Center for Scientific Publication
Not a member yet
4029 research outputs found
Sort by
The Integration of Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) on the Crushing and Barge Loading Conveyor Systems
The utilization of the Crushing and Barge Loading Conveyor (BLC) systems is important in coal processing. A crushing system is required as a tool for the process of crushing coal into smaller sizes and then transferring it to the stockpile. While a BLC system is needed to transport coal from the stockpile to the barge. In general, the control and supervision systems for crushing and BLC systems are carried out separately by two operators. However, the distance between two operators causes a time lag information. In this research, we create a Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) system with the type of Multiple Programmable Logic Controller (PLC) on the Crushing and BLC systems using Profinet communication integrated by two PLCs with one Human Machine Interface (HMI) and WinCC. The system is equipped with real-time data, automatic control, and online surveillance with smartphones via the S7APP application. The error resulting from the reading of each component by the HMI and smartphone reaches 0%, while for automatic control, the system works very well, having a success rate of 100%
Analysis of Intermodal Freight Transport Efficiency: Study of the Java-Sumatra Route
As an archipelagic country, Indonesia has abundant natural resources and the potential to develop various industries. In this case, the Ministry of Industry still relies on Java as a location to encourage industrial activities in Indonesia. One of the largest industrial areas in Indonesia is located in the western area of Java Island, namely in the Pulogadung, Karawang, and Bekasi areas. Geographically, Indonesia, an archipelagic country, has good inter-island connectivity. The maritime transportation sector is a strategic component forming the national transportation system. Apart from that, the competitiveness of Indonesian commodities, goods, and services is developed due to national logistics prices, which are partly determined by transportation costs. The many commodities produced on Java Island have resulted in a high demand for goods from Java Island. The cost of shipping goods plays a significant role in the buyer's price. In this research, several options were analyzed for sending goods from Java to Sumatera, namely by using a truck and then crossing by ship from Merak Port to Bakauheni Port or sending by ship to Panjang Port, from Tanjung Priok Port or Ciwandan Port. This research was conducted to select a mode of transportation with a minimum unit cost to support delivery activities. Then, this research was carried out using an optimization method to make the shipping costs incurred more optimal. The results of this research will provide an analysis of the efficiency of intermodal transportation in transporting goods on the Java-Sumatera route
Evaluasi Kinerja Aset Bangunan di Kawasan Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Bandung
Kawasan Pemajuan Kebudayaan adalah salah satu aset wisata edukasi yang berada di Kabupaten Bandung yang terdiri dari 3 gedung antara lain Dome Balerame, Science Center, dan gedung Budaya Sabilulungan dikelola oleh Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Bandung. Berdasarkan observasi pendahuluan, terdapat beberapa indikasi masalah pada aset bangunan yakni plafon langit-langit bangunan berlubang, sampah berserakan, dan banyak ruang yang tidak digunakan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja aset bangunan di Kawasan Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Bandung berdasarkan teori dari Lavy, Garcia dan Dixit (2010) dengan dimensi physical performance dan functional performance. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, studi dokumentasi dan kuesioner dengan teknik analisis data deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat permasalahan pada aset fisik bangunan di Kawasan Pemajuan Kebudayaaan yang meliputi kerusakan komponen bangunan Dome Balerame dan gedung Budaya Sabilulungan, jaringan drainase yang kurang terpelihara, fasilitas yang belum memenuhi standar, dan banyak ruang yang tidak beroperasi secara optimal. Rekomendasi pemecahan masalah dari penelitian ini yaitu Perencanaan Kebutuhan Pengembangan Aset Fisik dan Fungsional Bangunan Science Center. Meskipun berdasarkan indikator yang telah diteliti menyatakan bahwa bangunan science center telah memenuhi kriteria namun masih perlu pengembangan pada dimensi fisik dan fungsional
Faktor Pengaruh Tingkat Kemantapan Jalan Provinsi di Indonesia
Kondisi jalan memainkan peran penting dalam efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan sistem transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kemantapan jalan provinsi di Indonesia dengan faktor-faktor seperti kapasitas fiskal daerah, jumlah kendaraan bermotor per penduduk, kepadatan penduduk, dan laju pertumbuhan ekonomi. Dalam penelitian ini, analisis regresi linear digunakan untuk menganalisis data yang mencakup kemantapan jalan dan variabel-variabel tersebut. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa jumlah kendaraan bermotor per penduduk memiliki korelasi paling kuat dengan kemantapan jalan, diikuti oleh kapasitas fiskal daerah dan laju pertumbuhan ekonomi. Kepadatan penduduk memiliki korelasi yang paling rendah. Faktor-faktor tersebut berkontribusi sebesar 77,5% dalam menjelaskan variasi pada kemantapan jalan. Masih terdapat variasi yang mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kemantapan jalan
Analisis Profil Hollow Steel Plate Girder (HFSPG) Sebagai Alternatif Profil Baja Canai Dingin
Hollow Flange Steel Plate Girder (HFSPG) merupakan profil-I baja yang berbentuk persegi berlubang pada bagian sayap dan pelat pada bagian badan. Proses pembentukan profil ini memerlukan proses cold-formed. Sambungan antara bagian badan dengan sayap menggunakan sambungan las yang berfungsi mengurangi terjadinya kegagalan sambungan antara bagian badan dengan sayap. Profil tersebut memiliki kekakuan torsi yang baik, sehingga dapat meningkatkan kapasitas lentur dan material ini dapat diaplikasikan secara efektif dalam bentang panjang (Perera et al., 2018). Profil baja sayap berlubang diharapkan memiliki nilai kekakuan dan kekuatan yang lebih baik dibandingkan dengan baja canai dingin, karena letak geografis Negara Indonesia yang rawan bencana alam, sehingga profil tersebut tidak mudah mengalami local buckling. Dalam penelitian ini, akan dilakukan studi numerik (finite element method) mengenai profil Hollow Steel Plate Girder. Berdasarkan studi numerik akan ditinjau mengenai kapasitas momen profil, kurva histerisis, daktilitas, pola kegagalan profil, dan sambungan antar profil baja sayap berlubang. Parameter pengujian menggunakan hasil penelitian dari Perera et al. (2018) yang akan dikembangkan sesuai dengan pemodelan yang dibutuhkan
Penilaian Risiko Banjir dengan Pendekatan Rasio Frekuensi dan AHP di Sub-DAS Jompo, Jember Jawa Timur
Daerah rawan risiko banjir sangat perlu dilakukan identifikasi untuk mengurangi tingkat risiko banjir. Tingkat risiko banjir merupakan fungsi dari bahaya dan kerentanan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko banjir berdasarkan hasil analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Peta bahaya banjir dibangun dari data berbasis penginderaan jauh berupa model elevasi digital (DEM), penggunaan lahan, curah hujan harian historis, jaringan sungai, dan data citra satelit yang diterapkan dengan teknik bobot rasio frekuensi (FR). Peta kerentanan dihasilkan dari data sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan yang diterapkan melalui teknik overlay berbobot menggunakan proses hierarki analitik (AHP). Peta risiko yang dihasilkan menunjukkan bahwa 21,93% dan 6,40% dari tota wilayah berada pada tingkat risiko banjir yang sangat tinggi dan tinggi. Penilaian risiko banjir menjadi acuan dalam pengambilan tindakan mitigasi bencana banjir secara struktural dan non-struktural
Deposition Silver Based Thin Film on Stainless Steel 316l as Antimicrobial Agent Using Electrophoretic Deposition Method
SUS316L stainless steel has been widely used in medical applications. However, some germs frequently adhere to the device surface, resulting in infections following implantation surgery. Unfortunately, the material lacks antibacterial characteristics that prevent microorganisms from adhering to the surface. This study aims to use electrophoretic deposition to deposit chitosan/silver (Ag) as an antibacterial agent on stainless steel 316L. The antimicrobial effects of chitosan and silver are well established. During the deposition, the rectifier voltage was adjusted to a constant 10 volts with a suspension pH range of 2.7 to 5.1. The effect of varying the pH of the suspension on the physical, mechanical, and antibacterial properties of chitosan/Ag thin films was investigated. The materials’ structure and morphology were studied using X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscopy (SEM), and Fourier- transform infrared spectroscopy (FTIR). The antimicrobial inhibition was examined using the Kirby-Bauer antimicrobial test. The results reveal that increasing the pH of the suspension causes an increase in the thickness, size, and aggregation of the chitosan/Ag thin film. The highest thickness achieved during deposition with a pH 5.1 suspension is 5.265 m. The best antibacterial agent is achieved at a pH 3.5 suspension sample with an inhibitory zone diameter of 4 m
Performance Test Membrane Contactor for CO2 Desorption from DEA
Membrane-based desorption of carbon dioxide (CO2) using a membrane contactor is considered a novel process for separating CO2 from solvents. It can be carried out using temperature regeneration, sweep gas, and vacuum method. In this work, the vacuum regeneration method is applied in the CO2 desorption process from 30% wt of diethanolamine (DEA) solution. This study investigates the effect of operating parameters such as liquid flowrate, vacuum pressure, and CO2 loading on the mass transfer rate and desorption efficiency of CO2. The highest mass transfer rate of 2.2013 × 10-7 mol/m2s is achieved at a liquid flowrate of 500 mL/min, CO2 loading of 0.27 mol CO2/mol DEA, and vacuum pressure of 50 cmHg while the maximum desorption efficiency of 71.45% is achieved at lower liquid flowrate of 100 mL/min, CO2 loading of 0.27 mol CO2/mol DEA, and vacuum pressure of 50 cmHg. The result demonstrates that membrane contactor is a promising method for the CO2 desorption process which requires further investigation.
Dashboard Pre-Processing Data (DPD) as Data Analysis System with Technological Innovation to Perform Pre-Processing Quantitative Data
In essence, data in real-life always needs to be pre-processed or better known as pre-processing data. Pre-processing Data is one of the early techniques for converting raw data from various sources into cleaner information that can be used for further analysis. There are three types of pre-processing data, missing values, checking outlier data, and identifying the types of distribution in the data. Currently, statistical software that offers to be used in pre-processing data analysis has been widely and is quite familiar. However, the user is often can not run the analysis quickly. Therefore, there is the idea to create and develop an application or dashboard that can be used to solve these problems. The application this at is offered and trying to be developed is called "DPD (Dashboard Pre-Processing Data)". This application serves as a tool to pre-process data quickly and efficiently. In addition, with this application, it’s expected that users can identify missing values, data outliers, and some types of data distribution, so users can determine the analysis method that will be used on the research data they have
Prioritas Pengembangan Infrastruktur Desa Kedungrejo Sebagai Kawasan Industri Perikanan Muncar
Kabupaten Banyuwangi wilayah dengan potensi perikanan tangkap dan budidaya utama di Provinsi Jawa Timur. Potensi perikanan laut mencapai 960 mil2, salah satu yang paling unggul berada di Kecamatan Muncar. Hasil tangkapan ikan Kecamatan Muncar dapat mencapai 25.256 ton per tahunnya. Dengan melihat adanya peluang dari potensi tersebut, pemerintah menetapkan Kecamatan Muncar sebagai Kawasan Industri Kecil Menengah (IKM) pengembangan kegiatan usaha sektor perikanan dan sejenisnya yang terhubung dengan kawasan minapolitan. Jumlah industri perikanan di Kecamatan Muncar terus meningkat setiap tahunnya. Sebagian besar industri berada di Desa Kedungrejo. Hal ini dikarenakan letak desa yang strategis berdekatan dengan pelabuhan dan tempat pelelangan ikan. Pertumbuhan industri perikanan tentunya akan sejalan dengan kebutuhan infrastruktur sebagai pendukung pada kawasan industri. Pengembangan kawasan industri akan efektif apabila didukung oleh infrastruktur yang tepat, sehingga kegiatan di industri dapat berjalan dengan optimal. Oleh karena hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan infrastruktur prioritas pada Desa Kedungrejo kawasan industri perikanan Muncar. Untuk metode yang digunakan dalam penelitian adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) dan analisis triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur pengembangan prioritas yaitu jaringan sumber daya air, tempat pelelangan ikan, jaringan jalan, sistem pengolahan sampah, dan tempat parkir dan bongkar muat. Untuk arahan pengembangan infrastruktur berfokus pada pengujian klinis terhadap jaringan sumber daya air, peningkatan kualitas perkerasan jalan, sosialisasi mengenai pentingnya tempat pelelangan ikan, pengelolaan sampah, dan peningkatan bongkar muat pada kawasan industri