Jurnal Gantang
Not a member yet
202 research outputs found
Sort by
Profil Kemampuan Literasi Matematis Siswa Berkemampuan Matematika Tinggi Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berbasis PISA
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan kemampuan literasi matematis siswa dengan kemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan soal cerita aritmatika sosial. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang diambil adalah satu siswa kelas VII SMP yang memiliki kemampuan matematika tinggi. Data penelitian diambil melalui dokumentasi, tes tertulis kemampuan literasi matematis dan wawancara. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik yaitu membandingkan hasil tes kemampuan literasi matematis dengan hasil wawancara. Berdasarkan hasil analisis, siswa dengan kemampuan matematika tinggi memenuhi indikator kemampuan literasi matematis PISA yaitu, 1) mampu melaksanakan prosedur dalam memecahkan masalah dengan jelas, termasuk prosedur yang memerlukan keputusan secara berurutan, 2) mampu menyelesaikan masalah dan menggunakan strategi yang sederhana, 3) mampu menggunakan dan menafsirkan representasi dari sumber informasi yang berbeda serta menjelaskan alasannya secara langsung, 4) mampu mengkomunikasikan hasil interpretasi dan alasan mereka
Analisis Kesulitan Siswa dalam Kegiatan Transformasional Berpikir Aljabar
Kemampuan berpikir aljabar meliputi kegiatan generasional, transformasional, dan global meta-level. Dari ketiga kegiatan, rata-rata kemampuan siswa SMP kelas VII pada kegiatan transformasional lebih rendah dibandingkan kegiatan yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) kemampuan berpikir aljabar khususnya dalam kegiatan transformasional dan 2) kesulitan dialami siswa dalam menyelesaikan soal kegiatan transformasional siswa SMP kelas VII. Subjek penelitian ini adalah 95 siswa dari 3 SMP di Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah 2 butir soal uraian yang memuat kegiatan transformasional dan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pada aspek menggunakan representasi untuk memanipulasi pernyataan, sebanyak 21% siswa dapat memanipulasi pernyataan dengan benar. Hal tersebut disebabkan karena siswa kesulitan dalam membalik urutan operasi atau membagi atau mengalikan dengan ekspresi yang mungkin sama dengan nol atau dapat dikatakan siswa sering mengabaikan variabel saat melakukan operasi bentuk aljabar; (2) Pada aspek menentukan nilai variabel yang belum diketahui, hanya 9% siswa yang menjawab benar. Hal tersebut disebabkan siswa SMP kesulitan dalam menerapkan operasi terhadap variabel dan memahami makna dari tanda sama “=â€
Identifikasi Efektifitas Pembelajaran Trigonometri Kelas X Masa Pandemi COVID 19 Melalui Whatsapp Group
Pada masa pandemi COVID 19, sekolah diwajibkan untuk mematuhi aturan belajar dalam jaringan (daring). Tujuannya adalah untuk memutus mata rantai covid-19 dengan menjaga jarak (physical distancing). Situasi pandemi membuat guru dan pemerintah terus berupaya memberikan yang terbaik dalam menyampaikan materi pelajaraan kepada siswa secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektifitas pembelajaran trigonometri di kelas X melalui whatsapp group pada masa pandemi. Penelitian dilakukan pada siswa kelas X IPA 1 di SMAN 3 Rejang Lebong. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan anlisis dokumen. Teknik analisis data mengunakan statistic deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala dalam proses pembelajaran matematika menggunakan whatsapp group yaitu keterbatasan jaringan internet bagi siswa yang bertempat tinggal jauh dari perkotaan dan beberapa siswa yang merasa terbebani dalam memenuhi kebutuhan kuota internet. Selain itu, diperlukan bimbingan dan respons langsung (realtime response) dari guru agar dapat membantu siswa memahami materi pada saat pembelajaran melalui Whatsapp group. 
Pengaruh Strategi Flow Proof pada Perkuliahan Struktur Aljabar terhadap Kemampuan Mahasiswa dalam Menganalisis Pembuktian
Struktur Aljabar mempelajari gabungan satu atau lebih himpunan dengan satu atau lebih operasi biner yang memenuhi kumpulan aksioma. Calon guru semester lima yang menjadi subjek dalam penelitian ini harus memiliki definisi dan aksioma untuk melakukan proses analisis pendahuluan terhadap teorema-teorema untuk dibuktikan. Kesulitan mahasiswa dalam menyusun bukti pada materi Struktur Aljabar adalah menelaah pembuktian, dan melihat hubungan antara definisi dan teorema yang ada. Solusi yang diberikan berdasarkan karakteristik masalah dalam struktur aljabar adalah dengan menggunakan strategi flow proof dalam penyusunan analisis pendahuluan. Dengan menggunakan desain Quasy Experiment type One group pretest-postest design, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh strategi flow proof terhadap kemampuan analisis pendahuluan mahasiswa calon guru
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Berpikir Tingkat Tinggi Model Problem Based Learning Materi Peluang Kelas VIII SMP
Fokus utama tujuan pembelajaran matematika dan tuntutan kurikulum saat ini adalah mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Sedangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa SMP terkategori cukup dan masih harus ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika berorientasi berpikir tingkat tinggi berdasarkan model problem based learning yang valid pada materi Peluang kelas VIII SMP. Perangkat pembelajaran terdiri dari Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Proses pengembangan yang dilakukan pada penelitian ini hanya sampai tahap implementasi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh data tingkat validitas aspek Silabus, RPP, dan LKS lebih dari 60%. Hasil penelitian disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran matematika berorientasi berpikir tingkat tinggi berdasarkan model Problem Based Learning pada materi peluang kelas VIII SMP/MTs yang dikembangkan dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran di dalam kelas
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP Ditinjau dari Kemampuan Memahami, Merencana, dan Menyelesaikan Masalah
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang kemampuan pemecahan masalah tipe word problems beserta factor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan subjek siswa SMP Negeri 3 Palembang dengan jumlah siswa 19 orang. Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes dan angket. Semua data yang diperoleh secara umum dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif disajikan dalam bentuk diagram batang, sedangkan data dalam bentuk kualitatif disajikan dengan cara dinarasikan. Dari hasil analisis data diperoleh informasi bahwa mayoritas siswa memahami masalah. Akan tetapi hanya beberapa siswa yang dapat menyelesaikan masalah dengan benar. Banyak siswa yang tidak membuat perencanaan dalam menyelesaikan masalah padahal perencanaan dapat digunakan sebagai jembatan dalam penggunaan informasi dan pengetahuan yang telah mereka miliki sebelumnya untuk menyelesaikan masalah. Dari hasil angket diperoleh kesimpulan bahwa ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam menyelesaikan masalah, diantaranya adalah kemampuan dalam mengingat konsep dan teorema dalam penyelesaian masalah, suka atau tidak pada matematika, frekuensi seberapa sering latihan matematika, atau pengalaman seperti pernah menyelesaikan masalah yang sama.
 
Analisis Pemahaman Konsep Matematis Mahasiswa pada Mata Kuliah Trigonometri
Hasil-hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa trigonometri menjadi salah satu mata kuliah yang konsepnya sulit dipahami mahasiswa. Penelitian ini bermaksud mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa pada mata kuliah trigonometri. Terdapat empat indikator pemahaman konsep matematis yang diukur yaitu (1) menyatakan ulang sebuah konsep; (2) konsep disajikan ke berbagai bentuk representasi matematis; (3) menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu; (4) mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah. Dengan metode deskriptif kualitatif penelitian ini melibatkan seluruh mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas Riau Kepulauan tahun akademik 2019/2020. Metode tes dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Tes yang di gunakan berbentuk soal essay yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa secara keseluruhan rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa masih tergolong rendah. Persentase pencapaian indikator pemahaman konsep matematis terendah pada indikator kedua yaitu 40,09%, disusul oleh indikator keempat yaitu 47,41%, serta indikator pertama dan ketiga dengan persentase pencapaian yang sama yaitu 53,02%.Hasil-hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa trigonometri menjadi salah satu mata kuliah yang konsepnya sulit dipahami mahasiswa. Penelitian ini bermaksud mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa pada mata kuliah trigonometri. Terdapat empat indikator pemahaman konsep matematis yang diukur yaitu (1) menyatakan ulang sebuah konsep; (2) konsep disajikan ke berbagai bentuk representasi matematis; (3) menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu; (4) mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah. Dengan metode deskriptif kualitatif penelitian ini melibatkan seluruh mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas Riau Kepulauan tahun akademik 2019/2020. Metode tes dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Tes yang di gunakan berbentuk soal essay yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa secara keseluruhan rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa masih tergolong rendah. Persentase pencapaian indikator pemahaman konsep matematis terendah pada indikator kedua yaitu 40,09%, disusul oleh indikator keempat yaitu 47,41%, serta indikator pertama dan ketiga dengan persentase pencapaian yang sama yaitu 53,02%
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Model Pembelajaran Discovery Learning pada Materi Matematika Berorientasi Mitigasi Bencana
Sepanjang 2019 di Indonesia BNPB mencatat telah terjadi 3721 bencana, dan bencana alam yang paling sering terjadi adalah banjir bandang dan tanah longsor. Indonesia berada pada urutan ke-36 dengan indeks resiko 10,36 di bawah india dan Islandia. Oleh karena itu, Pemerintah menganjurkan pendidikan tentang mitigasi bencana alam agar di berikan di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengetahuan peserta didik tentang mitigasi bencana alam. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Instrument penelitian adalah angket tentang mitigasi bencana alam yang telah divalidasi oleh salah satu dosen pendidikan matematika. Dari penelitian ini terbukti bahwa sekitar 88,9% peserta didik MTsN 1 Padang menyatakan tidak adanya pembelajaran tentang pengenalan mitigasi bencana. Pengetahuan mitigasi bencana alam tidak harus diberikan dalam bentuk pembelajaran khusus, namun dapat di integrasikan dalam matapelajaran yang sudah ada, seperti matematika. Melalui penelitian ini peneliti ingin mengembangan perangkat pembelajaran berbasis model discovery learning yang berorientasikan mitigasi bencana alam, sebagai solusi untuk memperkenalkan kepada peserta didik SMP/ MTsN tentang mitigasi bencana alam. Perangkat pembelajaran dirancang khusus dengan memberikan unsur- unsur mitigasi pada soal-soal kontekstual yang akan disajikan di perangkat pembelajaran. Dengan adanya perangkat pembelajaran ini peserta didik bisa mendapatkan pengetahuan mitigasi bencana alam melalui pembelajaran formal seperti mata pelajaran matematika
Dugaan Siswa Terhadap Masalah Open Classical Analogy Tipe A – C
Kemampuan pengajuan dugaan merupakan kemampuan siswa dalam membuat dugaan hasil yang akan didapat dari suatu kegiatan atau masalah matematis. Salah satu masalah matematis yang memerlukan konjektur adalah Open Classical Analogy (OCA). Pada masalah OCA siswa dituntut untuk berpikir kreatif dalam menduga sifat dari suatu hal tertentu yang belum diketahui sebelumnya menggunakan analogi dengan hal yang telah mereka ketahui. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengajuan dugaan yang diberikan oleh siswa berdasarkan tingkat kemampuan penalaran siswa. Subyek penelitian ini adalah tiga siswa SMP kelas 9 di Surabaya yang dipilih dari 30 siswa yang memiliki tingkat kemampuan penalaran berbeda-beda. Hasil dari penelitian ini adalah kemampuan penalaran siswa berpengaruh pada bagaimana siswa tersebut mengajukan suatu dugaan dari property pengetahuan baru yang memiliki kesamaan dengan pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya.Kemampuan pengajuan dugaan merupakan kemampuan siswa dalam membuat dugaan hasil yang akan didapat dari suatu kegiatan atau masalah matematis. Salah satu masalah matematis yang memerlukan konjektur adalah Open Classical Analogy (OCA). Pada masalah OCA siswa dituntut untuk berpikir kreatif dalam menduga sifat dari suatu hal tertentu yang belum diketahui sebelumnya menggunakan analogi dengan hal yang telah mereka ketahui. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengajuan dugaan yang diberikan oleh siswa berdasarkan tingkat kemampuan penalaran siswa. Subyek penelitian ini adalah tiga siswa SMP kelas 9 di Surabaya yang dipilih dari 30 siswa yang memiliki tingkat kemampuan penalaran berbeda-beda. Hasil dari penelitian ini adalah kemampuan penalaran siswa berpengaruh pada bagaimana siswa tersebut mengajukan suatu dugaan dari property pengetahuan baru yang memiliki kesamaan dengan pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya
Analisis Kesalahan dalam Penyelesaian Permasalahan Persamaan Diferensial Linier Orde Pertama: Studi Kasus Mahasiswa Teknik Telekomunikasi ITTP
Kemampuan menggunakan dasar keilmuan matematika dalam bidang telekomunikasi merupakan salah satu capaian pembelajaran lulusan (CPL) Program Studi Teknik Telekomunikasi Institut Teknologi Telkom Purwokerto. Penguasaan terhadap materi persamaan diferensial linier orde satu merupakan salah satu komponen penting dalam pencapaian CPL tersebut namun hasil evaluasi terhadap jawaban mahasiswa pada topik ini menunjukan tingkat kesalahan yang tinggi. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis kesalahan dalam penyelesaian persamaan diferensial orde satu oleh mahasiswa dan menentukan faktor-faktor penyebab kesalahan tersebut sehingga dapat mengurangi permasalahan yang sama pada masa mendatang. Penelitian menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif terhadap subjek penelitian mahasiswa kelas S1TT-06-A yang dipilih melalui metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode tes dan wawancara sedangkan analisis jawaban menggunakan panduan kriteria Watson dan menggunakan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, persentase kesalahan kategori data tidak tepat sebesar 20%, ketidaktepatan prosedur sebesar 22,86 %, data hilang sebesar 2,85%, kategori simpulan yang hilang sebesar 11,43%, hirarki keterampilan sebesar 5,71%, kategori konflik level respon dan masalah manipulasi tidak langsung sebesar 0% dan kesalahan di luar kriteria yang tujuh sebesar 14,29%