travel characteristics makes it possible to do with one vehicle. There are time-windows constraints on customer and depots that limit delivery. This research aims to describe algorithms written based on dynamic programs for the problem of determining vehicle routes with time windows. In the algorithm applied a test that aims to improve the performance of the algorithm. In the end, given an example of solving the problem of determining a vehicle route with time windows using an algorithm.
Keywords: vehicle routing problem; dynamic programming; exact algorithm
 
Analisis Tingkat Pemahaman Guru Terhadap Konsep Pembelajaran Aritmatika-Bahasa di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran aritmatika-bahasa. Populasi adalah guru sekolah dasar kelas I - III. Responden berjumlah 30 orang. Analisis dilakukan untuk menggambarkan: (1) tingkat pemahaman guru tentang kurikulum, (2) buku teks, (3) kurikulum pelatihan, dan (4) proses pembelajaran. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa: (1) pemahaman terhadap kurikulum adalah yang paling tinggi sebesar 30,66%; (2) buku pembelajaran sebesar 16,66%; (3) kurikulum pelatihan 0,27%; (4) proses pembelajaran 75,55%. Analisis komponen Perencanaan Pendidikan (RPP) menghasilkan skor rata-rata 53,45% pada tingkat pemahaman guru, lebih kecil dari skor pedoman minimum 76%. Berdasarkan pengamatan proses pembelajaran, diketahui bahwa hanya 23,22% responden atau 7 orang yang memperoleh skor baik. Itu artinya tingkat pemahaman tentang konsep pembelajaran aritmatika-bahasa relatif rendah. Dari hasil penelitian ini disajikan dengan saran-saran berikut: (1) harus ada langkah-langkah untuk meningkatkan pembelajaran elemen aritmatika-bahasa pemahaman guru, (2) kurikulum pelatihan harus menekankan pemahaman konseptual.
Kata kunci: pemahaman; guru aritmatika; kurikulum
This study aimed to describe the level of teachers\u27 understanding of the concept of arithmetic- language learning. The population was grade I – III of elementary school teacher. Respondents were 30 people. Analyzes were performed to describe: (1) the level of teachers\u27 understanding of the curriculum, (2) textbooks, (3) training curriculum, and (4) the learning process. Based on data analysis, it is shown that: (1) understanding of the curriculum is the highest 30.66%; (2) learning books is 16.66%; (3) training curriculum is 0.27%; (4) the learning process is 75.55%. Analysis of the components of the Lesson Plan (RPP) yielded an average score of 53.45% level of understanding of teachers, smaller than the minimum guideline score 76%. Based on the observation of the learning process, it is known that only 23.22% of respondents or 7 people who obtain a score well. That means that the level of understanding of the heritage of the concept of arithmetic-language learning is relatively low. From the results of this study, it is suggested that: (1) there should be measures to enhance learning of arithmetic-language element of understanding teachers, (2) training curriculum should emphasize conceptual understanding.
Keywords: comprehension; arithmetic teacher; curriculumPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran aritmatika-bahasa. Populasi adalah guru sekolah dasar kelas I - III. Responden berjumlah 30 orang. Analisis dilakukan untuk menggambarkan: (1) tingkat pemahaman guru tentang kurikulum, (2) buku teks, (3) kurikulum pelatihan, dan (4) proses pembelajaran. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa: (1) pemahaman terhadap kurikulum adalah yang paling tinggi sebesar 30,66%; (2) buku pembelajaran sebesar 16,66%; (3) kurikulum pelatihan 0,27%; (4) proses pembelajaran 75,55%. Analisis komponen Perencanaan Pendidikan (RPP) menghasilkan skor rata-rata 53,45% pada tingkat pemahaman guru, lebih kecil dari skor pedoman minimum 76%. Berdasarkan pengamatan proses pembelajaran, diketahui bahwa hanya 23,22% responden atau 7 orang yang memperoleh skor baik. Itu artinya tingkat pemahaman tentang konsep pembelajaran aritmatika-bahasa relatif rendah. Dari hasil penelitian ini disajikan dengan saran-saran berikut: (1) harus ada langkah-langkah untuk meningkatkan pembelajaran elemen aritmatika-bahasa pemahaman guru, (2) kurikulum pelatihan harus menekankan pemahaman konseptual.
Kata kunci: pemahaman; guru aritmatika; kurikulum
This study aimed to describe the level of teachers\u27 understanding of the concept of arithmetic- language learning. The population was grade I – III of elementary school teacher. Respondents were 30 people. Analyzes were performed to describe: (1) the level of teachers\u27 understanding of the curriculum, (2) textbooks, (3) training curriculum, and (4) the learning process. Based on data analysis, it is shown that: (1) understanding of the curriculum is the highest 30.66%; (2) learning books is 16.66%; (3) training curriculum is 0.27%; (4) the learning process is 75.55%. Analysis of the components of the Lesson Plan (RPP) yielded an average score of 53.45% level of understanding of teachers, smaller than the minimum guideline score 76%. Based on the observation of the learning process, it is known that only 23.22% of respondents or 7 people who obtain a score well. That means that the level of understanding of the heritage of the concept of arithmetic-language learning is relatively low. From the results of this study, it is suggested that: (1) there should be measures to enhance learning of arithmetic-language element of understanding teachers, (2) training curriculum should emphasize conceptual understanding.
Keywords: comprehension; arithmetic teacher; curriculu
Praktikalitas Lembar Kerja Siswa pada Pembelajaran Matematika Materi Statistika
The purpose of this study was to develop a practical Student Worksheet on mathematics learning within statistics material. The research method was research and development by using ADDIE namely the analysis stage, planning satge, development stage, and implementation and evaluation stages. This study was limited to the implementation stage which was conducted to look at the practicality of Student Worksheet tested on a limited basis. Based on the test results, practicality of Student Worksheet through three assessment data: the first observation data with an average 71% in a good category, the second data questionnaire responses of teachers with an average 75% in a good category, and the third data questionnaire responses of students with an average 84% in a good category.
Keywords: practicalities, Student Worksheet, implementation phase, Creative StatisticsTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan Lembar Kerja Siswa pada pembelajaran matematika materi statistika yang praktis. Model penelitian ini menggunakan model ADDIE, yaitu tahap analisis, tahap perencanaan, tahap pengembangan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Penelitian ini dibatasi pada tahap implementasi yaitu untuk melihat kepraktisan Lembar Kerja Siswa diuji coba secara terbatas. Berdasarkan hasil uji praktikalitas Lembar Kerja Siswa dengan melalui tiga data penilaian, yaitu pertama data observasi dengan rata-rata 71% kategori baik, kedua data angket respon guru dengan rata-rata 75% kategori baik, dan ketiga data angket respon siswa dengan rata-rata 84% katagori baik.
Kata Kunci: praktikalitas, Lembar Kerja Siswa, tahap implementasi, materi statistik
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Pemecahan Problematika Kaidah Pencacahan Titik Sampel
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan kaidah pencacahan titik sampel. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII SMA N 1 Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Tahapan pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan menyiapkan dan mengorganisir data kesalahan siswa untuk dianalisis. Selanjutnya proses eksplorasi dan pengkodean data untuk membangun deskripsi dan jenis kesalahan. Proses dilanjutkan dengan representasi dan interpretasi temuan jenis kesalahan siswa serta memvalidasi keakuratan temuan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis kesalahan mayoritas dialami siswa adalah reading dengan persentase maksimum kesalahan 66,7%, diikuti kesalahan comprehension dengan persentase maksimum kesalahan 64%. Kesalahan reading dan comprehension menunjukkan rendahnya kemampuan berpikir siswa dalam memahami permasalahan pada soal cerita matematis. Selanjutnya kesalahan transformation dengan persentase maksimum kesalahan 59,1% dan diikuti kesalahan process skill dengan persentase maksimum kesalahan 52,2%. Jenis kesalahan transformation dan process skill memperlihatkan kurangnya kemampuan kognitif siswa dalam memahami konsep untuk setiap kaidah pencacahan titik sampel yang ditemukan dalam soal. Jenis kesalahan yang paling sedikit dialami siswa adalah encoding dengan persentase maksimum kesalahan hanya 18,2%. Encoding menunjukkan ketelitian siswa menyelesaikan operasi matematika secara tertulis dengan benar berdasarkan konsep matematis yang digunakan dalam menyelesaikan soal.
Kata kunci: analisis kesalahan; Newman’s error analysis; kaidah pencacahan titik sampel
This study aims at recognizing the type of students’ error on counting problem in sample space. This research uses qualitative descriptive method. The subjects of this study were students of class XII SMA N 1 Bintan Timur, Bintan Regency, Kepulauan Riau Province. Data collection was done by tests and interviews. Technique of data analysis was performed by preparing and organizing the data to be analyzed. Exploration and data coding were done for building description and types of errors. This process was followed by the representation and interpretation of findings about the type of student error as well as validating the accuracy of findings. The result of this research concluded based on maximum percentage of error. The first is reading with 66,7%, the second is comprehension with 64%. These two types of errors indicate low order thinking of student in understanding the problem of the questions. The third is transformation with 59,1% and then the fourth is process skill with 52,2%. Both types of student’s error showed lack cognitive ability of students to understand the rule of concept. Finally encoding with 18,2%. Encoding was concerned to show the accuracy of students working on mathematical operation in written form correctly based on the mathematical concepts used to solve the problems.
Keywords: error analysis; Newman’s error analysis; counting in sample space.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan kaidah pencacahan titik sampel. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII SMA N 1 Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Tahapan pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan menyiapkan dan mengorganisir data kesalahan siswa untuk dianalisis. Selanjutnya proses eksplorasi dan pengkodean data untuk membangun deskripsi dan jenis kesalahan. Proses dilanjutkan dengan representasi dan interpretasi temuan jenis kesalahan siswa serta memvalidasi keakuratan temuan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis kesalahan mayoritas dialami siswa adalah reading dengan persentase maksimum kesalahan 66,7%, diikuti kesalahan comprehension dengan persentase maksimum kesalahan 64%. Kesalahan reading dan comprehension menunjukkan rendahnya kemampuan berpikir siswa dalam memahami permasalahan pada soal cerita matematis. Selanjutnya kesalahan transformation dengan persentase maksimum kesalahan 59,1% dan diikuti kesalahan process skill dengan persentase maksimum kesalahan 52,2%. Jenis kesalahan transformation dan process skill memperlihatkan kurangnya kemampuan kognitif siswa dalam memahami konsep untuk setiap kaidah pencacahan titik sampel yang ditemukan dalam soal. Jenis kesalahan yang paling sedikit dialami siswa adalah encoding dengan persentase maksimum kesalahan hanya 18,2%. Encoding menunjukkan ketelitian siswa menyelesaikan operasi matematika secara tertulis dengan benar berdasarkan konsep matematis yang digunakan dalam menyelesaikan soal.
Kata kunci: analisis kesalahan; Newman’s error analysis; kaidah pencacahan titik sampel.
This study aims at recognizing the type of students’ error on the counting problem in sample space. This research uses a qualitative descriptive method. The subjects of this study were students of class XII SMA N 1 Bintan Timur, Bintan Regency, Kepulauan Riau Province. Data collection was done by tests and interviews. Technique of data analysis was performed by preparing and organizing the data to be analyzed. Exploration and data coding were done for building description and types of errors. This process was followed by the representation and interpretation of findings about the type of student error as well as validating the accuracy of findings. The result of this research concluded based on maximum percentage of error. The first is reading with 66,7%, the second is comprehension with 64%. These two types of errors indicate low order thinking of student in understanding the problem of the questions. The third is the transformation with 59,1% and then the fourth is process skill with 52,2%. Both types of student’s error showed lack cognitive ability of students to understand the rule of concept. Finally encoding with 18,2%. Encoding was concerned to show the accuracy of students working on mathematical operation in a written form correctly based on the mathematical concepts used to solve the problems.
Keywords: error analysis; Newman’s error analysis; counting in sample space
Desain Pembelajaran Logaritma untuk Siswa SMA Kelas X
The study aims to know the role of logarithm learning design to introducing logarithm concept and the result at logarithm learning process through student worksheet based on Realistic Mathematics Education approach. The research method used is design research which was implemented in one of the Senior High School in Yogyakarta. The instruments used are test, video, and fieldnote. The result shows that the students look likes still adapt to learning design that implemented in the 1st and 2nd meeting, but in the next meeting the students can already start to follow learning process. Furthermore, the students result study show that the students’ average value is 77.5 with frequency of completeness 65.6%.
Keywords: Design Research, Logarithm Learning Designing, Realistic Mathematics EducationTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran desain pembelajaran logaritma dalam pengenalan konsep logaritma dan mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran logaritma melalui Lembar Aktivitas Siswa (LAS) berbasis pendekatan pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik (PMR). Penelitian ini menggunakan metode penelitian design research, yang dilaksanakan di salah satu Sekolah Menengah Atas di Yogyakarta. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes tertulis, video, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan ke-1 dan ke-2 siswa beradaptasi dengan desain pembelajaran yang diterapkan. Pada pertemuan selanjutnya, siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan lebih baik. Selain itu, hasil belajar siswa menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 77,5 dengan frekuensi ketuntasan 65,6%