Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Not a member yet
    324 research outputs found

    UJI EFEKTIVITAS PREPARAT ANTHELMINTIK PADA SAPI BALI DI LOMBOK TENGAH

    Get PDF
    The Evaluation on Anthelmintik Effectivity fo Bali Cows in Central Lombok. The efficacy evaluation of 3 anthelminthics was conducted at Jeliman sub village, Karang Sidemen village, Batu Kliang Utarasub district, Central Lombok district, from March to June 2008. The aim of the study was to find out efficacy of the anthelmintic drug on Bali cows. Fifteen Bali aged 3-4 years were alocated randomly into 3 groups. The treatments were: administration of ivermectin 1% by sub cutan injection (I), administration albendazole orally (A), and administration of piperazine citrate orally (P). The doses of anthelmintic were based on factory recommended doses. Body weight of the Bali cows were estimated by body weight table. The results showed that 73.3% of Bali cows was infected with gastrointestinal parasite. The percentage of Ascaris sp, Bunostomum sp, Fischoederius sp. and Carmyerius sp, Mecistocirrus sp. and Cooperia sp is 63.6%; 54.5%; 27.3%, and 18.2%. The family of gastrointestinal parasite is from Ascarididae, Ancylostomatidae, Paramphistomatidae and Trycostrongylidae. Efficacy of anthelmintic drug is different to all species.The efficacy of anthelmintic drug I and A group is better than P group.Key words : Bali cows, efficacy, anthelminthicPengkajian efektivitas berbagai preparat anthelmintik telah dilaksanakan di Dusun Jeliman Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah dari bulan Maret sampai Juni tahun 2008. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas preparat anthemintik pada sapi Bali betina di Dusun Jeliman Desa Karang Sidemen Lombok Tengah. Lima belas ekor sapi Bali betina berumur 3-4 tahun dipilih secara acak dan dibagi dalam tiga kelompok perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah: Pemberian anthelmintik ivermectin dengan injeksi sub kutan (I), albendazole per oral (A) dan piperazine citrate peroral (P). Dosis anthelmintik yang diberikan disesuaikan dengan rekomendasi dosis dari masing-masing produk. Untuk memperkirakan  berat badan sapi dilakukan dengan pengukuran lingkar dada yang kemudian dikonversi menggunakan tabel berat badan sapi Bali. Hasil pengkajian didapatkan bahwa 73,3% sapi Bali terinfestasi oleh parasit gastrointestinal. Persentase dari spesies Ascaris sp, Bunostomum sp, Fischoederius sp, dan Carmyerius sp, Mecistocirrus sp dan Cooperia sp berturut-turut adalah 63,6%; 54,5%; 27,3% dan 18,2%. Parasit gastrointestinal yang ditemukan merupakan family Ascarididae, Ancylostomatidae, Paramphistomatidae dan Trycostrongylidae. Efektivitas obat anthelmintik berbeda-beda terhadap semua spesies cacing. Efektivitas obat dari perlakuan grup I dan A lebih baik dibandingkan dengan perlakuan group P.Kata kunci : Sapi bali betina, efektivitas, anthelminti

    KAJIAN PAKET TEKNOLOGI BAWANG MERAH DI HARANGGAOL SUMATERA UTARA

    No full text
    The Package Technology of Red Onion in Haranggaol, North Sumatera. The cultivation of red onion around Toba Lake has not been developed well due to pest and disease problems, improper cultivation practices adopted by farmers as characterized by the planting local varieties. A study was conducted in Haranggaol, North Sumatra in an effort to introduce suitable technology needed for increasing production. Two high yield varieties `Tiron' and Thilipina' were planted using two recommended technology packages which were then compared to local practices. Research results indicated that Tiron produced the highest number of tiller i.e. 17.30/cluster, while Philipina yielded the highest production (20.51 t/ha) with larger size of bulb (141 bulb/kg). In comparison, Tiron produced 7.88 t/ha with higher number of bulb at 237 bulb/kg while local variety produced 7.43 t/ha with 221 bulb/kg. The highest reduction of bulb weight after 60 days stored was Philipina reached 20.40%, Tiron 19.20% and local variety 18.80%. The control of Spodoptera exiqua by using feromon­exi showed that 1,059 heads of imago could be trapped. If one pair of imago can produced 500-600 eggs, it can be estimated that this treatment could kill 635,400 larvas of Spodopthera exigua. Results also indicated that the package technology 2 with Philipina showed R/C at 2.8, followed by package technology 1 with Tiron variety at 1.7 and local practice at 1.2 Key words: Red onion, technology package, varietyPertanaman bawang merah di sekitar kawasan Danau Toba tidak berkembang bahkan cenderung menurun akibat serangan hama dan penyakit, budidaya yang masih tradisional dan belum digunakannya varietas unggul. Berkaitan dengan hal tersebut, telah dilakukan suatu pengkajian perbaikan budidaya dan varietas unggul bawang merah di Desa Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horisan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Teknologi yang diterapkan adalah bawang merah varietas Tiron dan Philipina yang ditanam dengan dua paket teknologi anjuran dibandingkan dengan teknologi petani. Hasil kajian menunjukkan bahwa jumlah anakan tertinggi diperoleh pada varietas Tiron (17,30/ rumpun). Produksi yang tertinggi didapat pada varietas Philipina yaitu 20,51 t/ha dan umbi lebih besar (141 umbi/kg); Tiron 7,88 t/ha dengan jumlah umbi 237/kg sedangkan varietas lokal hanya mencapai 7,43 t/ha dengan jumlah umbi 221/kg. Penyusutan setelah 60 hari dalam penyimpanan tertinggi terdapat pada varietas Philipina mencapai 20,40%, Tiron 19,20% dan Samosir 18,80%. Pengendalian hama spodoptera exigua dengan pemasangan Feromon-exi dapat ditangkap imago jantan sebanyak 1.059 ekor. Jika sepasang imago mampu bertelur 500 — 600 butir maka diperkirakan dapat membunuh larva keturunannya mencapai 635.400 ekor larva Spodoptera exigua. Hasil perhitungan menggunakan R/C secara berturut-turut Teknologi-1 (Bawang Tiron) sebesar 1,7; Teknologi-2 (bawang Philipina) sekitar 2,8 dan Teknologi Petani (Bawang Samosir/Lokal) sebesar 1,2. Kata kunci: Bawang merah, paket teknologi, varieta

    PENGKAJIAN RAKITAN TEKNOLOGI USAHATANI MINAPADI-AZOLLA DENGAN PEMANFAATAN BIOMASS DI LAHAN SAWAH IRIGASI

    Get PDF
    Assessments on Technology Package of Paddy-Cum-Fish-Azolla Culture Using Biomass in Irrigation Land: To maintain or increase agricultural production of environmentally friendly technologies needed in efforts to manage natural resources effectively and efficiently in terms of ecology and economics. The aim of this study is to obtain a farming package of mina rice farm-azolla appropriate in irrigated land. Assessment carried out in Mojosari, in April to October 2000. Randomized block design with 4 replications was used as the experimental design. The treatment consisted of a package of technology of mina rice: A = mina rice technology package, B =mina rice-azolla technology package and C = mina rice-azolla with row planting. The assessment indicated that, mina rice should use azolla to add fertilizer N and to get harvesting higher from the tile. While the growth of nila fish will be faster if done using row planting “Legowo System”. Analysis showed that production of rice and fish is higher due to mina rice-azolla with row planting, however, the highest return is on mina rice-azolla using tile cultivation system which R/C is 1.68.Untuk mempertahankan atau meningkatkan produksi pertanian yang ramah lingkungan diperlukan teknologi dalam upaya pengelolaan sumberdaya alam secara efektif dari segi ekologi dan efisien dari segi ekonomi. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mendapatkan paket usahatani minapadi-azolla yang sesuai di lahan sawah irigasi. Pengkajian dilakukan di Mojosari, pada April sampai dengan Oktober 2000. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan. Perlakuan penelitian terdiri dari paket teknologi minapadi: A=paket teknologi minapadi, B=paket teknologi minapadi-azolla, dan C=paket teknologi minapadi-azolla jajar legowo. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa usahatani minapadi di lokasi kajian sebaiknya menggunakan azolla untuk menambah pupuk N dan untuk mendapatkan hasil ubinan yang lebih tinggi. Sedangkan pertumbuhan ikan nila lebih cepat bila usahatani minapadi dilakukan dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo. Analisis usahatani minapadi-azolla jajar legowo menghasilkan produksi padi dan ikan lebih tinggi, tetapi keuntungan tertinggi dihasilkan pada usahatani minapadi-azolla dengan sistem tanam tegel dengan R/C 1,68

    KERAGAAN PERTUMBUHAN KOMPONEN HASIL DAN PRODUKSI TIGA VARIETAS PADI UNGGUL BARU DI LOKASI PRIMATANI KABUPATEN MANDAILING NATAL

    Get PDF
    Growth and Production of Three New Rice Varieties in Prima Tani Mandailing Natal. The use ofNew Rice Superior Variety has a future prospect. It is not only high productivity but also reduces the risk ofcrop failure. This Assessment was aimed to study growth performances, yield component, and production ofthree types of New Rice Superior Varieties of Seed Stock (SS) at Prima Tani Location in Ipar Bondar Village,Mandailing Natal District, North Sumatera. The study was done by 5 farmers in their own rice field with totalof farm area used was 4 ha. Cultivation for seed production of new seed variety (NSV) was done in dry season(March-July 2008), while seed processing was executed in August 2008. Rice varieties used were Mekongga,Conde dan Angke. The seeds used was originated from Indonesian Center for Rice Reseach at Sukamandi, withthe method of paddy cultivation followed the Integrated Crop Management (ICM) approach. The research useda Random Block Design with 5 repetation. The result showed that Mekongga variety gave highest yield of 8.30t/ha , Conde 7. 7 t/ha, and Angke 7.80 t/ha. Data were analysed using descriptive of rice productivity to comparerice productivity among varieties. Improvement productivities of Conde, Angke, and Mekongga was .67-2.80t/ha (the average of 2.26 t/ha) or increase between 30.36 - 50.90% (with the average of 4 .09%), compare withCiherang (5.5 t/ha) in location area. Total rice seed production of SS seed class was 38.5 t. The seed of NSV wassold Rp.5,200/kg per package and has been distribute to 37 villages of 0 sub-districts in Mandailing Natal District.It was concluded that the Mekongga variety gave the highest yield of 8.3 t/ha of dry grain harvested, comparewith two other variety. Thus, these varieties can be developed for seed multiplication. While, Conde and Angkevarieties are also an alternative varieties to be developed in this location because their production are also high.Key words: Paddy seed source, new rice superior varietyPenggunaan Varietas Padi Unggul Baru ditingkat petani cukup prospektif, selain memiliki produktivitasyang tinggi juga mengurangi resiko gagal panen. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan pertumbuhan,komponen hasil dan produksi tiga jenis benih sumber padi Varietas Unggul Baru (VUB) di lokasi Prima Tani diKabupaten Mandailing Natal. Pengkajian ini melibatkan 5 orang petani di lahan sawah milik petani di Desa IparBondar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Total luas lahan yang digunakan 4 ha. Penanamanpadi VUB untuk produksi benih dilaksanakan pada MK Maret-Juli 2008 sedangkan prosesing benih dilaksanakanpada bulan agustus 2008. Benih padi yang diproduksi meliputi: Mekongga,Conde dan Angke. Benih yang digunakanberasal dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi. Dalam penanaman padi menggunakan pendekatanmodel PTT. Rancangan yang digunakan Acak kelompok dengan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan varietasMekongga memberikan hasil tertinggi yaitu 8.30 t/ha, disusul varietas Conde 7. 7 t/ ha dan Angke 7.80 t/ha. Dataproduktivitas antar varietas dikumpulkan juga dianalisis secara deskriptif untuk membandingkan produktivitasKeragaan Pertumbuhan Komponen Hasil dan Produksi Tiga Varietas Padi Unggul Baru di Lokasi Primatani KabupatenMandailing Natal (Khadijah El Ramija, Novia Chairuman, Didik Harnowo)43antar varietas. Peningkatan produktivitas Conde, Angke, dan Mekongga adalah .67-2.80 t ha- (rata-rata 2.26t/ha) atau terjadi peningkatan antara 30.36-50.90% (rata-rata 4 .09%) dibandingkan dengan Ciherang(5.5 t/ha) yang ditanam petani di sekitar lokasi pengkajian. Total produksi benih padi 38.5 ton kelas SS.Benih padi VUB dijual dalam bentuk kemasan dengan harga Rp. 5200/kg dan telah tersebar ke 37 desadi 0 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal. Dapat disimpulkan bahwa dari 3 VUB yang diamati,varietas Mekongga memberikan hasil tertinggi yaitu sebesar 8.30 t/ha gabah kering panen dibanding2 varietas lainnya, sehingga varietas ini dapat dikembangkan untuk perbanyakan benih. Sedangkanvarietas Conde dan Angke juga merupakan varietas alternatif untuk dikembangkan di lokasi pengkajiankarena produksinya juga tinggi.Kata kunci: Benih sumber, VUB, mekongga, conde, angk

    ANALISIS KUALITAS RELATIF PROTEIN JAGUNG SECARA IN VIVO DENGAN METODE PDCAAS

    No full text
    The protein content in each maize varies depends on its quantity and quality. The quality of protein in food materials is determined by its protein rate and amino acid pattern, because every type of Cereal has different composition and amino acid pattern. The protein is needed to grow and produce and to keep a normal health, so that the ideal protein must have amino acid formation that matches with the requirement of human and animal. PDCAAS represents a way of newly introduced by FAO to compare the quality of all kinds of protein pursuant to requirement of amino acid at human being. The research was executed by using in vivo method on white mice (Sparague Dawley) as an attempted animal, and applies 4 maize varieties as main feed to know the quality of protein. The four maize varieties used are QPM Srikandi Kuning (A); QPM Srikandi Putih (B); Bisi 2 (C); Lamuru (D), and group of metabolite (E) which only perceived its protein rate of digestion. The parameters observed are amino acid score, protein consumed, protein in fesses, digestion power, real digestion power and PDCAAS. The results showed that Lamuru variety has the best quality of protein with PDCAAS value is 46.02 and statistically not different with Srikandi Kuning variety that has PDCAAS value is 42.92. To conclude, the varieties are acceptable as a primary food for developed countries such as Indonesia, because they contain good protein quality. Key words: maize, quality, protein, PDCAAS   Protein yang terdapat di dalam setiap varietas jagung sangat bervariasi baik jumlah maupun kualitasnya. Kualitas protein bahan pangan ditentukan oleh kadar protein dan pola asam amino penyusunnya dan setiap jenis serealia mempunyai komposisi dan pola asam amino yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas protein beberapa varietas jagung dengan menggunakan metode PDCAAS dan dilakukan secara in vivo. Sasaran dari penelitian ini adalah sebagai bahan pangan bagi manusia, karena itu digunakan tikus putih jenis Sparague Dawley sebagai hewan percobaan karena sistim pencernaan pada tikus putih mirip dengan sistim pencernaan pada manusia dan 4 varietas jagung yang akan diketahui kualitas proteinnya, masing-masing adalah: QPM Srikandi kuning (A); QPM Srikandi putih (B); Bisi 2 (C); Lamuru (D), dan kelompok metabolit (E) yang hanya diamati kadar protein fesesnya untuk penghitungan daya cerna sejati. Perlakuan disusun dalam RAK, dengan 8 ulangan. Parameter pengamatan meliputi skor asam amino, jumlah protein yang dikonsumsi, jumlah protein dalam feses, daya cerna, daya cerna sejati, dan PDCAAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan penentuan nilai PDCAAS, jagung varietas Lamuru mempunyai kualitas protein yang terbaik dengan nilai PDCAAS sebesar 46,02 dan secara statistik tidak berbeda nyata dengan jagung QPM Srikandi Kuning dengan nilai PDCAAS sebesar 42,92, sehingga dapat menjadi salah satu makanan pokok dengan kualitas protein yang baik, terutama untuk negara berkembang seperti Indonesia. Kata kunci:jagung, kualitas, protein, PDCAA

    DAMPAK TEKNOLOGI SISTEM USAHA PERTANIAN PADI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI DI JAWA TIMUR

    Get PDF
    Assessment was carried out in the areas of the rice-based farming system assessment, namely in Lamongan,Nganjuk, Jombang, Blitar and Malang regencies lasting from 1997 until September, 2000. Technology packageapplied in those areas were: (1) use of improved varieties and seed, (2) planting method, (3) rational fertilization, and(4) weed control. Data collection was done using a survey method since July to September, 2002. This assessmentaimed (1) to get information on the stage of technology adoption and diffusion of the rice-based farming systemtechnology, and (2) to find information on impacts of the activities of the rice-based farming system assessmentrelated with dissemination of new improved varieties, application of double-row planting (jajar legowo) method,numbers of adopting farmers, planted areas, yields, and farmers’ income. The results showed that adoption anddiffusion of recommended technology package on rice by the farmers in the assessment areas were high, especiallyon the method of planting and use of new improved varieties. Rice-based farming system technology conducted infive regencies gave positive impacts to (1) new improved varieties diffusion, (2) use of jajar legowo planting method,(3) number of adopting farmers, and planted areas, and (4) yields and farmers’ income. Training and extensionthrough farmers’ groups are necessary to sustain the program.Key words: technology impacts, farming system, oryza sativa, yield, incomeKajian dampak teknologi SUP padi ini dilakukan di wilayah yang sama dengan kegiatan SUP padi, yaitu diKabupaten Lamongan, Nganjuk, Jombang, Blitar dan Malang. yang dilakukan pada tahun 1997 sampai 2000. Rakitanteknologi yang diterapkan pada saat kegiatan tersebut meliputi : (1) penggunaan varietas dan bibit unggul, (2) caratanam, (3) pemupukan rasional dan (4) pengendalian gulma. Kajian dampak ini menggunakan metode survai dandilakukan pada bulan Juli – September 2002. Data yang dikumpulkan meliputi data sekunder dan primer. Tujuan daripengkajian adalah (1) diperolehnya informasi tingkat adopsi dan difusi teknologi SUP padi dan (2) diperolehnyainformasi dampak kegiatan SUP padi terhadap penyebaran varietas unggul baru, cara tanam jajar legowo, jumlahpetani adopter dan luas areal tanam, serta produktivitas dan pendapatan usahatani. Hasil kajian menunjukkan bahwaadopsi dan difusi paket teknologi yang dianjurkan pada SUP padi oleh petani di kabupaten tersebut cukup tinggi,terutama dalam hal cara tanam dan penggunaan varietas unggul baru. Pengkajian SUP padi yang telah dilakukan dilima kabupaten telah berdampak positif terhadap ; (1) penyebaran varietas unggul baru, (2) cara tanam jajar legowo,(3) jumlah petani adopter dan luas areal tanam, serta (4) produktivitas dan pendapatan usahatani. Agar supayakegiatan adopsi teknologi SUP tersebut berlanjut, maka kegiatan bimbingan dan pembinaan melalui kelompok taniperlu selalu dilakukan.Kata kunci : dampak teknologi, sistem usaha pertanian, padi, produksi, pendapata

    ANALISIS EFISIENSI EKONOMIS USAHATANI KENTANG DI KAYU ARO KABUPATEN KERINCI, JAMBI

    Get PDF
    One of the factors determining agricultural development achievement is abilities of farmers in allocating theirproduction inputs efficiently. This study was carried out in Kayu Aro, Subdistrict, Kerinci District, Jambi Province,with collaboration with Jambi University. Data were analyzed using Cobb-Douglass production function. The resultsshowed that farmers practiced their best as indicated by high yields of potato. However, inputs utilization was notapplied efficiently shown by relatively high index of efficiency, namely more than one, for almost all variables.Economic efficiency of land was 2.96 ha, and those of labor, seed, and pesticides were 247.36 man working days,834.62 kgs, and 35.84 liters, respectively, with average yield of 14.608 tons/ha.Key words: potato, production inputs, efficiency, Kayu Aro Keberhasilan program pembangunan sector pertanian antara lain ditentukan oleh keberhasilan masyarakattani dalam mengalokasikan faktor-faktor produksi sedemikian rupa sehingga diperoleh produksi dan pendapatan yangtinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci Jambi, Tahun 2002. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi ekonomis penggunaan faktor-faktor produksi pada tingkat produksikentang dengan keuntungan maksimum. Penelitian ini merupakan kerjasama Universitas Jambi dengan BPTP.Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan fungsi produksi Cobb Douglas. Hasil penelitianmemperlihatkan bahwa umumnya petani contoh telah berusaha bekerja secara maksimal yang ditunjukkan dengantingginya produksi kentang. Tetapi secara statistik ternyata penggunaan faktor produksi tidak semuanya dilakukansecara efisien, ini ditunjukkan dengan relatif tingginya indeks efisiensi (lebih besar dari satu) untuk hampir semuavariabel. Efisiensi ekonomis dari lahan dicapai pada luas 2,96 ha, tenaga kerja 247,36 HKSP, penggunaan bibitsebanyak 834,62 kg, penggunaan obat-obatan sebanyak 35,84 liter dengan produksi 14,608 ton per hektar.Kata kunci : kentang, faktor produksi, efisiensi, Kayu Ar

    PENGKAJIAN SISTEM USAHATANI TERPADU PADI-KEDELAI/ SAYURAN-TERNAK DI LAHAN PASANG SURUT

    Get PDF
    The assessment was designed to help farmers to cultivate their land optimally. This assessment on integratedrice-soybean/vegetables-livestock farming system in tidal swamp land with B-C type flooding was the on-goingproject conducted in Bungai Jaya Village, Basarang District, Kapuas Regency covering an area of 13 hectaresmanaged by 20 cooperating farmers. Aims of the assessment were: (i) to conduct characterization of the region,farmers, and farming systems, (ii) to analyze farming system performance, (iii) to analyze farm business income, (iv)to study income structure of integrated farming system, and (v) to analyze adoption of introduced technology.Assessment approach was based on farm research by comparing farmers using introduced technology and those whodid not. B-C type tidal swamp land was suitable for integrated farming system applying surjan (sunk an d risen beds)system with a cropping pattern of rice - secondary crops on wet season and soybean – vegetables on dry season, andlivestock on home yards. Introduced technology was able to improve farming system performance and to increasefarmers’ incomes of Rp 9,873,500 on the dry season and Rp 8,887,000 on the wet season or higher than those of noncooperatingfarmers. Average R/C ratios of all crops grown were more than 2.5 implying that the technology wasfeasible to disseminate.Key words : integrated farming system, tidal swamp land, technology adoption, rice, soybeanDalam rangka mendukung program pembangunan pertanian di Kabupaten Kapuas yaitu programpengembangan kawasan pertanian terpadu melalui pemberdayaan lahan dan petani serta menumbuhkan pasar rakyatuntuk meningkatkan pendapatan petani, maka perlu dilakukan suatu pengkajian yang dapat membantu petani dalammengelola lahannya sehingga sesuai dengan potensi lahan yang ada dan sumberdaya yang tersedia. Pengkajianusahatani terpadu padi-kedelai/sayuran-ternak di lahan pasang surut tipe luapan B-C merupakan kegiatan lanjutan,yang dilaksanakan di Desa Bungai Jaya, Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, dengan luas areal 13 ha danmelibatkan 20 orang petani koperator. Tujuan pengkajian adalah (1) melakukan karakterisasi wilayah, petani dansistem usahatani, (2) melakukan analisis terhadap kinerja teknologi usahatani, (3) melakukan analisis usahatani, (4)mempelajari struktur pendapatan usahatani terpadu, dan (5) melakukan analisis adopsi teknologi introduksi.Pendekatan pengkajian dilakukan secara on-farm research, dengan metode perbandingan berpasangan (pairlycomparison) yaitu membandingkan model usahatani introduksi dengan model usahatani ditingkat petani. Hasilpengkajian menunjukkan bahwa sesuai dengan karakteristik lahan dan petaninya, lahan pasang surut tipe B-Csebaiknya diusahakan secara terpadu dengan sistem surjan dengan pola tanam padi-palawija pada MH dan kedelaisayuranpada MK serta ternak di pekarangan. Secara fisik input teknologi yang diintroduksikan, dapat meningkatkankinerja usahatani dan memberikan tambahan pendapatan sebesar Rp 9.873.500 pada MK dan Rp 8.887.000 pada MH,lebih besar dari pendapatan petani nonkoperator. Rata-rata R/C semua komoditas yang diusahakan > 2,5, sehinggateknologi ini layak dikembangkan.Kata kunci : usahatani terpadu, lahan pasang surut, adopsi teknologi, padi, kedela

    PERBAIKAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI PADA LAHAN SAWAH BERKADAR BESI TINGGI

    No full text
    Improvement of Paddy Cultural Practices in High Iron Soil. Productivity of rice on the high iron soilremain low at about 2,5 t GKP/ha. It is caused by inapproriate management, limited tolerant varieties, and lessoptimal planting system and fertilizing. The objective of the experiment were to observe the performances of somevarieties by using technology of Lado-21 pakage and to analyze financial feasibility on irigated rice field withhigh iron content, and to determine of planting system for each varieties that more applicable for high iron soilwith LADO-21 technology. The experiment was conducted in the farmer field at Sitiung II block D Koto SalakVillage, Koto Baru Sub-District, Dharmasraya Regency, West Sumatera on irigated land with high iron contentfrom Januari to Mei 2007. Six varieties were evaluated for their performance in to planting system (directseedingbroadcat and direct seeding using seeder). In each planting system the varieties (Ciujung, Ciherang, IR 66, BatangPiaman, and Batang Lembang) were arranged in Randomized Completely Block Design with four replications. Theso called Lado-21 water management was imposed on planting system and varieties. With this water management,the land was maintained in aerobic condition for 21 days after palnting, and was kept at field capacity conditionin two weeks with the interval of two weeks. The conventional cultural practice was used as control. The resultsshowed that application of Lado-21 increased production of rice from 44,5 to 121%, depend on varieties andaplicable planting system. Batang Piaman gave the higt yield (7,2 t roughrice/ha) with the direct planting system(broadcast). The system also gave the benefit of Rp.14,477,675/ha with R/C 3,73. Batang Lembang using directseeder system gave the yield 7,1 t roughrice /ha and the income of Rp.14,496,225 /ha. Ciherang using direct seedersystem gave the yield of 6,9 t roughrice /ha and the income of Rp.14,075,475/ha with R/C 3,90. The farmersystem with local variety only gave the yield at 3256 kg GKP/ha and income Rp.3,339,000/ha with R/C 1,59.Key words : rice varieties, planting system, iron toxicity, economic analysis. Produktivitas padi sawah pada lahan-lahan sawah berkadar besi tinggi sangat rendah dengan rata-ratahasil hanya 2,5 t GKP/ha, disebabkan cara pengelolaan lahan yang kurang tepat, terbatasnya pilihan varietasyang toleran, cara tanam dan pemupukan yang belum tepat. Tujuan penelitian adalah untuk : 1) Melihatkeragaan masing-masing varietas melalui penerapan teknologi Lado-21 serta kelayakan ekonomis pada lahansawah berkadar besi; 2) Menentukan cara tanam yang cocok untuk masing-masing varietas pada lahan sawahberkadar besi dengan penerapan teknologi introduksi Lado-21. Penelitian dilaksanakan pada lahan petani SitiungII Blok D Desa Koto Salak, Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat pada lahan irigasiberkadar besi tinggi dari bulan Januari sampai Mei 2007. Penelitian terdiri dari dua cara tanam yaitu sebarPerbaikan Teknologi Budidaya Padi Pada Lahan Sawah Berkadar Besi Tinggi (Ismon L dan Azwir)223benih langsung (SBL) dan tanam benih langsung menggunakan alat tanam (Atabela). Pada masing-masing caratanam diuji enam varietas yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok 4 ulangan. Varietas yang diuji yaituCiujung, Ciherang, IR 66, Batang Piaman dan Batang Lembang dengan menerapkan paket teknologi Lado-21(Lingkungan Akar Dioksidasi selama 21 hari). Penerapan teknologi lado-21 yaitu tanah diolah sempurna dapatsecara kering atau basah, saat tanam dalam keadaan lembab (aerobic moisture rezyme) digenangi paling cepatsetelah tanaman berumur 21 hari, dan dipertahankan dalam kapasitas lapang selama dua minggu dengan intervaldua minggu. Sebagai pembanding adalah paket teknologi dan varietas yang biasa digunakan petani (paket petani)dengan cara tanam sebar langsung (Tabela). Hasil peneltian menunjukkan bahwa penerapan teknologi Lado-21meningkatkan hasil pada sawah berkadar besi tinggi sebesar 44,5 sampai 121% tergantung varietas dan caratanam yang digunakan. Batang Piaman memberikan hasil tertinggi (7,2 t GKP/ha) dengan cara tanam sebarlangsung dengan tingkat keuntungan Rp.14.477.675 /ha dengan R/C 3,73. Batang lembang memberikan hasilyang lebih tinggi dengan cara tanam menggunakan alat tanam benih langsung (Atabela) yaitu 7,1 t GKP/hadengan tingkat keuntungan Rp.14.496.225 /ha. Hasil varietas Ciherang lebih tinggi dengan Atabela (6,9 t GKP/ha)dengan tingkat keuntungan Rp.14.075.475 /ha dengan R/C 3,90. Hasil yang diperoleh dengan teknologi petanimenggunakan varietas lokal hanya 3,3 t GKP/ha dengan tingkat keuntungan Rp.3.339.000 /ha dengan R/C 1,59.Kata kunci : Varietas padi, cara tanam, keracunan besi, analisis ekonom

    PENGARUH PENGGUNAAN KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MUTU BUAH SALAK BALI

    Get PDF
    Bali Salacca (snake’s skin fruit) (Salacca edulis Reinw) is one of the exotic fruits. The fruit is easilydamaged if it is not properly handled since harvesting up to marketing. It is possible to lengthen its shelf-life throughappropriately post harvest and packaging handling. The research was carried out in Telaga village, Sibetan Subdistrict,Karangasem District on August 2001. The fruits, either detached from or still attached with their bunch, were packedinside wrapping-paper and bamboo boxes (besek). Fruits storage lasted for 15 days and observations were conductedon 3rd , 6th , 9th , 12th , and 15th days. Results of analysis of variance showed that contents of vitamin C, total acid, pH andtotal soluble solid (TSS) were significantly different (P<0.1). The longer the storage the less the contents of vitamin Cand total acid, and the greater the contents of water and starch would be. Organoleptic tests on aroma and sweetnesswere weak to fairly strong up to 6th day. Texture and taste preference tests were dislike to common. Bamboo box gavethe best result in which it can maintain fruits freshness until 12th day and scoring showed from dislike to common.Key words : snake’s skin fruit, packaging, storage, organoleptic test Buah salak (Salaca edulis Reinw) termasuk salah satu jenis buah-buahan tropis yang merupakan komoditasyang mudah rusak bila tidak ditangani secara hati-hati mulai dari saat panen sampai buah tersebut siap dipasarkan.Untuk menghindari kerusakan ini dapat diupayakan dengan cara penanganan pasca panen dan pengemasan yang dapatmemperpanjang masa simpan buah. Penelitian ini dilakukan di Dusun Telaga Kecamatan Sibetan KabupatenKarangasem pada bulan Agustus 2001. Pengemasan buah dengan menggunakan karton ataupun besek dalam bentuksalak pipil atau tandan diharapkan dapat memperpanjang masa simpan buah. Penyimpanan dilakukan selama 15 haridengan pengamatan pada hari ke-3, 6, 9, 12 dan 15. Hasil sidik ragam kadar vitamin C, total asam, pH dan TPT (totalpadatan terlarut) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,1). Semakin lama penyimpanan terjadi penurunan kadarvitamin C, total asam sedangkan kadar air semakin meningkat dan kadar pati turun. Penilaian organoleptik terhadaparoma, rasa manis adalah lemah sampai agak kuat pada penyimpanan selama 6 hari. Penilaian tekstur dan kesukaanrasa dari tidak suka sampai biasa. Penggunaan wadah besek dalam bentuk tandan memberikan hasil yang terbaikdimana mampu mempertahankan kesegaran buah selama 12 hari dan penilaian panelis dari tidak suka sampai biasa.Kata kunci : salak, kemasan, penyimpanan, uji organolepti

    248

    full texts

    324

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇