Jurnal Gantang
Not a member yet
202 research outputs found
Sort by
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Terintegrasi Keterampilan Abad 21 Melalui Penerapan Model Problem Based Learning (PBL)
Kurikulum 2013 mulai menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran abad 21. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan prototipe perangkat pembelajaran matematika terintegrasi keterampilan abad 21. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model Plomp. Penelitian ini terdiri dari tiga fase yaitu: (1) fase investigasi awal (preliminary research); (2) fase prototipe (prototyping phase); dan (3) fase penilaian (assessment phase). Hasil dari penelitian ini adalah prototipe perangkat pembelajaran matematika terintegrasi keterampilan abad 21 melalui penerapan model PBL untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang salah satunya adalah kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik SMP/MTs. Hasil validasi silabus, RPP, LKPD dan soal kemampuan pemecahan masalah matematis menunjukkan kriteria sangat valid dengan nilai secara berurutan sebesar 3,51; 3,46; 3,48; dan 3,43. Hasil praktikalitas menunjukkan kriteria sangat praktis dengan persentase uji coba kelompok kecil sebesar 91,00%, uji coba kelompok besar sebesar 92,50%, dan respon guru sebesar 93,50%
Bahan Ajar Determinan dan Invers Matriks Berbasis Android untuk SMA Kelas XI
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan bahan ajar determinan dan invers matriks berbasis android untuk SMA Kelas XI yang valid dan praktis, dan (2) mengetahui efek potensialnya terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI. IPA 6 SMA Negeri 8 Palembang yang terdiri dari 34 orang sebagai subjek penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau development research yang terdiri dari dua tahapan, yaitu: tahap preliminary meliputi analisis dan desain, dan tahap formative evaluation meliputi self evaluation, prototyping (expert review, one to one, small group), dan field test. Teknik pengumpulan data dengan walkthrough, observasi, wawancara dan tes. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) bahan ajar determinan dan invers matriks berbasis android untuk SMA Kelas XI terkategori valid dan praktis, dan (2) bahan ajar yang dikembangkan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar peserta didik rata-rata terkategori baik, yaitu 13 orang memiliki kemampuan dalam kategori sangat baik, 12 orang terkategori baik, 4 orang terkategori cukup, dan 5 orang terkategori kurang.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan bahan ajar determinan dan invers matriks berbasis android untuk SMA Kelas XI yang valid dan praktis, dan (2) mengetahui efek potensialnya terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI. IPA 6 SMA Negeri 8 Palembang yang terdiri dari 34 orang sebagai subjek penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau development research yang terdiri dari dua tahapan, yaitu: tahap preliminary meliputi analisis dan desain, dan tahap formative evaluation meliputi self evaluation, prototyping (expert review, one to one, small group), dan field test. Teknik pengumpulan data dengan walkthrough, observasi, wawancara dan tes. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) bahan ajar determinan dan invers matriks berbasis android untuk SMA Kelas XI terkategori valid dan praktis, dan (2) bahan ajar yang dikembangkan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar peserta didik rata-rata terkategori baik, yaitu 13 orang memiliki kemampuan dalam kategori sangat baik, 12 orang terkategori baik, 4 orang terkategori cukup, dan 5 orang terkategori kurang
Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Dengan Nuansa Kemaritiman Berbantuan Macromedia Flash 8 pada Materi Relasi Kelas VIII SMP
Uji coba implementasi kurikulum kemaritiman (pilot project) di sekolah-sekolah telah mulai dilakukan sehingga perlu adanya media pembelajaran yang berbasis kemaritiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran animasi dengan nuansa kemaritiman berbantuan Macromedia Flash 8 pada materi relasi kelas VIII SMP. Jenis penelitian ini adalah Research and Development dengan menerapkan model 4D melalui empat tahapan yaitu define, design, development, dan disseminate. Penelitian ini melibatkan 26 peserta didik kelas VIII C SMP Negeri 3 Bintan. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik validasi yang dilakukan oleh validator ahli dan angket respon peserta didik untuk mengukur tingkat kelayakan media pembelajaran. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa lembar validasi media, lembar validasi materi, dan lembar angket respon peserta didik. Teknik analisis data menggunakan Method of Summated Ratings, kemudian dihitung persentase kelayakan media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan persentase kelayakan ahli media sebesar 91,25%, ahli materi 97,38%, serta dari angket respon peserta didik 88,74%, ketiga hasil penilaian tersebut termasuk dalam kategori sangat layak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media yang dikembangkan sangat layak digunakan
Blended Learning Berbasis Edmodo: Proses Pengembangan pada Mata Kuliah Kalkulus Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan blended learning berbasis Edmodo pada mata kuliah Kalkulus Dasar yang valid, praktis, dan memiliki efek potensial. Jenis penelitian ini adalah design research tipe development study yang terdiri dari tahap preliminary dan formative evaluation. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Unhasy Tebuireng. Data dikumpulkan melalui walkthrough, angket dan wawancara. Data dianalisis menggunakan siklus evaluasi formatif. Penelitian ini menghasilkan serangkaian kegiatan pembelajaran Kalkulus Dasar dengan model blended learning berbasis Edmodo yang valid, praktis, dan memiliki efek potensial terhadap proses pembelajaran. Hasil walkthrough pada expert review menunjukkan bahwa blended learning yang dikembangkan valid dan dapat diterapkan. Hasil kepraktisan blended learning yang dikembangkan berdasarkan pada data hasil wawancara pada one-to-one dan small group yang menyatakan bahwa blended leraning yang dikembangkan mudah diakses dan dapat diterapkan. Sedangkan efek potensial terhadap proses pembelajaran berdasarkan hasil angka yang menunjukkan bahwa blended learning berbasis Edmodo yang dikembangkan dapat diterapkan, tersedianya sumber belajar yang lengkap, proses pembelajaran dapat tuntas, dan mampu membantu mahasiswa belajar diluar kelas.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan blended learning berbasis Edmodo pada mata kuliah Kalkulus Dasar yang valid, praktis, dan memiliki efek potensial. Jenis penelitian ini adalah design research tipe development study yang terdiri dari tahap preliminary dan formative evaluation. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Unhasy Tebuireng. Data dikumpulkan melalui walkthrough, angket dan wawancara. Data dianalisis menggunakan siklus evaluasi formatif. Penelitian ini menghasilkan serangkaian kegiatan pembelajaran Kalkulus Dasar dengan model blended learning berbasis Edmodo yang valid, praktis, dan memiliki efek potensial terhadap proses pembelajaran. Hasil walkthrough pada expert review menunjukkan bahwa blended learning yang dikembangkan valid dan dapat diterapkan. Hasil kepraktisan blended learning yang dikembangkan berdasarkan pada data hasil wawancara pada one-to-one dan small group yang menyatakan bahwa blended leraning yang dikembangkan mudah diakses dan dapat diterapkan. Sedangkan efek potensial terhadap proses pembelajaran berdasarkan hasil angka yang menunjukkan bahwa blended learning berbasis Edmodo yang dikembangkan dapat diterapkan, tersedianya sumber belajar yang lengkap, proses pembelajaran dapat tuntas, dan mampu membantu mahasiswa belajar diluar kelas
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Ditinjau dari Gaya Kognitif Impulsif
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa serta lambatnya siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif. Penelitian ini merupakan penelitian deskrptif kualitatif. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling.Instrumen penelitian berupa tes Matching Familiar Figure Tes (MIFFT) untuk menentukan gaya kognitif impulsif, tes kemampuan pemecahan masalah, dan wawancara untuk triangulasi data. Teknik analisis data MIFFT menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sedangkan teknik analisis data kemapuan pemecahan masalah menggunakan rubrik penilaian berdasarkan indikator pemecahan masalah. Hasil penelitian diperoleh kemampuan pemecahan masalah siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif lebih dominan berada pada kriteria rendah
Kemampuan Representasi Matematis Peserta Didik Ditinjau Penalaran Matematis pada Pembelajaran Berbasis Masalah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis peserta didik yang memperoleh pembelajaran melalui model Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran langsung. Kemampuan representasi matematis tersebut dianalisis dengan memperhatikan kemampuan penalaran matematis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi semua peserta didik Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Indraprasta PGRI yang sedang menempuh mata kuliah Analisa Real pada semester genap tahun akademik 2018/2019. Sampel terdiri dari dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 33 mahasiswa. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui metode tes. Analisis data dilakukan dengan analisis kovariansi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan representasi matematis antara peserta didik calon pendidik yang memperoleh pembelajaran melalui model PBL dan model pembelajaran langsung. Perbedaan kemampuan representasi matematis tersebut diperoleh dengan memperhatikan kemampuan penalaran matematis
Pengaruh Pembelajaran Model Creative Problem Solving (CPS) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis ditinjau dari Kemampuan Awal Matematis Siswa Sekolah Menengah Atas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran model Creative Problem Solving (CPS) jika ditinjau dari kemampuan awal matematis siswa. Desain yang digunakan pada penelitian kuasi eksperimen adalah the non-equivalent posttest only control group design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMA N Plus Pekanbaru. Sampel pada penelitian ini dipilih secara purposif. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI MS 1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI MS 2 sebagai kelompok kontrol. Berdasarkan analisis data menggunakan uji anova dua arah diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar menggunakan pembelajaran model Creative Problem Solving (CPS) dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional, (2) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran model Creative Problem Solving (CPS) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, jika ditinjau dari kemampuan awal matematis siswa, (3) Tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran yang ditinjau dari kemampuan awal matematis terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Dalam hal ini model Creative Problem Solving (CPS) baik digunakan pada siswa yang memiliki kemampuan awal matematis tinggi dan sedang
Analisis Kualitas Modul Matematika Kontekstual pada Topik Penyajian Data
Penulisan artikel ini bertujuan untuk melihat kelayakan modul matematika kontekstual pada materi penyajian data pada siswa kelas VII paket B di PKBM Harapan Bangsa ditinjau dari aspek efektifitas, dan kepraktisannya. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan metode diskriptif. Pengumpulan data menggunakan soal post test untuk mendapatkan data kuantitatif dan angket respon siswa untuk mendapatkan data kualitatif. Berdasarkan hasil dari post test, diketahui bahwa ketuntasan hasil belajar peserta didik adalah 80% atau sebanyak 8 orang peserta didik yang tuntas tuntas dari 10 siswa yang mengikuti post test. Dapat dinyatakan bahwa modul Matematika kontekstual pada materi penyajian data efektif. Hasil output person item map dari hasil angket respon siswa yang diolah dengan aplikasi winstep dengan pemodelan rasch diketahui bahwa 9 responden masuk kedalam kelompok praktis dan 1 responden masuk dalam kelompok tidak praktis , sehingga modul Matematika kontekstual pada materi penyajian data bisa dinyatakan praktis. Dapat disimpulkan bahwa modul matematika kontekstual pada topik penyajian data untuk peserta didik kelas VII paket B layak untuk digunakan.Penulisan artikel ini bertujuan untuk melihat kelayakan modul matematika kontekstual pada materi penyajian data pada siswa kelas VII paket B di PKBM Harapan Bangsa ditinjau dari aspek efektifitas, dan kepraktisannya. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan metode diskriptif. Pengumpulan data menggunakan soal post test untuk mendapatkan data kuantitatif dan angket respon siswa untuk mendapatkan data kualitatif. Berdasarkan hasil dari post test, diketahui bahwa ketuntasan hasil belajar peserta didik adalah 80% atau sebanyak 8 orang peserta didik yang tuntas tuntas dari 10 siswa yang mengikuti post test. Dapat dinyatakan bahwa modul Matematika kontekstual pada materi penyajian data efektif. Hasil output person item map dari hasil angket respon siswa yang diolah dengan aplikasi winstep dengan pemodelan rasch diketahui bahwa 9 responden masuk kedalam kelompok praktis dan 1 responden masuk dalam kelompok tidak praktis , sehingga modul Matematika kontekstual pada materi penyajian data bisa dinyatakan praktis. Dapat disimpulkan bahwa modul matematika kontekstual pada topik penyajian data untuk peserta didik kelas VII paket B layak untuk digunakan
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Mahasiswa pada Aplikasi Graf Menggunakan Pendekatan MEAs
Kemampuan berpikir matematis dalam pembelajaran rekayasa atau keteknikan merupakan kemampuan mendasar dalam pencapaian pembelajaran lulusan. Peningkatan kemampuan berpikir matematis khususnya kemampuan komunikasi juga harus diupayakan dalam pembelajaran Matematika Diskrit bagi mahasiswa Teknik Telekomunikasi khususnya aplikasi graf. Kajian yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi mahasiswa menggunakan pendekatan MEAs dalam penyelesaian masalah pada aplikasi graf. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif dengan metode penyajian secara deskriptif dan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 29 mahasiswa yang berasal dari satu kelas pada Mata Kuliah Matematika Diskrit Prodi Teknik Telekomunikasi Tahun Ajaran 2019/2020. Hasil penelitian menujukkan bahwa kemampuan komunikasi mahasiswa sebesar 31,03% kategori tinggi, 27,59% kategori sedang, 41,38% kategori rendah. Mahasiswa kemampuan tinggi sudah mampu mengkomunikasikan jawaban secara matematis dengan tepat. Pada mahasiswa yang memiliki kemampuan komunikasi sedang sudah mampu untuk mengkomunikasikan jawaban secara matematis namun masih ada kekurangan. Sedangkan mahasiswa yang memiliki kemampuan rendah kurang mampu mengkomunikasikan jawaban secara matematis dengan tepat. Perancangan materi pembelajaran dengan focus pada peningkatan kemampuan komunikasi khususnya komunikasi matematis mahasiswa masih dibutuhkan dalam pembelajaran aplikasi graf.Kemampuan berpikir matematis dalam pembelajaran rekayasa atau keteknikan merupakan kemampuan mendasar dalam pencapaian pembelajaran lulusan. Peningkatan kemampuan berpikir matematis khususnya kemampuan komunikasi juga harus diupayakan dalam pembelajaran Matematika Diskrit bagi mahasiswa Teknik Telekomunikasi khususnya aplikasi graf. Kajian yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi mahasiswa menggunakan pendekatan MEAs dalam penyelesaian masalah pada aplikasi graf. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif dengan metode penyajian secara deskriptif dan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 29 mahasiswa yang berasal dari satu kelas pada Mata Kuliah Matematika Diskrit Prodi Teknik Telekomunikasi Tahun Ajaran 2019/2020. Hasil penelitian menujukkan bahwa kemampuan komunikasi mahasiswa sebesar 31,03% kategori tinggi, 27,59% kategori sedang, 41,38% kategori rendah. Mahasiswa kemampuan tinggi sudah mampu mengkomunikasikan jawaban secara matematis dengan tepat. Pada mahasiswa yang memiliki kemampuan komunikasi sedang sudah mampu untuk mengkomunikasikan jawaban secara matematis namun masih ada kekurangan. Sedangkan mahasiswa yang memiliki kemampuan rendah kurang mampu mengkomunikasikan jawaban secara matematis dengan tepat. Perancangan materi pembelajaran dengan focus pada peningkatan kemampuan komunikasi khususnya komunikasi matematis mahasiswa masih dibutuhkan dalam pembelajaran aplikasi graf
Pengaruh Strategi Pembelajaran Everyone is a Teacher Here (ETH) Ditinjau dari Gaya Kognitif Terhadap Pemahaman Konsep Matematika
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Strategi Pembelajaran Everyone is a Teacher Here (ETH) dan gaya kognitif (field dependent dan field independent) terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SD 13/IV Tanjungpinang tahun ajaran 2018/ 2019 berjumlah 170 siswa dan sampel berjumlah 84 siswa yaitu kelas VIA, VIB sebagai kelas eksperimen, kelas VIIF sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan instrumen soal tes untuk melihat hasil pemahaman konsep matematika dan instrumen GEFT untuk melihat gaya kognitif. Analisis data dilakukan dengan uji statistik anova dua jalur dan uji lanjut dengan menggunakan uji tukey. Dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat pengaruh strategi pembelajaran ETH terhadap pemahaman konsep. Hal ini dilihat dari nilai Fhitung = 12,224 > Ftabel = 3,19. Terdapat pengaruh gaya kognitif terhadap pemahaman konsep siswa. Hal ini dilihat dari nilai Nilai Fhitung = 54,566 > Ftabel = 3,19. Tidak terdapat interaksi antara strategi ETH dan gaya kognitif siswa dalam mempengaruhi kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Hal ini dilihat dari nilai Fhitung = 0,805 < Ftabel = 3,19